cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
Optimasi Desain Fondasi Tiang Pancang pada Struktur Slab On Pile Proyek Pembangunan Jalan Tol Muhammad Fauzi Jatmiko; Dian Purnamawati Solin; Bagas Aryaseta
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.34232

Abstract

Perencanaan fondasi tiang pancang pada struktur slab on pile memegang peranan penting dalam menjamin kinerja dan stabilitas struktur, khususnya pada kondisi tanah yang bervariasi. Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol di Jawa Timur, hasil uji Pile Driving Analyzer (PDA) menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung tiang pada beberapa titik tidak memenuhi nilai rencana, sehingga diperlukan evaluasi dan optimasi desain fondasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan optimasi desain fondasi tiang pancang dengan membandingkan variasi dimensi tiang (diameter dan kedalaman). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dimensi fondasi tiang diameter 80 cm merupakan alternatif desain yang paling optimal. Hal ini ditunjukkan oleh kapasitas daya dukung sebesar 2003,8 kN terhadap gaya aksial 1804,174 kN, yang memberikan margin keamanan terbesar dibandingkan variasi lainnya. Dari sisi penurunan, diameter 80 cm menghasilkan nilai sebesar 25,41 mm, yang masih berada dalam batas izin yaitu sebesar 50 mm. Berdasarkan hasil tersebut, variasi diameter 80 cm dinyatakan sebagai alternatif desain yang paling optimal karena memberikan kombinasi terbaik antara kapasitas daya dukung yang tinggi dan penurunan yang masih terkendali.
Evaluasi Ketahanan Luntur dan Ketuaan Warna pada Kain Ecoprint Teknik Pounding dengan Variasi Konsentrasi Jeruk Nipis sebagai Fiksator Alami Ahmad Satria Budiman; Amelia Tri Budi Astuti
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.33905

Abstract

Ecoprint merupakan teknik pewarnaan tekstil yang memanfaatkan pigmen alami dari daun, namun masih menggunakan fiksator berbasis logam, seperti tawas dan tunjung, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif fiksator alami yang lebih ramah lingkungan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan evaluasi komprehensif terhadap penggunaan jeruk nipis sebagai fiksator alami pada kain ecoprint teknik pounding melalui pengujian ketahanan luntur warna, ketuaan warna, dan analisis statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan jeruk nipis sebagai fiksator alami pada kain ecoprint teknik pounding. Sampel dibuat menggunakan daun jati dan daun kates Jepang dengan variasi konsentrasi jeruk nipis 30, 50, 70, dan 90 cc/L. Pengujian meliputi ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun dan sinar matahari, ketuaan warna menggunakan spektrofotometer, serta analisis statistik menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi jeruk nipis tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan luntur warna, baik terhadap pencucian sabun maupun sinar matahari. Sebaliknya, variasi konsentrasi jeruk nipis memberikan pengaruh signifikan terhadap ketuaan warna dengan kecenderungan nilai optimum pada konsentrasi 70 cc/L. Daun jati menghasilkan ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari yang lebih baik dengan nilai 4–5 (Baik), sedangkan daun kates Jepang menghasilkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun yang lebih baik dengan nilai pada rentang 3–4 (Cukup Baik) hingga 4–5 (Baik). Dengan demikian, jeruk nipis berpotensi digunakan sebagai fiksator alami yang lebih ramah lingkungan, meskipun efektivitasnya terhadap ketahanan luntur warna masih perlu dioptimalkan.
Alternatif Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Jagalan Bantul Siti Widiarti; Reni Dwi Astuti
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.31481

Abstract

Penanganan sampah masih menjadi persoalan besar bagi Pemerintah Kabupaten Bantul, lebih-lebih dengan rencana akan ditutupnya TPA Piyungan. Salah satu kelurahan di Kabupaten Bantul yang harus serius dalam mengangani sampah adalah Jagalan, mengingat banyak sampah yang belum terkelola di kelurahan, sehingga sekitar 4 ton per minggu harus dibuang ke TPA Piyungan. Tujuan dari penelitian ini yaituuntukmerekomendasikanstrategipengelolaansampahyangcocokdigunakanolehKalurahanJagalanuntuk mengurangipembuangansampahkeTPA.Penentuan strategi pengelolaan sampah dilakukan dengan melakukan analisis SWOT terlebih dahulu untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penanganan sampah di Kelurahan Jagalan. Penggalian informasi untuk melakukan SWOT dilakukan melalui wawancara dan diskusi dengan lurah, kami tuwa, dan ketua pedukuhan. Hasil dari analisis SWOT berupa posisi Kelurahan Jagalan dalam matriks SWOT yang kemudian diajukan alternatif strategi sesuai posisi tersebut. Dari beberapa alternatif solusi kemudian ditentukan alternatif terbaik dengan metode AHP dengan kriteria SDM, teknologi, keuangan, lahan,fasilitas,daninstansipemerintah. Respondendalam AHP adalah lurah,kamituwa,danketuapedukuhan. Analisis SWOT menghasilkan posisi Kelurahan Jagalan pada matriks SWOT berada pada kuadran III, yang berarti kelemahan dan peluangnya dominan, sehingga ditetapkan empat strategi pengelolaan sampah yang memanfaatkan peluang dan menekan kelemahan. Hasil pemilihan strategi dengan AHP merekomendasikan strategiperbaikan metode dan teknologi dengan penggunaan incinerator.
Fatigue Sensitivity Analysis of Offshore Fixed Platform Structure in The Natuna Sea Nafisa Nandalianadhira; Mochammad Fathurridho Hermanto; Aqsha Khaylla Riquelle; Andreas Owen Hotman Nainggolan
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.30551

Abstract

Offshore fixed platform is one of the various types of platforms that are very suitable to be built in water areas with not too deep depths such as the Natuna Sea Waters area. This study analyzes fatigue in an offshore fixed platform in the Natuna Sea (309 ft depth), a region suitable for such structures due to its relatively shallow waters. The platform, with its tubular joints, is susceptible to fatigue from cyclical wave loads, particularly in the braces. The research employed in-place and fatigue analyses, using a deterministic method and adhering to API RP 2A-LRFD standards. In-place analysis revealed peak unity check values of 0.95 for the Pile (P1C) during operation and 0.96 for the Conductor (CO3) during storms. Maximum deflections were recorded: 14.728 inches horizontally at joint H005, and -3.339 inches vertically at joint C064. Fatigue analysis indicated a minimum service life of 73.40 years at joint 303L, located in the splash zone, where wave influence remains significant. Sensitivity analysis highlighted the crucial role of brace gap and chord thickness in determining service life. Increased brace gap negatively impacts service life, while chord thickness significantly influences it. This research provides critical insights for ensuring the structural integrity and longevity of offshore fixed platforms in similar environments.
Peningkatan Kualitas Produk Cetak 3D melalui Integrasi Autoresume dan Pemantauan Suhu pada Mesin Double Vertical Frame Didin Zakariya Lubis; M Ihwanudin; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Miftakhul Huda; Farhan Ardi Prayoga; Abdah Fikri Hamdani
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.31307

Abstract

Masalah umum pada proses pencetakan 3D printer adalah gangguan listrik mendadak dan suhu nozzle yang tidak stabil, yang dapat menyebabkan kegagalan cetak serta menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengintegrasikan sistem autoresume serta sensor suhu berbasis thermistor pada mesin 3D printer Double Vertical Frame guna meningkatkan kontinuitas dan mutu hasil cetak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) melalui tahap observasi, studi literatur, perancangan sistem, pengujian, dan analisis data. Pengujian dilakukan pada tiga skenario gangguan daya (10, 15, dan 30 menit) dan tiga variasi suhu nozzle (190 °C, 210 °C, dan 260 °C) menggunakan filamen PLA. Hasil menunjukkan sistem autoresume mampu melanjutkan proses pencetakan secara otomatis dengan hasil stabil. Suhu 210 °C menghasilkan cetakan terbaik, sedangkan suhu 190 °C menunjukkan lemahnya adhesi lapisan, dan 260 °C menyebabkan over-extrusion serta ketidaksesuaian dimensi. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi pencetakan serta meminimalkan risiko kegagalan akibat gangguan eksternal.
Identification of Groundwater Aquifer Layers in Sajang Using Vertical Electrical Sounding Syarifatul Ulfah; Arif Wijaya
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.32011

Abstract

Groundwater availability is an essential factor in supporting domestic activities, agriculture, and tourism development in Sajang Village, East Lombok, Indonesia. Nevertheless, scientific information regarding subsurface groundwater potential in this volcanic region remains limited. The research contribution is the evaluation of subsurface lithology and groundwater aquifer potential in Sajang using the Vertical Electrical Sounding method to support groundwater exploration planning. This research applied the Vertical Electrical Sounding (VES) technique with the Schlumberger electrode configuration at two observation points. Field measurements were processed through inversion analysis using IP2WIN software to obtain true resistivity values and interpret lithological characteristics beneath the surface. The interpretation results reveal that the subsurface structure is dominated by volcanic rocks consisting of overburden, andesite lava, and andesite breccia with generally high resistivity values. At the first sounding point, resistivity values range from 77.8 Ωm to 11 × 107 Ωm at depths reaching 150 m. Meanwhile, the second sounding point shows resistivity values between 17.2 Ωm and 44 × 105 Ωm at depths of up to 153 m. The absence of low-resistivity zones indicates that productive aquifer layers are not present within the investigated area. Consequently, groundwater drilling activities are not recommended at the measurement locations. This study provides updated hydrogeophysical information for groundwater assessment in volcanic terrains of East Lombok.
Optimasi Kedalaman Tiang Bor untuk Memenuhi Kinerja Daya Dukung dan Deformasi pada Kondisi Ketidaksempurnaan Lubang Pengeboran Alivia Wulan Yufika; Dian Purnamawati Solin; Karina Meilawati Eka Putri
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.34223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja fondasi tiang bor pada kondisi ketidaksempurnaan lubang pengeboran yang menyebabkan pengurangan kedalaman tiang dari 38 m menjadi 30 m. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan evaluasi antara kapasitas aksial, kapasitas lateral, serta deformasi fondasi pada kondisi ketidaksempurnaan lubang pengeboran, sekaligus merekomendasikan langkah optimasi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Analisis dilakukan terhadap kapasitas daya dukung aksial menggunakan metode Reese and Wright (1977), kapasitas daya dukung lateral menggunakan metode Broms (1964), serta deformasi berupa penurunan aksial dan defleksi lateral menggunakan pendekatan numerik berbasis kurva t–z dan p–y. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung aksial menurun dari 1287,629 ton menjadi 1006,807 ton atau sebesar 21,81% akibat berkurangnya kontribusi tahanan selimut. Pada analisis lateral, diperoleh kapasitas ultimit sebesar 150,28 kN dengan metode analitis dan 161,4 kN dengan pendekatan numerik, yang menunjukkan bahwa pendekatan numerik memberikan hasil yang lebih rinci. Dari sisi deformasi, penurunan aksial meningkat dari 8 mm menjadi 14 mm, sedangkan defleksi lateral meningkat dari 56 mm menjadi 65 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan lubang pengeboran berpengaruh signifikan terhadap penurunan kapasitas dan peningkatan deformasi fondasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimasi berupa penambahan kedalaman tiang serta penggunaan casing permanen hingga ujung fondasi untuk memastikan kinerja fondasi tetap memenuhi persyaratan teknis.
Implementation of 4D Buiding Information Modelling in The Steel Structure Workflow of The Paraqouai Sao Paulo Building Lospalos Using Navisworks Manage Merci Hosang; Fardi Kalumata
Rekayasa Vol 19, No 2: May - August 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i2.33440

Abstract

Steel structure construction necessitates high precision in planning and execution to ensure structural stability and operational efficiency. The Paraqouai Sao Paulo building project in Lospalos presents complex geometry and tight scheduling constraints, necessitating advanced construction management techniques. This paper demonstrates the application of 4D Building Information Modeling (BIM) using Navisworks Manage to optimize the steel structure workflow. The study integrates 3D models developed in Revit with construction schedules from Microsoft Project to create a dynamic 4D simulation that adheres to Level of Development (LOD) 350 standards. The methodology focuses on visualizing the erection sequence, identifying temporal clashes, and optimizing logistics planning for crane operations. The results indicate that 4D BIM significantly enhances constructability by detecting potential spatial conflicts prior to on-site work and improving communication among stakeholders. The simulation facilitated an optimized erection sequence, reducing the estimated project duration by 15.5% (from 90 days to 76 days). This study concludes that implementing Navisworks Manage is a strategic approach for managing complex steel structures in remote areas like Lospalos, ensuring timely and cost-effective project delivery.