cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Tinjauan Tundaan Perjalanan Perlintasan Sebidang pada Segmen Jalan Haji Komarudin Menggunakan Metode Gelombang Kejut Sembada, M. Arif Yoga; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2784

Abstract

 AbstrakPerlintasan sebidang jalan rel kereta api pada segmen ruas Jalan H. Komarudin Bandar Lampung sering menimbulkan kemacetan sehingga menyebabkan tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai arus, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api di Jalan H. Komarudinserta mengetahui besarnya tundaan dengan metode gelombang kejut berdasarkan nilai EKR (Ekuivalen Kendaraan Ringan) yang diperoleh dari metode rasio headway. Perhitungan nilai gelombang kejut berdasarkan model linier Greenshields. Hasil penelitian pada pengamatan menunjukkan peningkatan waktu tempuh dari 11,86 detik menjadi 17,55 detik akibat adanya antrian kendaraan. Sedangkan Gelombang kejut yang terjadi pada ruas Jalan H. Komarudin akibat antrean perlintasan sebidang jalan rel secara berturut-turut adalah sebagai berikut gelombang kejut maju bentukan (ωda) sebesar 14,41 km/jam; gelombang kejut mundur bentukan (ωab) sebesar -2,22 km/jam; gelombang kejut maju pemulihan (ωdc) sebesar 18,53 km/jam; gelombang kejut mundur pemulihan (ωcb) sebesar -5,24 km/jam; dan gelombang kejut maju pemulihan (ωac) sebesar 9,56 km/jam.  Kata Kunci: Tundaan, Gelombang Kejut, Ekuivalensi Kendaraan Ringan (EKR), headway, Model Greenshield, Panjang Antrian.
Kajian Tundaan Perjalanan Pada Daerah Tanjakan Menggunakan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Tanjakan Tarahan, Lampung) Kusuma, I Gusti Made Ferdi; Putra, Sasana; Putri Ofrial, Siti Anugrah Mulya; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2793

Abstract

Trase tanjakan jalan raya menyebabkan terjadinya antrian atau tundaan. Penelitian ini berlokasi di Tanjakan Tarahan, Jalan Lintas Sumatra, Lampung Selatan. Terbentuknya Gerakan gelombang kejut akibat adanya tanjakan dan kendaraan besar menanjak ini menyebabkan kecepatan turun atau tundaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tundaan dengan pendekatan gelombang kejut berdasarkan nilai EKR (Ekivalen Kendaraan Ringan) yang didapat dari metode rasio headway.Perhitungan nilai gelombang kejut berdasarkan model linier Greenshield. Berdasarkan analisis rasio headway didapatkan nilai ekivalen kendaraan ringan (EKR) untuk sepeda motor (SM) sebesar 2,072 sementara untuk kendaraan berat (KB) 0,489. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan waktu tempuh kemiringan 1 dari 16,63 detik pada saat normal meningkat menjadi 28,28 detik pada saat antrian kendaraan, sedangkan kemiringan 2 dari 27,47 detik saat normal meningkat menjadi 58,60 detik saat adanya antrian kendaraan. Pada perhitungan kendaraan mengalami penurunan kecepatan, kemiringan 1 saat awal tanjakan 56,54 km/jam, pada saat tanjakan mengalami penurunan kecepatan menjadi 23,37 km/jam. Sedangkan kemiringan 2 saat awal tanjakan 43,24 km/jam dan pada saat tanjakan mengalami penurunan kecepatan menjadi 19,97 km/jam.
Analisis Tundaan dan Panjang Antrean Akibat Penutupan Palang Pintu Kereta Api “Jalan Perintis Kemerdekaan” Putri, Dinda Maya Sari; Putra, Sasana; Karami, Muhammad; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2841

Abstract

Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan persimpangan sebidang tak bersinyal yang sering mengalami kepadatan arus lalu lintas karena adanya perlintasan yang terbentuk dari pertemuan antara dua jenis prasarana transportasi yaitu jalan raya dengan jalan rel. Sehingga aktivitas perjalanan terganggu akibat lintasan kereta api dan banyaknya aktivitas disepanjang jalan menyebabkan antrean kendaraan yang panjang dikarenakan peningkatan volume lalu lintas dan besarnya tundaan yang terjadi. Tujuan penelitian ini menganalisis tundaan dan panjang antrean akibat pertemuan jalan raya dan jalan rel. Pengambilan data dilakukan melalui survei 1 hari kerja. Data yang dianalisis adalah volume, durasi penutupan palang pintu kereta api, tundaan, waktu gap dan panjang antrean kendaraan. Penentuan waktu gap kritis menggunakan metode Gap Acceptance. Hasil analisis yang di dapatkan yaitu : rata-rata penutupan palang pintu perlintasan sebesar 285,29 detik pada pagi hari dan 165,45 detik pada sore hari, rata-rata tundaan sebesar 411,19 detik pada pagi hari dan 377,45 detik pada sore hari, dan panjang antrean mencapai 50 meter di arah Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Gatot Subroto.  Kata Kunci :volume; gap acceptance; tundaan;panjang antrean  
Perbandingan Quantity Take Off (QTO) Material Berbasis Building Information Modeling (BIM) Terhadap Metode Konvensional pada Struktur Pelat Asih, Windi Retno; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Niken, Chatarina
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2845

Abstract

This study aims to determine the results of the Quantity Take Off (QTO) based on Building Information Modeling (BIM) and compare them with conventional calculations on slab structures. With a case study of the Integrated Surgical Care Building at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (Zone A). Building modeling is done using Autodesk Revit software. Based on the modeling results, the concrete volume for the slab structure is 888.99 m3 , which is 1.67% more effective than the conventional method. The value of slab structure reinforcement material is 119,762.03 kg, with a result of 3.32% more effective than conventional methods. BIM-based quantity take off able to estimate material in detail up to the calculation of waste material. The results of the calculation of the Waste Material Ratio (WMR) for the slab structure reinforcement is 2.48% from the total procurement of 122,814.28 kg, with an estimated waste material of 3,049.23 kg. Based on this research, it can be concluded that the BIM-based quantity take-off is able to calculate material volume in detail, and supports the calculation of estimated waste material.
Evaluasi Kekuatan Struktur Gedung Bertingkat Akibat Pengaruh Beban Gempa Menggunakan Analisis Dinamik Respon Spektrum (Studi Kasus: Rumah Susun Universitas Lampung) Zulva, Indana; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2848

Abstract

AbstractThe design of flats must be designed to have high strength and resistance to external loads, including exposure to seismic loads. One of the efforts that can be done to anticipate is to meet the needs of earthquake-resistant buildings. In this case, it is necessary to carry out a comprehensive design and evaluation of earthquake-resistant buildings by taking into account the lateral forces caused by earthquake loads in accordance with the latest codes. This research takes a case study at the Flats of the University of Lampung. In design, the structure of the building still uses the old codes, namely SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, and SNI 2847-2013. Meanwhile, currently the latest designed codes have been implemented, namely SNI 1726-2019, SNI 1727-2020, and SNI 2847-2019, so it is necessary to evaluate the strength of the structure using the latest codes to find out whether the building still meets the safety requirements or not. This study aims to compare the results of evaluating the strength of high-rise buildings due to the influence of earthquake loads and without earthquake loads using dynamic response spectrum analysis. The conclusion of this study is that the building structure is not strong enough to withstand earthquake loads that occur in several beams while the columns and plates are strong enough, and there is a significant difference between conditions with the influence of earthquake loads.Key words : dynamic analysis of response spectrum, earthquake, structural strength AbstrakPerancangan rumah susun wajib dirancang untuk mempunyai kekuatan dan ketahanan yang tinggi terhadap muatan eksternal, termasuk paparan beban seismik. Dalam hal ini, perlu dilakukan perencanaan dan evaluasi yang menyeluruh terhadap bangunan tahan gempa dengan memperhitungkan gaya lateral yang diakibatkan oleh beban gempa sesuai dengan peraturan terbaru.Penelitian ini mengambil studi kasus pada Rumah Susun Universitas Lampung. Dalam perencanaannya, struktur gedung tersebut masih menggunakan peraturan lama yaitu SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, dan SNI 2847-2013. Sedangkan untuk saat ini telah diberlakukan standar perencanaan terbaru yaitu SNI 1726-2019, SNI 1727-2020, dan SNI 2847-2019, sehingga perlu dilakukan evaluasi kekuatan struktur dengan menggunakan peraturan terbaru untuk mengetahui apakah gedung masih memenuhi syarat aman atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil evaluasi kekuatan struktur gedung bertingkat akibat pengaruh beban gempa dan tanpa beban gempa menggunakan analisis dinamik respon spektrum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah struktur gedung tidak cukup kuat menahan beban gempa yang terjadi pada beberapa balok sedangkan kolom dan pelat sudah cukup kuat.Kata kunci : analisis dinamik respon spektrum, gempa, kekuatan struktur
Kalibrasi Alat Ukur Sedimen Tersuspensi Berbasis Turbidity Sensor Fakhrizal, Achmad Bagus; Romdania, Yuda; Wahono, Endro Prasetyo; Herison, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2857

Abstract

AbstractTurbidimeter is a standard instrument used to determine the level of turbidity of water. However, its use is felt to be less effective and efficient because it is not carried out in running water. Based on this statement, a practical suspended sediment measuring instrument based on a turbidity sensor is needed. Furthermore, to ensure the ability of a measuring instrument, an activity is needed to determine the validity of the conventional instrument reading value. Therefore, this study aims to calibrate the suspended sediment measuring instrument based on the turbidity sensor. The method used is to compare the measurement results of the design instrument against measuring standards that are traceable to international standards. Turbidity measurements were carried out using two devices which were compared at the same time.The results of the calibration show the output pattern with the appropriate level of linearity. The R-squared value which is the correlation coefficient, with R2=0.9667 indicates a good match between the two instruments. The slope gradient of the curve line is 1.1083 which means that the NTU-18 turbiditymeter is well calibrated. The results of the calculation of the unit conversion of NTU and mg/L have the average square of error or a correlation coefficient of R2=0.8984, meaning that both have a good correlation. In conclusion, the measuring instrument is able to operate properly and without problems. The tool manages to provide relative precision and practical response times, so work efficiency can be increased.  Keywords: Turbidity, Calibration, Convertion AbstrakTurbidimeter merupakan instrumen standar yang digunakan untuk menentukan taraf kekeruhan air. Namun penggunaannya dirasa kurang efektif dan efisien karena tidak dilakukan pada air mengalir. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dibutuhkan instrumen ukur sedimen tersuspensi yang praktis berbasis turbidity sensor.Selanjutnya untuk memastikan kemampuan suatu alat ukur, maka diperlukanlah suatu aktifitas untuk menentukan keabsahan konvensional nilai pembacaan instrumen. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengalibrasi alat ukur sedimen tersuspensi berbasis turbidity sensor. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat rancangan terhadap standar ukur yang mampu telusur ke standar internasional. Pengkuran turbiditas dilakukan menggunakan dua alat yang dibandingkan pada waktu yang bersamaan.Hasil kalibrasi alat menujukkan pola output dengan tingkat linieritas yang sesuai. Nilai R-kuadrat yang merupakan koefisien korelasi, dengan R2=0,9667 menunjukkan kecocokan yang baik antara kedua instrumen. Gradien kemiringan garis kurva bernilai 1,1083 memiliki arti bahwa turbiditimeter NTU-18 sudah terkalibrasi dengan baik. Hasil perhitungan konversi satuan NTU dan mg/L memiliki kuadrat kesalahan rata-rata atau koefisien korelasi sebesar R2=0,8984, artinya keduanya memiliki korelasi yang baik. Kesimpulannya alat ukur mampu beroperasi dengan baik dan tanpa masalah. Alat berhasil memberikan presisi relatif dan waktu respons yang praktis, sehingga efisiensi pekerjaan dapat ditingkatkan. Kata Kunci :Turbidity, Kalibrasi, Konversi
Beton Ringan Struktural Dengan Memanfaatkan Agregat Buatan Dari Tanah Liat Amilia, Rahma; Irianti, Laksmi; Sebayang, Surya; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i4.2866

Abstract

AbstrakBerat jenis beton yang tinggi, yang meningkatkan berat struktur itu sendiri secara signifikan, adalah salah satu kelemahannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat beton, yaitu membuat beton ringan dengan menggunakan agregat ringan. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui apakah dengan pemanfaatan agregat ringan buatan dari tanah liat sebagai bahan pengganti split dapat memenuhi persyaratan untuk beton ringan struktural. Dalam penelitian ini benda uji yang digunakan berupa silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Rancang campur yang digunakan yaitu metode ACI 211.2-98. Variasi agregat ringan buatan dari tanah liat yang digunakan adalah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dari total agregat kasar split dengan waktu pengujian beton berumur 28 hari serta ditambahkan superplasticizer sebesar 0,5% dari berat semen. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh kuat tekan dan kuat tarik terbesar terjadi pada beton normal dengan nilai kuat tekan 26,42 MPa dan kuat tarik belah sebesar 2,17 MPa. Sedangkan untuk nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton terendah terjadi pada beton dengan kandungan 100% agregat ringan buatan dari tanah liat dan 0% split dengan nilai kuat tekan 15,09 MPa dan kuat tarik belah sebesar 1,65 MPa. Dapat disimpulkan ditinjau dari nilai berat volume yang disyaratkan beton ringan dengan kadar 100% agregat ringan buatan dari tanah liat termasuk dalam kategori beton ringan, namun jika ditinjau dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton termasuk beton ringan untuk struktural ringan. Kata kunci: Beton ringan, tanah liat, kuat tekan, kuat tarik belah.
Quantity Material Take Off Penulangan Kolom Zona B Gedung Perawatan Bedah Terpadu RSUD Dr.H. Abdul Moeloek dengan Building Information Modelling (BIM) Saputri, Mellynia; bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Dwi wahyuni Setia Budi Utami, Chatarina Niken
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i1.2982

Abstract

In this era of globalization, technology is growing rapidly in all aspects of life, including in the field of infrastructure. Technological developments in the field of infrastructure can be seen from the many softwares that facilitate development work. The software then comes packaged in a program called Building information Modeling (BIM). One of the software of Building information Modeling (BIM) is a Autodesk Revit which is able to automatically generate Material Quantity Take Off (QMTO) which is used by contractors in making Bill Of Quantity (BOQ). in Quantity Material Take Off (QMTO) an important aspect that must be considered is reinforcement or reinforcement work. Therefore, the researchers reviewed the Quantity Material take Off (QMTO) reinforcement, especially the column in the integrated surgery building, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Based the research that has been done using Autodesk Revit software, there are difference in the value of column reinforcement volume between calculations using conventional methods. Base of the results of the analysis, the value of column reinforcement volume with conventional methods is greater than using the BIM-based method with percentage difference of 6,54 %. In addition, the percentage of waste material is quite large, namely 9,61 %. Key words : Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, Quantity Material Take off (QMTO), column reinforcement, Waste Material . Di era globalisasi ini, teknologi semakin berkembang pesat di seluruh aspek kehidupan termasuk dalam bidang infrastruktur. Perkembangan teknologi di bidang infrastruktur dapat dilihat dari banyaknya software-software yang memudahkan pekerjaan pembangunan. Software-software tersebut kemudian hadir dalam kemasan sebuah program yang disebut Building Information Modelling (BIM). Salah satu software dari Building Information Modelling (BIM) adalah Autodesk Revit yang mampu secara otomatis menghasilkan Quantity Material Take Off (QMTO) yang digunakan kontraktor dalam pembuatan Bill Of Quantity (BOQ). Pada Quantity Material Take Off (QMTO) aspek penting yang harus diperhatikan adalah tulangan atau pekerjaan penulangan. Oleh karena itu peneliti meninjau Quantity Material Take Off (QMTO) penulangan khususnya kolom pada Gedung Bedah Terpadu RSUD Dr. H. Abdul Moleoek. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan Software Autodesk Revit terdapat perbedaan nilai volume penulangan kolom antara perhitungan menggunakan metode konvensional dan metode berbasis BIM. Berdasarkan hasil analisis didapat nilai volume penulangan kolom dengan metode konvensional lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode berbasis BIM dengan selisih persentase sebesar 6,54 %. selain itu didapatkan hasil persentase waste material yang cukup besar yaitu 9,61 %Kata kunci : Building Information Modelling (BIM), Autodesk Revit, Quantity Material Take Off (QMTO), Tulangan Kolom, Waste Material .
Perencanaan Ulang Struktur Jembatan Way Magnay di Ruas Jalan Krui-Biha Kabupaten Pesisir Barat susanto, susanto; Isneini, Mohd; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i1.2988

Abstract

AbstractWay Magnay Bridge is a reinforced concrete bridge span 2 x 25 m as liaison between Krui – Biha Regency West Coast . Way magnay bridge have width 6.42 m with traffic lane width 4.5 m. Base the load used in redesign of this bridge is SNI 1725-2016 and load earthquake use SNI regulations 2833-2016. Based on calculations that have been done , obtained reinforcement plate floor vehicle use flexural reinforcement D16 – 75 mm whereas reinforcement for used D10 – 295 mm. Girder transverse obtained main reinforcement 4D25 and reinforcement shear Ø10 -350 mm. Girder elongated obtained flexural reinforcement 20D34, reinforcement press 8D32, shear reinforcement Ø22 – 150 mm and shrink reinforcement 4D29. for pile cap abutments obtained flexural reinforcement direction x D25 – 130 mm, flexural reinforcement y direction D25 – 150 mm, shear reinforcement direction x Ø19 – 130 mm and shrink reinforcement D22 – 150 mm, Rim obtained flexural reinforcement D32 – 80 mm and shrink reinforcement D25 – 90 mm, Back wall obtained flexural reinforcement D22 – 200 mm and shrink reinforcement D22 – 85 mm, meanwhile for Foundation pole stake obtained main reinforcement 4D13 and shear spiral reinforcement Ø12 – 50 mm with total 10 piles Keywords : Redesign bridge , Reinforced concrete bridge , Way Magnay
Karakteristik Arus Lalu Lintas Pada Jalan 2/2 Tidak Terbagi Sari, Yulianti Dewi Manda; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i1.2992

Abstract

The conditions of volume, speed, and density are influenced by the interaction of the driver and the vehicle with the road and the environment. One of the way to understand traffic behavior is by describing it in mathematical and graphical form.Through analysis of the relationship between volume, speed, and density can be known information about the current traffic flow conditions. The Greenshield model is used to represent the mathematical relationship between volume, speed, and density. The purpose of the study to analyze the characteristic relationship on 2/2 roads with an undivided type. Based on the results of calculating the mean speed, the service level of this road is type E. The mean speed in the morning is 28.78 km/hour towards Teluk and 25.44 km/hour towards Tanjung Karang. It concluded that the mean speeds of vehicles at this research location are not according to the Regulation of the Minister of the Republic of Indonesia Number 96 of 2015, where for secondary arterial roads with a service level of at least C, namely 60 km/hour.Based on the analysis of the relationship between traffic characteristics using the Greenshield model obtained (r2) = 0,276.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol 7, No 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol 7, No 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol 6, No 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol 6, No 3 (2018): Edisi September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Edisi September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 1, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue