cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PELAKSANAAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Doren, Oktavianus Ratu; Suwasono, Son; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the farmer group participation in the implementation of extension program, and what factors affect the participation of farmer groups in the implementation of extension program in Sukomulyo Village, Pujon Subdistrict, Malang Regency. The method used in this research is qualitative method, which where the data needed is primary data and secondary data through observation, interview and coisoner. While the analysis used is statistical descriptive analysis and regression regression analysis. The results showed that the participation rate of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency is categorized as good or active. The factors that influence the participation of farmer groups in the implementation of the extension program are internal factors (age, education, and the number of dependents) and external factors (intensity of counseling, communication ferkuensi and organizational participation) that simultaneously internal factors and external factors significantly influence the participation of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan, dan faktor apa saja yang yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Metode yang yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, yang dimana data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder melalui observasi, wawancara dan koisoner. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik dan analisis regresi regresi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dikategorikan baik atau aktif. Faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan adalah faktor internal (umur, pendidikan, dan jumlah tanggungan) dan faktor eksternal (intensitas penyuluhan, ferkuensi komunikasi dan keikutsertaan organisasi) yang secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan.Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner.Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.
Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Pada Kegiatan Pola Pangan Beragam, Bergizi Seimbang Dan Aman ( B2SA ) Di Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Seruni Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Bala, Herman Hardyanto; Muljawan, Rikawanto Eko; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security is the condition of the fulfillment of food for the state up to the individual that is reflected from the availability of adequate food, both quantity and quality, safe, diverse, nutritious, and evenly (Minister of Agriculture Regulation number 15 of 2015). Agricultural extension strategy is intended to accelerate the achievement of four successful agricultural development as the policy of the Ministry of Agriculture by involving the whole community to support and actively participate in the success of the existing programs. This study aims to find out the communication strategy of agricultural extension on B2SA food pattern activity and to know the activity of B2SA food pattern in KWT Seruni. The research method used is interview / quesionare, obeservasi and documentation, data analysis using qualitative descriptive analysis. The location of research in Sengguruh Village, Kepanjen District, Malang Regency in April-April 2017 with 36 respondents. Based on the result of the research, the result is the group method which is done by the agriculture extension of 86,5%, individual method 61,5%, mass method that is gathering 78% and communication media 92%, suitability of communication material 94,5%, have program of KWT 97 ,5%, KWT 94.5% business plan, 100% KWT assistance and practice / skill of B2SA activities 92%. From the results and the discussion can be obtained by conclusion that the agricultural extension implementing the method using group method, the counselor held a routine meeting 2 times a month and make individual visits. Media suitability using print media and KWT Seruni has programs, business plans, assistance and trained in various skills related to B2SA food activities. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya dan tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi dan merata (Peraturan Menteri Pertanian nomor 15 tahun 2015). Strategi penyuluhan pertanian ditujukan untuk mempercepat pencapaian empat sukses pembangunan pertanian sebagaimana kebijakan Kementerian Pertanian dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk mendukung dan berperan serta secara aktif menyukseskan program yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi penyuluh pertanian pada kegiatan pola pangan B2SA dan untuk mengetahui kegiatan pola pangan B2SA di KWT Seruni. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara/quesionare, obeservasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang pada bulan april-mei tahun 2017 dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu metode kelompok yang di lakukan penyuluh pertanian sebesar 86,5%, metode perorangan 61,5%, metode massal yaitu pertemuan 78% dan media komunikasi 92%, kesesuaian materi komunikasi 94,5%, memiliki program KWT 97,5%, rencana usaha KWT 94,5%, bantuan yang didapat oleh KWT 100% dan praktek/keterampilan kegiatan B2SA 92%. Diperoleh kesimpulan bahwa penyuluh pertanian melakukan penerapan metode menggunakan metode kelompok yaitu melakukan pertemuan rutin 2 kali dalam sebulan serta melakukan kunjungan perorangan. Kesesuaian media menggunakan media cetak dan KWT Seruni mempunyai program, rencana usaha, bantuan dan dilatih berbagai keterampilan terkait kegiatan pangan B2SA.
PENGARUH BIOPESTISIDA NABATI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersium esculentum L.) Niga, Regina Magi; Indawan, Edyson; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study has the objective to determine the effectiveness of plant-based biopesticides and growing media in increased production of tomato plants. Research using (RAK) factorial of two factors, namely vegetable and Bokashi biopesticides. Each consists of 4 levels of treatment trials (Factor) A: A0 = Control (without biopesticides vegetable), A1 = 20 ml / l, A2 = 40 ml / l, A3 = 60 ml / l, while the second factor consisted of 4 level of treatment (factor) B: B0 = Control (without bokashi), B1 = 5.5 kg Soil and bokashi 5 ton / ha (0,5kg / polybag), B2 = Land bokashi 5 kg and 10 tonnes / ha (1 kg / polybag), B3 = Land 4.5 kg and bokashi 15 ton (1.5 kg / polybag), in order to get 16 combinations, repeated 4 times obtained 64 experimental unit. Each experimental unit there are two plants so that the total of plants used in the trial was 128 plants. Results showed treatment with a dose Bokashi (B3: 15 ton / ha (1.5 kg / polybag) real effect on tomato plant height parameter HST at age 35, the number of leaf age 35 HST numbered, leaf area age 23 HST, and the amount of interest age 33 HST 11.03 a flower, because of nutrient content contained in bokashi able to add height to the stems of tomato plants. Giving bokashi doses (B1: 0.5 kg / polybag) real effect on the number of majority age of 78 HST fruit and fruit weight weighing the age of 78 DAP. biopesticides vegetable given no real effect, except parameter number of leaf age 35 HST. bokashi effective treatment for each parameter observation while biopesticides vegetable tomato plants on the observation of the number of leaves of tomato plants of age 35 HST, the other is not effective. Penelitian memiliki tujuan untuk menentukan keefektifan biopestisida nabati dan media tanam dalam peningkatan produksi tanaman tomat. Penelitian menggunakan (RAK) faktorial dua faktor yaitu biopestisida nabati dan bokashi. Masing-masing terdiri dari 4 taraf perlakuan percobaan, sehingga didapat 16 kombinasi, diulang sebanyak 4 kali diperoleh 64 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 2 tanaman sehingga total tanaman yang digunakan pada percobaan adalah 128 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan bokashi dengan dosis (B3 : 1,5 kg/polybag) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman tomat umur 35 HST sebesar, jumlah daun umur 35 HST berjumlah, luas daun umur 23 HST, dan jumlah bunga umur 33 HST sejumlah 11,03 bunga, karena kandungan hara yang terdapat dalam bokashi mampu menambah tinggi pada batang tanaman tomat. Pemberian bokashi dengan dosis (B1 : 0,5 kg/polybag) berpengaruh nyata pada jumlah buah terbanyak umur 78 HST dan bobot buah seberat umur 78 HST. Biopestisida nabati yang diberikan tidak berpengaruh nyata, kecuali parameter jumlah daun umur 35 HST. Perlakuan bokashi efektif pada setiap parameter pengamatan tanaman tomat sedangkan biopestisida nabati pada pengamatan jumlah daun tanaman tomat umur 35 HST, yang lainnya tidak efektif.
PROFIL PETERNAK DAN PRODUKSI SUSU SAPI PFH LAKTASI DI DESA PANDANSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Bali, Vinsensius; Marhaeniyanto, Eko; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research aim is to determine profile of farmers and production beef pfh lactation. The research is made as a study information and guidelines milk production beef pfh lactation to improve milk production. Research carried out in Villages Pandansari in Ngantang Malang District on 18 July to 18 August 2016. Material research is cattle farmers dairy and cattle PFH lactation were 217 tail. Methods used is the method survey (survey reseach ) with presentation of data in descriptive. The primary data was obtained from respondents used technique the questionnaire and documentation. Secondary data was a Village Administrations and KUD source prosperous Ngantang, books, the library, and literature. The sample collection in purposive sampling of farmers of dairy cattle pfh lactation by the number of 80 of 305 population based on the number of ownership of cattle and pfh lactation tail ? 2 and long ? 5 year farm. In conclusion are the education level of farmers the average primary schools with prosentase of 51.3%, farmers the average age 40 years, sex the average men of 95,0%, long as livestock the average 12 years amounting to 22.5%, scale the case of livestock assets an average of 2 tail of 32.5%, feed forage given tebon corn some 63 people or 78.8%, feed concentrates given a kind of formulation a of 100,0%, the frequency of the provision of feed forage is 3 times a day of 100,0%, the frequency of the provision of feed concentrates an average of 2 times a day of 90,0%. Milk production dairy cows in the Village Pandansari in Ngantang Malang District average is 10,72 liter/day. ujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil peternak dan produksi sapi PFH laktasi. Manfaat penelitian adalah dijadikan sebagai bahan informasi dan pedoman kajian produksi susu sapi PFH laktasi dalam upaya meningkatkan produksi susu. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang pada tanggal 18 Juli sampai 18 Agustus 2016. Materi penelitian adalah peternak sapi perah dan ternak sapi PFH laktasi. Metode yang digunakan adalah metode survey ( survey reseach ) dengan penyajian data secara deskriptif. Pengumpulan data primer diperoleh dari responden menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Data sekunder adalah dokumen pemerintah Desa dan KUD Sumber Makmur Ngantang, buku, bahan pustaka, dan literature. Pengambilan sampel secara purposive sampling dari peternak yang memelihara sapi perah PFH laktasi dengan jumlah 80 dari 305 populasi berdasarkan jumlah kepemilikan ternak sapi PFH laktasi ? 2 ekor dan lama beternak ? 5 tahun. Kesimpulannya adalah tingkat pendidikan peternak rata-rata SD dengan prosentase sebesar 51,3%, umur peternak rata-rata 40 tahun, jenis kelamin rata-rata laki-laki sebesar 95,0%, lama beternak 12 tahun sebesar 22,5%, skala kepemilikan ternak rata-rata 2 ekor sebesar 32,5%, pakan hijauan tebon jagung sebanyak 63 orang atau 78.8%, pakan konsentrat yang diberikan jenis formulasi A sebesar 100,0%, frekuensi pemberian pakan hijauan adalah 3 kali sehari sebesar 100,0%, frekuensi pemberian pakan konsentrat rata-rata 2 kali sehari sebesar 90,0%. Produksi susu sapi perah adalah 10,72 liter/hari.
