cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG BERMAIN AIR PADA ANAK USIA TODDLER Eka Adimayanti; Siti Haryani; Anggun Arief Wibowo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2646.385 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.192

Abstract

Bermain merupakan kegiatan utama dalam dunia anak. Dengan bermain anak dapat memperoleh kesenangan dan pengetahuan. Pada usia toddler (1-3 tahun) anak mampu menyerap pengetahuan dengan mudah. Bila spons adalah otak anak, stimulasi lingkungan adalah air yang bisa diserap dengan cepat. Banyak orang tua yang menganggap bermain air hanya akan membuat anak sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air pada anak usia toddler di PAUD Kartika Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Kartika dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling didapat 23 orang tua. Alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang bermain air. Analisa statistik dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (8,7%), cukup sebanyak 11 orang (47,8%), dan baik sebanyak 10 orang (43,5%). Saran untuk orang tua yang memiliki anak usia toddler diharapkan tidak perlu melarang anaknya untuk bermain air karena bermain air dapat membantu perkembangan anak, bagi tenaga kesehatan untuk lebih memberikan informasi tentang bermain air pada anak usia toddler (1-3 tahun) baik melalui penyuluhan atau konseling oleh bidan dan tenaga kesehatan lain. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bermain air, Anak usia toddler (1-3 tahun)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI IBU HAMIL UNTUK MELAKUKAN SENAM HAMIL DI DESA TANJUNGREJO KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Artanti Zulaikhah; Heriyanti Widyaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.215 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i4.101

Abstract

Senam hamil merupakan terapi latihan gerak yang diberikan pada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya baik fisik maupun mental dalam menghadapi persalinan. Oleh karena itu, senam hamil sangat diperlukan oleh setiap ibu hamil, karena senam hamil dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar, serta dapat membantu ibu dalam menghadapi persalinan sehingga stres akibat rasa cemas menjelang persalinan akan dapat diminimalkan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini 93 responden di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil mempunyai pengetahuan baik sebanyak 53 responden (57,0%), dan motivasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil mempunyai motivasi rendah sebanyak 44 responden (47,3%).Analisa Pearson chi-square menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan motivasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus dengan p value 0.029 (p< 0,05). Ada hubungan pengetahuan dengan motivasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil Di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2014. Peneliti menyarankan melakukan senam hamil untuk menghadapi persalinan.Kata kunci : Pengetahuan, Motivasi, Senam Hamil.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DEWASA DI KABUPATEN JEPARA Sholihul Huda
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.474 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.158

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis di berbagai negara. Setiap tahun terdapat sekitar 8 juta populasi orang dewasa meninggal karena hipertensi di seluruh dunia. Di Indonesia, sekitar 32 % dari total populasi penduduk menderita hipertensi. Manajemen perawatan diri hipertensi adalah tindakan yang sangat penting dalam mengurangi angka kematian secara dini akibat hipertensi. Salah satu faktor penting dalam melakukan perawatan diri pada penyakit hipertensi adalah efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan manajemen perawatan diri hipertensi pada orang dewasa. Desain cross sectional digunakan untuk mengetahui manajemen perawatan diri dari 145 pasien hipertensi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jepara, antara bulan Agustus sampai September 2015. Metode yang digunakan dalam pengumpulan sampel adalah multistage random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Hipertension Self-care Activity Level Effect (H-SCALE) dan self-efficacy questionnaire. Statistik deskriptif dan korelasi Person’s Product-moment digunakan untuk analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan manajemen perawatan diri hipertensi (r = 0,448, p <0,05). Hasil penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan faktor manajemen perawatan diri pada penderita hipertensi dewasa. Selain itu, temuan dari studi ini diharapkan bisa menjadi saran bagi penyedia layanan kesehatan setempat supaya dapat melaksanakan program manajemen perawatan diri, meningkatkan kesehatan, dan mencegah komplikasi dari hipertensi secara terpadu dan efektif.Kata kunci: Hipertensi, Self-Care Management, Efikasi diri
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG ATONIA UTERI PADA MAHASISWA KEBIDANAN DENGAN PRAKTIKUM KOMPRESI BIMANUAL INTERNA DI POLITEKNIK BANJARNEGARA Lia Aria Ratmawati; Dani Setiyaningrum
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.384 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.215

Abstract

Penilaian praktikum kegawatdaruratan maternal neonatal mahasiswa Kebidanan Politeknik Banjarnegara dalam kategori rendah. Keterampilan mahasiswa yang memadai akan menunjang kelancaran dalam praktik dan bekerja serta mencegah resiko yang tidak diinginkan bagi pasien maupun diri sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui  hubungan  antara  pengetahuan  tentang atonia uteri pada mahasiswa  kebidanan dengan praktikum  kompresi bimanual interna di Politeknik Banjarnegara. Jenis penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 40 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan Cheklist dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 62.5% responden mahasiswa berpengetahuan baik dan 82.5% responden lulus praktikum kompresi bimanual interna. Ada hubungan antara pengetahuan tentang atonia uteri pada  mahasiswa kebidanan dengan praktikum kompresi bimanual interna di Politeknik Banjarnegara (p=0,001≤0,05). Sarannya responden bisa lebih giat dan aktif dalam melakukan praktikum sehingga teori yang sudah didapat dapat diterapkan dan menambah kemampuan dalam praktik di pelayanan kesehatan. Kata kunci: Atonia Uteri, Kompresi Bimanual Interna
ANALISIS PERESEPAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL PADA RESEP BPJS DI APOTEK HUSADA FARMA KABUPATEN KUDUS FEBUARI 2016 Dian Arsanti Palupi; Nufika Musyafaah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1910.964 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.149

Abstract

Penatalaksanaan diabetes mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas, yang secara spesifik ditujukan untuk mencapai 2 target utama, yaitu menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal dan mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi penggunaan obat antidiabetik oral tunggal dan kombinasi pada resep BPJS di apotek Husada Farma Kudus pada periode Februari 2016. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif dan data diambil secara retrospektif dari 185 lembar resep yang memenuhi kriteria inklusi. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang dianalisa dengan microsoft office. Hasil penelitian diperoleh bahwa lembar resep pasien wanita lebih banyak dibandingkan dengan lembar resep laki-laki. Rata-rata usia pasien penderita DM adalah diatas 40 tahun sejumlah 97%. Metformin adalah obat antidiabetik oral yang paling banyak diresepkan sejumlah 76% atau 141 lembar resep. Peresepan obat antidiabetik oral lebih banyak dalam bentuk kombinasi dibandingkan dengan peresepan tunggal. Terdapat 147 lembar resep atau 70,5% dari total resep adalah bentuk kombinasi . Kombinasi terbanyak adalah kombinasi antara obat Antidiabetik oral dari golongan Biguanid (Metformin) dengan Antidiabetik oral golongan Sulfonilurea (Glicab, Glucodex, Glimepirid, Glicazid, Glugepatic, Diamicron)  yaitu sejumlah 68 lembar resep.Kata Kunci: Resep BPJS, Resep tunggal dan kombinasi, antidiabetik oral
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KORIPANDRIYO KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI Zulfa Inayatul Ulya; Noor Faidah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2650.805 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.186

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang lebih dari normal, yang ditunjukkan dengan nilai sistole dan nilai diastole berkisar 140/ 90 mmHg atau lebih. Penatalaksanaan non farmakologis dapat dilakukan dengan melakukan terapi relaksasi otot progresif. Terapi relaksasi otot progresif dilakukan dengan cara mengendorkan atau mengistirahatkan otot-otot sehingga menjadi relaks.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.  Penelitian ini menggunakan Quasi Experiement Design dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Penelitian ini dilakukan di Desa Koripandriyo dengan jumlah sample 30 responden yang terdiri atas 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sample menggunakan Quota Sampling dan besar jumlah samle menggunakan rumus finite. Instrumen penelitian menggunakan SOP terapi relaksasi otot progresif, lembar observasi dan Sphygmomanometer digital.  Hasil uji statistik menggunakan paired t test  diperoleh nilai p value pada tekanan darah sistolik 0,038 (p < 0,05) dan nilai p value pada tekanan darah diastolik 0,024 (p< 0,05). Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Koripandriyo Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Kata Kunci: Hipertensi, Terapi relaksasi otot progresif, Tekanan Darah
KESIAPSIAGAAN KELUARGA DENGAN LANJUT USIA PADA KEJADIAN LETUSAN MERAPI DI DESA BELERANTE KECAMATAN KEMALANG Istianna Nurhidayati; Erma Ratnawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.027 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.210

Abstract

Lansia menjadi kelompok rentan dalam bencana. Pengurangan resiko dampak bencana terhadap lansia dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan. Individu dan rumah tangga menjadi stakeholder utama kesiapsiagaan. Keluarga merupakan ujung tombak, subyek dan obyek kesiapsiagaan, berpengaruh langsung terhadap resiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesiapsiagaan keluarga dengan lansia pada kejadian bencana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, menggunakan studi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian: keluarga dengan lansia di Desa Balerante Kecamatan Kemalang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 55 sampel, diambil secara cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan, 76.5% keluarga dengan lansia memiliki pendidikan sekolah dasar, 54.9% memiliki APGAR baik dan 54.95% berada pada kesiapsiagaan siap. Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara tipe keluarga, pendapatan dan pendidikan dengan kesiapsiagaan (. Kesimpulan studi ini terdapat hubungan antara pendapatan, pendidikan dan tipe keluarga dengan kesiapsiagaan keluarga. Keluarga dengan lansia di lereng merapi dalam kategori siap menghadapi letusan gunung merapi.
PERBEDAAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KOMUNIKASI SBAR TERHADAP PENERAPAN PATIENT SAFETY OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RS. SITI KHODIJAH SEPANJANG SIDOARJO JAWA TIMUR Ana Fadilah; Wahyu Yusianto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.327 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.144

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan. Timbang terima pasien termasuk pada sasaran keselamatan pasien yang tertuang dalam Permenkes No. 1691/MENKES/ PER/VIII/2011 yang kedua yaitu peningkatan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif diantaranya adalah dengan menggunakan komunikasi SBAR yang merupakan salah satu yang dapat meningkatkan penerapan patient safety.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan timbang terima sebelum dan sesudah menggunakan komunikasi SBAR terhadap penerapan patient safety oleh perawat pelaksana di RS Siti Khodijah Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur.Sampel yang digunakan adalah populasi perawat pelaksana di unit rawat inap RS Siti Khodijah Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur yang berjumlah 30 orang. Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan one group pre-test dan post-test design. Variabel independen adalah pelaksanaan timbang terima pasien dan variabel dependen adalah penerapan patient safety. Instrumen penelitian ini berupa ceklist. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan, pelaksanaan timbang terima pasien sebelum dan sesudah menggunakan komunikasi SBAR di ruang rawat inap RS Siti Khodijah Jawa Timur dari 30 orang responden terdapat 25 responden yang mengalami perubahan positif dari sesudah dilakukannnya perlakuan, dan terdapat 5 responden yang tidak mengalami perubahan atau tetap dari sebelum dan sesudah dilakukannnya perlakuan. Kata Kunci : Timbang Terima Pasien, Keselamatan Pasien, Perawat Pelaksana
GAMBARAN PERILAKU KELUARGA DAERAH URBAN DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH KABUPATEN KENDAL Yulia Susanti; Livana P. H.; Anik Fiatur Rohmaniah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.875 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.164

Abstract

Latar   Belakang.  Penyakit   Demam   Berdarah  Dengue   (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang jumlah penderita dan  penyebarannya cenderung meningkat. Jumlah kasus DBD tercatat 49,868 kasus, dengan angka kematian sebesar 0,80%. Perilaku  daerah urban adanya saluran limbah  yang  tidak  dibersihkan, lahan  kosong yang  tidak dibersihkan dan  banyak  persawahan. Tujuan.  Penelitian bertujuan mengetahui gambaran perilaku  keluarga daerah urban   dalam pencegahan  kejadian  demam  berdarah  di  daerah  endemis.  Metoda. Metode penelitian ini menggunakan  survey deskriptif kuantitatif dan  alat ukur   menggunakan   kuesioner   yang    terdiri   68   pernyataan.   Sampel penelitian  daerah urban   371  orang.   Hasil penelitian  ini  didapatkan  bahwa perilaku   keluarga  di daerah urban  kurang baik  (53,4%), pengetahuan baik  (81,4%), sikap kurang  baik  (54,2%) dan tindakan baik (52,3%). Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada masyarakat  agar   lebih    bertanggung jawab   dalam  berperilaku  sebagai upaya  pencegahan DBD dengan selalu menerapkan 3M (Mengubur, Menguras   dan     Menutup),    menggunakan   obat     anti    nyamuk  dan  pengelolaan sampah secara mandiri.Kata Kunci                : Perilaku, DBD, Urban.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN PERIODE KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA: HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. SOEROYO MAGELANG Ana Puji Astuti; Tri Susilo; Sang Made Adiatma Putra
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2673.132 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.193

Abstract

Seseorang dengan skizofrenia mempunyai gejala utama penurunan persepsi sensori: halusinasi. Pasien skizofrenia yang berhenti minum obat akan memicu munculnya kembali gejala dari skizofrenia, pasien diperkirakan akan kambuh 50% pada tahun pertama, 70% pada tahun kedua, dan 100% pada tahun kelima setelah pulang dari rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan 25% sampai 50% pasien yang pulang dari rumah sakit jiwa tidak memakan obat secara teratur sehingga cenderung akan mempercepat kekambuhan yang dikarenakan ketidakpatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan periode kekambuhan pada pasien skizofrenia: halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasinya adalah semua penderita skizofrenia: halusinasi  yang pernah dirawat di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang (113 responden). Pengambilan sampel mengunakan teknik Simple Random Sampling (88 responden). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square menggunakan software SPSS versi 19. Responden yang mempunyai kepatuhan minum obat yang kurang yaitu sebanyak 48 responden (54,5%), sebagian besar responden mengalami periode kekambuhan yang berat yaitu sebanyak 67 responden (76,1%). Ada hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan periode kekambuhan pada pasien skizofrenia: halusinasi di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang  dengan p value 0,002 ≤ 0,05. Saran meningkatkan upaya preventif dan promotif bagi pasien skizofrenia: halusinasi sehingga menurunkan periode kekambuhan. Melalui upaya monitoring kepatuhan minum obat baik dari aspek keluarga, profesional, maupun lingkungan. Kata Kunci : Pasien Skizofrenia: Halusinasi, Periode Kekambuhan, Kepatuhan

Page 8 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue