cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Efektivitas Metode Multi Soil Layering (MSL) dalam Penurunan Total Koliform Limbah Cair Domestik Shakira, Aisha; Mullah, Ama; Hamdan, Abd Mujahid; Lubis, Syafrina Sari
Dampak Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.83-92.2023

Abstract

This research employs Multi Soil Layering (MSL), an environmentally friendly technology, to remove coliform bacteria contaminants from wastewater using a novel alternative medium. The purpose of this study is to evaluate the efficacy of the MSL method employing bio rings in reducing pollutant parameters in domestic wastewater, particularly total coliform. This study utilized Hydraulic Loading Rate (HLR) variations of 23.80 L/m2/hour, 7.14 L/m2/hour, and 3.40 L/m2/hour, as well as Hydraulic Retention Time (HRT) variations of 4, 6, 8, 10, and 12 hours. The results of domestic wastewater treatment using the MSL method using HLR variations on total coliform from 1.89  105 MPN/100mL to 6.0  102 MPN/100mL, the total colony parameter from 5.95  106 CFU/mL to 3.6  105 CFU/mL, the chemical oxygen demand parameter value of 53 mg/L with an effectiveness of 98.6%, the total suspended solid parameter is valued at 25 mg/L with reduction effectiveness of 98.6% and the pH value changes to 7.3 at the HLR variation of 3.40 L/m2/hour. As for using the HRT variation for 12 hours the total coliform from 1.16  104 MPN/100mL to 9  102 MPN/100mL, the total colony parameter from 4.91  106 CFU/mL to 3.0  105 CFU/mL, the chemical oxygen demand parameter was 92 mg/L with its effectiveness 99%, the total suspended solid parameter is 87 mg/L with reduction effectiveness of 67% and the potential of hydrogen value changes to 7.6. Therefore, the MSL method employing bio rings can be used as a new option for domestic effluent treatment. Keywords: domestic wastewater, coliform total, Multi Soil Layering (MSL)  ABSTRAK Penelitian ini menggunakan Multi Soil Layering (MSL), sebuah teknologi ramah lingkungan, untuk menghilangkan kontaminan bakteri coliform dari air limbah menggunakan media alternatif baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efikasi metode MSL dengan bioring dalam menurunkan parameter polutan dalam air limbah domestik, khususnya total coliform. Penelitian ini memanfaatkan variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) 23,80 L/m2/jam, 7,14 L/m2/jam, dan 3,40 L/m2/jam, serta variasi Hydraulic Retention Time (HRT) 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil pengolahan air limbah domestik dengan metode MSL menggunakan variasi HLR pada total coliform dari 1,89 × 105 MPN/100mL menjadi 6,0 × 102 MPN/100 mL, parameter total koloni dari 5,95 × 106 CFU/mL menjadi 3,6 × 105 CFU/mL, nilai parameter kebutuhan oksigen kimia 53 mg/L dengan efektivitas 98,6%, parameter total padatan tersuspensi senilai 25 mg/L dengan efektivitas reduksi 98,6% dan nilai pH berubah menjadi 7,3 pada variasi HLR 3,40 L/m2/jam. Sedangkan untuk menggunakan variasi HRT selama 12 jam total coliform dari 1,16 × 104 MPN/100mL menjadi 9 × 102 MPN/100mL, parameter total koloni dari 4,91 × 106 CFU/mL menjadi 3,0 × 105 CFU/mL, kebutuhan oksigen kimia parameter 92 mg/L dengan efektivitas 99%, parameter total padatan tersuspensi 87 mg/L dengan efektivitas reduksi 67% dan nilai potensial hidrogen berubah menjadi 7,6. Oleh karena itu, metode MSL yang menggunakan bio ring dapat digunakan sebagai pilihan baru untuk pengolahan limbah rumah tangga. Kata kunci: air limbah domestik, total koliform, Multi Soil Layering (MSL)      
Pengendalian Air Limpasan dengan Ecodrainage untuk Kawasan Perumahan Podo Asih Setiawan, Arifandy; Yulistyorini, Anie; Rahayuningsih, Titi; Idfi, Gilang
Dampak Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.63-73.2023

Abstract

Podo Asih Housing is a residential area located in Beji District, Pasuruan Regency, located at 7°34'23.21” S and 112°44'00.39” E housing area of 50,000 m2 or 5 hectares, this relatively densely populated housing is still frequent. There is a flood that can disrupt the activities of residential residents. One alternative to overcome this is by applying the concept of eco-drainage in residential areas. This study uses a quantitative descriptive approach to the Podo Asih Housing area, hydrological analysis is carried out to determine runoff discharge and hydraulic analysis to determine the capacity of the existing channel in the Podo Asih Housing area, the analysis is carried out to determine how much runoff discharge occurs, that is the basis In eco-drainage planning, it is necessary to take into account how many rainwater reservoirs, infiltration wells, and biopore infiltration holes are needed to control the runoff water. In collecting data, researchers conducted observations and measurements directly in the field, carried out laboratory tests, and collected rain data from the Department of Irrigation and Mining of Pasuruan Regency. HEC-RAS software for hydraulic analysis calibration. The results showed that there were 39 out of 118 channels that could not accommodate runoff water discharge, planned as many as 378 rainwater collectors, 68 infiltration wells, and 289 biopore infiltration holes that could reduce runoff discharge by 1,253 m3/s with a reduction percentage of 95.59% for a 2 year return period, 77.06% for a 5 year return period, and 68.19% for a 10 year return period. Keywords: housing, runoff, ecodrainage  ABSTRAK Perumahan Podo Asih merupakan kawasan perumahan yang terletak di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, terletak pada 7°34'23.21” LS dan 112°44'00.39” BT dengan luas perumahan 50.000 m2 atau 5 hektar, perumahan yang relatif padat penduduk ini masih sering dijumpai. Adanya banjir yang dapat mengganggu aktivitas warga pemukiman. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan konsep ecodrainage pada kawasan pemukiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pada kawasan Perumahan Podo Asih, analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit limpasan dan analisis hidrolik untuk mengetahui kapasitas saluran yang ada di kawasan Perumahan Podo Asih, analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar terjadi debit limpasan, yang menjadi dasar Dalam perencanaan ekodrainase, perlu diperhitungkan berapa jumlah penampungan air hujan, sumur resapan, dan lubang resapan biopori yang dibutuhkan untuk mengendalikan air limpasan. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan, melakukan uji laboratorium, dan mengumpulkan data hujan dari Dinas Pengairan dan Pertambangan Kabupaten Pasuruan. Perangkat lunak HEC-RAS untuk kalibrasi analisis hidrolik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 dari 118 saluran yang tidak dapat menampung debit air limpasan, direncanakan sebanyak 378 penampung air hujan, 68 sumur resapan, dan 289 lubang resapan biopori yang dapat mereduksi debit limpasan sebesar 1.253 m3/s dengan persentase penurunan. sebesar 95,59% untuk periode ulang 2 tahun, 77,06% untuk periode ulang 5 tahun, dan 68,19% untuk periode ulang 10 tahun. Kata kunci: perumahan, limpasan, ekodrainase      
Kajian Pengelolaan Effluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia Padang dan Potensi Pemanfaatan Lumpur IPAL Nur, Ansiha; Jingga, Rara Purnama; Dzakiyyah, Nadiyah
Dampak Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.1.7-14.2024

Abstract

The Effluent Treatment Plant (ETP) at PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) processes wastewater from crude oil (CPO) production activities, as well as serving as a domestic office, workshop, security, quality control, and Niagara equipment washing facility. ETP PT. WINA has a processing capacity of 382 m3 per day. The processing unit at ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia is made up of a carrier channel, fat trap, Niagara, ceramic reservoir, equalization tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter, oil removal, and carbon filter. The objectives of this research are to evaluate the operation and maintenance of ETP PT. WINA in accordance with the Minister of Environment of the Republic of Indonesia's regulation No. 5 of 2014, as well as to investigate the potential use of sludge from ETP PT. WINA processing that is safe to use and does not have a negative impact on the environment or human health. Operations and maintenance at PT. WINA are addressed by SOP-WINA-ETP-13-001 to SOP-WINA-ETP-010. The quality of wastewater treatment at PT. WINA's ETP has met the quality standards established by the Minister of Environment's Regulation No. 5 of 2014 Attachment XXI concerning Wastewater Quality Standards for the Cooking Oil Industry, and the effluent of PT. WINA's ETP is suitable for discharge into water bodies, namely the sea. Although the ETP effluent has met the quality standards and is suitable for discharge into water bodies, the sludge produced from PT. WINA's wastewater treatment installation has not been optimally utilized and has caused environmental problems. One alternative recommendation that can be implemented is to utilize the sludge as a raw material for paving blocks that meet the SNI-03-0691-1996 standard. Keywords: wastewater, efluen standards, Effluent Treatment Plant (ETP), paving blocks, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA) ABSTRAKEffluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) berfungsi sebagai tempat untuk pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan proses produksi pengolahan minyak mentah (CPO), domestic office, workshop, security, quality control dan pencucian alat niagara. ETP PT. WINA memiliki kapasitas pengolahan 382 m3/hari. Unit pengolahan di ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia terdiri dari saluran pembawa, fat trap, niagara, ceramic reservoir, ekualisasi tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter dan oil removal, dan carbon filter. Tujuan penelitian ini berupa melakukan kajian terhadap evaluasi operasional dan perawatan ETP PT. WINA berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 dan melakukan kajian potensi pemanfaatan lumpur hasil pengolahan ETP PT. WINA yang aman digunakan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Operasional dan pemeliharaan pada PT. WINA mengacu kepada SOP-WINA-ETP-13-001 sampai SOP-WINA-ETP-010. Kualitas air hasil pengolahan air limbah di ETP PT. WINA sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 Lampiran XXI tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri Minyak Goreng, dan efluen ETP PT. WINA layak dibuang ke badan air yaitu laut. Meskipun efluen ETP sudah memenuhi baku mutu dan layak dibuang ke badan air, akan tetapi lumpur yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air limbah PT. WINA belum dimanfaatkan secara optimal dan menimbulkan masalah lingkungan. Salah satu rekomendasi alternatif yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan lumpur tersebut sebagai bahan baku untuk paving block yang sesuai standar SNI-03- 0691-1996. Kata kunci: air limbah, baku mutu, Effluent Treatment Plant (ETP), paving block, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA)
STUDI KERENTANAN DAN KAPASITAS ADAPTASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN SOROPIA Yudasti, Yuyun Gisna; Ahmad, Siti Nurjanah; Mahapati, Wa Ode Sitti Warsita
Dampak Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.1.1-6.2024

Abstract

Kabupaten Konawe terdiri dari 27 kecamatan, beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Soropia yang memiliki wilayah pesisir. Masyarakat kecamatan Soropia rentan terhadap dampak perubahan iklim karena tinggal di pesisir pantai yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim pada masyarakat pesisir Kecamatan Soropia.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Bagian kuantitatif dari penelitian ini adalah untuk menentukan wilayah implementasi perubahan iklim dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, ditinjau dari permasalahan dan tujuan penelitian.Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan di 3 desa yang berada di kawasan pesisir Kecamatan Soropia adalah 2 atau lebih rentan. Hal ini didasarkan pada penilaian indikator keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adaptif.
Penyisihan Nitrat Menggunakan Kolom dengan Media Biochar dan Busa Poliuretan Edwin, Tivany; Mera, Mas; Komala, Puti Sri; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nabila, Alya Sausan
Dampak Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.1-6.2024

Abstract

This study examined the removal of nitrate from wastewater using column adsorption method with variations in the ratio of biochar and polyurethane foam, as well as variations in flow rate. The results showed that the highest adsorption capacity was obtained at a flow rate of 30 mL/min compared to other flow rate variations. At that flow rate, the nitrate sorption capacity reached 4.10 mg/g with biochar, 0.20 mg/g using biochar : polyurethane foam (1 : 1) media, and 13.12 mg/g using biochar : polyurethane foam (2 : 1) media. The biochar : polyurethane foam (2 : 1) media showed the highest nitrate adsorption capacity, which was caused by an increase in the contact time of the flow in the media due to more polyurethane foam volume. This study concludes that sufficient contact time between the contaminant and the adsorption media in the column is a key factor for nitrate removal optimization in addition to the adsorbent material used.Keywords: Adsorption, Biochar, Polyurethane foam, Nitrate ABSTRAKPenelitian ini mengkaji penyisihan nitrat dari limbah cair menggunakan metode adsorpsi kolom dengan variasi rasio biochar dan busa poliuretan, serta variasi laju alir. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada laju alir 30 mL/menit dibandingkan variasi laju alir lainnya. Pada laju alir tersebut, kapasitas sadorpsi nitrat mencapai 4,10 mg/g dengan biochar, 0,20 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (1 : 1), dan 13,12 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (2 : 1). Media biochar : busa poliuretan (2 : 1) menunjukkan kapasitas adsorpsi nitrat paling tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan waktu kontak aliran dalam media akibat kandungan busa poliuretan yang lebih banyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu kontak yang cukup antara kontaminan dan media adsorpsi dalam kolom merupakan faktor kunci untuk optimasi penyisihan nitrat selain material adsorben yang dipakai.Kata kunci: Adsorpsi, Biochar, Busa poliuretan, Nitrat
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Universitas Andalas Komala, Puti Sri; Nur, Ansiha; Fitria, Irna Rosa
Dampak Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.7-17.2024

Abstract

Universitas Andalas Water Treatment Plant (WTP Unand) is a water treatment plant that serves the drinking water needs of Universitas Andalas with a 90 L/second capacity. WTP Unand has been operating for decades so it is necessary to evaluate the performance and operation of the drinking water treatment system to ensure the quantity and quality of the treated water. This study aims to measure the performance of the Unand WTP unit, analyze the quality of production water produced based on Permenkes No.2/2023 standards for drinking water quality parameters, and analyze the design of the Unand WTP at development discharge. The future flow rate is determined based on the Master Plan of Universitas Andalas in 2030. Based on the analysis of current water demand (year 2023), the flow rate distributed is insufficient. Of the existing water treatment units in WTP Unand, only the Slow Sand Filter (SSF) unit meets the design criteria of the Indonesian National Standard (SNI) 3981: 2008, while the WTP package unit and the Rapid Sand Filter (SPC) unit do not meet the design criteria according to SNI 6774: 2008 at existing and future flow rates. The water quality analysis of WTP Unand found that Total Dissolved Solid (TDS), turbidity, and Total Coliform parameters did not meet the quality standards. The omission of coagulation and disinfection is one of the reasons why some water quality parameters are not compliant. Evaluation of the design criteria of the WTP unit at an increased discharge of 32 L/sec was not fulfilled, so further resizing and redesign of the treatment unit were required.Keywords: Drinking Water Quality, Evaluation, Performance, Water Treatment Plant (WTP) ABSTRAKInstalasi Pengolahan Air Universitas Andalas (IPA Unand) merupakan instalasi pengolahan air yang melayani kebutuhan air bersih Universitas Andalas dengan kapasitas 90 L/detik. IPA Unand sudah beroperasi beberapa dekade sehingga perlu dilakukannya evaluasi kinerja serta operasional sistem pengolahan air minum untuk menjamin kuantitas dan kualitas air yang diolah. Penelitian ini bertujuan mengukur kinerja unit IPA Unand, analisis kualitas air produksi yang dihasilkan berdasarkan standar Permenkes No.2/2023 untuk parameter kualitas air minum dan analisis desain IPA Unand pada debit pengembangan. Debit pengembangan ditentukan berdasarkan Master Plan Universitas Andalas di tahun 2030. Berdasarkan analisis kebutuhan air Universitas Andalas eksisting, debit aliran air yang didistribusikan masih tidak mencukupi kebutuhan. Dari unit-unit pengolahan air yang ada di IPA Unand, hanya unit Saringan Pasir Lambat (SPL) yang memenuhi kriteria desain SNI 3981:2008, sementara pada unit paket IPA dan pada unit Saringan Pasir Cepat (SPC) tidak memenuhi kriteria disain menurut SNI 6774:2008 pada debit eksisting maupun pengembangan. Hasil analisis kualitas air pengolahan IPA Unand ditemukan parameter Total Dissolved Solid (TDS), kekeruhan, dan Total Coliform tidak memenuhi baku mutu. Tidak dilakukannya koagulasi dan desinfeksi merupakan salah satu alasan mengapa beberapa parameter kualitas air tidak memenuhi syarat. Evaluasi kriteria desain unit IPA pada peningkatan debit sebesar 32 L/detik tidak terpenuhi, sehingga diperlukan perubahan dimensi dan desain ulang unit pengolahan lebih lanjut.Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Kualitas Air Minum, Instalasi Pengolahan Air (IPA)
Characterization of Wastewater in The University Campus: A Case Study in Universitas Andalas, Indonesia Ruslinda, Yenni; Nur, Ansiha; Komala, Puti Sri; Leni, Leni; Regia, Rinda Andhita; Mardatillah, Regina
Dampak Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.18-26.2024

Abstract

This study aims to analyze wastewater characteristics at Universitas Andalas Campus Limau Manis Padang encompassing physical, chemical, and biological attributes, while comparing them to established quality standards and estimating mass loading. Wastewater samples were collected from various sources, including domestic and specific wastewater. Sampling locations and times were chosen based on peak activity. Physical analysis revealed temperature ranging from 27.32 to 31.5°C and TSS concentrations from 130.00 to 580.00 mg/L. Chemical parameters displayed significant variation, with pH values between 2.27 and 9.70, BOD5 concentrations spanning 108.46 to 506.59 mg/L, COD levels from 162.70 to 1,428.00 mg/L, and oil and grease content from 0.20 to 84.31 mg/L. N-total ranged from 47.07 to 309.16 mg/L, sulfate from 72.70 to 1,480.00 mg/L, and phosphate from 1.14 to 98.15 mg/L. Biological attributes showed total coliform counts exceeding 10,000 colonies per 1,000 mL, all surpassing quality standards. Notably, the BOD5/COD ratio indicated low biodegradable quality (values <0.5) for certain wastewater sources. Greywater emerged as the primary pollutant, with substantial mass loadings. Eventually, this study underscores the vital need for wastewater treatment before environmental discharge.Keywords: Characteristics, Domestic Wastewater, Campus, Quality Standards, Hazardous Wastewate 
Studi Kerentanan dan Kapasitas Adaptasi Dampak Perubahan Iklim pada Masyarakat Pesisir Kecamatan Soropia Yudasti, Yuyun Gisna; Ahmad, Siti Nurjanah; Mahapati, Wa Ode Sitti Warsita
Dampak Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.1.1-6.2024

Abstract

Kabupaten Konawe terdiri dari 27 kecamatan, beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Soropia yang memiliki wilayah pesisir. Masyarakat kecamatan Soropia rentan terhadap dampak perubahan iklim karena tinggal di pesisir pantai yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim pada masyarakat pesisir Kecamatan Soropia.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Bagian kuantitatif dari penelitian ini adalah untuk menentukan wilayah implementasi perubahan iklim dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, ditinjau dari permasalahan dan tujuan penelitian.Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan di 3 desa yang berada di kawasan pesisir Kecamatan Soropia adalah 2 atau lebih rentan. Hal ini didasarkan pada penilaian indikator keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adaptif.
Kajian Pengelolaan Effluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia Padang dan Potensi Pemanfaatan Lumpur IPAL Nur, Ansiha; Jingga, Rara Purnama; Dzakiyyah, Nadiyah
Dampak Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.1.7-14.2024

Abstract

The Effluent Treatment Plant (ETP) at PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) processes wastewater from crude oil (CPO) production activities, as well as serving as a domestic office, workshop, security, quality control, and Niagara equipment washing facility. ETP PT. WINA has a processing capacity of 382 m3 per day. The processing unit at ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia is made up of a carrier channel, fat trap, Niagara, ceramic reservoir, equalization tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter, oil removal, and carbon filter. The objectives of this research are to evaluate the operation and maintenance of ETP PT. WINA in accordance with the Minister of Environment of the Republic of Indonesia's regulation No. 5 of 2014, as well as to investigate the potential use of sludge from ETP PT. WINA processing that is safe to use and does not have a negative impact on the environment or human health. Operations and maintenance at PT. WINA are addressed by SOP-WINA-ETP-13-001 to SOP-WINA-ETP-010. The quality of wastewater treatment at PT. WINA's ETP has met the quality standards established by the Minister of Environment's Regulation No. 5 of 2014 Attachment XXI concerning Wastewater Quality Standards for the Cooking Oil Industry, and the effluent of PT. WINA's ETP is suitable for discharge into water bodies, namely the sea. Although the ETP effluent has met the quality standards and is suitable for discharge into water bodies, the sludge produced from PT. WINA's wastewater treatment installation has not been optimally utilized and has caused environmental problems. One alternative recommendation that can be implemented is to utilize the sludge as a raw material for paving blocks that meet the SNI-03-0691-1996 standard. Keywords: wastewater, efluen standards, Effluent Treatment Plant (ETP), paving blocks, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA) ABSTRAKEffluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) berfungsi sebagai tempat untuk pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan proses produksi pengolahan minyak mentah (CPO), domestic office, workshop, security, quality control dan pencucian alat niagara. ETP PT. WINA memiliki kapasitas pengolahan 382 m3/hari. Unit pengolahan di ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia terdiri dari saluran pembawa, fat trap, niagara, ceramic reservoir, ekualisasi tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter dan oil removal, dan carbon filter. Tujuan penelitian ini berupa melakukan kajian terhadap evaluasi operasional dan perawatan ETP PT. WINA berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 dan melakukan kajian potensi pemanfaatan lumpur hasil pengolahan ETP PT. WINA yang aman digunakan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Operasional dan pemeliharaan pada PT. WINA mengacu kepada SOP-WINA-ETP-13-001 sampai SOP-WINA-ETP-010. Kualitas air hasil pengolahan air limbah di ETP PT. WINA sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 Lampiran XXI tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri Minyak Goreng, dan efluen ETP PT. WINA layak dibuang ke badan air yaitu laut. Meskipun efluen ETP sudah memenuhi baku mutu dan layak dibuang ke badan air, akan tetapi lumpur yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air limbah PT. WINA belum dimanfaatkan secara optimal dan menimbulkan masalah lingkungan. Salah satu rekomendasi alternatif yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan lumpur tersebut sebagai bahan baku untuk paving block yang sesuai standar SNI-03- 0691-1996. Kata kunci: air limbah, baku mutu, Effluent Treatment Plant (ETP), paving block, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA)
Penyisihan Nitrat Menggunakan Kolom dengan Media Biochar dan Busa Poliuretan Edwin, Tivany; Mera, Mas; Komala, Puti Sri; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nabila, Alya Sausan
Dampak Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.21.2.1-6.2024

Abstract

This study examined the removal of nitrate from wastewater using column adsorption method with variations in the ratio of biochar and polyurethane foam, as well as variations in flow rate. The results showed that the highest adsorption capacity was obtained at a flow rate of 30 mL/min compared to other flow rate variations. At that flow rate, the nitrate sorption capacity reached 4.10 mg/g with biochar, 0.20 mg/g using biochar : polyurethane foam (1 : 1) media, and 13.12 mg/g using biochar : polyurethane foam (2 : 1) media. The biochar : polyurethane foam (2 : 1) media showed the highest nitrate adsorption capacity, which was caused by an increase in the contact time of the flow in the media due to more polyurethane foam volume. This study concludes that sufficient contact time between the contaminant and the adsorption media in the column is a key factor for nitrate removal optimization in addition to the adsorbent material used.Keywords: Adsorption, Biochar, Polyurethane foam, Nitrate ABSTRAKPenelitian ini mengkaji penyisihan nitrat dari limbah cair menggunakan metode adsorpsi kolom dengan variasi rasio biochar dan busa poliuretan, serta variasi laju alir. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada laju alir 30 mL/menit dibandingkan variasi laju alir lainnya. Pada laju alir tersebut, kapasitas sadorpsi nitrat mencapai 4,10 mg/g dengan biochar, 0,20 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (1 : 1), dan 13,12 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (2 : 1). Media biochar : busa poliuretan (2 : 1) menunjukkan kapasitas adsorpsi nitrat paling tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan waktu kontak aliran dalam media akibat kandungan busa poliuretan yang lebih banyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu kontak yang cukup antara kontaminan dan media adsorpsi dalam kolom merupakan faktor kunci untuk optimasi penyisihan nitrat selain material adsorben yang dipakai.Kata kunci: Adsorpsi, Biochar, Busa poliuretan, Nitrat