cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2022)" : 11 Documents clear
Front Matter Desember 2022 Redaksi Jurnal Perikanan dan Kelautan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17968

Abstract

Histopatology kidney of seed white snipper (lates calcarifer bloch) which experienced a different decrease in salinity Larasati Putri Hapsari
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.15093

Abstract

White snapper (Lates calcarifer Bloch) is a consumption fish that has high economic and nutritional value. FAO stated that white snapper was a diversified species in aquaculture in 2018. This is because white snapper has many advantages such as fast growth rate, high fecundity, easy hatchery techniques in controlled containers, and high adaptability to various environmental conditions. The method used in this study was experimental with a completely randomized design (CRD) technique using 3 treatments with each treatment being repeated 3 times. The 3 treatments include; A : Water medium with a salinity content of 5 ppt; B : Water medium with a salinity content of 10 ppt; C : Water media with 15 ppt salinity. In this study, white snapper seeds measuring ±3 cm were given 3 different salinity treatments. The three treatments, salinity 5 ppt, 10 ppt, and 15 ppt caused histopathological abnormalities in the kidneys of snapper fish which were used as research objects. The kidney organ has Melano Macrophages Centers (MMC) and Necrosis (N). Kidneys with MMC are characterized by the presence of inflamed organ parts and a collection of pigmented macrophages. The occurrence of necrosis is characterized by the loss of tissue structure and then the kidney tissue is damaged, as well as the loss of cell boundaries or cell nuclei.
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI MAKRO- DAN MESO-PLASTIK DI SUNGAI KERUH, BUMIAYU, KABUPATEN BREBES Nuning Vita Hidayati; Sayyidatur Rahma; Aulia Nisfi Nurhakim; Umi Hadiyawati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16310

Abstract

Sungai adalah sumber polusi plastik di laut yang telah diakui secara luas dan berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah dari berbagai aktivitas dan sumber. Estimasi tingkat pencemaran plastik telah dilakukan untuk pertama kalinya di Sungai Keruh dan Sungai Kalisantri yang melintasi kota Bumiayu, Brebes. Sampel sampah dianalisis untuk mendapatkan data komposisi sampah berdasarkan ukuran (makro, meso) dan sampah plastik berdasarkan Resin Identification Code (RIC). Hasil analisis sampah yang dikumpulkan setiap minggu dari bulan Agustus – September 2021 menemukan  1.537 item (22019,84 gram) sampah sungai dengan total kepadatan 89,59 g/m3 di Sungai Keruh dan 2017.9 g/m3 di Sungai Kalisantri. Persentase berat makroplastik berkisar antara 20–46%, dan persentase berat mesoplastik mencapai 72%. Berdasarkan item, persentasenya mencapai 82% untuk makroplastik dan mencapai 52% untuk mesoplastik. Berdasarkan RIC, 32,59% sampah plastik berasal dari kelompok Others (OT), 31,42% dari Low Density Poly Ethylene (LDPE) dan 23,55% dari Poly Propylene (PP), dengan kepadatan sampah rata-rata 47,16 g/m3. Dominasi sampah plastik diduga karena sungai tersebut dekat dengan pemukiman penduduk dan pasar tradisional. Berdasarkan PP No. 22/2021, sungai seharusnya zero waste, namun sebaliknya hasil kajian menunjukkan jumlah sampah yang sangat melimpah. Oleh karenanya, tindakan untuk mengurangi keberadaan plastik di sungai sangat penting untuk melestarikan lingkungan air tawar maupun laut. 
STATUS KEBERLANJUTAN DAN FAKTOR PENGUNGKIT DIMENSI EKOLOGI DAN EKONOMI PADA PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KOTA TEGAL Andi Irawan; Karyoto karyoto; Heru Kurniawan Alamsyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16950

Abstract

ABSTRACTTegal City is an area located on the North Coast of Java (Pantura) which has a strategic role in developing fishery and marine potential. In the capture fisheries sector, the City of Tegal has marine resources, human resources and adequate infrastructure. However, it is reported that the marine fishery production of Tegal City has fluctuated in the last five years. Sustainability in capture fisheries management has urgency in the life of the fishing community, the interests of the state as well as in the framework of sustainable development, including in meeting consumption needs at various levels of society. This study aims: To determine the sustainability status and leveraging factors of capture fisheries management in Tegal City on the ecological and economic dimensions. Data was collected through direct interviews with respondents through questionnaires. The data collected is data on ecological, ecological and economic aspects. This research method uses a Multi-dimensional Scaling (MDS) approach on the ecological and economic dimensions with the Rapfish technique. The Rapfish technique (Rapid Appraissal for Fisheries) is a quantitative analysis method to evaluate the sustainability of capture fisheries at the research location with attributes as required by FAO-CCRF 1995. The results of the sustainability analysis of capture fisheries management in Tegal City on the Ecological dimension of 40.25% (Less sustainable), and the Economic dimension of 54.96% (Moderately sustainable). Leverage factors on the ecological dimension include the use of illegal fishing gear with an RMS value of 3.60%, selectivity of fishing gear of 3.31% and size of fish caught 2.941%, while leverage factors in the economic dimension include ship ownership with an RMS value of 4.89%, fuel increase with an RMS value of 4.75% and the average age of fishermen with an RMS value of 4.34%. Keywords: Capture Fisheries, Sustainability, MDS, Tegal City   ABSTRAKKota Tegal merupakan daerah yang terletak di Pantai Utara Jawa (Pantura) memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi perikanan dan kelautan. Dalam sektor perikanan tangkap, Kota Tegal memiliki sumberdaya laut, sumberdaya manusia serta infrastruktur yang memadai. Namun demikian, dilaporkan bahwa produksi perikanan laut Kota Tegal mengalami fluktuasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Keberlanjutan dalam  pengelolaan perikanan tangkap memiliki urgensi dalam kehidupan masyarakat nelayan, kepentingan negara maupun dalam kerangka pembangunan berkelanjutan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi pada berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk enentukan status keberlanjutan dan atribut (factor) pengungkit pengelolaan perikanan tangkap Kota Tegal pada dimensi ekologi dan ekonomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data aspek ekologi, ekologi dan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-dimensional Scaling (MDS) pada dimensi ekologi dan ekonomi dengan teknik Rapfish. Teknik Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan tangkap dilokasi penelitian dengan atribut sesuai dengan yang diisyaratkan FAO-CCRF 1995. Hasil analisis keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Kota Tegal pada dimensi Ekologis sebesar 40,25% (Kurang berkelanjutan),  dan dimensi Ekonomi 54,96% (Cukup berkelanjutan). Faktor pengungkit pada dimensi ekologi antara lain penggunaan alat tangkap ilegal dengan nilai RMS 3,60%, selektivitas alat tangkap 3,31% dan Ukuran Ikan tertangkap 2,941%, sedangkan factor pengungkit pada dimensi ekonomi antara lain kepemilikan kapal dengan nilai RMS 4,89%, kenaikan BBM dengan nilai RMS 4,75% dan rata-rata  usia nelayan dengan nilai RMS 4,34%. Kata kunci: Perikanan Tangkap, Keberlanjutan, MDS, Kota Tegal
TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN METODE SELAM UNTUK PENANGKAPAN KEKERANGAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Gilang Rusrita Aida; Muhammad Tajuddin Noor; Yusrudin Yusrudin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.14744

Abstract

Kegiatan penangkapan kekerangan di wilayah pesisir Surabaya bagian timur dilakukan secara tradisional menggunakan metode selam. Keberlanjutan sumber daya kerang perlu diperhatikan mengingat kerang merupakan salah satu sumber daya perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu titik awal untuk mendukung keberlanjutannya yaitu dengan menganalisa keramah-lingkungan alat tangkap yang digunakan, khususnya penggunaan metode selam untuk menangkap kekerangan sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries mutlak dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei melalui wawancara kuesioner Sembilan kriteria kepada kelompok nelayan selam. Analisis data dilakukan secara statistika deskriptif melalui pembobotan hasil wawancara nelayan. Berdasarkan hasil analisa sembilan kriteria keramah-lingkungan alat tangkap diperoleh bahwa metode selam sebagai alat tangkap kekerangan memiliki nilai skor akhir sebesar 31,62 yang menunjukkan bahwa metode selam ini termasuk ke metode penangkapan yang sangat ramah lingkungan.
STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP KOTA TEGAL PADA DIMENSI SOSIAL BUDAYA DAN TEKNOLOGI Heru Kurniawan Alamsyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17589

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan tangkap Kota Tegal dihadapkan pada beberapa persoalan antara lain masih rendahnya tingkat pendidikan nelayan, tingginya populasi nelayan sedangkan daerah penangkapan ikan terbatas dari garis pantai sehingga lokasi penangkapannya menjadi padat, kendala permodalan juga sering dihadapi nelayan yaitu sulitnya persyaratan dan prosedur mendapatkan pinjaman, selain itu belum optimalnya pemanfaatan teknologi pendukung sarana usaha perikanan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat nelayan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan menjadi kendala dalam pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek keberlanjutan dalam pengelolaan perikanan tangkap Kota Tegal pada dimensi sosial budaya dan teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data parameter sosial budaya dan teknologi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-dimensional Scaling (MDS) pada dimensi sosial ekologi dan teknologi menggunakan software Rapfish. Teknik Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan tangkap dilokasi penelitian dengan atribut sesuai dengan yang diisyaratkan FAO-Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) 1995. Hasil penelitian menunjukkan keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Kota Tegal pada dimensi sosial-budaya sebesar 52,10% (cukup berkelanjutan),  dan dimensi teknologi sebesar 51,21% (cukup berkelanjutan). Faktor pengungkit pada dimensi sosial budaya adalah keberadaan kelompok nelayan dengan nilai RMS 2,191%, sedangkan factor pengungkit pada dimensi teknologi adalah kesediaan menggunakan teknologi dengan nilai RMS 1,27%.  
KARAKTERISASI KITOSAN KOMBINASI CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) DAN CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) ASAL BANTEN, INDONESIA Rifki Prayoga Aditia; Ginanjar Pratama; Aris Munandar; Dini Surilayani; Sakinah Haryati; Julian Alifka Rizky; Afifah Nurazizatul Hasanah; Bhatara Ayi Meata; Devi Faustine Elvina Nuryadin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17085

Abstract

Green mussel shells (Perna viridis) and crab shells (Portunus pelagicus) have not been optimally utilized. It’s can be used as chitosan. Chitosan from green mussels has a low degree of deacetylation, so it needs to be combined with crab shells in its manufacture. The aims of this study were to characterize and determine the best combination of raw materials for making chitosan from green mussel shells and crab shells. The method in this study used a completely randomized design with triplicate. The treatment in this study was a combination of raw materials from green mussel shells and crab shells, which were 100:0; 75:25; 50:50% (w/w). The results of this study showed that the combination of green mussel shells and crab shells 50:50% (w/w) resulted the best characterization of chitosan with a yield 12.56%, water content 7.55%, ash content 1.59%, degree of deacetylation 73.96% and viscosity of 279 cP
Analysis of conditions and vulnerability of mangrove ecosystem degradation in Dumai City Riau Province Indonesia Tyas Dita Pramesthy; Perdana Putra Kelana; Djunaidi Djunaidi; Muhammad Nur Arkham; Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17595

Abstract

There is still minimum information on the condition of the mangrove ecosystem, such as canopy cover and vulnerability of the ecosystem. Therefore, it was necessary to analyze that by assessing the Important Value Index (INP), canopy cover and vulnerability to degradation. The primary data needed are the type, density, frequency and basal area of mangroves obtained by the Transect Line Plot (TLP) method. The canopy cover was obtained using the Hemispherical Photography method. The data analyzed using INP, pixel analysis with binary images and compared to standard criteria of mangrove damage and vulnerability to degradation of mangrove ecosystems. This study identified 5 types of mangroves, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Xylocarpus granatum and Sonneratia alba. Xylocarpus granatum was the species with the highest INP at stations 1 and 2, while at station 3 it was Avicennia alba. Station 1 has the highest canopy cover with a value of 86%. The condition of the mangrove ecosystem in Dumai is generally in the good category with medium stands. In addition, the level of vulnerability to mangrove degradation in can be categorized as low vulnerability. Although this research was conducted with simple methods and equipment, the results can provide an overall illustration of the condition of the Dumai’s mangrove ecosystem, making it easier for interested parties to manage the ecosystem.
DINAMIKA KONDISI TERUMBU KARANG SEBELUM DAN SESUDAH TSUNAMI SELAT SUNDA DI PULAU BADUL Munandar, Erik; Khalifa, Muta Ali; Susanto, Adi; Nurdin, Hery Sutrawan; Hamzah, Asep; Syafrie, Hendrawan; Budiaji, Weksi; Febrio, Eren Putra; Dewi, Inge Yulistia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17423

Abstract

ABSTRACTCoral reef is one of spesific tropical coastal ecosystem that has high biodivesity. Badul island is one of small island in Banten coastal that have potential coral reef for international and local tourist. Existence and diversity of coral reef depends on water condition like temperature, water current, brightness, sediment. Badul island coral reef already occured natural damage because of Sunda strait tsunami in 2018. Aims of this study to determine coral reef condition in Badul Island after tsunami and compare with the coral reef condition before tsunami. Observation conducted using Underwater Photo Transect (UPT) method and analyzed with Coral Point Count with Excel Extention (CPCe) software. Result known that coral reef ecosystem in Badul Island waters already seriously damage, in East part there is not live coral exist, in South part there is only 1.55% live coral coverage, West part only 24.77% live coral coverage and North part is only 17.47% live coral coverage. Live coral coverage already significantly decrease compare with before tsunami, almost 72.53%. On the other side, this research found 19 genera from 11 coral family. This condition higher than before tsunami, as much 13 genera. But, only 7 genera still found comparing before and after tsunami. Keywords: CPCe, Ujung Kulon, Coral reef, Tsunami, UPT ABSTRAKTerumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropis yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Pulau badul merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang memiliki potensi terumbu karang yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Keberadaan dan keanekaragaman terumbu karang ditentukan oleh kondisi perairan seperti suhu, arus, kecerahan, sedimen. Akan tetapi, keberadaan ini masih dapat terjadi kerusakan secara alami akibat adanya gelombang besar atau tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terumbu karang pasca tsunami yang terjadi di selat sunda serta perbandingannya dengan kondisi pada saat sebelu terjadi tsunami. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect) yang dianalisis menggunakan piranti software CPCe (Coral Point Count with Excel ectention). Hasil yang peroleh terlihat bahwa kondisi terumbu karang di pulau badul mengalami kerusakan dengan persentasi tutupan karang hidup di bagian selatan sebesar 1.55 %, di bagian barat sebesar 24.77% dan di bagian utara sebesar 17.47%. Persetasi tutupan ini menurun drastis dibandingkan dengan perentasi tutupan terumbu karang pada saat sebelum tsunami yang mencapai 72.53%.  genus karang yang ditemukan terdapat 19 genus  dari 11 famili karang. Jumlah ini meningkat dibandingkan yang ditemukan pada saat sebelum tsunami yakni terdapat 13 genus. Akan tetapi, genus yang ditemukan pada sebelum dan sesudah tsunami hanya terdapat 7 genus. Kata kunci: CPCe, Ujung Kulon, Terumbu karang, Tsunami, UPT
TINGKAT KEPUASAN NELAYAN PPS KUTARAJA TERHADAP PELAYANAN PENERBITAN STANDAR LAIK OPERASI (SLO) DI PSDKP LAMPULO Hafinuddin, Hafinuddin; Ritanto, Eko Prasetyo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.19176

Abstract

ABSTRACTPSDKP Lampulo is a UPT called a base that covers the four Wilker provinces, namely Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Bengkulu and is based in Lampulo Village, Banda Aceh City. This research was conducted with the aim of knowing the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP. The method in this research is a quantitative method with a descriptive approach, the data needed is primary and secondary data. Primary data collection was carried out by interview. Sampling by census method. Census or total sampling is a sampling technique in which all members of the population are sampled by all. In payment for the sample used, there were 15 people because that number was the only one managing the ship's SLO. The data collected from each respondent was based on 9 assessment elements related to the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP. The result data were analyzed according to the guidelines for the implementation of public service units by measuring the Likert Scale. The results of research with quantitative methods showed a score of 87.96. The value category between 76.61 – 88.31 is the Good category. This is the level of fishermen's satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP which is in the Good value category. The results of calculations with a Likert Scale obtained from the level of satisfaction with the SLO issuance service at the Lampulo PSDKP are based on 9 assessment elements namely (requirements), (systems, mechanisms and procedures), (completion time), (costs/tariffs), (product specifications, types of services ), (competence of executors) (executor behavior) (facilities and infrastructure) (handling, complaints, suggestions and input) by calculating the total value of each element of service, the weight of the value per element and the average value per weight per element. ABSTRAKPSDKP Lampulo merupakan UPT disebut pangkalan yang mencakup empat provinsi Wilker yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan berpangkalan di Desa Lampulo, Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara. Pengambilan sampel dengan metode sensus. Sensus atau sampling total adalah teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua. Dalam penentuan sampel yang digunakan berjumlah 15 orang karena jumlah itu saja yang menjadi pengurus SLO kapal. Data yang dikumpulkan dari setiap responden berdasarkan 9 unsur penilaian yang berkaitan dengan tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo. Data hasil  dianalisis sesuai pedoman penyusunan unit pelayanan publik dengan pengukuran Skala Likert. Hasil penelitian dengan metode kuantitatif menunjukkan skor 87,96. Kategori nilai antara 76,61 – 88,31 merupakan kategori Baik. Hal ini tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penerbitan SLO di PSDKP Lampulo berada pada kategori nilai yang Baik. Hasil perhitungan dengan Skala Likert yang diperoleh dari tingkat kepuasan terhadap pelayanan penerbitan SLO di Pangkalan PSDKP Lampulo berdasarkan 9 unsur penilaian yaitu (persyaratan), (system, mekanisme dan prosedur), (waktu penyelesaian), (biaya/tarif), (produk spesifikasi jenis pelayanan), (kompetensi pelaksana) (perilaku pelaksana) (sarana dan prasarana) (penanganan, pengaduan, saran dan masukan) dengan menghitung masing-masing jumlah nilai unsur pelayanan, bobot nilai perunsur dan nilai rata-rata per timbang per unsur.

Page 1 of 2 | Total Record : 11