cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Gula Rafinasi Dengan Menggunakan Cartesian Diagram ulfah, Maria
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1526

Abstract

 Study on risk in supply chain has become an important topic due to increasing variety and level of risk faced by the supply chain. Consumer complain related to this issue is increasing through the years. Risk management of refine sugar supply chain in this research use House of Risk (HOR) model, consist of HOR 1 and HOR 2. Identification, analysis, and risk evaluation was using HOR 1, while risk treatment or mitigation action was using HOR 2. Risk identification and risk cause was based on Suply Chain Operations Reference (SCOR) which consist of five dimension namely plan, source, make, deliver, and return. Risk analysis was using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). From the analysis of each quadrant,  the responses  of the companys’s management is to more realize the mitigation actions that are in quadrant 2 because it has a high level effectiveness and has a high level of ease also to be realized. It can be concluded by the Cartesian diagram in quadrant 2, mitigation  action priority for realization is annual shutdown/maintenance, 1-year contract with the customers, and preparing the buffer stocks.
Penerapan Algoritma Simulated Annealing untuk meminimasi Makespan pada Penjadwalan Flow Shop Yusraini Muharni
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4096

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan proses alokasi sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan serangkaian tugas dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan produksi adalah sarana yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyusun suatu prioritas pekerjaan (job). PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi bar mill dan section mill. Selama ini, Perusahaan menghadapi kendala yaitu waktu penyelesaian seluruh pesanan yang cukup lama. Untuk Tipe bar mill yang memiliki permintaan cukup tinggi adalah tipe D.16, D.19, D.22, D.25 dan D.32. Pendekatan Simulated Annealing diterapkan untuk mendapatkan jadwal optimal sehingga dapat menurunkan nilai makespan.
ANALISIS PENYEBAB RISIKO DAN MITIGASI RISIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK PADA DIVISI PENGADAAN PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Nur Atmi Pertiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2053

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelabuhan. Dalam menjalankan proses bisnis di bidang jasa pelabuhan, PT XYZ memerlukan suplai barang serta jasa dari mitra-mitra kerja terkait untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Namun tidak jarang perusahaan menemui risiko-risiko saat melakukan proses pengadaan barang dan jasa, seperti kesalahan dalam menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS), keterlambatan pembuatan dokumen dan lain sebagainya. Metode House of Risk merupakan sebuah framework yang dikembangkan oleh Laudine H. Geraldin (2005) dan I. Nyoman Pujiawan (2005) dengan melakukan pengembangan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode QFD (Quality Function Deployment). Metode ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seputar hubungan keterkaitan antara kejadian risiko, hubungan keterkaitan antara penyebab risiko, hubungan keterkaitan antara risiko dengan penyebab risiko serta aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan.
Relayout workshop produksi dengan menggunakan metode Craft Kulsum Kulsum; D Tola
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6507

Abstract

PT. x menginginkan re layout atau perbaikan tata l etak pada tiap departemen baik mesin- mesin produksi atau fasilitas- fasilitas yang yang ada, hal ini terkait jarak perpindahan bahan yang akan diproduksi dan dikemas untuk dikir i mkan, dan mengurangi jarak antar mesin atau ruang yang terlalu jauh sehingga memerlukan keefektifan pada proses produksi. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif pemecaha n masalah yang terjadi di perusahaan khususnya dibagian Workshop perencanaan produksi ini, yaitu dengan merancang ulang tata letak gudang yang lebih efektif. Alternatif yang bisa digunakan untuk re lay out gudang yaitu dengan metode CRAFT. Jarak material handling pada layout existing adalah 47001,2 m2. Hasil usulan dengan menggunakan metode CRAFT memberikan pengurangan ususlan dengan hasil sebesar 45934.26 m2. Setelah dengan menggunakan metode CRAFT didapatkan total jarak material handling berkurang sebesar 72 meter.
ANALISIS DAN PERBAIKAN MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK BATIK KRAKATOA DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK Maria Ulfah; Siti Murni; Nindi Chandra Sari; Muhamad Ganivan M Sidek; Fitri Anjani
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2077

Abstract

Pada proses rantai pasok ditemui berbagai risiko yang dapat mempengaruhi alur rantai pasok tidak dapat berjalan lancar. Untuk mengurangi dan mengatasi berbagai risiko yang terjadi tersebut diperlukan upaya perbaikan kinerja rantai pasok secara bertahap dan dilakukan terus-menerus (berkelanjutan), dengan mengatasi dan mencegah berbagai risiko yang berpotensi terjadi.Tujuan penelitian ini adalah memitigasi risiko dalam kegiatan rantai pasok Batik Krakatoa. Dalam penelitian ini diidentifikasi berbagai kemungkinan risiko yang berpotensi timbul dalam rantai pasok Batik Krakatoa. Metode yang digunakan dalam identifikasi dan evaluasi merupakan pengembangan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Function Deployment (QFD), sedangkan penentuan kriteria dalam bisnis prosesnya menggunakan dimensi Supply Chain Operation Reference (SCOR). Dari metode penelitian tersebut dikembangkan formulasi nilai potensi risiko untuk menentukan prioritas agen risiko yang akan dimitigasi dengan pendekatan House of Risk. Hasil output dari HOR 1 merupakan input pada HOR 2 yaitu framework aksi mitigasi untuk sumber risiko (risk agent). Dari HOR 2 diperoleh 10 aksi mitigasi yang diprioritaskan untuk direalisasikan berdasarkan prioritas yaitu training personal bagian pemolaan, briefing setiap hari, koordinasi dengan pihak transportasi, update peralatan, koordinasi dengan industri sejenis untuk bekerja, memiliki ruangan khusus pengeringan, meningkatkan koordinasi antar bagian, koordinasi dengan pihak yang bersangkutan, perencanaan stock produksi dan training personal bagian penerimaan bahan baku. 
Usulan Perbaikan Meja Kerja Yang Ergonomis Untuk Proses Pemasangan Karet Kaca Pada Kendaraan Niaga Jenis TD di PT XYZ Ririn Regiana Dwi Satya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.301

Abstract

Masalah waktu penyelesaian produksi, masih banyak dikeluhkan oleh beberapa perusahaan, khususnya yang bergerak dibidang manufaktur, tidak terkecuali PT. XYZ. PT.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur kendaraan jenis niaga. PT. XYZ memiliki permasalahan, yakni lamanya waktu penyelesaian produksi pada proses pemasangan kaca depan dengan karet kaca untuk kendaraan niaga jenis TD, hal ini disebabkan oleh alat bantu produksi/meja kerja yang masih bersifat statis/tidak bergerak, selain itu pula alat bantu produksi/meja kerja tersebut, tidak sesuai dengan postur tubuh dari pekerja. Perbaikan kembali meja kerja yang ergonomis dilakukan dengan pengukuran data-data antropometri pekerja dengan ukuran panjang meja 158 cm, lebar meja 59 cm, tinggi meja kerja 100 cm dan tinggi sandaran kaki (footrest) 59 cm. Dari hasil perancangan kembali meja kerja ini, didapat hasil pengukuran waktu penyelesaian produksi, dengan menggunakan methods-time measurement (MTM), waktu penyelesaian pemasangan karet kaca menjadi 12.26 menit hal ini mengalami peningkatan ± 7 menit dari waktu penyelesaian sebelumnya sebesar 16.33 menit. Dan output produksi pun mengalami peningkatan sebesar 34 %, yaitu sebanyak 8 unit/hari atau menjadi 31 unit, dengan output produksi sebelum perbaikan sebanyak 23 unit/hari. 
ANALISA PEMBOROSAN PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS : PT. F) Zaman, Akhmad Nidhomuz
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2254

Abstract

PT. F adalah satu dari banyak perusahaan terkemuka di Indonesia yang menyediakan jasa untuk proyekkonstruksi dan fabrikasi. Kebijakan mutu yang mengedepankan kualitas kontrol tinggi secara terus-menerus ataskarya kami. Namun faktanya, kualitas perusahaan harus terhambat karena penundaan waktu penyelesaian proyektidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo pesanan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini,hal ini disebabkan beberapa peristiwa-peristiwa yang tidak memiliki nilai tambah atau disebut denganpemborosan (aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasipemborosan, analisis faktor pendukung dan rekomendasi perbaikan sebagai upaya perbaikan sistem dalammenciptakan nilai pelanggan. Dengan menggunakan konsep lean manufacturing penelitian ini dimulai darimenggambarkan peta keadaan (BPM) dan pembobotan pemborosan pada saat ini, bobot pemborosan dianalisamenggunakan matriks VALSAT untuk mrngidentifikasi pemborosan di dalam sistem, untuk menganalisapenyebab pemborosan dengan bagan tulang ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pemborosanterbesar yang sering terjadi adalah gerakan yang tidak perlu (unnecessary motions) dengan rata-rata skor 4,8,perpindahan (transportation), menunggu kegiatan (waiting), dan kecacatan (defect) dengan rata-rata skor 4. Daripembahasan tersebut, perusahaan direkomendasikan untuk memperbaiki sistem informasi dalam-luar (supplier)serta menyempurnakan perbaikan di dalam kegiatan proses produksi (VMI).
Pengaruh Usia dan Lama Masa Kerja terhadap Beban Kerja Fisiologi dan Psikologi Operator Lady, Lovely; Astriani Pratiwi, Yuli; Sri Mariawati, Ade
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1510

Abstract

Beban kerja haruslah sesuai dengan kemampuan pekerja. Usia merupakan lama waktu hidup yang dihitung sejak dilahirkan atau diadakan. Dengan bertambahnya usia pekerja, banyak tugas yang biasa mereka selesaikan dengan mudah dapat menjadi semakin sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh usia terhadap beban kerja fisiologi dan psikologi operator, mengidentifikasi pengaruh perbedaan karakteristik mesin terhadap beban kerja operator dan mengidentifikasi perbedaan masa kerja terhadap beban kerja operator. Beban kerja fisik diukur berdasarkan %CVL, konsumsi energi dan nadi pemulihan. Beban kerja mental diukur menggunakan metode NASA-TLX. Pengujian variabel dilakukan menggunakan two sample t-test. Hasil yang diperoleh, usia mempengaruhi beban kerja fisik operator mesin manual sedangkan operator mesin otomatis tidak. Usia tidak mempengaruhi beban mental operator mesin manual maupun otomatis. Perbedaan jenis mesin tidak mempengaruhi beban fisik maupun mental operator dewasa awal sedangkan untuk dewasa pertengahan variabel ini berpengaruh pada beban fisiknya saja. Perbedaan masa kerja tidak mempengaruhi beban kerja.
PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE DAN SIMULASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU PELAYANAN RAWAT JALAN DI RSUD X Evi Febianti; Yusraini Muharni; Eka Aulia Mustikawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4087

Abstract

RSUD X adalah salah satu rumah sakit milik Pemerintah yang memiliki kewajiban untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Namun berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara terhadap pegawai rumah sakit dan pasien, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi seperti banyaknya antrian pada pelayanan rawat jalan sehingga membuat pasien harus melakukan berbagai tahap dari mulai pendaftaran hingga pengambilan obat dengan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai VA, NNVA, dan NVA, menentukan aktivitas dengan waktu yang lama berdasarkan diagram pareto, merancang model simulasi, menentukan usulan perbaikan pelayanan rawat jalan di RSUD X. Metode yang digunakan yaitu lean healthcare dan simulasi. Hasil penelitian diperoleh nilai NVA yang paling tinggi pada poliklinik jantung, mata, dan THT. Nilai NVA pasien umum untuk poliklinik jantung, poliklinik mata, dan poliklinik THT masing-masing sebesar 86,73%, 86,14%, dan 86,17%. Sedangkan nilai NVA pasien BPJS untuk poliklinik jantung, poliklinik mata, dan poliklinik THT masing-masing sebesar 88,29%, 87,68%, dan 87,71%. Aktivitas-aktivitas terlama berdasarkan diagram pareto yaitu menunggu mengambil obat, proses pemeriksaan poliklinik THT dan jantung, menunggu dipanggil pemeriksaan, dan menunggu dipanggil untuk pendaftaran.Usulan perbaikan yang dilakukan yaitu usulan alternatif 3 dengan membuat display penunjuk arah lokasi poliklinik jantung, mata, dan THT, membuat display penunjuk arah lokasi apotek rawat jalan, mengurangi waktu menunggu untuk mengambil nomor antrian pada apotek, mengurangi waktu menunggu untuk mengambil obat dengan menambah loket ahli farmasi, dan mengurangi waktu pengambilan obat dengan menghilangkan kegiatan pengisian biodata.
Pengaruh Waktu dan Media Quenching Pada Metode Hot Dip Galvanizing terhadap Kualitas Produk Lapisan, Struktur Mikro, dan Sifat Kekerasan Baja Karbon Rendah Adhitya Trenggono; Didied Haryono; Alvandito Wahyu Kuncoro
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1549

Abstract

Baja karbon rendah SPCC-SD dengan standar JIS G3141 merupakan jenis baja yang digunakan  untuk pembuatan struktur baja, pipa, otomotif dan fabrikasi lainnya. Baja karbon rendah ini memiliki sifat mekanik yang baik. Akan tetapi baja ini dapat mengalami korosi yang tidak dapat dicegah. Salah satu cara memproteksi baja dari serangan korosi adalah dengan metode hot dip galvanizing. Metode ini dilakukan dengan cara mencelupkan baja ke dalam lelehan zinc pada temperatur 450-460oC, dan menghasilkan lapisan intermetalik Fe-Zn yang memproteksi baja dari korosi. Tahap pre-treatment, lamanya waktu hot dip, temperatur batch hot dip dan media quenching akan mempengaruhi hasil lapisan yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan tungku pencelupan dengan batch hot dip galvanizing. Proses hot dip galvanizing ini dilakukan pada berbagai variasi waktu pencelupan 2, 3, dan 4 menit, serta menggunakan media quenching berupa natrium dichromate, air, udara, dan oli. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa baja dengan waktu celup 3 menit memiliki tampak rupa yang paling baik, dan media pendingin natrium dichromate sebagai passivasi tahan terhadap white rust. Ketebalan lapisan yang sesuai standar ASTM A123 terdapat pada media quenching air dan waktu hot dip 3 menit dengan tebal yang dihasilkan sebesar 65 μm. Nilai kekerasan paling tinggi, yaitu sebesar 57,75 HRB. Berdasarkan analisa struktur mikro dapat diketahui bahwa terbentuk empat fasa intermetalik Fe-Zn, yaitu eta, zeta, delta, dan gamma yang beragam bentuk dan tebalnya.