cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK (Lactobacillus plantarum) TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR (PK) DAN N FESES PADA ITIK PETELUR FASE LAYER Motu, Maria Serviana; Fitasari, Eka; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimulai pada tanggal 02 Juli ? 05 September 2012 di Laboratorium Lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Analisa proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan MakananTernak Universitas Brawijaya. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus plantarum pada pakan terhadap kecernaan protein kasar dan N feses pada itik Khaki Campbell. Materi penelitian yang digunakan adalah itik Khaki Campbell umur 6 bulan, jenis kelamin betina sebanyak 18 ekor dengan bobot badan 1,6 kg. Penelitian menggunakan 6 perlakuan : B0S1 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 25%), B0S2 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 35 %), B0S3 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 45 %), B1S1 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 25%), B1S2 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 35%), B1S3 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 45%) Variabel yang diamati yaitu kecernaan protein kasardan N feses. Metode yang digunakan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang tidak nyata terhadap kecernaan protein kasar (P>0,05), N feces (P>0,05). Penggunaan probiotik dalam pakan memberikan kecernaan protein (1430.84%) dan N feses (31.66g).
KAJIAN PENATAAN LANSKAP JALAN VETERAN DI KOTA MALANG Tanggela, Ardian; Nuraini, Nuraini; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of the town always followed with the construction of city facilities are adequate. One of them, namely adequate road infrastructure. The potential in the build Setup me-dian road solution specifically conceived on the main street of Malang on Veteran Street Malang se-like the green line has an important role in improving the quality of the environment, and the quality must be observed in order not to experience a decrease. The purpose of this research is to examine the Setup or knowing the landscape in the median Veteran Street Malang. The penelian method is used in the data retrieval method using ob-servasi and inventory, data collection consists of primary data and secondary data. The type and amount of vegetation that is in the median of the road Veteran Malang i.e. totalling 40 type of vegetation including Elephant Grass (Pennisetum Purpureum), Baby Blue (Nemophila menziesii), Decorative Broccoli (Enodia), Peanut (Arachis pintoi) Ornamental, Paris (Lili Chlorophytum comosum), Bronjol/Ornamental Onion (Zephyranthes candida), White Jaburan (Ophiopogon jaburan) tea-tehan (Acalypha siamensis), Ornamental Banana (Calathea lutea), Codiaeum Variegatum (Codiaeum variegatum) Gecko, galangal (Alpinia purpurata), Song of India ( Dracaena reflexa), Palm Sadeng (Saribus rotundifolius), Codiaeum Variegatum (Codiaeum variegatum) Bali, mahogany (Swietenia mahagoni), Trembesi (Samanea saman), Soka (modern Ixora coccinea), (Cerbera manghas) Bintaro etc. Based on the observations in what research it can be concluded that the characteristics Setup/layout vegitatiton median that is on the main street of Malang is pretty good just need a cleaner Setup so that it can further beautify and increased the green line's aesthetic value in the way Veteran Malang Kajian Penataan Lanskap Jalan Veteran di Kota Malang. Fakultas Pertanian Program Studi S1 Arsitek Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Pembimbing I : Riyanto Djoko, SP., MP, Pembimbing II : Nuraini, S.Sarl., M.Si. Pembangunan kota selalu diikuti dengan pembangunan fasilitas kota yang memadai. Sa-lah satunya yaitu prasarana jalan yang memadai. Potensi dalam membangun penataan me¬dian jalan kususnya di jalan utama Kota Malang tepatnya di Jalan Veteran Kota Malang se¬bagai jalur hijau mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan, dan kualitas tersebut harus diperhatikan agar tidak mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji atau mengetahui penataan lanskap di median jalan Veteran Kota Malang. Metode penelian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan metode ob¬servasi dan inventarisasi, pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Jenis dan jumlah vegetasi yang ada di median jalan Veteran Kota Malang yaitu berjumlah 40 jenis veg-etasi diantaranya Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum), Baby Blue (Nemophila menziesii), Brokoli Hias (Enodia), Kacang Hias (Arachis pintoi), Lili Paris (Chlorophytum comosum), Bawang Bronjol/ Hias (Zephyranthes candida), Jaburan Putih (Ophiopogon jaburan)Teh-tehan (Acalypha siamensis), Pisang Hias (Calathea lutea), Puring tokek (Codiaeum variegatum), Lengkuas Merah (Alpinia purpurata), Song of India (Dracaena reflexa), Palem Sadeng (Saribus rotundifolius), Puring Bali (Codiaeum variegatum), Mahoni (Swietenia mahagoni), Trembesi (Samanea saman), Soka (Ixora coccinea), Bintaro (Cerbera manghas) dll. Berdasarkan hasil pengamatan dilokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa karateristik penataan/tata letak veg¬etasi yang ada di median jalan utama Kota Malang sudah cukup bagus hanya perlu penataan yang lebih rapi sehingga dapat lebih memperindah dan meningkat¬kan nilai estetika jalur hijau di Jalan Veteran Kota Malang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA TENAGA KERJA DESA UNTUK BEKERJA PADA SEKTOR NON PERTANIAN (Studi Kasus Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) Chandra, Alex; Arvianti, Eri Yusnita; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the dynamics of the village workforce to work in non-agricultural sector in Jenggolo Village, Penarukan Village, Sukoharjo Village and Talangagung Village, Kepanjen Subdistrict. The data used in this research is primary data and secondary data, the data is analyzed using logistic regression model (LRM). Independent variables used were gender, education level, income level, number of family members, broad sense of agricultural land and work experience. While the variables denpenden the dynamics of labor which consists of agriculture and non agriculture. The results showed the gender and income level did not affect the dynamics of the village workforce to work in the non-agricultural sector. For example, education level variables have a positive and significant influence on the dynamics of rural labor to work in the non-agricultural sector and the variable number of family members, the broad sense of agricultural land and work experience show a negative and significant result to the dynamics of rural labor to work in non-agricultural sectors . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian di Desa Jenggolo, Desa Penarukan, Desa Sukoharjo dan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder, data tersebut dianalisis menggunakan logistic regression model (LRM). Variabel independen yang digunakan yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja. Sedangkan varibel denpenden yaitu dinamika tenaga kerja yang terdiri dari pertanian dan non pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel jenis kelamin dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian. Sedangkan variabel tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian dan variabel jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja menunjukan hasil yang negatif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian.
APLIKASI AIR CUCIAN BERAS PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR (Capsicum annumm L.) Janur, Maria Yasinta; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air cucian beras merupakan salah satu limbah organik memiliki nilai guna karena banyak nutrisi yang terlarut didalamnya. Penelitian bertujuan untuk menentukan kombinasi takaran air cucian beras dan frekuensi pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.).Penelitian dilakukan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 635 meter dari permukaan laut. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Maret sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 3 dengan tiga ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu : A0(Tanpa Air Cucian Beras/Kontrol) A1 (Takaran Air Cucian Beras 100ml/polybag), A2(Takaran Air Cucian Beras 200 ml/polybag) A3 (Takaran Air Cucian Beras 300 ml/polybag). Faktor kedua adalah Frekuensi Pemberian Air Cucian Beras terdiri atas 3 taraf, yaitu :F1: 3 kali pemberian,F2: 5 kali pemberianF3: 6 kali pemberian. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara takaran dan frekuensi air cucian beras terhadap semua parameter yang diamati. Aplikasi air cucian beras sampai dengan 300 ml dan frekuensi pemberian tidak berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP KECERNAAN, BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN LEMAK KASAR PADA AYAM BROILER. Kulla, Harun; Supartini, Nonok; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer demand for meat commodities as a source of animal protein is currently quite high. Poultry meat is an excellent commodity to be developed as a strategic commodity, especially in terms of fulfilling the nutritional needs, health, and living standards of the community. To achieve the success of the broiler farm business, not only requires large capital and adequate skills, but also the management and marketing of reliable production. The purpose of this study is to determine the effect of different levels of powder herbs against dry matter digestion, organic matter, and crude fat in broiler chickens. The method used is the experimental method and complete randomized design (RAL). Treatment of P0 = Giving rations without herb powder, P1 = feeding + herbs 0.3%, P2 = ration + herb pepper 0.6%, P3 = ration + herb pepper 0.9%. The results of research, it can be concluded that the provision of herbal powder does not give a significant different effect of the four treatments on the digestibility of dry matter and organic materials but significantly different from the grease fat digestibility. The highest digestibility was found in P2 treated with herb powder at 0.6%. Permintaan konsumen akan komoditi daging sebagai sumber protein hewani saat ini cukup tinggi. Daging unggas merupakan komoditi unggul yang tepat untuk dikembangkan sebagai suatu komoditi strategis, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat. Untuk mencapai kesuksesan usaha peternakan ayam broiler, tidak hanya memerlukan modal yang besar dan keterampilan yang memadai, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produksi yang handal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan tingkat puyer herbal terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Lemak Kasar pada ayam broiler. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penilitian P0 = Pemberian ransum tanpa puyer herbal, P1 = pemberian ransum + puyer herbal 0,3%, P2 = pemberian ransum + puyer herbal 0,6%, P3 = pemberian ransum + puyer herbal 0,9%. Hasil penilitian, maka dapat di simpulkan bahwa pemberian puyer herbal memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik namun berbeda nyata dengan kecernaan lemak kasar. Kecernaan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yang di berikan puyer herbal sebesar 0,6%.
DESKRIPSI DAN IDENTIFIKASI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA KLON KETURUNAN BIS OP-61 DAN 73-6/2 Maulana, Eka; Lestari, Sri Umi; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Examination of Novelty, Distinctness, Uniformity and Stability is an examination of the plant varieties that would be applied to get the right of Plant Variety Protection (PVT). Examination of the varieties that need to be done include the trait of novelty, distinctness, uniformity and stability; using methods which have been determined in accordance General Guidelines For The Conduct Of Novelty, Distinctness, Uniformity And Stability. Examinaniton carried out on six clones of BIS OP-61 off spring and six clones of 73-6/2 off spring. This trial carried out at the Reseach Station of Brawijaya University, in Jatikerto Village, Kromengan District, Malang City, during from March until August 2016. The result of test showed that from six clone BIS OP-61 and six clone 73-6/2 have a common chracters As: vine, leaf and storage root. The result of agronomy characters on fresh weight tuber on six clon BIS OP-61 ranges 0,92 kg/plant until 1,82 kg/plant, while on six clon 73-6/2 ongenotype 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/plant. Pests attack and uret the most on clone off spring BIS OP-61 on genotype BIS OP-61 OP-6, BIS OP-61 OP-9 and BIS OP-61 OP-17. Uji BUSS merupakan pemeriksaan terhadap varietas tanaman yang dimohonkan untuk mendapatkan hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), pemeriksaan terhadap varietas yang perlu dilakukan mencakup sifat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan; menggunakan metode yang telah ditentukan sesuai Panduan Pelaksanaan Uji BUSS. Pengujian BUSS dilakukan terhadap enam klon keturunan BIS OP-61 dan enam klon keturunan 73-6/2. Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang, berlangsung sejak bulan Maret sampai dengan Agustus 2016. Hasil pengujian menunjukkandari enam genotipe BIS OP-61 dan enam genotipe 73-6/2 terdapat keragaman karakter morfologi pada batang, daun dan umbi. Hasil dari karakter agronomi pada bobot segar umbi terhadap enam klon BIS OP-61 berkisar antara 0,92 kg/tanaman sampai 1,82 kg/tanaman, sedangkan pada enam klon 73-6/2 pada genotipe 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/tanaman. Serangan hama lanas dan uret terbanyak terdapat pada klon keturunan BIS OP-61 yaitu pada genotipe BIS OP-61OP-6, BIS OP-61 OP-9 dan BIS OP-61 OP-17.
APLIKASI AUKSIN NAA (Naftalena Acetic Acide) DAN PUPUK DAUN PADAPERTUMBUHAN VEGETATIF Phalaenopsis HIBRIDA Mau, Lazarus Jata; Astutik, Astutik; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to accelerate the vegetative period of Phalaenopsis hybrids one of which can be done with the application of NAA auksin hormone and leaf fertilizer. The aim of this research is to know the influence of Auksin NAA and leaf fertilizer on the growth of Phalaenopsis hybrid orchid. The research was conducted at Green house Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Malang City, for 5 months. The experiment was conducted by using Factorial Randomized Complete Random Design (RAL) consisting of 2 factors, ie factor I: NAA concentration: control 0 ppm (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2), and 300 ppm (N3). Factor II: leaf fertilizer, Growmore (P1) and Gandasil D (P2). Observed variables include: when shoots appear, leaf length, leaf width and percentage of live plants. The results showed that there was interaction between NAA concentration and leaf fertilizer type on the time of shoot. When the fastest shoots appear at NAA 100 ppm, Growmore fertilizer (N1P1), which is 29 days. NAA hormone effect on the increase of leaf length and leaf width until the age of 16 weeks. The best hybrid phalaenopsis growth was obtained on NAA 200 ppm with 1.49 cm leaf length and 1.06 cm leaf width up to 16 weeks old. Growmore and Gandasil D had no effect on vegetative growth of hybrid Orchid Phalaenopsis plants. Upaya untuk mepercepat masa vegetatif Phalaenopsis hibrida salah satunya dapat dilakukan dengan aplikasi hormon auksin NAA dan pupuk daun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Auksin NAA dan jenis pupuk daun terhadappertumbuhan vegetative anggrek Phalaenopsis hibrida. Penelitian dilaksanakan di Green house Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Kota Malang, selama 5 bulan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri 2 faktor yaitu, faktor I : konsentrasi NAA: kontrol 0 ppm (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2), dan 300 ppm (N3). Faktor II : pupuk daun, Growmore (P1) dan Gandasil D (P2). Variabel yang diamati meliputi : saat muncul tunas, panjang daun, lebar daun dan presentase tanaman hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat interaksi antara konsentrasi NAA dan jenis pupuk daun terhadap saat muncul tunas. Saat muncul tunas tercepat pada NAA 100 ppm, pupuk Growmore (N1P1), yaitu 29 hari. Hormon NAA berpengaruh terhadap pertambahan panjang daun danlebar daun sampai umur 16 minggu. Pertumbuhan Phalaenopsis hibrida terbaik diperoleh pada pemberian NAA 200 ppm dengan pertambahan panjang daun 1,49 cm dan pertambahan lebar daun 1,06 cm sampai dengan umur 16 minggu. Growmore dan Gandasil D tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Anggrek Phalaenopsis hibrida.
PENGARUH LEVEL SUPLEMEN TERNAK ORGANIK YANG BERBEDA PADA FERMENTASI BATANG PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA Lou, Stefania; Marhaeniyanto, Eko; Thiasari, Nurita
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of different levels of organic livestock supplements (STO) on banana stem fermentation to physicochemical characteristics including pH, color, shape, texture and odor, dry matter, crude fat. The main ingredients in this study were banana sticks and STO with rice bran as extra material. This study used a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 5 treatments and 5 replications and 21 days of ripening. P0: 100% banana stem + 10% without addition of STO, P1: 100% banana stem + 10% rice bran + 0.1% STO, P2: 100% banana stem + rice bran 10% + 0, 2% STO, P3: Banana stem 100% + rice bran 10% + 0.3% STO, P4: 100% banana stem + rice bran 10% + 0, 4% STO. Based on the results of organoleptic test of banana stem fermentation using STO there were no changes in color, texture, odor or shape. Excellent pH treatment was found in P1 with pH 4.0, P0 and P2 with pH 4.1 P3 and P4 pH 4.3 but there was no significant effect between treatments (P>0.05). The nutrient content of dry and crude fat in banana stem fermentation showed very different treatment (P0,05). Kandungan nutrisi bahan kering dan lemak kasar pada fermentasi batang pisang menunjukkan antara perlakuan berbeda sangat nyata (P
PERUBAHAN SIFAT FISIK BUAH APEL KUPAS YANG DILAPISI PENYALUT EDIBEL DARI PATI KELADI DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM METABISULFIT Ximenes Guterres, Anapula Do Rosario; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalut edible berfungsi untuk menyalut buah apel kupas atau untuk mempertahankan kesegaran dan kualitas buah. Natrium metabisulfit yang bersifat padat dan berwarna putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik aplikasi penyalut edible berbasis pati keladi dengan penambahan natrium metabisulfit pada buah apel kupas. Penelitian ini di Laboratorium Rekayasa Proses dan Sistem Produksi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhamadiyah Malang. Penelitian menggunakan Rancagan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor I yaitu Natrium metabisulfit yang terdiri dari 3 level yaitu KI = 1 %b/v. K2 = 3 %b/v, K3 = 5 %b/v dan faktor II yaitu Natrium metabisulfit menghasilkan perlakuan terbaik yaitu pati keladi 1 %b/v dan Na-bisulfit 200 ppm berdasarkan uji indeks efektifitas, yang memiliki NH sebesar 0,81.
PROPORSI TEPUNG SORGUM DENGAN TEPUNG TERIGU DAN PENGAYAAN NUTRISI MENGGUNAKAN TEPUNG KACANG MERAH PADA PEMBUATAN BISKUIT SERTA ANALISA USAHANYA Wondo, Theresia; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biscuits are a kind of pastry made from wheat flour, sugar, sorghum flour. Sorghum flour has a good potential to used as a substitute to wheat flour. This study aimed to obtain the best proportion of sorghum flour : wheat flour and nutrients enrichment using red bean flour in making biscuits and its business feasibility. This experiment was conducted using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors. The first factors the proportion of Sorghum flour wheat flour with 4 levels of treatment, Second factor the addition of red bean flour with 3 boels of treatments and repeated 2 times. The result of research showed that the best treatment was found in the proportion of sorghum flour 40%: wheat flour 60% addition of red bean flour 5% and the parameters water content 0,18%, ash 0,26%, protein 0,03%, fracturability 0.21N. Biskuit merupakan salah satu jenis makanan kue kering (pastry) yang dibuat dari bahan dasar tepung terigu, gula, tepung sorgum. Tepung sorgum memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung sorgum dengan tepung terigu dan pengayaan nutrisi menggunakan tepung kacang merah, yang terbaik dalam pembuatan biskuit serta kelayakan usahanya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 Faktor. Faktor (1) Proporsi tepung sorgum dengan tepung terigu dengan 4 taraf perlakuan, Faktor (2) Penambahan tepung kacang merah dengan 3 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga memperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu terdapat pada proporsi tepung sorgum 40% tepung terigu 60% tepung kacang merah 5% dengan parameter kadar air 0,18%, kadar abu 0,26%, protein 0,03%, daya patah 0,21N.