cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni" : 18 Documents clear
Literacy and technology program to enhance the potential of the youth of Mira village through community empowerment Hernita Pasongli; Wilda Syam Tonra; Dahlan Wahyudi; Marwis Aswan; Winda Syam Tonra
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.8236

Abstract

[Bahasa]: Pendidikan di Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara masih tertinggal dibandingkan desa-desa lainnya di wilayah sekitar. Kurangnya fasilitas perpustakaan sekolah dan sarana teknologi informasi di desa tersebut mengakibatkan rendahnya literasi dan penguasaan teknologi masyarakat setempat. Di sisi lain, literasi dan teknologi merupakan unsur penting untuk menghadapai tantangan globalisasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknologi masyarakat Desa Mira melalui program literasi dan teknologi dalam bentuk pelatihan pembuatan konten video. Program pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama 2 bulan oleh tim yang terdiri dari 19 mahasiswa dan 3 dosen dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun melalui program pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun Anggaran 2023. Partisipan program ini adalah siswa-siswa pada sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Makharimal Akhlak Mira. Tahapan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas penguatan literasi dilakukan melalui pengajaran baca tulis dan membaca dongeng bersama. Sementara penguatan penguasaan teknologi dilakukan melalui pelatihan pembuatan konten video menggunakan aplikasi Capcut dan Kinemaster yang hasilnya diupload di akun YouTube. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi dan penguasaan teknologi dalam bidang pembuatan konten video pada siswa sekolah MTs Makharimal Akhlak Mira. Kata Kunci: literasi, siswa madrasah, teknologi, konten video [English]: Education in Mira Village, East Morotai District, Morotai Island Regency, North Maluku Province, is still underdeveloped compared to other villages in the surrounding area. The lack of a school library and information technology facilities in the village has resulted in low literacy and poor technology mastery in the local community. On the other hand, literacy and technology are important elements to face the challenges of globalization. This community service aims to improve the knowledge and mastery of technology of the Mira Village community through literacy and technology programs in the form of video content creation training. This community service program was carried out for 2 months by a team of 19 students and 3 lecturers from the Mathematics Education Department of Khairun University through a community empowerment program by students (PMM) funded by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. The participants of this program were students at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Makharimal Akhlak Mira school. The stages of this community service include preparation, socialization, implementation, and evaluation. Literacy-strengthening activities are carried out through training in reading and writing and reading fairy tales together. Meanwhile, strengthening mastery of technology is done through training in video content creation using the Capcut and Kinemaster applications, the results of which are uploaded to a YouTube account. The results of this community service show an increase in literacy skills and mastery of technology in video content creation for MTs Makharimal Akhlak Mira school students. Keywords: literacy, madrasa students, technology, video content
Improving teacher competence in designing minimum competency assessment tasks Intan Sari Rufiana; Slamet Arifin; Wahyudi; Tesya Mahdaniya Ode Naana; Astika Berliana Wanti; Elsa Haruna Dewi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.8725

Abstract

[Bahasa]: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berfungsi sebagai salah satu indikator untuk menilai kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karenanya, kemampuan menyusun soal berbasis AKM penting dimiliki oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun soal AKM. Metode dalam program pengabdian ini adalah lesson study. Lesson study terdiri dari tiga tahapan kegiatan yakni plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan see (merefleksikan). Mitra pengabdian adalah guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 8 Kecamatan Lowokwaru. Tahapan pelaksanaan pengabdian adalah perencanaan kolaboratif, pengajaran dan pengamatan, diskusi dan analisis, refleksi dan revisi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kualitas guru dalam menyusun instrumen soal AKM dan selanjutnya menerapkan dalam pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kualitas guru dalam menyusun instrumen soal AKM dan selanjutnya menerapkan dalam pembelajaran. Hal ini dapat diketahui bahwa dari hasil respon peserta pelatihan menyebutkan bahwa 35% peserta memberikan respon sangat puas, 55% puas, dan sisanya cukup puas. Respon peserta terhadap materi program pengabdian menunjukkan bahwa, sebanyak 60% sangat mengerti, 35% mengerti, dan sisanya cukup mengerti. Selain itu, berkaitan dengan tindak lanjut dari kegiatan PkM ini, 12 peserta menyatakan bersedia untuk mengimplementasikan hasil kegiatan PkM, 5 orang sangat bersedia, dan sisanya cukup bersedia. Kegiatan pelethan penyusunan soal AKM terbukti efektif dalam implementasiya sehingga dapat mendukung guru dalam memahami implementasi kurikulum merdeka secara komprehensif. Kata Kunci: asesmen kemampuan minimum, lesson study, kelompok kerja guru [English]: Minimum Competency Assessment (AKM) is an indicator of assessing students' ability to achieve educational goals. Therefore, teachers need to have the ability to develop AKM-based tasks to improve the quality of learning. This community service program aims to improve teachers' skills in designing AKM-based tasks. This program used a lesson study approach consisting of three stages: planning, implementation, and reflection. The participants were teachers of the Teacher Working Group (KKG) Cluster 8 of Lowokwaru District. The stages of implementing service are collaborative planning, teaching, observation, discussion and analysis, reflection, and revision. The results show that the training improved teachers' ability to design and apply AKM-based tasks in the learning process. The measurement of the training participants' responses shows that 35% responded very satisfied, 55% were satisfied, and the rest were quite satisfied. The participants' responses to the program's material showed that as many as 60% understood very well, 35% understood, and the rest understood quite well. Furthermore, regarding the follow-up to this PkM activity, 12 participants stated they were willing to implement the program results, five people were very willing, and the rest were quite willing. The training program for preparing AKM questions has proven to be effective in its implementation so that it can support teachers in comprehensively understanding the implementation of the independent curriculum. Keywords: minimum ability assessment, lesson study, teacher working group
Interactive learning media training using the Classpoint application to improve the pedagogical competence of Madrasah Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul Ulama teachers in Palangka Raya Abdul Hadi; Elia Zakaria; Dewanto Zulkarnain
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.8728

Abstract

[Bahasa]: Guru sebagai agen pembelajaran harus memiliki kesiapan dalam beradaptasi terhadap perubahan proses pembelajaran dan mampu menghadapi segala tantangan di dalamnya. Di era sekarang, guru perlu untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran interaktif aplikasi Classpoint. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan kegiatan yaitu persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Partisipan program ini adalah sebanyak 27 guru dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di kota Palangka Raya. Evaluasi program ini menggunakan kuesioner, pre-test dan post-test dengan target luaran berupa produk media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Classpoint. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa program ini dapat membantu guru dalam meningkatkan pemahaman tentang penggunaan Classpoint sebagai media pembelajaran interaktif berbasis teknologi dengan persentase sangat setuju sebanyak 34,6%, dan setuju 65,4%. Sementara nilai rata-rata hasil pre-test adalah sebesar 54% dan post-test sebesar 64% yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi yang disampaikan sebesar 10% setelah mengikuti pelatihan ini. Aplikasi Classpoint dapat menjadi alternatif media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru untuk mendukung proses pembelajaran. Kata Kunci: aplikasi classpoint, media pembelajaran interaktif, kompetensi pedagogik [English]: Teachers, as the principal agents of the learning process, must be able to adapt to changes and deal with all challenges. In the current era, teachers need to improve their pedagogical competence in using information and communication technology to increase the quality of the learning process. This community service program aims to enhance teachers' competence in utilizing technology through a training program on using interactive learning media with the Classpoint application. The method used in this program was Participatory Action Research (PAR), which has four stages: preparation, socialization, implementation, and evaluation. The participants were 27 teachers from Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) in Palangka Raya city. The program evaluation was conducted by distributing questionnaires, pre-tests, and post-tests, with the target output being an interactive learning media product using the Classpoint application. The questionnaire results show that this program can help teachers improve their understanding of using Classpoint as a technology-based interactive learning media, with a percentage of strongly agree with 34.6%, and agree with 65.4%. The average value of the pre-test results was about 54%, and the post-test was 64%, indicating an increase in understanding by 10% after the training. Classpoint application can be an alternative interactive learning media in improving teachers' pedagogical competence to support the learning process. Keywords: classpoint application, interactive learning media, pedagogical competence
Participatory accessibility audits and design proposal for inclusive mosques Arina Hayati; Kirami Bararatin; Setyo Nugroho; Qonita Wahyu Deanti; Mirra Kamila Ismail; Zuhrotul Mawaddatil Ula; Hana Ardina Putri Pakiding
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.8978

Abstract

[Bahasa]: Bangunan masjid merupakan bangunan ibadah yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh jama’ah untuk melakukan ibadah tanpa terkecuali, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Sebagian besar bangunan masjid didesain dan dibangun secara megah, namun belum memenuhi standar peraturan aksesibilitas bangunan. Fasilitas penting masjid terutama tempat wudhu dan kamar mandi masih sulit diakses dan aman bagi jama’ah berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, beberapa masjid berbenah dan menambahkan fasilitas agar masjid dan lingkungannya lebih ramah untuk jama’ah, salah satunya adalah Masjid Shalahuddin di Sidoarjo. Paper ini memberikan deskripsi bagaimana tim pengabdi dari Departemen Arsitektur ITS bekerjasama dengan komunitas penyandang disabilitas untuk melakukan pendampingan audit aksesibilitas lingkungan dan bangunan. Selain itu, kegiatan memberikan rekomendasi desain masjid agar memenuhi prinsip desain universal dan inklusif. Dengan pendekatan partisipatif, pengabdian melibatkan pengurus dan jama’ah berkebutuhan khusus saat melakukan eksplorasi dan evaluasi audit aksesibilitas majid. Hasil kegiatan berupa kegiatan simulasi sensitifitas kemudahan bangunan dan rekomendasi rancangan ruang wudhu dan kamar mandi yang aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh semua jama’ah tanpa terkecuali. Kata Kunci: aksesibilitas, disabilitas, lansia, masjid, desain partisipatif [English]: Mosque buildings should be accessible and usable by all users for worship without exception, including older people and people with disabilities. Despite the magnificent designs, many mosques often fail to meet building codes and standards for accessibility design. For example, crucial facilities such as ablution areas and bathrooms remain difficult for those with special needs to use safely. Therefore, several mosques have taken steps to enhance accessibility and accommodate users with special needs. One noteworthy example is the Shalahudin Mosque in Sidoarjo. To address these issues, a community service team of lecturers and students from the ITS Architecture Department collaborated with people with disability's community. The aims are to promote awareness of the sensitivity and understanding of universal and inclusive design principles. Furthermore, the team provided recommendations for designing accessible ablution rooms and accessible bathrooms in mosque buildings. The community service employs a participatory approach throughout the process, involving mosque officials and administrators along with users with special needs in exploring and evaluating the mosque's accessibility audit. The results include simulation exercises demonstrating the importance of building convenience sensitivity and recommendations for the design of ablution rooms and bathrooms that are safe, comfortable, and easy to use for all users without exception. Keywords: accessibility, disability, older people, mosque, participation
Enhancing scientific literacy through maggot cultivation as a solution for waste management in the Dharma Alam Jember community Kendid Mahmudi; Fikroturrofiah Suwandi Putri; Rizki Putri Wardani; Wichi Widiansyah
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9091

Abstract

[Bahasa]: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains masyarakat di Kawasan Perumahan Dharma Alam Jember melalui budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah. Dalam program ini, masyarakat memperoleh pelatihan tentang cara membudidayakan maggot yang efektif dalam menguraikan sampah organik. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan kegiatan meliputi penyampaian tentang pengelolaan sampah, teori dan konsep dasar budiaya maggot, tekhnik budidaya, dan penggunaan produk lanjutan maggot. Partisipan program pengabdian ini adalah 50 kepala keluarga di wilayah perumahan Dharma Alam di kota Jember. Pengumpulan data untuk evaluasi program diperoleh dari penyebaran angket dan dokumentasi produk. Hasil program pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi sains masyarakat tentang budidaya maggot. Program pengabdian ini berhasil mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan dan dapat menghasilkan produk berkelanjutan. Peningkatan literasi sains  dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengintegrasikan teknologi sederhana dalam pegelolaan sampah. Berdasarkan hasil sebaran angket terkait literasi sains pengelolaan sampah, terjadi peningkatan literasi sains masyarakat sebesar 63%. Selain itu, peningkatan literasi sains masyarakat tentang pengelolaan sampah juga menghasilkan produk sampingan berupa pakan ternak dan pupuk organic. Program ini telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi sains masyarakat dalam pengelolaan sampah dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: budidaya maggot, literasi sains, sampah organik [English]: This community service program aims to enhance the scientific literacy of the Dharma Alam Member community through maggot cultivation as a waste management solution. Dalam program ini, masyarakat dilatih untuk membudidayakan belatung yang efektif dalam mengurai sampah organik. The method used was Participatory Action Research (PAR), which included the stages of activities, including delivery of waste management, theory and basic concepts of maggot culture, cultivation techniques, and the use of maggot-advanced products. The participants were 50 households in Dharma Alam residence in Jember city. Data collection for evaluation was obtained by distributing questionnaires and product documentation. The results show an increased understanding of community science literacy about maggot cultivation. This community service program has successfully educated the community on the importance of household waste management through eco-friendly technology to produce sustainable products. Enhancing science literacy can foster community awareness by integrating simple waste management technology. Based on the questionnaire results, there was an increase in community science literacy by 63%. In addition, improving the community's scientific literacy on waste management also resulted in additional products such as animal feed and organic fertilizer. The program has contributed to improving the community's science literacy in waste management and has improved the community's welfare. Kata Kunci: maggot cultivation, scientific literacy, organic waste
Community empowerment through black soldier fly maggot farming using household waste Emmy Syafitri; Dwi Tika Afriani; Srimulyani
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9266

