cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PEMBUATAN ELEKTRODA SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) UNTUK PENGELASAN BAWAH AIR DARI MINERAL RUTILE ., Surasno; Suhardjo, Kuntari Adi
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.27 KB)

Abstract

Elektroda untuk pengelasan bawah air membutuhkan sifat khusus, yaitu: harus mampu menimbulkan semburan nayala busur, terak yang tumbuh di permukaan deposit logam cair mampu melindungi deposit las dari pengaruh oksida dan kelarutan hidrogen yang rendah. Elektroda tersebut harus memenuhi syarat spesikfikasi underwater welding AWS D3.6M:1999. Adapun percobaan yang telah dilakukan adalah pembuatan elektroda pengelasan bawah air dengan proses awal penentuan jenis kawat, seleksi visual, pelurusan, pemotongan dan pembersihan. Selanjutnya persiapan bahan baku pembungkus yaitu persiapan zat kimia, pengadukan, dicetak bentuk tabung. Adapun variasi formula yang dilakukan adalah sebagai berikut: Formula A yaitu Rutile 75%, Kalsium Karbonat 10%, Serbuk Silika 2,5%, Ferro mangan 15%, binder natrium silikat 4 liter ditambahkan air 300 ml. Formula B yaitu Rutile 57%, ferro mangaan 15%, hematite 25%, ferro 4%, binder potsium silicate 3 liter ditambahkan sodium silikat 1 liter dan Formula C yaitu Rutile 70%, Kaolin 30%, binder potassium silikat 3 liter ditambah sodium silikat 1 liter, kemudian dilakukan pelapisan dengan bees wax. Penggunaan elektroda untuk pengelasan bawah air diuji karakteristiknya yaitu: penyalaan busur, kestabilan busur, uji visual, uji makro dan mikro struktur, serta kekerasan. Kondisi optimal dicapai pada pengelasan mempergunakan elektroda formula C dengan hasil uji penyalaan busur baik 62,9%, kestabilan baik, visual rigi-rigi las cukup, makroskopik baik, mikroskopik tidak terdapat retakan, kekerasan las 267 Hv 0,2 Haz 253 Hv0,2, mudah diproduksi dengan kualitas baik.Kata kunci: elektroda las SMAW, las bawah air, mineral rutile dan AWS 3.6M: 1999. 
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI INDUSTRI PULP INDONESIA Rosadi, Husni Y; Sa, E Gumbira; Sailah, Illah; Syafii, Wasrin; Aman, Amril
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.588 KB)

Abstract

ABSTRAK Strategi peningkatan daya saing penggunaan faktor produksi digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri dengan mengoptimalkan penggunaan faktor tersebut. Stragtegi peningkatan daya saing industri dilakukan diantaranya dengan memperhatikan faktor-faktor kritis dalam penggunaan faktor produksi. Penentuan faktor kritis diperoleh berdasarkan hasi analisa terhadap penggunaan faktor produksi dengan menggunakan metode analisa daya saing non-parametrik, yaitu Data Envelopment Analysis (DEA), Operational Competitiveness Rating Analysis (OCRA) dan Analisa Perbandingan Daya Saing (APD). Berdasarkan analisa terhadap faktor kritis, maka strategi yang diperluka untuk meningkatkan daya saing industri pulp Indonesia diantaranya adalah strategi efisiensi penggunaan dan biaya bahan baku, strategi peningkatan skala produksi industri pulp.Kata kunci: strategi, daya saing, faktor produksi, industri pulp.
PEMANFAATAN ENERGI PANAS DARI WAJAN PENGGORENGAN UNTUK LAMPU PENERANGAN WARUNG PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) Wijaya, Muflih; Prihartanto, Eko
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.836 KB)

Abstract

Menjamurnya jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) baik di perkotaan maupun di lingkungan pedesaan, di salah satu sisi membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, tetapi di sisi lain juga menimbulkan permasalahan baru terkait bertambahnya konsumsi energi listrik baik untuk lampu penerangan maupun untuk sarana hiburan. Sumber energi listrik yang digunakan oleh para PKL diantaranya berbahan bakar minyak yang kurang ramah terhadap lingkungan ataupun energi listrik baik dari sumber listrik legal maupun illegal, yang semuanya akan menjadi beban bagi PLN sebagai penyedia ketenagalistrikan terbesar di Indonesia. Hal ini terjadi karena para PKL berada pada dilema yang terjadi antara sisi biaya listrik serta legalitas sumber listrik itu sendiri.  Dari beberapa pengamatan yang dilakukan pada umumnya para PKL banyak menggunakan wajan penggorengan untuk proses produksinya serta lampu listrik sebagai sarana penerangan warungnya. Berangkat dari pengamatan tersebut maka dimunculkanlah inisiatif untuk memanfaatkan energi panas dari wajan penggorengan para PKL untuk diubah menjadi energi listrik yang dapat digunakan sebagai sarana penerangan saat warung PKL tersebut beroperasi. Mekanisme elektrik digunakan sebagai pendekatan untuk melakukan perubahan dengan cara mengumpulkan energi panas yang berasal dari wajan penggorengan menjadi energi listrik untuk menghidupkan lampu sebagai sarana penerangannya.Kata kunci: Energi Panas, Energi Listrik, Mekanisme Elektrik
KAJIAN STRATEJIK KELOLA USAHA PADA INDUSTRI KECIL AGEL R, Widiastuti; S.A, Awang; T.A, Prayitno; ., Warsito; P, Sofyan
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.894 KB)

Abstract

IKM anyaman agel adalah salah satu sub sektor IKM kerajinan yang mampu menggerakkan ekonomi danmenjadi ikon kabupaten Kulon Progo. Agel diperoleh dari hasil pembelahan bagian atas pucuk daun CoryphaGebanga .Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana namun mampu merambah ke pasar mancaNegara seperti USA, Eropa, Australia, Malaysia, Jepang. Tahun 1998, meski kondisi Negara Indonesiamengalami krisis moneter, dimana banyak perusahaan besar sedang tiarap , justru para pelaku industri agelmengalami “golden era”. Tahun 2009 Realisasi ekspor kerajinan agel dari Kulon Progo mencapai volume831.000 kg dengan nilai $ 1.138.800. Luas panen tanaman gebang di Kulon Progo hanya tinggal 47 Ha denganproduktivitas 0,83 ton/Ha/tahun . Hasil dari luas panen tanaman agel di Kulon Progo diperkirakan hanya mampumensuplay kurang dari 1 % kebutuhan bahan baku padahal pasar kerajinan anyaman agel masih sangat terbuka.Oleh karena itu Model Bauran Pemasaran dari Craven,1994 diharapkan dapat menggambarkan strategi kelolausaha pada IKM anyaman agel di Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara alamiah IKManyaman agel sudah membentuk klaster industri tersendiri untuk memenuhi bahan baku, menerapkan strategiagar proses produksi dapat berlanjut, mempromosikan & memasarkan produk, menerapkan strategi harga,kesemua hal tersebut bermuara pada kepuasan pembeli /pelanggan.Kata kunci: agel, Bauran Pemasaran, Kelangkaan Bahan baku klaster industri, nilai tambah, tenaga kerja.
KETANGGUHAN MATERIAL API 5L X60 TERHADAP MASUKAN PANAS PADA PROSES PENGELASAN ELEKTRODA TERBUNGKUS abdullah, tarmizi tjikmat
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.436 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan parameter proses yang optimum sehingga dapat digunakan dilapangan. Parameter proses pengelasan sangat menentukan kualitas dari hasil pengelasan karena akan mempengaruhi kekuatan dan ketangguhan dari hasil lasan. Parameter pengelasan tersebut akan menghasilkan masukan panas yang akan berdampak pada logam las, daerah pengaruh panas dan logam induk. Dengan variasi masukan panas yang rendah dan yang tinggi diharapkan kekuatan dan ketangguhan hasil lasan masih memenuhi standar sehingga proses produksi dilapangan dapat dijamin kualitasnya. Proses pengelasan yang digunakan SMAW dengan material pipa API 5L X60 diameter 620 mm tebal 12,7 mm. Hasil pengelasan dilakukan pengujian tidak merusak (uji visual, uji maknetik partikel, uji ultrasonik dan uji radiografi) dan pengujian merusak (uji tarik, uji makro, uji kekerasan, uji tekuk dan nick break serta uji impak charpy). Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa masukan panas tinggi menghasilkan dilusi yang lebih besar yang menghasilkan daerah logam lasnya lebih lebar dibandingkan dengan yang masukan panas rendah. Hasil uji impak pada temperatur -10 oC masih memenuhi syarat yaitu di atas 35 Joule, hasil uji kekerasan masih memenuhi syarat yaitu masih di bawah 250 HV untuk daerah akar las dan di bawah 275 HV dipermukaan las, demikian juga untuk hasil uji tekuk dan nick break masih memenuhi syarat uji. Hasil uji tarik logam las dan sambungan las masih memenuhi syarat di atas kekuatan tarik minimum sehingga material API 5L X60 ini memiliki ketangguhan dan mampu las yang baik pada kondisi masukan panas rendah maupun tinggi. Kata kunci: Ketangguhan API 5L X60, masukan panas, mampu lasl> menjadi dua lapis; dengan lapisan pertama berupa lumpur primer dan lapisan kedua berupa lumpur primer yang ditaburi pasir zirkon, terbukti dapat menghilangkan cacat penetrasi logam. Penggunaan tepung zirkon tipe 2 dan pasir zirkon tipe c dengan distribusi ukuran partikel yang lebih merata dapat menghasilkan produk cor yang bebas cacat penetrasi logam serta memiliki permukaan produk cor yang halus, dengan nilai kekasaran 4,9 µm. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan densitas lapisan primer yang akan meningkatkan ketahanan panas cetakan keramik serta terisinya rongga-rongga butiran pasir pada permukaan lapisan primer oleh tepung zirkon yang halus sehingga menjaga kehalusan permukaan cetakan keramik.  Kata kunci: pasir zirkon, tepung zircon, pengecoran presisi, lapisan primer, cacat penetrasi logam
Kajian Strategi peningkatan kualitas proses dan produk teh ., Marimin; ., Muslich; juwita, mira
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2897.024 KB)

Abstract

saat ini indonesia di hadapkan pada harga produk teh yang rendah. Harga jual teh yang murah menyebabkan produsen teh di indonesia mengalami kerugian untuk keterangan lebih lanjut dapat men download file nya
PRODUKSI XILANASE DARI TONGKOL JAGUNG DENGAN SISTEM BIOPROSES MENGGUNAKAN BACILLUS CIRCULANS UNTUK PRA-PEMUTIHAN PULP Septiningrum, Krisna; P, Chandra Apriana
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.456 KB)

Abstract

Proses pemutihan pulp dengan menggunakan bahan kimia klorin menghasilkan bahan buangan yangmengandung senyawa klor organik yang bersifat toksik sehingga menimbulkan masalah lingkungan yang serius.Penggunaan xilanase pada proses pra-pemutihan pulp dapat menurunkan jumlah senyawa klorin yangdigunakan. Namun xilanase komersial dengan harga yang murah yang sesuai dengan kondisi pra-pemutihanpulp, yaitu tahan suhu tinggi dan pH alkali, belum tersedia.Penelitian mengenai biokonversi serbuk tongkol jagung menggunakan Bacillus circulans dengan prosesfermentasi fase padat untuk produksi xilanase telah berhasil dilakukan. Bakteri hasil aktivasi dengan mediumxilan sejumlah 2,58 x 107 CFU/mL digunakan sebagai inokulum untuk produksi xilanase. Fermentasi dilakukanpada suhu 37 ± 1°C. Penelitian dilakukan dengan cara mempelajari pengaruh penambahan moistening solutions’(MS), rasio substrat-MS, jumlah inokulum dan waktu produksi terhadap produksi xilanase. Ekstrak kasar yangdiperoleh dari kondisi optimum kemudian dikarakterisasi pH dan suhu optimum, aktivitas selulase dan beratmolekulnya.Aktivitas xilanase tertinggi yaitu sebesar 11,006 U/mL dicapai pada penambahan MS 7 dengan komposisiK2HPO4 1 mg, MgSO4. 7H2O 0,2 mg dan CaCl2. 2 H2O 0,1 mg (mg/g substrat); rasio substrat-MS = 1:2,5 (w/v);penambahan inokulum 10% (v/w) dengan waktu produksi 96 jam. Xilanase yang diperoleh memiliki aktivitasoptimum pada pH 8,5 dengan suhu optimum 50oC dengan aktivitas selulase 0,07 U/mL. Ekstrak kasarmengandung satu jenis xilanase dengan berat molekul 60,42 kDa. Karakteristik xilanase yang dihasilkan tersebuttelah sesuai dengan proses pra-pemutihan di industri pulp dan kertas.Kata kunci: Xilanase, Bacillus circulans, fermentasi fase padat (SSF), tongkol jagung, pra-pemutihan.
VENTURI-PACKED SCRUBBER SEBAGAI PENGENDALI CEMARAN PARTIKULAT PADA INDUSTRI PENGECORAN LOGAM TUNGKU INDUKSI Fatkhurrahman, Januar Arif; Juliasari, Ikha Rasti
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.528 KB)

Abstract

Industri pengecoran logam tungku induksi skala kecil menengah memerlukan perhatian khusus mengingat sampai saat ini belum ada penanganan cemaran partikulat pada kegiatan produksinya. Kegiatan penelitian ini berupa rancang bangun peralatan venturi packed scrubber beserta fasilitas pendukung yaitu: bangunan penangkap partikel, pengendap air dan cerobong. Lokasi penelitian dilaksanakan di bengkel pengecoran milik Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Bandung untuk melihat efektifitas penurunan parameter partikulat inhalabel dan partikulat respirabel selama proses pengecoran berlangsung. Hasil ujicoba alat menunjukkan penurunan partikulat inhalabel sebesar 0,5745 mg/Nm3 dan partikulat respirabel sebesar 0,2357 mg/Nm3. Efisiensi pengikatan venturi packed scrubber untuk partikulat inhalabel sebesar 57,26% dan partikulat respirabel sebesar 61,73%. Kata Kunci: Pengecoran Logam Tungku Induksi, Venturi-Packed Scrubber, Partikulat Inhalabel, Partikulat Respirabel
DEGRADASI NATURAL HORMON DENGAN MENGGUNAKAN ANAEROBIC COMPLETELY STIRRED TANK REACTOR Ermawati, Rahyani
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.71 KB)

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan industri akan meningkatkan bahan-bahan kimia dari proses industri yang terbuang ke lingkungan. Bahan-bahan kimia ini lebih dikenal dengan nama Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs). Pada penelitian ini telah dilakukan pengolahan untuk menghilangkan natural hormon khususnya natural steroid hormon. Mesophilic anaerobik completely stirred tank reactor (anaerobic CSTR) telah didisain dengan menggunakan limbah buatan untuk mempelajari mekanisme degradasi dari 17 β-estradiol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 95% 17 β-estradiol berhasil diuraikan dan 60% dari peruraian tersebut berubah menjadi estron (E1), dimana estron toxicity lebih rendah jika dibandingkan dengan 17 β-estradiol. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa anaerobic treatment dapat dijadikan alternatif yang efektif untuk menghilangkan natural steroid hormon yang ada di lingkungan.Kata kunci:    Limbah buatan, natural steroid hormone, mesophilic anaerobic Completely Stirred Tank Reactor (CSTR).
PERFORMA TEKNOLOGI DAN MUTU JERNANG PRODUKSI INDONESIA Gafar, Patoni A
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.681 KB)

Abstract

Di Indonesia jernang diproduksi diberbagai daerah, diantaranya Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu dan Kalimantan Tengah; bahkan jernang juga tersebar sampai ke Semenanjung Malaya dam Thailand Selatan. Kandungan senyawa kimia jernang diantaranya adalah 5,7-Dihydroxy-6-methylflavan, 7-hydroxy-5-methoxyflavan dan Dracoflavan A 9Purwanto dkk, 2005). Umumnya jernang diperjual-belikan sebagai komoditi ekspor. Permintaan jernang China yang mencapai 400 ton per tahun sampai kini baru dapat dipenuhi 27 ton. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi jernang di Indonesia adalah teknologi yang digunakan sangat bervariasi dan daerah penghasil yang tersebar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performa teknologi dan mutu jernang di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis teknologi ekstraksi (ekstraksi basah dan ekstraksi kering) dan asal daerah pengahsil (Kalimantan Tengah, Jambi dan Aceh). Jernang mengandung resin merah 70-95 persen, tergantung asal daerah dan teknik pengolahannya, sampai saat ini telah teridentifikasi 12 jenis tanaman rotan penghasil jernang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mesin 77,03-95,61%, air 1,73-8,20%, abu 0,32-40,27%, kotoran 4,39-22,97%, titik leleh 81 - >180  dan warna merah pudar sampai merah tua. Sebagian besar jernang yang diteliti memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 1671:2010 dengan kelas mutu yaitu Mutu Super, Mutu A dan Mutu B.Kata kunci: Jernang, asal daerah, ekstraksi basah, ekstraksi kering, mutu.

Page 6 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue