cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
Article review: Comparison of octane booster additive for gasoline Gustiana Awaludin Sobarsah; Nuryoto Nuryoto; Jayanudin Jayanudin
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.11989

Abstract

Gasoline is a petroleum-derived liquid that is most typically used in internal combustion engines, especially those utilizing spark ignition. Gasoline is a hydrocarbon blend that contains sulfur, nitrogen, oxygen, and other metals. Olefins, aromatics, paraffin, and naphthenes are the four main components of gasoline. An octane number is a unit of measurement for the ignition quality or flammability of gasoline. It is frequently referred to as the research octane number (RON), and it is calculated using a ratio of isooctane to n-heptane. The octane number can be decreased by lengthening the hydrocarbon molecule chain and increasing by branching the carbon chain. Another method is to use an octane number increaser for gasoline as an addition. These are classified as oxygenate, ether, antiknock agent, nanoparticles, and aromatic compounds. Numerous studies have been conducted to establish the influence of additives in gasoline on engine performance metrics such as braking power, thermal brake efficiency, volumetric efficiency, fuel consumption efficiency, and their impact on the environment. This review article aims to assess and compare the effects of various gasoline additives on the performance and emission characteristics of ignition engines. Bensin adalah cairan yang berasal dari minyak bumi yang paling banyak digunakan sebagai bahan bakar di mesin pembakaran internal, khususnya mesin menggunakan percikan pengapian. Bensin adalah campuran hidrokarbon dengan beberapa kontaminan, termasuk belerang, nitrogen, oksigen, dan logam tertentu. Empat kelompok penyusun utama bensin adalah olefin, aromatik, parafin, dan naften. Angka oktan adalah ukuran kualitas pengapian atau mudah terbakarnya bensin, biasa disebut Research Octane Number (RON) yang dapat diukur menggunakan perbandingan antara campuran isooktana dengan n-heptana. Angka oktan dapat berkurang dengan bertambahnya panjang rantai dalam molekul hidrokarbon sedangkan angka oktan dapat meningkat dengan membuat percabangan rantai karbonnya. Cara lain untuk meningkatkan angka oktan adalah ditambakan  peningkat angka oktan bensin sebagai aditif, yang terbagi pada kategori oxygenat, eter, agen antiknock, nano partikel dan senyawa aromatik. Banyak penelitian tentang penggunaan aditif dalam bensin untuk menentukan pengaruhnya terhadap ukuran kinerja mesin seperti daya pengereman, efisiensi rem termal, efisiensi volumetrik, efisiensi konsumsi bahan bakar, dan efeknya terhadap lingkungan. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk mengevaluasi serta membandingkan berbagai aditif pada bensin dan pengaruhnya terhadap kinerja dan karakteristik emisi mesin pengapian.
Effect of flood risk management methods on urban flooding: Article review Oryza Lhara Sari; Rossana Margareth Kadar Yanti; Ardiansyah Fauzi; Angel Maria Patricia Patabang
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12455

Abstract

Banjarmasin is the capital city of South Kalimantan Province and has a low topography, and is traversed by the Barito River. In addition, Banjarmasin City is also a Java Sea route, so it has a high level of vulnerability to sea-level rise. During the rainy season, most of the Banjarmasin area, especially the riverside, is affected by flooding. Floods in Banjarmasin, not only in quality but also in quantity, have reached a very serious level when viewed from the magnitude of the impact caused by the flood. For flood disaster management in Banjarmasin City to be more integrative and effective, Urban Flood Disaster Risk Management is carried out. This study aims to identify hazards, assess community vulnerability to risks, develop preparedness and mitigation plans, implement plans, monitor, evaluate, revise and update plans (plans). This study presents a review of literature studies in Flood Risk Management by approaching it through a review of problem identification. The methodology used in developing a methodological map is used to analyze the results to find directions for further research. Based on the analysis, it can be concluded that the approach that can be taken is to tend to use a combination of literature and policy documents and be examined and refined through interviews with stakeholders, shareholders, and those involved in policymaking. Future research will support contributions in flood risk management for urban flooding. Banjarmasin merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Selatan dan memiliki topografi yang relatif rendah serta dilalui oleh sungai Barito. Selain itu, Kota Banjarmasin juga menjadi jalur laut Jawa, sehingga mempunyai tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kenaikan muka air laut. Ketika musim hujan, sebagian besar wilayah Banjarmasin terutama di daerah pinggiran sungai terdampak banjir. Banjir di kota Banjarmasin tidak hanya secara kualitas tetapi juga secara kuantitas sudah mencapai level yang sangat serius jika dipandang dari besarnya dampak yang diakibatkan oleh banjir. Agar penanganan bencana banjir di Kota Banjarmasin lebih integratif dan efektif maka dilakukan Manajemen Risiko Bencana Banjir Perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko bahaya, melakukan penilaian kerentanan komunitas terhadap risiko, mengembangkan kesiapsiagaan dan rencana mitigasi, implementasi rencana, monitoring, evaluasi, revisi dan memperbarui rencana (plan). Penelitian awal ini menyajikan tinjauan studi literatur dalam studi Manajemen Risiko Banjir dengan melakukan pendekatan melalui tinjauan identifikasi masalah. Metodologi yang digunakan adalah pengembangan melalui peta metodologi yang digunakan untuk menganalisis hasil untuk menemukan arah penelitian selanjutnya. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang bisa dilakukan adalah cenderung menggunakan metode kombinasi antara literature dan dokumen kebijakan dan diperiksa serta disempurnakan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, pemegang saham dan yang terlibat dalam pembuatan kebijakan. Penelitian masa mendatang seperti ini yang akan mendukung kontribusi dalam manajemen risiko banjir untuk banjir perkotaan.
Implementation of an omnidirectional antenna on a 4G repeater with a working frequency of 1800 MHZ Ade Silvia Handayani; Nasron Nasron; Rivaldo Arviando; Abu Hasan; Sopian Soim
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12051

Abstract

In this study, an omnidirectional antenna is used as a 4G signal amplifier with a frequency of 1800 Mhz. Omnidirectional antennas typically have a gain of about 3-12 dBi. The application of an omnidirectional antenna on a 4G signal amplifier repeater is used as a donor antenna facing the base transceiver station (BTS) source. Applying an omnidirectional antenna as a donor antenna will allow signal transmission from all directions to the BTS to be received from all directions. This antenna will serve or only emit signals in the vicinity of 360 degrees. While at the top of the antenna, there is no radiation signal. The voltage standing wave ratio (VSWR) test results with the MMANA test software get a reading of <1.5, with an impedance of 49 ohms and a gain of >6.5 dB. The radiation distribution pattern from the plotting results shows a circular spread of 360 degrees. This antenna is suitable for donor antennas that can receive signals from the BTS from all directions from the angle of incidence. From testing with an open signal application and comparing parameters before and after using a repeater, the download speed increased from 0.2 Mbps to 2.3 Mbps, and the latency increased from 159 ms to 73 ms. The scanning spectrum in auto mode gets a mid-frequency reading of 1867.20Mhz when the repeater is on. The results achieved in the service of this 4G signal booster tool are being able to understand 5th generation materials such as 5G technology. Several countries have started to study 5G technology by forming consortiums such as METIS, 5GNOW, and others. Pada penelitian ini digunakan antena omnidirectional sebagai penguat sinyal 4G dengan frekuensi 1800Mhz. Antena omnidirectional biasanya memiliki penguatan sekitar 3-12 dBi. Penerapan antena omnidirectional pada repeater penguat sinyal 4G digunakan sebagai antena donor yang menghadap ke sumber base tranceiver station (BTS). Penerapan antena omnidirectional sebagai antena donor akan memungkinkan transmisi sinyal dari segala arah ke BTS dapat diterima dari segala arah. Antena ini akan melayani atau hanya memancarkan sinyal di sekitarnya atau 360 derajat. Sedangkan di bagian atas antena, tidak ada sinyal radiasi. Hasil pengujian voltage standing wave ratio (VSWR) dengan software uji MMANA mendapatkan pembacaan <1,5, dengan impedansi 49 ohm dan gain >6,5 dB. Pola sebaran radiasi dari hasil plotting menunjukkan penyebaran melingkar sebesar 360 derajat. Antena ini cocok untuk antena donor yang dapat menerima sinyal dari BTS dari segala arah dari sudut datang. Dari pengujian menggunakan aplikasi open signal, didapatkan perbandingan parameter sebelum dan sesudah menggunakan repeater, dari kecepatan download 0.2 Mbps menjadi 2.3 Mbps dan peningkatan latency dari 159 ms menjadi 73 ms. Spektrum pemindaian dalam mode otomatis mendapatkan pembacaan frekuensi tengah 1867.20Mhz saat repeater aktif. Hasil yang dicapai di pengabdian alat penguat sinyal 4G ini adalah dapat memahami materi generasi ke-5 seperti teknologi 5G. Seperti beberapa negara telah memulai mengkaji teknologi 5G dengan membentuk konsorsium seperti METIS, 5GNOW, dan lainnya.
The utilization of lime and plastic sack fiber for the stabilization of clay and their effect on CBR value Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Ina Asha Nurjanah
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.13025

Abstract

The soil of Kubang Laban Road at Terate Village, Kramatwatu-Serang district, can be classified as a clay soil type with a low bearing capacity with a field California Bearing Ratio (CBR) value of 2.16%. Therefore it is necessary to improve the soil, which is stabilization using added lime and plastic sack fiber. This study used variations of Plastic sacks fiber content 0%; 0.2%; 0.4%; 0.6% and 0.8% with the addition of 10% lime for each variation of the total dry weight of the soil. This study determines how adding plastic sack fiber and lime in the subgrade soil affects the CBR value and physical properties. The soil classification system used is based on the unified soil classification system (USCS). The results showed that the original soil was classified as OH type, organic clay with high plasticity. Thus, soil stabilization with plastic sack fiber and lime may reduce the IP and enhance the CBR. With 0.2 percent plastic sack fiber and 10% lime, the greatest CBR value was 41.78 percent. The optimum CBR value obtained meets the requirements for a road construction subgrade. Tanah di Jalan Kubang Laban Desa Terate Kecamatan Kramatwatu-Serang dapat tergolong jenis tanah lempung yang memiliki daya dukung rendah dengan nilai california bearing ratio (CBR) lapangan rendah  yaitu 2.16%, sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah. Salah satu cara perbaikan tanah adalah dengan penambahan kapur dan serat karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat karung plastik dan kapur pada tanah dasar terhadap nilai CBR dan sifat fisiknya. Penelitian menggunakan variasi kadar serat karung plastik 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6% dan 0,8% dengan penambahan kapur 10% untuk setiap variasi berat kering total tanah. Sistem klasifikasi tanah yang digunakan didasarkan pada sistem klasifikasi Unified Soil Classification System (USCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli tergolong jenis OH, lempung organik dengan plastisitas tinggi. Stabilisasi tanah dengan menggunakan karung plastik fiber dan kapur dapat menurunkan nilai indeks plastisitas (IP) dan meningkatkan nilai CBR. Berdasarkan hasil pengujian CBR, nilai CBR tertinggi diperoleh pada variasi serat karung plastik 0,2% dengan kapur 10% sebesar 41,78%. Nilai CBR optimum yang diperoleh memenuhi persyaratan untuk tanah dasar konstruksi jalan.
Characteristics of aluminum-based composites reinforced of Al2O3/B4C by accumulative roll bonding (ARB) Agus Pramono; Anne Zulfia; Ali Alhamidi; Alfirano Alfirano; Suryana Suryana; Anistasia Milandia
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12156

Abstract

Metalworking technology is currently developing rapidly, especially the processing of metal composite materials. The metalworking process in which ultra-large plastic strains are introduced into the device to create ultra-fine grained metal is a new method for producing high-strength metals. This method is called accumulative roll bonding (ARB). The ideal operating temperature used in the ARB process is the use of dynamic recrystallization temperatures. Roll compression in ARB affects the microstructure and mechanical properties of the composite material, where rolling compression can produce the application of simple forces sequentially evenly on the compressed workpiece. With the addition of Al2O3 and B4C reinforcement in the ARB process, it is expected that the mechanical properties will increase significantly. Composite AA1070 or Al2O3 produces an average hardness: 43.36 BHN, using B4C reinforcement increased 53.50 BHN with AA17075 with Al2O3 reinforcement the hardness was 87.20, with B4C increased significantly by 105.2 BHN. This study compares Al2O3 and B4C as reinforcement on an application in metal matrix composites (MMC). Characteristics compared and comparison of types of AA1070 or AA7075 matrix in their suitability between the use of matrix and reinforcement processed by ARB. Teknologi pengerjaan logam saat ini berkembang pesat, terutama pengolahan bahan-bahan komposit logam. Proses terjadi di mana strain plastik ultra-besar dimasukkan ke dalam perangkat untuk menciptakan logam yang berbutir ultra-halus merupakan metode terbaru untuk menghasilkan logam dengan kekuatan tinggi, metode ini dinamakan dengan accumulative roll bonding (ARB). Temperatur operasional yang ideal yang digunakan pada proses ARB adalah penggunaan temperatur dinamik rekristaslisasi, kompresi roll pada ARB memiliki efek pada struktur mikro dan sifat mekanik dari bahan komposit yang mana kompresi bergulir mampu menghasilkan penerapan gaya-gaya sederhana secara berurutan secara merata pada benda kerja yang mengalami kompresi. Penambahan penguat Al2O3 dan B4C pada proses ARB, terjadi peningkatan secara signifikan. Komposit AA1070/Al2O3 menghasilkan kekerasan rata-rata 43.36 BHN, menggunakan penguat B4C meningkat 53.50 BHN dengan AA7075 berpenguat Al2O3 kekerasan sebesar 87.20, dengan B4C meningkat signifikan sebesar 105.2 BHN. Penelitian ini membandingkan penggunaan Al2O3 dan B4C sebagai penguat dalam penerapanya sebagai penguat dalam kompoisit bermatrik logam. Karakteristik dibandingkan serta pembanding jenis matriks AA1070/AA7075 dalam kesesuaiannya antara penggunaan matriks terhadap penguat yang diproses oleh ARB.
Tolerance assay of Pb resistant bacteria isolated from water of Ciujung River Fajri Ikhsan; Syarif Abdullah; Ahmad Shulhany; Dwi Isyana Achmad; Agusutrisno Agusutrisno; Hanif Fauzan Nadif; Ummul Mughfiroh
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.13053

Abstract

Bacteria are one group of some agents that are commonly used in biosorption. The Pb tolerance bacteria has been proved in many types of research. In the previous study, some bacteria were isolated from the Ciujung river, Serang, Banten water. This research studied the Pb maximum tolerance of those bacteria using the minimum inhibitory concentration (MIC) method. The isolates we assess in this research are IA4, IA21, and IA23 isolate. The bacteria inoculated on a nutrient agar (NA) plate medium that includes the various concentration of lead. The growth of bacteria is observed up to the minimum concentration of lead which bacteria cannot survive. The Pb maximum tolerance of IA4, IA21, and IA23 isolate is 30 ppm.   Bakteri adalah agen biologi yang sudah terbukti kemampuannya menyerap timbal (Pb) dalam proses biosorpsi. Pada penelitian sebelumnya sudah dilakukan isolasi beberapa bakteri yang mempunyai daya tahan terhadap Pb dari air sungai Ciujung. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kemampuan toleransi maksimum dari isolat-isolat bakteri tersebut terhadap logam timbal. Isolat-isolat bakteri yang diuji adalah isolat IA4, isolat IA21, dan isolat IA23. Pengujian kemampuan toleransi maksium dilakukan dengan metoda Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dimana setiap isolat ditumbuhkan pada media yang mengandung variasi konsentrasi logam timbal. Pertumbuhan setiap isolat dipantau sampai pada konsentrasi timbal yang paling minimum dimana isolat-isolat tersebut tidak mampu lagi tumbuh pada konsentrasi tersebut. Kemampuan maksimum toleransi logam timbal untuk isolat IA4, IA21, dan IA23 yaitu 30 ppm.
Analysis security system performance MIPv6 in signaling process using AES and Twofish algorithms Supriyanto Praptodiyono; Fadil Muhammad; Dhandy Wiriyadinata
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.13069

Abstract

Mobile technology has become a necessity for modern society in the digital era. The ease of various information processes is a driving force for the growth of mobile users. To support continuous connectivity, Mobile IPv6 (MIPv6) is a solution and successor to the current Mobile IPv4 technology. Mobility in accessing a wide range of services is carried out via the Internet, but activities on the Internet make us vulnerable to various malicious acts. Issues such as information security as well as high overheads are a concern for mobile communications. An encryption mechanism is required throughout the signaling phase to construct security associations to enhance MIPv6 security performance. IPsec offers security services at the network layer. There are three encryption algorithms in IPsec, namely DES, 3DES, and AES. The DES algorithm is no longer recommended due to security factors, while AES is still not optimal in wireless networks. This study aims to analyze the performance of the MIPv6 security system and service quality with the AES and Twofish algorithms. Twofish algorithm is a candidate that has the potential for better performance. The experiment concluded that the performance of the Twofish algorithm is superior based on the security of cryptanalysis attacks with a cracking time that is twice as long as AES. In terms of service quality, Throughput Twofish has an increase of 20.05% with a small delay compared to AES, while packet loss is 0.023% for Twofish and 0.077% for AES. Teknologi seluler menjadi kebutuhan masyarakat modern di era digital, kemudahan berbagai proses pengelolaan informasi menjadi pendorong pertumbuhan pengguna seluler. Untuk mendukung konektivitas berlanjut, Mobile IPv6 (MIPv6) menjadi solusi sekaligus penerus teknologi Mobile IPv4 saat ini. Mobilitas akses layanan yang luas dilakukan melalui Internet, namun aktivitas di jaringan Internet membuat kita rentan terhadap berbagai tindakan jahat. Masalah seperti keamanan informasi serta overhead yang tinggi menjadi perhatian komunikasi seluler. Untuk meningkatkan performa keamanan MIPv6, diperlukan metode enkripsi saat proses pensinyalan yang akan membangun asosiasi keamanan. IPsec menawarkan layanan keamanan di lapisan jaringan. Terdapat 3 algoritma enkripsi dalam IPsec, yaitu DES, 3DES, dan AES. Algoritma DES sudah tidak direkomendasikan karena faktor keamanan, sementara AES masih belum optimal dalam jaringan nirkabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem keamanan dan kualitas layanan MIPv6 dengan algoritma AES dan Twofish. Algoritma Twofish merupakan kandidat yang memiliki potensi performa yang lebih baik. Eksperimen berhasil menyimpulkan bahwa performa algoritma Twofish unggul berdasarkan keamanan serangan kriptoanalisis dengan waktu cracking dua kali lebih lama dibandingkan AES. Dari segi kualitas layanan, Throughput Twofish memiliki kenaikan 20,05% dengan delay yang kecil dibanding AES sementara packet loss masing-masing 0,023% pada Twofish dan 0,077% pada AES.
Improvement of the power factor on the distribution line feeder Sutami 23 Lampung using capacitor bank and SVC with ETAP 12.6 simulation Alvin Harista Rahman; Ahmad Hidayahtullah; Afrida Nurul Ulfa; Rizal Zulfiqri Ahmad; Jimmy Trio Putra
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.11729

Abstract

A good power distribution rate is the key to the success of electric power service providers in fulfilling consumer rights. A poor power distribution rate will cause a lot of losses, both for consumers and providers. The power distribution rate is closely related to the power factor value (PF). Low PF should be avoided to get a good power distribution rate. Sutami 23 Lampung feeder data shows 216 buses with a PF below the SPLN 70-1: 1985 standard, which is 0.85, so a PF correction is needed. In this research, PF corrections have been made with the ETAP simulation method for two kinds of components, namely capacitor bank, and SVC (static VAr compensator). The results showed that installing the capacitor bank is more recommended than SVC because the impact of installing the capacitor bank for PF correction is bigger than SVC. Capacitor bank can raise the PF from 0.82 to 0.98, while SVC can only raise the PF from 0.82 to 0.91. In addition, the investment cost for installing a capacitor bank is also much cheaper than SVC, with a cost difference of 1,932,000.250 IDR. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat penyaluran daya adalah dengan melakukan upaya perbaikan faktor daya (PF). Standar SPLN 70-1: 1985 menyatakan nilai PF minimal adalah 0,85. Data Penyulang Sutami 23 Lampung menunjukkan terdapat 216 bus dengan nilai PF di bawah 0,85 sehingga diperlukan adanya upaya perbaikan. Pada penelitian ini telah dilakukan perbaikan nilai PF dengan menggunakan metode simulasi ETAP 12.6 melalui kapasitor bank dan static VAr compensator (SVC). Hasil menunjukkan bahwa komponen kapasitor bank lebih direkomendasikan untuk memperbaiki nilai PF Penyulang Sutami 23 Lampung karena dengan nilai kapasitas daya kVAr yang sama, tercatat nilai PF baru hasil perbaikan dari pemasangan kapasitor bank memiliki nilai yang lebih tinggi daripada nilai PF baru yang dihasilkan dari pemasangan SVC. Pemasangan kapasitor bank mampu memperbaiki nilai PF dari 0,82 menjadi 0,98. Sedangkan, untuk pemasangan SVC mampu memperbaiki nilai PF dari 0,82 menjadi 0,91. Selain itu, total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pemasangan kapasitor bank juga lebih murah jika dibandingkan dengan SVC yaitu memiliki selisih biaya sebesar Rp1.932.000.250,-.
Rainwater harvesting system planning and design (Case study: Female dormitory building, Campus E Untirta Sindangsari) Restu Wigati; Rama Indera Kusuma; Fahrus Sabri
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12406

Abstract

The female dormitory building on the campus E Sindangsari Untirta, which has 161 inhabitants, needs a relatively large amount of clean water. The need is a potential application of rainwater harvesting systems (RWHS) to save water usage. Moreover, in the rainy season, the excess volume of water causes runoff to increase, while there is a lack of water in the dry season. Thus, planning this system is necessary to collect water so that rainwater is not wasted and can be used in the dry season. This study uses area calculation data with arithmetic methods and uses 90% reliable rainfall data with the F.J. method. Mock, then regarding the intensity of rain, the Mononobe theory is used. In planning the volume and design of the ground reservoir, the standard provisions of the Minister of Public Works concerning the Implementation of Non-Piping Network SPAM Development are used. 01/PRT/M2009. This study indicates that the volume of rainwater supply that can be harvested is 3124.447 m3/year, and the total water requirement of the dormitory building is 7051.8 m3/year. The RWHS in the Women's Dormitory Building consists of a ground reservoir with a capacity of 324 m3, a circle gutter with a diameter of 250 mm on the roof of the building, and a 100 mm PVC standpipe and 150 mm diameter PVC flat pipe. Based on this plan, water can be saved by an average of 41.12% per month. The calculation of the RAB of this system obtained a value of Rp. 288,471,000. Gedung asrama putri di kampus E Sindangsari Untirta yang berpenghuni 161 jiwa membutuhkan air bersih yang relatif cukup banyak. Hal ini menjadi suatu potensi penerapan rainwater harvesting system (RWHS) untuk menghemat penggunan air. Terlebih lagi, pada musim penghujan volume air berlebih menyebabkan limpasan air permukaan meningkat sedangkan pada musim kemarau terjadi kekurangan air. Dengan demikian, merencanakan sistem ini sangat diperlukan untuk menampung air sehingga air hujan tidak terbuang sia-sia dan dapat digunakan pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan data perhitungan kawasan dengan metode aritmatika serta menggunakan data curah hujan andalan 90% dengan metode F. J. Mock, kemudian mengenai intensitas hujan digunakan teori Mononobe. Dalam perencanaan volume dan desain ground reservoir digunakan standar ketentuan dari Permen PU Tentang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM Bukan Jaringan Perpipaan No. 01/PRT/M2009. Hasil penelitian ini menunjukan volume suplai air hujan dapat dipanen sebesar 3124,447 m3/tahun, dan total kebutuhan air gedung asrama sebesar 7051,8 m3/tahun. RWHS pada gedung asrama putri ini terdiri dari ground reservoir berkapasitas 324 m3, talang ½ lingkaran berdiameter 250 mm pada atap gedung, dan pipa tegak PVC 100 mm serta pipa datar PVC berdiameter 150 mm. Berdasarkan perencanaan ini, penggunaan air dapat dihemat rata-rata sebesari 41,12% per bulan. Perhitungan RAB sistem ini didapatkan nilai sebesar Rp. 288.471.000.
Application of contemporary smart building architecture at the Parahyangan Citywalk Shopping Center in Kota Baru Parahyangan Agung Prabowo Sulistiawan; Muhammad Aflah Fernanda; Andiyan Andiyan
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.12168

Abstract

Under the development of an increasingly modern era, intelligent buildings and infrastructure need to be built and operated in line with the progress of the future city. The shopping center building is a building that became one of the hallmarks of the city. Therefore the application must be prominent in the surrounding building. The concept is the basis for taking the use of contemporary concepts. The scope of this research is on the design of Shopping Center buildings that follow modern architectural trends and the interaction of trends on public needs in the future. The purpose of this study is to design a shopping center facility that combines the concept of contemporary architecture with the idea of intelligent building as a supporting element so that the building can adapt to the times in the digitalization era of the industrial revolution 4.0. The method used in this research is descriptive qualitative by applying seven principles of contemporary architecture and the concept of intelligent building in designing supporting facilities. The result of this research is a design of a shopping center building in Kota Baru Parahyangan Bandung by applying a combination of contemporary architectural concepts and intelligent building concepts that pay attention to the orientation and aspects of the surrounding environment. The combination of this concept not only cares for its completeness but also accommodates a lifestyle so that this shopping center can attract visitors with its technological innovations and the visual appearance of elegant contemporary architecture. Sesuai perkembangan zaman yang semakin modern, bangunan pintar dan infrastruktur perlu dibangun dan dioperasikan seiring dengan kemajuan kota masa depan. Bangunan pusat perbelanjaan merupakan bangunan yang menjadi salah satu ciri dari kemajuan suatu kota. Sebuah kota dapat dikatakan memiliki kemajuan apabila memiliki sebuah fasilitas yang baik dan lengkap. Salah satu fasilitas yang harus dimiliki suatu daerah adalah sebuah pusat perbelanjaan. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada perancangan bangunan pusat perbelanjaan yang mengikuti tren arsitektur kontemporer dan tren interaksi kebutuhan publik di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah mendesain sebuah fasilitas pusat perbelanjaan yang memadukan konsep arsitektur kontemporer dengan konsep smart building sebagai unsur penunjangnya agar bangunan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman di era digitalisasi revolusi industry 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menerapkan tujuh prinsip arsitektur kontemporer dan konsep smart building dalam merancang fasilitas penunjang pada bangunan pusat perbelanjaan ini. Hasil penelitian ini adalah sebuah rancangan bangunan pusat perbelanjaan di Kota Baru Parahyangan Bandung dengan menerapkan perpaduan konsep arsitektur kontemporer dan konsep smart building yang memperhatikan orientasi dan aspek lingkungan sekitar. Perpaduan konsep ini tidak hanya memperhatikan kelengkapan fasilitasnya saja namun dapat menampung kegiatan gaya hidup penggunanya sehingga pusat perbelanjaan ini dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung dengan inovasi teknologinya dan tampilan visual arsitektur kontemporer yang elegan.