Abstract

[Bahasa]: Minimnya edukasi penanganan dan pengelolaan sampah, peningkatan jumlah rumah penduduk selama tiga tahun terakhir dan rendahnya pendapatan masyarakat adalah faktor yang meningkatkan kompleksitas permasalahan kualitas lingkungan di Desa Medan Krio, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan sampah tersebut adalah dengan pemberdayaan masyarakat Medan Krio khususnya anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) melalui budidaya maggot lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dapat mengurai sampah organik secara alami dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat Medan Krio dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengelola sampah rumah tangga melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot BSF. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, monitoring, dan evaluasi berupa pretest dan posttest yang keseluruhannya dilakukan secara luring. Kegiatan diikuti oleh 40 anggota PKK sebagai perwakilan dari beberapa PKK di Desa Medan Krio. Sosialisasi dan pelatihan ini memberikan pengetahuan, wawasan dan keterampilan baru bagi mitra. Peningkatan pengetahuan tentang morfologi maggot meningkat 80%, budidaya maggot 90%, pemanfaatan maggot 70%. Begitu juga peningkatan pengalaman budidaya maggot sebesar 100% dan motivasi untuk melakukan budidaya maggot sebesar 50%. Untuk pemahaman budidaya maggot meningkat sebesar 90%. Mitra kini telah memiliki rutinitas baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga dari usaha budidaya maggot serta meningkatkan kesadaran untuk mengelola sampah rumah tangga dengan bijak dan bernilai ekonomis. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Pengelolaan Sampah; Budidaya Maggot BSF; Peningkatan ekonomi keluarga [English]: The lack of education on waste disposal and management, the increase in the number of houses over the last three years, and the low income of the community are factors that increase the complexity of environmental quality problems in Medan Krio Village, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. One of the efforts to reduce the waste issue is the empowerment of the Medan Krio community, especially PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) members through the cultivation of Black Soldier Fly (BSF) maggots, which can break down organic waste naturally and have high economic value. This community service program aims to empower the Medan Krio community by increasing knowledge and skills in managing household waste through socialization and training in BSF maggot cultivation. The methods used were socialization, training, monitoring, and evaluation results in pretests and posttests, all done offline. The participants of this program were 40 PKK members in Medan Krio Village. The results show that knowledge about maggot morphology increased by 80%, maggot culture by 90%, and maggot utilization by 70%. In addition, there was an increase in maggot cultivation experience by 100% and the motivation to carry out maggot cultivation by 50%. The understanding of maggot cultivation increased by 90%. The communities now have a new routine that can improve the family economy from the maggot cultivation business and increase awareness of managing household waste wisely and having economic value. Keywords: community empowerment, waste management, maggot Black Soldier Fly cultivation, improvement of the family economy
Guiding reading club members to build better reading skills using directed reading thinking activities (DRTA) Erna Iftanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9343

Abstract

[Bahasa]: Menindaklanjuti hasil wawancara dengan anggota klub membaca di UIN Tulungagung yang menggambarkan bahwa sebagian besar dari mereka mengaku mempunyai berbagai permasalahan membaca, terutama membuat referensi dan inferensi. Kedua keterampilan tersebut sangat dibutuhkan untuk memperoleh pemahaman bacaan yang baik. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat melalui metode Community Based Research (CBR). Teknik mengajar membaca Directed Reading Thinking Activity (DRTA) diimplementasikan untuk meningkatkan keterampilan membaca mereka khususnya keterampilan membuat referensi dan inferensi. Pengabdian masyarakat berbasis penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 kepada 47 anggota Klub Baca UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui penelitian tindakan.  Nilai rata-rata pre-test yang diberikan sebelum dilakukan perlakuan adalah 52,23 dan hanya 10,6% yang memperoleh nilai ketuntasan minimal 75 dari total nilai 90. Sedangkan nilai post-test setelah perlakuan adalah 72,75, dan terdapat 75 % peserta mencapai nilai ketuntasan minimum. Hasil pengabdian berbasis penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik mengajar membaca DRTA dapat membantu pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat referensi dan inferensi. Hal ini dapat mengarahkan mereka untuk mencapai pemahaman membaca yang lebih baik Kata Kunci: keterampilan membaca, teknik DRTA, klub membaca [English]: In response to the interview results with the reading club members at the State Islamic University of Tulungagung, most of them claim to have various reading problems, mainly in making references and inferences. Those two skills are significantly needed to achieve good reading comprehension. Therefore, it is essential to address the problem through a community service program with Community Based Research (CBR) method. The Directed Reading Thinking Activities (DRTA) technique of teaching reading was implemented to improve their reading skills, specifically in making references and inferences. This research-based community service was carried out in June 2023 to 47 members of the Reading Club at the State Islamic University of Tulungagung.  The mean score of the pre-test before the treatment was 52,23 and only 10,6% got the minimum passing score of 75 out of the total score of 90. Meanwhile, the post-test score after the treatment was 72,75, and 75% of the participants reached the minimum passing score. The result of this CBR indicates that implementing the DRTA technique of teaching reading helps EFL learners improve their skills in making references and inferences. This further leads them to achieve better reading comprehension.   Keywords: reading skills; DRTA technique; reading club
The application of "nyanggit ngathok" batik patterns on batik fabric in the Klampar batik village umkm as a batik tourism attraction in Madura Urip Wahyuningsih; Indarti; Yulistiana; Ratna Suhartini; Andang Widjaja; Bimo Yatna Anugerah Ramadhani
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9389

Abstract

[Bahasa]: Kemunculan industri batik saat ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang semakin berkembang. Batik berpola Nyanggit Nggathok adalah pola dari motif batik yang yang motifnya tidak penuh, dan ditempatkan pada lokasi tertentu berdasarkan pola bagian busananya, sehingga setelah menjadi busana akan Nggathok (bahasa Jawa) atau bertemu pola motifnya. Hal ini akan menambah nilai estetis dari busana batik dan efisien pada penggunaan kain. Pengrajin Kampung Wisata Batik Klampar dalam pembuatan motif batik masih menganut pola tradional  sehingga inefisiensi waktu dan biaya. Untuk itu perlu pengetahuan dan pelatihan membuat motif batik berpola Nyanggit Nggathok. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) Pemberian pengetahuan dan pelatihan membuat motif batik berpola Nyanggit Nggathok pada pengrajin batik di Desa Klampar (2) Pengrajin mampu menekan biaya produksi (3) Pengembangan motif batik khususnya pada tukang gambar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan jumlah peserta 10 pengrajin batik. Hasil penelitian pada penilaian kesesuaian bentuk motif 100% sesuai, kesesuaian ukuran motif 100% sesuai dan kesesuaian posisi motif pada pola 90% sesuai. Pada kriteria peletakan pola bermotif sesuai arah serat kain dan kriteria efisiensi penggunaan bahan (jarak antar bagian-bagian pola) 80% sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa peserta hampir semuanya memahami peletakan pola bermotif dan efisiensi penggunaan kain. Selanjutnya pada penilaian pelaksanaan pelatihan 70% sangat baik, 26% baik dan 4% cukup. Pada aspek materi pelatihan 73% kategori sangat baik, 25% baik dan 3% cukup. Ditinjau dari aspek Narasumber, sangat baik sebesar 78% dan baik 23%.  Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan kualitas estetika produk batik serta penekanan biaya produksi pada pemakaian kain. Diharapkan hal ini dapat lebih luas diterapkan pada banyak industri batik untuk peningkatan mutu dan produksinya. Kata Kunci: nyanggit nggathok, UMKM, kampung batik klampar, estetis, efisiensi kain batik [English]: The emergence of the batik industry today is to meet the needs of the increasingly growing market share. The Nyanggit Nggathok patterned batik is a batik motif pattern that is not fully covered but strategically placed in specific areas based on the garment's pattern, ensuring that the motifs align or "Nggathok" (Javanese for "match") when the garment is assembled. This will add aesthetic value to batik clothing and be efficient in the use of fabric. Artisans in the Klampar Batik Tourism Village adhere to traditional patterns, leading to inefficiencies in time and cost. Thus, there is a need for knowledge and training on creating Nyanggit Nggathok patterned batik. The objectives of this activity are: (1) To provide knowledge and training on making Nyanggit Nggathok patterned batik to batik artisans in Klampar Village, (2) To enable artisans to reduce production costs, and (3) To develop batik motifs, especially among pattern makers. The method used in this activity was a training program involving ten batik artisans. Research results on the suitability of the motif form show that 100%, 100% of the motif sizes and 90% of the motif positions on the pattern are accurate. In the criterion of motif placement according to the fabric grain direction and material efficiency (spacing between pattern pieces), 80% were appropriate. This indicates that most participants understand the placement of patterned motifs and the efficient use of fabric. Furthermore, the evaluation of the training implementation showed that 70% rated it as excellent, 26% as good, and 4% as fair. Regarding the training content, 73% rated it as excellent, 25% as good, and 3% as fair. Reviewed the trainer's aspect, 78% rated them as very good and 23% as good. This activity has implications for improving the aesthetic quality of batik products while reducing production costs related to fabric usage. It is hoped it can be applied more widely across various batik industries to enhance their quality and production. Keywords: nyanggit nggathok, UMKM, klampar batik village, aesthetic, batik fabric efficiency
Implementation of the STINE program (Smart Thinking In New Era) in shaping Pancasila's characterized and visionary society at Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalidami Tiara Kusumaningtiyas; Nur Ailiya Hanum; Rani Kusuma Savitri; Raihanah Karen Azzahra Ticoalu; Sasqia Alya Kamila; Intan Tri Amalia Rusmana
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9464

Abstract

[Bahasa]: Pandemi COVID-19 menyebabkan pola perubahan aktivitas masyarakat, yang sebelumnya banyak pada ruang fisik kemudian beralih menjadi aktivitas digital. Pembatasan kegiatan saat pandemi membuat masyarakat banyak menggunakan media digital dan virtual. Termasuk muncul kebiasaan untuk malas bersosialisasi secara fisik, menurunnya minat belajar bersama, dan berkurangnya kegiatan masyarakat diruang publik. Menurunnya interaksi mengakibatkan beberapa nilai-nilai Pancasila terlupakan, hal ini sejalan dengan perkembangan globalisasi yang tidak dapat dibendung dan informasi dengan tema Pancasila tergusur dengan tema-tema lainnya. Pada era baru pasca pandemi menuntut pemberdayaan kembali ruang – ruang publik yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan tempat akses informasi terdekat seperti Taman Bacaan masayarakat (TBM) Kalidami RW 10. Metode pelaksanaan program ini adalah penyuluhan dengan tahapan yang meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah menghidupkan Kembali TBM Kalidami RW 10 melalui program peningkatan kemampuan berpikir cerdas melalui kegiatan literasi. Program STINE (Smart Thinking in New Era) yang terdiri dari empat kegiatan unggulan berupa Kenali Dirimu, Workshop Information Guidance, Temukan dan Selesaikan Aku!, Pengadaan Koleksi dan Sarana Prasarana yang aktif, inovatif, dan kreatif untuk membentuk kehidupan sosial lingkungan masyarakat yang berkarakter dan berwawasan Pancasila. Hasil menunjukkan bahwa Program STINE Kenali Dirimu meningatkan pengetahuan penerapan nilai-nilai Pancasila sebesar 23%; melalui program Workshop Information Guidance pengetahuan melakukan seleksi informasi di media social sebesar 12%; program Temukan dan Selesaikan Aku! Kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama dalam tim meingkat sebesar 22%; dan Pengadaan koleksi dan sarana prasarana jumlah koleksi meingkat sebesar 100%. Ssecara keseluruhan program STINE mampu meningkatkan literasi informasi masyarakat sekitar TBM Kalidami. Kata Kunci: Taman Bacaan Masyarakat, literasi informasi, Pancasila [English]: Throughout the COVID-19 pandemic, there has been a significant shift in societal activities from physical spaces to digital platforms. With restrictions on in-person gatherings, people have increasingly relied on digital and virtual media. This shift has led to a decline in face-to-face social interaction, a decrease in community learning initiatives, and a reduction in public activities. The decreased interaction has resulted in the erosion of some of Pancasila's core values, which align with the unstoppable forces of globalization and the overshadowing of Pancasila-related information by other themes. In the post-pandemic era, there is a need to revitalize public spaces as center for community activities and as accessible sources of information, such as the Community Reading Garden (TBM) of Kalidami. The implementation method for this program involves educational outreach through planning, preparation, execution, and evaluation stages. This Community Service aims to reinvigorate TBM Kalidami RW 10 by enhancing critical thinking skills through literacy activities. The STINE program (Smart Thinking in New Era) comprises four flagship activities: Information Guidance Workshop, Kenali Dirimu!, Temukan dan Selesaikan Aku!, and the last one is Collection and Facilities Procurement. These activities are designed to actively, innovatively, and creatively shape the social environment of the community to embody the values of Pancasila. The results show that the STINE Program's Kenali Dirimu! component increased the application of Pancasila values by 23%; the Information Workshop program improved the selection of information on social media by 12%; the Temukan dan Selesaikan Aku!, component boosted critical thinking and teamwork skills by 22%; and the Collection and Facilities procurement increased the collection by 100%. In general, the STINE program has successfully clarified community information literacy around TBM Kalidami. Keywords: Taman Bacaan Masyarakat, information literacy, Pancasila
The Training and coaching on information and technology-based financial report for the mosque management board Linda Fauziyah Ariyani; Hamdana; Yamani; Nishia Waya Meray; Vidy
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2024): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v20i1.9627

Abstract

[Bahasa]: Pengelolaan keuangan masjid menjadi salah satu kunci terlaksananya manajemen masjid yang baik. Namun, masih banyak ditemukan dewan masjid di Indonesia khususnya di Kota Balikpapan yang belum memanfaatkan teknologi informasi dalam menyusun laporan keuangan, sehingga tidak mencapai target pengelolaan keuangann yang efisien, akurat dan transparan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dewan masjid dalam mengelola laporan keuangan yang berbasis teknologi informasi di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Teknologi Informasi (IT) dengan mitra adalah anggota dewan masjid di kota Balikpapan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah pelatihan sebanyak 66,7% peserta akan mengaplikasikan IT dalam penyusunan laporan keuangan dan sebanyak 33% mempertimbangkan untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Program pengabdian ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola laporan keuangan yang berbasis IT. Program ini menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan manajemen keuangan dewan masjid di Indonesia. Kata Kunci: pelatihan, manajemen keuangan masjid, teknologi informasi [English]: Mosque financial management is one of the keys to achieving a well mosque management. However, many mosque management boards in Indonesia, especially in Balikpapan City, still have not utilized information technology in the financial report process. Thus, this condition causes inefficient, inaccurate, and non-transparent financial mosque management. This community service program aims to improve the ability of mosque management boards to administer financial reports based on information technology in Balikpapan City. The method used in this program was training and assistance in preparing financial statements based on Information Technology (IT). The participants of this program were members of the mosque management board in Balikpapan city. The results show that after the training, 66.7% of participants will apply IT in preparing financial reports, and 33% will consider utilizing the technology. This community service program can improve partners' knowledge and skills in managing IT-based financial reports. This program is an alternative way to enhance the financial management competence of the mosque management board in Indonesia. Keywords: training, financial mosque management, information and technology

Page 1 of 2 | Total Record : 18