ANALISIS KUALITAS VISUAL PADA LANSKAP ALUN – ALUN TUGU BALAI KOTA MALANG Sare, Maksimus; Djoko, Riyanto; Ameliawati, Presti
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Tugu Balai Kota Malang merupakan tempat yang mempunyai nilai serta fungsi bagi perkembangan Kota Malang sejak tahun 1946 hinggga saat ini. Sebagai kawasan sejarah dan pusat pariwisata, Alun-alun Tugu harus di kelola untuk mempertahankan keberlangsunganya baik sosial budaya, manusia maupun alam. Banyaknya pengunjung di Alun-Alun Malang, membuat kualitas lingkungan semakin menurun. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas visual pada Lanskap Alun-Alun Tugu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari hingga Oktober 2015. Menurut hasil analisis, diketahui bahwa nilai SBE paling tinggi terdapat pada Foto 1, Foto 4, Foto 12, Foto 17, Foto 18, dan Foto 30. Yang masing-masing memiliki nilai 8,03; 8,10; 8,10; 8,07; 8,17; dan 8,77. Keenam foto tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda. Tidak hanya dari sudut pandang pengambilan foto, tetapi pengaruh pergerakan matahari (siang dan malam). Selain itu, adanya pengaruh cahaya dan ligthing (sinar lampu). Dari hasil penelitian, disimpulkan beberapa rekomendasi untuk mengelola Alun-Alun Tugu agar menjadi kawasan yang lebih baik. Rekomendasi tersebut : 1) Tugu atau monumen yang berada ditengah atau pusat Alun-Alun menjadi point dan perhatian utama kawasan. Oleh karena itu, keberadaan softscape (vegetasi) maupun hardscape tidak boleh menghalangi pandangan viewer yang berada dilokasi tapak; 2) Keenam titik gambar yang diambil dari arah pandang menuju tapak, sebaiknya menjadi prioritas penting untuk dijaga dan dilestarikan, baik dari keberadaan softscape maupun hardscapenya.
REDESAIN PESISIR PANTAI RIA SEBAGAI WISATA BAHARI DIKOTA ENDE, FLORES – NTT Ramadan, Ramadan; Setyabudi, Irawan; Nailufar, Balqis
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine Tourism is a tourism activity carried out by a person or group of people. include several activities such as, walking, relaxing, culinary, swimming, diving, boating, fishing and education. Since its establishment in 2004, Ria Beach has only few facilities for leisure and enjoying culinary delights. There are still many marine tourism activities that have not been provided and facilitated. In terms of tourist attractions, Ria Beach is still lack in infrastructure such as parking area and good trash bins. So that it still does not show a character as Marine Tourism spot. This study aimed to increase the existence of marine tourism in Ria Beach in Ende through a redesigning process. Redesign is an activity of planning and redesigning a change so that physical changes occur without changing its function either through expansion or relocation of location. The method in this study was a design method with the steps was data inventory, analysis, synthesis, planning (concept) and design. The designed area was 21,602.07 m². The design concept of Ria Beach consisted of philosophical concepts, form concepts, space concepts, activities and facilities concepts, circulation concepts, material concepts, vegetation concepts and sclupture layout concepts. The design results divided Ria Beach into two namely active and passive space. And the division of areas according to the needs of activities and marine tourism facilities such as parking area, supporting area, plaza area, culinary area, playing area, educational area, selfie area, water tourism area, fishing area and garbage dump area (TPS). Ria Beach an aesthetic marine tourism area, amenity and educative. Wisata Bahari merupakan kegiatan wisata yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang meliputi beberapa aktivitas seperti, jalan-jalan, bersantai, kuliner, berenang, menyelam, berperahu, memancing dan edukasi. Semenjak berdiri di tahun 2004, Wisata Bahari Pantai Ria hanya memiliki fasilitas untuk kegiatan bersantai dan menikmati kuliner. Masih banyak aktifitas wisata bahari yang belum disediakan dan difasilitasi. Dari segi lokasi wisata Pantai Ria masih kurang dalam infrastrukur seperti belum tersedianya tempat parkir dan tempat sampah yang baik. Sehingga masih belum menunjukan karakter sebagai sebuah tempat Wisata Bahari. Penelitian ini bertujuan menambah eksistensi sebagai wisata bahari pada Wisata