cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Waste audit pada industri penyamakan kulit Prayitno Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.644 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v14i26.294

Abstract

Waste audit is new environmental activities. to the Indonesia public and the large part of industrial community it is one of the environmental audit activities. Waste audit  aims to identify  whether the waste that by the industry waste so that metods for minimizing the waste can be found. In the leather tanning industry wasted audit is performend for every step pg the process, started from the raw material strage to the fishing ptocess.  ABSTRAK Waste audit adalah merupakan kegiatan lingkungan baru bagi masyarakat Indonesia dan sebagian besar massyarakat indusrti kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan aidit lingkungan. Waste auidit membantu indusrti dalam mengidentifikasi apakah limbah yang dihasilkan memenuhi baku mutu limbah yang disyaratkan dan untuk mengidentifikasi sumber pencemaran utnuk selanjutnya dapat diusahakan cara memonomalisasi limbah. Pada industry penyamakan kulit weste audit dilakukan pada setiap tahapan proses dimulaui dari gudang bahan baku hingga proses finishing. 
Penelitian penggunaan paraffinic oil pertamina sebagai minyak pelunak kompon karet untuk sol sepatu kanvas Sofyan Karani
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.086 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.489

Abstract

The objective of the research is to use parafinic oil, by product of  Pertamina, as a softener in making rubber sole compound for canvas shoes. The formula of the compound applled two kinds of parafinic oil, namely paraffinic 60 and paraffinic 95 with variation 2-8 phr. The mastication and mixing processes used two roll mill machine and the compound was vulcanized at 150 0C, at the pressure 150 kg/cm2 and 10 minutes curing time. The comformityt of softener, paraffinic oil, is excellent and no oil exist to the surface of the vulcanized compound. The property of the vulcanized compound fulfilled all the quality requirements of SNI 0778-89-A and SNI 1844 – 90 – A for canvas shoe rubber sole, except abrassion for sport shoe (max. 1.00 mm3/kgm compared with the result of the tes, 1.36 – 2.32 mm3/kgm). Data analysed proves that the addition of paraffinic oil in rubber compound decreased tear strenght and tensile strenght. The properties of elongation at break, permanent set, hardness, abrassion, density and flexing not significant defferences between kinds, types and the treatment of paraffinic oil Pertamina as a softener in rubber compound. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan paraffinic oil Pertamina sebagai bahan pelunak dalam pembuatan kompon karet untuk soal sepatu kanvas. Formula kompon menggunakan dua jenis paraffinic oil yaitu paraffinic 60 dan paraffinic 95 dengan variasi antara  2 – 8 phr. Pencampuran menggunakan giling karet terbuka dan kompon divulkanisasi pada suhu 1500C, tekanan 150 kg/cm2 dan waktu 10 menit. Tingkat kecocokan bahan pelunak paraffinic oil sangat baik, tidak terjadi pengeluaran minyak ke permukaan kompon dan vulkanisat kompon. Sifat vulkanisat memenuhi semua persyaratan mutu dalam SNI 077889A dan SNI  1844-90-A untuk sol karet sepatu kanvas, kecuali syarat mutu ketahanan kikis sol sepatu untuk olahraga maks. 1,00 mm3 / kgm. Hasil analisa data uji menunjukkan bahwa penambahan paraffinic oil dalam kompon karet akan menurunkan sifat kekuatan tarik dan kekuatan sobek. Sedangkan sifat perpanjangan putus, perpanjangan tetap, kekerasan, ketahanan kikis, berat jenis dan ketahanan retak lentur tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara jenis, type dan perlakuan paraffinic oil Pertamina sebagai minyak pelunak dalam kompon karet. 
Penelitian konversi hubungan timbal balik antara kulit domba segar menjadi kulit domba awetan dan kulit domba pikel Bambang Supriyono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.304 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i17.405

Abstract

The aim of this research is to determine the conversion of value of sheep skin to know the mutual relationship initiating between fresh leather, preservation leather and pickle leather. The raw material used in this research in the form of primary data of fresh sheep skin, dried sheep skin and salted sheep skin came from house of butchering animal and leather collector / preservators in Yogyakarta special region (DIY) and secondary data from IRDLAI Tanning Process Laboratory in the form of square data of pickle sheep skin came from salted leather. Data analysed using statistic method with  mean calculation and deviation standard. The results of the study could to know several conversion of sheep skin may be used in the Indonesian Leather Industry.   INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga konversi kulit domba sebagai alat untuk mengetahui hubungan timbal balik antara kulit domba segar menjadi kulit domba awetan dan kulit domba pikel. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data primer kulit domba segar, kulit awet kering dan kulit awet garam yang berasal dari Rumah Pemotongan Hewan dan pengumpulan/ pengawet kulit di DIY dan data sekunder dari laboratorium proses penyamakan Kulit BBKKP berupa data luas kulit domba pikel yang berasal dari kulit garaman. Analisa data menggunakan metoda statistik dengan menghitung mean (rata-rata) dan standar deviasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui berapa konversi kulit domba yang mungkin dapat digunakan di Industri Kulit Indonesia. 
Penurunan bahan pencemar dalam air limbah samak krom dengan eceng gondok (Eichornia crassipes Solms) Ignatius Sunaryo
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.566 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.494

Abstract

This research is meant to know the capability of Eichornia crassipes in reducing pollutant in chrome tanning waste water. E. crassipes having the same condition was collected from a pool in Gambiran, Yogyakarta. Then those plants were put down into the media contaning chrome tanning waste water with 0, 5, 10, 15 and 20 ml per litre ground water. The chrome tanning waste water was taken from Leather Tanning Process Labolatory, IRDLAI, Yogyakarta. Based on laboratory research it was found that E. crassipes was able to reduce pollutant in chrome tanning waste water ranging from 2.5 up to 87%. Those values were as follows : COD : 2.5 – 41%; C1 : 14 – 63.5%; S:44-87% total Cr : 55.5 – 77% and total Cr : 55.5 – 77%. E. crassipes which had decrease efficiency of C1, S and Cr effectively were the treatments using chrome tanning waste water with 5, 10 and 15 ml per litre ground water. INTISARI Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan eceng gondok dalam menurunkan bahan pencemar dalam air limbah samak krom. Enceng gondok yang mempunyai kondisi sama diambil dari sebuah kolam di Gambiran, Yogyakarta. Selanjutnya eceng gondok tersebut ditanam dalam media yang mengandung limbah krom sebanyak 0, 5, 10, 15 dan 20 ml/l air sumur. Air limbah krom diambil dari Lab Proses Penyamakan Kulit, BBKKP, Yogyakarta. Dari hasil penelitian di laboratorium dapat diketahui bahwa enceng gondok mampu menurunkan bahan pencemar dalam air limbah samak krom yang berkisar antara 2,5-87%, dengan rincian penurunan COD : 2,5-41%; C1 : 14 – 63,5%; S : 44-87% dan Cr total :55,5 – 77%. Eceng gondok yang mempunyai effiesinsi penurunan CI, S dan Cr yang efektif ialah pada perlakuan dengan limbah samak krom 5, 10 dan 15 ml/l air sumur. 
Penelitian pengaruh variasi dioktyl phtalat dan azodicarbonamide terhadap ketahanan kikis dan berat jenis kompon sol PVC Siti Rochani
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.683 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i17.411

Abstract

The aim of this research is to know influence of plasticizer Dioctyl Phtalat (DOP) and blowing agent Azodicarbonamide (ADCM) to the physical properties of abrasive resistant and density PVC compound for sole. It makes from PVC suspension EH 1000 as raw material with addition ingredients are DOP, epoxy plasticizer oil, Ba Cd Zn complex stabilizer, kicker, stearic acid and ADCM blowing agent. PVC compound for sole, formed to slab by hydraulic press at 170oC and than tested density and abrasive resistant. The result of this reseach indicated that DOP and blowing agent ADCM variation are high significant to density and abrasive resistant properties of PVC compound for sole.   INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Dioctyl Phtalat dan bahan pengembang (bowing agent) Azodicarbonamide terhadap sifat fisis ketahanan kikis dan berat jenis kompon sol PVC. Kompon sol PVC dibuat dari bahan baku Poly Vinly Chlorida jenis suspension EH 1000 ditambah dengan ingredient-ingredient antara lain plasticizer Dioktyl phtalat, epoxy plasticizer oil Ba Cd Zn kompleks, kickr, asam steart dan bahan pengembangan Azodicarbonamide. Kompon sol PVC dibuat menjadi bentuk slab dengan alat hidrolik press, pada suhu 170oC. kompon yang didapat diukur Berat Jenisnya kemudian diuji sifat ketahanan kikisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi DOP dan blowing agent Azodicarbonamide (ADCM) berpengaruh nyata terhadap sifat ketahanan kikis dan berat jenis kompon sol PVC.
Rancang bangun pabrik pellet dari plastik reklaim Agustin Suraswati; Pramono Pramono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.058 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v14i26.299

Abstract

The purpose of this design is to find out process of production and the relation between cost, sell price and percentage of break event point. Production of capacity planned is 975 kg per day, so that in one a year with 288  work day the capacity produced is 280.800 kg of pellet. The economical calculation are as follows = the total capital + working capital = Rp. 272.543.806,00, the total production cost is variable cost a year +  fixed cost a year = Rp. 306.122.244,00, the manufacturing cost =  Rp. 1.090,18/kg, the profit calculation before taxing is Rp. 58.917.756,00, after taxing is Rp. 31.902.205,00, the pay out period calculation consist of the percentage of profit to return the capital (rate of return) before taxing is 21,62%, after taxing is 11,71%, and they pay out period before taxing 3 year 1 mounth, after taxing is 5 year 6 mounth; the break even calculation consist of the break even point is Rp. 242.190.990,00, the percentage of break event point is 66,35% and the capacity of break event point is 186 ton pllet.  INTISARI Rancang bangun ini bertujuan untuk mengetahui proses produko dan hubungan antara biaya, harga jual dan presentase batas rugi laba. Lapasitas produksi yang direncanakan sebesar 975 kg pllet per hari, sehingga dalam 1 tahun dengan 288 hari kerja, kapasitas yang dihasilkan 280.800 kg pellet plastik reklaim. Dalam perhitungan analisisa ekonomi diperoleh hasil sebagai berikut = total modal yang terdiri dari tetap dan modal kerja = Rp. 272,543,806,00, biaya produksi yang terdiri dari biaya tidak tetap 1 tahun dan biaya tetap tahun = Rp. 306.122.244.00, Harga pokok produksi = Rp. 1.090,18/kg. Keuntungan = sebelum pajak Rp. 58.917.756,00  dan sesudah pajak = Rp. 31.902.205,00, keuntungan pengembalian modal sebelum pajak 21,62% dan sesudah pajak 11,71%, serta waktu pengembalian modal sebelum pajak 3 tahun 7 bulan dan sesudah pajak 5 tahun 6 bulan. Perhitungan nilai batas rugi laba = 66,35% dan kapasitas batas rugi laba = 186 ton pellet. 
Penelitian peningkatan mutu untuk mendapatkan hasil uji tegangan putus setelah aging dan perpanjangan putus sebelum aging kompon karet bantalan dermaga yang memenuhi SII 2281 – 88 Suprapto Suprapto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.032 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v14i26.305

Abstract

This research was aimed at gaining the compound rubber of dock Vender formula which has the  characteristic of optimal tensile strength after aging 70 + 1oC within 3 x 24 hours and the optimal elongation at bre ak before aging. This research used the amount of car bon black formula with variation  : 40,45,50,55,60,65, and 70 parts for each 100 partsof rubber. The research showed  that using the formula 40 : 100, the optimal tensile strength after aging 70 + 1oC during 3 x 24 hours resulted the average tensile st rength 19,79 newton/mm2. Where   as the characteristic of the optimum elongation at break was gained at formula 40 part with the average elongation break 682,98% . The result showed that the elongation break aft er aging and elongation at break  after aging fulfilled the specification of SII 2281 88 dock Vender.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula kompon karet bantalan dermaga yang mempunyai sifat tegangan putus setelah aging 70 + 1oC selama 3 x 24 jam yang optimal, dan perpanjangan putus sebelum aging yang optimal. Dalam penelitian ini digunakan formula jumlah karbon black dengan variasi 40, 45, 50, 55, 60, 65 dan 70 bagian untuk setiap 100 bagian karet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tegangan putus setelah aging 70 + 1oC selama 3 x 24 jam optimal pada penggunaan carbon black 40 bagian dengan tegangan putus rata-rata 19,79 N/mm2. Sedangkan sifat  perpanjangan putus sebelum aging nilai optimum didapat pada formula carbon black 40 bagian dengan perpanjangan putus rata-rata 682,98%. Hasil uji tegangan putus setelah aging dan perpanjangan putus sebelum aging memenuhi persyaratan SH 2281-88 bantalan karet untuk dermaga. 
Penelitian penggunaan campuran karet alam RSS dengan stiren butadien rubber (SBR) dalam pembuatan soft rubber lining Penny Setyowati; Sri Nadilah; Murwati Murwati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.669 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v10i19.435

Abstract

The objective of this research is to obtain optimum composition of RSS and SBR compound for making soft rubber lining compound. Based on seven combination of trials in compound formulation proved that formulation with composition of RSS 50 parts and SBR 50 parts give the best physical properties and highly cemented on steel by using “Desmodur R” adhesive solution. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum dari campuran karet RSS dan SBR dalam pembuatan kompon “soft rubber lining”. Dari percobaan 7 kombinasi dalam formulasi kompon, diperoleh hasil bahwa formulasi dengan komposisi RSS 50 bagian dan SBR 50 bagian memberikan sifat fisis yang baik serta hasil perekatan pada logam yang tertinggi dengan menggunakan bahan perekat “Desmodur R”.
Pengaruh penggunaan putih telur dan gelatin terhadap ketahanan gosok cat tutup Bambang Oetojo
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.721 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i23.351

Abstract

The aim of this study is to know the influence of the use of egg albumen and gelatin as a film forming or as a binder in making a finish to the rubfastness. For making a finish it was also needed Turkish Red Oil as a softener, direct dye as a colour and water as a solvent. In this research it was used 9 pieces of goat crust leather. They were then sided into 2 parts along the back bone. Part of them were coated on the grain with a finish made from 3% egg albumen, 1% direct dye, 0,5% Turkish Red Oil and 95.5% water. The other crusts were coated on the grain with a finish made from 3% gelatine, 1% direct dye, 0,5% Turkish Red Oil and 95.5% water. The films of the finishes were sprayed with formalin solution of 10% to be fixed, then they were dried and glazed. Furher the films of the finishes were tested for the rubfasteness using crock metre apparatus. Partical meaning of this research is, using 3% gelatin as film forming or as a binder for making a finish, the value of the rubfasness is higher than using 3% egg albumen. INTISARI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan putih telur dan gelatin sebagai bahan pembentuk film atau sebagai bahan perekat dalam membuat cat tutup, terhadap ketahanan gosok. Untuk membuat cat tutup diperlukan pula Turkish Red Oil sebagai bahan pelemas, cat direct sebagai pewarna dan air sebagai pelarut. Dalam penelitian ini digunakan 9 lembar kulit kras kambing Kulit kras tersebut kemudian dibelah menjadi 2 bagian menurut garis punggung. Sebagai kulit kras dicat pada bagian rajah dengan suatu larutan yang dibuat dari 3% putih telur, 1% cat direct, 0,5% Turkish Red Oil dan 95,5% air. Kulit kras yang lain dicat pada bagian rajah dengan suatu larutan yang dibuat dari 3% gelatin, 1% cat direct, 0,5% Turkish Red Oil dan 95,5% air. Film cat tutup tersebut disemprot dengan larutan formalin 10% agar menjadi kuat, kemudian dikeringkan dan dikilapkan. Selanjutnya film cat tutup diuji mengenai ketahanan gosok, menggunakan alat uji ketahanan gosok. Arti praktis dari penelitian ini adalah, menggunakan 3% gelatin sebagai bahan pembentuk film atau bahan perekat untuk membuat cat tutup nilai ketahanan gosok lebih tinggi dari pada menggunakan 3% putih telur.
Efektivitas penggunaan gambir sebagai bahan penyamak nabati sistem C-RFP untuk pembuatan kulit jaket dari kulit domba Sri Sutyasmi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.353 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v33i1.1619

Abstract

Gambier is obtained from the extraction of leaves and young twigs of Uncaria gambir, a shrub that grows in Indonesia. Gambier contains tannin by 20% to 55% so that can be used as a vegetable tanning material using the C-RFP system (C=Conditioning, R=Rapid, F=Fass (drum), P=Powder). This research aimed to determine the effectiveness of gambier as a vegetable tanning material using the C-RFP system. Pickled leather underwent a tanning process using the C-RFP system with gambier as the tanning material at various percentages, namely by 15%, 20%, and 25%, to be processed as leather for jackets. The variations of oil used to keep the leather supple were 12.5%, 15%, and 17.5%. The tanned leather was then tested in terms of its organoleptic, physical, chemical, and morphological properties. Results of the organoleptic test and most of the results of the physical test showed that leather for jackets which was tanned using a vegetable tanning material met the requirements set out by SNI 4593: 2011 (sheepskin/goatskin leather for jackets). Results of the SEM test indicated that leather for jackets which was tanned using a vegetable tanning material displayed dense and strong skin tissue, and this proves that gambier is very effective for vegetable tanning using the C-RFP system.Keywords: C-RFP, gambier, vegetable tanning, environmentally friendly.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue