cover
Contact Name
Nur Ramadhan
Contact Email
nur.ramadhan89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurselloka@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh Jl. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Lr. Biomedis No. 9 Bada Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Kode Pos 23317
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 25808699     EISSN : 25808923     DOI : https://doi.org/10.22435
Core Subject : Health, Science,
SEL Jurnal Penelitian Kesehatan is a journal managed by Aceh National Agency on Health Research and Development (Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh) twice a year in July and November. This journal provides a forum for exchanging ideas about theory, methodology and fundamental issues related to the world of health which include health sciences, clinical, biology health science, medicine, health education and public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The submission process is open throughout the year. All texts submitted will be through with peer reviews and editorial reviews before being accepted for publication. SEL Jurnal Penelitian Kesehatan uses an Open Journal System that requires all authors to register before they are allowed to upload the manuscript they write online. After that, editors, peer reviewers, and writers can monitor the processing of the manuscript.
Articles 70 Documents
KEJADIAN ULKUS BERULANG PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Nelly Marissa; Nur Ramadhan
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 4 No 2 (2017): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.24 KB) | DOI: 10.22435/sel.v4i2.1471

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) yang paling sering terjadi. Lamanya seseorang menderita DM akan menyebabkan besarnya kejadian ulkus berulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui insiden ulkus berulang, gambaran penderita ulkus berulang serta penilaian derajat keparahan ulkus, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan ulkus berulang. Penelitian menggunakan metode potong lintang, dengan melibatkan 57 orang (40 orang dari RSUDZA dan 17 orang dari RSU Meuraxa) responden. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data kejadian ulkus berulang, berapa sering terjadinya ulkus, lokasi, waktu sembuh, mengikuti senam diabetes dan riwayat merokok. Penilaian derajat ulkus berdasarkan kriteria University of Texas (UT). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian ulkus berulang sebesar 28 orang (49,1)% dari 57 responden, kejadian ulkus berulang pada sebagian besar responden mencapai 2 kali, paling sering di ekstermitas bawah dan sudah menderita DM lebih 10 tahun. Waktu yang diperlukan untuk sembuh terbanyak mulai berkisar dari harian sampai satu tahun, dan sebagian kecil pernah mengalami amputasi. Kebanyakan dari penderita ulkus berulang tersebut tidak mengikuti senam diabetes dan bukan perokok aktif. Berdasarkan kriteria UT kejadian ulkus yang paling sering adalah luka yang sudah mencapai tulang atau sendi dengan kondisi yang iskemik dan infeksi. Tindakan pencegahan ulkus berulang diperlukan, baik dengan perawatan kaki dan pengontrolan glikemik secara rutin. Diabetic ulcer is the most common complications of diabetes mellitus (DM). Duration of suffering DM will lead to a large incidence of recurrent ulces. The purpose of this study was to determine the incidence of recurrent ulcer, description of recurrent ulcer patients and assessment of ulcer severity, so that recurrent ulcer prevention can be done. The study used cross sectional method, involving 57 respondents (40 people from RSUDZA and 17 people from Meuraxa Hospital). Interviews were conducted to obtain recurrent ulcer incident data, how frequent the occurrence of ulcers, location, time healed, do diabetic exercise and smoking history. Ulcer grade assessment based on University of Texas (UT) criteria. From the results of the research, it was found that repetitive ulcer incidence was 28 people (49.1)% of 57 respondents, repeated incidence of ulcer in most respondents reached 2 times, most often in lower ekstermity and have suffered DM over 10 years. The time it takes to heal the most ranges from daily to a year, and a small part has experienced amputation. Most of these recurrent ulcer patients didn’t have diabetic exercise and are not active smokers. Based on UT criteria the most frequent incidence of ulcer is a wound that has already reached the bone or joints with ischemic and infectious conditions. Prevention recurrent ulcer are necessary, with regular foot care and glycemic control.
PENYEBAB DISKRIMINASI MASYARAKAT KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA TERHADAP ORANG DENGAN HIV-AIDS Nurma Nurma; Fahmi Ichwansyah; Syarifuddin Anwar; Nelly Marissa
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 1 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.909 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i1.1474

Abstract

Pasien HIV-AIDS memiliki masalah psikologis seperti stigma yang akan meningkatkan beban pasien HIV-AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan diskriminasi terhadap pasien HIV-AIDS di kalangan masyarakat di Kecamatan Dewantara. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang berusia di atas 18 tahun di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Responden yang terlibat sebanyak 112 orang yang diambil berdasarkan teknik proposional sampling. Peserta direkrut sebagai sampel menggunakan proporsional sampling. Seperangkat kuesioner dikerahkan untuk mengumpulkan data. Chi Square digunakan untuk menganalisis data menggunakan Stata 12.0. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan, kepercayaan, komunikasi di antara masyarakat, moralitas, pendidikan dan pekerjaan secara signifikan terkait dengan diskriminasi pasien HIV-AIDS (masing-masing nilai p = 0,023, p = 0,019, p = 0,0001 , p = 0,0001, p = 0,013, p = 0,007 ). Komunikasi di antara masyarakat dan moralitas adalah faktor paling signifikan yang terkait dengan diskriminasi pasien HIV-AIDS di Kecamatan Dewantara 2018. Informasi mengenai HIV-AIDS sebaiknya disebarluaskan kepada masyarakat oleh institusi kesehatan Aceh Utara melalui media promosi kesehatan dengan pemutaran film HIV-AIDS, sehingga masyarakat dapat lebih baik mengetahui tentang pasien HIV-AIDS. HIV-AIDS patients have psychological problems such as stigma which will increase the burden of HIV-AIDS patients. The purpose of this study was to investigate factors related to discrimination towards HIV-AIDS patients among community in Dewantara Sub-District, Aceh Utara district. This is an observasional analytic study using the cross sectional designe. The population in this study is people aged above 18 years in sub District of Dewantara. Totally, 112 participants were recruited as samples using proportional sampling. A set of questionnaire were deployed to collect the data. Chi Square was used to analyze the data using Stata 12.0. The result indicated that knowledge, belief, communication among community, morality, education and occupation were significantly associated to discrimination of HIV-AIDS patients (respectively p = 0.023, p = 0.019, p = 0.0001, p = 0.0001, p = 0.013, p = 0.007). Communication among community and morality were the most significant factors associated to discrimination of HIV-AIDS patients in Dewantara Sub-District 2018. Information regarding HIV-AIDS should be directly disseminated to the community by the Health Institution of North Aceh and a health promotion media such as movies related HIV-AIDS should be developed, so that the community can understand better about HIV-AIDS patients.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN LANJUT USIA DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BLUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH Yenny Fitrika; Kiki Yudi Saputra; Masyitah Munarti
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 1 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.495 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i1.1475

Abstract

Pada tahun 2010 jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia sebesar 24 juta jiwa atau 9,77% dari total jumlah penduduk. Menurut Joint National Committee (JNC) VII tahun 2003, hipertensi ditemukan sebanyak 60-70% pada populasi berusia di atas 65 tahun. Lanjut usia yang berumur di atas 80 tahun sering mengalami hipertensi persisten, dengan tekanan sistolik menetap di atas 160 mmHg. Jenis hipertensi yang khas sering ditemukan pada lanjut usia adalah isolated systolic hypertension (ISH), di mana tekanan sistoliknya saja yang tinggi (di atas140 mmHg), namun tekanan diastolik tetap normal (di bawah 90 mmHg). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif terhadap kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit BLUD Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2017. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Februari s/d Juni 2017. Respondennya adalah 94 responden dengan kriteria umur diatas 60 tahun yang diperoleh secara proporsional sampling dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi kognitif pada pasien lanjut usia berada pada kategori tidak terdapat kelainan kognitif berjumlah 52 responden (55,3%), kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia berada pada kategori baik berjumlah 56 responden (59,6%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara fungsi kognitif terhadap kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit BLUD Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2017, diperoleh nilai p-value 0,002 < 0,05. In 2010 number of elderly people in Indonesia amounting to 24 million people or 9.77% of the total population. According to Joint National Committee (JNC) VII in 2003, hypertension was found to be 60-70% in the population aged over 65 years. Elderly people over 80 years old often have persistent hypertension, with systolic pressure settling above 160 mmHg. The typical type of hypertension commonly found in the elderly is isolated systolic hypertension (ISH), where systolic pressure is high (above 140 mHg), but diastolic pressure remains normal (below 90 mmHg). Research objectives is to determine the relationship of cognitive function to adherence to taking anti-hypertensive medication in elderly patients at Internal Disease Polyclinic of BLUD Meuraxa Hospital of Banda Aceh City 2017. This research is analytic with cross sectional study design conducted in February s / d June 2017. The 94 respondents with above 60 years of age criteria are obtained by sampling proportionately using a questionnaire that has been designed. The results of this study showed that cognitive function in elderly patients was in the category of no cognitive abnormalities of 52 respondents (55.3%), drug compliance anti hypertensionin elderly patients was in good category was 56 respondents (59.6%). This research can be concluded that there is a correlation between cognitive function to drug compliance anti hypertensionin elderly patient at Internurally Disease Hospital of BLUD Meuraxa City of Banda Aceh Year 2017, it is found that p-value 0.002 <0.05.
HUBUNGAN GAYA HIDUP, RIWAYAT PENYAKIT, DAN EKONOMI, DENGAN KEJADIAN STROK PADA SUKU MANDAILING DI RSUD KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2017 Destanul Aulia; Sri Fajar Ayu; Nefonafratilova Nefonafratilova
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.389 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i2.1480

Abstract

Faktor risiko strok diklasifikasikan dalam dua bagian dapat dan tidak dapat dimodifikasi, tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, keturunan, etnis dan lokasi geografis, dapat dimodifikasi seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, stres berkepanjangan, merokok , faktor diet, alkohol, penggunaan narkotika, dan riwayat obesitas. Diet di negara berkembang telah berubah dari diet tradisional yang mengandung banyak karbohidrat dan serat seperti sayuran menjadi diet kebarat-baratan dengan komposisi makanan yang mengandung terlalu banyak lemak, gula, garam, dan mengandung lebih sedikit serat. Makanan Suku Mandailing terkenal dengan penggaram, kecap, banyak santan dan lemak, menyukai makanan olahan seperti ikan sale, kipang, alame, wajit dan diakhiri dengan menghisap rokok. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode case control. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan diet, riwayat penyakit, dan ekonomi dengan kejadian strok untuk Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan 2017. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel yang paling berpengaruh dalam kejadian strok adalah diet dan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan kejadian strok ρ = 0,029, hipertensi ρ = 0,032, merokok ρ = 0,032, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara DM dengan kejadian strok dengan ρ = 0,441. Variabel paling berpengaruh dalam kejadian strok adalah kebiasaan makan dan hipertensi. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk makanan pemicu strok adalah Rp 16.500/ hari/ responden. Sebanyak 0,03% dari anggaran kesehatan Kota Padangsidimpuan dibelanjakan untuk penyakit strok. Disarankan kepada dinas kesehatan dan masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, gula, dan rokok, memastikan asupan buah dan sayuran yang cukup, dan mengkonsumsi makanan rendah lemak, sehat sehingga mengurangi faktor risiko strok. Risk factors of stroke are classified in two parts can and cannot modified, can not modified such as age, gender, heredity, ethnic, and geographic location, modified risk factors such as hypertension, cardiovascular disease, diabetes mellitus, hypercholesterolemia, prolonged stress, smoking, dietary, alcoholics, narcotics used, and obesity. Diet in developing countries has changed from the traditional diet that contains many carbohydrates and fiber like vegetables to westernized diet with the composition of foods that contain too much fat, sugar, salt, and contain less fiber. Mandailing ethnic food is famous with salt, soy sauce, lots of coconut milk and fat, processed foods such as ikan sale, kipang, alame, wajit and closed with cigarette consumption. Purposed of this study is to see the correlation of dietary, history of disease, and economy with the incidence of stroke for Mandailing ethnic in RSUD Kota Padangsidimpuan in 2017.This research is analytic with case control method. Data analysis using univariate,bivariat, and multivariat analysis.The most influential variable for incidence of stroke is dietary and hypertension Based on the results there was a significant correlation between eating habits and the incidence of stroke ρ =0.029, hypertension ρ =0.032, smoking ρ =0.032, and there was no significant correlation between DM and stroke incidence with ρ =0.441. The most influential variables in the incidence of stroke are eating habits and hypertension. The average cost incurred for food triggering a stroke is Rp. 16,500/ day/ respondent. 0.03% of Padangsidimpuan City's health budget was spent for stroke. Recommended to health office and community in Padangsidimpuan to improve healthy lifestyle, reduce salt,sugar, and tobacco consumption, ensure intake of fruits and vegetables, and consume low-fat, healthy foods so reducing risk factor of stroke.
DISTRIBUSI DAN AKTIVITAS MENGGIGIT NYAMUK GENUS MANSONIA YANG BERPOTENSI SEBAGAI VEKTOR FILARIASIS DI WILAYAH ENDEMIS FILARIASIS DESA LIGAN DAN LHOK BOUT ACEH JAYA Yulidar Yulidar; Yasir M.Diah; Veny Wilya; Andi Zulhaida
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.599 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i2.1481

Abstract

Filariasis masih menjadi masalah pada masyarakat di desa Ligan dan desa Lhok Bout Kabupaten Aceh Jaya. Mansonia spp merupakan salah satu vektor filariasis di Indonesia. Penelitian ini bersifat cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari-Desember 2017 di desa Ligan dan Lhok Bout. Penangkapan nyamuk menggunakan metode umpan orang di dalam dan luar rumah. Umpan orang duduk dalam kelambu. Hasil penelitian didapatkan total jumlah nyamuk Mansonia spp tertangkap adalah 58 nyamuk terbagi atas 5 spesies yaitu 8 nyamuk Ma. bonnae, 5 Ma. uniformis, 38 Ma. annulata, 6 Ma. annulifera dan 1 Ma. indiana. Kepadatan masing-masing nyamuk hinggap dibadan orang perjam adalah Ma. bonnae 0,31, Ma. uniformis 0,25, Ma. annulata 1,94. Ma. annulifera 0,31 dan Ma. indiana 0,06. Sedangkan kepadatan nyamukhinggap dibadan orang permalam adalah Ma. bonnae 1,33, Ma. uniformis 0,83,Ma. annulata 6,33, Ma. annulifera 1,00 dan Ma. indiana 0,17. Kelimpahan nisbi masing-masing nyamuk tertangkap yaitu Ma. bonnae 1,60%, Ma. uniformis 1,00%,Ma. annulata 6,20%, Ma. annulifera 1,00% dan Ma. indiana 0,20%. Nyamuk Mansonia spp yang tertangkap bersifat endofagik. Berdasarkan kepadatan nyamuk tertinggi dan angka dominansi spesies mencapai 3,33% maka vektor filariasis potensial di desa Ligan dan Lhok Bout adalah Mansonia annulata Filariasis is still a problem for people in Ligan Village, Lhok Bout Village, Aceh Jaya District. Mansonia spp is one of the filariasis vectors in Indonesia. Research using a cross-sectional study conducted in February-December 2017 in Ligand and Lhok Bout Village. Catching mosquitoes using indoor and outdoor people bait. Methods people as a bait sitting in a net. The results showed that the total number of captured Mansonia spp mosquitoes was 58 mosquitoes divided into 5 species, The namely 8 Ma mosquitoes. bonnae, 5 Ma. uniformis, 38 Ma. annulata, 6 Ma. annulifera and 1 Ma. indiana. The density of each mosquito per person per hour was Ma. bonnae 0.31, Ma. uniformis 0.25, Ma. annulata 1.94. Ma. annulifera 0.31 and Ma. indiana 0.06. While the density of mosquitoes in the person of the night is Ma. bonnae 1.33, Ma. uniformis 0,83, Ma. annulata 6.33, Ma. annulifera 1.00 and Ma. indiana 0.17. The relative abundance of each mosquito caught was Ma. bonnae 1.60%, Ma. uniformis 1.00%, Ma. annulata 6.20%, Ma. annulifera 1.00% and Ma. indiana 0.20%. The captured Mansonia spp mosquito was endophagic. Based on the highest mosquito density and species dominance rate of 3.33%, the potential filariasis vectors in Ligan and Lhok Bout villages are Mansonia annulata.
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, DAN SIKAP TERHADAP HIPERTENSI PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nona Rahmaida Puetri; Yasir Yasir
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 1 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.832 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i1.1482

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan adalah peningkatan darah setelah 20 minggu kehamilan >140 mmHg untuk sistolik dan >90 mmHg untuk diastolik tanpa protein urin dan hasil evaluasi laboratorium selama kehamilan dan kembali normal sebelum 12 minggu post partum. Penelitian dilakukan di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar bulan Agustus Tahun 2017. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa bivariat dan uji chi-square test. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan hipertensi pada wanita hamil (p-value < 0,05) dengan OR 3,722, ada hubungan antara pengetahuan dengan hipertensi pada wanita hamil (p-value < 0,05) dengan OR 4,142, ada hubungan antara sikap dengan hipertensi pada wanita hamil (p-value < 0,05) dengan OR 3,000. Hypertension in pregnancy is an increase in blood after 20 weeks of pregnancy>140 mmHg for systole and >90 mmHg for diastolic without urine protein and laboratory evaluation results during pregnancy and return to normal before 12 weeks post partum. This research was conducted at Krueng Barona Jaya Community Health Center Krueng Barona Jaya Aceh Besar Regency in August 2017, used Analytical Survey with cross sectional study design with the number of samples taken are 96 respondents. The analysis used was bivariate analysis. From the result of chi-square statistic test, it can be concluded that there was correlation between age with hypertension in pregnant women (p-value <0.05) with OR 3.722, between knowledge with hypertension in pregnant women (p-value <0.05) with OR 4.142, between attitudes with hypertension in pregnant women (p-value<0.05) with OR 3.000.
STUDI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP KEBERADAAN VEKTOR AEDES AEGYPTI DI GAMPONG ATEUK PAHLAWAN KOTA BANDA ACEH Jumal Husni; Isfanda Isfanda; Yuni Rahmayanti
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 1 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.736 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i1.1483

Abstract

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang tergolong arthoropod-borne virus, genus Flavivirus dan famili Flaviviridae. DBD itu sendiri ditularkan melalui gigitan nyamuk Ae. aegypti maupun Ae. albopictus, namun Ae. aegypti lebih berperan dalam proses penularan DBD saat ini. Tingginya kasus DBD tidak lepas dari keberadaan nyamuk Ae. aegypti sebagai vektor penular yang membawa sumber penyakit DBD. Gampong Ateuk Pahlawan merupakan daerah dengan kasus DBD tinggi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh periode tahun 2011-2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan keberadaan vektor Ae. aegypti dengan tingginya kasus DBD. Penelitian ini bermanfaat untuk mencegah tingginya kasus DBD di suatu wilayah dengan pola hidup yang sehat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dilaksanakan di Gampong Ateuk Pahlawan Kota Banda Aceh pada bulan Februari tahun 2018. Penelitian ini dirancang dengan teknik kuantitatif non eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 100 rumah yang terdiri dari 5 dusun dan setiap dusun terdapat 20 rumah. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisa data univariat dengan menghitung frekuensi distribusi dalam bentuk persentase dan bivariat dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan keberadaan jentik nyamuk Ae. aegypti dengan angka kejadian kasus DBD di Gampong Ateuk Pahlawan Kota Banda Aceh dengan p-value = 0,10 ( p-value =0,10 lebih besar dari α=0,05 ). Dengue disease is caused by dengue virus belonging to arthoropod-borne virus, genus of Flavivirus and Flaviviridae family. Dengue it self is transmitted through the bite of Ae. aegypti and Ae. albopictus, but Ae. aegypti is more involved in the current transmission of DHF. The high case of dengue fever can’t be separated from the presence of Ae. aegypti mosquitoes as a transmitting vector that carries the source of dengue disease. Gampong Ateuk Pahlawan is an area with high dengue cases based on data from Banda Aceh City health office period 2011-2016. This study aims to determine the existence of existence of vector Ae. aegypti with high dengue cases. This research is useful to prevent high dengue cases in an area with a healthy lifestyle. This research uses quantitative research type carried out in Gampong Ateuk Pahlawan Banda Aceh City in February 2018. This research is disigned with non experimental quantitative technique with the number of samples of 100 houses consisting of 5 hamlets and each hamlet there are 20 houses. The results of research in though by using univariate data analysis by calculating the frequency of distribution in the form of percentage of graphs and bivariate by using SPSS application formula. The results show that there is no correlation to the presence of Ae mosquito larvae. aegypti with the incidence of dengue cases in Gampong Ateuk Pahlawan Banda Aceh with p-value =0.125 (where p-value =0.125 is greater than α=0.05).
PEMBERIAN SARI TEMPE TERHADAP PROFIL LIPID PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AVICENNA BIREUEN Nunung Sri Mulyani; Rafiqa Rafiqa
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 1 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.151 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i1.1484

Abstract

Prevalensi hiperkolesterolemia di Indonesia tahun 2013 pada wanita sebesar 39,6%, nilainya lebih tinggi dari pada laki-laki yang sebesar 30,0%. Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Antioksidan diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol total. Isoflavon salah satu antioksidan yang terdapat pada tempe. Tempe mengandung serat, saponin dan niasin yang terbukti memiliki efek menurunkan kadar kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol LDL dan kolesterol total sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitik menggunakan desain quasi-experimental. Sampel kasus merupakan penderita hiperkolesterolemia yang ada di RS Avicenna berjumlah 30 orang. Analisis menggunakan software R-Statistik, meliputi uji statistik Dependent T-Test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Ada pengaruh yang signifikan pemberian sari tempe terhadap kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, kadar kolesterol HDL, dan kadar kolesterol trigliserida yaitu (p<0,05) pada pasien hiperkolesterolemia rawat jalan di RS Avicenna. Rata-rata pada kelompok kasus terhadap pasien hiperkolesterolemia rawat jalan di RS Avicenna sesudah pemberian sari tempe; kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan kolesterol trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol HDL secara bermakna berurut-urut sebesar 253,93 mg/dl, 177,19 mg/dl, 40,93 mg/dl, dan 88,60 mg/dl Indonesian women hypercholesterolemia prevalence in 2013 were 39.6%, higher than men that have 30.0%. Hypercholesterolemia can cause atherosclerosis and coronary heart disease. Antioxidants are known to reduce total cholesterol levels. Isoflavones are one of the antioxidants that found in tempe. Tempe contains fiber, saponins and niacin which have the effect of lowering cholesterol levels, so that can lowering LDL cholesterol levels, total cholesterol levels, and increasing HDL cholesterol levels. This quantitative research was conducted by an analytical d es cr ip t ive a p pr oa ch u s ing qu a s i -e x p er iment a l design. Samples amounted to 30 patients with hypercholesterolemia. Analysis using R-St atisti c soft war e, including a stat ist ical t est of dependent T-test at 95% confidence level (α =0.05). There was significant effect of tempe extract on total cholesterol, LDL cholesterol, HDL cholesterol, and triglyceride cholesterol (p <0.05) in outpatient hypercholesterolemia in Avicenna Hospital. Average in the case group of outpatient hypercholesterolemia patients in Avicenna Hospital after tempe extract total cholesterol, LDL cholesterol, and triglyceride cholesterol levels and significantly increased HDL cholesterol levels of 253.93 mg/ dl, 177.19 mg/ dl, 40.93 mg/dl, and 88.60 mg/dl. There was significant effect on lipid profile before and after intervention in tempe treatment group.
UJI ANTIMIKROBA EKSTRAK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Dyah Widiastuti; Nova Pramestuti
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.57 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i2.1489

Abstract

Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik (Multi Drug Resistance/ MDR). Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong pentingnya upaya untuk menemukan langkah alternatif dengan pemberian obat-obatan pencegah penyakit infeksi dari bahan alam. Ekstrak jahe merah dikaji aktivitas anti mikroba terhadap S. aureus. Penelitian ini menggunakan uji coba kontrol yang sepenuhnya acak dengan lima ulangan. Dalam penelitian ini hanya terdiri dari satu faktor saja, yaitu pemberikan ekstrak jahe merah dengan menggunakan taraf/ level: 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) pada konsentrasi 100% memberikan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan S. aureus (12,54 ± 0,76 mm). Aktivitas antibakteri ekstrak rimpang jahe dikategorikan lemah dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Nowadays Staphylococcus aureus infection becomes a serious problem due to increased bacterial resistance to various types of antibiotics (Multi Drug Resistance/ MDR). Widespread bacterial resistance to existing drugs, prompting the importance of efforts to find alternative measures by administering medicines to prevent infection from natural substances. Red ginger extract was investigated for the antimicrobial activities against Staphylococcus aureus. This study used completely randommized control trial with three replications. The first factor was the tested microbe and the second was the fresh extract of the ginger rhizome. The result showed that fresh extract of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) at concentration 100% gave the highest inhibition to the growth of S. aureus (12.54± mm). The antibacterial activity of ginger rhizome extract is categorized as weak in inhibiting the growth of S. aureus.
ANALISIS DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP PENCEGAHAN KEKAMBUHAN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAJAYA Rahmayani Rahmayani; Fadhiah Hanum
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.892 KB) | DOI: 10.22435/sel.v5i2.1493

Abstract

Hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sukajaya terdapat 15 orang penderita gangguan jiwa. Dari jumlah penderita yang ada di puskesmas Sukajaya terdapat tingginya angka kekambuhan. Hal ini kembali menunjukkan bahwa masalah gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan dan sosial yang perlu dilakukan upaya penanggulangan secara komprehensif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan social keluarga terhadap pencegahan kekambuhan penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya. Desain penelitian merupakan studi potong lintang. Sampel penelitian adalah keluarga penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya yang berjumlah 32 keluarga. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara dukungan informasional dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,002). ada hubungan antara dukungan penilaian dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,021). tidak ada hubungan antara dukungan instrumental dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p= 0,062). ada hubungan antara Dukungan emosional dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,010). Disarankan untuk dibentuk desa siaga sehat jiwa di seluruh desa dan mengajak kader kesehatan jiwa untuk peduli dan aktif dalam perannya sebagai kader, agar penderita gangguan jiwa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan dapat mendeteksi penderita gangguan jiwa sedini mungkin. Based on preliminary survey conducted in Puskesmas Sukajaya, there are 15 subjects with mental disorders. High rates of recurrent mental disorders still become health and social problems which needs comprehensive prevention. The purpose of this study is to determine the effect of social support for families in preventing mental disorders relapse in Puskesmas Sukajaya. This is a cross sectional study which included family with mental disorders in Puskesmas Sukajaya. There are 32 families included as sample. The results of the study showed there is association between informational support and recurrent prevention in metal disorders subject (p=0.002). There is a relationship between support ratings with relapse prevention (p=0.021) and between emotional support with prevention of recurrence in patients with mental disorders in Puskesmas Sukajaya (p=0.010). However, there is no relationship between the instrumental support with relapse prevention in patients with mental disorders in Puskesmas Sukajaya (p=0.062). Formation of mental health alert village throughout the villages and approach of peer volunter mental health system are suggested in providing better health services and detection of early mental disorders.