cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
Pelatihan Zadul Ma’ad (Bekal Ke Akherat) Untuk Mengurang Kecemasan Menghadapi Kematian Bagi Lansia Wulandari, Dyah Astorini
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal kepada lansia dalam menghadapi kematian melalui pelatihan zadul ma’ad (bekal ke akherat). Usia lanjut merupakan fase terakhir dalam tahap perkembangan manusia. Salah satu permasalahan yang dihadapi lansia adalah perasaan cemas atau takut menghadapi kematian. Beberapa sebab lansia merasa cemas menghadapi kematian antara lain khawatir dengan keadaan keluarga yang ditinggalkan, ibadah kurang karena banyak dosa atau kesalahan yang diperbuat, takut pada proses menjelang ajal dan kehidupan setelah mati, serta takut menderita sakit yang lama dan mati dalam keadaan sendirian tanpa seorangpun yang tahu. Salah satu upaya yang perlu dilakukan lansia untuk mengurangi kecemasan menghadapi kematian adalah dengan mempersiapkan dan membekali diri dalam menghadapi kematian dengan kegiatan keagamaan.  Metode dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah lansia berjumlah 65 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah model pembinaan keagamaan zadul ma’ad (bekal ke akherat) yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu : (1) appersepsi (mengulang pembinaan sebelumnya dan memberi rangsangan pembinaan selanjutnya); (2) Sharing pengalaman dan permasalahan; (3) Tanggapan terhadap pengalaman dan permasalahan; (4) Pembinaan keagamaan zadul ma’ad bagi lansia  dengan memberikan materi pembinaan yang meliputi aqidah, ibadah dan akhlaq; (5) Pengulangan terhadap pembinaan keagamaan  zadul ma’ad; (6) Refleksi pembinaan keagamaan zadul ma’ad, (7) Penekanan pembinaan zadul ma’ad agar dapat dipraktekkan  dalam kehidupan keseharian lansia  dan yang terakhir dan (8) Tindak lanjut dari pembinaan keagamaan zadul ma’adKata kunci : lanjut usia, kecemasan menghadapi kematian, zadul ma’ad
Internalisasi Karakter Sosial Melalui Budaya Sekolah
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan proses internalisasi karakter sosial anak melalui budaya sekolah di  Taman kanak-kanak berbasis Islam di Purwokerto. 2) Mengkaji faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat proses internalisasi karakter sosial anak melalui budaya sekolah di  Taman kanak-kanak berbasis Islam di Purwokerto. Informan primer adalah guru di TK Harapan Bunda di Purwokerto Timur, TK Diponegoro 16 di Purwokerto Selatan, TK Aisyiyah 14 di Purwokerto barat dan TK Al Fattah di Purwokerto Utara.  Metode pengumpulan data menggunakan obervasi dan wawancara  dengan instrumen berupa panduan observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan analisis model interaktif.  Hasil penelitian menunjukkan : 1) Karakter sosial yang dikembangkan di TK adalah  karakter kerjasama, karakter komunikasi, karakter hormat menghormati, karakter peduli, dan karakter kepatuhan.  2) Pengembangan karakter di TK lebih ke arah dimensi moral feeling. 3) Proses internalisasi karakter sosial di TK dimulai dengan internalisasi karakter sosial ke dalam visi misi sekolah. Implikasi budaya sekolah tampak dalam pendekatan ke siswa, pengelolaan kelas, interaksi sosial di sekolah, penerapan peraturan sekolah dan  hubungan antara sekolah dengan orangtua. Pendekatan yang digunakan dalam pendidikan karakter di TK adalah behavior action. 4) Faktor pendukung internalisasi karakter sosial di TK adalah :visi misi sudah bermuatan karakter, pengalaman mengajar guru diatas 10 tahun, ada hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua. 5) Faktor penghambat internalisasi karakter sosial di TK adalah masih terbatasnya sarana dan prasarana dan media bermain anak. Kata Kunci : Internalisasi, Karakter Sosial, Taman Kanak-kanak.
Peningkatan Mutu Dan Pengelolaan Usaha Pada Kelompok Pengrajin Jamu Tradisional Slamet, Agus; Budiantara, Muhammad
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta adalah pusat produksi  jamu traditional. Para pengrajin bergabung dalam kelompok usaha bersama “Jati Husada Mulya”. Jumlah anggota  sekitar 29 orang.  Para pengrajin jamu tradisional bertindak sebagai produsen dan sekaligus penjual. Jamu yang diproduksi di sana dua jenis yaitu cair dan bubuk (instan). Jamu cair yang dihasilkan antara lain: kunir asam, beras kencur, temu lawak, uyup-uyup, cabe puyang, pahitan, kunci suruh dan kudu laos. Jenis jamu instan yang diproduksi antara lain: jahe, kunir putih, secang dan  temu lawak. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan praktek kemasan dan pengolahan serta konseling tentang  cara produksi jamu cair dan instan yang baik, sanitasi, keamanan pangan, bahan tambahan  pangadan   teknologi pengemasan. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan mutu jamu tradisional, sehingga konsumen jamu aman dari masalah kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kualitas kemasan jamu tradisional berbentuk cair yang lebih baik dilihat dari  jenis bahan kemasan dan labeling kemasan dengan stiker. Kualitas kemasan jamu tradisional instan lebih baik dilihat dari ketebalan plastik yang digunakan, cara penutupan dari plastik dan label dengan stiker.  Hasil penerapan Ipteks ini dapat meningkatkan kualitas produk dan menambah pengetahuan  keterampilan  para  pengrajin jamu tradisional “Jati Husada Mulya” di Desa Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta.Kata kunci : kemasan, kualitas, jamu tradisional
Analisis Efektivitas Pemberian Pinjaman Program Pembiayaan UMKM Oleh Koperasi Di Jepara (Studi Kasus UJKS Mitra Usaha Jepara) Ismanto, Hadi; Diman, Tohir
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara berkembang yang ekonominya sebagian besar didukung oleh usaha kecil dan keterbatasan kemampuan masyarakat Indonesia dalam mendirikan dan mengelola kegiatan usaha memimpin bisnis yang membentuk mayoritas di negeri ini usaha mikro, kecil dan menengah sering disingkat UKM. Perkembangan dan  kemajuan UKM sangat ditentukan oleh pemangku kepentingan UKM sendiri, tetapi dukungan dari pihak eksternal masih memainkan peran penting karena terbatasnya kapasitas dan kemampuan faktor-faktor lain yang mempengaruhi eksistensi dan kontinuitas. Faktor eksternal dukungan seperti salah satu dari Program Pendanaan oleh UJKS, namun seperti masalah lain yang dialami oleh Program Lembaga pembiayaan dari peminjam (sebagai penerima Program Pembiayaan) tidak selalu mulus. Banyak kasus penghambatan Program Pembiayaan pembayaran seperti pembayaran angsuran tunggakan bahkan kemacetan Program Pembiayaan. Hal ini menyebabkan perlunya penelitian untuk menentukan penyebab non-performing loan UJKS Program Pembiayaan yang diharapkan untuk menyusun strategi yang lebih baik dalam memilih calon peminjam kredit nomor begitu buruk bisa ditekan. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengembalian pinjaman adalah: 1) karakteristik pribadi terdiri dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan dalam keluarga. 2) Karakteristik omset terdiri dari upaya panjang dan usaha. 3) Karakteristik pinjaman termasuk nilai langit-langit, payback period dan frekuensi pinjaman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM yang menjadi Peminjam (peminjam) Program pembiayaan UJKS Mitra Bisnis dan masih cukup aktif sampai November 2013, dan telah memperoleh fasilitas pembiayaan untuk setidaknya enam bulan berjalan. Jumlah anggota populasi ini sebanyak 157 debitur dibagi menjadi dua sub-populasi, yaitu peminjam dengan performing loan sebanyak 121 orang dan peminjam dengan non-performing loan sebanyak 36 orang. Olahan dan analisis bahwa faktor yang mempengaruhi relevansi nyata nyata dan harus tingkat pengembalian pinjaman (performing loan atau non-performing loan) adalah perputaran bisnis, bisnis lama dan nilai batas kredit. Ketiga variabel prediktor memiliki pengaruh positif dan hubungan dengan tingkat pembayaran. Artinya, semakin tinggi omset bisnis, semakin lama bisnis telah berjalan dan semakin besar nilai batas pinjaman peluang dan tren untuk dapat membayar kembali (kredit bermasalah) pinjaman yang lebih tinggi dan sebaliknya. Hal ini dapat dipertimbangkan untuk UJKS-Kop dalam menjalankan program sehingga menjadi pembiayaan yang lebih efektif.Kata kunci: UMKM, UJKS, Program Pendanaan, kredit bermasalah, dan non-performing loan..
Peran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membentuk Sikap Nasionalisme Siswa SMP Muhammadiyah Purwokerto Sadeli, Ely Hasan; Makmur, Banani
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembentukan sikap nasionalisme siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PKn, siswa dan kepala SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa; Pertama, Pendidikan kewarganegaraan yang difokuskan pada materi yang bermuatan nilai-nilai nasionalisme, serta didukung oleh adanya aktifitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler secara langsung telah mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa nasionalisme pada diri siswa. Kedua, Keterbatasan sumber belajar, siswa yang kebanyakan masih pasif serta sarana dan prasarana yang kurang memadai, menjadikan pembentukkan nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran PKn menjadi kurang efektif. Ketiga, Pemilihan komponen pembelajaran bervariatif yang dilakukan guru PKn, didukung dengan kegiatan upacara bendera, pramuka, kompetisi olahraga serta acara kesenian daerah yang merupakan stimulus dalam membentuk sikap nasionalisme pada diri siswa. Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Nasionalisme
Pengembangan Masyarakat Madani Berbasis Kearifan Lokal Santosa, Imam
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan masyarakat madani berbasis kearifan lokal seyogyanya tidak lagi ditempatkan sebagai slogan dan retorika semata. Akan tetapi, sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait. Solidaritas sosial yang makin melemah hingga melahirkan ketergantungan berlebihan pada produk dan jasa dari luar sistem kemasyarakatan termasuk persoalan kompleks yang berpotensi merintangi pencapaian kemandirian masyarakat baik pada dimensi sosial budaya, ekonomi, politik, lingkungan, ilmu pengetahuan maupun  teknologi. Eksploitasi sumberdaya lokal yang berlebihan akibat perilaku menerabas disertai  pemudaran nilai kearifan lokal oleh tekanan kekuatan arus globalisasi pada gilirannya menghimpit masyarakat yang kian tak berdaya kehilangan identitas dan jati diri sebagai anak bangsa yang beradab dan berakhlak mulia.  Kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan berlarut karena mengancam kerawanan nasional. Seluruh pemangku kepentingan sudah saatnya memberikan kontribusi nyata untuk memperkuat terciptanya masyarakat madani yang berbasis kearifan lokal.  Upaya ini tentu potensial dapat dilakukan melalui optimalisasi penguatan sejumlah elemen substantif yang membingkai masyarakat madani berkearifan lokal dalam menghadapi era globalisasi. Proses pengembangan masyarakat madani berbasis kearifan lokal perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memenuhi berbagai prasyarat pendukung secara alami.Kata Kunci:  pengembangan, masyarakat madani dan kearifan lokal
Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus Di SMP Negeri 2 Purwokerto Dan SMP Negeri 1 Baturaden Kabupaten Banyumas) Praptanti, Isnaeni; Noorliana, Mrs
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kualitatif pengajaran Bahasa Indonesia di SMP berdasarkan kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sumber data yang digunakan meliputi arsip atau dokumen, informan atau narasumber, tempat dan peristiwa atau aktivitas berupa proses belajar mengajar bahasa Indonesia di SMP. Sumber data ini akan memberikan informasi riil atau nyata tentang implementasi kurikulum 2013 bahasa Indonesia pada sekolah tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen kurikulum belum lengkap terutama silabus dan buku pegangan guru dan siswa, pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya dapat berjalan dengan baik, penilaian pada kurikulum 2013 yang terlalu rumit dan kompleks. Dalam  mengimplementasikan kurikulum 2013 pada dasarnya sudah baik meskipun ruhnya belum tampak, aktivitas siswa belum sepenuhnya aktif, pada aspek pola pikir, pola mengajar guru belum banyak berubah dari deduktif ke induktif, aktivitas siswa harus dibangun seperti: mengamati gejala atau kondisi lingkungan, aktif menanyakan hal yang diamati, mencoba suatu kegiatan, mengasosiasikan dan menyimpulkan dari apa yang diamati. Kata Kunci: Kurikulum 2013; Mata Pelajaran Bahasa Indonesia; Sekolah                            Menengah Pertama      
Penerapan Pembelajaran Smart (Sederhana Mudah Aktif Receptive dan Tepat) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Sistem Persamaan Linear bagi Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Kemranjen neni, Sri
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar matematika materi sistem persamaan linear dua variabel bagi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Kemranjen melalui penerapan pembelajaran SMART (Sederhana Mudah Aktif Receptive dan Tepat). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil subyek penelitian seluruh siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Kemranjen Kebupaten Banyumas yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 11 siswa putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Pada masing-masing siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan perenungan/refleksi (reflekting). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel pembelajaran SMART (variabel tindakan) dan variabel prestasi belajar (variabel masalah). Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan teknik tes dan pengamatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif dan deskriptif kualitatif yang dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan dalam prestasi belajar dari kondisi awal 69,8 meningkat menjadi 76,8 pada siklus I dan pada siklus II menjadi 82,9. Dari kondisi awal sampai kondisi akhir terjadi peningkatan sebasar 13,1 %. Pada nilai tugas siklus I 77,4 dan siklus II 88,4 terjadi peningkatan sebesar 11 %. serta performance siswa pada siklus I rata-rata 75 menjadi 81,78 pada siklus II ada peningkatan sebesar 6,8 %. Dengan melihat hasil tersebut dapat dinyatakan melalui penerapan pembelajaran SMART dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi sistem persamaan  linear  dua variabel (SPLDV) bagi  siswa  kelas  VIII A SMP Negeri 2 Kemranjen.Kata Kunci : Pembelajaran SMART, prestasi belajar matematika, penelitian tindakan kelas
Analisis Perencanaan Pembangunan Daerah Pesisir Pantai Dengan Pendekatan Sistem Lunak (Soft Systems Methodology) Palentin, Ayu; Prabowo, Sana; Zaenudin, Arif
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan perencanaan strategis pembangunan daerah pesisir pantai sementara ini belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat walaupun sudah merujuk UU No. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Hakikatnya perencanaan pembangunan meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, dan struktur sosial masyarakat. Prinsip perencanaan Nasional menggunakan pendekatan perencanaan bottom-up sehingga diwajibkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan. Namun walaupun sudah terbuka ruang untuk berpartisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, tidak dapat menyelesaikan permasalahan mengenai kesejahteraan masyarakat daerah pesisir pantai. Mewujudkan prinsip suitainaible development (pembangunan berkelanjutan) merupakan tujuan perencanaan, sehingga dimungkinkan permasalahan mengenai kesejahteraan masyarakat dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan daerah pesisir pantai Kota Tegal menggunakan metode soft system methodology. Pendekatan soft systems methodology mengelompokan kompleksitas tersebut dalam tiga tahap. Strukturisasi permasalahan, mendefinisikan sistem permasalahan dan mendefinisikan sistem permasalahan dan membangun model konseptual.Kata Kunci : Soft System Methodology, Perencanaan Pembangunan, Daerah Pesisir Pantai
Pemberian Ekstrak Rumput Laut untuk Meningkatkan Imunitas Udang Purbomatono, Cahyono; Husein, Arief
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas andalan dibidang perikanan. Dalam usaha budidaya maupun pembenihan, umumnya terdapat beberapa kendala yang dapat mempengaruhi produktivitasnya. Biasanya penyakit menjadi kendala utama dan parameter patologis menjadi indikatornya. Namun parameter kesehatan udang jarang dilakukan pengamatan pada saat udang sehat. Terdapat beberapa indicator yang dapat  menjadi petunjuk kesehatan udang yaitu melalui pemeriksaan hemositnya (sel darah udang). Penelitian ini menggunakan ekstrak rumput laut untuk mengetahui pengaruhnya terhapat profi hemosit. Rumput laut diambil dari Kabupaten Brebes. Hasil pemeriksaan mikroskopis hemosit terhadap pemberian ekstrak rumput laut masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 20% memberikan gambaran diameter dan granulasi yang berbeda diantara perlakuan maupun terhadap kontrol. Baik kontrol maupun perlakuan memberikan hasil sintasan yang baik karena nilai sintasanya diatas 70%.     Kata kunci: udang, ekstrak rumput laut, profil hemosit dan sintasan

Page 10 of 26 | Total Record : 255