cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
KORELASI PEMBERIAN MAKAN BERGIZI GRATIS DENGAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK DI SD 08 CIBADAK Ramadhan, Sri Mutiara; Andriani, Ria; Lutiyah, Lutiyah; Danismaya, Irawan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.3032

Abstract

Program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sebuah gagasan pemerintah untuk meningkatkan kondisi gizi dan menunjang pertumbuhan jasmani siswa sekolah dasar yang lagi pesat masa tumbuhnya dan butuh asupan nutrisi pas. Perkembangan fisik yang baik, khususnya soal bobot dan tinggi badan, sangat dipengaruhi oleh gizi cukup yang didapat anak secara rutin. Riset ini ingin melihat kaitan antara penerapan program MBG dan perkembangan fisik murid di SD Negeri 08 Cibadak. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Sampelnya ada 30 murid yang dipilih sengaja dari peserta tetap program MBG. Data dikumpulkan lewat kuesioner untuk menilai penerapan MBG dan mengukur ukuran tubuh seperti berat badan, tinggi badan, dan Indeks Massa Tubuh. Pengolahan data memakai uji t sampel berpasangan untuk melihat perubahan pertumbuhan fisik sebelum dan sesudah ikut MBG serta uji chi-square untuk mengerti relasi antarunsur. Hasil riset memperlihatkan kenaikan berarti pada berat dan tinggi badan anak setelah ikut MBG dengan nilai p nol koma nol nol nol, namun perubahan pada Indeks Massa Tubuh tidak terlihat beda nyata. Uji chi-square menunjukkan ada kaitan penting antara penyediaan MBG dan pertumbuhan fisik anak dengan nilai p nol koma nol nol satu. Bahasan dan temuannya bilang kalau pemberian makanan bergizi rutin bisa mendukung perkembangan fisik anak secara proporsional tanpa bikin risiko kelebihan nutrisi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan ada hubungan berarti antara program MBG dan pertumbuhan fisik murid di SD Negeri 08 Cibadak dalam lingkungan sekolah yang terus berjalan
KARAKTERISTIK PIODERMA DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Asmara, Satria Akbar Putra; Habibah, Ulil Albab; Filandra, Khansa Alika; Ar Rasyid, Arif Jamal; Imansyah, Taufiq
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.3170

Abstract

Pioderma merupakan infeksi kulit akibat bakteri yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama dipengaruhi oleh iklim tropis, kebersihan, dan faktor sosial ekonomi. Namun, data mengenai karakteristik pasien dan pola klinis pioderma secara nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik demografis, klinis, dan terapi pioderma di Indonesia. Tinjauan literatur review dilakukan pada Februari 2026 melalui Google Scholar, Pubmed, Garuda, dan ScienceDirect menggunakan kerangka PCC dan panduan PRISMA. Artikel observasional tahun 2016-2026 yang membahas karakteristik pioderma di Indonesia diseleksi. Data yang diekstraksi meliputi usia, jenis kelamin, jenis pioderma, dan terapi. Analisis dilakukan secara naratif. Delapan studi dari berbagai wilayah di Indonesia dianalisis. Pioderma paling sering terjadi pada anak usia 0-5 tahun, meskipun beberapa studi menunjukkan prevalensi tinggi pada usia dewasa lanjut. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki, namin perbedaannya tidak signifikan. Jenis pioderma tersering adalah impetigo, diikuti folikulitis, furunkel, dan ektima dengan variasi antar wilayah. Terapi kombinasi (topikal dan sistemik) merupakan pendekatan yang paling sering digunakan. Antibiotik sistemik yang dominan adalah golongan penisilin dan eritromisin, sedangkan antibiotik topikal yang paling banyak digunakan adalah asam fusidat, meskipun mupirosin juga ditemukan pada beberapa fasilitas kesehatan. Pioderma di Indonesia terutama menyerang anak-anak, namun juga dapat ditemukan pada usia dewasa akibat penurunan fungsi kulit dan komorbiditas. Jenis kelamin bukan faktor penentu utama, sedangkan higienitas berperan lebih penting. Manifestasi klinis bervariasi antar wilayah dengan impetigo sebagai jenis tersering. Terapi kombinasi menjadi pilihan utama dengan penggunaan antibiotik sistemik golongan penisilin dan topikal asam fusidat. Temuan ini menunjukkan pentingnya data nasional yang lebih representatif untuk mendukung strategi penatalaksanaan pioderma di Indonesia
HUBUNGAN RIWAYAT MEROKOK KONVENSIONAL TERHADAP PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA JAMBI Noviaramadani, Suci; Ridwan, M.
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.3115

Abstract

Secara global, jumlah pengguna rokok elektrik meningkat dari 58,1 juta menjadi 89,9 juta orang. Di Indonesia, peningkatan serupa juga terjadi dalam lima tahun terakhir, yaitu dari 0,3% menjadi 3,2%. Di Provinsi Jambi, prevalensi penggunaan rokok elektrik meningkat dari 0,8% pada tahun 2018 menjadi 1,9% pada tahun 2023. Peningkatan ini menandakan bahwa penggunaan rokok elektrik tetap menjadi permasalahan masyarakat kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, terutama pada kelompok usia di atas 30 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat merokok konvensional terhadap perilaku merokok elektrik pada guru Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kota Jambi. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling berupa teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebesar 198 guru dan diperoleh sampel akhir 155 dengan menggunakan analisis Chi Square . Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat rokok dengan perilaku merokok elektrik konvensional (p- value =0,000). Termasuk penerapan Kawasan Tanpa Rokok, edukasi kesehatan, serta penyediaan akses rokok elektrik di sekitar sekolah guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari paparan vape .
PENENTUAN ANALISIS DOSIS RADIASI PEMERIKSAAN CT SCAN THORAX DENGAN I-DRL BERDASARKAN ATURAN BAPETEN Damayanti, Oktarina; Ardiana, Ardiana; Rahman, Lili Julia; Saihan, Putri Siti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.2997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat dosis radiasi pada pemeriksaan CT scan toraks non-kontras serta menilai kesesuaiannya dengan Indonesian Diagnostic Reference Level (I-DRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, menggunakan data dari 30 pasien dewasa yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dustira, Cimahi. Indeks dosis radiasi yang dianalisis meliputi CTDIvol dan DLP, kemudian dibandingkan dengan nilai I-DRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol sebesar 8,18 mGy dan DLP sebesar 358,97 mGy·cm masih berada di bawah batas acuan nasional masing-masing sebesar 11 mGy dan 430 mGy·cm, meskipun terdapat beberapa nilai yang melebihi batas yang direkomendasikan. Variasi dosis radiasi dipengaruhi oleh parameter teknis pemeriksaan dan karakteristik pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa protokol pemeriksaan yang diterapkan secara umum telah memenuhi standar keselamatan radiasi, namun tetap diperlukan upaya optimasi dosis secara berkelanjutan serta audit berkala

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue