cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Hazard vulnerability analysis on disaster mitigation at Jakarta Medical Center Hospital Nurul Hikmah; Tatan Sukwika
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.9406

Abstract

Judul: Analisis hazard vulnerability terhadap mitigasi bencana di Rumah Sakit Jakarta Medical Center Title: Hazard vulnerability analysis on disaster mitigation at Jakarta Medical Center HospitalRumah Sakit sebagai fasilitas kesehatan masyarakat umum menjadi tujuan utama masyarakat untuk pemenuhan kesehatan. Sebagai fasilitas publik, rumah Sakit harus aman dari kejadian tidak diharapkan yang dapat membahayakan jiwa dan gangguan kesehatan, serta kerusakan bangunan, kehilangan aset dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, keadaan tersebut harus diantisipasi agar tidak berakibat buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan upaya pengendalian risikonya di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (RS JMC). Penelitian ini bersifat analisis deskriptif. Hasil penelitian menggunakan hazard identification risk assessment (HIRA) diperoleh dua tingkat risiko yaitu tingkat risiko rendah dan sedang; fire safety risk assessment (FSRA) diperoleh tiga tingkat risiko yaitu tinggi (prioritas 1), sedang (prioritas 2) dan rendah (prioritas 3); dan hazard vulnerability assessment (HVA) diketahui bahwa potensi bahaya yang paling berbahaya adalah bencana alam. Kesimpulannya gedung RS JMC memiliki tingkat risiko bahaya dan potensi kebakaran yang tersebar di berbagai kategori, selain itu, potensi risiko akibat bencana bisa ditimbulkan dari faktor bencana alam, bahaya teknologi, bahaya manusia, dan bahan berbahaya. Untuk mengatasi resiko-resiko tersebut diperlukan adanya penguatan program keselamatan melalui kerjasama pengelola gedung. As a public health facility, the hospital serves as society's primary goal for health fulfillment. As a public facility, the hospital must be safe from unexpected events that can endanger life and health problems, as well as damage to buildings, loss of assets, and the surrounding environment. As a result, this situation must be anticipated so that it does not have disastrous consequences. The goal of this study was to identify potential hazards and risk-control efforts at the Jakarta Medical Center Hospital (JMCH). This study is a descriptive analysis. The results of the study using a hazard identification risk assessment (HIRA) obtained two levels of risk, namely low and medium risk levels; fire safety risk assessment (FSRA) obtained three levels of risk, namely high (priority 1), medium (priority 2), and low (priority 3); and hazard vulnerability assessment (HVA) it is known that natural disasters are the most dangerous potential hazards. To summarize, the JMCH building poses a risk of danger and the potential for fires in a variety of categories. Furthermore, potential disaster risks can be caused by natural disasters, technological hazards, human hazards, and hazardous materials. One way to reduce these risks is to strengthen the safety program with the help of building managers.
The leaching of South Kalimantan ilmenite decomposed by NaOH using hydrochloric acid solution Erlina Yustanti; Aisah Rosani; Latifa Hanum Lalasari
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10789

Abstract

Judul: Pelindian ilmenit Kalimantan Selatan terdekomposisi basa NaOH menggunakan larutan asam klorida Title: The leaching of South Kalimantan ilmenite decomposed by NaOH using hydrochloric acid solutionIndonesia adalah negara dengan sumber daya mineral yang berlimpah. Kekayaan sumber daya mineral tersebut hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ilmenit adalah salah satu mineral sebagai bahan pembuatan prekursor TiOSO4 yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan prekursor TiOSO4 berupa ilmenit dengan rumus kimia FeTiO3. Ekstraksi ilmenit dapat dilakukan melalui jalur sulfat dan klorida. Pada ekstrasi klorida ilmenit hasil dekomposisi basa akan melalui proses pelindian menggunakan HCl sebagai pelarut. Tujuan dari penelitian ini menganalisis aspek kinetika untuk mengetahui pengendali laju reaksi agar berlangsung efektif dan efisien. Analisis melalui variasi konsentrasi HCl 3M, 5M, 7M, 9M, dan 12M dilakukan untuk mengetahui parameter proses optimum. Variasi suhu pelindian yang diamati mulai dari 70°C hingga 120°C. Variasi waktu pelindian dianalisis mulai 30, 60, 90, 120, 150, hingga 180 menit. Hasil penelitian pelindian ilmenit Kalimantan Selatan terdekomposisi NaOH, efektif menghasilkan kadar TiO2 14.530 ppm pada penggunaan HCl 9M selama 90 menit. peningkatan temperatur leaching, peningkatan perolehan kadar Ti dan maksimum pada 120oC. Sebagai pengendali laju selama proses pelindian ilmenit adalah chemical reaction control, dengan energi aktivasi 20 kJ/mol.Indonesia has an abundance of mineral resources. These natural resources' richness has not yet been fully exploited. Ilmenite is one of the minerals that has not been exploited efficiently as a precursor for TiOSO4. Ilmenite, having the chemical formula FeTiO3, is the raw material utilized to produce TiOSO4 precursors. The sulfate and chloride routes can be used to extract ilmenite. The base breakdown will proceed through a leaching procedure utilizing HCl as a solvent to extract ilmenite chloride. The goal of this research is to examine the kinetic elements in order to develop effective and efficient response rate management. The optimal process parameters were determined by analyzing changes in HCl concentrations of 3M, 5M, 7M, 9M, and 12M. The measured temperature fluctuations in leaching varied from 70°C to 120°C. The leaching time was varied from 30, 60, 90, 120, 150, and 180 minutes. The South Kalimantan ilmenite leaching investigation found that decomposing NaOH efficiently created 14,530 ppm TiO2 levels when 9M HCl was used for 90 minutes. A rise in leaching temperature, an increase in Ti content recovery, and a maximum temperature of 120oC Chemical reaction control, with an activation energy of 20 kJ/mol, serves as the rate controller throughout the ilmenite leaching process.
Optimization of activated carbon yield using the Taguchi method in synthesizing activated carbon from wood charcoal Barlin Barlin; Wei-Chin Chang
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10321

Abstract

Judul: Optimalisasi rendemen karbon aktif menggunakan metode Taguchi dalam mensintesis karbon aktif dari arang kayu Title: Optimization of activated carbon yield using the Taguchi method in synthesizing activated carbon from wood charcoalArang kayu telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan parameter signifikan dan optimal dalam proses preparasi karbon aktif dengan product yield yang tinggi. Karbon aktif telah dibuat dengan metode impregnation-activation (IA). Dalam proses ini, kalium hidroksida telah difungsikan sebagai reagen kimia. Tiga parameter proses yang divariasikan yaitu konsentrasi KOH (25-75%), suhu aktivasi (600-850°C), dan waktu aktivasi (1-2,5 jam). Rancangan eksperimen didesain dengan metode Taguchi. Dalam analisis, Signal to noise (S/N) ratio digunakan untuk mendapatkan level optimal, sedangkan parameter proses yang paling signifikan diidentifikasi dengan analisis ANOVA. Berdasarkan Taguchi orthogonal array design, multiple regression model dikembangkan untuk menunjukkan hubungan antara parameter proses dengan activated carbon yield (AC yield). Berdasarkan hasil tersebut, suhu aktivasi merupakan parameter yang paling signifikan untuk memaksimalkan AC yield, sedangkan ondisi optimum pembuatan karbon aktif adalah konsentrasi KOH 50 wt. %, suhu aktivasi 700 ° C, dan waktu aktivasi 2,5 jam. Activated carbon yield optimum berdasarkan prediksi dan hasil eksperimen adalah 87, 3 dan 67, 6%. Sebagai kesimpulan, hasil-hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Taguchi memiliki efektivitas dalam proses sintesis karbon aktif. Wood charcoal (WC) was used as raw material for synthesizing activated carbon (AC). This research aims to determine optimum preparation conditions for activated carbon. The wood charcoal activated carbon (ACWC) was prepared by the impregnation-activation (IA) method. In this process, potassium hydroxide (KOH) has functioned as a chemical reagent. Three process parameters were varied such as KOH concentration (25-75 wt. %), activation temperature (600-850 °C), and activation time (1-2.5 hours). The design of the experiment was arranged with the Taguchi method. For analysis, the signal to noise (S/N) ratio was utilized to find the optimal levels, while the most significant process parameter was identified via ANOVA analysis. The multiple regression model was developed to associate the process parameters with activated carbon yield (AC yield) based on the Taguchi orthogonal array design. According to the results, activation temperature was the most significant parameter for maximizing the AC yield. The optimum conditions for preparing activated carbon were found as follows: KOH concentration of 50 wt. %, activation temperature of 700 °C, and activation time of 2.5 hours. The predicted and experimental results for optimum activated carbon yield were 87.3% and 67.6 %, respectively. In conclusion, the results of this study indicated that the Taguchi optimization method has effectiveness in the synthesis of activated carbon.
Design of refuse derived fuel (RDF) printing machine with a capacity of 50 kg/h Eka Maulana; Dhidik Mahandika; Ahmad Husni Bahrudin
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10824

Abstract

Judul: Perancangan mesin cetak refuse derived fuel (RDF) kapasitas 50 kg/jam Title: Design of refuse-derived fuel (RDF) printing machine with a capacity of 50 kg/hPada saat ini penggunaan bahan bakar batu bara di Indonesia semakin meningkat, padahal penggunaannya memiliki banyak dampak buruk. Serbuk gergaji, kelapa sawit, dan kayu dapat dimanfaatkan menjadi briket dan bahan bakar biomassa sebagai alternatif batu bara. Pembuatan briket dengan dimensi dan bentuk sesuai memerlukan alat yang berteknologi mekanis menggunakan screw. Alat yang dirancang dalam penelitian ini berupa mesin cetak RDF (Refuse Derived Fuel) dengan kapasitas 50 kg/jam. Motor listrik digunakan sebagai penggerak, screw sebagai penekan material, dan die sebagai pencetak material. Metode yang digunakan untuk merancang alat adalah metode Pahl dan Beitz. Mesin dibuat menggunakan sistem mekanik karena mampu menghasilkan desain mesin yang mudah dioperasikan. Mesin menghasilkan briket dengan diameter 50 mm, panjang 122,4 m, dan kapasitas 50 kg/jam.  Artikel ini menjelaskan pembuatan mesin dengan rinci agar pembaca yang tertarik dapat mudah memahami dan mengoperasikannya. Coal fuel usage is growing in Indonesia now, although it has a slew of negative consequences. Sawdust, palm oil, and wood may all make briquettes and alternative biomass fuels to coal. Briquettes with the proper size and forms need mechanical technology equipment that uses screws. The equipment developed in this study is a 50 kg/hour RDF (Refuse Derived Fuel) printing machine. A drive is an electric motor; a screw serves as a material press, and a die serves as a material press. The tool was designed using the Pahl and Beitz approach. The machine is constructed utilizing a mechanical system since it enables the creation of an easy-to-operate machine design. The machine makes 50 mm diameter briquettes with a length of 122,4 m and a capacity of 50 kilograms per hour. This page explains the machine in depth in order for interested readers to comprehend and operate it simply.
The design of feet-based door opener to prevent the spread of coronavirus disease (Covid-19) through doorknob Rahman Faiz Suwandana; Indah Uswatun Hasanah
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.9629

Abstract

Judul: Sistem pembuka pintu menggunakan kaki berbasis 3D printing sebagai upaya pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19)Title: The design of a feet-based door opener to prevent the spread of coronavirus disease (Covid-19) through a doorknobDunia sedang berjuang untuk menanggulangi bencana pandemi yang sedang terjadi. Faktor utama yang menyebabkan wabah ini begitu merepotkan adalah penyebarannya yang sangat cepat. Selain melalui droplet saat batuk maupun bersin, virus dapat menyebar melalui kontak perorangan yang terjadi secara tidak langsung pada permukaan benda yang sering disentuh. Salah satu benda tersebut, yang juga banyak terdapat di fasilitas umum, adalah gagang pintu. Untuk mengurangi intesitas sentuhan pada gagang pintu, sebuah sistem pembuka pintu menggunakan kaki sangat diperlukan karena tidak merusak fasilitas yang sudah ada. Penggunaan 3D printing atau additive manufacturing telah meningkat selama pandemi karena kemampuannya untuk membuat beberapa alat pelindung diri dengan cepat, murah, dan sederhana. percetakan 3D adalah sebuah proses mencetak benda padat atau 3 dimensi dari desain yang sudah tersedia dalam format digital. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan 3D printer dan sistem mekanis sederhana. Pembuka pintu tanpa menggunakan tangan dibuat untuk tipe pegangan tuas. Dengan bobot 15 kg seperti bobot injakan kaki biasa, desain yang telah dibuat mampu menggerakkan gagang dan membuka pintu. Penggunaan pembuka pintu ini dalam skala yang lebih luas, diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan penyebaran wabah COVID-19.The world is struggling to cope with the ongoing pandemic disaster. The main factor that made this outbreak so troublesome was that it spread very quickly. In addition to droplets when coughing or sneezing, the virus can spread through personal contact indirectly on frequently touched surfaces. One of these objects, which is also widely available in public facilities, is the doorknob. To reduce the intensity of the touch on the doorknob, a door opening system using the foot is very necessary because it does not damage the existing facilities. The use of 3D printing or additive manufacturing has increased during the pandemic because of its ability to make several personal protective types of equipment quickly, inexpensively, and simply. 3D printing is printing solid or 3-dimensional objects from designs that are already available in digital format. This research was conducted using a 3D printer and a simple mechanical system. Handless door openers are made for the lever handle type. With a weight of 15 kg, like the weight of a regular footstep, the design can move the handle and open the door. The use of this door opener on a broader scale is expected to suppress the spread of the COVID-19 outbreak.
Transmission and reflection of waves on curtain wall breakwater Subekti Subekti; Ahmad Shulhany
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.11026

Abstract

Judul: Gelombang transmisi dan refleksi pada pemecah gelombang dinding tiraiTitle: Transmission and reflection of waves on curtain wall breakwater Pemecah gelombang sangat dibutuhkan pada kolam pelabuhan untuk mendapatkan perairan yang tenang sehingga kapal dapat naik/turunkan penumpang dan bongkar-muat barang secara aman dan nyaman. Pemecah gelombang dinding tirai merupakan salah satu pemecah gelombang yang hemat material jika dibandingkan dengan tipe pemecah gelombang tipe urugan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedalaman dinding pada pemecah gelombang dinding tirai dan kecuraman gelombang datang terhadap nilai gelombang transmisi dan gelombang refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan model fisik pada saluran gelombang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin dalam dinding terendam relative terhadap kedalaman (h/d) pemecah gelombang dinding tirai maka nilai koefisien gelombang transmisi (Kt)  semakin rendah dan semakin tinggi nilai wavestepness (Hi/L) dari gelombang datang makanilai koefisien transmisi gelombang semakin rendah juga. Adapun koefisien gelombang refleksi (Kr) berlaku sebaliknya. Breakwaters are needed in harbour pools to get calm waters so that ships can board/unload passengers and load and unload goods safely and comfortably. The curtain wall breakwater is one of the material-efficient breakwaters when compared to the fill type breakwater. This research aimed to ascertain the influence of the wall's depth on the curtain wall breakwater and the steepness of the incident wave on the transmission and reflection wave values. This research was conducted with a physical model on the wave channel. Based on the results of the study indicate that the more profound the submerged wall relative to the depth (h/d) of the curtain wall breakwater, the lower the value of the wave transmission coefficient (Kt) and the higher the wave steepness (Hi/L) value of the incident wave, the lower the wave transmission coefficient value too. The reflection wave coefficient (Kr) is the opposite.
Design and build a waste power plant (WPP) at the University of Singaperbangsa Karawang Dani Oktariansyah; Kemal Mustafa; Efis Muafin Aulawi; Rizki Abdul Rahman; Rais Dharmawan; Marno Marno; Iwan Nugraha Gusniar; Nazmudin Fauji; Jojo Sumarjo
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10430

Abstract

Judul: Rancang bangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang Title: Design and build a waste power plant (WPP) at the University of Singaperbangsa KarawangSampah merupakan salah satu permasalahan yang terus dicari solusinya. Volume sampah dari hari ke hari terus meningkat dan menjadi masalah yang serius di Kota Karawang khususnya lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang. Salah satu pemanfaatan sampah yaitu mengubahnya menjadi energi listrik. Salah satu alternatif untuk mengolah sampah menjadi energi listrik yaitu dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Pembangkit listrik tenaga sampah terdiri dari komponen-komponen utama seperti boiler, incinerator, turbin, generator, control panel, dan juga rangka utama. Material yang dibutuhkan untuk membuat PLTSa adalah plat stainless steel, plat besi, besi behel, kuningan, besi L, besi hollow, batu bata, semen, pipa besi, dan pipa stainless steel. Dalam proses pengujian didapat data pembakaran dengan sampah heterogen atau campuran selama 180 menit didapat tekanan maksimal 5 bar, temperatur ruang bakar 162,2°C, dan menghasilkan tegangan alternator sebesar 21,9 volt. Pada pembakaran dengan kayu selama 135 menit didapat tekanan 5 bar dan temperatur ruang bakar 205,4 menghasilkan tegangan alternator 22,1 volt.Garbage is one of the issues that are still being resolved. The trash volume continues to grow and has developed into a severe issue in Karawang, particularly at the University of Singaperbangsa Karawang. Converting trash into electrical energy is one of the waste applications. Utilizing a waste power plant (WPP) is one method of converting garbage to electrical energy. The waste energy plant comprises many significant components, including boilers, incinerators, turbines, generators, control panels, and the mainframe. Stainless steel plates, iron plates, stirrup iron, brass, L iron, hollow iron, bricks, cement, iron pipes, and stainless steel pipes are the materials required to manufacture WPP. The test procedure produced a maximum pressure of 5 bar, a combustion chamber temperature of 162.2°C, and an alternator voltage of 21.9 volts using data acquired from 180 minutes of burning with heterogeneous or mixed trash. After 135 minutes of burning wood, the pressure in the combustion chamber is 5 bars, and the temperature is 205.4 degrees, producing an alternator voltage of 22.1 volts.
Optimizing the placement and construction capacity of the Mantingan Substation using the imperialist competitive algorithm method Jimmy Trio Putra; Nisaun Fadhilah; Dandy Abdul Rahman; Muhammad Arrofiq
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10764

Abstract

Judul: Optimasi penempatan dan kapasitas pembangunan Gardu Induk Mantingan dengan metode imperialist competitive algorithmTitle: Optimizing the placement and construction capacity of the Mantingan Substation using the imperialist competitive algorithm method Optimasi penempatan dan kapasitas pembangunan gardu induk (GI) merupakan permasalahan yang penting dalam perencanaan sistem transmisi-distribusi. Pembangunan gardu induk baru direncanakan dalam menentukan kesiapan GI untuk melayani pertumbuhan beban di masa datang sehingga lokasi dan kapasitas yang optimal menjadi hal penting untuk dipertimbangkan. Metode metaheuristic-imperialist competitive algorithm (ICA) dalam penelitian ini digunakan dalam menentukan kapasitas dan lokasi perluasan GI secara optimal. Kekangan yang digunakan yaitu kondisi geografis dan tegangan penyulang sebesar 0,90 p.u. sampai dengan 1,05 p.u. Jenis perencanaan yang dilakukan adalah perencanaan satu tahap, dengan periode waktu  8 tahun (jangka panjang). Hasil penelitian mengusulkan tiga penyulang; Walikukun, Trinil dan Sine dipindahkan ke GI baru yakni di Mantingan. Dengan skenario tersebut, didapatkan bahwa kapasitas transformator pada GI Mantingan sebesar 60 MVA, lokasi pembangunan GI pada koordinat -7.4027, 111.1282 dan total biaya pembangunan GI sebesar 85,541 milyar rupiah. Optimizing the substation (SS) placement and development capacity is an essential issue in planning the transmission distribution system. Furthermore, the construction of new substations is intended to determine the SS's readiness to serve the load growth in the future so that optimal location and capacity are essential things to consider. The metaheuristic-imperialist competitive algorithm (ICA) method is used in this study to determine the optimal capacity and location for SS expansion. The constraints used are geographical conditions and feeder stress of 0.90-1.05 p.u. The planning carried out is one-stage planning, with a period of 8 years (long term). The study results propose that three feeders, i.e., Walikukun, Trinil, and Sine, were transferred to a new SS in Mantingan. With this scenario, we get the transformer capacity of the Mantingan substation is 60 MVA. The substation construction location is at coordinates -7.4027, 111.1282, and the total construction cost of the substation is 85.541 billion rupiahs.
Analysis of the effect of compaction variations on the hardness of the reduced sponge iron from iron sand in South Aceh Regency Reza Putra; Muhammad Sayuti; Muhammad Yusuf; Muhammad Muhammad; Muhammad Faisal
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.9713

Abstract

Judul: Analisa pengaruh variasi kompaksi terhadap kekerasan sponge iron hasil reduksi dari pasir besi Kabupaten Aceh Selatan Title: Analysis of the effect of compaction variations on the hardness of the reduced sponge iron from iron sand, South Aceh RegencyTelah di lakukan penelitian tentang karakteristik sponge iron dari bahan  baku pasir besi dan paduannya, yang berasal dari daerah Manggamat Simpang Dua kecamatan Kluet Tengah kabupaten Aceh Selatan. Sponge iron dibuat dalam bentuk pellet dengan pencampuran yang terdiri dari pasir besi (Fe) sebanyak 500 gr, karbon (C) sebanyak 2 gr, dan zat perekat sebanyak 1 gr. Pembuatan pellet terdiri dari lima variasi tekan yaitu 50  kg⁄cm2, 60  kg⁄cm2, 70  kg⁄cm2, 80  kg⁄cm2 dan 90 kg⁄cm2, yang direduksi dengan gas asitelin pada suhu pembakaran 1200℃ dengan waktu penahanan 45 menit. Hasil pengujian komposisi dengan menunjukkan kadar Fe setelah direduksi sebesar 59,38 %, dengan kadar karbon (C) 0,97%  yang membentuk hematit dengan fasa Fe2O3 (besi oksida). Hasil kekerasan material sponge iron tertinggi rata-rata pada 287,35 HV pada penekanan 70 kg⁄cm2 yang menunjukkan nilai tekan (kompaksi) optimum pada pellet pasir besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir besi yang diperoleh dari daerah Aceh selatan dapat di produksi menjadi supply bahan baku produksi baja di Aceh. The properties of sponge iron produced from iron sand and its alloys from the Manggamat Simpang Dua region in South Aceh are discussed in this research. Sponge iron is produced in pellet form by combining 75 percent iron sand (Fe), 20 percent carbon (C), and 5 percent bentonite adhesive. Pellet manufacturing consists of five press variants, namely 50, 60, 70, 80, and 90 kg/cm2, which are reduced by acetylene gas at a burning temperature of 1200°C with a holding period of 45 minutes. The reduced to spongy pellets exhibited a dominating hematite (Fe2O3) phase fraction pattern of 59.8 percent and a magnetite phase (Fe3O4) of 40.2 percent, with a weight percentage of Fe of 66.57 percent and C of 2.30 percent. The greatest sponge iron material hardness results on average at 287.35 HV at a pressure of 70 kg/cm2 with a void size of 0.4 mm, showing the optimal compressive value (compaction) on iron sand pellets. It may be inferred that iron sand collected from the South Aceh region can be used as an alternate raw material in the steel manufacturing process.
Durability characteristics of millet hush ash: A study on self-compacting concrete Abubakar Mohammed; Aaron Aboshio
Jurnal Teknika Vol 17, No 1 (2021): Available Online in June 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i1.10706

Abstract

Judul: Karakteristik daya tahan abu sekam milet: Studi tentang beton SCC (self-compacting concrete) Title: Durability characteristics of millet hush ash: A study on self-compacting concreteDaya tahan adalah salah satu perhatian utama dalam industri beton. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengetahui kesesuaian berbagai bahan pelengkap dari limbah pertanian untuk meningkatkan sifat daya tahan seperti ketahanan asam, serangan sulfat, serangan basa, daya serap, daya tembus klorida, suhu tinggi, dan penyerapan air campuran beton self-compacting. Namun, makalah ini mempelajari daya tahan beton self-compacting yang dimodifikasi dengan abu sekam millet (MHA) yang mengalami kondisi lingkungan yang berbeda seperti serangan sulfat dari asam sulfat dan garam magnesium sulfat, suhu tinggi, dan penyerapan air. Grade 40 (kontrol) SCC yang diperoleh dari serangkaian campuran percobaan menggunakan rasio air-semen 0,35 digunakan untuk penelitian ini. Campuran lain berasal dari campuran kontrol dengan mengganti semen dengan 5, 10, 15, 20, 25, dan 30% berat MHA, masing-masing. Efek dari peningkatan suhu dan penyerapan air sulfat dievaluasi untuk semua campuran. Hasil percobaan penelitian ini menunjukkan bahwa MHA merupakan material pozzolan dan dapat mengurangi serangan air dan sulfat pada beton. Namun, penambahan MHA mengurangi kapasitas beton menahan panas. Durability is one of the major concerns in concrete industries. Several attempts have been made to investigate the suitability of various supplementary materials from agricultural waste to increase the durability properties such as acid resistance, sulfate attack, alkaline attack, sorptivity, chloride permeability, elevated temperature, and water absorption self-compacting concrete mixes. However, this paper studied the durability properties of self-compacting concrete modified with millet husk ash (MHA) subjected to different environmental conditions such as sulfate attack from sulphuric acid and magnesium sulfate salt, elevated temperature, and water absorption. Grade 40 (control) SCC obtained from serries of trial mixes using 0.35 water-cement ratio was used for this study. Other mixes were derived from the control mix by replacing cement with 5, 10, 15, 20, 25, and 30 % by weight of MHA, respectively. The effects of sulfate elevated temperature, and water absorption was evaluated for all mixes. The experimental results of this work showed that the MHA is a pozzolanic material and can reduce the ingress of water and sulfate attack on concrete. However, the addition of MHA reduces the heat-resisting capacity of concrete.