cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
Efektifitas Solarisasi Tanah Terhadap Penekanan Perkembangan Jamur Fusarium Pada Lahan Tanaman Pisang Yang Terinfeksi Shofiyani, Anis; Budi, Gayuh Prasetyo
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perlakuan solarisasi terhadap penekanan perkembangan jamur Fusarium pada  lahan tanaman pisang mas yang terinfeksi di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas.  Penelitian dilaksanakan dilahan endemi penyakit layu Fussarium yang berlokasi di Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Dengan  ketinggian tempat 175-200 m diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Terbagi dengan faktor perlakuan tunggal yaitu  perlakuan solarisasi yang terdiri dari perlakuan solarisasi dengan plastik transparn dan tanpa solarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan solarisasi tanah yang diberikan dimungkinkan berpengaruh dalam penghambatan perkembangan penyakit layu Fussarium pada bibit tanaman pisang mas selama penelitian, terbukti belum munculnya gejala serangan penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang  hingga akhir pengamatan.   Perlakuan solarisasi menyebabkan terjadinya peningkatan suhu tanah hingga 45,8 oC dengan kisaran  suhu permukan tanah pada waktu pengamatan pukul 12.00 yaitu berkisar antara  39,5 oC – 45,8 oC dengan lama perlakuan selama 8 minggu. Sedangkan rerata suhu harian tertinggi mencapai 35,45 oC dengan kisaran rerata suhu harian pada permukaan tanah antara 32,13 oC – 35,45 oC, terbukti mampu meningkatkan suhu permukan tanah hingga 8,8 oC dibandingkan tanpa perlakun solarisasi dan berdampak pada penurunan jumlah populasi Fussarium di permukaan tanah hingga mencapai 53,61 %, sedangkan tanpa solarisasi penuruan populasi Fussarium sebesar 22,33 %. Key word : Solarisasi, tanaman pisang mas , lahan terinfeksi Fusarium
Kajian Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Beton Ringan Juanita, Mrs; Anjarwati, Sulfah
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyumas sebagai penghasil gula kelapa mempunyai banyak limbah tempurung kelapa yang dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu pemanfaatannya yaitu digunakan sebagai bahan alternatif beton ringan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah tempurung kelapa bisa digunakan untuk beton ringan dan seberapa kuat tekan serta berat jenis beton. Sampel yang digunakan menggunakan proporsi tempurung kelapa sebagai pengganti agregat kasar sebesar 0%, 8%, 25%, 50%, 75% dan 100% dengan kuat tekan rencana 17 Mpa. Hasil penelitian yang diperoleh dengan faktor air semen 0,6 dan nilai slump 10 serta ukuran agregat kasar maksimal 4 cm diperoleh hasil : Berat jenis beton normal 2350,03 kg/m3, 8 % tempurung kelapa 2202,52 kg/m3 masuk kedalam jenis beton normal. Berat jenis beton dengan proporsi 25 % adalah 2017,92 kg/m3 bukan termasuk beton ringan. Berat jenis beton dengan proporsi 50 %, 75 % dan 100% tempurung kelapa masing-masing 1654,40 kg/m3; 1297,17 kg/m3; 1118,3 kg/m3 termasuk beton ringan, Kuat tekan beton normal sesuai dengan kuat tekan rencana 17 Mpa, proporsi 8% kuat tekan 15,776 Mpa, proporsi 25 % kuat tekan 7,32 Mpa, proporsi 50% kuat tekan 2,801 Mpa, proporsi 75 % kuat tekan 0,442 Mpa dan proporsi 100% kuat tekan 0,059 Mpa. Kata kunci : Tempurung kelapa, bahan, alternatif, beton ringan
Pengaruh Pengetahuan Dan Kebijakan Pimpinan Terhadap Penerapan Akuntansi Syariah Di BMT Se-Kabupaten Jepara Widiastutii, Anna; Arifin, Mifftah; Yanto, Mr.
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro yang mempunyai prinsip syariah, harus didukung dengan penerapan akuntansi yang syariah. Untuk penerapan akuntansi syariah secara benar dan adil harus didukung oleh pengetahuan karyawan bagian akuntansi dan kebijakan pimpinan. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam menyajikan laporan sesuai dengan motivasi dan kepentingannya, sehingga secara logis dikhawatirkan manajer dalam Lembaga keuangan mikro syariah BMT memberikan kebijakan tentang akuntansi yang kurang mendukung dengan prinsip syariah. Sampel penelitian sama dengan banyaknya populasi yaitu seluruh karyawan bagian akuntansi BMT se Kabupaten Jepara sebanyak 74 orang, tetapi yang bersedia mengisi kuesioner hanya 67 karyawan, maka penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 67 responden. Alat analisis menggunakan regresi berganda, uji hipotesis t dan f. Hasil penelitian didapat persamaan regresi Y = 3,258 + 0,164X1 + 0,583X2, artinya variabel pengetahuan dan kebijakan pimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap penerapan akuntansi syariah. Hasil uji hipotesis secara parsial pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan akuntansi syariah, kebijakan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan akuntansi syariah. Hasil uji simultan diketahui pengetahuan, dan kebijakan pimpinan secara bersama berpengaruh signifikan terhadap penerapan akuntansi syariah.Kata Kunci : Pengetahuan, Kebijakan, Penerapan Akuntansi Syariah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Pembiayaan Perbankan Syariah Untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia Purwidianti, Wida; Hidayah, Arini
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio(CAR), Non Performing Financing (NPF), Return On Asset (ROA) dan Tingkat Inflasi terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan perbankan syariah untuk UMKM. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analaisis regresi linier berganda.Penelitian ini menemukan bukti bahwa dana pihak ketiga mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan perbankan syariah untuk UMKM, Capital Adequacy Ratio(CAR) tidak mempunyai pengaruh positif terhadap pembiayaan perbankan syariah,  non performing financing mempunyai pengaruh positif  terhadap pembiayaan perbankan syariah untuk UMKM, Return on Asset (ROA) tidak mempunyai pengaruh positif terhadap pembiayaan perbankan syariah untuk UMKM, dan tingkat inflasi mempunyai pengaruh positif terhadap pembiayaan perbankan syariah untuk UMKM. Hasil uji F  memperlihatkan kelima variabel independen tersebut di atas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap pembiayaan untuk UMKM Kata kunci: Capital Adequacy Ratio, Dana Pihak Ketiga, ,  Non Performing Financing , Return On Asset, Pembiayaan UMKM dan Tingkat Inflasi   
Pengembangan Kewirausahaan Jelly Drink Basis Nira Kelapa: Solusi Lapangan Kerja Di Kecamatan Kutasari Purbalingga Yanto, Tri
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Purbalingga merupakan sentra terbesar industri kerajinan rambut di Indonesia. Industri tersebut  telah menyerap lebih dari 30.000 pekerja wanita.  Besarnya serapan tenaga kerja wanita menyebabkan ketimpangan kesempatan kerja bagi tenaga kerja wanita dan pria.  Kesempatan kerja bagi para pekerja pria relatif sangat sulit.  Kondisi tersebut tentunya akan sangat berbahaya bagi kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat Purbalingga.   Oleh karena itu perlu dicarikan alternatif-alternatif usaha untuk memberi kesempatan kerja atau usaha bagi tenaga kerja pria.  Pengembangan kewirausahaan bidang industri kecil jelly drink basis nira kelapa merupakan salah satu alternatif potensial. Tujuan kaji tindak ini untuk: (1) mengetahui pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap studi kelayakan usaha, (2) mengetahui pengetahuan manajemen usaha industry, (3) mengetahui pengetahuan terhadap produk dan cara pembuatan jelly drink,dan  (4) mengetahui pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kemasan pangan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kaji tindak ini adalah dengan melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan usaha jelly drink  basis nira kelapa. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuisoner sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kerja pria.  Pengetahuan  terhadap studi kelayakan usaha meningkat  61,21%,  manajemen usaha industri meningkat  80%, pengetahuan terhadap produk dan pembuatan  jelly drink nira kelapa meningkat 80,46%, dan pengetahuan terhadap kemasan pangan ramah lingkungan meningkat  68,10%. Kata kunci: tenaga kerja pria, jelly drink, nira kelapa.
Transformasi Wilayah Di Koridor Purwokerto-Purbalingga Dalam Perspektif Geospatial Sutomo, Mr; Shalihati, Sakinah Fathrunnadi
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan klasifikasi transformasi wilayah, derajat aksesibilitas dan keselarasan antara transformasi wilayah dengan derajat aksesibilitas di desa-desa sepanjang Koridor Purwokerto-Purbalingga. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder. Unit analisisnya berupa 4 desa sampel di Koridor Purwokerto-Purbalingga. Teknik analisis kualitatif dengan bantuan software Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk analisis peta transformasi wilayah, peta derajat aksesibilitas dan peta keselarasan antara transformasi wilayah dengan derajat aksesibilitas di Koridor Purwokerto-Purbalingga. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa desa di Koridor Purwokerto-Purbalingga mengalami transformasi wilayah yang bervariasi, 2 desa mengalami transformasi tinggi yaitu Desa Dukuh Waluh yang berada di ring road Purwokerto timur dan Desa Karangsentul yang berada di ring road Purbalingga barat, keduanya berada di zona urban fringe, kemudian 1 desa mengalami transformasi sedang yaitu Desa Padamara dan transformasi rendah yaitu Desa Kembaran, keduanya berada di zona rural. Derajat Aksesibilitas ditemukan hanya menjadi 2 kategori yaitu derajat aksesibilitas tinggi untuk Desa Dukuh Waluh dan Desa Karangsentul, derajat aksesibilitas sedang untuk Desa Kembaran dan Desa Padamara. Sedangkan tingkat keselarasan antara transformasi wilayah dengan derajat aksesibilitas terjadi selaras untuk Desa Dukuh Waluh, Desa Karangsentul dan Desa Padamara, dan terjadi ketidak selarasan di Desa Kembaran. Kata Kunci : Transformasi Wilayah, Derajat Aksesibilitas, Geospatial
Penurunan Kadar Cr (VI) Pada Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Serbuk Besi Limbah Industri Elektroplating Indrawati, Titik; Puspawiningtyas, Endar
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan pengujian di laboratorium  mengandung logam Cr(VI) bersifat sangat toksik  dan berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu metode pengolahan yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Dalam penelitian ini dikaji penurunan kadar Cr(VI) menggunakan serbuk besi limbah industri electroplating. Tujuannya adalah untuk mendapatkan massa besi dan suhu optimum serta menentukan konstanta kesetimbangan adsorbsi menurut Freundlich dan Langmuir. Variabel bebas yang digunakan adalah massa besi dan suhu. Variasi massa besi yang digunakan yaitu 0,5 gr, 1 gr, 1,5 gr, 2 gr, 2,5 gr, sedangkan variasi suhu yaitu 30, 40 oC, 50oC dan 56oC. Variabel tetap yang digunakan adalah pH 2, waktu kontak 20 menit dan kecepatan pengadukan 120 rpm. Uji kadar Cr(VI) dilakukan dengan metode SNI 06-6989.53-2005. Dari hasil penelitian diketahui bahwa serbuk besi limbah elektroplating mampu menurunkan kadar Cr(VI) secara optimal pada penambahan massa besi sebanyak 2,0 yaitu  rata-rata sebesar 89,0% pada berbagai variasi suhu.  Suhu optimal yang dapat menurunkan kadar Cr(VI) yaitu suhu 56oC dengan prosentase 85,55%. Pada penelitian ini diperoleh konstanta kesetimbangan Freundlich, KF adalah 4,1570  dan n adalah 0,5685 dengan kesalahan 7,68%, sedangkan konstanta kesetimbangan Langmuir, qmax adalah -0,0434 dan bl adalah -6,4994 dengan kesalahan sebesar 3,81%.Kata kunci: kadar Cr(VI), limbah cair laboratorium, serbuk besi, konstanta kesetimbangan Freundlich dan Langmuir
Fungsi Teks Babad Banyumas Versi Darmasumarta B Priyadi, Sugeng
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBabad Banyumas versi Darmasumarta B mencirikan teksnya dengan deskripsi relasi klien dan patron yang berbeda sesuai dengan periodisasi kerajaan Jawa dari zaman Majapahit dan diakhiri dengan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Patron Majapahit menjadi kebanggaan bagi klien Wirasaba karena Majapahit adalah kerajaan besar yang pernah berkuasa di Nusantara dan berpengaruh di Pulau Jawa. Patron Demak difungsikan dalam teks dengan berita Islamisasi di Wirasaba yang berkaitan dengan kasus perkawinan secara Islam yang menyangkut putri Adipati Warga Utama I dengan putra Demang Toyareka. Patron Pajang difungsikan dalam teks sebagai landasan legitimasi bagi Bagus Mangun yang menggantikan mertuanya dengan gelar Adipati Warga Utama II, yang menjadi pendiri Banyumas setelah membagi Wirasaba menjadi empat sehingga disebut Adipati Mrapat. Patron Mataram difungsikan untuk menjelaskan munculnya nama Kalikethok (Kaligathuk) dan kedudukan Banyumas lebih sempit. Yudanegara dianggap mempunyai masalah sehingga mereka dipecat, kecuali Yudanegara III, yang dianggap sebagai trah Banyumas yang mengalami mobilitas sosial yang tinggi dengan jabatan Pepatih Dalem Kasultanan Yogyakarta. Yudanegara V yang dipecat tidak digantikan oleh keturunannya karena Banyumas dibagi menjadi dua,Kasepuhan dan Kanoman. Pembagian Banyumas menjadi dua memasuki masa penjajahan Belanda di Banyumas pasca-Perang Jawa. Keturunan Cakrawadana dan Bratadiningrat mengisi masa kolonial, terutama keturunan Bratadiningrat, yaitu Gandasoebrata sebagai penutup teks Babad Banyumas versi Darmasumarta B.  Kata kunci: filologi, terbitan diplomatik, khazanah perbabadan, teks Darmasumarta B, klien-patron, legitimasi, Islamisasi, dan mobilitas sosial. 
Fermentasi Ampas Tahu DenganAspergillus nigerUntuk Meningkatkan Kualitas Bahan BakuPakan Ikan Mulia, Dini Siswani; Mudah, Miftakhul; Maryanto, Heri; Purbomartono, Cahyono
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Nasional LPPM 2014, 20 Desember 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkajifermentasi ampas tahu dengan  Aspergillus niger untuk meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 = non fermentasi; P1 = fermentasi dengan2,5 ml inokulum A. niger; P2 = fermentasi dengan3,0 ml inokulum A. niger; P3 = fermentasi dengan3,5 ml inokulum A. niger, masing-masing untuk ampas tahu sebanyak 50 g.Parameter yang diamati yaitu uji proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein kasar, kadar lemak kasar, kadar serat kasar) dan parameter pendukung, yaitu uji organoleptik (warna, tekstur dan bau). Data berupa hasil uji proksimat dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANAVA) pada taraf uji 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%,  sedangkan untuk data hasil organoleptik dianalisis secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi ampas tahu dengan A. niger dapat meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan. Pada uji proksimat, penurunan kadar air terendah ditunjukkan pada perlakuan P3, peningkatan kadar abu tertinggi ditunjukkan pada perlakuan P1, peningkatan kadar protein ditunjukkan pada perlakuan P1 dan P2, sedangkan penurunan serat kasar dan lemak kasar ditunjukkan pada perlakuan P3. Perlakuan P1 adalah perlakuan yang paling efektif karena menghasilkan protein yang tinggi dengan menggunakan inokulum yang paling rendah, dengan kadar protein 27, 00 % dibandingkan non fermentasi sebesar 14,93 %.Kata Kunci: ampas tahu, Aspergillus niger, fermentasi, ujiorganoleptik, uji proksimat
Kajian Morfologi Bahasa Jawa Dialek Banyumas Noorliana, Mrs; Praptanti, Isnaeni; Fathonah, Siti
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Kajian Morfologi Bahasa Jawa Dialek Banyumas bertujuan  mendeskripsikan pembentukan kata beserta makna yang dimunculkan dalam dialek Banyumas.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode cakap dan teknik pancing. Adapun sumber data dalam penelitian adalah informan orang Banyumas asli. Data penelitian berupa kata-kata hasil proses morfologis. Pada tahap analisis data digunakan metode padan intralingual.Metode padan intralingual tersebut diterapkan dengan teknik banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Penyajian data dilakukan dengan metode informal. Dalam penelitian ditemukan data, yaitu (1) kata-kata berimbuhan yang meliputi kata-kata berawalan Nasal {ng-, m-, n-,ny-, nge-}, {di-/de-}, {tek-}, {ka-/ke-}, {sa-/se-}; kata berakhiran {-i}, {-ake/-aken}, {-na/-kna}, {-en}, {-e}, {-an}; kata berkonfiks {ke-an}, {ke-en}, {pa-an}, kata bersisipan {-um-}dan {-in-}, (2) kata ulang, dengan jenis-jenis kata ulang seluruh bentuk dasar, kata ulang berkombinasi imbuhan, dan kata ulang berubah bunyi, (3) kata majemuk dengan jenis-jenis kata majemuk koordinatif dan subordinatif. Pada proses pembentukan kata, pengimbuhan, perulangan, dan permajemukan membawa fungsi dan makna yang cukup bervariasi dalam dialek Banyunas.           Kata-kata kunci:    morfologi, bahasa Jawa, dialek Banyumas   

Page 11 of 26 | Total Record : 255