cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI MENGGUNAKAN EMPAT JENIS RUMPUT Salim, Fadliah; Suryati, Tuti
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.588 KB)

Abstract

Penelitian fitoremediasi tanah tercemar minyak bumi menggunakan empat jenis rumput - rumputan yang terdiri dari Eleusine indica, Paspalum notatum, Setaria splendida, dan Stenotaphrum secundatum telah dilakukan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas rumput-rumputan tersebut sebagai tanaman fitoremediasi dalam mengurangi kadar total petroleum hydrocarbon (TPH) pada tanah tercemar minyak bumi. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan vegetative tanaman rumput yang terdiri dari biomasa kering, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan panjang akar setelah 4 bulan tanam. Selain itu juga dilakukan analisis kadar TPH pada tanah yang telah ditanami rumput-rumputan selama 4; 9; dan 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat jenis tanaman rumput yang diteliti adalah efektif untuk digunakan sebagai tanaman fitoremediasi tanah tercemar minyak bumi. Persen penurunan TPH tertinggi diperoleh dari rumput Paspalum notatum (38,81%), kemudian Eleusine indica (38,69%), Setaria splendida (36,34%), dan Stenotaphrum secundatum (29,32%). Kata kunci: Tanah tercemar minyak bumi, fitoremediasi, rumput-rumputan, total petroleum hydrocarbon 
PENGARUH KONDISI PENYARINGAN MENGUNAKAN PENYANGRAI Sudibyo, Agus; F, Tiurlan; Junaidi, Lukman
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.529 KB)

Abstract

Studi mempelajari optimasi suhu dan pengaruh kondisi panyaringan biji kakao mengunakan penyangrai tipe silinder terhadap sifat kimia biji kakao sangrai telahdilakukan. Penelitianini dilakukan dengan menyanrai 10 kg biji kako kering yang sudah si fermentasi pada suhu 120. 140 dan 160 0c selama 20 -60 menit. Produkbiji kakao sangrai di analisis dan di evaluasi kadar air, kadar keasaman total kandungan senyawa perisa kakao, dan uji organoleptik warna dan rasa bubuk kakao yang di hasilkanIsolasi senyawa perisa pada kakao dilakukan dengan prosedure kombinasi ekstraksi - destilasi uap dan identifikasi senyawa perisa kakao di lakukan dengan kromatografi gas - spektrometri messa teroilih;organoletik warna dan rasa bubuk kakao di lakukan bedasarkan uji kesukaan yang melibatkan 15 orang penalis. Hasil penelitian menunjuakan bahwa 2-8 menit pertama suhu biji kakaodidalam silinder sangrai turun dari 450c ke 300c sebelum meningkat pada suhu yang di pasang dengan laju 6-8 0c. Suhu dan lama penyangraian berpengaruh terhadap kadar air dan totalkeasaman biji kakao, kandungan senyawa perisa volatil kakao serta sifat organoleptik warna dan rasa bubuk kakao yang di hasilkan, kondisi optimal penyanraian di capai pada suhu 140 0c selama 40 menitkarenan pada suhu tersebut di peroleh kadar air 3%, keasaman yang rendah (7.0) meq NaOH per kg, konsentrasi senyawa pirazin total yang tertinggi dan skor organoleptikwarna dan rasa bubuk kakao yang tertinggi
MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MINIMALISASI LIMBAH SEKAM PADI BERBASIS LINGKUNGAN W, Iman Kartono; Syarief, Rizal; Herodian, Sam; ., Sutrisno
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.844 KB)

Abstract

Padi (Oryza Sativa) adalah satu tanaman yang banyak ditanam di Indonesia dan selama ini ditujukan untuk memperoleh beras, sedangkan produk yang lain seperti: sekam, dedak/bekatul, menir jerami I batang padi dianggap sebagai limbah. Hasil penggilingan padi gabah kering giling menghasilkan beras sebesar 60 — 66% sedangkan yang Iainnya berubah limbah adalah sekam, dedak/bekatul, menir. Salah satu limbah tersebut yang dapat dikembangkan untuk memperoleh nilai tambah adalah Sekam. Selama mi pemanfaatan sekam di Kabupaten Subang belum maksimal, masih terbatas pada bahan bakar dan campuran batu bata merah. Kondisi tersebut menyebabkan nilal jual sekam rendah. Selanjutnya sekam yang belum termanfaatkan secara maksimal juga limbah dan tanaman, makanan dan industri merupakan persoalan bagi Indonesia. Persoalan utama, saat sekarang sulit diperoleh sekam segar secara terus menerus karena tanaman musiman. Masalah limbah baik Iimbah pertanian, limbah pangan maupun limbah industri masih merupakan hal yang cukup rumit di Indonesia. Kemudian dengan analisis MDS (Multi Dimensional Scaling) persoalan aplikasinya dapat berlanjut secara maksimum. Atas dasar beberapa pilihan pemanfaatan Sekam maka dengan AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat ditentukan model kebijakan pengembangan minimalisasi sekam dikawasan sentra padi Kabupaten Subang, sebagai bahan bakar mesin pengering dalam industri padi. Kata kunci: pengembangan sekam, MDS, AHP
PELUANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN NANOTEKNOLOGI DI INDONESIA Rochman, Nurul Taufiqu; ., Jurmarman
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.469 KB)

Abstract

Para pakar percaya bahwa nanoteknoligi akan membawa impian manusia menjadi kenyataan.di prediksi bahwa revolusi nanotegnologi akan berdampak sebanding dengan emoat revolusi industriyang telah di alami selama dua abat namun hanya di tempuh dalam kurun waktu beberapa tahun.Indonesia, negara dengan kekayaan alamanya yang cukup tersedia dan memiliki populasi ke-empat terbesar di dunia, harus kita berperan dalam pengembangan nanotegnologi. oleh kaerna itu, dalam kajian ini, pertama akan di bahas paradigma nanoteknologisecara singkat, kemudian akan di dalami peluang beserta damapak sosial nanoteknologi yang melatarblakangi mengapa banyak negara di dunia inimem prioritaskan dan mengalokasikan dana sebesar-besarnya untuk menguatkan daya saing bangsanya. Selanjutnya akan di sajikanstrategi pengembangan nanoteknologi yang di lakukan berbagai organisasi dan institusi juga akan di uraikan.
PEMBERLAKUAN SNI SECARA WAJIB DI SEKTOR INDUSTRI: EFEKTIFITAS DAN BERBAGAI ASPEK DALAM PENERAPANNYA Herjanto, Eddy
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.97 KB)

Abstract

Standardisasi merupakan salah satu instrumen regulasi teknis yang dapat melindungi kepentingan konsumennasional dan sekaligus produsen dalam negeri. Melalui regulasi teknis yang berbasiskan standardisasi dapatdicegah beredarnya barang-barang yang tidak bermutu di pasar domestik khususnya yang terkait dengankesehatan, keamanan, keselamatan, dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Melalui instrumen yang sama,dapat dicegah masuknya barang-barang impor bermutu rendah yang mendistorsi pasar dalam negeri karenaberharga rendah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pemberlakuan SNI Wajib sebagai masukan bagipengambil kebijakan dalam rangka menyempurnakan tercapainya sasaran regulasi teknis terkait. Penelitiandilakukan terhadap 447 perusahaan SNI Wajib yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia. Data diperoleh padaakhir tahun 2009 melalui survei dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SNI Wajib sudah cukup efektif diterapkan, namun masih memerlukanbanyak peningkatan. Hal ini antara lain ditandai dengan masih rendahnya validitas kepemilikan SPPT SNI yanghanya mencapai 55,05%. Sebanyak 79,3% telah menerapkan sistem manajemen mutu, namun sekitar 46,9%masih menggunakan Pedoman BSN 10 dalam manajemen mutunya dan belum menerapkan ISO 9001 sebagaisistem manajemen mutu yang diakui internasional. Daya dukung LSPro dan Laboratorium Uji dalam fungsipenilaian kesesuaian dianggap cukup efektif, seperti disebutkan oleh sekitar 75% responden. Sementara,hambatan utama yang dihadapi produsen dalam penerapan SNI wajib ialah ketidaksiapan SDM, disusul olehkesulitan dalam mengkalibrasi peralatan, distorsi produk substandar, biaya pengujian/sertifikasi yang relatifmahal, dan kepedulian konsumen yang masih rendah.Kata kunci: regulasi teknis, SNI Wajib, industri, efektifitas.
SISTESA NANOPARTIKEL PERAK DAN POTENSI APLIKASINYA Haryono, Agus; Sondari, Dewi; Harnami, Sri Budi; Randy, Muhammad
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 3 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.797 KB)

Abstract

Tulisan ini menuturkan beberapa metode sintesis nanopartikel perak yang sudah dilakukan. Salah satu metode sintesa nanopartikel perak yang dilakukan  adalah dengan metode reduksi kimia dari larutan perak nitrat potensi aplikasi nanopartikel perak antara lain sebagai katalis, detektor sensor optik dan agen antimikroba. Salahsatu apalikasi nanopartikel perak yang sudah banyak di pasarkan adalah produk dengan antimikroba. Karena produk komersial yang mengunakan nanopartikel perak sudahcukup beredar di pasaran , maka dilakukan kajian menyeluruh terhadap sisi keamanan terhadap kesehatan dan likungankata kunci :  nanopartikel perak, metode sintesa, aplikasi, agen antimikroba
Potensi spent pot lining (Spl) olahan dari limbah industri peleburan Alumunium dengan proses pemanggangan (roasting) bebas oksigen Sebagai bahan bakar Dina, Sari Farah; ., Azriadi; Sitindaon, Pander
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.698 KB)

Abstract

Telah dilakukan percobaan pengolahan spent  potlinig (SPL) skala laboratorium mengunakan proses pemanggangan (roasting) bebas oksigen skala laboratorium.pengolahan bertujuan untuk menurunkan kandungan sianida dan flourida sehingga mecapai tingkat yang aman bagi lingkungan,sehinga  SPL  hasil pengolahan yang mengandung unsur utama karbon dapat dimanfaatkan kembali untuk bebagai kepentingan diantaranya sebagai bahan bakar.    Proses  pemanggangan dilakukan pada kondisi ukuran SPL  4-5  cm (pada berbagai sisi), temperatur 200-600 0c dan waktu 10-20 menit.tehjadap sampel  SPL dilakukan analisa sifat kimia (kadar karbon, CN, f, Na, S dan Abu) sehubungan dengan pengunaan akhir SPL  hasil pengolahan sempel dengan penurunan kandungan sianida dan flourida yang optimum di uji nilai kalornya.Kondisi terabiak dalam penelitian ini dicapai pada temperatur 600 0C dan waktu 20 menit yakni SPL hasil pengolahan dengan penurunan kandungan sianida dari 910 ppm menjadi 20 ppm;  penurunan flourida dari 13.4 ppm menjadi 6.4 ppm nilai kalor yang diperoleh adalah 5400 kkal/kg kondisi ini telah aman bagi lingkungan dan SPL hasil pengolahan dapat di manfaatkan sebagai bahan bakar padat.
KUALITAS KOMPOSIT SERBUK SABUT KELAPA DENGAN MATRIK SAMPAH STYROFOAM PADA BERBAGAI JENIS COMPATIBILIZER Nurhajati, Dwi Wahini; Indrajati, Ihda Novia
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.266 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis compatibilizer terhadap kualitas komposit serbuk sabut kelapa dengan matrik sampah styrofoam. Compatibilizer yang digunakan adalah maleat anhidrida, asam stearat dan asam akrilat. Komposit dibuat menggunakan mesin Laboplastomill.  Komposit yang dihasilkan dilakukan pengujian terhadap kondisi morfologi komposit, karakterisasi  gugus fungsi, dan sifat fisis. Hasil uji morfologi komposit dengan scanning electron microscopy (SEM) menunjukkan telah terbentuk campuran yang homogen antara  serbuk  sabut  kelapa  dan  sampah  styrofoam,  dan  hasil  terbaik  ditunjukkan  oleh  komposit  dengan compatibilizer maleat anhidrida. Karakterisasi gugus fungsi melalui FTIR menunjukkan munculnya puncak barupada transmitansi 1728 cm-1  yang dibentuk dari reaksi esterifikasi dari gugus OH dalam serbuk sabut kelapa. Komposit  dengan  compatibilizer  maleat  anhidrid  menunjukkan  sifat  fisis  terbaik  yaitu  berat  jenis1,2  g/cm3, kekerasan 88 Shore D, kuat tarik  97,27 kg/cm2, perpanjangan putus 6,37%, stabilitas dimensi untuk panjang0,08%, dan lebar 0,1%.Kata kunci: Komposit, serbuk sabut kelapa, sampah styrofoam, jenis compatibilizer 
Pengaruh Komposisi Bahan dan Suhu Sintering pada Pembuatan Magnet Permanen Neodibium (NdFeB) Dengan Proses Metalurgi Serbuk A, Adid; ., Hermansyah; ., Hafid; Prayudie, Untung
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1773.49 KB)

Abstract

elah dilakukan penelitian pembuatan magnet permanen dari bahan dasar ferit di tambah dengan neobidium (NdfeB) melalui proses metalurgi sebuk. Tujuanya dihasilkan produk yang mepunyai sifat daya magnet tinggi sesuai keperluan teknis. Caranya adalah melalui penambahan bahan serbuk Neobidium sebanyak 0%, 10%, 15%, 20%, 20%, 25% dan memfareasikan suhu sintering antara 1000 0c -1350 0c, Berdasarkan hasil pecobaan di ketahui bahwa  sampel A ; makin besar % NdFeB yang di tambahkan, Br dan Bhmax yang dihasilkanmakin turun, (2) komposisi yang paling optimal untuk menambahkan NdFeB ke dalam serbuk ferit adalah dalam komposisi 2 yaitu :10%,(3) karakteristik magnetmagnet terbaik yang dihasilkan adalah komposisi 2 sempe D pada suhu sintering 1300 0c dengan nilai 2.70 kg, Hc=0.985 kOe,Bhmax=0.53 MGOe dan densitas 8.47 g cm3.  Hasil penelitian di harapkan menjadi sumbangan pemikiran untuk mengatasi ketergantungsn produk magnet permanen yang selama ini masih di impor dan juga pembuatanya dapat di terapkan di industri menegah.
VERMIKOMPOS LIMBAH FLESHING INDUSTRI KULIT UNTUK TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM.L) ., Prayitno
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.122 KB)

Abstract

Jumlah limbah padat terbesar yang dihasilkan dari proses penyamakan kulit adalah limbah fleshing. Penelitian pengaruh vermikompos dari campuran limbah fleshing, kotoran sapi dan potongan jerami (40: 60 ;2) terhadap pertumbuhan tanaman cabe merah (Capsicum annuum.L) telah dilakukan. Perlakuan percobaan dilakukan dengan 4 variasi dosis vermikompos per bedeng yaitu 0; 10; 15 dan 20 kg dengan ukuran luas per bedeng 3,2 m2. Pada masing-masing bedeng ditanam 20 buah bibit cabe merah dengan jarak 40 x 50 cm. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah dan berat panen cabai merah yang dihasilkan dengan frekwensi panen 4 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil panen cabe merah tertinggi diperoleh dari penggunaan dosis vermikompos 10 kg dengan berat cabe 3,110 kg dan jumlah cabe1280 buah. Kata kunci: vermikompos, limbah fleshing, cabe merah

Page 7 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue