cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Kebun Raya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Kebun Raya adalah publikasi ilmiah resmi dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya - LIPI. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahun, 2 nomor setiap volume, berisi tulisan ilmiah hasil penelitian, ulasan, atau gagasan asli tentang konservasi tumbuhan, biologi tumbuhan, dan pengembangan perkebunrayaan di Indonesia dan daerah tropis lainnya. Penerimaan naskah dan semua proses redaksional di Buletin Kebun Raya tidak dikenakan biaya. The Botanic Gardens Bulletin is the official scientific publication of the Center for Plant Conservation Botanical Gardens - LIPI. The journal is published two times per year, two numbers each volume, containing scientific literature research, review, or original ideas about conservation of plants, plant biology, and development of botanic gardens in Indonesia and other tropical areas.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
PENGEMBANGAN KOLEKSI TUMBUHAN KEBUN RAYA DAERAH DALAM KERANGKA STRATEGI KONSERVASI TUMBUHAN DI INDONESIA Purnomo, Danang Wahyu; Magandhi, Mahat; Kuswantoro, Farid; Risna, Rosniati Apriani; Witono, Joko Ridho
Buletin Kebun Raya Vol 18, No 2 (2015): Buletin Kebun Raya Vol. 18 (2) July 2015
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari kebun raya dunia, Kebun Raya Indonesia (KRI) memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya konservasi tumbuhan yang ada di Indonesia. Hingga tahun 2010, empat kebun raya yang dikelola oleh LIPI hanya mampu mengkonservasi sekitar 21% dari seluruh tumbuhan terancam Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Kebun Raya Daerah (KRD) untuk mengkonservasi tumbuhan pada tiap daerah di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk untuk mengetahui capaian KRD dalam konservasi tumbuhan dan menentukan strategi pengelolaan koleksi tumbuhan tiap daerah. Pada akhir 2012, KRI yang didukung KRD telah berhasil mengoleksi 24% dari tumbuhan terancam Indonesia versi IUCN Red List 2013, dan berhasil membudidayakan 25% termasuk koleksi pembibitan. Beberapa strategi untuk pengembangan koleksi KRD antara lain: penguatan sistem data base koleksi; pengembangan koleksi tumbuhan di setiap KRD dengan mengacu pada IUCN Red List; dan penentuan spesies prioritas untuk konservasi terkait dengan kebijakan dan kondisi alam di Indonesia.Kata kunci: koleksi, kebun raya daerah, IUCN Red List
INDUKSI POLIPLOIDI MENGGUNAKAN KOLKISIN SECARA IN VIVO PADA BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) BLUME) Rahayu, Eka Martha Della; Sukma, Dewi; Syukur, M.; Aziz, Sandra A.; Irawati, Irawati
Buletin Kebun Raya Vol 18, No 1 (2015): Buletin Kebun Raya Vol. 18 (1) January 2015
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi poliploidi pada bibit Phalaenopsis amabilis telah dilakukan menggunakan kolkisin secara in vivo. Induksi poliploidi dilakukan dengan meneteskan kolkisin pada pucuk bibit P. amabilis.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kolkisin yang efektif untuk induksi poliploidi bibit P. amabilis dan  menghasilkan bibit P. amabilis poliploid. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kolkisin. Pucuk bibit P. amabilis ditetesi 0,01 ml kolkisin (0, 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 mg L-1). Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kolkisin dari 1000 sampai 5000 mg L-1 tidak berpengaruh nyata terhadap persentase hidup dan pertumbuhan bibit pada 24 minggu setelah perlakuan (24 MSP). Bibit P. amabilis poliploid dapat dihasilkan pada penetesan kolkisin 1000, 3000, 4000, dan 5000 mg L-1 dengan konsentrasi kolkisin paling efektif adalah 5000 mg L-1. Bibit poliploid memiliki ukuran stomata lebih besar dari bibit diploid sebaliknya kerapatan stomatanya lebih rendah.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN MANGROVE DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT Arinasa, Ida Bagus Ketut
Buletin Kebun Raya Vol 15, No 1 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (1) January 2012
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of mangrove at West Bali National Park has not been reported completely. The exploration was conducted from 12 - 16 June, 2011 from Banyuwedang to Gilimanuk and from Gilimanuk to Sumbersari-Melaya mangrove forests. The result showed that 18 families consist of 21 genera and 28 mangrove species were recorded at West Bali National Park, these are 11,5% of the Indonesian mangroves.
KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS TANAMAN KOLEKSI DI KEBUN RAYA PURWODADI, BALI DAN CIBODAS YANG DISERANG BENALU Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. (LORANTHACEAE) Sunaryo, Sunaryo
Buletin Kebun Raya Vol 13, No 2 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (2) July 2010
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Botanic Garden represents an ecosystem area in which parasitic plants such as mistletoes are also incorporated. Mistletoe of Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. (Loranthaceae) was a parasite of various plants cultivated in Botanic Gardens of Purwodadi, Bali, and Cibodas. The mistletoe attacked 143 host species which included in 48 plant families in those three Botanic Gardens. The most attacked host plants were belong to family Moraceae, especially Ficus spp., following by members of Myrtaceae, especially Syzygium spp. The ability to become parasite of various plants species assured that mistletoe of D. pentandra did not chosen certain host plants. The parasitic study of mistletoe D. pentandra is also reported in this paper.
KEKAYAAN JENIS ANGGREK DI GUNUNG RANAKA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Lugrayasa, N; Undaharta, N K Erosi
Buletin Kebun Raya Vol 10, No 2 (2007): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 10 (2) July 2007
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUMAN INVOLVEMENT AND BIODIVERSITY CONSERVATION IN INDONESIA Walujo, Eko Baroto
Buletin Kebun Raya Vol 14, No 1 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (1) January 2011
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah kehidupan menunjukkan bahwa mikroba memprakarsai munculnya kehidupan, yang kemudian diikuti oleh tanaman berhijau daun, hewan dan manusia. Meskipun manusia sebenarnya muncul setelah bentuk­bentuk kehidupan lainnya, namun pada kenyataannya, manusia telah mengalami evolusi sebagai makluk yang paling sempurna. Karena evolusi seperti itu, manusia dapat mengembangkan peradaban sehingga mampu mengubah gaya hidupnya. Dalam hal ini, teori adaptasi dan integrasi menjadi penting dalam menjaga stabilitas hubungan antara organisme satu dengan lainnya dalam sebuah ekosistem. Dengan demikian, ekosistem dengan segala relung dan isinya adalah realitas yang dinamis dan terus menerus berubah. Dalam artikel ini akan diuraikan dan dijelaskan hubungan keterkaitan antara kebudayaan di Indonesia dalam konteks konservasi sumberdaya alam dalam studi ekologi manusia (human ecology).
CYTOLOGICAL OBSERVATIONS ON FERN GENUS Pteris IN THE BOGOR BOTANIC GARDENS Praptosuwiryo, Titien Ngatinem; Darnaedi, Dedy
Buletin Kebun Raya Vol 11, No 2 (2008): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 11 (2) July 2008
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan sitologi dan kromosom somatik dilakukan pada 23 individu dari enam jenis tumbuhan paku genus Pteris (Pteridaceae) yang tumbuh meliar di Kebun Raya Bogor. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah kromosom dasar pada keenam jenis Pteris yang diamati konsisten, yaitu x = 29. Ras diploid dengan 2n = 58 ditemukan pada P. biaurita, P. fauriei dan P. tripartita. Ras triploid dengan 2n = 87 terdapat pada P. fauriei dan P. multifida. Sedangkan ras tetraploid dengan 2n = 116 ditemukan pada P. ensiformis, P. tripartita, dan P. vittata. Informasi tentang P. tripartita ras diploid dan P. multifida ras triploid dilaporkan pertama kali untuk kawasan Malesia. Sedangkan informasi kromosom P. fauriei, P. multifida, dan P. vittata merupakan catatan sitologi baru untuk Pulau Jawa. Jenis-jenis yang memiliki lebih dari satu sitotipe diamati morfologinya dan dibahas secara singkat.
STUDI POPULASI Dinochloa sepang, BAMBU ENDEMIK BALI Arinasa, Ida Bagus Ketut
Buletin Kebun Raya Vol 17, No 1 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (1) January 2014
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu alas adalah salah satu jenis bambu endemik, tumbuh di hutan alam Sepang, Bali, dimana bambu ini di habitat alaminya sangat terdesak saat ini. Bambu yang berperawakan merambat ini direkomendasi sebagai jenis bambu endemik baru dengan nama Dinochloa sepang Widjaja & Astuti, dimana populasinya belum pernah dilaporkan. Penelitian dengan metode plot dilakukan pada kawasan seluas satu ha yang terdiri atas 10 sub plot, masing-masing dengan ukuran 50 m x 20 m telah dibuat untuk menentukan populasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi Dinochloa sepang adalah sebanyak 360 batang (45 rumpun) per ha termasuk permudaan alaminya yang menghasilkan rebung sangat sedikit hanya 32 batang per ha. Terdapat 75 batang yang ditebang, melebihi jumlah rebung sebanyak 72 batang per ha. Deskripsi morfologi bambu Dinochloa sepang juga dibahas dalam naskah ini.
VARIASI SERAPAN KARBONDIOKSIDA (CO2) JENIS-JENIS POHON DI “ECOPARK”, CIBINONG DAN KAITANNYA DENGAN POTENSI MITIGASI GAS RUMAH KACA Hidayati, Nuril; Mansur, M.; Juhaeti, Titi
Buletin Kebun Raya Vol 16, No 1 (2013): Buletin Kebun Raya Vol. 16 (1) January 2013
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to assess the contribution of biological diversity in CO2 absorption by analyzing the physiological characteristics (CO2 absorption, transpiration, stomatal conductance, leaf chlorophyll content) of tree species in a conservation area of “Ecopark”, Cibinong. The results were meant to provide information on CO2 absorption of some tree species suitable for revegetation. The results showed that there was a wide range of variation of CO2 assimilation rate among tree species. The overall CO2 assimilation rate ranged from 2.86 to 16.45  µmolm-2s-1. The highest CO2 absorption was Pometia pinnata (16.45  molm-2s-1), followed by Garcinia xanthochymus (11.40 µmolm-2s-1), Syzygium polyanthum (10.99 µmolm-2s-1), Syzygium polycepaliodes (10.89 µmolm-2s-1), and Palaquium obtusifolium (10.41 µmolm-2s-1). Transpiration rate was recorded between  1.29 mmolm-2s-1 (Maniltoa grandiflora)  and 7.85 mmolm-2s-1 (Euphoria longan). The rate of CO2 assimilation was affected by solar radiation and thus the quantum leaf (Q leaf), stomatal conductance, as well as leaf chlorophyll content. Trees species that have characteristics of high CO2 absortion and efficient in maintaining water balance (low transpiration rate), are suitable for green house gas mitigation.  
DISTRIBUSI DAN PROFIL VEGETASI LAURACEAE DI HUTAN WORNOJIWO CIBODAS Junaedi, Decky Indrawan; Gumilang, Anggun Ratna
Buletin Kebun Raya Vol 12, No 2 (2009): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 12 (2) July 2009
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on distribution and vegetation profile of Lauraceae family was conducted in Wornojiwo remnant forest that located inside Cibodas Botanic Garden. Total of 174 plots (10 m to 10 m each) were set and Lauraceae trees with more than 10 cm dbh were recorded. Vegetation analysis for Lauraceae was conducted. Based on the observation, 7 trees of 6 species of Lauraceae was recorded in the forest, i.e. Cryptocarya ferrea, Cinnamomum cassia, Litsea mappacea, Persea rimosa, Persea excelsa and Phoebe grandis. Most of the canopy trees were located in the top layer (layer 4 and 3).

Filter by Year

2007 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2015): Buletin Kebun Raya Vol. 18 (2) July 2015 Vol 18, No 1 (2015): Buletin Kebun Raya Vol. 18 (1) January 2015 Vol 17, No 2 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (2) July 2014 Vol 17, No 1 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (1) Januari 2014 Vol 17, No 1 (2014): Buletin Kebun Raya Vol. 17 (1) January 2014 Vol 16, No 2 (2013): Buletin Kebun Raya Vol. 16 (2) Juli 2013 Vol 16, No 2 (2013): Buletin Kebun Raya Vol. 16 (2) July 2013 Vol 16, No 1 (2013): Buletin Kebun Raya Vol. 16 (1) January 2013 Vol 16, No 1 (2013): Buletin Kebun Raya Vol. 16 (1) Januari 2013 Vol 15, No 2 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (2) July 2012 Vol 15, No 2 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (2) Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (1) January 2012 Vol 15, No 1 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (1) Januari 2012 Vol 14, No 2 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (2) July 2011 Vol 14, No 2 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (2) Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (1) January 2011 Vol 14, No 1 (2011): Buletin Kebun Raya Vol. 14 (1) Januari 2011 Vol 13, No 2 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (2) Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (2) July 2010 Vol 13, No 1 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (1) Januari 2010 Vol 13, No 1 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (1) January 2010 Vol 12, No 2 (2009): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 12 (2) July 2009 Vol 12, No 2 (2009): Buletin Kebun Raya Vol. 12 (2) Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Buletin Kebun Raya Vol. 12 (1) Januari 2009 Vol 12, No 1 (2009): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 12 (1) January 2009 Vol 11, No 2 (2008): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 11 (2) July 2008 Vol 11, No 2 (2008): Buletin Kebun Raya Vol. 11 (2) Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Buletin Kebun Raya Vol. 11 (1) Januari 2008 Vol 11, No 1 (2008): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 11 (1) January 2008 Vol 10, No 2 (2007): Buletin Kebun Raya Vol. 10 (2) Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Buletin Kebun Raya Indonesia Vol. 10 (2) July 2007 More Issue