cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
Produksi Fish Flakes Dari Kombinasi Tepung Mocaf, Tepung Kedelai, Tapioka Dengan Fortifikasi Tepung Ikan Lele Muda, Magdalena Mitan; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Flakes merupakan salah satu bentuk olahan pangan yang menyerupai dendeng daging sapi. Sifat ikan mudah sekali busuk, sehingga perlu adanya upaya pembuatan beraneka macam produk olahan pangan berbasisikan dengan kualitas dan gizi yang baik untuk kesehatan.Keunggulan ikan lele dibandingkan dengan produk hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia fish flakes dari formulasi terbaik serta mengetahui kelayakan usaha industry ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktornya yaitu proporsi tepung ikan lele, tepung mocaf, tepung kedelai, tapioka (F1 4% : 61% : 20% : 15%, F2 6% : 49% : 25% : 20% F3, 8% : 37% : 30% : 25%, F4 10% : 25% : 35% : 30%). Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Perlakuan terbaik adalah penggunaan 10% tepung ikan lele, 25% tepung mocaf, 35 tepung kedelai dan 30% tapioka. Proporsi ini menghasilkan kadar air 5,33%, kada rabu 20,1%, kadar protein 16,91%, kadar lemak 22,64%, kadar karbohidrat 58,64%. Usaha fish flakes dengan formulasi ini layak diusahakan dengan HPP sebesarRp. 4.682,32/100 gram, harga jual tiap kemasan adalah Rp. 6.087,09/100 gram serta keuntungan 30%. Keuntungan bersih per hari yang diperoleh sebesar Rp. 210.707/100 gram. BEP yang diperoleh sebesar Rp. 4276,09 unit produk tiap tahun dan RCR adalah 1,3.
PENGGUNAAN LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP KONSUMSI PAKAN, NITROGEN TERMETABOLIS DAN AMEn PADA AYAM BROILER Banding, Winda Agustin; Susanti, Sri; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine the effect of using herb powder which consists of 60% turmeric powder, 30% javanese turmeric powder and 10% kaempferia galanga powder on feed consumption, metabolized nitrogen and AMEn on broiler chickens. This study was conducted in Field Laboratory Faculty of Agriculture Tribhuwana Tunggadewi University of Malang. The material used were 80 broiler chickens obtained from maintained postal and metabolic. The feed were is BR1 for aged 1 -7 days and feed formulation age 8-42 days consisting of yellow corn, pollard, meat powder, soybean meal, salt, dl-metionin and lisyn. The research method used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment of study P0: feed formulation without herb powder, P1: feed formulation + 0.3% herb powder, P2: feed formulation + 0.6% herb powder, P3: feed formulation + 0.9% herb powder. Application of herb powder based on weekly body weight. The results showed that the application of herbs powder give very significant effect (P 0.05) on herb powder treatment, the highest value of feed consumption was found in P3 3267,25 g/chicken with 0.9% herb powder level and the lowest was P2 3228,96 g/chicken with herb powder level 0.6% informed that the application of herb powder at concention 0.9% of body weigt can increase the consumption of feed. Application of herb powder on 0,9% gives the same effect to another treatments on AMEn and nitrogen metabolizable. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan puyer herbal yang terdiri dari 60 % tepung kunyit, 30% tepung temulawak dan 10% tepung kencur terhadap konsumsi pakan, nitrogen termetabolis dan AMEn pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Materi yang digunakan adalah 80 ekor ayam broiler yang dipelihara di kandang postal dan metabolis. Pakan yang digunakan adalah BR1 untuk umur 1 -7 hari dan pakan formulasi umur 8-42 hari yang terdiri dari jagung kuning, pollard, tepung daging, bungkil kedele, garam, dl-metionin dan lisyn. Metode penelitian mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian P0: pakan formulasai tanpa puyer herbal., P1 : pakan formulasi + puyer herbal 0,3%. P2: pakan formulasi+ puyer herbal 0,6%. P3: pakan formulasi + puyer herbal 0,9%. Pemberian puyer herbal berdasarkan bobot badan mingguan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian puyer herbal berpengaruh sangat nyata dengan ( P0,05) terhadap perlakuan puyer herbal, nilai tertinggi konsumsi pakan terdapat pada P3 3267,25 g/ekor dengan level puyer herbal 0,9% dan yang terendah terdapat pada P2 3228,96 g/ekor dengan level pemberian puyer herbal 0,6% diinformasikan bahwa pemberian puyer herbal pada konsentrasi 0,9% dari bobot badan mampu meningkat konsumsi pakan, pemberian puyer herbal pada P3 memberi pengaruh yang sama terhadap AMEn dan nitrogen termetabolis.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN PUPUK KALIUM PADA TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI ENTISOL Dion, Didi; Widowati, Widowati; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entisol is a soil dominated by sand fractions so that the ability to bind water and nutrient levels is low. This leads to leaching of nutrients, easily washed potassium. Biochar has a high affinity for cations that can improve fertilizer efficiency. The purpose of this study was to determine the effect of dosage combination of biochar jengkok tobacco and KCl fertilizer on growth and yield of Eggplant varieties of Mustang (Solanum melongena L.) varieties in entisol. The study was conducted in polybags placed in the field under UV plastic shading conditions. Implemented in August 2016 until January 2017, in Dusun Bawang, Tunggulwulung Village, Kecamatan Lowokwaru, Malang City. Treatment is arranged in Factorial Random Designs. The first factor was the dose of biochar consisting of 3 levels: 0 tons of biochar /ha, 15 tons of biochar/ha and 30 tons of biochar/ha while the second factor was the dosage of KCl fertilizer consisting of 4 levels: 0 kg KCl/ha, 50 kg KCl/ha, 100 kg KCl/ha, and 150 kg KCl/ha. The results showed that the treatment using biochar 15 ton /ha produced the best growth, the fastest flowering (1 MST earlier), the fastest (3 MST earlier), and increased total fruit weight by 19% from 1.4 kg/plant to 1,7 kg/plant. Entisol adalah tanah yang didominasi oleh fraksi pasir sehingga kemampuan mengikat air dan kadar unsur hara rendah. Hal ini menyebabkan pencucian unsur hara, kalium mudah tercuci. Biochar memiliki afinitas yang tinggi terhadap kation sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh kombinasi dosis biochar jengkok tembakau-cengkeh dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu varietas Mustang (Solanum melongena L.) di entisol. Penelitian dilakukan dalam polybag yang diletakan di lapangan pada kondisi naungan plastik UV. Dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai bulan Januari 2017, di Dusun Bawang, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Perlakuan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah dosis biochar yang terdiri atas 3 taraf yaitu: 0 ton biochar/ha, 15 ton biochar/ha dan 30 ton biochar/ha sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl yang terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 kg KCl/ha, 50 kg KCl/ha, 100 kg KCl/ha, dan 150 kg KCl/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan biochar 15 ton/ha menghasilkan pertumbuhan terbaik, pembungaan tercepat (1 MST lebih awal ), pembuah tercepat (3 MST lebih awal), dan meningkatkan total bobot buah sebesar 19% dari 1,4 kg/tanaman menjadi 1,7 kg/tanaman.
IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING (Studi Kasus Di Kecamatan Wajak Dan Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang) Riga, Gabriel Kaju; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan objek penelitian adalah peternak yang menetap di desa Ngembal kecamatan Wajak sebanyak 31 orang dan di desa Sempol kecamatan Pagak 50 orang serta daun tanaman pohon yang sering diberikan oleh peternak. Hasil penelitian menunjukkan macam daun tanaman yang diberikan ada 13 macam, yaitu daun Sengon (Paraserianthes falcataria), Gamal (Gliricidia sepium), Kaliandra(Calliandracalothyrsus), daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), Lamtoro (Leucaenaleucocephala), Pahitan (Tithonia diversivolia), Mahoni (Swieteria mahagoni), Daun randu (Ceiba petandra), Jolali, daun Kopi (coffea), daun Apukat (Persea americana), daun Singkong (Manihot utilissima), daun Mindi (Melia azedarach). Dari kedua wilayah rata-rata penggunaan daun tanaman adalah daun nangka(Artocarpus heterophyllus) 65%, daun gamal(Gliricidia sepium) 77%, daun sengon(Paraserianthes falcataria) 44% dan daun lamtoro(Leucaena leucocephala) 67,5%
PROFIL PAKAN DAN KONSUMSI HIJAUAN PAKAN TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (Studi Kasus Di Peternak Rakyat Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) Usvinit, Finsensiana; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know feed profile and forage consumption on goats of Peranakan Etawa. The benefits of this study are expected to provide information on the evaluation of the type of forage feed given as goat feed. This research was conducted in Prodo Village, Klampok Village, Singosari Sub-district, Malang Regency, East Java on 1st February 2017 to 2nd March 2017.Object in this research is goat farmer as respondent counted 50 people with criteria that have goat herd, number of ownership of goats ? 2 heads, long breeding ? 5 years. Number of livestock observed as many as 65 goats (adult 33 heads, young 22 heads and till 10 heads). The method used is case study with descriptive data presentation. Primary data collection was obtained from respondents using questionnaires, interviews, observation and documentation. Secondary data are documents of village government, books, library materials, and literature. Sampling by purposive sampling. The variables observed were frequency and amount of forage feed, consuption of forage feed. The results of this studyshowed that most animal feed given to goast is paitan, grassy field, and kaliandra, The consumption of forage for goat feed at researchlocation of dry matter consumption value BK / ST livestock unit (ST) is 12,92 kg / ST equal to 3,9% from body weight. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil pakan dan konsumsi hijauan pada ternak kambing Peranakan Etawa. Penelitian dilaksanakan di Dusun Prodo, Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur mulai tanggal 1 Pebruari 2017 sampai 2 Maret 2017. Materi penelitian adalah peternak kambing sebanyak 50 orang, dengan kriteria peternak memiliki ternak kambing ? 2 ekor, lama beternak ? 5 tahun. Jumlah ternak yang diamati sebanyak 65 ekor kambing ( dewasa 33 ekor, muda 22 ekor, dan anakan 10 ekor). Metode yang digunakan studi kasus dengan penyajian data secara deskriptif. Data primer diperoleh dari responden menggunakan teknik kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder dari data dokumen pemerintah Desa, buku, bahan pustaka, dan literature. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang diamati adalah frekuensi dan jumlah pemberian pakan hijauan, konsumsi pakan hijauan. Hasil penelitian menunjukan pakan ternak yang paling banyak diberikan kepada kambing adalah paitan, rumput lapang, dan kaliandra. Konsumsi hijauan pakan ternak kambing nilai bahan kering (BK)/satuan ternak (ST) adalah 12,92 kg/ST setara dengan 3,9% dari bobot badan.
PENGGUNAAN MODIFIKASI MEDIA MURASHIGE and Skoog DAN PENAMBAHAN NAPHTHALENE ACETIC ACID PADA PERBANYAKAN KALUS TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Nurhidayati, Titik; Hamzah, Amir; Islami, Titiek
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah tanaman obat asli Indonesia. Tanaman ini termasuk tanaman monokotil dan berkembang biak dengan rhizhom atau rimpang. Meningkatnya permintaan temulawak untuk industri obat membuat budidaya dan perbanyakan tanaman berkhasiat ini sangat penting dipelajari. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari dua kombinasi unsur N ( ½ N dan N ) dalam bentuk NH4NO3 dan KNO3 dari media MS dan pada empat taraf konsentrasi auksin NAA sehingga terdapat 8 perlakuan yaitu : P1( ½ MS, NAA 0 ppm), P2 ( ½ MS, NAA 2,5 ppm), P3( ½ MS, NAA 5 ppm), P4( ½ MS, NAA 10 ppm), P5( MS, NAA 0 ppm), P6 ( MS, NAA 2,5 ppm), P7 ( MS, NAA 5 ppm ), P8 ( MS, NAA 10 ppm ).Variabel yang diamati yaitu : bobot awal kalus, eksplan terkontaminasi, eksplan hidup atau mati, warna kalus, tekstur kalus dan bobot awal kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi antara ½ MS dengan 5 ppm NAA memiliki persentase eksplan hidup paling tinggi yaitu 100% hidup. Selain itu kombinasi ½ MS + NAA 5 ppm menghasilkan kalus dengan penambahan bobot tinggi sebesar 1.46 gram, meskipun tidak berbeda dengan perlakuan ½ MS + NAA 2,5 ppm.
RESPON TIGA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM Petrus, Santo; Lestari, Sri Umi; Indawan, Edyson
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to evaluate influence dosage of potassium fertilizer on increasing the size and yield of sweet potato variety. Treatment arranged by Strip plot design consist of two factors. First factor consist of three variety of sweet potato (Sari, Jago, and Boko). and the second factor is dosage of potassium fertilizer (K0: 0 kg KCl. ha-1, K1: 133 kg KCl. ha-1, K2:333 kg KCl. ha-1, and K3: 533 kg KCl. ha-1). Size of the plot are 1,5 m x 5 m consist of 5 rows, planted with a spacing of 25 cm in rows. The plants are harvested at 4 months after planting, based on several parameters,ie the number of storage root, fresh storage rroot weight, fresh weight of stover, percentages of storage root dry matter and stover dry matter, dry weight of storage root and stover, dry weight of biomass, and harvest index, number of large storage root, number of medium storage root, number of small storage root, large storage root weight, medium storage root weight, small storage root weight, ratio of large, medium, and small storage root weight to storage root total, and size of storage root (g/storage root). The result showed that distribute potassium fertilizer does not influence the parameter of root weight, storage root dry weight precentage, stover dry weight precentage, dry weight of storage root, harvest index, number of large storage root, large storage root weight, medium storage root weight, and ratio of small storage root weight. There was different at number of storage root, stover weight, dry weight of stover and the biomass. There is interaction between varieties with dosage of potassium fertilizer on storage root size parameters, namely Sari with dosage 333 kg KCl ha-1 gives the highest storage root size of 138.86 g/storage root. In Jago clone the highest storage root size of 198.46 g/storage root with potassium dosage 0 kg KCl. ha-1. While at variety of Boko, the highest storage root size is found in potassium dosage 133 kg KCl. ha-1 produce storage root size 166.92 g/storage root. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian dosis pupuk kalium terhadap peningkatan ukuran dan hasil varietas ubi jalar. Rancangan percobaan strip plot yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama tanaman ubi jalar yang terdiri dari tiga varietas (Sari, Jago dan Boko). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium terdiri dari 4 level dosis (K0: 0 kg KCl/ha, K1: 133 kg KCl/ha, K2:333 kg KCl/ha, dan K3: 533 kg KCl/ha). Ukuran petak percobaan 1,5 m x 5 m terdiri dari 5 gulud, masing-masing ditanami stek dengan jarak tanam dalam baris 25 cm. Tanaman di panen saat berumur 120 HST berdasarkan parameter pengamatan jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, bobot kering umbi, bobot kering brangkasan, bobot kering biomass, persentase bobot kering umbi, persentase bobot kering brangkasan, indeks panen, jumlah umbi besar, jumlah umbi sedang, jumlah umbi kecil, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, bobot umbi kecil, ratio bobot umbi sedang/total umbi, ratio bobot umbi kecil/total umbi, dan ukuran umbi (g/umbi). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kalium tidak mempengaruhi parameter bobot umbi, persentasi bobot kering umbi, persentasi bobot kering brangkasan, berat kering umbi, indeks panen, jumlah umbi besar, bobot umbi besar, bobot umbi sedang, dan ratio bobot umbi kecil. Berbeda nyata pada jumlah umbi, bobot brangkasan, berat kering brangkasan dan biomass. Terdapat interaksi antara varietas dengan pemberian kalium pada parameter ukuran umbi yaitu klon sari dengan dosis kalium 333 kg KCl/ha memberikan ukuran umbi tertinggi sebesar 138.86 g/umbi. Pada klon jago ukuran umbi tertinggi sebesar 198.46 g/umbi dicapai tanpa pemberian dosis kalium 0 kg KCl/ha. Pada klon boko ukuran umbi tertinggi terdapat pada dosis kalium 133 kg KCl/ha menghasilkan ukuran umbi sebesar 166.92 g/umbi.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENSUKSESKAN SWASEMBADA BERAS DI DESA MANGLIAWAN DAN DESA PUCANGSONGO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Badin, Ferdinandus Bera; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Farmer Group is felt to be more important and enough to play strategic role because it is the front guard in supporting the success of agricultural production. Rice self-sufficiency is an activity of increasing rice along with inputs of facilities and infrastructure of increasing production through optimization of agriculture, technology and institutional resource utilization in order to achieve independence of rice availability For the community. This thesis discusses the role of farmer groups in success of rice self-sufficiency in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The problem in this thesis concerns the lack of role of farmers in empowering their members so that the production result is not as expected. This research is located in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The research method used is qualitative and quantitative method. While the type of analysis used is descriptive analysis. Sampling in this research using purposive sampling technique that determination of sample with certain consideration (Sugiyono 2011). Sampling in this study were 39 members of Kelompoktani in Mangliawan village and 32 in Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. Peranan Kelompok tani sangat penting dan memegang peranan strategis dalam mendukung keberhasilan Produksi pertanian.Swasembada beras adalah kegiatan peningkatan beras disertai input sarana dan prasarana peningkatan produksi melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian, teknologi dan kelembagaan guna tercapainya kemandirian ketersediaan beras bagi masyarakat. Peranan Kelompok Tani Dalam Mensukseskan Swasembada Beras di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.mengalami Permasalahan mengenai Kurangnya Peranan Kelompoktani dalam memberdayakan anggotanya sehingga hasil produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini berlokasi di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yakni penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu 39 petani di desa Mangliawan dan 32 di Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan petani di Desa Mangliawan yaitu sebanyak 39 orang pada kategori Cukup Baik sebanyak 30 orang (76,9%) dan Peranan kelompok tani di Desa Pucangsongo sebanyak 32 orang,Sebagian Besar berada pada kategori Cukup Baik, yaitu sebanyak 22 orang ( 68,8%).
RESIDU PUPUK BIOCHAR DAN PHONSKA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Nanga, Agustinus Dama; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur-sayuran. Peningkatan produksi serta permintaan konsumen bertolak belakang dengan budidaya terung dikalangan petani yang mengalami penurunan. Berdasarkan produksi dan prospek pemasaran, maka perlu ditingkatkan produksi tanaman terong salah satunya melalui pemberian pupuk. Usaha pemberian pupuk yang bertujuan menambah persediaan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menigkatkan produksi dan mutu hasil tanaman. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah yang menurun dan untuk mempertahankan unsur hara tersedia dalam jangka waktu yang lama dalam tanah dapat ditempuh dengan melakukan pemupukan berimbang serta penggunaan bahan-bahan pembenah tanah seperti biochar. Tujuan untuk mempelajari residu biocar dan residu ponska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bawang, Kelurahan Tunggul wulung, Kota Malang, Propinsi Jawa Timur, terhitung selama dua bulan, sejak bulan Juni sampai Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan media tanaman pada musim ke II, dalam hal ini penggunaan media tanaman yang telah digunakan pada musim tanam I pada bulan Maret hingga Mei. Pelaksanaan penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor : Faktor yang I adalah Residu Biochar (B), terdiri dari 3 level yaitu : B0 = 0 (tanpa biochar ), B1 = 10 ton/ha, dan B2 = 20 ton/ha. Faktor II adalah Residu pupuk Phonska, terdiri dari 4 level yaitu : P0 = 50 kg/ha, P1 = 100 kg/ha, P2 = 150 kg/ha dan P3 = 200 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi : Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Cabang, Jumlah Bunga, Panjang Buah (cm), Berat Buah (g/tanaman), Diameter Buah (cm2), Berat Basa Batang dan Akar (g/tanaman), Berat Kering Batang dan Akar (g/tanaman), dan Luas daun (cm2). Analisis data akan diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Terdapat hasil interaksi antara perlakuan jenis residu biochar dan residu ponska terhadap parameter pengamatan yaitu bobot basa akar sebesar 196,93 g dan bobot kering akar sebesar 32,90 g. Hasil pengaruh perlakuan residu biochar mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil terong terhadap variabel panjang buah yaitu 15,21 cm, berat buah 171,46 g, diameter buah 13,67 cm2 dan bobot kering akar 7,37 g dan Hasil pengaruh residu ponska mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil, jumlah bunga senyak 1,95 bunga, berat buah 152,67 g, dan diameter buah 8,28 g.
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) TERHADAP PUPUK KOMPOS DAN PUPUK UREA Duka, Ngailu Beko; Hamzah, Amir; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard green (Brassica juncea L.) is one of the leafy vegetable horticulture commodities that are favored by the community because it tastes good (Pardosi et al., 2014). The area of harvest of mustard plant production in 2011 was 376 ha with a yield of 3,410 tons with an average yield of 9.07 tons of ha-1 for 2012, while the average is still very low when compared to the national production scale that is between 9.44 Ton ha-1 (Pardosi at al., 2014). One important factor in the cultivation that supports the success of the production of mustard plants is fertilization. The efficiency of N fertilization in mustard plants is low, ranging from 30-40%. This study aims to determine the response of green mustard plants to the application of compost fertilizer from municipal waste and urea fertilizer to the growth and yield of green mustard plants. The tool used for this research is hoe, arit, gembor, meter, scales, bucket, camera, stationery, paper label, sieve, polybag with volume 10 kg, calculator and handsprayer. The materials used in this research are green mustard seed, compost fertilizer and urea fertilizer. The study used Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor is the dosage of compost fertilizer from municipal wastes with 5 levels ie (1) No Compost, (2) Compost 20 ton / ha, (3) Compost 40 ton / ha, (4) Compost 60 ton / ha, (5) Compost 80 tons / ha. The second factor was the dose of urea fertilizer (N) with 5 levels: (1) without Urea, (2) 100 Urea kg / ha, (3) 150 Urea kg / ha, (4) 200 Urea kg / ha and (5 ) 250 Urea kg / ha. Both factors yielded 25 treatment combinations, each repeated 3 times. Observation variables consist of plant height, Number of leaves, Leaf Area, Wet Weight and Fresh Weight of Plant. The data obtained were analyzed using variance (ANOVA). Conclusion of research (1) There is interaction between compost fertilizer and urea fertilizer on observation of leaf number and leaf area, (2) Compost fertilizer giving effect to the height of mustard plant, leaf area, leaf number and wet weight of plant, (3) Of plant height, number of leaves, leaf area and wet weight of the plant. Sawi (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak, mudah didapat serta proses budidayanya tidak terlalu sulit Salah satu faktor penting dalam budidaya yang menunjang keberhasilan produksi tanaman sawi adalah pemupukan. Efisiensi pemupukan N pada tanaman sawi tergolong rendah, berkisar antara 30-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui respon tanaman sawi hijau terhadap pemberian pupuk kompos dari limbah kota dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah cangkul, arit, gembor, meteran, timbangan, ember, kamera, alat tulis, kertas label, ayakan, polybag dengan volume 10 kg, kalkulator dan handsprayer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih sawi hijau, pupuk kompos dan pupuk urea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pemberian pupuk kompos dari limbah kota dengan 5 taraf yaitu (1) Tanpa Kompos, (2) Kompos 20 ton/ha, (3) Kompos 40 ton/ha, (4) Kompos 60 ton/ha, (5) Kompos 80 ton/ha. Faktor kedua dosis pemberian pupuk urea (N) dengan 5 taraf yang yaitu : (1) Tanpa Urea, (2) 100 Urea kg/ha, (3) 150 Urea kg/ha, (4) 200 Urea kg/ha dan (5) 250 Urea kg/ha. Kedua faktor menghasilkan 25 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas Daun, Bobot basah tanaman dan Bobot Segar Tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Kesimpulan penelitian yaitu (1) Terjadi interaksi antara pupuk kompos dengan pupuk urea pada pengamatan jumlah daun dan luas daun, (2) Pemberian pupuk kompos berpengaruh terhadap tinggi tanaman sawi, luas daun, jumlah daun dan berat basah tanaman, (3) Pemberian pupuk urea berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat basah tanaman.