cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KECACINGAN PADA PEMULUNG Kartika Ikawati; Wahyu Rahadi; Luky Ariani; M. Sakundarno Adi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.518 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i4.102

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit yang masih sering terjadi di masyarakat. Infeksi cacing pada manusia dipengaruhi oleh perilaku dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kecacingan pada pemulung di TPA Jatibarang, Mijen, Semarang. Penelitian bersifat survay analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah pemulung TPA Jatibarang Semarang. Sampel adalah seluruh anggota populasi sebanyak 120 pemulung. Pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian mendapatkan ; prevalensi kecacingan 47,5 %, prevalensitertinggi Ascariasis  52,6 %. Variabel yang menjadi faktor resiko kecacingan ;  buang air besar di jamban (OR : 3.748, 95%  CI : 1.372-10.234, P : 0.001),  cuci tangan pakai sabun yang mengandung antiseptik sebelum makan (OR : 3.684, 95  % CI : 1.516-8.965, P : 0.004) dan cuci tangan pakai sabun yang mengandung antiseptik setelah BAB (OR 2.132, CI: 1.661-6.877, P : 0.025). Variabel yang terbukti tidak menjadi faktor risiko, yaitu; memakai alas kaki di sekitar rumah, kecukupan air  bersih, memakai sarung tangan, memotong kuku, dan  memakai sepatu boot ( P>0.05). Disarankan kepada pemulung untuk buang air besar di jamban dan cuci tangan pakai sabun yang mengandung antiseptik.Kata Kunci : Soil transmitted helminth, Perilaku, Sanitasi Lingkungan, Pemulung TPA
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) DI BAGIAN FINISHING UNIT COATING PT. PURA BARUTAMA KUDUS Anita Safitri; Eko Prasetyo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.615 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.159

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan suatu gangguan musculoskeletal yang ditandai dengan terjadinya sebuah luka pada otot, tendon, ligament, saraf, sendi, kartilago, tulang atau pembuluh darah pada tangan, kaki, kepala, leher, atau punggung. MSDs dapat disebabkan atau diperburuk oleh pekerjaan, lingkungan kerja dan performansi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah case control. Sampel 26 terdiri dari kelompok kasus 13 orang dan kelompok kontrol 13 orang di bagian Finising Unit Coating PT. Pura Barutama Kudus. Data di uji menggunakan uji chi- square. Alat ukur berupa REBA dan Nordic Body Map. Hasil penelitian menggunakan REBA menunjukan tingkat kejadian MSDs tinggi, hasil dari  Nordic Body Map dominan pada bagian leher atas 5%, bahu kiri 5%, dan punggung 5%. Analisis uji chi squer diperoleh ada hubungan antara kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan postur kerja (pvalue = 0,006), ada hubungan antara kejadian MSDs dengan masa kerja (pvalue = 0,015). Kesimpulan faktor postur kerja dan masa kerja  berhubungan dengan kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs).Kata kunci : Musculoskeletal Disorders (MSDs),  postur kerja, masa kerja.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI RUMAH, KELURAHAN CISALAK PASAR KOTA DEPOK Galia Wardha Alvita
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1562.055 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i4.97

Abstract

Dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan perawatan diabetes mellitus pada lansia karena dapat meningkatkan motivasi lansia untuk bersikap dan berperilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perawatan diabetes pada lansia di rumah di Kelurahan Cisalak Pasar Kota Depok dengan menggunakan metode descriptive correlational dan desain cross sectional, melibatkan sampel 81 responden dengan tekhnik total sampling. Analisis menggunakan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara dukungan emosional, dukungan penghargaan, informasi dan instrumental dengan perawatan diabetes pada lansia (p < 0,05). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dukungan emosional merupakan faktor yang dominan terhadap perawatan diabetes pada lansia setelah dikontrol dengan jenis kelamin dan pendapatan lansia dengan nilai OR: 14,402. Dukungan yang diberikan keluarga kepada lansia dapat meningkatkan motivasi lansia dalam melakukan perawatan DM sehingga perawat perlu meningkatkan peran serta keluarga dalam merawat lansia DM khususnya dengan memberikan dukungan emosional.Kata Kunci: keluarga, lansia, dukungan, diabetes
GAMBARAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) PADA KELUARGA DI DESA JATI KULON KABUPATEN KUDUS TAHUN 2017 Elok Faaiqotul Himah; Sholihul Huda
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.703 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.216

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang termasuk golongan Arbovirus melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina. Dampak yang paling berat dari penyakit ini adalah terjadinya kematian karena mempunyai perjalanan yang sangat cepat, sehingga perlu melakukan upaya pencegahan yaitu 3 M Plus yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan panyakit DBD pada keluarga di Desa Jati Kulon Kudus. Desain penelitian ini Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua keluarga yang salah satu anggota keluarganya pernah menderita penyakit DBD yang tercatat selama 5 tahun terakhir di Desa Jati Kulon Kudus, dengan sampel sebanyak 52 responden. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Total Sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran upaya pencegahan penyakit DBD di Desa Jati Kulon Kudus mayoritas masuk dalam kategori cukup sebanyak 38 responden (73,1%), upaya pencegahan penyakit DBD dalam kategori baik sebanyak 8 responden (15,4%) dan hanya 6 responden (11,5%) yang memiliki upaya pencegahan penyakit DBD dalam kategori kurang. Gambaran upaya pencegahan penyakit DBD di Desa jati Kulon Kudus mayoritas masuk pada kategori cukup dalam melakukan 3 M Plus. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi, masukan, dan evaluasi dalam melakukan kegiatan 3 M Plus, serta dapat meningkatkan peran masyarakat dalam pengendalian penyakit DBD. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Demam Berdarah dengue, 3 M Plus, Keluarga
ANALISIS MIKROBIOLOGIS JAMU TUJUH ANGIN DAN SARI ASIH PT. JAMU AIR MANCUR SURAKARTA DENGAN METODE ALT DAN AKK Chusnia Afifi; Lilis Sugiarti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.388 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.150

Abstract

Jamu harus memenuhi kriteria aman sesuai persyaratan yang telah ditetapkan, klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris, serta memenuhi persyaratan mutu yang berlaku BPOM RI No.12 Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai ALT dan AKK jamu Tujuh Angin dan Sari Asih yang diproduksi oleh PT. Air Mancur Surakarta dan untuk mengetahui kesesuaiannya dengan standart BPOM RI No.12 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan sampel berupa jamu serbuk Tujuh Angin dan Sari Asih yang diproduksi PT. Air Mancur Surakarta. Hasil analisis menunjukkan sampel jamu 16A (Tujuh Angin) dengan No. Batch :AA0166C mempunyai nilai ALT sebesar 5,5x105 dan nilai AKK sebesar 8,0x101 sedangkan sampel jamu 55A (Sari Asih) dengan No. Batch : AA0556M mempunyai nilai ALT sebesar 4,0x105 dan nilai AKK sebesar 2,5x101. Hasil pengujian dan analisis mikrobiologis pada semua sampel yang diuji telah memenuhi standar mutu berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional.Kata kunci : Angka Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, Obat Tradisional.
BRISK WALKING DAPAT MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI DESA KLUMPIT KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS Anita Dyah Listyarini; Ana Fadilah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2670.331 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.187

