cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Metode Campbell Dudek Smith Dan Heuristic Pour Melalui Pendekatan Line Balancing Febianti, Evi; Irman Saeful Mutaqin, Ade; Rahman Pambudi, Aji
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.123 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1508

Abstract

Penjadwalan (scheduling) diperlukan dalam mengalokasikan tenaga operator, mesin dan peralatan produksi, urutan proses, jenis produk, pembelian material dan lain sebagainya. Penjadwalan yang baik harus mampu meningkatkan utilitas sumber  daya  melalui minimum  flow  time, waktu pengiriman  barang sebelum due date yang telah ditetapkan serta minimum work in process (WIP), meminimisasi jumlah pekerjaan yang idle (menganggur), memperkecil jumlah work in process pada lintasan produksi. Akan tetapi lintasan produksi yang tidak seimbang dapat mempengaruhi proses penjadwalan dan menghambat proses produksi yang akan menjadi jauh lebih lama atau makespan yang dihasilkan semakin besar. IKM Sendal Hotel Permata adalah sebuah industri yang memproduksi sandal hotel yang dipesan oleh berbagi hotel yang ada didaerah Merak, Cilegon, Serang dan daerah lainnya. Proses produksi pada IKM Sendal Hotel Permata belum memperhatikan keseimbangan lintasan dalam alur produksinya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melakukan penyeimbangan lintasan menggunakan metode Region Approach (Kilbrige–Weston) dan penjadwalan dengan menggunakan metode Campbell Dudek Smith (CDS) serta metode Heuristic Pour. Hasil penelitian ini didapat jumlah stasiun terbaik yaitu sebanyak 6 dari yang sebelumnya adalah 9 stasiun. Sedangkan untuk penjadwalan didapatkan urutan terbaik pada metode Campbell Dudek Smith dan Heuristic Pour yaitu 1-3-4-2-5 dengan nilai makespan 207,96 jam.
MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK BAR MILL DAN SECTION MILL MENGGUNAKAN MODEL HOUSE OF RISK Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.609 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4085

Abstract

Perkembangan aktivitas bisnis, membuat kehadiran risiko tak dapat dihindari oleh perusahaan. Manajemen risiko diperlukan guna meminimalkan dampak risiko yang mungkin timbul di perusahaan agar perusahaan dapat mempertahankan dan mengembangkan bidang usahanya. PT. X merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. A yang memproduksi bar mill dan section mill. Terdapat permasalahan dalam perusahaan tersebut yaitu masih ditemukannya risiko-risiko rantai pasok yang menghambat prosessupply chain, sehingga dibutuhkan pengidentifikasian, analisa, evaluasi dan mitigasi risiko-risiko yang menghambat dalam proses supply chain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu SCOR (Supply Chain Operations Reference) dan HOR (House of Risk). Hasil yang didapatkan dari identifikasi risiko dan SCOR yaitu terdapat 22 kejadian risiko dan 17 sumber risiko yang diolah dengan HOR 1 sehingga didapatkan 7 prioritas sumber risiko yang harus dimitigasi. Tahap mitigasi diolah dengan HOR 2 sehingga didapatkan 7 prioritas aksi mitigasi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi sumber risiko yang menghambat proses supply chain.
Analisis Kekeringan Menggunakan Metode Theory of Run (Studi Kasus DAS Ciujung) Restu Wigati; Sulastri Oktaviani; Soedarsono Soedarsono
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.682 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1547

Abstract

Letak geografis diantara dua benua dan dua samudera serta terletak di sekitar garis khatulistiwa merupakan faktor klimatologis penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Kekeringan merupakan parameter yang seharusnya dapat diukur seperti halnya banjir, terutama kekeringan meteorologi yang sepenuhnya berasal dari hujan. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis untuk mengetahui tingkat kekeringan, durasi kekeringan dan karakteristik kekeringan yang dapat terjadi di suatu daerah, sehingga bisa dijadikan sebagai peringatan awal adanya kekeringan yang lebih jauh. Data yang digunakan adalah data hujan bulanan selama 17 tahun di 6 stasiun hujan di DAS Ciujung, diantaranya stasiun Bojongmanik, Pamarayan, Pipitan, Cibeureum, Pasir Ona, dan Sampang Peundeuy. Metode yang di gunakan adalah Theory of Run, dengan perhitungan indeks kekeringan berupa durasi kekeringan terpanjang dan jumlah kekeringan terbesar dengan periode ulang tertentu di suatu wilayah. Hasil penelitian menunjukkan dari keenam stasiun hujan, Stasiun Bojongmanik memiliki durasi dan defisit hujan yang paling besar, yaitu pada kala ulang 20 tahun dengan defisit 1574 mm, sedangkan stasiun Cibeureum memiliki durasi dan defisit hujan yang paling kecil, yaitu pada kala ulang 20 tahun dengan defisit 468 mm. Dan dari hasil perhitungan klasifikasi tingkat kekeringan dapat disimpulkan bahwa DAS Ciujung memiliki kondisi normal basah.
Usulan pengendalian kualitas GGBFS menggunakan metode six sigma di PT. Krakatau Semen Indonesia Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Muhammad NR Priantama
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.602 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6492

Abstract

Dalam menjalankan roda perusahaan, PT Krakatau Semen Indonesia memproduksi GGBFS sebagai produk yang merupakan bahan campuran semen. Namun dalam proses produksinya, kualitas GGBFS selalu dilakukan pengujian. Ambang batas nilai minimum GGBFS kualitas blaine yaitu 420m2/kg . Namun, masih banyak nilai blaine GGBFS yang masih dibawah standard dengan total mencapai 169 sampel dan nilai tertinggi berada di bulan Agustus 2018 mencapai 42 sampel. Oleh karena itu, dibutukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi GGBFS agar mampu meminimalisir atau mengeliminasi penyebab kecacatan GGBFS. Dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap GGBFS digunakan pendekatan Six Sigma. Six Sigma merupakan visi peningkatan kualitas per sejuta kesempatan yang ada dengan tujuan akhir mencapai 3,4 per sejuta kesempatan. Model perbaikan dari Six Sigma dinamakan DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve , dan Control) . Pada tahap define diketahui critical to quality dari GGBFS yaitu blaine , mesh, dan moisture. Tahap measure dilakukan pengukuran terhadap baseline kinerja perusahaan dengan hasil nilai sigma yaitu 2,90 yang berarti masih berada sesuai dengan rata- rata industri di Indonesia (2- 3 sigma). Pada tahap Analyze, dilakukan identifikasi dengan menggunakan diagram pareto dimana nilai tertinggi diperoleh karakteristik blaine dengan persentasi 100%, selanjutnya melakukan analisis factor- faktor penyebab kegagalan pada karakteristik kualitas blaine yang meliputi factor manusia, lingkungan, material, dan mesin/alat. Adapula analisa menggunakan FMEA yang menghasilkan nilai RPN dari masing- masing faktor penyebab kegagalan dengan nilai RPN tertinggi yaitu 240 dengan penyebab kegagalan plugger tidak rapat sehingga fokus perbaikan berdasarkan nilai RPN dengan menggunakan metode 5W+1H.
MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS Abdul Gopar; Anita Ilmaniati
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.717 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2075

Abstract

Proses penggilingan padi berupa proses pemecahan dan pelepasan kulit padi akan menentukan kualitas beras pecah kulit (BPK) yang dihasilkan. BPK yang dihasilkan kualitasnya akan semakin menurun, jika efisiensi mesin pemecah kulit padi sudah menurun akibat waktu. Ini berarti bahwa semakin lama mesin dipertahankan, maka biaya operasi yang di keluarkan akan semakin tinggi. Penggantian mesin pada waktu yang tepat akan mengurangi jumlah cacat dan ongkos perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam melakukan penggantian mesin dan mengetahui pendapatan bersih maksimal yang dapat diperoleh terkait dengan kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan pemograman dinamis. Berdasarkan hasil penelitian, keputusan optimal penggatian mesin adalah untuk tahun pertama keputusan (dengan umur mesin sudah 3 tahun) mesin tetap dipertahankan kemudian untuk tahun ke dua keputusan mesin diganti dan untuk tahun ke tiga keputusan mesin dipertahankan sampai awal tahun ke lima, sehingga umur efektif mesin menjadi 3 tahun. Hasil pendapatan bersih maksimal yang dapat diperoleh PB. Do’a Sepuh dengan kebijakan penggantian mesin adalah Rp.41.029.395 untuk periode 5 tahun keputusan 
Model Dinamis Persediaan Tiga Produk dengan Penjualan Bersama Hennie Husniah; Asep K. Supriatna
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.684 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.286

Abstract

Dalam makalah ini dibahas mengenai model sistem dinamik dari tingkat persediaan tiga jenis produk yang dijual secara bersamaan oleh sebuah tim pemasaran. Laju penjualan diasumsikan merupakan fungsi yang dipengaruhi oleh jumlah anggota tim pemasaran ini. Ketiga produk diasumsikan diproduksi dengan tingkat pertumbuhan produksi logistik (Verhulst) yang dimodifikasi, sehingga dapat mengakomodir berbagai bentuk pertumbuhan, seperti pertumbuhan hampir linier sampai dengan pertumbuhan sigmoid. Tingkat persediaan jangka panjang (steady state/long-term inventory level) untuk masing-masing produk dicari dan kestabilannya diperlihatkan untuk syarat tertentu. Kemudian juga beberapa contoh numerik diberikan sebagai ilustrasi dari sifat solusi sistem dinamis yang terbentuk.
PERANCANGAN MODEL EKONOMI INDUSTRI KREATIF (MEI-KRAF) MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Hermawan Prasetya; Yeti Widyawati
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.2 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2102

Abstract

Creative industries has been targeted to contribute more significant in 2025. In supporting this target, a prediction model should be developed. Genetic Algorithm (GA) was employed to enhanced previous simulation model of creative industries. By employing GA, the model could seek optimum investment combination for six sub sectors of creative industries. 
Analisa Orientasi Pelayanan Melalui Semangat Tim Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Konsumen Menggunakan Model SERV*OR (Studi Kasus Pada Perawat RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda) Deasy Kartika Rahayu; Nadia Tri Handayani
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.594 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1492

Abstract

Service orientation is a part of organization’s climate. Service orientation defines as the set of organizational activities designed to create and deliver an excellent service. Service orientation is a strategic choice to create an excellent service. Service driven organization will give psychological benefits to employee such as team spirit (esprit de corps) and organizational commitment. Team spirit is important because the effectiveness and organization’s performance are depended on team work. Productivity and organization’s performance are influenced by commitment.The study was intended to identify the relationship between service orientation and team spirit (esprit de corps) and organizational commitment and also between team spirit (esprit de corps) and organizational commitment. This study was quantitative research using cross sectional design. The subjects of this study were nurses who work at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. The independent variable was service orientation which measured using SERV*OR. The dependent variables were team spirit (esprit de corps) and organizational commitment. The data were analysed using correlation and regression analysis.This study showed that there were significant positive relationship between service orientation and team spirit (esprit de corps) (r=+0,396, sig <0,05), between service orientation and organizational commitment (r = +0,432, sig <0,05), and between team spirit (esprit de corps) and organizational commitment (r = +0,538, sig <0,05). Employee empowerment gave the smallest contribution to team spirit and gave none contribution to organizational commitment among nurses at RSUD A.W.Sjahranie Samarinda.
USULAN ALAT BANTU UNTUK MEMINIMASI DEFECT PADA PROSES ASSEMBLY PINTU DEPAN KOMODO MBDA DI DEPARTEMEN FABRIKASI PT. PINDAD (PERSERO) Octavia Ratna Dewi; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.137 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3189

Abstract

Kendaraan jenis Komodo MBDA merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Pindad. Terdapat beberapa komponen penyusun Komodo MBDA yang sering mengalami defect, salah satunya yaitu pintu  depan. Berdasarkan data perusahaan periode Juni 2016-November 2016 presentase rata-rata tejadinya defective pintu depan mencapai 31% untuk setiap bulannya, sehingga melebihi batas toleransi defective yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 12%. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka akan dilakukan identifikasi faktor penyebab terjadinya defect pintu depan Komodo MBDA dan menentukan usulan rancangan perbaikan untuk meminimasi faktor defect dengan menggunakan metode Six Sigma. Terdapat lima tahap metode Six Sigma yaitu define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC). Tahap define dilakukan identifikasi CTQ dan pemetaan proses produksi dengan menggunakan diagram SIPOC. Tahap measure dilakukan pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Tahap analyze menentukan jenis defect tertinggi pada produk dengan menggunakan pareto diagram dan melakukan analisis faktor penyebab defect dengan menggunakan fishbone diagram dan 5 why’s, serta menentukan prioritas usulan perbaikan dengan menggunakan FMEA. Dari hasil FMEA akan dilakukan tahap improve yaitu pembuatan rancangan usulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor penyebab defect yang utama yaitu equipment, sehingga usulan perbaikannya berupa alat bantu (jig) dan faktor lainnya berasal dari man, sehingga usulan perbaikannya berupa display visual
Pengendalian Persediaan Bahan Kimia di UBOH PLTU Banten 1 Suralaya PT. Indonesia Power Dyah L. Trenggonowati; Roni Pati
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.393 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1538

Abstract

Bahan kimia digunakan sebagai bahan tambahan dalam peningkatan kualitas baik dalam internal water treatment maupun eksternal water treatment. Semakin banyaknya kebutuhan energi listrik maka semakin banyak kebutuhan bahan kimia yang digunakan untuk mendukung proses yang menghasilkan energi listrik tersebut. Berdasarkan data gudang pada awal januari 2015, gudang bahan kimia menyimpan 177 pail sodium bisulfit, 58 pail anti foam, 133 pail anti scale, 347 pail ammonia, dan 104 pail hydrazine. Banyaknya stok bahan kimia yang tersimpan digudang membuktikanpengendalian persedian bahan kimia di UJP PLTU Banten 1 Suralaya belum memenuhi kriteria pengelolaan persediaan yang baik. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pengendalian persediaan bahan kimia pada perusahaan tersebut, agar jumlah persediaan bahan kimia disini optimal dan menurunkan biaya pemesanan. Pengendalian persedian dilakukan dengan meramalkan kebutuhan bahan kimia untuk 1 tahun kedepan dengan menggunakan data pemakaian bahan kimia 1 tahun sebelumnya, menghitung safetystock di gudang dan ukuran pemesan untuk mendapatkan biaya total pemesan terkecil.

Page 2 of 46 | Total Record : 458