cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Meningkatkan Kinerja Guru Ditinjau Dari Kedisiplinan Dan Motivasi Kerja Guru Di SD Negeri X Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan Sulistyo, Andri; Wijayanto, Wisnu
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.555 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SD Negeri X Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. Subyek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 15 guru di SD Negeri X Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan, jenisdata dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data primer yang didapat dari wawancara dan jawaban responden berupa pengisian kuesioner kinerja, motivasi kerja dan disiplin kerja yang disebarkan kepada guru di SD Negeri X Kecamatan Tanggungharjo KabupatenGrobogan.Adapun Uji istrumen yang digunakan untuk menguji layak atau tidaknya suatu pertanyaan adalah uji Validitas dan uji Reliabilitas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi. Sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik berupa uji multikolonieritas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa adanya pengaruh antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru yang signifikan. Dari kedua variabel tersebut variabel disiplin kerja berpengaruh lebih besar terhadap kinerja guru dibandingkan dengan motivasi. Dengan adanya penelitian ini dapat disimpulkan bahwa guru memerlukan motivasi dan pendisiplinan dalam meningkatkan kinerja, terutama Kepala sekolah harus lebih meningkatkan kedisiplinan kepada guru di SD Negeri X Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. Langkah-langkah relevan yang dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah seperti penggunaan finger print dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan guru.
Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Pada Pembelajaran Matematika Kurniawan, Heru
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.553 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah pada mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Sampel penelitian ini berjumlah 120 mahasiswa. Instrumen penelian menggunakan tes yang terdiri dari 4 soal essay. Analisis dilakukan dengan meihat hasil pekerjaan mahasiswa, observasi, dan wawancara. Dari hasil analisis terhadap tes tersebut menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan  masalah pada mahasiswa masih perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pemberian metode pembelajaran yang tepat serta membiasakan mahasiswa berhadapan dengan soal-soal yang open ended. 
Peningkatan Prestasi Membaca Permulaan Anak Berkesulitan Belajar Membaca Menggunakan Metode Pembelajaran Kontekstual Melalui Inklusi Di SDN Pajang 1 Surakarta Ulum, Muhammad Miftahul
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.456 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran kontekstual terhadap peningkatan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada anak berkesuliatn belajar membaca di SDN Pajang 1Surakarta tahun ajaran 2015/ 2016. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR). Subjek penelitian ini adalah satu siswa berkesulitan belajar membaca di SDN Pajang 1 Surakarta. Tekhnik pengumpulan data dengan tes. Tekhnik analisis data dengan menggunakan deskriptif komparatif. Uji validitas instrumen tes (soal) menggunakan validitas isi. Nilai tes prestasi siswa mengalami peningkatan yang ditunjukkan pada pengukuran baseline pertama 50, intervensi pertama 65, baseline kedua 75 dan intervensi kedua 90. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan metode pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia materi membaca permulaan anak berkesuliatan belajar membaca di SDN Pajang 1 tahun ajaran 2015/ 2016.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Melalui Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Untuk Pembelajaran Ipa Di Sekolah Menengah Atas Wicaksana, Ervan Johan; Fitrihidajati, Herlina; Kuntjoro, Sunu
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.228 KB)

Abstract

Pembelajaran di sekolah cenderung sangat teoritis dan tidak terkait dengan lingkungan anak berada. Akibatnya anak didik tidak mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah guna memecahkan masalah kehidupan yang dihadapi dalam kehidupan sehari -hari. Masalah  tersebut dapat diatasi dengan pemberian pendidikan yang terintegerasi pada kecakapan hidup (life skill) yang dapat memberikan bekal pada siswa untuk dapat mandiri dalam mengarungi dunia kerja manakala yang bersangkutan terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Desain penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian needs assessment. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian needs assessment ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, dengan teknik persentase. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara rerata pemahaman guru-guru  sains SMA tentang konsep dan kedudukan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA cukup memahami namun sebarannya tidak merata. Hal ini selain dipengaruhi oleh bidang keahlian yang menjadi tugasnya juga penyikapan terhadap kecakapan hidup (life skill) dalam konteks pembelajaran. Sedangkan pada needs assessment, terdapat  kecenderungan bahwa penerapan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA di SMA cukup diperlukan namun tidak signifikan. Hal ini terkait dengan kompetensi menggunakan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA, relevansi dengan bidang studi dan motivasi dalam menggunakan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) melalui pengembangan LKS untuk pembelajaran IPA di SMA dalam peningkatan kualitas dan kebermaknaan (meaningfull) pembelajaran.
Motivasi Dan Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar Di Kabupaten Klaten Tukiyo, Tukiyo
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.535 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi dan kepuasan kerja guru Sekolah Dasar di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Secara rinci penelitian ini untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian berikut: (1) seberapa tinggi motivasi kerja guru SD di Kabupaten Klaten, (2) seberapa tinggi kepuasan kerja guru SD di Kabupaten Klaten, (3) apakah ada perbedaan motivasi kerja guru ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan masa kerja guru,  (4) apakah ada perbedaan kepuasan kerja guru ditinjau dari jenis kelamin, usia,  dan masa kerja guru, dan (5) apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja guru.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 di Sekolah-Sekolah Dasar di Kabupaten Klaten. Pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive random sampling, melibatkan 64 orang guru yang terdiri dari 18 orang guru laki-laki dan 46 orang guru perempuan. Untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner, sedang analisis datanya menggunakan mean dan standar deviasi, statistik nonparametrik, dan analisis korelasi Pearson.Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) sebagian besar guru SD di Kabupaten Klaten (65,625%) memiliki motivasi kerja dalam kategori sedang, (2) sebagian besar guru SD di Kabupaten Klaten (48,44%) memiliki kepuasan kerja dalam kategori sedang, (3) tidak ada perbedaan motivasi kerja guru ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan masa kerja guru, (4) tidak ada  perbedaan kepuasan kerja guru ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan masa kerja guru, dan (5) tidak ada hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja guru. Secara umum dapat dikatakan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja guru SD di Kabupaten Klaten berada dalam kategori sedang.
Penerapan Metode Pembelajaran Dengan Menggunakan Media Balok Tangram Untuk Meningkatkan Pemahaman Pecahan Sederhana Mata Pelajaran Matematika Semester Ii Pada Siswa Kelas Iii D SLB-D YPAC Surakarta Tahun 2014/2015 Khoirunnisyak, Khoirunnisyak
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.856 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran dengan media Balok Tangram dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pecahan sederhana dalam pelajaran matematika pada siswa kelas III D SLB-D YPAC Surakarta Tahun 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III D SLB-D YPAC Surakarta Tahun 2014/2015 yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan tes. Rancangan analisis yang digunakan untuk penelitian adalah dengan pendekatan kualitatif didasarkan pada tiga komponen utama meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (verifikasi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Balok Tangram dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran Matematika pada siswa kelas III D SLB-D YPAC Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya ketuntasan belajar siswa yang yang setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Hasil tes Siklus I dan Siklus II menunjukkan bahwa penguasaan konsep pada siswa semakin meningkat. Selain dapat meningkatkan hasil belajar, pembelajaran dengan alat peraga balok tangram merupakan hal yang baru bagi siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, dan siswa menjadi lebih bersemangat. Hal ini ditunjukan dengan hasil pengamatan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari mulai Siklus I sampai Siklus II. 
Remediasi Miskonsepsi Mahasiswa Menggunakan Model Concept Attainment Pada Materi Metabolisme Sel Afandi, Afandi
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.666 KB)

Abstract

The purpose of this research is to investigate the effect of remediation misconception using concept attainment model. The method of this research is pre-experimental using one group pretest and posttest design. The sample is 1st semester pre-service teacher student at Biology Education Department, Tanjungpura University consist of 30 students. The instrument used is multiple choice diagnostic test. Statistic test used is paired sample t-test. The result shows remediation using concept attainment model gives significant effect with ES value 1.44.
Upaya Meningkatkan Kosa Kata Anak Tunarungu Melalui Media Variasi Gambar Pada Siswa Kelas V/B Di SLB Negeri Surakarta Sugiarti, Sri
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.712 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untk mengetahui peningkatan perbendaharaan kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia anak tunarungu pada siswa kelas V/B SLB Negeri Surakarta semester II Tahun Pelajaran 2013/2014, yang diperoleh melalui penggunaan media variasi gambar. Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah 1. Anak Tunarungu SLB Negeri Surakarta mengalami kesulitan pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam hal memahami kata, 2.anak Tunarungu kelas V/B SLB Negeri Surakarta mengalami kesulitan menyusun kalimat dikarenakan miskinnya bahasa, 3. Anak Tunarungu kelas V/B SLB Negeri Surakarta mengalami kesulitan pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam hal bicara karena kurangnya Kosa kata yang dikuasainya, 4. Kurangnya media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperbanyak kosa kata, 5. Belum digunakan media “variasi gambar”dalam upaya meningkatkan perbendaharaan kata.ebut diatas, metode penelitian yang digunakan dalam rangka pengumpulan data menggunakan cara observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Tehnik analisis data secara diskriptif yaitu dengan membandingkan nilai antar siklus yang dianalisis adalah tes siswa sebelum menggunakan media variasi gambar dan nilai tes siswa setelah menggunakan media variasi gambar.            Hasil penelitian menunjukan: 1. Melihat hasil kata dari studi awal angka ketuntasan hanya 16,67% setelah diadakan perbaikan sampai nilai siklus I dan  II menunjukan adanya peningkatan yang signifikan dari angka ketuntasan siswa hingga mencapai 100%, 2. Terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang dapat dibaca pada lembar observasi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi: “Penerapan Media Variasi Gambar dapat meningkatkan kosa kata pada siswa kelas V/B SLB Negeri Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014”Terbukti kebenaranya. Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui media variasi gambar diharapkan lebih efektif untuk meningkatkan kosa kata dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V/B SLB Negeri Surakarta.
Upaya Mengembangkan Kemampuan Menggambar Melalui Metode Bercerita Pada Anak Kelompok B Semester I Ra Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Tahun 2015/2016 Hasanah, Mikrojul
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.568 KB)

Abstract

Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan telah memberikan pengaruh dalam sektor pembinaan kemampuan aspek dalam diri anak terutama kreativitas agar tercipta manusia yang kreatif dan inovatif di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan pembinaan dan bimbingan agar kreativitas anak tergali sesuai dengan bakat kreativitas yang ada dalam diri anak. tujuan yang hendak dicapai dalam peneitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang empiris berkaitan dengan pengembangan kreativitas menggambar anak melalui metode bercerita. Subyek populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok B RA Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Sebanyak 13 Anak.  Hasil penelitian menunjukkan hasil: a). Strategi pembelajaran melalui bercerita atau berdialog yang dirancang lebih atraktif dan menarik dapat membangkitkan perhatian dan rangsangan lahirnya motifasi yang dapat dijadikan dasar dalam berkarya (kegiatan menggambar) pada peserta didik. b). Strategi pembelajaran melalui metode bercerita dinyatakan dapat meningkatkan penguasaan peserta didik akan teknik, bahan atau alat, dan mengenalkan warna dalam kegiatan menggambar, serta meningkatkan kualitas hasil kemampuan menggambar bebas peserta didik. Dalam pengamatan ini, penguji menggunakan metode bercerita untuk mengembangkan kreativitas anak dalam menggambar. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, kemampuan kreativitas menggambar pada anak kelompok B RA Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan meningkat setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah mengembangkan kreativitasmenggambar melalui metode bercerita pada anak kelompok B RA Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan.
Penggunaan Alat Peraga Tiruan Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SLB D1 YPAC Surakarta Tahun 2011-2012 Mulyani, Tri
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.496 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah penggunaan alat peraga tiruan dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar IPA pada siswa kelas III semester gasal SDLB-D1 YPAC Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan subjek pelaku tindakan seorang guru kelas III-D1 dan subjek penerima tindakan adalah 6 orangsiswa. Penelitian dilaksanakan melalui 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data hasil belajar IPA melalui observasi langsung dan tes. Untuk analisis data yang digunakan yaitu analisis data perbandingan berdasar pencapaian skor hasil belajarnya, dengan indikator ketuntasan 6,0. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPA dari siklus 1 sebesar 16% dan dari siklus II 84%. Dengan demikian, penggunaaan alat peraga tiruan dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajat IPA pada siswa kelas III semester gasal SDLB-D1 YPAC Surakarta.

Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue