cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DALAM PENGOLAHAN DATA RUMAH SAKIT Sienny Rusli
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1036

Abstract

Dewasa ini perkembangan system teknologi informasi dan digitalisasi bukanlah hal baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dalam bidang kesehatan. Sistem teknologi informasi ini diharapkan mampu mengolah data di suatu rumah sakit karena pengolahan data yang baik diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penerapan sistem teknologi informasi dalam proses pendataan di rumah sakit dapat mempercepat pengolahan data sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit yang akurat, efektif, dan efisien. Penggunaan dan pemanfaatan sistem teknologi informasi merupakan salah satu solusi yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan rumah sakit khususnya dalam pengolahan data. Pengolahan data menjadi sangat penting karena berkaitan dengan sistem pelayanan rumah sakit yang akurat, efisien, dan efektif.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA PALANGKA RAYA Feronika Adithia Eka Asi; Antono Suryoputro; Budiyono Budiyono
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1082

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi merupakan salah satu indikator SPM Bidang Kesehatan Kota Palangka Raya yang belum mencapai target standar pelayanan minimal yaitu hanya 57,27% dari target 100%.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan SPM penderita Hipertensi di puskesmas kota di Palangka Raya. Jenis penelitian adalah metode kualitatif deskriftif dengan indepth interview dengan informan penelitian Koordinator pemegang program Hipertensi, kepala puskesmas dan pemegang program PTM bagian Hipertensi DKK Palangka Raya yang dilakukan pada bulan November-Januari 2022. Hasil penelitian diketahui bahwa dalam pelaksanaan layanan sesuai SPM penderita Hipertensi masih belum optimal, minimnya koordinasi dari pihak dinas dan puskesmas mengenai kebijakan SPM,dan masih sebagian sasaran yang tidak melakukan pengobatan hipertensi secara rutin ke Puskemas, tenaga Kesehatan di puskesmas yang memiliki tugas ganda diluar kegiatan khusus Hipertensi sebagai petugas vaksin selama masa pandemi Covid-19. Peneliti memberikan saran agar puskesmas mengadakan sosialisasi kepada petugas Kesehatan mengenai pedoman Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan sehingga seluruh petugas Kesehatan tidak hanya mengetahui namun juga memahami masing-masing indikator beserta langkah-langkah pelayanannya terkhususnya bagi pemegang program dan melakukan edukasi dengan lebih optimal lagi kepada pasien Hipertensi agar pasien lebih paham dengan penyakit yang dideritanya. Dinas Kesehatan diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan pihak puskesmas agar tercapainya standar pelayanan minimal penderita Hipertensi dan Dinkes rutin memonitoring dan evaluasi kepada seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya mengenai capaian Standar Pelayanan Minimial (SPM) yang harus dicapai oleh Puskesmas, untuk menghindari pemahaman data yang berbeda antara puskesmas dan dinas kesehatan
GAMBARAN PELAKSANAAN PENILAIAN KEPATUHAN PESERTA BPJS KESEHATAN PEKERJA PENERIMA UPAH BADAN USAHA (PPU BU) SWASTA DI WILAYAH DEPOK PERIODE JUNI- JULI 2021 Latifa Puti Sentani; Rizma Adlia Syakurah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.916

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penilaian kepatuhan peserta BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) Swasta di Wilayah Depok. Penelitian ini merupakan case study, dengan pendekatan kualitatif observasional yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juli hingga 1 Agustus 2021.  Objek yang diamati adalah pelaksanaan penilaian kepatuhan peserta BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) Swasta di Wilayah Depok menggunakan pendekatan sistem teridiri dari input, proses, dan output. Data diperoleh menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data adalah analisis kualitatif. Hasil pengamatan menunjukkan pada komponen input petugas BPJS Kesehatan Depok yang terlibat yaitu Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta (P4), terdiri Relation Officer, staf pemeriksa, admin kepatuhan, dan admin perluasan. Metode penilaian terdiri dari fungsi perluasan atau marketing, fungsi pengawasan dengan metode telemarketing, dan fungsi pemeriksaan dengan metode canvasing. Pada komponen proses, BPJS Kesehatan Cabang Depok memulai dengan menetapkan indikator kepatuhan, membagi tugas tenaga pemantau lapangan, kemudian melaksanakan fungsi canvassing. Kepatuhan badan usaha periode Juni 2021 adalah 25% dan periode Juli 2021 adalah 45% berdasarkan kehadiran pemeriksaan Badan Usaha terdaftar di BPJS Kesehatan Depok. Faktor lingkungan (environment) yang diduga mempengaruhi kepatuahan adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan pemberi pekerja atau pekerja tentang kewajiban kepesertaan BPJS Kesehatan dan mekanisme status kepesertaan BPJS Kesehatan. Penelitian ini dapat disimpulkan pelaksanaan penilaian kepatuhan sudah cukup baik, namun persentase kehadiran pemeriksaan badan usaha di BPJS Kesehatan Depok masih rendah. BPJS Kesehatan Cabang Depok diharapkan dapat menerapkan sanksi kepada Badan Usaha Swasta yang belum menjadi peserta dan tidak hadir dalam pemeriksaan, melakukan pendekatan lansung dan edukasi kepada Badan Usahan Swasta.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DAN FISIK PADA SERBUK JAHE MERAH, JAHE BESAR, DAN JAHE EMPRIT SEBAGAI IMUN BOOSTER Anggray Duvita Wahyani; Melly Fera
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1168

Abstract

Sistem imun merupakan sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. Substansi asing tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Salah satu vitamin yang direkomendasikan sebagai peningkat imunitas tubuh adalah vitamin C. Vitamin C mempunyai efek meningkatkan sintesis vasopressor, meningkatkan fungsi sel kekebalan tubuh yaitu interferon dan sitokin. Jahe memiliki kandungan vitamin C yang relative tinggi dibandingkan dengan tanaman rimpang lainnya. Pengolahan jahe dari bahan mentah menjadi minuman membutuhkan beberapa proses tahapan. Pemanfaatan jahe menjadi produk olahan siap pakai merupakan salah satu cara agar konsumsi minuman herbal jahe menjadi lebih praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan vitamin C pada serbuk jahe merah, jahe besar, dan jahe emprit. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu pembuatan serbuk jahe dengan 3 kali ulangan. Kandungan vitamin C dianalisis dengan uji one way Anova dengan signifikansi 95%. Hasil analisis diketahui rata-rata kandungan vitamin C tertinggi ada pada serbuk jahe merah, yaitu 18.11 mg/ 100 gr, dan kandungan terendah adalah jahe emprit, yaitu 10.21 mg/100 gr. Berdasarkan analisis organoleptic, diketahui serbuk jahe emrit mempunyai rasa paling pedas diantara kedua jenis jahe lainnya. Hasil uji Anova diketahui p= 0.000 (p<0.05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan vitamin C pada serbuk jahe merah, jahe besar, dan jahe emprit.
DETERMINAN SOSIAL STUNTING PADA MASYARAKAT PEDESAAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Wardah Tsamara Azzahla; Nuzulul Kusuma Putri
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1048

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan di tatanan masyarakat tak terkecuali kebijakan pemerintah yang membatasi program kesehatan, salah satunya upaya penurunan stunting. Desa Drokilo yang memiliki sejumlah 15 balita stunting dengan prevalensi 7,5% per 2021 ditunjuk sebagai lokasi fokus stunting. Penelitian bertujuan menganalisis determinan sosial stunting yang dialami masyarakat pedesaan selama Pandemi COVID-19. Studi kualitatif dengan in-depth interview secara jarak jauh melalui video call bersama bidan desa dan kader posyandu. Wawancara dilakukan semi-structured yang mengacu pada kerangka PRECEDE-PROCEED. Analisis data dilaksanakan dengan metode content analysis dengan pendekatan deduktif. Kasus stunting yang terus terjadi diakibatkan kurangnya sumber dana untuk sejumlah kader posyandu, rendahnya pengetahuan serta kesadaran ibu, dan tingkat ekonomi yang rendah. Di samping itu, perubahan bermakna yang terjadi selama pandemi COVID-19 ialah tidak terselenggaranya upaya penurunan stunting yang biasa dilaksanakan. Berdasarkan in-depth interview, ditemukan bahwa ketiadaan posyandu, kelas ibu hamil, dan program positive defiance menjadi faktor penyebab terjadinya stunting di kala pandemi COVID-19. Hal ini diakibatkan fokus kebijakan dan pendanaan pemerintah desa yang lebih mengutamakan penanganan COVID-19. Determinan sosial stunting di Desa Drokilo di kala pandemi COVID-19 adalah fokus dan keberpihakan kebijakan pemerintah desa yang tidak seimbang dan lebih menitikberatkan pada penanganan COVID-19. Hal tersebut mempengaruhi prevalensi stunting di Desa Drokilo selama pandemi COVID-19 yang naik
PENERAPAN PERILAKU IBU PADA BALITA YANG MENGALAMI MASALAH STATUS GIZI DI DESA WONOSALAM Maria Ulfa; Nisa&#039;ul Kamilatul Azizah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1287

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan yang dapat diukur dari keberhasilan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs). Status gizi penting karena merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas. Pada tahun 2020, DKK Kabupaten Demak melaporkan bahwa masalah status gizi pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Demak mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019. Namun dengan sumber yang sama yaitu dari DKK Demak, menyatakan bahwa kasus masalah status gizi pada balita usia 0-59 tahun yang ada di lingkup kerja Puskesmas Wonosalam 2 Demak mengalami penurunan dibandingan dengan tahun 2019. Tahun 2022, Desa Wonosalam merupakan desa dengan angka kasus masalah status gizi pada balita tertinggi yakni sebanyak 9 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan perilaku ibu pada balita yang mengalami masalah status gizi di Desa Wonosalam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan responden menggunakan metode purposive sampling. Informan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 8 ibu yang memiliki balita usia 24-60 bulan, 1 kader posyandu dan 1 bidan desa. Hasil penelitian diketahui bahwa seluruh informan memiliki pengetahuan dan sikap baik terhadap penerapan gizi seimbang, serta para tenaga kesehatan juga memberikan dukungan dengan baik untuk ibu balita di Desa Wonosalam. Namun pada penerapan praktik gizi seimbang menunjukkan kategori kurang baik. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan praktik gizi seimbang pada ibu balita yang menjadi penyebab tingginya masalah status gizi pada balita di Desa Wonosalam. Akan tetapi untuk pengetahuan, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan tidak menjadi penyebab tingginya masalah status gizi pada balita di Desa Wonoslam, dikarenakan para ibu balita sudah memahami tentang gizi seimbang dan mereka bisa menyikapi dengan baik apabila balita mengalami mogok makan, serta bentuk dukungan yang diberikan tenaga kesehatan juga sudah baik.
ANALISIS KANDUNGAN SERAT PANGAN DAN ZAT BESI PADA COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG SORGHUM SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF BAGI REMAJA PUTRI ANEMIA Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.620

Abstract

Remaja putri termasuk salah satu kelompok yang rawan menderita malnutrisi dan anemia, yang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh faktor gizi dan non gizi. Faktor gizi dapat disebabkan oleh ketidakcukupan asupan zat-zat gizi yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, seperti energi, protein, zat besi, serat pangan dan asam folat. Oleh sebab itu, pemilihan makanan / camilan yang bergizi dan tinggi zat besi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Sorghum merupakan salah satu jenis serealia bebas gluten yang mengandung protein, serat pangan dan zat besi tinggi. Cookies merupakan jenis kue kering yang disukai oleh remaja sebagai camilan. Subtitusi tepung sorghum dalam pembuatan cookies diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi terutama zat besi. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimental dengan satu faktor, yaitu proporsi tepung terigu dibanding dengan tepung sorghum yang terdiri dari 5 formula, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil kandungan serat pangan dan zat besi diketahui dengan uji laboratorium, sedangkan analisis statistik dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf keyakinan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan zat besi (Fe) dan serat pangan tertinggi adalah P5 (formula 5) yaitu kandungan serat pangan 5.01% dan zat besi (Fe) 2.40 mg. Hasil uji ANOVA diketahui p< 0.05 sehinngga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan zat besi dan serat pangan pada tiap perlakuan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD dr. ABDUL RIVAI KABUPATEN BERAU Rinda Wahyuli; Risnawati Risnawati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1347

Abstract

Berat badan lahir rendah masih menjadi penyebab kematian neonatal terbanyak di Indonesia. BBLR berkaitan dengan masalah kesehatan lainnya, seperti mortalitas dan morbiditas janin dan neonatus, serta terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Beberapa faktor diduga berpengaruh terhadap berat badan bayi baru lahir diantaranya yaitu: anemia pada ibu hamil, usia ibu hamil, hipertensi selama kehamilan, kehamilan ganda atau gemeli, dan usia gestasi. Provinsi Kalimantan Timur termasuk 3 provinsi dengan persentase kejadian BBLR tertinggi di Indonesia dan berada di peringkat 9 untuk kematian neonatal yang diakibatkan oleh BBLR. Tujuan mengetahui hubungan anemia pada kehamilan, usia ibu hamil, hipertensi selama kehamilan, kehamilan ganda atau gemeli, dan usia gestasi dengan berat badan lahir rendah di RSUD dr. Abdul Rivai Kabupaten Berau serta mengetahui faktor- faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian berat badan lahir rendah di RSUD dr. Abdul Rivai Kabupaten Berau. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan metode kohort retrospektif, dengan jumlah sampel sebanyak 262 yang merupakan seluruh BBLR di RSUD dr. Abdul Rivai pada bulan Juli 2021- Juli 2022. Dilakukan uji Chi-Square atau uji Fisher terhadap seluruh variabel bebas dan uji regresi logistik terhadap variabel usia ibu hamil, anemia pada kehamilan, hipertensi kehamilan, dan usia gestasi. Berdasarkan analisis, terdapat hubungan antara anemia pada kehamilan dan usia gestasi dengan BBLR dengan P < 0,05. Berdasarkan analisis, variabel yang berpengaruh terhadap BBLR adalah anemia pada kehamilan dan usia gestasi, dengan kekuatan hubungan dari yang terbesar ke yang terkecil adalah anemia pada kehamilan (OR = 0,392) dan usia gestasi (OR = 0,041). Anemia pada kehamilan dan usia gestasi merupakan faktor yang mempengaruhi kejadianBBLR. Praktisi kesehatan, instansi kesehatan, dan masyarakat perlu mengupayakan pencegahan terjadinya BBLR dengan memperhatikan faktor- faktor yang berhubungan dengan BBLR
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. MOHAMAD RABAIN KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2022 Gusti Suciati; Chairil Zaman
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1444

Abstract

Kepuasan pasien adalah indikator utama dari standar suatu fasilitas kesehatan dan merupakan suatu ukuran mutu pelayanan kepuasan pelanggan yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan yang akan mempengaruhi provitabilitas fasilitas kesehatan tersebut, sedangkan sikap karyawan terhadap pelanggan juga akan berdampak terhadap kepuasan pelanggan dimana kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Mohamad Rabain Kabupaten Muara Enim Tahun 2022. Desain  penelitian  ini  menggunakan  Cross Sectional,  dimana  populasi dalam  penelitian  ini  sebanyak 5.362 responden, dengan sampel 99 responden yang berkunjung. Metode pengambilan sampel dalam penelitian secara purposive  sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 Juni sampai 10 Juni tahun 2022. Pengumpulan dan pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.  Hasil analisis uji statistik dengan mengunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logistic dimana hasilnya menunjukkan ada hubungan bermakna (p value < 0,05) untuk variabel responsiveness (p value 0,032), dan tangible (p value 0,000). Sedangkan tidak ada hubungan variabel umur (p value 1,000), jenis kelamin (p value 0,790, pendidikan (p value 0,237), assurance (p value 0,128), emphaty (p value 0,17) dan reliability (p value 0,18). Dari hasil uji statistic multivariat diperoleh faktor dominan terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan adalah tangible (p= 0,000; OR= 18,631).  Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan kenyamanan ruang rawat inap dengan memperhatikan lampu penerangan ruangan, kebersihan ruangan, kamar mandi, kelengkapan dan ketersediaan alat-alat yang digunakan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, DUKUNGAN KELUARGA DAN RIWAYAT IMUNISASI CAMPAK DENGAN RISIKO CAMPAK ifda ruhana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1362

Abstract

Campak merupakan penyakit yang mampu menular pada seseorang dan menjadi masalah kesehatan bagi anak.Penyebab penyakit campak ialah mikroorganisme yang bisa tertular dari satu orang ke individu lainnya, terutama pada bayi atau anak. Campak sangat gampang menular pada system pernapasan manusia, terlebih pada percikan ludah ataupun suatu cairan yang keluar dari system pernapasan, misalnya saat batuk, bersin maupun bicara. Jumlah kasus terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan berjumlah 15 kasus dari bulan januari sampai dengan September tahun 2022, hal ini dikarenakan sulitnya pemberian imunisasi campak, pengetahuan ibu yang kurang dan kurangnya dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, serta riwayat imunisasi campak dengan risiko campak di Kecamatan Labuhan Haji Barat. Metode penelitian dilakukan secara survey analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai baduta diwilayah Labuhan Haji Barat sebanyak 647 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 86 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Chi-square. Hasil penelitian, ada hubungan secara signifikan antara riwayat imunisasi. Hasil penelitian, ada hubungan secara signifikan antara riwayat imunisasi dengan risiko campak (p value = 0.002 dan PR 9,359 (95% CI = 2,540-34,482), ada hubungan secara signifikan Pengetahuan ibu dengan risiko campak (p value = 0,004 dan PR 11,813  (95 % CI= 1,522-91,681), ada hubungan dukungan keluarga dengan risiko campak di wilayah Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan ( p value = 0,001 dan PR 15,296  ( 95% CI = 1,979-118,251), Diharapkan kepada ibu yang memiliki baduta untuk tetap membawa anak melakukan imunisasi campak, diharapkan kepada pelayanan kesehatan UPTD Puskesmas Blang Kejeren  untuk melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang manfaat imunisasi campak, sehingga keluarga dapat mengerti dan tetap membawa anak untuk mengimunisasi campak.Campak, imunisasi, Pengetahuan, Dukungan Keluarga

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue