cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
KONSERVASI BUDAYA WAYANG SUKET MELALUI PERANCANGANDESAIN VISUAL SEBAGAI PENGEMBANGAN ATRAKSI BUDAYA DI DESA WISATA JAWA TENGAH Zahid, Salim; Nuriyanti, Nuriyanti
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNESCO pada  7 November  2003  menetapkan  seni  wayang  sebagai  Masterpiece  of the Oral and Intangible Heritage  of Humanity, atau Karya Agung  Warisan  Budaya  Lisan  dan  Nirbenda‟.  Sekaligus  membuktikan   wayang  sebagai  ekspresi  kultural  asli  Nusantara  memiliki  kandungan  nilai  yang  universal. Saat ini Wayang kulit di era globalisasi masih mempertahankan eksistensinya, namun lain halnya dengan  wayang suket, wayang suket butuh perhatian penuh dari semua pihak untuk tetap dilestarikan, wayang suket hampir tidak dikenal di masyarakat karena kurang sosialisasi.  Padahal wayang suket berpotensi dijadikan atraksi budaya. Untuk  itu dibutuhkan media yang mampu memberikan informasi kesenian Wayang Suket. Kesenian Wayang Suket terangkum sebagai bentuk informasi yang digunakan sebagai ilmu pengetahuan tentang kebudayaan hingga masa mendatang dan dapat diaplikasikan sebagai atraksi budaya seni di Desa Wisata Jawa Tengah. Karya tulis ini berdasarkan hasil penelitian dengan metode kualitatif serta tinjauan pustaka dari beberapa sumber yang relevan dengan tema  dan permasalahan yang dibahas. Tujuannya adalah meningkatkan animo masyarakat Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah  khususnya guna memahami kesenian Wayang Suket sebagai  atraksi budaya di Desa Wisata Jawa Tengah hal ini guna meningkatkan daya tarik wisatawan dan pendapatan masyarakat sekitar  yang berbasis konservasi budaya, menciptakan dampak positif bagi kesenian wayang berupa peningkatan antusiasme masyarakat terhadap kesenian wayang, Memicu pelestarian kesenian wayang, dan menimbulkan upaya pelestarian kesenian wayang oleh masyarakat secara mandiri. Kata Kunci: Konservasi Budaya, Wayang Suket
IbM KEWIRAUSAHAAN BAGI PANTI ASUHAN IKHLASUL AMAL DAN NOERFATHONI AFIFAH DALAM RANGKA PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN ANAK ASUH Widaryanti, Widaryanti; Wahyuningsih, Panca
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batursari, Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang terletak di Kota Semarang.  Panti Asuhan Ikhlasul Amal mempunyai lima asrama yang tersebar di beberapa daerah. Panti Asuhan Ikhlasul Amal di Batursari Sawah Besar merupakan asrama utama/pusat dari Panti Asuhan Ikhlasul Amal. Anak asuh di Panti Asuhan Ikhlasul Amal  kebanyakan anak-anak perempuan. Anak asuh di Panti Asuhan Ikhlasul Amal terdiri kurang lebih 40 orang anak perempuan. Dari jumlah anak asuh tersebut mulai dari SD sampai mahasiswa semua tinggal di asrama Batursari. Panti Asuhan Norfathoni Afifah mempunyai anak asuh sebanyak 25 orang, 10 diantaranya anak asuh putri. Dari semua anak asuh putri tersebut merupakan potensi besar untuk dikembangkan menjadi wirausaha, agar mereka menjadi anak asuh yang kreatif dan mandiri nantinya setelah mereka tidak tinggal di asrama lagi. Namun karena kendala keterbatasan sumber daya dan ketrampilan di sana, anak asuh belum terbekali dengan kewirausahaan. Persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan program IbM : (1) Kewirausahaan bagi anak asuh.(2) Testimoni dari pengusaha sebagai motivator, (3) Pelatihan ketrampilan tangan membuat kerajinan dari manik-manik, (4) Pemasaran hasil kerajinan, (5) Modal kerja, (6) Pengemasan hasil produk kerajinan yang menarik pembeli. Kegiatan yang telah dilakukan : (1) Memberi penyuluhan, pelatihan dan pembinaan kepada anak asuh mengenai pentingnya mempunyai jiwa kewirausahaan, (2) Memfasilitasi mendatangkan pengusaha sebagai motivator yaitu dengan mendatangkan Ibu Sulikah, seorang pengusaha kerajinan tangan manik-manik, (3) Melakukan pelatihan ketrampilan tangan membuat kerajinan dari manik-manik, dengan mendatangkan tim pelatih dari Belva Bisnis Center, (4) Melakukan pelatihan pemasaran offline dan online, serta membuatkan blog serta akun facebook untuk berjualan online (5) pembuatan proposal pengajuan bantuan modal, (6) Melakukan pelatihan pengelolaan keuangan dan pengemasan hasil kerajinan yang menarik konsumen.Kata Kunci : Kewirausahaan, Anak Panti Asuhan, Kerajinan Manik-manik, Pemasaran lewat internet
IbM PEMBERDAYAAN KELOMPOK REMAJA MASJID Puspawiningtiyas, Endar; Pramono, Hadi; Wibowo, Ugung Dwi Aryo
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah  generasi muda di Indonesia khususnya remaja merupakan keuntungan bagi bangsa jika  mendapatkan perhatian dalam mengembangkan potensi diri, rasa sosial dan empati  sehingga akan membentuk penerus bangsa yang mandiri dan berkarakter. Sebaliknya, remaja akan menjadi sebuah permasalahan bangsa apabila tidak mendapatkan perhatian serius. Salah satu penyebabnya adalah kurang diakuinya eksistensi remaja dengan segala karakter labilnya di tengah masyarakat. Mitra dari program ini adalah Kelompok Remaja Masjid Baitul Arqom dan Kelompok Remaja Masjid Nurfalah. Target dan tujuan dari kegiatan ini adalah  1) Menumumbuhkan  motivasi berorganisasi mitra, 2) Penguasaan ketrampilan pembuatan nata de coco, lilin aromaterapi dan sabun kesehatan, 3)Penguasaan melakukan pembukuan yang baik., dan  4) Terlaksananya pameran produk remaja masjid. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah training, Pelatihan pembuatan nata de coco, lilin aromaterapi dan sabun kesehatan, pelatihan akuntansi sederhana,dan pelaksanaan pameran produk mitra. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran pentingnya berorganisasi bagi anggota remaja masjid, kemampuan mitra dalam membuat nata de coco, sabun dan lilin,  produk yang dihasilkan oleh mitra, dan terlaksananya pameran produk remaja masjid. Hal menunjukkan bahwa metode pendekatan yang di laksanakan dalam kegiatan ini dinilai efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra.Kata kunci : Remaja Masjid, Nata de coco, Lilin, Sabun
PERAN PENGELOLAAN HUBUNGAN PELANGGAN DAN PENGELOLAAN RANTAI PASOKAN TERHADAP KINERJA UKM Nuvriasari, Audita; Udjang, Raswan
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ditujukan untuk: (1). Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala UKM dalam mengelola hubungan dengan pelanggan dan pemasok, (2). Mengetahui pengaruh pengelolaan hubungan dengan pelanggan terhadap kinerja UKM, dan (3). Mengetahui pengaruh pengelolaan rantai pasokan terhadap kinerja UKM.  Indikator pengelolaan hubungan dengan pelanggan meliputi: penyediaan produk dan jasa sesuai dengan keinginan pelanggan, perhatian penuh kepada pelanggan, orientasi penciptaan kepuasan konsumen, standar pelayanan yang baku, strategi untuk mempertahankan dan menambah pelanggan, kepemilikan dan pengelolaan data pelanggan, dan pembinaan dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan. Indikator pengelolaan rantai pasokan meliputi strategi rantai pasokan dan resiko rantai pasokan. Variabel kinerja UKM meliputi kinerja pemasaran dan kinerja keuangan. Penelitian dilakukan di UKM Kota Yogyakarta dengan sampel sebanyak 60 UKM dengan bidang usaha aneka kerajinan (handycraft), fashion dan kuliner.  Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi kendala dalam mengelola hubungan dengan pelanggan adalah: tidak adanya pencatatan data pelanggan, belum adanya standar pelayanan yang baku, adanya perbedaan persepsi dengan pelanggan, belum dapat secara maksimal memenuhi keinginan pelanggan, keterbatasan variasi produk yang ditawarkan, minimnya feedback dari pelanggan. Faktor yang menjadi kendala UKM dalam mengelola hubungan dengan pemasok adalah:  waktu pengiriman barang, keterbatasan pemenuhan pesanan, ketidaksesuaian pesanan, sistem pembayaran, ketergantungan yang tinggi pada pemasok karena keterbatasan modal, pemasok kurang perduli terhadap kondisi pasar/UKM, harga fluktuatif dari pemasok. Hasil lainnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positip dan signifikan antara pengelolaan hubungan dengan pelanggan dan pemasok baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja UKM.  Kata Kunci : Pelanggan, Pemasok 
EFEKTIFITAS EDUKASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEPATUHAN FIVE MOMENT FOR HAND HYGIENE DI RUANG PERAWATAN INTENSIF Fitria, Cemy Nur; Sulastri, Sulastri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand hygiene adalah tehnik mencuci tangan dengan menggunakan  antiseptik pencuci tangan.  Patient Safety challenge merumuskan inovasi strategi penerapan hand hygiene untuk petugas kesehatan adalah melakukan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan pasien, sebelum melakukan prosedur bersih/ steril, setelah bersentuhan cairan tubuh pasien resiko tinggi, setelah bersentuhan dengan pasien, setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien Edukasi merupakan proses perubahan perilaku yang dinamis dengan media video. Tujuan jangka panjang dapat mencegah infeksi nosokomial di ruang perawatan intensif. Tujuan penelitian adalah bagaimanakah efektifitas edukasi five moment for hand hygiene dalam meningkatkan motivasi dan kepatuhan perawat di ruang perawatan intensif. Metode penelitian eksperimen dengan pre test and post test with control group, sampel diambil secara total sampling. Penelitian selama 14 hari, pemberian edukasi five moment for hand hygiene dengan media video akan diberikan sekali pada perawat secara bertahap . Uji yang digunakan dengan uji independent t-test. Sampel dengan total sampling dan penentuan kelompok kontrol dan intervensi dengan random sampling. Hasil uji t berpasangan motivasi dengan nilai  0,007 (p< 0,05),  hasil uji t berpasangan kepatuhan dengan nilai significancy 0,000 (p< 0,05), nilai  t tidak berpasangan motivasi 0,100 (p >0,05). Hasil uji t tidak berpasangan kepatuhan 0,018 (p<0,05). Simpulan terdapat perbedaan yang bermakna nilai motivasi sebelum dan sesudah edukasi five moment hand hygiene, terdapat perbedaan yang bermakna nilai kepatuhan sebelum dan sesudah edukasi, tidak terdapat perbedaan bermakna nilai motivasi kelompok intervensi dan kontrol, ada perbedaan yang bermakna nilai kepatuhan antara kelompok intervensi dan kontrol.Kata Kunci : Five Moment For Hand Hygiene, Motivasi, Kepatuhan, Perawat
PENGGUNAAN ALAT PERAJANG BAGI PETANI PENYEWA LAHAN PERUM PERHUTANI GROBOGAN Amin, Muhammad; Subri, Muhammad
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grobogan adalah produsen jagung terbesar Nasional yang setiap tahunnya mampu memproduksi jagung sebanyak 699.000 ton, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap Jawa Tengah dalam mengkonsumsi jagung sebesar 22,89%. Limbah yang dihasilkan dari pasca panen jagung berupa batang dan tongkol jagung belum dapat memanfaatkan oleh para petani. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan batang dan tongkol jagung dengan menggunakan alat perajang sebagai bahan baku pupuk kompos. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian ini adalah survey langsung di masyarakat melalui program Iptek bagi Masyarakat (IbM) DIKTI. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam proses perajangan kompos dari kapasitas 70 kg/jam menjadi 380 kg/jam.  Selain itu, dengan adanya alat perajang ini tanpa disengaja dapat memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat setempat untuk memproduksi pakan ternak dari bahan batang dan tongkol jagung dalam bentuk bahan baku yang siap dikirim ke industry pakan ternak fermentasi di Kudus. Disimpulkan bahwa program pengabdian ini dapat membantu masyarakat dalam mempermudah pekerjaan yang ditekuni dan dapat memberikan peluang usaha baru. Kata kunci : Alat Perajang, Tongkol Jagung, Batang Jagung, Pupuk Kompos, Pakan Ternak 
File cover dan daftar isi admin, admin
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

daftar isi buku prosiding semnas lppm ump tahun 2015 buku III bidang ilmu kesehatan dan sains teknik
KAJIAN PEMBIBITAN BEBERAPA VARIETAS KELENGKENG DATARAN RENDAH DENGAN PEMANFAATAN PUPUK NPK Tini, Etik Wukir; Purwantini, Rr. Pudji Hastuti
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menemukan paket teknologi usaha tani pembibitan kelengkeng dataran rendah yang dapat yang dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan usahatani pembibitan kelengkeng secara profesional dengan pemanfaatan pupuk NPK. Penelitian telah dilakukan di Desa Pandak, Kecamatan Baturaden, Banyumas dari bulan Februar1 2015 sampai Agustus 2015.Penelitian merupakan percobaan eksperimen dengan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap).  Faktor  yang diuji adalah beberapa varietas kelengkeng dan Dosis pupuk NPK. V1: Varietas Kristalin, V2: Varietas Aroma Durian, V3: Varietas Diamond River, V4: dan Varietas Itoh, N0 : tanpa pupuk NPK (kontrol), N1: Dosis NPK 30 g/tanaman, N2: dan Dosis NPK 60 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan analisis uji F pada taraf 5% terdapat perbedaan pertambahanan tinggi tanaman antar varietas,  jumlah daun, namun antar varietas tidak terdapat perbedaan dalam variabel jumlah tunas, Luas Daun dan kandungan klorofilnya. Peningkatan dosis pupuk NPK menunjukkan peningkatan pada penambahan tinggi tanaman dan jumlah daun, namun jumlah cabang,luas daun dan kandungan klorofil tidak mengalami peningkatan. Varietas yang paling responsif adalah kelengkeng varietas Kristalin dengan dosis 30 g/tanaman.Kata kunci: pembibitan, kelengkeng, dan pupuk NPK. 
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSI EKSTREMITAS SENDI LUTUT PADA PASIEN POST OPERASI (ORIF) FRAKTUR FEMUR Mintarsih, Sri; nabhani, Nabhani
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas terjadi sekitar 66.200 tiap tahun. Hampir sepertiga dari 173,000 kematian akibat kecelakaan lalu lintas tiap tahun di wilayah Eropa. Sekitar 310.000 (16%) dari 2,6 milyar penderita mengalami kecacatan akibat lalu lintas (Suparjo, 2008). Salah  satu masalah yang terjadi pada pasien post ORIF (Open Reduction Internal Fixation) fraktur femur keterbatasan gerak sendi lututyang dialami oleh pasien. Range Of Motion (ROM  merupakan latihan gerakan sendi yang pat memungkinkan fungsi sendi  dapat digerakan secara  normal baik secara aktif ataupun pasif. Penelitian Pre Eksperimental Design dengan menggunakan pendekatan One Design Pretest-Postest Group. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling, sejumlah 30 responden (penderita post orif frakur femur). Instrumen yang di gunakan untuk mengukur gerak sendi menggunakan alat Geniometer. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa bivariate dilakukan uji statistik analisa uji Paired t test. Hasil uji paired t test  diperoleh hasil t hitung -10.862  dengan p value .000 oleh karena t hitung lebih besar dari t tabel (-10.862 > 1,701) Maka hipotesis yang berbunyi ada pengaruh ROM terhadap kemampuan gerak sendi lutut di terima. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh latihan ROM terhadap kemampuan fungsi ektremitas sendi lutut     pada  pasien  post operasi fraktur femur.Kata Kunci :  Fraktur femur, Post ORIF, ROM
PELATIHAN KETRAMPILAN DAN PENJUALAN ONLINE HASIL KERAJINAN KAYU BAGI USAHA MIKRO BJ WOOD PROCESSING DAN RAKA JAYA MANDIRI Saputra, Dhanar Intan Surya; Rini, Eldas Puspita; Hermawan, Hellik
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro BJ Wood Processing merupakan usaha yang bergerak di bidang pembelian dan penjualan kayu gelondongan, berlokasi di Desa Banaran. Sedangkan Usaha Mikro Raka Jaya Mandiri merupakan usaha yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan produk kerajinan kayu, berlokasi di Grumbul Blembeng, Desa Gandatapa. Kedua usaha mikro tersebut berada di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. BJ Wood Processing memiliki permasalahan terhadap pembelian dan penjualan kayu gelondongan yang rendah. Jenis kayu yang diterima dalam pembelian dan penjualan adalah kayu Albasia, Sengon, Mahoni dan beberapa kayu lainnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Raka Jaya Mandiri yaitu peralatan untuk produksi yang terbatas jumlahnya dan masih sederhana, usaha pemasaran yang kurang baik, keterbatasan bahan baku produksi serta bentuk kreatifitas model yang masih standar. Solusi yang diberikan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu dengan mengadakan pelatihan keterampilan, penggunaan komputer, dan internet, pelatihan pembuatan kreasi atau inovasi produk kerajinan kayu dan pemasaran serta penjualan produk melalui media online atau website e-commerce. Solusi tersebut diberikan kepada kedua mitra agar mampu meningkatkan angka produktifitas dan meningkatnya penjualan produk masing-masing yang otomatis membawa dampak positif bagi kedua mitra.Kata Kunci : E-Commerce, Usaha Mikro, Kerajinan Kayu.