cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Strategi Peningkatan Jumlah Konsumen di Rumah Makan Long’s Food A.M. Panjaitan; E. Jobiliong; Jony Jony
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.319

Abstract

Rumah makan Long’s Food didirikan pada tahun 2012. Rumah makan ini menyajikan berbagai jenis makananan Chinese dan Indonesia yang berlokasi di Kota Tangerang. Pada tahun ke dua rumah makan Long’s Food mengalami kerugian yang disebabkan menurunnya jumlah konsumen. Oleh sebab itu diperlukan strategi sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Matrix, SERVQUAL (gap 5) dan HOQ. Selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk membuat usulan strategi. Hasil Importance-Performance Matrix terdapat atribut yang harus diperbaiki yaitu pelayan selalu siap melayani konsumen, pelayan menguasai informasi menu makanan yang ditawarkan, ketelitian pelayan, pelayan memberikan informasi promosi dengan jelas, dan diskon makanan. Berdasarkan hasil metode SERVQUAL (gap 5) menunjukkan tingkat kesenjangan tertinggi adalah diskon makanan (-2,07) dan ketelitian pelayan dalam melayani konsumen (-1,65). Prioritas perbaikan utama berdasarkan hasil analisis HOQ (House of Quality) adalah respon pelayan (13,3%), pemahaman informasi produk (10,9%), promosi (10,7 %), ketelitian pelayan (8,9%), cara dan keaktifan berkomunikasi (7,9%). Setelah melakukan analisis SWOT strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang akan dilakukan adalah training dan orientasi karyawan, evaluasi kerja, pemahaman alamat untuk karyawan yang mengantar makanan. Strategi untuk meningkatkan dimensi harga adalah diskon khusus, mengadakan lomba, kerja sama dengan layanan kartu kredit, memasang papan reklame di depan restoran, menggunakan SMS Location Based Advertising, promosi voucher cashback, membuat paket meeting, pengiklanan yang memberikan gambaran restoran sehat dan bersih, membuat layanan catering, mengikuti acara bazar di sekitar Tangerang, memberikan pelayanan lebih pada tamu yang berulang tahun dan mempromosikan fasilitas yang dimiliki. Strategi untuk meningkatkan kualitas produk adalah fokus pada menu favorit. 
PERANCANGAN SOP MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN SESUAI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.1.1 DAN 9.1.3) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO DI UNIVERSITAS TELKOM Anggun Kertadela Puspitasari; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3186

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai lembaga yang melakukan kegiatan pendidikan dituntut untuk mencetak lulusan berkualitas agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menetapkan standar mutu untuk menjaga konsistensi kualitas pendidikannya. Universitas Telkom memiliki kebutuhan untuk menetapkan standar mutunya dengan standar mutu internasional, yaitu ISO 9001:2015. Namun, ISO 9001:2015 memiliki persyaratan yang berbeda dari ISO 9001:2008, yaitu adanya penerapan risk-based thinking dalam perancangan standarnya. Pada penelitian ini diam     bil kasus penentuan dan penanganan risiko pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan dengan menggunakan metode risk assessment. Tujuan melakukan risk-based thinking agar organisasi menangani risiko dan peluang isu atau pengaruh yang tidak diinginkan pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan serta meningkatkan pengaruh yang diinginkan agar dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mencegah serta menanganinya. Maka untuk memenuhi standar ISO 9001:2015, Universitas Telkom perlu melakukan pertimbangan risiko agar adanya peningkatan pada kualitas sistem yang berjalan dan terciptanya konsistensi mutu pendidikan. Output akhir penelitian ini adalah sebuah risk register dan SOP usulan yang memenuhi ISO 9001:2015 klausul 9.1.1 dan 9.1.3 dengan mempertimbangkan risiko
Pengendalian Kualitas Produk Coil Dengan Metode Statistical Process Control Pada Mill CTCM Pabrik Cold Rolling Mill PT. Krakatau Steel (Persero), TBK. Lintang Trenggonowati, Dyah; Arthafia, Rasie
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1535

Abstract

Pengendalian kualitas proses perlu dilakukan pada karakteristik kualitas yang menyebabkan proses menjadi tidak terkendali, sehingga hasil yang didapat lebih maksimal. Peta kendali P digunakan untuk mengendalikan proses yang menyebabkan timbulnya cacat (defective) pada suatu produk yang dapat menurunkan kualitas suatu produk dengan cara menginterpretasikan sinyal data yang keluar dari batas kendali. Studi kasus dilakukan pada sebuah perusahaan baja terpadu, PT. Krakatau Steel (Persero), Tbk. yang khususnya memproduksi cold rolled coil dan colled rolled sheet. Dari interpretasi data tersebut, diketahui bahwa cacat terbesar pada produk adalah cacat wavy edge sebesar 25,8%; cacat pick up sebesar 19,6%;, dan cacat bad trimmer sebesar 14,1%. Adapun penyebab cacat secara umum disebabkan oleh kesalahan teknis pada roll dan pisau pemotong serta kurangnya inspeksi dan penerapan SOP pada proses produksi. Dengan mengetahui penyebab cacat pada proses produksi di PT. Krakatau Steel (Persero), Tbk. dapat dilakukan penanggulangan-penanggulangan untuk menurunkan tingkat penyebab cacat pada proses produksi.
INTEGRASI LEAN SIX SIGMA, BALANCED SCORECARD, DAN SIMULASI SISTEM DINAMIS DALAM PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Elisabet Sinurat
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5150

Abstract

Persaingan bisnis saat ini merupakan persaingan antar jaringan supply chain. PT CI merupakan perusahaan penghasil Carbon yang terletak di Cilegon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja supply chain dengan pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis. Penelitian menggunakan tahapan define-measure-analyze-improve-control (DMAIC) dengan mempertimbangkan waste atau pemborosan setiap tahapnya. Pengukuran supply chain dilakukan dengan 4 perspektif balanced scorecard. Simulasi sistem dinamis untuk menentukan scenario perbaikan dengan nilai kinerja rendah. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, pengisian kuesioner, dan data historis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai kinerja supply chain dalam 4 perspektif adalah: keuangan 26,7%; pelanggan 33,9%; proses bisnis internal 16,6%; dan pertumbuhan & pembelajaran 22,9%. Sedangkan kinerja terendah dalam 4 perspektif adalah debt to ratio untuk keuangan dengan bobot 0,588; keluhan pelanggan untuk pelanggan dengan bobot 1,04; jumlah pengadaan (inventory) dalam proses bisnis internal dengan bobot 0,488; dan pengembangan pegawai dalam pembelajaran & pertumbuhan dengan bobot 0,426. Simulasi sistem dinamis dilakukan dalam memperbaiki kinerja jumlah inventory. Skenario terbaik dengan adanya penentuan kapasitas maksimal dari inventory dengan kapasitas 5833,33 ton dan estimasi kedatangan bahan baku selama 3 hari. Pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis dapat meningkatkan kinerja supply chain secara terukur dan sistematis.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Supply Chain Management (Studi kasus di PT ALX Logistics) Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Siti Murni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2063

Abstract

Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharui fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Penerapan batas tonase ekonomis ini berdasarkan usulan perbaikan 1 dengan pengurangan biaya maintenance unit setiap bulan diperoleh sebesar 37.1 ton per unit per rit dan usulan perbaikan 2 dengan pengurangan rata-rata waktu kedatangan tiap unit setiap bulan sebesar 39.97 ton.
Analisa kinerja mesin kemas primer, dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) dalam industri farmasi (Studi kasus PT. MAP) Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7991

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.
PEMETAAN POTENSI INDUSTRI KREATIF UNGGULAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI Akbar Gunawan; Putiri Bhuana Katili; Mukti Lestari
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2086

Abstract

Industri kreatif adalah bentuk pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu dengan cara menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. Industri kreatif memiliki peluang untuk terus meningkat, sebab industri kreatif sangat responsif menyerap akumulasi fenomena-fenomena sosial di masyarakat dan menuangkan ke dalam konteks produk dan jasa. Bila dilihat dari sudut pandang PDB (produk domestik bruto), ketenagakerjaan dan aktivitas perusahaan, industri kreatif juga memiliki kontribusi yang nyata dan signifikan terhadap perekonomian nasional. Namun pemahaman masyarakat dan instansi-instansi terkait terhadap prospek perkembangan industri kreatif dinilai masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan melakukan pemetaan (roadmap) terhadap industri kreatif berdasar ke 15 subsektor yang telah ditentukan Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Tujuan berikutnya memetakan industri kreatif yang diunggulkan di kota Cilegon untuk memaksimalkan potensi industri kreatif dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shift share untuk mengetahui dampak riil pertumbuhan ekonomi serta kontribusi industri kreatif dan DEA (Data Envelopment Analysis) untuk memetakan industri kreatif unggulan dilihat dari tingkat efisiensinya. Hasil penelitian ini menunjukan pertumbuhan ekonomi kota Cilegon lebih cepat dibanding provinsi Banten (nilai Dij/dampak riil pertumbuhan) positif, industri kreatif memiliki kontribusi nyata dan signifikan. Berdasar tingkat efisiensinya subsektor industri kreatif yang diunggulkan di kota Cilegon adalah kerajinan dan fesyen (memiliki nilai efisiensi 1). 
Penjadwalan produksi menggunakan metode jadwal aktif di PT. XYZ Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Fifi Apriani
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8000

Abstract

Penjadwalan diartikan proses pengurutan pembuatan produk secara menyeluruh pada beberapa mesin. Semua industri membutuhkan penjadwalan yang tepat untuk pengaturan pengalokasian sumber daya agar sistemproduksiberjalandengancepatdantepatsehinggamendapatkanhasilproduksiyangoptimal. PT.XYZ adalah salah satu perusahaan pelayanan jasa General Contractor-Machining dan Recondition. Tipe produksi dari perusahaan PT. XYZ adalah make to order. Dengan demikian, penjadwalan pada proses produksi di perusahaan ini disebut dengan penjadwalan produksi Job Shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode jadwal aktif dan metode campbell, dudek and smith. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meminimasi waktu penyelesaian produksi, memperoleh urutan pengerjaan job terbaik, menentukan metode terbaik yang dapat diterapkan pada perusahaan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa makespan yang diperoleh pada penjadwalan eksisting perusahaan dengan aturan FCFS yaitu sebesar 4246,347 menit dengan urutan pengerjaan job yaitu Nut M36–Nut M24–Nut M24. Hasil penjadwalan menggunakan metode jadwal aktif dan CDS memperoleh makespan selama 4088,58 menit dengan iterasi yang dilakukan sebanyak 15 kali pada jadwal aktif dan 4 iterasi pada metode CDS, maka diperoleh urutan job terbaik pada metode jadwal aktif yaitu M24–Nut M24–Nut M36. Metode yang tepat untuk diterapkan adalah metode jadwal aktif.
Desain dan Pengembangan Produk Sepeda Motor Roda Tiga dengan Basis Produksi IKM Farid Rizayana
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.310

Abstract

Saat ini pemerintah tengah giat mengupayakan peningkatan jumlah dan kualitas UMKM, termasuk pengembangan usaha-usaha baru. Namun demikian, pengembangan UMKM terkendala oleh harga BBM yang terus meningkat serta harga kendaraan niaga yang semakin tidak terjangkau. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menyediakan alat transportasi yang mendukung kegiatan UMKM dengan harga yang terjangkau, irit bahan bakar, kompak dimensinya dan memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan. Industri otomotif terutama industri komponen dan aksesoris otomotif tidak memiliki fasilitas dan kemampuan dalam Riset dan Pengembangan (R&D) sehingga mengandalkan “job order” dan melakukan duplikasi terhadap produk otomotif. Kondisi ini memperlihatkan daya saing industri komponen otomotif nasional sangat lemah, produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing dengan produk impor. Tujuan lain penelitian ini adalah mendorong industri komponen otomotif, khususnya Industri Kecil & Menengah (IKM), yang sudah banyak tersebar di wilayah Jawa Barat, untuk memproduksi produk bersama berbasis riset, sehingga diharapkan budaya riset mulai berkembang di IKM komponen otomotif. Kegiatan dimulai dengan pengembangan Business Plan, berdasarkan survey kebutuhan masyarakat, yang disertai dengan penyusunan konsep desain. Kemudian dilakukan Pemodelan CAD disertai dengan Simulasi dan Analisis Dinamik untuk memastikan kendaraan yang dikembangkan cukup stabil, aman dan nyaman untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Tahapan ini memberikan informasi lain yang dibutuhkan pada tahapan Simulasi dan Analisis Kekuatan Struktur dan Komponen. Untuk memperoleh disain yang optimal, dilakukan Optimasi Disain dengan menggunakan metode-metode numerik. Tahapan ini disebut sebagai Virtual Prototyping, yaitu mengembangkan prototipe secara virtual. Tahap ini merupakan tahap yang berproses secara iteratif dan tidak dapat dipisahkan. Produk dikembangkan dengan metoda Virtual Prototyping, dengan tujuan produk yang dihasilkan merupakan produk yang murah, ringan, sesuai dengan spesifikasi teknis yang diinginkan konsumen, dapat dibuat oleh IKM, konstruksi cukup kuat, nyaman digunakan serta aman baik bagi pengendara maupun barang yang dibawanya. Dengan metoda Virtual Prototyping, waktu dan biaya untuk pembuatan prototipe menjadi lebih singkat dan lebih murah. 
PERANCANGAN PERBAIKAN LEAN SIX SIGMA DALAM PROSES PRODUKSI BAJA TULANGAN DENGAN INTEGRASI VALUE STREAM MAPPING DAN DESIGN OF EXPERIMENT Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Reno Aldiandru
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3169

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan baja tulangan deformed 16 (D.16). Selama proses produksinya, masih terdapat waste yang mengakibatkan terjadinya produk cacat dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data divisi produksi tahun 2014-2016, produk D.16 mengalami cacat sebanyak 13.629 batang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waste yang terjadi pada proses produksi D.16, mengidentifikasi faktor penyebab dominan terjadinya waste defect, mengetahui nilai DPMO dan nilai sigma produk D.16, dan merancang perbaikan pada proses produksi D.16. Penelitian ini menggunakan metode lean six sigma dengan alat bantu (tools) terdiri dari integrasi value stream mapping dan design of experiment. Penelitian dimulai dengan memetakan waste yang ada di lapangan kemudian dicari penyebabnya. Rancangan perbaikan dilakukan dengan design of experiment untuk mendapatkan nilai settingan yang optimal dan value stream mapping untuk mengeliminasi waste yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, waste paling prioritas adalah waste defect. Jenis defect yang dominan adalah defect out dimension yang disebabkan oleh faktor mesin yaitu speed tarikan roll di intermediate stand tidak balance. Tingkat kemampuan sigma yang dicapai PT XYZ dalam produksi D.16 adalah 4,171 dengan nilai DPMO  4.460. Rancangan perbaikan pertama yaitu kondisi optimal pada faktor speed roll dan temperature furnace yaitu 487 rpm dan 1000 0C. Rancangan perbaikan kedua yaitu mengeliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah yaitu: mengangkat billet dari gudang bahan baku ke transfer car sebesar 12,44 menit; perpindahan billet dari gudang bahan baku ke gudang furnace sebesar 2,09 menit; dan mengurangi jarak transportasi bundling ke penyimpanan sementara sebesar 0,53 menit. Dengan integrasi value stream mapping dan design of experiment, implementasi lean six sigma di industri manufakur lebih terukur dalam menurunkan waste dan mendapatkan nilai optimal dalam setting peralatan

Page 11 of 46 | Total Record : 458