cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 52 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN PASAR PADA FORMULASI MEDIA PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERFOMANCE ULAT JERMAN UMUR 50 SAMPAI 80 HARI (SEBELUM MASA PUPA) Tahi, Devince Harabi; Supartini, Nonok; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is the effect of market vegetable waste on different feed media formulation on the performance of superworm age 50 to 80 days (before pupa). This research was conducted in April until July 2016 at Field Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University Malang. The proximate analysis of Dry Matter (DM), Ash, Crude Protein (CP), Crude Fiber (CF), Crude Fat (CF) and Gross Energy (GE) were conducted in Nutrition and Feed Laboratory of Faculty of Animal Husbandry Universitas Brawijaya Malang. The material used in this study is the Superworm as many as 5400 tails. Complete Randomized Design (CRD) experiments with 2 factorial patterns are factor 1: CP content (10%, 12%, 14%), factor 2 was GE content (4000 Kkal, 4500 kcal, 5000 Kcal), 3 treatment 3 replications = 27. The measured variables were Dry Material Consumption (DMC), Increase Body Weight (IBW), feed conversion / Feed Conversion Ratio (FCR) and body length. The results showed that feed treatment gave a very real effect (P 0.05 ). The consumption level is influenced by the use of GE 4000 Kkal and CP 14% gives a good response with DMC rate of 2723.00 mg / head / day, the combination of GE 5000 Kkal CP 10% causes high PBB, GE 5000 and GE combination 12% The highest feed / FCR conversion and the combined use of GE 4500 and CP 12% resulted in the highest body length in superworm. The higher the protein given the higher the consumption of DM in the superworm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh limbah sayuran pasar pada formulasi media pakan yang berbeda terhadap performance ulat jerman umur 50 sampai 80 hari (sebelum masa pupa). Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2016 di Laboratorium Lapangan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Analisis proksimat Bahan Kering (BK), Abu, Protein Kasar (PK), Serat Kasar (SK), Lemak Kasar (LK), dan Gross Energi (GE) dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan ulat jerman sebanyak 5.400 ekor. Metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 pola faktorial yaitu faktor 1: kandungan PK (10%, 12%, 14%), faktor 2 yaitu kandungan GE (4000 Kkal, 4500 kkal, 5000 Kkal), dengan 3 perlakuan 3 ulangan= 27. Variabel yang diukur adalah Konsumsi Bahan Kering (KBK), Pertambahan Bobot Badan (PBB), konversi pakan/Feed Converstion Ratio (FCR) dan panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,05). Tingkat konsumsi dipengaruhi oleh penggunaan GE 4000 Kkal dan PK 14% memberikan respon yang baik dengan tingkat KBK 2723,00 mg/ekor/hari, kombinasi GE 5000 Kkal PK 10% menyebabkan PBB tinggi, kombinasi GE 5000 dan GE 12% menyebabkan konversi pakan/FCR tertinggi dan Penggunaan kombinasi GE 4500 dan PK 12% menyebabkan panjang badan yang tertinggi pada ulat jerman. Semakin tinggi protein yang diberikan maka semakin tinggi pula konsumsi BK pada ulat jerman.
ANALISA USAHA PEMBUATAN MINUMAN CELUP DARI AKAR ALANG-ALANG (Imperata chylindrica L), JAHE PUTIH ( Zingiber officinale Rosc. ) DAN BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn) Ndare, Karolina; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imperata (Imperata chilindrica L) is a type of Panicoideae tribe grass that can flourish in extreme soil conditions and climate, so its potential is very abundant. Reed plants are considered as a pestle, but now has been widely used by the community as a raw material of traditional medicine. In addition to reeds, white ginger rhizome and rosella flowers can also be used as a traditional medicine ingredient. All three materials have not been used together for beverage raw materials and have never analyzed the feasibility of their business. Therefore, this study aims to analyze the feasibility of the production of beverage dye from the roots of alang-alang, white ginger, and roselle flowers. The results showed that the production of beverage dye from the roots of alang-alang, white ginger and roselle flower worth cultivated in a small scale industry with the production of 250 boxes of dye per day required investment capital of Rp. 76.440.000 with operational cost of Rp. 4.22 million per year. Calculation within one year obtained the cost of production (HPP) of Rp 14,178.49 per box with the weight of the contents per dye pack is 2 g. 10% profit from HPP net profit of Rp. 106.575.000 and break event point (BEP) is Rp. 477,750 per year. The RCR value is 1.1, and the net present value (NPV) value is Rp. 322.237.5 and the internal rate return (IRR) of 50%. Alang-alang (Imperata chilindrica L) adalah jenis rumput suku Panicoideae yang dapat tumbuh subur pada kondisi tanah dan iklim yang ekstrim, sehingga potensinya sangat melimpah. Tanaman alang-alang dianggap sebagai tanaman pengganggu, namun saat ini sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional. Selain alang-alang, rimpang jahe putih dan bunga rosella juga dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional. Ketiga bahan tersebut belum pernah digunakan secara bersama-sama untuk bahan baku minuman dan belum pernah dianalisa kelayakan usahanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan usaha dari produksi minuman celup dari akar alang-alang, jahe putih, dan bunga rosela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi minuman celup dari akar alang-alang, jahe putih, dan bunga rosela layak diusahakan dalam skala industri kecil dengan produksi sebanyak 250 kotak minuman celup perhari dibutuhkan modal investasi sebesar Rp. 76.440.000 dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.220.000 per tahun. Perhitungan dalam jangka setahun didapatkan harga pokok produksi (HPP) sebesar Rp 14.178,49 per kotak dengan berat isi per kemasan celup adalah 2 g. Keuntungan 10% dari HPP didapatkan laba bersih sebanyak Rp. 106.575.000 dan break event point (BEP) adalah Rp. 477.750 per tahun. Nilai RCR adalah 1,1, serta nilai net present value (NPV) sebesar Rp. 322.237,5 dan nilai internal rate return (IRR) sebesar 50%.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN SELAMA 14 HARI SILASE KOMPLIT BERBASIS DAUN TEBU TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING (BK), BAHAN ORGANIK(BO) DAN PROTEIN KASAR (PK) Khoiriyah, Ainin; Iskandar, Ahmad; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know and compare the content of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK) and to know physical quality with organoleptic test to complete silage-based leaf-based silage plus EM-4 inolumn at 14 days. This study was conducted in May 2016, at the Lab. Central University Tribhuana Tunggadewi Malang. Analysis of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK), carried out in Lab. Nutrition and Feed Universitas Brawijaya Malang. The material used was sugarcane leaf, water, concentrate with pollard composition, fine bran, milled corn, soybean meal and molasses, and inoculant bacteria EM-4 (Lactobacillus casei 1.5 x ?10? ^ 6cfu / ml, Saccharomyces cervisiase 1, 5 x ?10? ^ 6, Rhodopseudomonaspalustris 1.0x ?10? ^ 6). The method used in this study was an experiment using a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments and 6 replications. From the result of the complete silage leaf-based sugarcane research on 14 days curing with the addition of EM-4 can be concluded that: a. (P 0,05) to organic material (BO) and crude protein (PK), c. The EM-4 recipient can improve the physical quality of complete silage of sugarcane leaf compared to without EM-4 ie odor: unsanitary not sour (3), mushrooms: mushrooms 0-30% (3), texture: soft soft (3), color: green brownish and PH: good (4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK) serta mengetahui kualitas fisik dengan uji organoleptik terhadap silase komplit berbasis daun tebu yang ditambah inolulan EM-4 pada lama pemeraman 14 hari. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei 2016, di Lab. Sentral Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Analisis bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), dilaksanakan di Lab. Nutrisi dan Pakan Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan adalah daun tebu, air, konsentrat dengan komposisi pollard, dedak halus, jagung giling, bungkil kedelai dan molasses, serta inokulan bakteri EM-4 (Lactobacillus casei 1,5 x ?10?^6cfu/ml, Saccharomyces cervisiase 1,5 x ?10?^6, Rhodopseudomonaspalustris 1,0x ?10?^6). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dari hasil penelitian silase komplit berbasis daun tebu pada pemeraman selama 14 hari dengan penambahan EM-4 dapat di simpulkan bahwa: a. Berbeda nyata (P0,05) terhadap bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), c. Penambaha EM-4 dapat meningkatkan kualitas fisik silase komplit daun tebu dibandingkan tanpa EM-4 yaitu bau : asam tidak harum tidak kecut (3), jamur : jamur 0-30% (3), tekstur : lembut halus (3), warna : hijau kecoklatan dan PH : baik (4).
EVALUASI LANSKAP PANTAI BERBASIS NILAI ESTETIKA DI PANTAI KONDANG MERAK, DESA SUMBER BENING, KABUPATEN MALANG Riski, Riski; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to 1) Determine and assess the visual quality of the Kondang Merak landscape based on the estimation of kindiness through Scenic Beauty Estimation. 2) Recommendation of landscape tourism design model of Kondang Merak beach. This research was conducted in Kondang Merak Beach Area, Sumber Bening Village, Bantur - Malang Regency. The study was conducted for 4 months from April to August 2017 used Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Estimate the beauty of a landscape using a scale of values between 1-10. The classification of values is divided into 3 categories of beauty value, high category, medium and low category. Analysis has been done, it is known that the highest value of SBE with a value of 50-86. SBE of medium value with a value of 30-49 and low SBE with value of 0-29. For high value category is recommended gazebo making along the shoreline. for the category of medium value is recommended making the coastal tower, and for the low value category recommended making home stay on vacant land that has not been developed/ utilized. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan dan menilai kualitas visual lanskap Pantai Kondang Merak berdasarkan pendugaan nilai kindahan melalui Scenic Beauty Estimation. 2) Rekomendasi model desain penataan lanskap wisata Pantai Kondang Merak. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Kondang Merak, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan yaitu dari bulan April sampai bulan Agustus 2017 melalui Scenic Beauty Estimation SBE? = (Z?? - Z??) x 100. Pendugaan nilai keindahan suatu lanskap pada menggunakan skala nilai antara 1-10. Klasifikasi nilai dibagi menjadi 3 kategori nilai keindahan, yaitu kategori tinggi, sedang dan kategori rendah. Analisa yang dilakukan, diketahui bahwa nilai SBE tinggi dengan nilai 50-86. SBE sedang dengan nilai antara 30-49 dan SBE rendah dengan nilai 0-29. Untuk kategori nilai tinggi direkomendasikan pembuatan gazebo disepanjang tepian pantai. Untuk kategori nilai sedang direkomendasikan pembuatan menara penjaga, dan untuk karegori nilai rendah direkomendasikan pembuatan home stay pada lahan kosong yang masih belum dikembangkan/ dimanfaatkan.
PENGARUH PEMBERIAN Naphtalene Acetic Acid ( NAA ) DAN LAMPU LED TERHADAP PERBANYAKAN TUNAS PADA KALUS ANGGREK Phalaenopsis Indriani, Harni; Adisarwanto, Titis; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orchid is a leading ornamental plant that is in demand by consumers because of its high economic value. The demand for high enough orchids can not be matched by the availability of adequate seeds. Tissue culture is a method used to multiply plants rapidly in large numbers and free of disease. The study aimed to determine the color of LED lamp and the correct dose of NAA to increase shoot growth on Phalaenopsis Orchid callus. The research was conducted at Biotechnology Laboratory of Agriculture Faculty of Tribhuwana Tunggadewi University Malang, East Java, from May to July 2017. The research was conducted by using Factorial Random Design Random (RAL) consisting of 2 factors. Factor I is the treatment LED lamp consists of 3 colors namely: A1: White Light, A2: Green Light and A3: Blue Light. Factor II is MS + NAA Media Concentration, consisting of 4 levels: B1: MS + 0 ppm NAA, B2: MS + 2 ppm NAA, B3: MS + 4 ppm NAA and B4: MS + 6 ppm NAA. Parameters observed were, Number of shoots per explant, Live explant percentage, Shoot height, Root length, Fresh Weight. The results show NAA interaction (6 ppm) and green, blue LEDs produces shoot length and the highest number of shoots/explants. NAA interactions (2 ppm) and green LEDs produce the longest root length. NAA interactions (4 ppm) and NAA (6 ppm) and white, blue and green LEDs produce the heaviest fresh weights. Anggrek adalah tanaman hias unggulan yang diminati oleh konsumen karrna mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permintaan bunga anggrek yang cukup tinggi ternyata tidak dapat diimbangi dengan ketersediaan bibit yang memadai. Kultur jaringan adalah metode yang digunakan untuk memperbanyak tanaman secara cepat dalam jumlah yang banyak serta bebas penyakit. Penelitian bertujuan menentukan warna lampu LED dan dosis NAA yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan tunas pada kalus Anggrek Phalaenopsis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur, pada bulan Mei hingga Juli 2017. Penelitian dilakukan dengan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah perlakuan Lampu LED terdiri dari 3 warna yaitu : A1 : Cahaya Putih, A2 : Cahaya Hijau dan A3 : Cahaya Biru. Faktor II adalah Konsentrasi Media MS + NAA, terdiri dari 4 taraf yaitu : B1 : MS + 0 ppm NAA, B2 : MS + 2 ppm NAA, B3 : MS + 4 ppm NAA dan B4 : MS + 6 ppm NAA. Parameter yang diamati yaitu, Jumlah tunas per eksplan, Persentase eksplan hidup, Tinggi tunas, Panjang akar, Berat Segar. Hasil menunjukan Interaksi NAA (6 ppm) dan LED hijau, biru menghasilkan panjang tunas dan jumlah tunas / eksplan tertinggi. Interaksi NAA (2 ppm) dan LED hijau menghasilkan panjang akar terpanjang. Interaksi NAA (4 ppm) dan NAA (6 ppm) dan LED putih, biru dan hijau menghasilkan bobot segar terberat.
UJIDAYA HASIL PENDAHULUAN KLON-KLON UBIJALAR (Ipomoea Batatas L.) BERDAGING UNGU Hidayat, Fariz Nur; Lestari, Sri Umi; Indawan, Edyson
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection to be implemented on the ground tuber yield entrisol Wringinsongo Village Tumpang subdistrict Malang. Randomized block design MK II, 2014. Materials studied as much as 40 purple sweet potato clones, divided into three blocks, and each block planted three varieties (check). Each clone planted 20 plants by bunds. Phonska fertilized gived with a dose of 300 kg / ha. Characters are observed are the number and weight of tuber by mound, tuber dry matter content, color of skin, flesh, the uniformity of the shape and size of the tuber. Selection purposes is to obtain clones of sweet potato varieties with the above results Antin 3 and have high anthocyanin score >5. Chosen 12 clones with the tuber yield 24.38 to 33.75 kg / ridges (from 19.50 to 27.00 t / ha), namely RIS 10053-01, 10233-01 RIS, MSU 10001-08, 10003-54 MSU, MSU 10010-50, 10010-80 MSU, MSU 10017-02, 10018-39 MSU, MSU 10021-26, MSU 10025-29, 10031-12 MSU and MSU 10031-16. Retrieved 4 clones were selected with high anthocyanin levels are RIS 10233-01 (U6 dark), MSU 10001-08 (U7 very dark), MSU 10010-50 (U6 dark), and MSU 10018-39 (U6 dark). Seleksi untuk hasil umbi dilaksanakan pada tanah entrisol Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menggunakan rancangan acak kelompok MK II 2014. Bahan yang diteliti sebanyak 40 klon ubijalar ungu, dibagi menjadi tiga blok dan masing-masing blok ditanam tiga varietas pembanding (cek). Setiap klon ditanam 20 tanaman per guludan.Pertanaman dipupuk Phonska dengan dosis 300 kg/ha. Karakter yang diamati adalah jumlah dan bobot umbi per guludan,kadar bahan kering umbi, warna kulit, daging, serta keseragaman bentuk dan ukuran umbi. Tujuan seleksi adalah untuk mendapatkan klon-klon ubijalar dengan hasil di atas varietas Antin 3 dan memiliki skor antosianin tinggi >5.Terpilih 12 klon dengan hasil umbi 24,38?33,75 kg/guludan (19,50?27,00 t/ha) yaitu RIS 10053-01, RIS 10233-01, MSU 10001-08, MSU 10003-54, MSU 10010-50, MSU 10010-80, MSU 10017-02, MSU 10018-39, MSU 10021-26, MSU 10025-29, MSU 10031-12, dan MSU 10031-16. Diperoleh 4 klon yang terpilih dengan level antosianin tinggi adalah RIS 10233-01 (U6 gelap), MSU 10001-08 (U7 sangat gelap) ,MSU 10010-50 (U6 gelap), dan MSU 10018-39 (U6 gelap).
PRODUKSI MIE INSTAN DARI BAHAN BAKU TEPUNG UWI (Dioscorea alata) TERMODIFIKASI DENGAN TEPUNG JAGUNG PULUT (Zea mays L. var. ceratina kulesh) NUSA TENGGARA TIMUR Wona, Yosevina; Wirawan, Wirawan; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instant noodles are staple food products in dry form. Instant noodle has many advantages that is long shelf life, practical under everywhere and easy in its presentation. Raw materials of carbohydrate uwi have 75% -84% as a substitute of wheat flour and corn pulut is a binder when the process of making noodles replace gluten. This research aims to know the best treatment of modified uwi flour with corn flour in the manufacture of instant noodles, to know the feasibility of the business of instant noodle making of modified wheat flour with corn flour maize.The experimental design used in this research is Completely Randomized Design (RAL) of one factor as its factor that is the proportion between uwi flour and corn flour.The proportions are as follows: 95%: 5%, 90%: 10%, 85%: 15%, 80%: 20%, 75%: 25%, 70%: 30%, 65%: 35%.the results showed that the best treatment in this study was the proportion of modified noodle 70% and 30% cornflour with 8.56% protein parameter, 3.07% ash content, 0.88% water content, 1.87N crude and crude fiber 0.76%. Mie instan adalah produk makanan pokok dalam bentuk kering.Mie instan mempunyai banyak kelebihan yaitu umur simpannya panjang, praktis dibawah kemana-mana dan mudah dalam penyajiannya. Bahan baku uwi mempunyai karbohidrat sejumlah 75%-84% sebagai pengganti tepung terigu dan jagung pulut bersifat sebagai bahan pengikat saat proses pembuatan mie menggantikan gluten. Penelitan ini bertujuan Untuk mengetahui perlakuan terbaik tepung uwi termodifikasi dengan tepung jagung pulut dalam pembuatan mie instan, Untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan mie instan tepung uwi termodifikasi dengan tepung jagung pulut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelian ini adalah Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor sebagai faktornya yaitu proporsi antara tepung uwi dan tepung jagung pulut. Adapun proporsinya sebagai berikut: 95%:5%, 90%: 10%, 85% : 15%,80%:20, 75% : 25%, 70: 30%, 65% : 35%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan terbaik proporsi tepung uwi termodifikasi 70% dan tepung jagung pulut 30% dengan parameter protein 8.56%, kadar abu 3.07%, kadar air 0.88%, daya patah 1.87N, serat kasar 0.76%.
EVALUASI FUNGSI VEGETASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL LANSKAP JALAN KOTA MALANG Uran, Rofinus Seri; Alfian, Rizki; Soelistyari, Hesti Triana
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of the streetscape in Malang are less concerned with the physical and social conditions of streetscape, pavement elements, and vegetation maintenance on the streetscape. streetscape plays an important role in building environmental, spatial, and visual characteristics in order to provide an urban identity, especially in Idjen Boulevard and Langsep Street in Malang City which has different character of different roads. This study aims to: 1) identify the pathway green vegetation of roads on New Boulevard and Langsep Street ; 2) analyze the thermal comfort of the road landscape in Idjen Boulevard and Langsep Street; 3) evaluate the comfort level in Idjen Boulevard and Langsep Street. The method used by the convenience index analysis is the THI approach. The THI values obtained were then analyzed using the standards of Laurie (1990). Field observations show the Idjen Boulivard has a value of THI 28.52 and Langsep Street has value of THI 27.60. THI value of both roads are beyond the THI comfort value of 21-27 Idjen Boulevard 31.01-31.54 ° C with humidity 56.19-57.74%, and Langsep Street 29.51-40.84 ° C with humidity 58.67-60.86%. This is influenced by the density of the tree canopy and the spacing of trees on the streetscape. The temperature of the air and humidity can be modified by selecting the appropriate shade vegetation species. To scale the road in the city, so it is necessary to use shade plants with plant canopy that has a root system that does not damage the road construction, branching plants are not easily broken and easy in maintenance. Sebagian besar lanskap jalan Kota Malang kurang memperhatikan kondisi fisik dan sosial lanskap jalan, elemen perkerasan, dan pemeliharaan vegetasi pada lanskap jalan. Lanskap jalan berperan penting dalam membangun karakter lingkungan, spasial, dan visual agar dapat memberikan suatu identitas perkotaan khususnya di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep di Kota Malang yang memiliki karakter jalan berbeda beda. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi vegetasi jalur hijau lanskap jalan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep, 2) menganalisis kenyamanan thermal lanskap jalan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep, 3) mengevaluasi tingkat Kenyamanan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep. Metode yang digunakan analisis indeks kenyamanan adalah pendekatan THI. Nilai THI yang didapat kemudian dianalisis menggunakan standar dari Laurie (1990). Pengamatan di lapangan menunjukkan Jalan Besar Idjen memiliki nilai THI 28,52 dan Jalan Raya Langsep nilai THI 27,60. Nilai THI kedua jalan tersebut berada diluar nilai kenyamanan THI yaitu 21-27. Jalan Besar Idjen 31,01-31,54°C dengan kelembaban 56,19-57,74%, dan Jalan Raya Langsep 29,51-40,84°C dengan kelembaban 58,67-60,86%. Hal ini dipengaruhi oleh kerapatan tajuk pohon dan jarak tanam pohon pada lanskap jalan. Suhu udaradan kelmbaban dapat dimodifikasi dengan memilih jenis vegetasi penaung yang sesuai. Untuk skala jalan di kota, sehingga perlu digunakan tanaman penaung dengan tajuk tanaman yang mempunyai system perakaran yang tidak merusak konstruksi jalan, percabangan tanaman tidak mudah patah dan mudah dalam pemeliharaannya.
ANALISIS USAHATANI TEMBAKAU RAJANGAN DI DESA PARANG KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI Suprapto, Wahyu Sri; Tirtosastro, Samsuri; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tobacco farm in the Parang village, Banyakan Sub-District, Kediri Regency got partner with P.T. Sadana Arifnusa. The research had purpose to analyze of tobacco farm, to counted of grade index and crop index, counted elegibility of farm in there. The Research was conducting on September-October 2016. The result showed of income Rp 46.348.236,11, price Rp 28.107,63, total cost, NPV, IRR, and B/C ratio did?nt paid rent farm area and did?nt paid capital interest Rp 33.980.270,55, B/C ratio 1,36, did?nt paid rent farm area and paid capital interest Rp 40.096.719,24, B/C ratio 1,19, paid rent farm area and did?nt paid capital interest Rp 43.869.159,43, NPV -3.335.984,3 IRR 14,67%, B/C ratio 1,09, paid rent farm area and paid capital interest Rp 51.765.608,13, NPV -56.016.747,95, IRR -39,84, B/C ratio 0,90. The result showed grade index 66,78, crop index 1103,65. The relelation grade index toward crop index showed strongest relation (R²= 0,82) also productivity toward crop index (R²= 0,99). The greetes of grade have accepted the consumers fixed by received farmers, besides that the received farmers fixed by productivity. In other side the sinergy relations gave a opportunity to get more provit althought on the wet climate. Usahatani tembakau di Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri menjalin kemitraan sinergis dengan P.T. Sadana Arifnusa. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis usahatani tembakau, menghitung indeks mutu dan indeks tanaman, serta kelayakan usahatani di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan September - Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani Rp 46.348.236,11, harga tembakau Rp 28.107,63/kg, hasil perhitungan menunjukkan biaya produksi, NPV, IRR dan B/C ratio tanpa sewa lahan dan tanpa bunga bank Rp 33.980.270,55, B/C ratio 1,36 tanpa sewa lahan dan bunga bank Rp 40.096.719,24, B/C ratio 1,19 sewa lahan dan tanpa bunga bank Rp 43.869.159,43, NPV -3.335.984,3 IRR 14,67%, B/C ratio 1,09 serta sewa lahan dan bunga bank Rp 51.765.608,13, NPV -56.016.747,95, IRR -39,84, B/C ratio 0,90. Indeks mutu 66,78 dan indeks tanaman 1103,65. Hubungan indeks mutu terhadap indeks tanaman menunjukkan hubungan sangat kuat (R²= 0,82), demikian juga produksi terhadap indeks tanaman (R²= 0,99). Intinya mutu baik yang diterima konsumen ditentukan oleh tingginya penerimaan petani, selain penerimaan petani ditentukan oleh tingginya produksi. Pada sisi yang lain kemitraan sinergis memberi peluang keuntungan lebih baik meskipun kondisi iklim basah.
STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN KAMPUNG NELAYAN DI DESA SUMBER BENING KABUPATEN MALANG Dedi, Dedi; Alfian, Rizki; Soelistary, Hesti Triana
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishing village of Sumber Bening Village is a transitional area between terrestrial ecosystems and marine ecosystems that have a wealth of renewable resources managed into fisheries, marine and education areas. This study aims to determine the concept of development of the village area. This research is located in Sumber Bening Village, Bantur District, Malang Regency, East Java, this research was started from May - July 2017 and the method used was qualitative method with data retrieval in 3 ways: 1. Primary, 2. Secondary and 3. FGD and Total response questionnaire amounted to 30 people. Potentials that exist in the fishing village, among others, estuaries, mangrove tours and culinary tours. The concept of development in the village of fishermen in Sumber Bening Village is how to create a region of fishing village into a region that remains natural to stay awake by following the times. The concept of this planning is a model of recommendation drawing that will be adapted to Landscape character and potential in the area of fisherman's village such as: Access road, welcome area, sales of accessories, parking, lighting, additional facilities, mangrove tours, boat access road and breakwater. Kampung nelayan di Desa Sumber Bening merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang memiliki kekayaan sumberdaya yang dapat diperbaharui dan dikelola menjadi kawasan perikanan, bahari dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep pengembangan kawasan kampung. Penelitian ini berlokasi di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, penelitian ini di mulai bulan Mei ? Juli 2017dan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengambilan data dengan 3 cara : 1. Primer, 2. Sekunder dan 3. FGD dan Total respon kuisioner berjumlah 30 orang. Potensi yang ada di kampung nelayan antara lain, muara, wisata mangrove dan wisata kuliner. Konsep pengembangan di kawasan kampung nelayan di Desa Sumber Bening yaitu bagaimana cara menciptakan kawasan kampung nelayan menjadi kawasan yang tetap alami tetap terjaga dengan mengikuti perkembangan jaman. Konsep perencanaan ini berupa model gambar rekomendasi yang akan disesuaikan dengan karakter Lanskap dan potensi yang ada di kawasan kampung nelayan seperti : Akses jalan, welcome area, penjualan aksesoris, parkir, penerangan, penambahan fasilitas, wisata mangrove, akses jalan perahu dan pemecah ombak.