cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM DESA SIAGA : LITERATURE RIVIEW Umi Malikhatul Basiroh; Syamsul Huda Budi Musthofa; Zahroh Shaluhiyah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1291

Abstract

Desa siaga merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Masyarakat desa siaga memiliki kemauan, kesadaran dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi permasalaha kesehatan yang terjadi. Meskipun desa siaga sudah di mulai sejak tahun 2006 namun hingga saat ini belum semua desa dapat memaksimalkan fungsi dari desa siaga. Oleh karena itu pada penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas fakto-faktor yang dapat mendorong perkembangan desa siaga. Metode yang digunakan adalah literature riview dengan cara menelaah, mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi serta menyajikan artikel yang telah disusun dengan merangkum topik dari data sekunder berupa pencarian dari website. Berdasarkan hasil penelusuran terdapat 218 artikel yang sesuai dengan kata kunci dengan rentang waktu 2012-2022 dan 15 artikel yang dianggap relevan. Hasil nya dapat disimpulkan bahwa SDM, media informasi, lingkungan sosial dan komunikasi adalah faktor-faktor yang dapat mendorong perkembangan desa siaga.
STUDI PERILAKU ADAPTASI KEBIASAAN BARU KARYAWAN PT. X DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA INDUSTRI MANUFAKTUR (PAPER MANUFACTURING) 2021 Cahyo Khoirul Ardli; Robiana Modjo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1296

Abstract

Pada Desember 2019 telah menyebar virus baru yang dinamakan Virus Corona (COVID-19). Menurut WHO, pandemi adalah penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 masuk ke dalam kategori pandemi. COVID-19 adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus ini masuk ke dalam kategori penyakit menular dan baru ditemukan pada Desember 2019. Akibat dari pandemi COVID-19, secara cepat atau lambat akan mempengaruhi proses yang berjalan di PT.X. Sehingga PT.X telah mengambil langkah kesiapsiagaan darurat agar meminamilisir dampak dari COVID-19. Adanya langkah kesiapsiagaan darurat yang dilakukan PT.X, dibuat agar perusahaan tetap terus berjalan di tengah pandemi COVID-19. Kesiapsiagaan darurat yang dilakukan sejalan dengan Teori Green, di mana perilaku terbentuk dari 3 faktor yang di antaranya: Faktor predisposisi, faktor enabling, dan faktor reinforcing. Berdasarkan data yang diperoleh, masih ditemukan pekerja yang belum menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tempat kerja khususnya terkait dengan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Dengan menggunakan Teori Green, penelitian ini ingin mengetahui keefektifan penerapan adapatasi kebiasaan baru PT. X terkait COVID-19.
PELAKSANAAN PROGRAM VAKSINASI CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) PADA LANJUT USIA : STUDI KUALITATIF DI RUMAH SAKIT KELET KABUPATEN JEPARA Dewi Puspitosari Hadi Saputro; Chriswardani Suryawati; Martini Martini
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1334

Abstract

Based on the Instruction of the Minister of Home Affairs Number 24 of 2022 concerning the implementation of restrictions on community activities at level 3, level 2 and level 1 of the Corona Virus Disease 2019 in the Java and Bali Region according to the current level of the pandemic situation, Jepara district is placed in the PPKM level 2 position. Based on the evaluation results by the Office Health of Central Java Province in 2021, there are several problems that are likely to affect the success of the implementation of vaccinations in Jepara Regency in general and at Kelet Jepara Hospital in particular, including access for the elderly to get vaccines is still lowin Jepara Regency. This study aims to describe the implementation of the Covid-19 vaccination program for the elderly at the Kelet Regional General Hospital in Central Java Province in order to increase the target coverage of the elderly. The research was conducted at Kelet Hospital from September to November 2022. This research is a qualitative research where the research data is analyzed descriptively. Data analysis techniques use narrative analysis and data triangulation. The main informants consisted of 10 stake holders at Kelet Hospital and 4 patients who had been vaccinated at the Kelet Hospital Covid-19 vaccination polyclinic. The results showed that based on process factors, Kelet Hospital experienced external coordination problems due to limited human resources. Most of Human Resources focus on vaccination services and coordinate with internal hospitals. Other process factors have gone well including planning in the implementation of the Covid-19 vaccination program, recording & reporting systems, supervision/monitoring, and cross-program and cross-sector cooperation.COVID-19 Vaccination, the elderly, human resources
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM MENANGGULANGI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA POSYANDU CEMPAKA KELURAHAN PONDOK MEJA TAHUN 2022 Zeti Sintia Antasya; M Ridwan; La Ode Reskiaddin
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1438

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, yang membuat tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Berdasarkan survey EPPGM wilayah kerja puskesmas Pondok Meja pada tahun 2021 merupakan wilayah ke-4 tertinggi kejadian stunting di kabupaten Muaro Jambi yaitu sebesar 10,5%.  Di Posyandu Cempaka terdata ada sebanyak 9 balita umur 0-23 bulan yang menderita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan dalam menanggulangi kejadian stunting di wilayah kerja Posyandu Cempaka. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posyandu Cempaka belum pernah melakukan strategi advokasi dan strategi dukungan sosial. Posyandu melakukan strategi pemberdayaan masyarakat dengan melakukan edukasi dan demonstrasi ASI Ekslusif kepada ibu balita. Posyandu pernah menjalin strategi kemitraan dengan Universitas Jambi yang ditandai dengan sertifikat sebagai mitra. Model strategi promosi kesehatan di Posyandu Cempaka dalam menanggulangi kejadian stunting adalah melakukan advokasi kepada kepala desa dan kepala dusun maupun camat Mestong dengan menyajikan data dan gambar balita stunting. Melakukan dukungan sosial kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat melalui pertemuan-pertemuan, mini loka karya, pengajian dan lainnya. Melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada seperti membuat MPASI biskuit dari daun kelor. Melakukan kemitraan kepada stake holder dan pemilik usaha untuk mendpat dukungan dana, sarana dan prasarana, serta SDM.
HUBUNGAN PERILAKU REMAJA MENGENAI KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN POLA TIDUR DI SMPN 2 BATANG GASAN Syukra Rahima Suhada; Reni Agustina Harahap
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1314

Abstract

Bermain game online dapat menyebabkan pola tidur terganggu dan konsentrasi remaja dalam belajar menurun. Seseorang yang memiliki pola tidur lebih teratur menunjukkan kualitas pola tidur dan performa tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan remaja yang memiliki pola tidur tidak teratur. Untuk menganalisis hubungan perilaku remaja mengenai kecanduan game online dengan pola tidur tidak teratur di SMPN 2 Batang Gasan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis uji chi square. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh nilai p value = 0,005 < 0,05 yang menunjukkan bahwa kecanduan game online mempengaruhi pola tidur yang tidak teratur. Terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan pola tidur remaja di SMPN 2 Batang Gasan. Diharapkan pihak sekolah mengontrol siswanya selama masih dalam proses lingkup sekolah memperhatikan membawa handphone ke sekolah yang dapat mengganggu konsentrasi belajar remaja.
PENEMUAN DAN PENANGANAN MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB) DI FASYANKES KABUPATEN PATI Rizka Laila Rachmawati; Bagoes Widjanarko; Ayun Sriatmi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1473

Abstract

Terjadi penurunan angka temuan kasus TB-RO (TB-Resisten Obat) dan penurunan cakupan pengobatan (enrollment) TB-RO di Kabupaten Pati dalam rentang tahun 2021-2022. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi TB-MDR namun dalam pelaksanaannya masih belum optimal. Rendahnya cakupan penemuan kasus serta enrollment TB-RO berhubungan dengan tata laksana penemuan dan pengobatan mulai dari kegiatan skrining suspek TB-RO di masyarakat hingga monitoring pengobatan bagi penderita TB-RO. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penemuan dan penanganan kasus Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Fasyankes Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses implementasi penemuan dan penanganan TB-MDR masih ditemukan beberapa kendala seperti penemuan kasus TB lebih banyak dilakukan secara pasif daripada aktif, form pencatatan dan pelaporan TB secara manual tidak lengkap, pengawasan minum obat TB pada pasien TB-RO di Puskesmas belum dilaksanakan secara maksimal, petugas TB yang sudah tua kesulitan dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi khususnya untuk pencatatan dan pelaporan, petugas TB memiliki beban ganda, sering terjadi pergantian petugas TB, tidak semua petugas kesehatan mau menangani TB-RO, dan beberapa kali terjadi kekosongan OAT (Obat Anti Tuberculosis) pada Rumah Sakit. Kendala-kendala tersebut menyebabkan penemuan dan penanganan TB-MDR belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan penemuan dan penanganan kasus TB-MDR sudah terealisasikan dengan cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang menghambat pencapaian target.
PREVALENSI OSTEOARTHRITIS GENU BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PADA PASIEN GERIATRI DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO Ahmad Muhyi; Brilian Sinta Adiratna; Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i2.1613

Abstract

Osteoartritis genu merupakan suatu kondisi masalah kesehatan yang mayoritas dialami oleh orang lanjut usia. Faktor yang memiliki peran penting dalam terjadinya osteoarthritis genu yaitu jenis kelamin, usia dan perkerjaan, hal ini berkaitan dengan keseimbangan antara degradasi tulang dan juga hormonal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi osteoarthritis genu pada lansia berdasakan jenis kelamin, usia dan pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi sebanyak 301 pasien geriatri dengan kriteria tertentu yang berobat ke poli geriatric RSUD K.R.M.T Wongsonegoro pada periode Januari sampai Juni 2022 dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi, eksklusi yaitu  sejumlah 83 pasien. Distribusi kejadian osteoarthritis terbanyak pada perempuan sejumlah 44 pasien (53%), dengan terbanyak pada rentang  60 sampai dengan 74 tahun sejumlah 69 pasien (83%), responden penderita osteoarthritis genu mayoritas pada pasien yang masih aktif bekerja sejumlah 38 pasien (46%). Berdasarkan hasil analisis univariat variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan merupakan faktor yang berisiko  terjadinya seseorang menderita osteoarthritis genu.  Faktor lainnya seperti obesitas, riwayat cedera sendi lutut, occupational overuse, dan kelainan anatomis juga memiliki peran dalam terjadinya osteoarthritis genu, namun orang yang mengalami osteoarthritis risikonya meningkat saat bertambah usia 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO PENYAKIT CAMPAK PADA BALITA DI PUKESMAS SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL Janna, Harnani Aulia; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul; Nursia N, Lili Eky
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1459

Abstract

Penularan virus campak penyebab penyakit terjadi terutama melalui tetesan udara. Campak masih merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang yang membunuh banyak anak setiap tahun. Lebih dari 140.000 orang, kebanyakan anak di bawah usia 5 tahun, dikatakan telah meninggal akibat campak pada tahun 2018, meskipun vaksin yang aman dan efisien telah tersedia. Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia dengan kasus campak. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan vaksinasi campak, informasi yang diperoleh ibu, dan pendidikan ibu dengan risiko penyakit campak anak di Puskesmas Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan teknik analisis empiris kuantitatif. Semua ibu balita yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Singkil adalah anggota masyarakat. Dengan menggunakan metode sampling insidental, strategi non-probability sampling, sampel penelitian berjumlah 46 orang. Formulir inkuiri digunakan sebagai alat belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Fisher's test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan imunisasi campak (p value = 0.010 dan PR = 4.000, 95% CI = 1.392-11.497), pengetahuan ibu (p value = 0.009 dan PR = 7.692, 95% CI = 1.071-55.227) dan risiko penyakit campak pada balita di Puskesmas Singkil, serta tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian campak pada balita di Puskesmas Singkil (p value = 0,291 dan PR = 2,240, CI 95% = 0,679-7,388). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Fisher's test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan imunisasi campak (p value = 0.010 dan PR = 4.000, 95% CI = 1.392-11.497), pengetahuan ibu (p value = 0.009 dan PR = 7.692, 95% CI = 1.071-55.227) dan risiko penyakit campak pada balita di Puskesmas Singkil, serta tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian campak pada balita di Puskesmas Singkil (p value = 0,291 dan PR = 2,240, CI 95% = 0,679-7,388). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Fisher's test dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan imunisasi campak (p value = 0.010 dan PR = 4.000, 95% CI = 1.392-11.497), pengetahuan ibu (p value = 0.009 dan PR = 7.692, 95% CI = 1.071-55.227) dan risiko penyakit campak pada balita di Puskesmas Singkil, serta tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian campak pada balita di Puskesmas Singkil (p value = 0,291 dan PR = 2,240, CI 95% = 0,679-7,388).
UPAYA PEMERINTAH DAERAH KUDUS DALAM PENCEGAHAN STUNTING Mubaroq, Muhammad Husni; Wachid, Abdul
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.2147

