cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Prosiding Semnas Matematika dan Pendidikan Mamatika adalah prosiding kumpulan artikel hasil seminar nasional matematika dan pendidikan matematika. Tema semnas berbeda setiap terbitan disesuaikan dengan tema yang dikembangkan oleh panitia semnas. Terbit satu kali dalam setahun secara serial antara seminar nasional yang diselenggarakan oleh jurusan matematika FMIPA Universitas Jember dan program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Jember. Prosiding ini ber ISBN dan terindeks oleh GOOGLE SCHOLAR dan IPI BETA.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
KONSTRUKSI MELALUI AKTIVITAS THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Zaini, Zaini
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat perkembangan intelektual anak oleh J. Piaget merupakan dasar pertimbangan dalam membelajarkan matematika kepada siswa.Teori belajar yang merujuk terhadap gagasannya dan pengembangannya mengedepankan pengetahuan sebagai produk yang harus dibangun (bukan hasil transfer) oleh siswa/mahasiswa.Peran guru/dosen pada kegiatan pembelajaran menempatkan sebagai fasilitator dan mediator.Untuk mengefektifkan kegiatan konstruksi, disarankan agar dilaksanakan melalui interaksi sosial yang mendasari tingkat kerja mental tingkat tinggi dimana individu memiliki tingkat perkembangan aktual (kemampuan memecahkan masalah secara mandiri) dan potensial (kemampuan memecahkan masalah di bawah bimbingan orang/teman sebanyanya yang lebih mampu).Makalah ini memaparkan kegiatan konstruksi dalam interaksi sosial (think pair share) dalam membuktikan teorema.
SOAL MATEMATIKA DALAM PISA KAITANNYA DENGAN LITERASI MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Setiawan, Harianto; Dafik, Dafik; Sri Lestari, Nurcholif Diah
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi international menguji prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia antara 15tahunyang mendekati akhir wajib belajar. Dalam studinya, PISA menggunakan pendekatan literasi yang inovatif, suatu konsep belajar yang berkaitan dengan kapasitas para siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran kunci disertai dengan kemampuan untuk menelaah, memberi alasan dan mengomunikasikannya secara efektif, serta memecahkan dan menginterpretasikan permasalahan dalam berbagai situasi. Seorang siswa dikatakan mampu menyelesaikan masalah apabila ia dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Kemampuan inilah yang biasa kita kenal sebagai keterampilan berpikir tingkat tinggi. Maka dari itu, dalam penelitian ini akan memaparkan secara jelas keterkaitan soal-soal matematika model PISA dengan kemampuan literasi matematika siswa serta keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI MELALUI MEDIA SIMULASI BERBASIS GUI Hidayati, Lilik
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika di tingkat sekolah adalah untuk melatih kemapuan berfikir logis, kritis, cermat dan tepat serta membekali peserta didik untuk dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi pada jenjang sekolah lanjutannya. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut kenyataan yang ada, pada proses pembelajaran umumnya peserta didik hanya dilatih untuk dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan cepat dan benar. Kondisi ini menyebabkan peserta didik hanya memiliki kemampuan teknis dalam menyelesaikan permasalahan matematika tanpa memahami apa sebenarnya yang diselesaikan dan apa manfaat penyelesainnya. Berdasarkan fenomena tersebut maka perlu dilakukan upaya perbaikan pelaksanaan pembelajaran yang dapat memberikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik, sehingga dapat mencapai ketuntasan klasikal. Mengingat bahwa materi transformasi geometri berbicara tentang perpindahan titik garis atau bidang yang dapat dilaksanakan dengan demonstrasi atau simulasi sehingga dapat diketahui bagaimana model transformasi yang terjadi, maka pembelajaran transformasi geometri dapat dilaksanakan dengan metode simulasi. Dengan demikian kontruksi ide konsep transformasi dapat dapat dipahami oleh peserta didik sehingga memungkinkan munculnya ide-ide baru bagi peserta didik sebagai topik diskusi atau pertanyaan. Pelaksanaan pembelajarannya yaitu bersimulasi untuk mengamati perilaku transformasinya, menulis untuk merumuskan rumusannya lalu menformulasikan untuk menyimpulkan. Dalam PTK ini dibagi menjadi dua siklus yang masing masing siklus terdiri dari 2 pertemuan pembelajaran, 1 pertemuan untuk evaluasi. Adapun hasil yang diperoleh adalah pada siklus 1 aktivitas belajar peserta didik berkategori aktif , aktivitas guru berkategori sangat aktif dan hasil belajar rata-rata 74 dengan presentase ketuntasan klasikal 77%. Sedangkan pada siklus ke II, aktivitas guru dan peserta didik dalam pembelajaran dapat dikategorikan sangat aktif dan hasil belajar peserta didik rata-rata sebesar 83 dengan presentase ketuntasan klasikal 88%.  Penelitian dicukupkan sampai siklus II karena tujuan penelitian sudah tercapai.  Model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan ketrampilan proses melalui media simulasi berbasis GUI membuat peserta didik baik secara individu maupun kelompok mampu belajar lebih cepat, aktif dalam menemukan konsep untuk memecahkan masalah yang dihadapi sehingga peserta didik mampu berfikir logis serta kritis dan kreatif. Dengan demikian model  pembelajaran inkuiri kolaborasi metode simulasi melalui pendekatan ketrampilan proses sangat direkomendasikan dalam pembelajaran matematika.
Pemahaman Siswa Pada Konsep Segiempat Berdasarkan Teori van Hiele Khoiri, Miftahul
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa pada Konsep Segiempat masih rendah dan menempati pada posisi yang memprihatinkan. Diantara berbagai solusi yang ditawarkan yang hasilnya tidak meragukan lagi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran adalah pembelajaran berdasarkan teori van Hiele.  Pembelajaran teori van Hiele yang dapat membangun pemahaman konsep meliputi empatlevel yaitu level 0 (visulisasi), level 1 (analisis), level 2 (abstraksi) dan level 3 (deduktif) dengan melalui 5 (lima) tahap yaitu tahap 1 (informasi), tahap 2 (orientasi terarah), tahap 3 (uraian), tahap 4 (orientasi bebas) dan tahap 5 (integrasi).hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaajran berdasarkan teori van Hiele mampu membangun pemahaman siswa pada konsep segiempat.
KONSTRUKSI KONSEP RELASI DAN FUNGSI DALAM SISTEM GUI MATLAB Herawati, Anita Suci
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kesalahan-kesalahan siswa kelas X MAN BONDOWOSO yang mengalami kesulitan dalam  memahami dan menyelesaikan soal matematika yang terkait dengan konsep relasi dan fungsi . Kesulitan itu meliputi membedakan mana fungsi dan nama relasi, menentukan bayangan atau range pada grafik cartesius jika domainnya di ketahui, menentukan range jika diketahui persamaan garisnya, menggambar grafik panah, cartesius dan pasangan berurutan. Untuk membantu mengurangi kesulitan yang banyak di hadapi siswa kelas X dalam menguasai konsep relasi dan fungsi  maka penulis menyajikan game interaktif siswa dengan menggunakan bantuan GUI matlab yang mana tujuan penggunaannya adalah dapat digunakan sebagai media praktikum dan penjelasan guru dalam pembelajaran matematika khususnya materi relasi dan fungsi di kelas.
DARI RADIKAL RING KE RADIKAL MODUL (FROM RADICAL OF RINGS TO RADICAL OF MODULES) Prasetyo, Puguh W; Wahyuni, Sri; Wijayanti, Indah E; Jackson, Harlina France
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal dalam teori ring pertama kali dibahas oleh Amitsur [2] dan Kurosh [7] hingga sampai saat ini berkembang dalam teori modul. Pada paper ini akan dibahas kelas radikal dalam teori ring termasuk konstruksi dua jenis radikal yaitu radikal atas (upperradicals) dan radikal bawah (lowerradicals) dan selanjutnya dibahas radikal dari modul. Kedua contoh konstruksi radikal ini yang banyak dikembangkan. Ada beberapa cara dalam mengkonstruksi radikal bawah, dalam paper ini digunakan konstruksi berdasarkan konstruksi radikal yang dikenalkan oleh Tangeman dan Kreiling [11]. Salah satu contoh dari konstruksi radikal bawah adalah konstruksi radikal bawah dari kelas yang merupakan kelas ring nilpoten. Kelas radikal ini disebut juga dengan istilah Baer Radical atau prime radical (radikal prima), sedangkan contoh dari radikal atas adalah radikal atas dari kelas semua ring sederhana dengan unit yang dikenal dengan istilah Brown-McCoy radical class. Perhatikan bahwa eksistensi ring prima dalam teori ring telah memotivasi adanya modul prima. Secara alami, adanya radikal prima dalam teori ring juga memotivasi adanya radikal prima dalam teori modul. Selain itu radikal prima dari suatu modul memotivasi munculnya istilah modul yang memenuhi formula radikal Saracdan Tiras [10].
IDENTIFIKASI INSTRUMEN GAMELAN JAWA MENGGUNAKAN JARINGAN FUNGSI BASIS RADIAL DENGAN METODE PELATIHAN EXTENDED KALMAN FILTER Riski, Abduh; Irawan, Mohammad Isa; Apriliani, Erna
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada instrumen gamelan, tidak ada frekuensi standar dalam sistem tangga nadanya seperti pada instrumen musik modern. Gamelan dibuat oleh empu pembuat gamelan berdasarkan pada perasaan dan pendengarannya, begitu juga dalam hal perawatan gamelan. Perawatan gamelan akan menjadi lebih efisien jika dapat dilakukan oleh selain empu pembuat gamelan. Untuk menhatasi hal tersebut, dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi instrumen gamelan jawa menggunakan jaringan fungsi basis radial.Jaringan fungsi basis radial merupakan jaringan multilayer feed-forward yang pelatihannya bersifat hybrid. Jaringan fungsi basis radial telah sering digunakan untuk pengklasifikasian, identifikasi pola atau pengolahan sinyal, karena proses pelatihannya yang cepat dibanding jaringan lain. Dalam penelitian ini akan digunakan extended Kalman filter untuk mengoptimalkan akurasi pelatihan jaringan fungsi basis radial. Pelatihan jaringan saraf tiruan dengan menggunakan extended Kalman filter dilakukan dengan memformulasikan jaringan saraf sebagai konsep variabel keadaan yang mirip dengan sistem dinamik tak-linier.Berdasarkan simulasi, penggunaan metode pelatihan extended Kalman filter untuk identifikasi instrumen gamelan Jawa menghasikan rata-rata akurasi sebesar 99,04%. Sehingga extended Kalman filter dapat dengan baik digunakan sebagai metode pelatihan jaringan fungsi basis radial untuk identifikasi instrumen gamelan Jawa.
Aplikasi Dimensi Fraktal pada BidangBiosains Ratri, Arum Andary; Purnomo, Kosala Dwidja; Riwansia, Rafi’ulfath R
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fraktal yang sangat dinamis disebabkan oleh kegunaan dari fraktal sendiri yang bisa diterapkan ke banyak lintas bidang, diantaranya adalah biosains. Permasalahan dalam bidang biosains diantaranya adalah analisis pola curah hujan di suatu tempat yang fluktuasinya relatif tinggi dan cara mengidentifikasi seseorang menggunakan telapak tangan. Artikel ini mencoba memberikan gambaran terhadap penggunaan dimensi fraktal dalam bidang biosains. Metode yang digunakan antara lain metode eksponen hurst dan metode box counting.
METODE BEDA HINGGA DAN TEOREMA NEWTON UNTUK MENENTUKAN JUMLAH DERET Mulyani, Tri; Hasan, Moh.; Slamin, Slamin
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi untuk membuktikan kebenaran rumus suatu deret adalah jika yang disajikan rumus suatu deret yang bukan deret aritmatika dan bukan deret geometri. Salah satu pembuktian yang paling sering dipakai adalah pembuktian dengan induksi matematika. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan rumus jumlah n suku pertama dari: (1) deret aritmatika, deret arirmatika bertingkat dengan landasan deret aritmatika; (2) deret geometri; (3) deret aritmatika bertingkat dengan landasan deret geometri; dan (4) deret yang bukan deret aritmatika dan bukan deret geometri yang diketahui rumus suku ke-nnya, dengan menggunakan metode beda hingga dan teorema Newton. Rumus jumlah n suku pertama yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan induksi matematika.
Solusi Persamaan Laplace Menggunakan Metode Crank-Nicholson Miranti, Titis; Hidayat, Rusli; Kusbudiono, Kusbudiono
Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persamaan Laplace sering digunakan untuk memodelkan permasalahan – permasalahan yang muncul dari berbagai bidang dalam dunia real. Pesamaan Laplace termasuk dalam persamaan diferensial parsial tipe eliptik. Persamaan Laplace dengan syarat batas yang tidak sederhana menyebabkan permasalahan dalam mencari solusi analitiknya. Sehingga untuk memperoleh solusi tersebut dibutuhkan suatu metode Numerik. Metode Crank-Nicholson merupakan salah satu contoh metode numerik. Metode Crank – Nicholson biasanya digunakan dalam mencari solusi persamaan diferensial parsial tipe parabolik. Dalam penelitian ini, persamaan Laplace  diselesaikan dengan menggunakan metode Crank – Nicholson. Persamaan Laplace  dan syarat batas yang digunakan memiliki bentuk solusi analitik sehingga dapat dicari nilai error dari solusi numerik.

Page 6 of 15 | Total Record : 150