cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Program Aplikasi Analisis Frekuensi Menggunakan Visual Basic 2010 Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Metadilisa Habi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.315

Abstract

Analisis frekuensi merupakan salah satu cara untuk menentukan besaran hujan atau debit rancangan kala ulang tertentu dalam perencanaan dan perancangan bangunan air. Perhitungan analisis frekuensi biasanya hanya ditentukan berdasarkan perhitungan manual dan memerlukan waktu yang cukup lama. Program aplikasi analisis frekuensi ini menggunakan program bantuan Visual Basic 2010. Program aplikasi ini menampilkan hasil tanpa perhitungan jenis sebaran serta tidak menampilkan grafik dari masing- masing distribusi (Normal, Log-Normal, Gumbel dan Log-Pearson III). Berdasarkan hasil analisis frekuensi dalam menentukan hujan rencana menggunakan data hujan pada stasiun Cilegon tahun 2001 sampai 2010, dengan kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun untuk perhitungan manual dengan distribusi terpilih Log- Pearson III menghasilkan hujan rencana sebesar 80,975 mm; 121,063 mm; 147,247 mm; 179,365 mm; 202, 294 mm; 225, 301 mm. Sedangkan untuk perhitungan mengunakan program mendapatkan hasil 80,962 mm; 121,053 mm; 147, 235 mm; 179,473 mm; 202, 786 mm; 225, 474 mm. 
ANALISIS PROSES PRODUKSI GAS COALESCER FILTER MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING DAN SIMULASI Evi Febianti; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3182

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang pengolahan baja, salah satu produk nya adalah Gas Coalescer Filter. Dalam proses pembuatan Gas Coalescer Filter masih banyak pemborosan (waste) ataupun aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (value added), oleh karena itu dalam proses produksi tersebut perlu dilakukan pengurangan aktivitas yang termasuk waste. Penelitian ini dilakukan untuk mereduksi maupun mengeliminasi aktivitas yang termasuk waste sehingga meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE). Pendekatan Lean Manufacturing digunakan untuk mereduksi atau mengeliminasi waste yang terjadi. Langkah pertama adalah menentukan pembobotan waste yang terjadi pada proses produksi Gas Coalescer Filter yang hasilnya digunakan untuk perhitungan matriks pada Value Stream Analysis Tools (VALSAT), selanjutnya dibuat Process Activity Mapping (PAM) untuk mengkategorikan masing-masing aktivitas kedalam kategori value added, necessary non value added dan non value added activity. Peningkatan PCE dilakukan dengan menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambahberdasarkan hasil brainstorming dengan pihak perusahaan yang hasilnya akan disimulasikan menggunakan software ProModel 2001. Berdasarkan hasil perbaikan, nilai PCE meningkat sebesar 6,553% dari 74,695% menjadi 81,228% dan Manufacturing Lead Time mengalami penurunan dari 328,67 jam menjadi 271,253 jam
Peningkatan Kualitas Pada Proses Perakitan Sepatu Dengan Six Sigma Dian F. Hidayat
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1531

Abstract

Six Sigma is a kind of system for increasing quality by using DMAIC method. The improvement step has been implemented from problem assessment until controlling of improvement result. This observation has been implemented in manufacturing industry, which produces sport shoes. This product is distributed in over many different countries across the world. And therefore, requires some efforts to keep implementing the improvement for increasing its quality in order the consumer trustworthy to the quality produced will be steady maintained. The purpose for this observation is for increasing the quality that is implemented within the manufacturing process by using six sigma. By using DMAIC improvement begins by determining the over cement at the define step, which is the main reason for the occurred problem. Then at the measure step, the improvement is using a method of measurement system analysis gage r & r studies and capability analysis, and further more it is analyze the factors which are affecting the reason of the problem. At the final step the improvement applying some trials by using design of experiment for improvement suggestions until controlling at the control step as final step of DMAIC. The result from those improvements has generated percentage increase within the production quality, an increase at sigma level, and reduced of height cement problem as a main problem of improvement.
STRATEGI KOMUNIKASI MANFAAT MEDIA BANTENOLOGI SEBAGAI PROSES ADAPTASI LEMBAGA RISET BUDAYA BANTEN Muhammad Ihsan Alifi; Rita Destiwati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5146

Abstract

Bantenologi merupakan lembaga riset untuk meneliti dan menyebarkan nilai-nilai budaya Banten dan yang peneliti ingin bahas adalah strategi komunikasi yang dapat menciptakan makna manfaat maka yang mengarah kepada strategi komunikasi manfaat Bantenologi kemudian bentuk proses adaptasi apa yang terjadi pada lembaga riset budaya Banten karena strategi komunikasi manfaat yang dilakukan Bantenologi itu dan yang terakhir penggunaan media apa yang digunakan dalam penerapan strategi komunikasi manfaat yang dilakukan oleh Bantenologi. Dikarenakan alasan tersebut pula peneliti memakai paradigma konstruktivisme. Kemudian periset menggunakan studi kasus deskriptif karena kasus yang diangkat berdasarkan data-data, regulasi UUD 1945 pasal 32 ayat 1 melalui gambaran mengenai strategi komunikasi manfaat yang dijelaskan melalui konsep – konsep penelitian yang akan dipecah menjadi beberapa unit analisis untuk di tanyakan dalam bentuk wawancara dan observasi informan dalam penelitian ini adalah pengurus yaitu direktur, relawan dan kaum akademik disini yang adalah para mahasiswa. Hasilnya berupa strategi komunikasi manfaat yang dibagi ke dalam 3 tahap : perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kemudian proses adaptasi yang terjadi pada lembaga riset budaya Banten yaitu : imaging lembaga dan kesadaran akan lembaga, bentuk kegiatan baik campaign atau biasa dan pandangan manfaat lalu penggunaan media yaitu : pemakaian, pengetahuan, pemaknaan isi dan dampak media. 
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK HORN PT. MI MENGGUNAKAN SIX SIGMA Ratna Ekawati; Riza Andrika Rachman
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2059

Abstract

PT. MI merupakan perusahaan di bidang manufaktur yang bergerak di sektor assembly electrical components. Salah satu produk yang paling banyak diproduksi ialah produk horn. Permasalahan yang dihadapi perusahaan , bagaimana meningkatkan dan mempertahankan kualitas produk agar dapat meminimasi produk reject dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan terutama dalam skala besar. Penelitian ini menggunakan metode six sigma sebagai pendekatan improvement yang bertujuan untuk mencari dan mengeliminasi penyebab dari kesalahan atau defect yang terjadi. Tahapan yang digunakan yaitu tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). Pada tahap define diketahui bahwa terdapat 16 jenis CTQ pada produk horn. Kemudian pada tahap measure dketahui diagram pareto yang paling tertinggi yaitu pada jenis cacat short sebesar 28,46 % dengan data atribut menggunakan peta kendali p yang datanya masih ada yang keluar batas kendali. Nilai DPMO didapatkan sebesar 86,03 dan nilai sigma sebesar 5,28. Kemudian dilakukan tahap analisa untuk dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone. Setelah diketahui akar permasalahan dilakukan usulan perbaikan menggunakan FMEA guna memperbaiki dan mengurangi defect yang terjadi pada produk horn
Usulan aksi mitigasi risiko rantai pasok halal pada IKM Tahu Bandung Sutra menggunakan metode house of risk Asep Ridwan; Dyah Lintang Trenggonowati; Vivit Parida
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6512

Abstract

IKM Tahu Bandung Sutra merupakan industri kecil menengah yang memproduksi tahu. Semakin berkembangnya industri pangan di Indonesia, perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Terlebih lagi Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim ter besar di dunia. Dengan populasi sebanyak itu seharusnya Indonesia bisa menyediakan produk pangan yang terjamin kehalalannya. Aktivitas bisnis untuk menghasilkan produk halal tersebut tentunya dapat memungkinkan terjadinya suatu risiko. Untuk itu perlu suatu manajemen risiko yaitu dengan mengidentifikasi risiko yang berpotensi muncul pada rantai pasok menggunakan model SCOR untuk pemetaan aktivitasnya. Pemetaan aktivitas memudahkan dalam mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko. Kejadian risiko dan agen risiko yang berhasil diidentifikasi kemudian dinilai tingkat dampak, tingkat frekuensi serta korelasinya dengan menggunakan metode House of Risk. Metode House of Risk memiliki dua fase. HOR fase 1 untuk mengetahui prioritas agen risiko dan HOR fase 2 untuk menentukan prioritas aksi mitigasi. Terdapat 21 kejadian risiko, 20 agen risiko dan 8 aksi mitigasi yang berhasil diidentifikasi.
REGRESI ROBUST UNTUK MENGATASI DATA PENCILAN Faula Arina
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2082

Abstract

Analisis regresi merupakan metode analisis dalam statistika yang paling banyak diaplikasikan di berbagai bidang baik ekonomi maupun sosial. Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan metode yang sering digunakan untuk mengestimasi parameter model regresi. Pencilan adalah data yang tidak mengikuti sebagian besar pola dan terletak jauh dari pusat data. Jika terdapat pencilan, MKT tidak akurat untuk mengestimasi parameter. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu metode yang digunakan adalah metode regresi robust. Least Trimmed Square (LTS) merupakan salah satu estimator regresi robust terhadap pencilan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat efektifitas metode LTS dan MKT pada data yang mengandung pencilan berdasarkan nilai Standard Error (SE) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LTS lebih baik dalam mengestimasi parameter pada data yang mengandung pencilan. 
Pengaruh moderasi total productive maintenance training terhadap hubungan kualitas dies dan penurunan defect press part pada industri otomotif Suhendra Suhendra; Nanang S. Hadisaputra; Johannes Parlindungan Lumbantobing; Zulfa Fitri Ikatrinasari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7996

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variabel moderasi TPMT (Total Productive Maintenance Training) terhadap hubungan kualitas dies dan penurunan defect press part pada industri otomotif. Penelitian ini dilakukan dipabrik penyuplai komponen part mobil khususnya stamping parts supplier. Penelitian ini menggunakan SPSS dengan metode analisis regresi berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa TPMT tidak berpengaruh secara signifikan sebagai variabel moderator terhadap hubungan kualitas dan penurunan defect press part pada industri otomotif. Namun demikian, kualitas dies sebagai variabel bebas secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan defect press part pada industri otomotif.
Pengembangan Foldable Hand Tractor untuk Pengolahan Lahan Miring Farid Rizayana; Herman Somantri
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.306

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana sekitar 19 juta hektar wilayah di manfaatkan untuk sektor usaha pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan luas wilayah dan hasil produksi pertanian yang tergolong tinggi. Lahan pertanian terdiri dan Lahan sawah dan lahan bukan sawah (Tegal, Ladang, Hutan, Perkebunan, Kolam, dll.). Jika dibandingkan dengan tahun lain luas lahan sawah naik sedikit dan 942,4 ribu Ha menjadi 942,9 Ha (BPS, Jabar dalam angka, 2012). Kenaikan lahan sawah ini terjadi karena bertambahnya lahan sawah pasang surut di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2011 proporsi Lahan sawah, lahan bukan sawah dan lahan bukan pertanian masing – masing. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk menggiatkan industni komponen otomotif (traktor) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan alat bajak sawah di Jawa Barat melalui Kegiatan Pengembangan Prototype Traktor. Kriteria utama yang dipakai untuk merancang traktor adalah harganya yang relatif terjangkau, menghasilkan perawatan yang mudah, dan mudah dibuat oleh industri kecil. Pembuatan Prototype Traktor untuk menciptakan teknologi alat bajak sawah baik di lahan sawah maupun lahan kering yang mudah dan nyaman digunakan. Keluaran dari pekerjaan “Pembuatan Prototype Traktor” ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak di bidang manufaktur untuk memproduksi komponen alat traktor tangan pada tahap awalnya. 
USULAN KEBIJAKAN PERAWATAN PADA HYDRAULIC LUBRICATION PNEUMATIC (HLP) SYSTEM DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN RISK BASED MAINTENANCE (RBM) DI PT KRAKATAU STEEL (PERSERO), TBK Nadia Ulfa; judi alhilman; Nopendri Nopendri
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3164

Abstract

PT Krakatau Steel merupakan salah satu perusahaan penghasil baja terbesar di Indonesia. Hot Strip Mill (HSM) merupakan salah satu fasilitas produksi perusahaan yang memiliki kapasitas produksi tertinggi dengan menghasilkan produk Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Plate (HRP). Tingginya jumlah produk reject (oleh scale) yang diproduksi, menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Hydraulic Lubrication Pneumatic (HLP) berfungsi dalam menghilangkan scale selama proses produksi HRC dan HRP, sehingga HLP harus mampu dioperasikan secara optimal guna mencegah terjadinya kerusakan sistem yang menghambat proses produksi. Water System terpilih sebagai subsistem HLP kritis untuk ditentukan kebijakan perawatan sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) serta konsekuensi dan risiko yang ditimbulkan akibat kerusakan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM). Hasil pengolahan didapatkan kegiatan preventive maintenance yang tepat yaitu 12 scheduled on-condition tasks, 14 scheduled restoration tasks, dan 1 scheduled discard tasks sesuai dengan karakteristik kerusakan subsistem. Interval waktu perawatan tiap subsistem berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Hasil dari metode RBM diperoleh nilai risiko sebesar Rp 70.465.063.812,86. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar biaya perawatan usulan adalah sebesar Rp 227.703.139.578,47. Oleh karena itu, HLP dapat digunakan secara efektif dan efisien, baik dari segi umur dan biaya