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh penduduk di Indonesia, untuk saat ini Indonesia menempati posisi peringkat ke lima di dunia untuk permasalahan stunting pada anak. Stunting lebih dikenal dimasyarakat dengan tubuh dengan kondisi pendek, Stunting diartikan sebagai gangguan pertumbuhan fisik dan otak yang dialami oleh anak anak. Karakteristik stunting antara lain tinggi yang yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan anak anak dengan usia yanbg sebaya, penyebab stunting adalah penyakit kronik yang disebabkan masalah nutrisi yang dikonsumsi oleh anak anak. Pada 1000 hari pertama sejak kelahiran merupakan waktu rawan terjadi stunting, kejadian stunting banyak dipengaruhi oleh faktor faktor antara lain adalah faktor sosial, ekonomi, faktor kadar asupan makanan, infeksi, faktor statusYgizi, faktor penyakit menular, faktor kekuranganYmikro nutrient danYfaktorYlingkungan. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dan kajian pustaka. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor terhadap angka kejadian stunting pada anak, angka kejadian stunting secara langsung banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor penyakit infeksi dan faktor kurangnya kadar asupan gizi yang baik ditinjau dari kualitas maupun kuantitasnya. Pemerintah kabupaten Kudus telah melakukan upaya pencegahan stunting malalui kebijakan yang tertulis dalam Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2021 tentang Peran Desa/keluarahan dalam Penurunan stunting secara Terintegrasi. Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 dan implementasinya secara ideal dilakukan dengan koordinasi yang baik baik terkait aturan teknis pada ditingkat pusat dan tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai pelaksana sebagai garda terdepan. Untuk Diseminasi informasi dan advokasi memerlukan koordinasi teknis pada stake holder lintas sector dan pemangku kepentingan lain pada tingkatan yang sama. Peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan perlu membuat kebijakan tentang akses pangan bergizi, akses mendapatkan air bersih dan sarana sanitasi serta perlu melakukan monitoring dan evaluasi dan memperkuat suvailans gizi sehingga dapat menanggulangi permasalahan gizi yang dialami oleh masyarakat
FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUKESMAS SUAK RIBE KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT TAHUN 2023 Rahmawati, Kiki; Yarmaliza, Yarmaliza; Paradhiba, Meutia; Fitri Siregar, Siti Maisyaroh; Fera, Dian
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2159

Abstract

Hipertensi merupakan infeksi degeneratif yang menjadi permasalahan signifikan saat ini. Hipertensi adalah infeksi yang tenang karena korbannya tidak memikirkan atau menyadarinya sampai denyut nadinya diperkirakan. Tingkat hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kejadian hipertensi di wilayah kerja UPTD Pukesmas Suak Ribe Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik menggunakan pendekatan desain Case Control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang masing-masing untuk kelompok kasus (penderita) dan control (tidak penderita) (perbandingan 1:1), dengan total sampel 128 orang yang dimana terdiri atas 64 case dn 64 control dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan total sampling. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner konsumsi makanan,status gizi,aktivitas fisik,serta, perilaku merokok. Hasil analisis faktor konsumsi makanan berisiko, status gizi didapatkan P.Value = 0.001, 0.0000, yang berarti ada hubungan terhadap kejadian hipertensi. Dan faktor aktifitas fisik dan Perilaku merokok dengan P.Value = 0.076, 1.000 yang artinya tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Pukesmas Suak Ribe Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023 terhadap 128 responden baik dari kelompok case maupun control yaitu adanya hubungan konsumsi makanan berisiko dan status gizi terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat yang ada di wilayah kerja UPTD Pukesmas Suak Ribet Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023. Untuk sementara, pekerja kesehatan dapat memberikan pelatihan mengenai tekanan darah, faktor penyebabnya,serta pola hidup sehat dan teratur untuk mencegah hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan pasien hipertensi dapat mengendalikannya menu makanan seimbang yang di konsumsi serta menjaga pola makan yang benar dan tepat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue