cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
REVIEW PROPERTI OPERATOR MATEMATIKA MORPHOLOGI DALAM PEMROSESAN CITRA Bahri, Zaiful
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Iptek dan Multi Disiplin
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.402 KB)

Abstract

Dalam tulisan ini dibahas mengenai beberapa properties operator matematika morphologi dalam pemrosesan citra , di mana  adalah citra dijital  yang merupakan fungsi intensitas cahaya dua dimensi ,  dan menunjukkan koordinat spasial. Nilai  pada tiap titik menunjukkan tingkat keabuan (gray level) citra pada titik tersebut.   Kata kunci : citra, operator, matematika morphologi, gray level
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PENGAJARAN REAKSI REDOKS Manihar Situmorang, Marudut Sinaga,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.011 KB)

Abstract

Pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada pengajaran reaksi redoks dijelaskan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan bahan ajar berbasis kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada pengajaran reaksi redoks. Tahapan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar melalui pengayaan materi Reaksi redoks, melakukan inovasi melalui integrasi kegiatan kontekstual, melakukan standarisasi, ujicoba bahan ajar hasil pengembangan pada sampel kecil, dan implementasi bahan ajar untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunujukkan bahwa bahan ajar berbasis kontekstual yang standar, inovatif dan interaktif untuk pengajaran resksi redoks telah berhasil dikembangkan. Paket bahan ajar kontekstual mampu meningkatkan kegiatan belajar kimia sehingga penyampaian materi ajar dapat dilakukan dengan mudah, efisien dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Bahan ajar hasil pengembangan mampu memotivasi mahasiswa belajar mandiri menggunakan berbagai sumber belajar  yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Bahan ajar dapat membangun kemampuan berpikir kritis terhadap hubungan materi kuliah dengan kontekstual kehidupan, sehingga kesan pembelajaran lebih lama diingat oleh mahasiswa, dan pada akhirnya dapat meningkatan hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci: Pembelajaran kontekstual, inovasi, kompetensi mahasiswa, Reaksi redoks
EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK PEMBELAJARAN GEOMETRI Husni Sabil, Sofnidar,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Matematika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.264 KB)

Abstract

ABSTRAK Kenyataan di lapangan terlihat bahwa LKS yang digunakan guru dalam proses pembelajaran geometri masih berbentuk LKS konvensional yang kurang bervariasi dan isinya terfokus kepada latihan soal saja. LKS yang digunakan belum berfungsi untuk proses penanaman dan pemahaman konsep. Untuk itu, melalui penelitian ini akan dikembangkan LKS yang berbasis pendekatan scientific untuk pembelajaran geometri di sekolah dasar yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menciptakan inovasi dalam pembuatan LKS untuk pembelajaran geometri di sekolah dasar yang efektif dengan langkah-langkah pengembangan [3]. Struktur LKS nya terdiri dari halaman judul, petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas-tugas dan langkah kerja, serta penilaian. Luaran dari penelitian ini berupa LKS dengan basis pendekatan scientific untuk pembelajaran geometri khususnya untuk kelas III materi bangun datar dan kelas V materi kesebangunan dan simetri yang efektif. Uji coba pemakaiannya dilakukan di SDN 34/I Teratai Kabupaten Batanghari. Luaran ini dapat menjadi referensi bagi guru SD dalam membuat LKS dan melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan sceintific dalam penerapan kurikulum 2013. Berdasarkan hasil pengembangan dan uji coba pemakaian diperoleh bahwa LKS dengan pendekatan scientific untuk pembelajaran geometri yang dihasilkan dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas III maupun kelas V dalam proses pembelajaran dengan pendekatan scientific untuk setiap langkah-langkahnya sudah berkategori baik, serta hasil belajarnya sudah mencapai KKM 81,48 % untuk kelas III dan 77,27 % untuk kelas V. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKS dengan pendekatan scientific untuk pembelajaran geometri yang telah dihasilkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: LKS, pendekatan sceintific, geometri.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN LULUSAN PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA PADA KONSEP/MATERI BIOLOGI ., Reni Marlina
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.351 KB)

Abstract

Salah satu kriteria keberhasilan pembelajaran adalah kualifikasi guru dengan latar belakang pendidikan yang sesuai. Latar belakang pendidikan yang sesuai akan meningkatkan kepercayaan diri seorang guru untuk mengajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan guru biologi dalam menguasai konsep/materi biologi khususnya alumni atau lulusan program studi pendidikan biologi FKIP Universitas Tanjungpura.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk perbaikan proses belajar mengajar di program studi. Berdasarkan data dari penelitian ini, maka dapat diketahui apa saja mata kuliah yang memerlukan penekanan dalam pengajarannya atau memerlukan pembelajaran yang lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru yang telah mengajar di SMP negeri di kalimantan barat. Sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari total SMP yang diperoleh secara acak. Data diperoleh menggunakan angket dengan 37 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi biologi yang masuk dalam kategori tahu sebagian besar dengan persentase paling tinggi (83%) adalah  tingkat keanekaragaman gen, jenis dan ekosistem. Materi yang termasuk dalam kategori tahu sebagian kecil adalah fungsi enzim dalam proses metabolisme dengan rata-rata persentase hanya 17%. Kata kunci: tingkat pengetahuan guru, materi biologi.
KELAYAKAN CHEMISTRY STUDENT WORKSHEET BERORIENTASI SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL (SAVI) PADA MATA KULIAH ENGLISH FOR CHEMISTRY 1 Melati, Husna Amalya
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.288 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan Chemistry Student Worksheet (CSW) pada mata kuliah English for Chemistry 1 telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan CSW. Kelayakan dinilai berdasarkan kriteria isi, penyajian, kesesuaian dengan SAVI, kebahasaan, kegrafikaan dan respon mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R&D) dan desain instruksional 4-D models (Define, Design, Develop, Disseminate), namun hanya dibatasi sampai tahap pengembangan. Lembar validasi dan angket respon mahasiswa digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji coba terbatas dilakukan kepada mahasiswa semester 1 PGMIPA Unggulan Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Tanjungpura. Pengumpulan data menggunakan angket sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSW berorientasi SAVI yang dikembangkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran karena telah memenuhi kelayakan berdasarkan hasil validasi terhadap kriteria isi, penyajian, kesesuaian dengan SAVI, kebahasaan, dan kegrafikaan dengan persentase berturut-turut sebesar 90%, 88%, 84%, 84%, dan 46%. Mahasiswa memberikan respon positif terhadap CSW yang telah dikembangkan. Katakunci: chemistry student worksheet, somatis, auditori, visual, intelektual
FAKTOR GENETIK DAN GAYA HIDUP PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER ETNIS MINANGKABAU Melisa, Elsa Yuniarti, Yuni Ahda, Lili Sumarni,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.977 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri koronaria sehingga distribusi darah dan oksigen ke otot jantung menjadi terhambat. PJK merupakan penyebab kematian nomor lima terbesar di Indonesia. Sumatera Barat merupakan provinsi dengan jumlah penderita PJK paling banyak di antara 34 provinsi lainnya. PJK disebabkan oleh faktor genetik berupa mutasi kromosom. Disamping itu faktor gaya hidup seperti jenis makanan, olah raga dan merokok juga menjadi pemicu kemunculan PJK pada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola pewarisan secara genetik, pola makan dan olah raga penderita PJK etnis Minangkabau. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden adalah seratus orang pasien rawat jalan dan rawat inap PJK di rumah sakit khusus jantung Sumatera Barat dan RSUP M Jamil Padang. Data diperoleh dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PJK diwariskan secara autosomal dominan. Penderita PJK laki-laki lebih banyak dari perempuan. Sembilan puluh sembilan persen responden memiliki pola makan rendah serat dan 56% responden memiliki pola makan tinggi energi. Lima puluh enam persen responden tidak melakukan aktivitas olah raga sebelum menderita PJK, dan 97% responden memiliki riwayat merokok. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kemunculan PJK pada pasien etnis Minangkabau disebabkan faktor genetis yang diwariskan secara dominan autosomal dan didukung oleh gaya hidup yang tidak baik. Kata kunci: penyakit jantung koroner, gaya hidup, dominan autosomal
OPTIMASI AMOBILISASI ENZIM PEKTINASE DARI ASPERGILLUS NIGER MENGGUNAKAN MATRIKS KITOSAN –NATRIUM TRIPOLIFOSFAT DAN PENENTUAN EFISISENSI PENGGUNAANNYA Prasetyawan, Sasangka
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.007 KB)

Abstract

Pektinase adalah enzim yang sangat potensial dalam industri pangan khususnya digunakan dalam proses penjernihan sari buah. Kelemahan penggunaan enzim secara bebas adalah pada umumnya hanya bisa digunakan untuk sekali proses,   sehingga perlu diamobilisasi agar dapat digunakan berulang dan produknya mudah untuk dipisahkan. Pektinase yang telah diisolasi dari Aspergillus niger kemudian dimurnikan dengan menggunakan metoda pengendapan bertingkat menggunakan amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 0-40%,40-80% dan 80-100%. Pektinase diamobilisasi dengan metode penjebakan menggunakan matriks kitosan-natrium tripolifosfat. Pada penelitian ini ditentukan optimasi amobilisasi enzim khususnya pada konsentrasi kitosan optimum, konsentrasi enzim optimum dan efisiensi pemakaian ulang pektinase amobil. Konsentrasi kitosan yang digunakan berkisar antara (1; 1,5; 2; 2,5; 3)% w/v . Untuk menentukan konsentrasi enzim yang teramobilkan, kadar protein enzim ditentukan dengan metoda Biuret dan aktivitas enzim ditentukan dengan metode DNS dengan  menghitung asam galakturonat yang dihasilkan dari hidrolisis pektin sebagai substrat oleh sejumlah enzim per menit. Hasil pemurnian  menunjukan pada fraksinasi 40-80% mempunyai  aktivitas spesifik tertinggi sebesar 155,87 Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kitosan optimum berada pada konsentrasi 2,5% w/v, sedangkan jumlah enzim pektinase optimum  yang teramobilkan sebesar 3,5 mg. Aktifitas enzim pektinase amobil sebesar 49,6 Unit. Efisiensi pektinase amobil menggunakan matriks kitosan-natrium tripolifosfat dapat digunakan sebanyak lima kali pengulangan dengan aktivitas akhir sebesar 26,8 Unit dengan efisiensi enzim amobilnya  sebesar 54,03%. Kata kunci: pektinase amobil, kitosan-natriumtripolifospat,efisiensi
PERFORMA ANALITIK ELKTRODE ENZIM GLUKOSA DEHIDROGENASE FLAVIN ADENIN DINUKLEOTIDA TERIMOBILISASI ZEOLIT TIPE A UNTUK DETEKSI GLUKOSA Dyah Iswantini, Raudhatul Fadhilah, Latifah Kosim Darusman,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Iptek dan Multi Disiplin
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.014 KB)

Abstract

Sensor glukosa telah dikembangkan secara luas untuk mengukur kadar glukosa, baik glukosa  darah maupun glukosa dalam makanan dan minuman. Performa analitik sensor glukosa terus ditingkatkan untuk menghasilkan sensor dengan rentang kerja dan sensitivitas yang semakin baik. Faktor kunci keberhasilan dalam pengembangan sensor glukosa berbasis enzim adalah ketepatan penggunaan teknik dan matriks imobilisasi sehingga eksplorasi material yang dapat digunakan sebagai matriks pengimobilisasi terus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan linearitas dan sensitivitas elektrode enzim glukosa dehidrogenase flavin adenin dinukleotida (GDH-FAD) yang diimobilisasi pada zeolit tipe A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrode enzim GDH-FAD yang diimobilisasi dengan zeolit tipe A menghasilkan linearitas 0.06 mM-10.00 mM. Daerah linear yang dihasilkan cukup sempit jika dibandingkan dengan rentang konsentrasi glukosa darah normal pada manusia yaitu dari 4 sampai 6 mM, sehingga elektrode enzim GDH-FAD dengan zeolit tipe A lebih cocok diaplikasikan dalam makanan dan minuman. Elektrode enzim GDH-FAD menunjukkan sensitivitas yang tinggi yaitu 2,41 µA mM-1, hal ini disebabkan oleh penggunaan dua teknik imobilisasi, yaitu adsorpsi fisik antara enzim dengan zeolit dan penjebakan enzim dalam pasta karbon sehingga transfer elektron menjadi lebih cepat dan efisien.   Katakunci: elektrode enzim, linearitas, sensitivitas, zeolit tipe A
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAKSANAAN PERKULIAHAN PENDIDIKAN GURU MATEMATIKA DAN IPA (PGMIPA) UNGGULAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS RIAU Erviyeni, Betty Holiwarni, Herdini,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.776 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa  terhadap persiapan dan pelaksanaan perkuliahan PGMIPA Unggulan di Program Studi Pendidikan kimia FKIP Universitas Riau. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Pendidikan Kimia, dengan populasi seluruh mahasiswa yang mengikuti Program PGMIPA Unggulan, dan telah mengikuti mata kuliah yang disajikan untuk program tersebut. Seluruh populasi digunakan sebagai sampel (sampel total) yang berjumlah 60 orang, terdiri dari  mahasiswa  angkatan 2011/2012, 2012/2013 dan angkatan 2013/2014 (18, 20 dan 22 orang mahasiswa). Data hasil penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket, dan kemudian dianalisis secara deskriptif,dimulai dengan penskoran angket secara bertingkat, menentukan interval nilai untuk memperoleh kategori nilai, dan menentukan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,66% mahasiswa sudah memahami dengan baik program yang diikutinya, 16,67% cukup, dan 1,67% kurang paham. 86,67% mahasiswa merasakan bahwa program tersebut bermanfaat, 8.33% merasakan cukup, dan 5% mahasiswa merasa kurang bermanfaat. Dari segi keterlaksanaan program, 73,34% mahasiswa menyatakan baik, 15% menyatakan cukup, dan 11,66% menyatakan urang baik, sedangkan dari sisi komitmen dan kemampuan dosen, 53,35% mahasiswa menyatakan baik, 35% kategori cukup, dan 11,67% menyatakan kurang. Kata Kunci : Program PGMIPA Unggulan, Persepsi Mahasiswa
PENENTUAN WAKTU KONTAK DAN pH OPTIMUM PENYERAPAN ZAT WARNA DIRECT YELLOW MENGGUNAKAN ABU TERBANG (FLY ASH) BATUBARA Mayudendi, Sri Hilma Siregar, Hasmalina Nasution,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.67 KB)

Abstract

Abu  terbang  merupakan  limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) hasil pembakaran  bahan  bakar  basis  padat. Zat Pewarna secara luas telah digunakan pada banyak produk industri. Di sisi lain penggunaan bahan pewarna pada industri kian pesat dan menghasilkan limbah cair berwarna yang membahayakan lingkungan. Penyerapan zat pewarna menggunakan adsorben merupakan salah satu tekhnologi yang efektif untuk mengurangi kontaminasi zat pewarna tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari  solusi  kedua  permasalahan  di  atas,  dengan  menjadikan  abu  terbang (fly ash) batubara sebagai adsorben untuk zat warna pada limbah cair.  Penelitian ini mempelajari kemampuan abu terbang batubara sebagai adsorben dalam mengadsorpsi zat warna direct yellow  menggunakan  metode  spektrofotometri  UV-Vis.  Variabel  yang  digunakan  dalam penelitian  ini  adalah  waktu  kontak  30-210  menit,  dan pH  2-11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimum adalah 150 menit dengan persentase adsorpsi 53,07 %, sedangkan nilai  pH  optimum  pada pH  3  persentase adsorpsi 99,49 % . Konsentrasi direct yellow yang teradsorpsi makin menurun seiring dengan menurunnya pH Kata kunci : Abu terbang batubara, direct yellow, adsorpsi.

Page 11 of 29 | Total Record : 283