cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Kombinasi Sistem Anaerobik Filter dan Multi Soil Layering (msl) Sebagi Alternatif Pengolahan Limbah Cair Indusri Kecil Menengah Makanan ., Sofyan; Sy., Salmariza; ., Ardinal
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.788 KB)

Abstract

Kombinasi sistem filter  anaerobik dan multi layering (msl) telah di buat dan diuji reaktor anaerobikfilter diuji dengan berbagai media berbeda: perlit, plastik, dan grevel. Operasi di lakukan secara semi kontinu. Hasil penelitian menunjukan media dalam reaktor anaerobik filter berpengaruh terhadap penurunan bahan-bahan cemaran dalam limbah cair. Reaktoe anaerobik dengan media perlit menurunkan cemaran paling tinggi dengan efisiensi penurunan bahan cemaran sebesar 87 % untuk bod-5 dengan konsentrasi efluen 3681,16 mg/l dan 87 % untuk cod dengan konsentrasi efluen 8900 mg/l. Pada pengolahan dengan sistem msl, luas permukan dan tabel lapisan tanah turut mempengaruhi efisiensi penurunan cemaran. Pengolahan mengunakan msl b dengan ukuran panjang x lebar x tinggi (50x16x45) cm. efisiensi penurunan bod-5 sebesar 97,8% dengan konsentrasi efluen 74 mg/l. hasil ini sudah memenuhi baku mutu limbah cair sesuai keputusan mentri lingkungan hidup nomor kep-51 /menlh/10/1995. Kombinasi metode anaerobik filter dan metode msl merupakan suatu alternatif pengolahan limbah cair dengan teknoligi yang relatif mudah di jalankan pada ikm dengan effisiensi penurunan cemaran yang cukup tinggi.
DIAPERS DARI FLUFF KENAF Haroen, Wawan kartiwa; R.P, Posma; Wistara, Nyoman
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.397 KB)

Abstract

Fluf pulp mutu tingi dapat dibuat dari serat dari kenafm, yang dipisahkan dari sel parenchyma dan bahan-bahan lain secara proses mekanis. Gabungan serat terurai dengan 2-3 m perlu dipotong –potong menjadi 3-5 cm sebelum pemburuan. Penelitian ini bubur fluff disiapkan dengan mengunakan proses soda dengan parameter-parameter berikut : 12%, 14% dan 16% alkali aktif; perbandingan liquor terhadap padatan 1:4 suhu maksimum 165 oc, dan waktu hingga suhu maksimum dan waktu pada suhu maksimum adalah masing-masing 1.5 dan 2 jam. Unsur khlor bebasyang dibleaching dengan urutan OD0ED1D2  dilakukan untuk membleach pulp dihasilkan. Fluffing dilakukan dalam willeymil atau shreeder dengan atau tampa perlakuan super absorbent polymer (SAP). Perlakuan dengan SAP divariasikan dari 10 - 30 %. Hasil diperoleh menunjukan yield dan bilangan kappa masingmasing dalam rentang 6183-65.10% dan 10-14. Sifat-sifat lain sepertikeceraha, kandungan terkstrasi, viskositas dan knos berturut-turut lebih tingi daripada 89% GE,0.01%, 4.76 cP, dan 5%. Kapasitas dari kenaf dalam percobaan berada dalam rentang 7.03-18.76g/g. hal ini bergantung pada alkali aktif, konsentrasi SAP dan metode fluffing. Seluruh sifat-sifatyang diuji memenuhi persaratan diaper komersial. Perlakuan dengan SAP meningkatkan kapasitas absorben dari bubur fluff secara nyata.
PAPAN PARTIKEL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Kuswarini, Sofia
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.191 KB)

Abstract

Penelitian papan parikel dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) telah dilaksakan dengan bahan baku TKKS ,perekat urea formaldehid (UF) dengan konsentrasi 6%,8% dan 10%. Untuk menurunkan kadar zat ekstraktif pada TKKS diberi perlakuan perebusan selama 2 jam dan perandaman dengan air dingin selama 24 jam. Parameter yang diamati adalh kadar air, retensi, kerapantan, keteguhan  lentur MoE) keteguhan patah (MoR) dan dan keteguhan tarik tegak luruspermukaan berdasarkan SNI 03-2105-2006.Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan perabusan tampaknya jauh lebih efektif dalam menurunkan kandungan minyak, untuk perabusan turun 95.98 % dan untuk perendaman 61.96 % nilai kadar iar terkecil pada perlakuakuan perandaman 24 jam dengan kadar pekat 10 % yaitu 1.49 %nilai kerapan pada perlakuan perendaman dengan kadar pekat 10 % lebih basar dari target yang lebih ditentukan yaitu sebesar 0.93 % gr / cm3. Untuk keteguhan lentur nilai tertingi pada perlakuan perabusan dengan kadar pekat 10 % yaitu sebesar 15 kg / cm2 . untuk keteguhan patah nilai tertingi pda perlakuan perabusan dengan kadar pekat 10 % yaitu sebesar 135.60 kg/cm2 . untuk keteguhan tarik sejajar permukan perlakuan perabusan dengan kadar pekat8 % dengan nilai 1.55 kg/cm2 dan 10% dengan nilai 1.59 kg/cm2 sedangkan pada perandaman hanyadengan kadar pekat 10 % dengan nilai 1.51 kg/cm2 semua perlakuan memenuhi sarat berdasrkan SNI 03-2105-2006 dan dan untuk produk yang dihasilkan dapat digunakan untuk komponen mebel.
PENINGKATAN KINERJA LUMPUR AKTIF DENGAN PENAMBAHAN KARBON AKTIF DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL PEWARNAAN DENGAN ZAT WARNA INDIGO & SULFUR Moertinah, Sri; ., Djarwanti; ., Sartamtomo; Yuliastuti, Rieke; Yuliasni, Rustiana
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.107 KB)

Abstract

Air limbah industri tekstil dengan pewarnaan apabila tidak dikelola secara benar dapat menyebapkan terjadinya pencemaran lingkungan. Saat ini umumnya pengolahan air limbah industri tekstil yang sudah memenuhi baku mutu limbah cair (BLMC) masih mengunakan sistem gabungan koagulasi kimia dan biologi lumpur aktif. Permasalahan yang kemudian timbul dari sistem tersebut adalah terjadinya lumpur kimia yang sulit untuk diolah.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapakan teknologi pengolahan limbah industri tekstil dengan zat warna indigo dan sulfur, yang tidak menghasilkan lumpur kimia, dengan cara menambahkan karbon aktif lansung ke dalam sistem lumpur aktif. Penelitian ini dimulai dari percobaan dengan skala laboratorium secara batch dan kontinyu untuk menentukan kondisi optimum, kemudian hasil optimum dari kedua percobaan tersebut diterapkan pada skala industri dilapangan.    Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengurangi kadar CDO (chemical oxygen demand) dan mengurangi volume pengendapan lumpur kimia, selain itu juga meningkatkan penghilangan warna dan bahan-bahan beracun, meningkatkan ketahanan mikroba dalam air limbah, serta mengurangi luas lahan yang di perlukan untuk pembuangan IPAL (instalasi pengolah air limabah)    Hasil penelitian ini adalah pengolaha air limabah zat warna indigo baik secara laboratorium maupun uji coba lapangan, menunjukan bahwa penambahan karbon aktif lansung ke dalam sistem lumpur aktif akan meningalkan kinerja lumpur aktif. Dari hasil uji coba di lapangan terhadap pengolahan limabah pencelupan dengan zat warna indigo,menunjukan bahwa penembahan karbon aktif 400 mg/l dan waktu aerasi selama 24 juam , DO ≥ 2 ppm; MLSS = 300 PPM; pada pH =  ±7, telah menghasilkan semua parameter air limbah terolah dengan baik, dan sudah memenuhi baku mutu limabah cair industi tekstil yang di persyaratkan. Sedangakan pengolahan air limabah zat warna sulfur, secara laboratorium menunjukan bahwa penambahan karbon aktif lansung ke dalam sistem lumpur aktif akan meningkatkan kinerja lumpur aktif. Dengan penambahan  aktif 800 mg/l dan waktu aerasi selama 48 jam ; DO ≥ 2 ppm; MLSS = 300 PPM; pada pH =  ±7n COD air limbah sudah memenuhi baku mutu limabah cair industi tekstil yang di persyaratkan.    Dibandingkan dengan sistem pengolahan air limbah industri mengunakan cara gabungan koagulasi FeSO4 – biologi lumpur aktif, maka terbukti bahwa pengolahan limbah pencelupan dengan zat warna indigo.mengunakan karbon aktif yang di tambahkan ke dalam lumpur aktif, dapat menurunkan biaya per-m3 air limbah , dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil, selain itu juga tidak di hasilkan lumpur kimia yang membutuhkan pengolahan khusus.
PEMAKAIAN SCATTER FACTOR UNTUK MENETUKAN UMUR OPERASIONAL KOMPONEN PESAWAT TERBANG S, Bambang Moelyanto
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.308 KB)

Abstract

Umur komponen pesawat terbang dapat diperiksakan melalui analisa dari hasil uji  dinamis atau uji kelelahan pada komponennya. Hipotesa yang diperkenalkan oleh palmgren dan miner  dapat digunakan dalam menentukan rasio pembebanan dinamis untuk uji kesalahan hingga mencapai batas kerusakan komponen yang di uji.    Pada dasarnya , setiap desain komponen pesawat terbang telah diatur dalam peraturan penerbangan sipil sebagaimana tercantum didalam federal aviation regulation (far) maupun  join airworthiness requirements (jar) atau peraturan penerbangan negaran lain. Batas oprasional yang aman suatu komponen pesawat terbang di sebut sebagai safe life  sedangkan untuk komponen pesawat terbang yang masih dapat dipertahankan untuk dioperasikan dengan kondisi aman meskipun terdapat kerusakan pada komponen tersebut sering di sebut sebagai fail safe.    Metode untuk menentukan umur lelah komponen selama oprasionalnya adlah merupakan perbandingsn antara jumlah pembebanan yang di berikan dibagi dengan jumlah pembebanan kegagalan pada tingkat yang sama. Jika terjadi pembenaran berulang sampai batas terjadinya kerusakan, maka jumlah kerusakan yang terjadi merupakan jumlah dari perbandingan cycle-nys terhadap kekuatan lelah yang ada. Hal ini merupakan umur oprasional komponen pesawat terbang yang terkait dengan indeks kelelahan bahannya atau faktor sculter-nya.
PENGEMBANGAN KOMPONEN NEAR NET SHAPE BERBIAYA RENDAH DENGAN PROSES METAL INJECTION MOLDING virdhian, shinta; ., Pujiyanto
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.273 KB)

Abstract

Metal injection molding (MIM) merupakan gabungan dari proses metalurgi serbuk dan plastik injection molding. Proses metal injection molding diaplikasikan untuk pembuatan produk-produk yang memerlukan sifat yang baik (performa tinggi), bentuk yang kompleks dan jumlah produksi yang besar. Karakteristik dari proses MIM adalah near net shape dimana memiliki dimensi yang mendekati dimensi akhir (tidak memerlukan proses pemesinan lanjut), penggunaan material yang effisien (tidak ada yang terbuang dalam proses pemesinan/ pengecoran), dapat diaplikasikan pada jenis material maju (titanium, nikel, tungsten) yang sulit diproses dengan teknologi yang lain seperti pengecoran dan pemesinan. Proses ini diharapkan dapat menggantikan proses investment casting atau pemesinan yang mahal untuk produk berbentuk rumit dengan skala produksi masal. Tulisan ini membahas proses MIM secara umum, pemilihan aspek desain, contoh penerapan dan studi kasus pengembangan komponen aerospace dengan proses MIM. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi distorsi yang paling kecil  dengan menggunakan sistem binder yang memiliki komposisi yaitu Atactic Polypropylene 10%, Ethyl Vinyl Acetate 10%, dan Paraffin Wax 69%. Kata kunci: metal injeksi molding, distorsi, serbuk titanium
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DI PABRIK SAUS TOMAT SKALA MENENGAH: STUDI KASUS Sudibyo, Agus; Herman, Atih Surjati
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di industri makanan skala menengah dikaji dengan mengambil pabrik saus tomat sebagai studi kasus. Kajian bertujuan untuk mempelajari kesiapan industri skala menengah di Indonesia dalam menerapkan HACCP. Berdasarkan hasil kajian, dirancang model penerapan HACCP yang diharapkan dapat digunakan sebagai panduan untuk pabrik sejenis lainnya (pabrik produk pangan berasam, pH 3,6 – 4,5 , diawet dengan teknologi pasteurisasi). Analisis dilakkan menggunakan metode deskriptif melalui empat modul, yaitu: I. mengkaji kondisi pabrik saus tomat sebelum menerapkan sistem HACCP; II. Mengidentifikasi potensi titik kritis sepanjang alur proses; III. Menyusun program implementasi HACCP; dan IV. Mengevaluasi program penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi pabrik saus tomat studi kasus belum memenuhi persyaratan dasar untuk mengimplementasikan HACCP, begitu pula pengelolaan sistem keamanan pangan yang diterapkannya. Teridentifikasi lima potensi titik kritis yang perlu dikendalikan secara efektif sebagai CCP’s. Program implementasi HACCP yang dirancang mencakup perbaikan dari persyaratan dasar termasuk pembuatan SSOP-nya, pendidikan dan pelatihan karyawan, dan investasi peralatan untuk mendukung beroperasinya sistem HACCP. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa biaya penerapan HACCP mencapai sekitar 180 juta rupiah dan waktu yang diperlukan sejak merancang dan mengoperasikan sistem sampai hasil auditnya memenuhi persyaratan dasar dan sistem HACCP mencapai sekitar 12 bulan. Dari kajian ini disimpulkan bahwa kecukupan pengelolaan sistem keamanan pangan dan penerapan HACCP di industri skala menengah masih memerlukan upaya yang bersifat mendasar untuk memperbaiki kondisi perusahaan. Diperlukan upaya sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku industri dalam masalah keamanan pangan dan HACCP.Kata kunci: HACCP, saus tomat, keamanan pangan, studi kasus.
PEMBUATAN KONSENTRAT POLIFENOL GAMBIR (UNCARIA GAMBIR ROXB SEBAGAI BAHAN ANTIOKSIDAN PANGAN) Muchtar, Hendri; Yeni, Gustri; Hermianti, Wilsa; Diza, Yulia Helmi
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.231 KB)

Abstract

Pembuatan konsentrat polifenol gambir telah dilakukan dengan cara pelarutan gambir dalam air panas, penyaringan, rekristalisasi dan pencucian dengan air dingin. Pencucian dilakukan dengan cara berulang yaitu 2 kali, 3 kali, 4 kali dan 8 kali. Konsentrat ini diuji bioaktifitas, organoleptik, kadar katechin, tannin, kandungan fenolat total, aktifitas antioksidan dengan metoda DPPH dan mendeteksi gugus fungsi dengan menggunakan alat spectrophotometer Infra Merah (IR). Hasil penelitian dengan perlakuan pencucian secara berulang diperoleh kandungan katechin dan kandungan fenolat total dari konsentrat polifenol gambir meningkat. Dari hasil analisa spektrum IR, adanya gugus karbonil yang muncul pada angka gelombang 1600-1800 cm-1 mengindikasikan senyawa lain sebagai pengotor dan akan hilang dengan peningkatan frekwensi pencucian. Dari hasil analisa organoleptik terhadap konsentrat gambir diperoleh perlakuan pada pencucian 4 kali dan 8 kali (C3 dan C4) memberikan nilai lebih tinggi untuk rasa yakni normal. Selanjutnya konsentrat polifenol gambir digunakan pada makanan berminyak seperti minyak kelapa dan produk rendang yang berfungsi sebagai 
PEMBUATAN BALOK DAN PAPAN DARI LIMBAH INDUSTRI KAYU Purwanto, Djoko
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.898 KB)

Abstract

Sifat fisik dan mekanik balok dan papan laminasi dari limbah kayu dalam rangka substitusi bahan mebel danpeningkatan nilai tambah telah diteliti. Jenis bahan limbah kayu yang digunakan adalah sebetan kayu durian,kayu plajau dan kayu surian bawang. Sedangkan bahan perekat yang digunakan adalah PVA (Poly Vinil Acetat).Faktor yang diteliti meliputi jumlah lapisan penyusunan balok/papan laminasi dan jumlah perekat yang dilaburkanpada permukaan sisi bahan penyusun balok/papan laminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok laminasidalam jumlah lapisan empat dan tiga, dan papan laminasi dalam jumlah lapisan tiga dan dua memenuhi syaratSNI.01-0608-89, sifat fisik mekanik kayu untuk bahan baku mebel kayu.Kata kunci: limbah kayu, balok, papan, PVA
STRATEGI OPTIMISASI TOLERANSI GEOMETRIS UNTUK KOMPONEN CYLINDER HEAD COVER PADA PENELITIAN DAN PEMBUATAN KOMPONEN MOTOR BAKAR ., Pujiyanto; virdhian, shinta
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.512 KB)

Abstract

Sebelum dilakukan proses manufaktur dilakukan proses desain yang meliputi semua hal yang mempengaruhi proses pembuatan, pengukuran,perakitan dan keberfungsian dari komponen. Dalam tahapan proses desain, dilakukan proses pengumpulan data dan informasi data geometri dan material, pembuatan model virtual 3 dimensi, analisa keterbuatan, keterukuran, keberfungsian, analisa struktur dan simulasi manufaktur, dan produksi gambar kerja. Dalam membuat gambar kerja, setelah melalui proses validasi dari analisa struktur dan simulasi manufaktur, dilakukan analisa keterbuatan, keterukuran, keterakitan/ketertukaran. Geometry Dimensioning and tolerancing (GD&T)adalah sistemgambarteknikinternasionalyang menawarkanmetode praktisuntuk menentukandimensidesain3-D dan toleransipadagambar teknik, berdasarkan padabahasa grafisditerima secara universal, seperti dimuatdalam standarnasionaldaninternasional.Dengan prinsip ini, keambiguan informasi dari gambar dapat dieliminir secara maksimal demi keterbuatan, keterukuran, keterakitan / ketertukaran, dan keberfungsian dari komponen. Tulisan ini membahas strategi optimasi toleransi geometrik antara cylinder head cover dengan cylinder head yang berupa keterakitan antar pola lubang dan pin. Kata Kunci: GD&T, Ketertukaran, Optimisasi Toleransi  Geometri

Page 8 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue