Articles
64 Documents
Analisis Urgensi Metode Pembelajaran Bercerita Bagi Perkembangan Empati Anak Di TK Dharma Wanita Kendal Tahun Ajaran 2015/2016
Kumoro, Ilma
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.457 KB)
Kondisi kemampuan empati pada anak usia Taman Kanak-kanak atau anak dengan usia kronologis 5 sampai dengan 6 tahun masih bersifat potensial, meskipun sebagian sudah teraktualisasi secara sederhana dalam kehidupan anak sehari-hari. Anak sudah mampu melihat perasaan orang lain ketika orang lain tersebut mengalami suatu hal yang menyenangkan ataupun menyedihkan. Selain itu, anak juga sudah mampu memahami situasi yang berbeda antara orang yang ia beri rasa empati dengan situasi dirinya sendiri. Secara tertulis, negara kita sudah mengangkat bidang afeksi sebagai salah satu sasaran pengembangan anak didik, namun pada prakteknya hanya kognitif yang masih kerap dikedepankan. Hal tersebut juga didapati pada pendidikan tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Akan tetapi saat ini kondisi seperti itu sudah berkurang, khususnya atas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai afeksi, termasuk empati dalam kehidupan sosial juga bertambahnya bekal guru mengenai teori bahwa stimulasi terbaik dilakukan sejak anak berusia dini. Salah satu metode pembelajaran yang efektif bagi stimulasi perkembangan afeksi anak adalah metode bercerita. Rasa empati merupakan bagian dari ranah afeksi, sehingga fokus dapat dikerucutkan pada empati anak tersebut. Kegiatan bercerita cenderung disukai oleh anak usia Taman Kanak-kanak dan dapat dilakukan melalui beberapa media, seperti boneka tangan dan buku cerita bergambar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sesuai dengan jenisnya, maka penelitian ini akan mengedepankan penguraian data melalui deskripsi sebagai pembahasan pokok. Data diperoleh dari observasi langsung terhadap perilaku anak kelas B di TK Dharma Wanita Kendal, Ngawi. Selain itu juga dilaksanakan wawancara, baik wawancara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh Penggunaan Media Benda Konkret Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas IV Di SDN Sumberejo 01
Erowati, Maria Tri
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.425 KB)
Salah satu mata pelajaran yang terdapat ditingkat sekolah dasar kelas IV adalah IPA. Permasalahan yang dialami oleh siswa kelas IV adalah padatnya materi pelajaran IPA  yang harus dipelajari, sehingga siswa kurang mampu untuk mengingat atau menghafalkan semua materi yang ada. Upaya guru agar siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik yaitu menggunakan alat peraga atau media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran benda konkret terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas IV di SDN Sumberejo 01. Jumlah responden yang diteliti adalah 20 siswa yaitu seluruh siswa kelas IV di SDN Sumberejo 01. Jenis dan metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dal am penelitian ini adalah ( X ) penggunaan media benda konkret, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah ( Y ) motivasi belajar IPA siswa kelas IV. Metode pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala likert dan dokumen hasil belajar IPA siswa. Uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas.  Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, regresi sederhana, dan koefisien  determinasi yang digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah terdapat  pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan media benda konkret terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV. Hal ini ditunjukan dengan nilai t hitung lebih besar dari ttabel (9,012>1,658) atau sig (0,000<0,05), dan dengan nilai kontribusi 41,6%. Hal ini ditunjukan dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,416.
Penggunaan Preferensi Gaya Belajar Rogers Untuk Mengenali Gaya Belajar Siswa Berbakat Di Kelas Akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta
Minata, Ani Sri;
Syofiyawati, Noor Rita;
Kusumastuti, Grahita;
Yusuf, Munawir
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.308 KB)
Gaya belajar merupakan salah faktor penting dalam keberhasilan prestasi dalam belajar seorang siswa. Gaya belajar siswa penting diketahui guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan diketahuinya gaya belajar siswa, guru dapat memberikan pelayanan yang tepat sehingga materi secara efektif dipahami siswa. Materi yang dipahami siswa dengan baik akan berdampak positif dalam prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa berbakat di kelas akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta dengan menggunakan preferensi gaya belajar versi Rogers. Preferensi gaya belajar Rogers memiliki tiga belas gaya belajar yang spesifik ditunjukkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian survey dengan pendekatan penelitian cross sectional. Subyek penelitian merupakan lima puluh sembilan siswa akselerasi di SMA Negeri 3 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuisioner (preferensi gaya belajar anak berbakat Rogers) untuk mengambil data gaya belajar yang dipilih siswa akselerasi. Pengolahan data dilakukan melalui analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari tiga belas gaya belajar anak unggul versi Rogers, siswa akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta memiliki sembilan pilihan gaya belajar dan lima pilihan gaya belajar yang kuat. Dari sembilan pilihan gaya belajar yang dipilih, gaya belajar paling banyak dimiliki adalah gaya belajar pemelajaran berpasangan dan gaya belajar yang paling sedikit dipilih adalah gaya belajar diskusi. Selain itu terdapat sepuluh siswa akselerasi yang memiliki pilihan gaya belajar lebih dari satu.
Rancangan IEP (Individualized Educational Program) Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Pendidikan Inklusif
Dwimarta, Rahmasari
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (709.2 KB)
Pendidikan inklusif diberikan kepada peserta didik yang memiliki kelainan, memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang menerapkan sistem layanan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler sebagai tujuan seumur hidup, dan sasaran akhir tercapainya warga negara yang produktif dengan menerapkan pendidikan untuk semua. Program/rencana IEP (Individualized Educational Program) bagi para siswa yang berkelainan untuk membantu guru/pendidik memastikan bahwa siswa yang bersangkutan mengalami kemajuan di sekolah. Program IEP ini melayani kebutuhan unik peserta didik dan merupakan layanan yang disediakan dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan serta bagaimana efektivitas program tersebut ditentukan dalam periode waktu yang spesifik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku, jurnal dan hasil-hasil penelitian (skripsi, tesis dan disertasi). Hasil analisis kajian teori bahwa melalui  program IEP (Individualized Educational Program) dapat mengakomodasi terhadap perÂbedaan individu,  atau suatu program pembelajaran yang didasarkan kepada gaya, kekuatan dan kebutuhan-kebutuhan khusus anak dalam belajar sehingga dapat mengoptimalisasi potensi peserta didik dalam proses pembelajaran dan pendidikannya. Langkah-langkah dalam rancangan PPI yaitu 1) Kerja sama guru dan orang tua, 2) Penjelasan dan persetujuan 3) asesmen (menilai) kebutuhan khusus anak, 4) pembentukan tim PPI, 3) mengembangkan tujuan jangka panjang dan pendek, 5) pengembangan IEP merancang metode dan prosedur pembelajaran 6) menetapkan materi pembelajaran, dan 7) melakukan evaluasi kemajuan belajar anak. Penerapan IEP (Individualized Educational Program) pada anak berkebutuhan akan lebih berkembang karena dengan sekolah memberikan layanan sesuai dengan kecacatannyasehingga akan meminimalisir anak putus sekolah, memunculkan rasa kepercayaan diri siswa dan adanya hak anak untuk menempuh pendidikan.Â
Upaya Meningkatkan Pengembangan Motorik Kasar (Melompat) Anak Melalui Permainan Lompat Tali Pada Kelompok B TK Al-Hidayah Palaosan Tahun Pelajaran 2015-2016
Febriani, Efri
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.25 KB)
Pada dasarnya setiap anak memiliki tingkat perkembangan yang baik. Dunia anak adalah dunia bermain, dari mulai bangun sampai tidur sampai tidur kembali yang ada dalam pikiran anak adalah bermain. Semua jenis permainan baik untuk perkembangan anak. Hal itu apabila permainan tersebut dilakukan dengan pengelolaan yang baik dan diarahkan untuk tujuan-tujuan positif. Sehingga tujuan pendidikan anak tercapai, khususnya dalam menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, dan proses sosialisasi dalam diri anak. Berdasarkan pada latar belakang yang telah disampaikan di atas, masalah yang dihadapi di TK Al-Hidayah Plaosan dapat dirumuskan sebagai berikut: âApakah dengan permainan lompat tali dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar (melompat) padaanak kelompok B TK Al-Hidayah Plaosan Magetan Tahun Pelajaran 2015-2016?â Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan motorik kasar (melompat) anak melalui permainan lompat tali. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Al-Hidayah Plaosan Tahun 2015/2016. Penelitian disini menggunakan metode deskritif kualitatif yaitu menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik permainan lompat tali dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada siswa TK Al-Hidayah Plaosan Tahun 2015-1016
Pembelajaran Sensorimotor Untuk Anak Autis Di PAUD Inklusi Sebuah Tinjauan Psikologis
Widiyati, Wiwik
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.106 KB)
Intervensi yang diberikan kepada anak autis salah satunya adalah dengan terapi sensori integrasi. PAUD inklusi dapat memberikan jenis intervensi ini dengan metode pembelajaran sensorimotor. Pembelajaran sensorimotor di PAUD inklusi diberikan secara individual maupun secara klasikal. Anak autis didampingi oleh pendamping khusus sehingga dapat tetap mengikuti pembelajaran secara klasikal. Anak autis dapat dimasukkan di PAUD inklusi yang saat ini mulai berkembang di masyarakat. Masyarakat mulai menyadari bahwa pendidikan diberikan untuk semua anak tanpa kecuali. (education for all).Pembelajaran sensorimotor dapat dijadikan rangsangan untuk anak autis. Pemberian pembelajaran sensorimotor ini tentunya disesuaikan dengan usia anak dan gangguan yang diderita anak mengingat autis banyak macamnya. Pembelajaran yang diberikan terdiri dari perkembangan taktil, vestibular, dan proprioseptif. Pembelajaran ini diberikan tiga kali seminggu dengan tiap kali pembelajaran adalah satu jam. Jenis-jenis permainan pembelajaran sensorimotor yang dapat diberikan di PAUD Inklusi adalah: jenis permainan tactile (peraba), meliputi: memasukkan benda-benda ke kotak, melukis dengan jari, bermain pasir, menyebut nama-nama benda dan bermain playdough. Jenis permainan vestibular (keseimbangan), meliputi: titian tali dan balok kayu, dan bermain bola. Jenis permainan proprioseptif (posisi tubuh): menyusun benda bundar, menggunting dan menempel, dan bermain puzzle.Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam memberikan pembelajaran sensorimotor pada anak autis: keadaan anak, alat dan perlengkapan serta tempat bermain, pendekatan, suasana dan waktu bermain serta evaluasi.
Guru Pembimbing Khusus (GPK): Pilar Pendidikan Inklusi
Zakia, Dieni Laylatul
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.42 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasiperan dan tugas guru pembimbing khusus di sekolah inklusi, menemukan dampak yang dialami sekolah inklusi dengan tidak tersedianya guru pembimbing khusus dan mengetahui upaya sekolah untuk mengatasi dampak tidak tersedianya guru pembimbing khusus di sekolah inklusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dengan penelitian ini diharapkan dapat mengungkap berbagai informasi kualitatif dengan deskripsi-analisis yang teliti dan penuh makna. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru pembimbing khusus dan guru kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa GPK masih bertugas seperti guru pada umumnya yaitu berdiri di kelas dan mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. GPK ini mengajar layaknya guru kelas dan bahkan ada juga yang menjadi guru kelas karena permasalahan kekurangan guru yang dialami pihak sekolah. Dampak yang dialami sekolah dengan tidak tersedianya guru pembimbing khusus dalam pendidikan inklusi adalah pemenuhan kebutuhan ABK terutama program khususnya tidak terpenuhi, ABK dianggap sebagai pengganggu dalam kelancaran pelaksanaan program pendidikan; guru kelas tidak dapat memfasilitasi kebutuhan ABK di kelas; kebijakan sekolah untuk menerima siswa-siswa normal dan ABK dengan tingkat hambatan yang ringan. Sedangkan ABK dengan tingkat hambatan sedang dan berat langsung diarahkan ke SLB. Untuk mengatasi tidak tersedianya GPK dilakukan upaya dengan mengangkat GPK honorer, bekerja sama dengan SLB terdekat untuk mendatangkan guru kunjung.
Peran Pendidikan Global Terhadap Mobilitas Masyarakat
Malika, Nur
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.701 KB)
The change of status is promising to increase welfare through education. Government policy-oriented society is the hope to solve the problem of economic welfare. Tract prepared learning activities to influence public thinking. But not all educational channels can guarantee output expectations. Utilization of the facilities provided by the government to solve some of the problems and may leave other problems. Mastery is achieved through the involvement of all aspects of society is not partial. However, Indonesia has an outlook on life and a unique geographical region, with diverse cultural backgrounds and customs. Education and the result - the result is also influenced by the circumstances and environmental conditions. In this paper raised about the problems 1) The role of education to social mobility and 2) social mobility can increase educational expectations. Based on the opinions and input of experts who tested the suggestions and input the expected completion of the education problem.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Tunagrahita
Tawar, Tawar
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.177 KB)
Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan metode karyawisata pada anak tunagrahita kelas 3 di SLB-C YPAALB Prambanan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas.  Data utama berupa diskripsi proses dan hasil belajar siswa ditunjang dengan data hasil observasi. Hasil penelitian dianalisis secara diskriptif kualitatif. Target nilai dari penelitian ini adalah pencapaian nilai rata-rata kelas 7,0. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas siklus 1 sebesar 6,7 dan siklus 2 sebesar 7,7. Jadi penggunaan metode karyawisata dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam anak tunagrahita kelas 3 di SLB-C YPAALB Prambanan Klaten.
Pengaruh Pemberian Hadiah (Reward) Terhadap Kemandirian Belajar Anak Di TK Tunas Muda Karas Kabupaten Magetan Ta 2015/2016
Puspitasari, Richa
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.163 KB)
Reward merupakan suatu penghargaan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki kelebihan biasanya reward diberikan kepada orang yang memiliki prestasi, berperilaku baik, rajin, tekun, dan lain-lain, reward berlaku disetiap instansi pada anak usia dini reward menjadi pegangan para guru dalam mengkondisikan anak di kelas pada setiap kegiatan pembelajaran dan hal ini akan berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu penulis ingin mengetahui bagaimana penerapan reward dalam kegiatan belajar mengajar pada anak usia dini di TK Tunas Muda II Karas Magetan dan ingin mengetahui apakah reward dapat mempengaruhi  kemandirian belajar anak di Taman Kanak-kanak dan dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode bermain sambil belajar, diagram bintang, pemberian hadiah berupa benda/barang yang membuat anak bangga dan disukai oleh anak. Penelitian ini langsung meneliti kegiatan belajar mengajar siswa, kegiatan guru, kepala sekolah, dan keadaan lingkungan sekolah. Peneliti juga meneliti bagaimana cara siswa atau peserta didik dalam menghadapi masalah, aktivitas keseharian di dalam kelas, guru dalam menghadapi perilaku siswanya dalam kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian penulis bahwa reward diterima berbeda-beda oleh anak tergantung cara pemberian reward itu diberikan kepada anak dengan pemberian yang mendidik maka setiap anak akan menerimanya dengan semangat dan merupakan suatu penghargaan, peneliti berharap semoga dalam penelitian ini berdampak baik dan menjadi acuan belajar yang baik bagi siswa, guru dalam mengkondisikan anak di kelas agar kemandirian belajar anakakan tercipta dengan baik.