cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
MODEL PEMANFAATAN BIODIESEL TERHADAP KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR MINYAK PADA SEKTOR TRANSPORTASI UMUM DI DKI JAKARTA Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknika Vol 7, No 2 (2011): Edisi November 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i2.6717

Abstract

Pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif untuk subtitusi bahan bakar diesel/solar pada sektor transportasi di DKI Jakarta merupakan salah satu alternatif solusi dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar khususnya pada sektor transportasi yang berbahan bakar diesel. Dengan pemanfaatan biodiesel ini, diharapkan adanya kesinambungan persediaan BBM terhadap pemenuhan kebutuhan BBM di DKI Jakarta. Oleh karena itu, dalam menunjang kelancaran distribusi BBM dan Biodiesel sebagai subtitusi Solar, dibutuhkan sebuah sistem perencanaan yang secara integralistik dengan mengacu kepada program ketersediaan energi dan udara bersih secara berkelanjutan di DKI Jakarta.Model perencanaan yang dibuat menggunakan alat bantu perangkat lunak Powersim 2005, yang merupakan tools pembuatan model pemanfaatan biodiesel di DKI Jakarta. Dengan model ini, kebutuhan BBM dan pemanfaatan biodiesel terhadap ketersediaan BBM dan CPO nasional di DKI Jakarta sampai tahun 2015 dapat diketahui. Peran transportasi dan energi sebagai motor penggerak aktivitas perekonomian di DKI Jakarta sangat signifikan. Pemakaian energi oleh transportasi selain memberikan dampak terhadap persediaan BBM juga berdampak terhadap lingkungan di DKI Jakarta yang semakin memperhatinkan. Simulasi model menunjukkan pada tahun 2015 transportasi di DKI Jakarta mencapai 15.318.592 unit dengan jumlah transportasi yang berbahan bakar diesel sebesar 801.120 unit. Bahan Bakar Diesel yang dibutuhkan sebesar 25.763.860 barrel, sedangkan rasio kebutuhan BBM dengan kebutuhan BBM nasional -255%. Dengan pencampuran biodiesel sebesar 15%, pada tahun 2015 Biodiesel yang dibutuhkan sebesar 8.140.068 Barrel, CPO yang dibutuhkan mencapai 575.875 Ton sedangkan Rasio Kebutuhan CPO dengan Produksi CPO 3,21% dan Rasio dengan kebutuhan BBM nasional berkurang menjadi -221 %. Dengan adanya pemanfaatan biodiesel ini, diharapkan mampu menjadi alternatif solusi yang efektif dalam pemenuhan bahan bakarkhususnya transportasi berbahan bakar diesel di DKI Jakarta.
Energi Jarak dari Graf Kipas Ahmad Shulhany M; Agusutrisno Agusutrisno
Jurnal Teknika Vol 15, No 1 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i1.5962

Abstract

Microwave-assisted drying of semi-refined carrageenan origin from lontar Denni Kartika Sari; Taufik Taufik; Winda Wati Dewi
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i1.8062

Abstract

Semi-refined carrageenan (SRC) merupakan produk olahan rumput laut, dengan nilai ekspor pada tahun 2018 mencapai 4.942 ribu ton. Semi-refined carrageenan (SRC) diproduksi secara komersial dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii, melalui proses pemanasan menggunakan larutan alkali dan proses pengolahan proses pemisahan atau pemulihan, dan proses pengeringan SRC. Salah satu alternatif untuk proses pengeringan SRC adalah dengan menggunakan gelombang mikro, di mana proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimal dan pemodelan matematis dari pengeringan menggunakan gelombang mikro dalam proses pengeringan SRC. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi 200 gr rumput laut E. cottoni dengan KOH 9% selama 1 jam, kemudian rumput laut dikeringkan dengan variasi waktu pengeringan 5, 10, 15, 20, 25, dan 30. Diperoleh model pengeringan halaman termodifikasi sebagai model yang layak dalam merepresentasikan model matematis pengeringan SRC, dimana nilai R adalah 0.9876 dan RSME adalah 0.00483. Waktu pengeringan optimum yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 30 menit. Semi-refined carrageenan (SRC) was a processed seaweed product, with export value in 2018 reached 4.942 thousand tons. Semi-refined carrageenan (SRC) was produced commercially from Eucheuma cottonii type seaweed, through a heated process used alkali solution and the process of separation or recovery process, and the drying process of SRC. One alternative for the SRC drying process is by using microwaves, where the drying process can take place faster. The purpose of this studied was to determine the optimum time and  mathematical modelling of drying used microwaves in the SRC drying process. This study was carried out by extracting 200 gr of E. Cottoni seaweed with 9% KOH for 1 hour, then dried seaweed with a variation of dried time 5, 10, 15, 20, 25, 30, 40, and 45 minutes. In this study, the modified page drying model was obtained as a feasible model in representing the mathematical model of SRC drying, where the values of R is 0.9876 and RSME is 0.00483. The optimum drying time obtained in this study was 30 minutes.
Chabot LINE untuk monitor perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia menggunakan PHP dan MySQL Rizky Parlika; Sunu Ilham Pradika; Amir Muhammad Hakim; Kholilul Rachman Nur Manab
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.8240

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang telah banyak mempengaruhi bidang kehidupan, khususnya di bidang informasi. Banyak informasi yang bertebaran dengan sangat cepat contohnya seperti berita akhir-akhir ini yang mendunia yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona tipe baru. Saat ini berbagai media informasi sedang gencargencarnya menyebarkan informasi mengenai COVID-19, sehingga sebagai penelitian dalam menangani virus ini peneliti membangun aplikasi chatbot dengan memanfaatkan LINE Messaging API sebagai platform dan PHP language sebagai bahasa pemrograman backend, serta MySQL sebagai penyimpanan basis data. Tujuan yang diharapkan dalam pembuatan aplikasi ini untuk memberikan berita informasi penyebarluasan Coronavirus Disease 2019 di Indonesia. Dengan melakukan implementasi dari sistem yang telah dirancang, maka berhasil dibuat sebuah sistem yang dapat melakukan pengambilan data dari API yang memberikan data kasus COVID-19 di Indonesia dan sebuah chatbot yang dapat berinteraksi dengan pengguna LINE. Along with the development of technology which has greatly influenced life, especially in the field of information,  a  lot  of  information  spreads  very  quickly  such  as  the  recent  news  worldwide,  namely Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). COVID-19 is a disease caused by a new type of Coronavirus. Currently various information media are incessantly spreading information about COVID-19. Dealing with this issue, researchers are building chatbot applications by utilizing the LINE messaging API as a platform and PHP language as a backend programming language, and MySQL as database storage. The expected  goal  in  making  this  application  is  to  provide  news  information  on  the  distribution  of Coronavirus  Disease  2019  in  Indonesia.  By  implementing  the  system  that  has  been  designed,  a successful  system  can  be  made  to  retrieve  data  from  the  API  that  provides  COVID-19  case  data  in Indonesia and a chatbot that can interact with LINE users.
PENGARUH SUDUT NOZZLE TERHADAP PERMANENT PRESSURE DROP AND DISCHARGE COEFFICIENT PADA NOZZLE FLOW METER Ainul Ghurri; SPG Gunawan Tista
Jurnal Teknika Vol 10, No 2 (2014): Edisi November 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v10i2.6674

Abstract

Nozzle flow metermerupakan salah satu alat ukur aliran berbasis perbedaan tekananyang banyak digunakan dalam dunia industridimana aliran dihitung didasarkan pada persamaan Bernoulli dengan menghitung pressure dropyang terjadi pada aliran yang melewati sebuah penghalang berbentuk nozzle yang dipasang dalam aliran tersebut. Pengujian nozzle flow metertelah dilakukan dengan menggunakan plat nozzle dengan rasio diameter β = 0.5 yang memiliki ketebalan 15 mm dan sudut kemiringan nozzle (α) sebesar5˚, 10˚, 15˚, 20˚ dan, 25˚. Pengujian dilakukan pada laju alir volumetris 10 s/d 30 L/menit ekivalen dengan bilangan Reynolds (Re) 9000 s/d 30000. Posisi pressure tap untuk nozzle flow meter yang diuji dipilih 1 inch di hulu aliran plat nozzle dan 1 inch di hilir aliran plat nozzle, sesuai hasil pengujian awal yang menghasilkan kapasitas aliran teoritis yang paling mendekati nilai aktualnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut nozzle tidak berpengaruh signifikan terhadap permanent pressure drop aliran melintasi plat nozzle, namun kecenderungannya adalah semakin menurun jika sudut nozzle semakin besar. Permanent pressure drop yang terjadi berkisar antara 60.1% pada sudut nozzle 25o dan yang tertinggi 63.6% pada sudut 5o. Sudut nozzle yang lebih besar berdampak aliran bergerak lebih konvergen menuju vena contracta danmeminimalisir kehilangan energi pada proses konversi dari energi tekanan menjadi energi kinetik aliran. Nilai discharge coefficient (Cd) yang dihasilkan seluruh pengujian berkisar antara 0.9 s/d 1.07 dimana angka ini tidak jauh berbeda dengan yang ditunjukkan dalam beberapa literatur dan publikasi. Nilai Cd yang paling mendekati literatur berdasar Re yang diuji adalah untuk sudut nozzle 20o..
PEMANFAATAN LIMBAH BESI SPON (PELLET) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA KUAT TEKAN MORTAR Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso
Jurnal Teknika Vol 7, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v8i1.6708

Abstract

Mortar merupakan bahan bangunan yang berfungsi untuk merekatkan pada pekerjaan pasangan pondasi, pasangan batu bata ataupun pada pekerjaan dinding. Kebutuhan manusia akan perumahan semakin meningkat dan di sisi lain semakin mahalnya harga bangunan, sementara limbah industri yang begitu besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan khususnya Limbah besi spons sebagai bahan isian pada mortar semen yang kemudian akan diteliti sifat-sifatnya, yaitu dengan menguji kekuatan tekan pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran dengan perbandingan persentase 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% limbah besi spons sebagai pengganti agregat halus.Material yang digunakan semen type 1 dengan merek tiga roda, agregat halus berasal dari daerah Jalupang Rangkas, Limbah Besi Spons (pellet) berasal PT. Krakatau Steel . Sampel yang diuji memiliki bentuk kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm untuk pengujian kuat tekan dengan mengulang pengujian sebanyak 3 kali dan di uji tekan menggunakan alat Compression Testing Machine. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umur 28 hari hasil rata-rata kuat tekan mortar normal sebesar 85,7 Kg/cm2 kemudian terjadi kenaikan kekuatan tekan mortar dengan persentase pengganti 20% limbah besi spons menjadi 102,0 Kg/cm2, pada persentase pengganti 40% terjadi penurunan sebesar 82,0 Kg/cm2, pada persentase pengganti 60 % terjadi penurunan 77,5 Kg/cm2, pada persentase pengganti 80% terjadi penurunan 71,8 Kg/cm dan padapenurunan yang terkecil didapatkan pada persentase pengganti 100% sebesar 65,3 Kg/cm.
PENGELASAN FLUX CORE ARC WELDING UNTUK APLIKASI PENGELASAN PELAT LAMBUNG KAPAL Yeni Muriani Zulaida; M Ichsan Kusuma; Tiara Triana
Jurnal Teknika Vol 14, No 2 (2018): Edisi November 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v14i2.5867

Abstract

The fatigue life prediction of gantry crane with load capacity variation using ansys workbench Lasinta Ari Nendra Wibawa
Jurnal Teknika Vol 16, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i1.7490

Abstract

Gantry crane merupakan salah satu jenis crane yang dapat digunakan di dalam dan di luar ruangan. Di kantor LAPAN Garut, gantry crane digunakan untuk proses perakitan roket sebelum dilaksanakan uji statik dan uji terbang. Penelitian ini mengkaji tentang prediksi umur fatik struktur crane menggunakan metode elemen hingga. Desain struktur gantry crane menggunakan Autodesk Inventor Professional 2017, sedangkan analisis elemen hingga menggunakan perangkat lunak Ansys Workbench 2019 R3. Struktur gantry crane dikenakan beban dengan variasi 7, 8, 9, dan 10 ton dengan jenis pembebanan fully-reserved. Prediksi umur fatik menggunakan teori tegangan rata-rata Gerber. Struktur gantry crane menggunakan material aluminium paduan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa struktur gantry crane dengan 7, 8, 9, dan 10 ton memiliki umur kelelahan minimum berturut-turut 11,770 x 106, 2,307 x 106, 1,055 x 106, 0,494 x 106 siklus. Sedangkan faktor keamanan struktur gantry crane dengan 7, 8, 9, dan 10 ton memiliki faktor keamanan berturut-turut 1,296; 1,134; 1,008; dan 0.907. Pada pembebanan 10 ton, umur fatik minimum gantry crane kurang dari 1 juta siklus. The gantry crane is one type of crane that can be used indoors and outdoors. In the LAPAN Garut office, the gantry crane is used for the rocket assembly process before static and flight tests are carried out. The study examines the fatigue life prediction of gantry crane structures using the finite element method. gantry crane structure design uses Autodesk Inventor Professional 2017, while finite element analysis uses Ansys Workbench 2019 R3 software. gantry crane structure is subjected to loads with variations of 7, 8, 9, and 10 tons with the fully-reserved type of loading. Fatigue life prediction using Gerber's mean stress theory. gantry crane structure uses aluminium alloy material. The simulation results show that the structure of the gantry crane with 7, 8, 9, and 10 tons have a minimum fatigue life of up to 11.770 x 106, 2.307 x 106, 1.055 x 106, 0.494 x 106 cycles, respectively. While the safety factor of the structure of the gantry crane with 7, 8, 9, and 10 tons have a safety factor of 1.296, 1.134, 1.008, and 0.907, respectively. At a loading of 10 tons, the minimum fatigue life of gantry crane less than 1 million cycles.
Karakteristik SiO2 - Getah Flamboyan (Delonix regia) sebagai Material Coating Pencegah Korosi Agus Rochmat; Marta Pramudita; Fia Fathiayasa; Arie Buchari
Jurnal Teknika Vol 12, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i1.6618

Abstract

Banyak cara telah dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi, salah satunya adalah coating (pelapisan). Saat ini banyak material industri menggunakan coating yang berasal dari material logam yang lebih kuat. Namun penggunaan material ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena bersifat racun bila terpapar (matahari dan air hujan) serta harganya sangat mahal. Salah satu sifat material coating silika yang saat ini terus dikembangkan adalah sifat superhidrofobik (sudut kontak air lebih besar dari 150°). Karakteristik sifat bahan akibat pengaruh penambahan silika pada campuran silika-getah flamboyan sebagai material coating pada kondisi kondisi optimum diharapkan dapat menjadi bahan pencegah korosi. Pembuatan materal coating dilakukan dengan memadukan silika yang berasal dari waterglass dan getah flamboyan kemudian dilakukan pencelupan baja dengan metode dip coating. Komposisi silika dengan getah flamboyan yaitu 60 :40, 55:45, 50:50, 45:55, 40 :60 dengan variasi konsentrasi waterglass yaitu 30%, 40% dan 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada penambahan silika material coating menyebabkan laju korosi semakin besar dan penambahan getah pada silika membuat perubahan fisik pada material coating. Kondisi optimum pada pengujian lingkungan dicapai pada komposisi 60 : 40 dengan konsentrasi waterglass 30% dan laju korosi yang diperoleh 1,6E-05 gr/cm2 jam. Material coating ini dapat digunakan pada rentang 200-300oC.
Pengaruh waktu tahan dan siklus spheroidizing terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja karbon rendah JIS G 3302 Grade SGC 400 Angga Pamilu Putra; Andinnie Juniarsih; Alfirano Alfirano
Jurnal Teknika Vol 16, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i2.9176

Abstract

Spheroidizing annealing adalah suatu proses untuk memperbaiki nilai elongasi baja JIS G 3302 grade SGC 400 hasil pengerjaan dingin yang memiliki elongasi rendah. Penelitian ini, bertujuan untuk meningkatkan elongasi baja dengan mengetahui pengaruh waktu tahan dan siklus spheroidizing dengan menggunakan metode cyclic heat treatment terhadap struktur mikro dan sifat mekanik dari baja 0,14% karbon. Baja karbon rendah ini dilakukan proses perlakuan panas pada temperatur 630oC, dengan waktu tahan selama15, 30, dan 45 menit. Selanjutnya dilakukan variasi siklus spheroidizing sebanyak 1, 3 dan 5 siklus yang masing-masing ditahan selama 6 menit lalu didinginkan di udara bertekanan dengan menggunakan blower. Selanjutnya baja karbon rendah tersebut dilakukan uji tarik, uji kekerasan Vickers dan dilakukan pengamatan struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik dan juga scanning electron microscope. Dari hasil percobaan diperoleh sifat mekanik sampel yang memenuhi standar JIS G3302 grade SGC 400 yaitu sampel pada waktu tahan 15 menit dengan 3 dan 5 siklus pemanasan. Pada range ini diperoleh nilai kuat tarik 522 dan 481 MPa, kuat luluh 429 dan 30 MPa, dan elongasi 20 dan 24%. Sementara itu, pada waktu tahan 30 menit dengan 1, 3, dan 5 siklus pemanasan diperoleh kuat tarik 455, 415 dan 422 MPa, kuat luluh 361, 307 dan 313 MPa, dan elongasi 33, 37 dan 37%. Perubahan sifat mekanik baja ini disebabkan perubahan morfologi perlit menjadi ferit dan sementit dengan morfologi spheroid (fragmented-lamell) saat spheroidizing annealing. Spheroidizing annealing aims to improve the elongation of JIS G 3302 grade SGC 400 cold-worked steel which has low in elongation. The purpose of this study is to increase the elongation of steel by determining the effect of holding time and spheroidizing cycles using the cyclic heat treatment method on the microstructure and mechanical properties of 0.14% carbon steel. This low carbon steel was subjected to a heat treatment process using a temperature of 6300C, with a holding time of 15, 30, and 45 minutes and variations of spheroidizing cycles of 1, 3 and 5 cycles, with a holding time of 6 minutes and then cooled in forced-air cooling using a blower. Furthermore, this low carbon steel was subjected to tensile tests, Vickers hardness tests and microstructure observations using an optical microscope and a scanning electron microscope. From the experimental results, the mechanical properties of the sample that meet the JIS G3302 grade SGC 400 standard were samples at a holding time of 15 minutes with 3 and 5 heating cycles. In this range, the tensile strengths were 522 and 481 MPa, yield strength of 429 and 30 MPa, and elongation of 20 and 24%. Meanwhile, at the holding time of 30 minutes with 1, 3, and 5 heating cycles, the tensile strengths were 455, 415 and 422 MPa, yield strengths of 361, 307 and 313 MPa, and elongation of 33, 37 and 37%. The difference in mechanical properties is due to changes in the morphology of pearlite into ferrite and cementite with spheroid morphology (fragmented-lamell) during spheroidizing annealing