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan atau resistensi insulin. DM dapat menimbulkan komplikasi seperti hipertensi, infark miokard, insufiensi koroner, retinopati diabetika, katarak, neuro diabetika. Salah satu penatalaksanaan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus yaitu dengan melakukan latihan olahraga aerobic seperti brisk walking.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brisk walking terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di Desa klumpit Kecamatan Gebog  Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pre test and post test non equivalent control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Uji statistik yang digunakan adalah paired t test dan independent t test.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keseimpulan sebagai berikut (1) ada pengaruh brisk walking terhadap penurunan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus di Desa klumpit Kecamatan Gebog  Kabupaten Kudus dengan nilai p value : 0,007(a<0,05) (2) Ada perbedaan hasil penelitian antara kelompok intervensi dan non intervensi dengan nilai p : 0,002(a<0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh brisk walking terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di Desa Klumpit Kecamatan Gebog  Kabupaten Kudus Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Brisk Walking, Glukosa Darah
PERILAKU SANTUN MAHASISWA PERAWAT DALAM KEGIATAN BELAJAR PRAKTIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM AMBARAWA Joyo Minardo; Dewi Siyamti; Tri Susilo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.121 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.211

Abstract

Fenomena saat ini masih adanya keluhan pasien terhadap sikap perilaku komunikasi  mahasiswa perawat yang dianggap kurang santun ketika melaksanakan tugasnya dipraktik keperawatan.  Mereka mengungkapkan ketika melakukan komunikasi  mahasiswa perawat tidak memandang klien, ada yang menyampaikan komunikasi dengan nada mahasiswa agak ketus, sikap fisik mahasiswa tidak sepenuhnya tertuju ke klien. Adanya ungkapan  mahasiswa menggunakan baju yang ketat, rambut disemir dengan dandanan yang sangat mencolok.  Sedangkan harapan yang dapat ditampilkan oleh seorang perawat adalah dalam memberikan asuhan keperawatan seorang  mahasiswa perawat harus berkomunikasi dan berperilaku dengan pasienya secara baik dan santun  agar pasien dapat menerima dan mengerti apa informasi dan asuhan yang akan diberikan  mahasiswa perawat kepada pasien tersebut, berpenampilan menarik, sederhana dan rapi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kesantunan perilaku mahasiswa yang ditampilkan dalam melaksanakan kegiatan belajar praktik klinik keperawatan di rumah sakit umum ambarawa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode penelitian kualitatif.  Informan utama terdiri dari 6 mahasiswa praktikan dan 4 informan triangulasi yang merupakan CI dan perawat senior. Hasil penelitian menunjukkan tampilan mahasiswa dalam berpakaian, berperilaku, dan berkomunikasi sudah memenuhi kaidah perilaku, dan menunjukkan kesantunan mahasiswa dalam melaksanakan praktik klinik keperawatan. Hal tersebut telah diungkapkan oleh sebagian besar informan utama dan dikuatkan oleh informan triangulasi yang semuanya menyatakan perilaku mahasiswa yang praktik klinik keperawatan menunjukkan perilaku yang baik, tertib, mematuhi peraturan yang  telah ditetapkan di tempat praktik.  Pembelajaran perilaku dan budi pekerti dalam pelajaran etika keperawatan dikampus terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam pengaplikasiannya yang dapat terlihat melalui perilaku yang ditampilkan mahasiswa.  Rumah sakit tempat mahasiswa praktik agar tetap menjaga bimbingan dan pembinaan pendidikan karakter melalui penegakan disiplin dalam mematuhi peraturan  dan menampilkan peran sebagai rollmodel oleh perawat senior. Kata kunci : Kesantuan Perilaku, Mahasiswa Praktik
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL PADA IBU DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI DESA PLUMBUNGAN KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI Sismanto .; Ainur Rochmah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.54 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.145

Abstract

Target angka pencapaian imunisasi bayi dan anak di Indonesia yaitu 90% pada tahun 2015. Di Kabupaten Pati target Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi dan anak balita minimal 90 % pada tahun 2007-2011. Imunisasi di desa Plumbungan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati baru tercapai 82 %. Sebanyak 10 ibu yang memiliki anak balita terdapat 4 ibu mengatakan tidak mengetahui manfaat imunisasi, 3 ibu mengatakan takut kalau anaknya bila di imunisasi jadi panas, 2 ibu mengatakan punya pengalaman tidak di imunisasi tidak sakit, 1 ibu tidak tahu.Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara faktor internal ibu: pengetahuan, sikap, pendidikan dan sosial ekonami ibu dengan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap pada balita di desa Plumbungan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pendidikan dan sosial ekonomi ibu dengan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap pada balita di desa Plumbungan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.Metode dalam penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan populasi ibu yang memiliki anak balita di desa Plumbugan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati yang berjumlah 180 anak balita, adapun pengambilan sampel dengan teknik proposional random sampling.Hasil penelitian hubungan pengetahuan tentang imunisasi dengan pelaksanaan imunisasi di peroleh nilai p = 0,014 berarti Ho ditolak yang menunjukkan ada hubungan,sikap tentang imunisasi dengan pelaksanaan imunisasi diperoleh nilai p= 0,015 berarti Ho ditolak yang menunjukkan adanya hubungan, tingkat pendidikan dengan pelaksanaan imunisasi diperoleh nilai p = 0,013 berarti Ho ditolak yang menunjukkan ada hubungan, sosial ekonomi dengan pelaksanaan imunisasi diperoleh nilai p = 0,023 berarti Ho ditolak yang menunjukkan ada hubungan. Dengan penelitian ini diharapkan ada pengembangan penelitian.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pendidikan, Sosial Ekonomi  dan Imunisasi
HUBUNGAN FAKTOR EKOLOGI DAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan) Niken Sunarsih; Mahalul Azam
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.082 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.165

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor ekologi dan sosiodemografi dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan.Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain kasus kontrol.Sampel penelitian yaitu 44 kasus dan 44 kontrol.Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian DBD yaitu keberadaan kawat kasa (p=0,018, OR=3,659), keberadaan tanaman di pekarangan (p=0,019, OR=3,071), usia (p=0,000, OR=7,800), jenis kelamin (p=0,013, OR=3,551), pendidikan (p=0,019, OR=3,095), mobilisasi (p=0,000, OR=7,122), keberadaan penderita DBD di lingkungan(p=0,001, OR=5,783), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,000, OR=17,500) dan kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur (p=0,030, OR=6,176). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD yaitu keberadaan tanaman hias (p=1,000), keberadaan tanaman di rumah tetangga sekitar rumah(p=0,589),kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p=0,737) dan kegiatan kerja baki (p=0,445). Saran sesuai dengan hasil penelitian yaitu melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari gigitan nyamuk seperti tidur menggunakan kelambu, menggunakan obat anti nyamuk baik saat tidur maupun saat beraktifitas di luar rumah.Kata Kunci: DBD, faktor ekologi, faktor sosiodemografi
ASI ESKLUSIF ANTARA PANDANGAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT LOKAL (SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI KESEHATAN) Barni Barni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2717.996 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.194

Abstract

Pembangunan kesehatan telah lama mensosialisasikan pentingnya pemberian ASI Esklusif bagi tumbuh kembang anak, namun dibeberapa daerah angka capaian pemberian ASI Esklusif belum maksimal. Banyak penyebab kurangnya pemebrian ASI Esklusif antara laian karena adanya perbedaan pemahaman antara program dengan pengetahuan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sudut pandang masyarakat lokal dan pemerintah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Antropologi dengan jumlah informan sebanyak 34 orang. Data dikumpukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif etnografis dengan model analisis interaktif  meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pandangan antara pemerintah dan masyarakat lokal tentang ASI Esklusif. Perbedaan tersebut menjadi salah satu penyebab kurang berhasilnya asi esklusif di Desa Kendaga. Oleh karena itu, perlu sosialisasi berkelanjutan dan tuntas agar pengetahuan masyarakat meningkat sesuai harapan program dengan memperhatikan poin-poin yang belum dipahami masyarakat secara penuh. Kata Kunci : ASI Esklusif, Pemerintah, Pengetahuan Lokal

Page 9 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue