Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STATUS KEBERLANJUTAN DAN FAKTOR PENGUNGKIT DIMENSI EKOLOGI DAN EKONOMI PADA PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KOTA TEGAL Andi Irawan; Karyoto karyoto; Heru Kurniawan Alamsyah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.16950

Abstract

ABSTRACTTegal City is an area located on the North Coast of Java (Pantura) which has a strategic role in developing fishery and marine potential. In the capture fisheries sector, the City of Tegal has marine resources, human resources and adequate infrastructure. However, it is reported that the marine fishery production of Tegal City has fluctuated in the last five years. Sustainability in capture fisheries management has urgency in the life of the fishing community, the interests of the state as well as in the framework of sustainable development, including in meeting consumption needs at various levels of society. This study aims: To determine the sustainability status and leveraging factors of capture fisheries management in Tegal City on the ecological and economic dimensions. Data was collected through direct interviews with respondents through questionnaires. The data collected is data on ecological, ecological and economic aspects. This research method uses a Multi-dimensional Scaling (MDS) approach on the ecological and economic dimensions with the Rapfish technique. The Rapfish technique (Rapid Appraissal for Fisheries) is a quantitative analysis method to evaluate the sustainability of capture fisheries at the research location with attributes as required by FAO-CCRF 1995. The results of the sustainability analysis of capture fisheries management in Tegal City on the Ecological dimension of 40.25% (Less sustainable), and the Economic dimension of 54.96% (Moderately sustainable). Leverage factors on the ecological dimension include the use of illegal fishing gear with an RMS value of 3.60%, selectivity of fishing gear of 3.31% and size of fish caught 2.941%, while leverage factors in the economic dimension include ship ownership with an RMS value of 4.89%, fuel increase with an RMS value of 4.75% and the average age of fishermen with an RMS value of 4.34%. Keywords: Capture Fisheries, Sustainability, MDS, Tegal City   ABSTRAKKota Tegal merupakan daerah yang terletak di Pantai Utara Jawa (Pantura) memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi perikanan dan kelautan. Dalam sektor perikanan tangkap, Kota Tegal memiliki sumberdaya laut, sumberdaya manusia serta infrastruktur yang memadai. Namun demikian, dilaporkan bahwa produksi perikanan laut Kota Tegal mengalami fluktuasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Keberlanjutan dalam  pengelolaan perikanan tangkap memiliki urgensi dalam kehidupan masyarakat nelayan, kepentingan negara maupun dalam kerangka pembangunan berkelanjutan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi pada berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk enentukan status keberlanjutan dan atribut (factor) pengungkit pengelolaan perikanan tangkap Kota Tegal pada dimensi ekologi dan ekonomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data aspek ekologi, ekologi dan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-dimensional Scaling (MDS) pada dimensi ekologi dan ekonomi dengan teknik Rapfish. Teknik Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi keberlanjutan perikanan tangkap dilokasi penelitian dengan atribut sesuai dengan yang diisyaratkan FAO-CCRF 1995. Hasil analisis keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap di Kota Tegal pada dimensi Ekologis sebesar 40,25% (Kurang berkelanjutan),  dan dimensi Ekonomi 54,96% (Cukup berkelanjutan). Faktor pengungkit pada dimensi ekologi antara lain penggunaan alat tangkap ilegal dengan nilai RMS 3,60%, selektivitas alat tangkap 3,31% dan Ukuran Ikan tertangkap 2,941%, sedangkan factor pengungkit pada dimensi ekonomi antara lain kepemilikan kapal dengan nilai RMS 4,89%, kenaikan BBM dengan nilai RMS 4,75% dan rata-rata  usia nelayan dengan nilai RMS 4,34%. Kata kunci: Perikanan Tangkap, Keberlanjutan, MDS, Kota Tegal
Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Kalkulator Pembenihan Ikan Lele Berbasis Web “CAL-LE” Krettiawan, Hary; Umroti, Kintan Rizqi; Rifki, Akhmad Aji; Firdaus, Zahrotul; Irawan, Andi
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 2 (2024): April 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i2.7365

Abstract

Pembenihan ikan lele merupakan tahap kritis dalam budi daya yang memerlukan perhitungan akurat untuk berbagai aspek seperti manajemen kolam, pemberian pakan, dan induksi pemijahan. Seiring dengan  perkembangan teknologi informasi, penggunaan aplikasi berbasis web menjadi solusi efektif untuk membantu para pembudidaya dalam melakukan perhitungan yang diperlukan selama proses pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi kalkulator pembenihan ikan lele berbasis web yang diberi nama "CALLE" (Kalkulator Lele). Metode pengembangan aplikasi meliputi tahap preliminary, perencanaan, formative evaluation, prototyping, dan uji coba kinerja. Aplikasi CALLE dirancang menggunakan kode HTML yang ditautkan pada laman Google Sites, terdiri dari enam halaman utama: induk, seleksi induk,  hormon, pemijahan alami, pemijahan buatan, dan performa reproduksi. Aplikasi ini menyediakan sebelas fitur perhitungan yang mencakup berbagai aspek pembenihan ikan lele.Hasil pengujian performa menunjukkan bahwa seluruh kalkulator dalam aplikasi CALLE (100%) menghasilkan perhitungan yang sesuai dengan perhitungan manual, membuktikan keakuratan dan kehandalan sistem. Aplikasi ini menawarkan kemudahan akses melalui laman https://bit.ly/kalkulatorlele, memungkinkan para pembudidaya dan teknisi ikan lele untuk melakukan perhitungan yang diperlukan selama proses pembenihan secara cepat dan akurat. Aplikasi CALLE berhasil dirancang dan dikembangkan sebagai alat bantu yang efektif dalam pembenihan ikan lele, mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam praktik budidaya perikanan. Pengembangan lebih lanjut dan sosialisasi penggunaan aplikasi ini direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor budidaya ikan lele.Kata kunci : aplikasi berbasis web, kalkulator, dan pembenihan ikan lele
Analysis of Chlorophyll-a and Sea Surface Temperature (SST) Distribution in the Waters of Karang Jeruk, Tegal Regency based on Geographic Information System (GIS) Alamsyah, Heru Kurniawan; Irawan, Andi; Priyadi, Hermawan Gatot; Sharina, Sharina; Nugraha, Faishal Widiaputra
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i1.667

Abstract

This study maps the distribution of chlorophyll-a and sea surface temperature (SST) in Karang Jeruk Waters, Tegal Regency, using Geographic Information System (GIS) with satellite data from JAXA Himawari and NOAA GFS. The mapping results on February 13, 2025, show chlorophyll-a concentrations ranging from 0.01 to 0.12 mg/m³ and SST between 25-27°C, supporting phytoplankton life and primary productivity. Water quality parameters such as salinity, temperature, pH, and clarity fall within acceptable standards, indicating that the coral reef ecosystem in this conservation area is relatively healthy. This research is expected to serve as a foundation for sustainable ecosystem management in Karang Jeruk Waters.
PENANGANAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ATAS KAPAL PURSE SEINE MINI DI PERAIRAN LAUT JAWA Irawan, Andi; Alamsyah, Heru Kurniawan; Rahmansyah, Fachrurizal Devlyn; Angin, Robet Perangin
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1250

Abstract

Ikan yang ditangkap di atas kapal harus diproses dengan cermat untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang diinginkan. Penanganan yang tepat terhadap hasil tangkapan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesegaran dan kualitas ikan. Sebaliknya, penanganan yang kurang memadai dapat menyebabkan rendahnya kualitas hasil tangkapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesesuaian teknik dan metode penanganan dan penyimpanan dengan metode bulking, komposisi hasil tangkapan, dan tingkat kepatuhan nelayan dalam penanganan hasil tangkapan ikan diatas kapal berdasarkan Permen KP No.7 Pasal 6 tahun 2019, di Perairan Laut Jawa bagian tengah. Metode pengumpulan data dengan observasi langsung di KM. Sinar Mandiri menggunakan kapal purse seine analisis data menggunakan metode deskriptif. Komposisi hasil tangkapan pada KM. Sinar Mandiri sebagian besar ikan Layang dengan persentase 49%, dan hasil tangkapan lainnya seperti tongkol komo 41%, dorang6%, cumi 4%. Hasil Observasi tingkat kepatuhan nelayan dalam penanganan ikan di atas KM Sinar Mandiri terhadap Permen KP No.7/Pasal 6/2019 belum sesuai prosedur pada kriteria tidak memiliki tempat khusus penyimpanan bahan kimia, bahan pembersih, dan bahan pengemas dan es yang tidak memenuhi standar bersih, dan tidak memiliki progrm pengenalian hama dengan persentase kepatuhan hanya 57%.
Manajemen penanganan hasil tangkapan pada kapal pukat cincin mini di perairan Laut Jawa : Management of catch handling on mini purse seine vessels in the Java Sea Irawan, Andi; Misuari, Muhammad Nur; Alamsyah, Heru Kurniawan; Rahmansyah, Fachrurizal Devlyn; Robet Perangin
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 10 No. 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.10.2.2025.64642

Abstract

Fish caught on board must be processed carefully to ensure their quality meets desired standards. Proper handling of the catch is a crucial factor affecting the freshness and quality of fish. Conversely, poor handling may result in low catch quality. This study aims to analyze the suitability of handling and storage techniques using the bulking method, catch composition, and the compliance level of fishermen in handling fish catches on board, based on Minister of Marine Affairs and Fisheries Regulation No. 7 Article 6 of 2019, in the Central Java Sea. Data were collected throught direct observation on the KM Sinar Mandiri purse seine vessel and analyzed descriptively. The catch composition on KM Sinar Mandiri consisted mainly of Decapterus sp. 49%, followed by Euthynnus affinis 41%, Parastromateus niger 6%, and Loligo sp 4%. Observations showed that handling practies on KM Sinar Mandiri did not fully comly with Permen KP No. 7/2019 Article 6. Deficiencies included the absence of a special storage area for chemicals, cleaning and packaging materials, the use of ice not meeting hygine standars, and no pest identification program. As a result, the compliance level in handling fish catches was only 57%.
EFFICIENCY OF HANDLINE TUNA FISHERMEN'S WORKING TIME USING THE PERT APPROACH Irawan, Andi; Mardiah, Ratu Sari; Yusrizal; Leilani, Ani; Nugraha, Erick; Febriyanto, Fredi; Miswar, Edi
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 2 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/w0682r97

Abstract

Handline tuna fishing constitutes one of the key economic activities in coastal areas, particularly for small-scale fishermen. Efficient working time plays a vital role in improving fishermen’s productivity and income. However, in practice, tuna fishing operations frequently encounter inefficiencies in both planning and the execution of daily tasks. Therefore, an analytical method is required to identify and evaluate each stage of the work process systematically. The Program Evaluation and Review Technique (PERT) provide a structured approach to mapping work activities, estimating the time required for each task, and identifying the critical path that determines the total project duration. This study aims to evaluate the efficiency of working time utilization among tuna fishermen using handline gear by applying the PERT approach. The research was conducted on 163 fishing vessels using the PERT (Project Evaluation and Review Technique) method, focusing on the analysis of actual time allocation for each activity. The results indicate that of the 24 analyzed activities, 17 (70.83%) fall within the critical path, while 7 (29.17%) have slack time. Critical activities such as loading supplies, traveling to the fishing ground, and retrieving the parachute anchor determine the project’s minimum duration. Meanwhile, activities with slack time, such as preparing the parachute anchor and mooring the vessel to the fish aggregating device (FAD), can be performed flexibly without affecting the overall project timeline. Effective time management is essential to ensure that each operational phase is completed on schedule, thereby improving the efficiency and productivity of fishing operations. Keywords:   critical path, handline, PERT, tuna.