cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
ANALISIS FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN STRES KERJA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PEKERJA PERKANTORAN DI JAKARTA Neni Julyatri Sagala; Sjahrul M. Nasri
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.750

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksius dengan tingkat penularan yang tinggi dan sebagian besarnya menyerang sistem organ pernapasan. Pemerintah Indonesia menghimbau pekerja untuk bekerja dari rumah dan pembatasan ketat aktivitas perkantoran sebagai salah satu upaya dalam rangka pengendalian Covid-19. Sebelumnya, sistem kerja work from home atau telework belum diadopsi secara luas di Indonesia. Perubahan sistem kerja ini berdampak pada perubahan konteks pekerjaan yang menyebabkan bahaya psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor psikososial (karakteristik individu, content of work, dan context to work) dan stres kerja di masa pandemi Covid-19 pada pekerja perkantoran di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Penelitian dilakukan pada pekerja perkantoran yang bekerja dengan sistem telework di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 110 responden yang diambil dengan teknik pengambilan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini adalah Copenhagen Psychosocial Questionnaire versi III. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor psikososial context to work konflik peran (nilai p 0,014; OR 2,095), job insecurity (nilai p 0,023; OR 2,714), dan work life balance (nilai p 0,003; OR 3,715). Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu (umur dan jenis kelamin), content of work (beban kerja, durasi kerja WFH, Pola WFH), dan context to work (ketidakjelasan peran) dengan stres kerja.
PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA ANAK USIA DINI MELALUI EDUKASI MEDIA AUDIOVISUAL Ambarwati Ambarwati; Hirza Ainin Nur
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.825

Abstract

Anak usia dini termasuk kelompok beresiko dalam masa pandemi COVID 19 karena belum memahami pencegahan penularan penyakit, oleh karena itu perlu memvisualisasikan perilaku pencegahan penularan COVID -19 khususnya konten video anak yang dilakukan dengan cara menjelaskan prinsip physical distancing, membiasakan anak mencuci tangan lebih sering, mengingatkan anak untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, memakai masker, segera mandi, cuci rambut dan mengganti baju sesampainya di rumah setelah berpergian, membersihkan benda-benda yang sering disentuh dengan desinfektan secara berkala. Tujuan penelitian ini menganalisa  pengaruh  media edukasi audiovisual terhadap peningkatan perilaku dalam pencegahan penularan COVID-19 pada anak usia dini pada TK/RA di wilayah kerja Puskesmas Bae Kudus yang terdiri dari desa Bae, Purworejo, Gondang Manis, Karang Bener, Peganjaran. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan group pretest and posttest with control dengan sampel pada kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 20 anak. Penelitian di lakukan selama 1 bulan yaitu pada bulan Agustus 2021. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan perilaku pencegahan penularan covid-19 yang pada kelompok intervensi setelah dilakukan perlakuan edukasi pencegahan penularan covid-19 pada anak usia dini melalui media audiovisual dengan p Value=0,000. Pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan dalam perilaku pencegahan penularan covid-19 dengan p Value=0,001 karena pada masa pandemi ini berbagai media melaporkan tentang kasus covid19 sehingga seluruh lapisan masyarakat termasuk orangtua dan guru berusaha mencari sumber informasi untuk pencegahannya.
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PMB ISTRI UTAMI Nurul Mahmudah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.1030

Abstract

Anemia pada ibu hamil dihubungkan dengan meningkatnya kelahiran prematur, kematian ibu dan anak dan penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Anemia pada kehamilan dapat memberi pengaruh buruk bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Ibu hamil dikatakan anemia jika hemoglobin darahnya kurang dari 11%. Bahaya anemia pada ibu hamil tidak saja berpengaruh terhadap keselamatan dirinya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Tujuan penelitian ini diketahuinya karakteristik ibu hamil dengan anemia di PMB Istri Utami. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia yang tercatat di rekam medis PMB Istri Utami tahun 2018 sampai Juli 2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel. Trimester 3 yang mengalami anemia  sebanyak 8 responden  (61,5%), trimester 1 sebanyak 3 responden (23,1%) dan paling sedikit trimester 2 sebanyak 2 responden (15,4%). Hal ini bahwa umur kehamilan trimester 3 memiliki kontribusi hubungan terbesar dalam arti faktor resiko terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya petugas kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan pada ibu hamil lebih menekankan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil khususnya promosi anemia ibu hamil dan cara meminum tablet zat besi salah satunya dengan sosialisasi pentingnya konsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan tablet zat besi di dalam tubuh.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK-ANAK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN GAMBUT PALANGKA RAYA Zuly Daima Ulfa; U. Z. Mikdar; Cukei Cukei; Bernisa Bernisa
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.845

Abstract

Lingkungan tempat tinggal berdampak terhadap perilaku perilaku hidup sehat. Sebagian masyarakat Palangka Raya tinggal di daerah aliran sungai dan gambut tanah gambut dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sungai dan drainase yang kurang bagus sehingga berdampak pada penerapan perilaku hidup bersih sehat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perilaku hidup bersih sehat pada anak-anak di daerah aliran sungai dan gambut Palangka Raya, terutama terkait higiene, konsumsi gizi seimbang dan aktivitas fisik. Penelitian dilakukan pada anak-anak di daerah aliran sungai dan gambut (DSAG) Palangka Raya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara yang dilakukan pada bulan Oktober 2021. Instrumen yang digunakan adalah panduan wawancara berdasarkan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan modifikasi. Hasil penelitian diperoleh penggunaan air bersih untuk mandi dan konsumsi 81,4%, penggunaan jamban sehat 70,3%, menjaga kebersihan lingkungan 76,3%, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 74,6%, sarapan sebelum jam 9 pagi 88,1%, konsumsi sayur dan buah setiap hari 54,2% dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dengan frekuensi rata-rata 4,8 kali dalam seminggu. Penggunaan air bersih bersumber dari PDAM, meskipun sebagian kecil masih mengunakan air sungai  karena   mereka menganggap kondisi air sungai masih bisa digunakan. Menjaga kebersihan lingkungan dilakukan dengan membuang sampah pada tempatnya dan kerja bakti lingkungan. Tempat sampah dan sarana sanitasi tersedia namun tidak semua memanfaatkan dengan baik. Perilaku hidup sehat yang masih kurang adalah penggunaan jamban sehat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta konsumsi sayur dan buah. Perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah dilakukan dengan baik adalah aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dilakukan di rumah, di sekolah maupun di tempat umum
PERILAKU 3M (MENGGUNAKAN MASKER, MENCUCI TANGAN, MENJAGA JARAK) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 cucu herawati; Suzana indragiri; Wulan Puspasari; Nuniek Tri Wahyuni; iin kristanti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.965

Abstract

Covid-19 dapat menular dari orang yang terinfeksi kepada orang lain di sekitarnya melalui percikan batuk atau bersin. Covid-19 juga dapat menular melalui benda-benda yang terkontaminasi percikan batuk atau bersin penderita covid-19. Salah satu desa tempat dilakukan penelitian merupakan status zonasi tinggi dengan kategori penyebaran virus tidak terkendali, transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat dan wabah menyebar secara luas dan banyak kluster-kluster baru. Perilaku memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak merupakan salah satu upaya pencegahan untuk memutus rantai penularan covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) pada masa pandemi covid-19. Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi  penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di tempat-tempat umum (pasar, cafe dan tempat belanja) berjumlah 2.950 jiwa. Jumlah sampel sebanyak 97 orang yang diambil secara accidental sampling. Data dianalisis secara statistic menggunakan analisis univariat dan penyajian data dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat sebagian besar menggunakan masker sebanyak 83,5%, sebagian besar tidak mencuci tangan sebanyak 62,9% serta sebagian masyarakat tidak menjaga jarak sebanyak 52,6%. Diharapkan sosialisasi secara rutin bagi  masyarakat tentang protokol kesehatan pencegahan covid-19 berupa pemasangan banner di tempat-tempat umum, pihak desa memastikan ketersediaan sarana cuci tangan di tempat-tempat umum dan dapat membagikan masker ke warganya. Serta dilakukan monitoring dan sanksi tegas terhadap masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19.
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT DR. KARIADI SEMARANG TAHUN 2020 Naylul Izza Izza; Sutopo Patria Jati; Dodik Tugasworo Pramukarsa
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v9i2.835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai implementasi manajemen risikopada Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang pada masapandemi COVID-19 ditinjau dari variabel-variabel yang ditemukan dalam studipendahuluan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang padaperiode Maret sampai dengan April 2021. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data penelitian dianalisis secara deskriptif. Adapun teknik analisis datamenggunakan analisis narasi dan tringulasi data. Subjek penelitian yaitu 3 oranginforman yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Informan utama (key informan) dalam penelitian ini adalah Kepala Sub Bagian Komite Mutu. Sedangkan yang menjadi informan adalah Penanggung Jawab Program Manajemen Risiko dan perwakilan Instansi/Unit. hasil penelitian dan pembahasan berkaitan dengan implementasi manajemen risiko pada masa pandemic di IBS dapat diambil kesimpulan bahwasanya penilaain dari impelmentasi program manajemen resiko dinilai cukup optimal. Hal ini dikarenakan masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya seperti ketidak pahaman pegawai berkaitan dengan tentang manajemen risiko dimasa pandemi. Disamping itu sejak munculnya COVID-19 belum ada evaluasi yang berfokus pada manajemen risiko di rumah sakit. Selain itu, pemangku kebijakan sudah memiliki pemahaman baik, namun masih terdapat kendala sehingga memerlukan beberapa strategi. Selain itu, kendala berkaitan dengan pemantauan atau peninajaun berkala berkaitan dengan manajemen risiko adalah sistem review risk register belum terintegrasi dengan sistem Rumah Sakit. Sehinga dalam pemantauan dan hasil evaluasi yang dilakukan sub komite membuat E-sistem tersediri atau manual dari google shiff. Sedangkan untuk dimensi impelmentasi manajemen risiko lainnya sudah dinilai optimal, dimana seluruh pemangku jajaran Rumah Sakit ikut berpartisipasi dalam peningkatan manajemen risiko
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN FRAUD DALAM PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO JAWA TENGAH Akha Pratila Sari; Sutopo Patria Jati; Zahroh Shaluhiyah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i1.1002

Abstract

Fraud dalam layanan kesehatan merupakan salah satu resiko dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fraud dapat mengakibatkan kerugian finansial, keselamatan pasien, maupun merusak citra pelaku. Rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) harus membentuk tim pencegahan fraud. Penelitian ini bertujuan menganalisis Implementasi Kebijakan Pencegahan Fraud di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jumlah informan sebanyak 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian diketahui bahwa Implementasi kebijakan pencegahan fraud di Rumah Sakit Nasional Diponegoro belum berjalan optimal dikarenakan terhambat pandemi Covid-19, sehingga tim pencegahan fraud belum menjalankan tugasnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 16 tahun 2019. Kebijakan Pencegahan Fraud belum memiliki ukuran indikator dan sasaran pengelola kebijakan yang jelas dan terukur yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan. SDM tim perlu ditambah dan harus ditingkatkan lagi dengan pelatihan bagi koder. Dukungan Sumber daya materi belum ada, dukungan sarana dan prasarana sudah lengkap dan cukup. Koordinasi tim dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Satuan Pengawas Internal (SPI), dokter, koder belum berjalan dengan efektif. Standard Operating Procedure (SOP) belum ada, mekanisme pembagian tugas belum ada. Disposisi implementator sangat mendukung dan berkomitmen serta bertanggung jawab. Sikap dokter, koder, petugas klaim, pengawas internal dan pimpinan Rumah Sakit semua mendukung dalam Implementasi Kebijakan Pencegahan Fraud di Rumah Sakit Nasional Diponegoro.
FORCE FIELD ANALYSIS DALAM FEASIBILITY STUDY TERHADAP PEMBANGUNAN PRIVATE WING RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO Muhammad Farras Razin Perdana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i1.887

Abstract

Rumah sakit merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang kesehatan dengan mengutamakan produk dan fasilitas kesehatan yang mampu disediakan oleh rumah sakit. Mengingat tingginya tingkat persaingan di rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit milik pemerintah maupun rumah sakit milik swasta. Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) yang menjalankan strategi Global Innovative Marketing dengan memberikan layanan Private Wing eksklusif untuk pelanggan khusus atau VIP (Very Important Person). Banyak rumah sakit yang mengembangkan strategi pemasaran untuk memenuhi target penjualan dan mewujudkan tujuan pemasaran. Salah satunya Rumah Sakit Nasional Diponegoro yang menjalankan strategi Global Innovative Marketing dengan memberikan layanan rawat jalan berupa Private Wing eksklusif untuk pelanggan khusus atau VIP (Very Important Person). Dalam hal ini peneliti mengkaji force field analysis pelayanan Private Wing melalui tujuh variabel yaitu product, price, place, physical evidence, people, promotion, process. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi secara langsung ke lokasi penelitian, yakni RSND. Observasi dilakukan selama 6 bulan mulai dari bulan Januari 2021 hingga bulan Juni 2021. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan ialah force field analysis dengan mengklasifikasikan nilai pendukung dan nilai penghambat dari pembangunan Private Wing RSND. Nilai-nilai tersebut didapat berdasarkan hasil wawancara secara mendalam bersama jajaran direksi RSND hingga pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan Private Wing dapat dilaksanakan meskipun terdapat penghambat namun penyelesaian atau solusi dari faktor penghambat ini dapat diselesaikan dengan cukup mudah berdasarkan force field analysis, hal ini ditunjukkan dangan tingginya nilai penyelesaian pada nilai pendukung dibandingkan dengan nilai penyelesaian pada nilai penghambat, dimana keduanya memiliki nilai definisi yang sama.
UPAYA MENINGKATKAN CAPAIAN AKREDITASI PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN ROKAN HULU Syukriadi Syukriadi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i1.1015

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kesehatan Puskesmas memerlukan pembinaan dan penilaian yang terus menurus secara berkesinambungan. Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu kepada masyarakat di wilayah kerjanya, sejak tahun 2015 Direktorat Mutu dan Akreditasi, Pelayanan kesehatan primer sudah mengeluarkan program akreditasi Puskesmas. Tujan penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya Dinas Kesehatan Rokan Hulu untuk meningkatkan capaian akreditasi Puskesmas. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan desain Rapid Assesment Procedure. Penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Rokan Hulu. Data didapatkan dari melakukan  wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Bidang dan Kepala Seksi di Bidang Pelayanan Kesehatan. Penentuan masalah prioritas dengan teknik USG, penentuan penyebab masalah dengan teknik  fish bone analysis, penentuan penyebab dominan dengan teknik CARL, penentuan alternatif prioritas dengan teknik MEER. Hasil penelitian menemukan yang menjadi masalah prioritas adalah masih banyaknya Puskesmas yang terakreditasi dasar. Penyebab dominan masalah adalah manajemen waktu yang sulit untuk pembinaan dan pengawasan. Alternatif prioritas pemecahan masalah adalah dengan membuat jadwal pembinaan dan pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guna optimalnya upaya Dinas Kesehatan Rokan Hulu untuk meningkatkan capaian akreditasi Puskesmas di wilayah kerjanya adalah dengan membuat jadwal pembinaan dan pengawasan terkait proses akreditasi pada puskesmas yang akan melakukan penilaian reakreditasi.Kata Kunci : Akreditasi, Pemecahan masalah, PuskesmasABSTRACTThe health services of Public Health Centers require continuous guidance and assessment on an ongoing basis.In providing comprehensive and quality health services to the community in their working areas, since 2015 the Directorate of Quality and Accreditation, Basic Health Service has issued a Public Health Centers accreditation program.The purpose of this study was to determine the efforts of the RokanHulu Health Office in increasing the achievement of Public Health Centers accreditation.The research method used is a qualitative method with a Rapid Assessment Procedure design. The research was conducted at the RokanHulu Health Office.Data obtained from conducting in-depth interviews and document review. Informants in this study were Head of Section and Head of Section in Health Services.Determine the priority of the problem using the USG technique, determine the cause of the problem using the fishbone analysis technique, determine the dominant cause using the CARL technique, determine the priority alternative using the MEER technique. The results of the study found that the problem that became a priority was that there were still many primary accredited health centers.The dominant cause of the problem is the difficulty of time management for coaching and supervision. Alternative problem-solving priority is to make a schedule of coaching and supervision.This study concludes that the optimal use of the efforts of the RokanHulu Health Office to improve the achievement of Public Health Centers accreditation in its working area is to make a schedule of guidance and supervision related to the accreditation process at the Public Health Centers which will conduct a reaccreditation assessment.Keywords :Accreditation, Problem solving, Public Health centers
SISTEM PENENTUAN DAN PEMANTAUAN KUALITAS AIR BERSIH SUNGAI SABURAKE SEBAGAI AIR IRIGASI DI KELURAHAN TANJUNG MAS SEMARANG Ririn Nurmandhani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i1.816

Abstract

Community in Tanjung Mas Village still lack of clean water, especially for watering plants on agricultural land. The Saburake River cannot be used as irrigation water because it was polluted by garbage and household waste. Based on the quality standard according to PP RI No. 82 of 2001, the results of laboratory tests of the water quality of the Saburake River showed moderate levels of contamination, there were several parameters that did not meet the requirements, total phosphate (1.16-1.19 mg/liter), COD (89, 7-92.8 mg/liter), BOD (35.7-52.3 mg/liter), DO (0.72-0.86 mg/liter), and total coliform (840,000-1,300,000 total/100ml ). So it took a tool to be able to purify water by means of filtration, as well as a water sensor to determine the level of turbidity of the water. Filtration can separate articles physically, chemically, and biologically to separate or filter out unsettled particles that are sedimented through a porous layer. The water sensor was used to measure the quality of clean water by considering the value of electrical conductive and conductive factor in real time. Based on the results of laboratory tests that have been carried out, it was found that the levels of Iron, Zinc, Lead, pH, and temperature were in accordance with the quality standards that had been set before the water went through the filtration process. The BOD5 level of the filtered water dropped from 30 mg/l in river water to 2.2 mg/l in the filtered water, and has met the maximum level for irrigation water. The COD level of river water is 75 mg/l and after the filtration process it drops to 28 mg/l, but when compared to the maximum level (3 mg/l) for irrigation water it still did not meet the standard. However, the water from the filtration process can already be used by the surrounding community to be used as irrigation water for the cultivation of Kelompok Wanita Tani Tunas Bahagia.

Page 11 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue