cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN)
ISSN : 24600741     EISSN : 25489364     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) merupakan peer reviewed journal di bidang informatika. Jurnal ini diterbitkan 3 bulan dalam setahun (April, Agustus, dan Desember) oleh Program Studi Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Sistem Pintar Untuk Anggur (Sipunggur) Pada Kawasan Tropis Berbasis Internet of Things (IoT) Ikhwan Ruslianto; Uray Ristian; Hirzen Hasfani
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.52835

Abstract

Pertanian Greenhouse merupakan salah satu sistem dan media pertanian di dalam ruangan. Sistem ini bertujuan agar lingkungan pertanian bisa dikontrol dan dipantau sesuai dengan parameter kebutuhan tanaman, salah satunya tanaman anggur. Tanaman anggur sangat sulit tumbuh di lahan dan iklim tropis sehingga membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan lingkungan pertumbuhannya. Dengan memanfaatkan sistem dan media pertanian Greenhouse, tanaman anggur dapat ditanam didalamnya dengan menyesuaikan parameter lingkungannya. Parameter pengukuran pertumbuhan anggur meliputi pH air, Kelembaban Tanah, Suhu dan Kelembaban Udara. Pada penelitian ini, parameter ini dibaca menggunakan sensor-sensor yang datanya disimpan ke dalam aplikasi Sipunggur yang berbasis website sehingga data parameter lingkungan tanaman dapat dipantau menggunakan internet. Pada sistem yang dibuat, terlebih dahulu sistem akan mengecek pH air. Jika pH air dibawah 5, maka air harus di treatment terlebih dahulu dengan mengaktifkan pompa air alkali untuk dicampurkan ke wadah air. Setelah pH air naik diatas 5-7, maka air siap digunakan untuk menyiram tanaman. Kemudian, sistem juga akan mengaktifkan pompa penyiraman air jika kelembaban tanah di pot tanaman anggur dibawah 50RH secara terjadwal. Untuk kontrol jadwal penyiraman dan tabel data tanaman dapat dilihat bisa menggunakan aplikasi Sipunggur.
Implementasi Forward Chaining Method untuk Analisis Klasifikasi Mineralogi Batuan Beku Rizqia Lestika Atimi, MT.; Sartika Sartika
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.52374

Abstract

Kabupaten Ketapang dikaruniai potensi besar sumber daya alam di sektor tambang, terutama biji bauksit yang kaya akan kandungan mineral felspar dan alumina. Potensi besar pada sektor pertambangan di Kabupaten Ketapang perlu diimbangi dengan potensialnya sumber daya manusia dalam ilmu petrologi untuk menjaga keberlanjutan sumber tambang baru. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem pendukung pembelajaran yang dapat membantu proses identifikasi jenis batuan beku melalui implementasi forward chaining method untuk klasifikasi minerologi batuan. Forward chaining method adalah algoritma sistem pakar yang menggunakan dan menyajikan data berbasis pengetahuan. Forward chaining method bekerja menggunakan aturan inferensi untuk menemukan antecedent (klausa IF-THEN) yang benar sehingga mesin pengambil keputusan dapat membuat kesimpulan. Dari hasil pengujian blackbox testing diketahui bahwa implementasi forward chaining method pada sistem berhasil mengidentifikasi 13 jenis batuan beku sesuai dengan basis pengetahuan yang dikembangkan. Sistem dievaluasi dengan menggunakan evaluasi usability untuk menilai ketergunaan dan kepuasan pengguna terhadap sistem yang dikembangkan dengan lima indikator penilaian yaitu learnability, memorability, errors, efficiency, dan satisfaction. Hasil evaluasi usability dengan skor rata-rata sebesar 4,3 menunjukkan bahwa sistem berguna sebagai sarana pendukung pembelajaran bagi peserta didik dalam mempelajari dan mengidentifikasi jenis batuan beku. Sistem yang dikembangkan memberikan manfaat, minim kegagalan, dan memberikan kepuasan bagi pengguna.
Klasifikasi Loyalitas Pengguna Sistem E-Learning Menggunakan Net Promoter Score dan Machine Learning Didi Supriyadi; Sisilia Thya Safitri; Rona Nisa Sofia Amriza; Daniel Yeri Kristiyanto
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.49300

Abstract

E-Learning merupakan salah satu produk layanan berbasis teknologi informasi yang dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada perguruan tinggi. Kesuksesan implementasi sistem e-learning tidak lepas dari peran aktif dan kesetiaan pengguna (customer loyalty) untuk memberikan penilaian maupun feedback untuk peningkatan kualitas layanan yang meliputi efektivitas, efisiensi dan kepuasan dari kegunaan e-learning secara terus menerus. Kepuasan pelanggan berdampak positif terhadap retensi pelanggan, hingga pembelian produk atau jasa lanjutan pelanggan dan kepuasan pelanggan dianggap sebagai faktor utama loyalitas pelanggan. Kegunaan e-learning dapat diukur menggunakan kerangka kerja System Usability Scale (SUS). Sedangkan untuk mengetahui tingkat loyalitas pengguna e-learning dapat menggunakan pendekatan Net Promoter Scale (NPS). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan algoritma Decision Trees, Naïve Bayes, dan K-Nearest Neighbor (KNN) untuk klasifikasi tingkat loyalitas pengguna e-learning dengan pendekatan kategori berdasarkan NPS. Dataset terdiri atas 100 data yang berasal dari penilaian kepuasan pengguna dari dosen dan mahasiswa sebagai pengguna e-learning. Dataset dibagi menjadi 80:20 untuk data training dan data testing. Penerapan metode 10-fold cross validation pada pengujian ketiga model algoritma berhasil menghindarkan model dari kondisi underfitting maupun overfitting. Pengujian kinerja dari tiap – tiap model algoritma machine learning menggunakan confusion matrix yang meliputi parameter accuracy, sensitivity, dan precision.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma Decision Trees memiliki tingkat akurasi terbaik yaitu sebesar 95%, diikuti dengan Naïve Bayes dengan tingkat akurasi sebesar 90% dan KNN dengan tingkat akurasi sebesar 85%.
Analisis Quantum Perceptron Untuk Memprediksi Jumlah Pengunjung Ucok Kopi Pematangsiantar Pada Masa Pandemi Covid-19 Solikhun Solikhun; Verdi Yasin
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.52191

Abstract

Quantum perceptron adalah merupakan metode jaringan saraf tiruan yang memadukan antara algoritma perceptron dengan komputasi quantum. Pada penelitian ini, peneliti melakukan analisis quantum perceptron untuk memprediksi jumlah pengunjung pada ucok kopi Pematangsiantar pada masa pandemi Covid-19. Dalam memprediksi jumlah pengunjung pada Ucok Kopi Pematangsiantar, peneliti menggunakan data pengunjung sebelumnya pada masa panedmi Covid-19. Variabel yang digunakan adalah 10 varibel dimulai dari x1 sampai dengan x10. Hasil dari penelitian ini adalah analisis quantum perceptron untuk memprediksi jumlah pengunjung ucok kopi Pematangsiantar.
Analisis Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Kawasan Agrowisata Cicantayan Menggunakan Webqual 4.0 Rizka Namira Nur Az-zahra; Masari Pras Tyo; Fauzi Rahman; Muhammad Zulfikar Sidiq; Rangga Sanjaya
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.51056

Abstract

Kecamatan Cicantayan memiliki potensi agrowisata pedesaan yang ditunjang oleh banyaknya produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat di kawasan wisata tersebut. Digitalisasi informasi dan pengelolaan transaksi digunakan untuk mengoptimalkan aktivitas bisnis kawasan agrowisata di Kecamatan Cicantayan. Sistem informasi kawasan agrowisata Cicantayan dirancang untuk mengeksploitasi informasi terkait potensi wisata dan produk UMKM di Kecamatan Cicantayan. Dengan adanya sistem informasi kawasan agrowisata Cicantayan menyediakan akses informasi terhadap daya tarik kawasan wisata pedesaan, pemesanan tiket wisata, dan transaksi produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat di Kecamatan Cicantayan. Untuk mengukur keberhasilan penerapan sistem informasi kawasan agrowisata Cicantayan, dilakukan analisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction) dengan menggunakan Webqual 4.0. Indikator kualitas layanan yang diukur terdiri dari usability, information quality, dan interaction quality. Kuesioner disebar kepada pengguna aplikasi diantaranya BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), UMKM, dan masyarakat. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik analisis regresi linier berganda menggunakan software SPSS 26. Berdasarkan hasil analisis kepuasan pengguna menggunakan model Webqual 4.0, diperoleh skor usability sebesar 464 dengan persentase 96.12%. Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas kegunaan aplikasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kemudian skor information quality diperoleh sebesar 489 dengan prosentase 93.68%. Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas informasi pada aplikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hasil skor interaction quality diperoleh sebesar 270 dengan prosentase 93.10%. Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas interaksi dalam aplikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna.
Aplikasi Metode Analisis Fraktal dan K-Means Clustering untuk Identifikasi Retinopati Diabetik dan Retinopati Hipertensi menggunakan Citra Fundus Mata Bintoro Siswo Nugroho; Yayuk Susilowati; Nurhasanah Nurhasanah
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.54043

Abstract

Penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi dapat menyebabkan terjadinya kelainan vaskular pada pembuluh darah retina. Kelainan ini menimbulkan pola-pola unik yang muncul pada citra fundus mata dan memberikan ciri pada dimensi fraktal dan lakunaritas citra tersebut. Dalam studi ini, nilai dimensi fraktal dan lakunaritas citra fundus mata ditelaah dan dijadikan sebagai parameter pengelompokan data dengan metode k-means clustering untuk identifikasi penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi. Sebelum analisis dilakukan, citra fundus mata terlebih dahulu melalui tahap preprocessing agar dapat diolah lebih lanjut. Penghitungan dimensi fraktal dilakukan dengan metode box counting dan lakunaritas dihitung dengan metode gliding box. Pengelompokan data dengan metode k-means dilakukan dengan algoritma Lloyd. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki akurasi sebesar 96.67%, dengan 29 identifikasi benar dari 30 data masukan yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan prospektif untuk diaplikasikan dalam identifikasi penyakit retinopati diabetik dan retinopati hipertensi.
Sistem Monitoring Smart Greenhouse pada Lahan Terbatas Berbasis Internet of Things (IoT) Uray Ristian; Ikhwan Ruslianto; Kartika Sari
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.52770

Abstract

Beberapa faktor lingkungan yang sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan kesuburan tanaman adalah Faktor suhu, air, kelembapan tanah, kelembapan udara, dan cahaya. Pengembangan metode bercocok tanam cerdas semakin luas didukung dengan teknologi Greenhouse yang mana kondisi iklim bercocok tanam dapat direkayasa. Tidak menutup kemungkinan bahwa tanaman yang tidak cocok ditanam di Indonesia dapat di tanam didalam Greenhouse. Untuk itulah dikembangkan sebuah sistem “Rancang Bangun Smart Greenhouse berbasis IoT (Internet of Things)” berbasis agroteknologi. Sistem Monitoring Smart Greenhouse berhasil diimplementasikan dengan membaca kondisi Suhu, pH Tanah, Kelembaban Tanah dan Udara, dan data tersebut dikirimkan ke server untuk ditampilkan ke pengguna sistem. Data yang diperoleh dari Smart Greenhouse diolah menggunakan operator logika untuk mengendalikan perangkat-perangkat outputan didalam Smart Greenhouse yaitu Lampu, Kipas Masukan, Kipas Keluaran, Mist Maker dan Pompa Air. Sistem ini dapat memudahkan pengguna untuk memonitoring dan mengendalikan suhu, air, kelembapan tanah, kelembapan udara, dan cahaya didalam Smart Greenhouse yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Aplikasi untuk Mengukur Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong Berdasarkan Conception Rate Lilik Sumaryanti; Nurcholis Nurcholis; Syetiel Maya Salamony
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.49970

Abstract

Perwujudan komitmen pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi potong sebagai target untuk kecukupan konsumsi daging nasional dilakukan melalui Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dengan melaksanakan program Inseminasi Buatan (IB). Namun tidak tersedianya informasi mengenai kegiatan pelaksanaan IB pada ternak milik masyarakat dan data kelahiran ternak, serta pelaporan data akseptor, mengakibatkan program tersebut belum terlaksana secara optimal. Perekaman data ternak sapi indukan serta pelaksanan kegiatan IB menggunakan aplikasi berbasis komputer, dapat menyediakan informasi yang akurat untuk mengukur tingkat keberhasilan program inseminasi buatan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan bagi pihak pengambil keputusan yakni pemerintah guna menyusun program SIWAB yang berkelanjutan. Aplikasi untuk mengukur tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong  berdasarkan variable conception rate, yang menggunakan data pelayanan IB, data kebuntingan dan data kelahiran ternak. Tingkat keberhasilan IB berdasarkan analisis yang dilakukan dari beberapa daerah di Kabupaten Merauke berdasarkan  variabel conception rate (CR) menunjukkan bahwa data yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan IB yakni jumlah sapi yang di B dan jumlah sapi bunting saling berkorelasi, dengan nilai CR tertinggi 78,48 % pada distrik Jagebob,  dan terendah di distrik Merauke  27,27 %.
Optimasi Sistem Pelabelan Topik Skripsi menggunakan Algoritma Naive Bayes dengan Pendekatan Design Thinking Mochammad Bagus Priyantono; Maftuh Ahnan; Muhammad Adhitya Widhianto; Didik Dwi Prasetyo
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i1.50702

Abstract

Tidak adanya sistem mengenai pelabelan topik skripsi tentunya membuat mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengajukan sebuah judul penelitian skripsi. Seperti halnya pada Jurusan Teknik Elektro UM yang menetapkan beberapa topik skripsi dimana hal ini dapat menjadi kendala bagi mahasiswa dalam menentukan topik skripsi. Penelitian ini bertujuan dalam memudahkan mahasiswa pada pengajuan judul skripsi dengan memberi pelabelan pada topik skripsi melalui perhitungan klasifikasi teks. Metode klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini yakni menggunakan algoritma Naive Bayes dimana penentuan klasifikasi terlebih dahulu dilakukan proses text mining. Selain itu proses perancangan sistem menggunakan metode Design Thinking. Penggunaan Design Thinking lantaran untuk mengoptimalkan sebuah program sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini diperoleh akurasi sebesar 87.5%, presisi 93% dan recall 83%. Selain itu pada pendekatan Design Thinking diperoleh hasil 90% mahasiswa menyatakan pembuatan program telah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasannya perancangan sistem pelabelan skripsi ini telah sesuai dengan rencana yang diharapkan, selain itu dengan adanya program ini tentunya akan memudahkan mahasiswa dalam menentukan topik skripsi.
Penentuan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Partisipatif untuk Keselamatan Masyarakat di Radius Zona Perencanaan Kedaruratan Nuklir Kalimantan Barat Berbasis Spasial Muhammad Azhar Irwansyah; Yarlina Yacoub; Metasari Kartika; Bintoro Bagus Purmono; Romi Suradi; Sunarko Sunarko; Siti Alimah; Euis Etty Alhakim
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i1.63664

Abstract

Rencana PLTN skala komersial dihadirkan sebagai salah satu solusi dalam menyediakan pasokan energi listrik. Berdasar perjanjian kerjasama antara Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) BATAN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tentang Kajian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, wilayah pesisir Kalimantan Barat telah dikaji potensinya sebagai calon tapak PLTN. Survei titik nol yang dilakukan atas permintaan BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat memperoleh lokasi calon tapak untuk prototipe PLTN di Pantai Gosong, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Setiap tahapan pelaksanaan pembangunan, pengoperasian dan dekomisioning PLTN harus berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sasaran utama dalam evaluasi tapak untuk PLTN adalah keselamatan nuklir untuk memproteksi publik dan lingkungan dari dampak pelepasan radioaktif pada kondisi operasi normal maupun kecelakaan mealui evaluasi resiko. Salah satu persyaratan adalah evaluasi risiko terhadap anggota masyarakat dan kelayakan penerapan program kesiapsiagaan nuklir dari tapak dan wilayah sekitarnya sehingga jaluar evakukasi perlu direncanakan. Penelitian ini menggunakan metode skoring dan pembobotan dengan verifikasi melalui Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk menentukan Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Dari hasil perhitungan dan verifikasi didapatkan hasil 15 titik toponimi yang dapat dijadikan lokasi TES dan 2 titik toponimi yang dapat dijadikan lokasi TEA.