Bahari Pantai Ria Kota Ende melalui proses Redesain. Redesain adalah kegiatan perencanaan dan perancangan kembali suatu perubahan sehingga terjadi perubahan fisik tanpa merubah fungsinya baik melalui perluasan maupun pemindahan lokasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode desain dengan tahapan yang dilakukan antara lain: inventarisasi data, analisis, sintesis, pencanaan (konsep) dan desain. Luas area yang dirancang 21.602,07 m². Konsep desain Pantai Ria terdiri dari konsep filosofis, konsep bentuk, konsep ruang, konsep aktifitas & fasilitas, konsep sirkulasi, konsep material, konsep vegetasi dan konsep tata letak sclupture. Penyataan konsep dilanjutkan dengan desain. Hasil desain, Pantai Ria dibagi menjadi 2 yakni ruang aktif dan pasif. Dan pembagian area sesuai kebutuhan aktifitas dan fasilitas wisata bahari antara lain: area parkir, area penunjang, area plaza, area kuliner, area bermain, area edukasi, area selfie, area wisata air, area pancing dan area TPS. Pantai Ria menjadi sebuah kawasan Wisata Bahari yang estetis. ameniti dan edukatif.
ANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA AKAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Lorensius, Lorensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is a type of commercial vegetables that has long been cultivated. The price of chili pepper in Landungsari and Tlogomas is relatively high. This is due to the unstable number of chilies produced and the amount of consumer demand that fluctuate so as to have an impact on the instability of the market price of peppers. This study aims to analyze household demand for cahili pepper, analyze the factors that influence household demand for cahili pepper, and analyze the most dominant factors affecting household demand for chili pepper in Landungsari and Tlogomas. The analysis method that used in this research is descriptive quantitative method. Quantitative method use the multiple linear regression. Data were obtained by direct interview and questionnaire. The results showed that household demand for cahili pepper in Landungsari subdistrict of Dau and Tlogomas subdistrict of Lowokwaru were 2.08 and 1.94 Kg / month with average purchase frequency 7 times in a month, and average price for chili pepper is Rp. 31.400 and Rp.30.100. Factors that affecting the household demand for chili pepper are tomato price, household income, and education level. The most dominant factor affecting household demand for chili in Landungsari is the price of tomato, while in Tlogomas is the household income. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang sejak lama telah dibudidayakan. Harga cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas hingga saat ini masih relatif tinggi. Hal ini karena tidak stabilnya jumlah cabai yang diproduksi dan jumlah permintaan konsumen yang berfluktuatif sehingga dapat memberikan dampak pada ketidakstabilan harga cabai dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan rumah tangga akan cabai rawit, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit, dan menganalisis faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau dan Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru masing-masing sebesar 2,08 dan 1,94 Kg/bulan dengan rata-rata frekuensi pembelian 7 kali dalam sebulan, dan harga rata-rata cabai rawit adalah Rp. 31.400 dan Rp.30.100. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit adalah harga tomat, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari adalah harga tomat, sedangkan di Kelurahan Tlogomas adalah pendapatan rumah tangga.
KAJIAN JENIS ADSORBEN PADA PEMURNIAN ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT Hendriono, Hendriono; Sasongko, Pramono; Ahmadi, Kgs
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis adsorben pada proses pemurnian asap cair yang terbaik berdasarkan kadar asam, kadar fenol, dan kadar karbonil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan percobaan yang terdiri dari tiga jenis adsorben yaitu zeolit, bentonit, dan karbon aktif. Masing-masing jenis adsorben diaplikasikan dalam tiga konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20%, dan 30%. Pemurnian menggunakan karbon aktif dengan konsentrasi 20% menunjukkan hasil terbaik dengan kadar asam, kadar fenol, dan kadar karbonil paling tinggi dibandingkan jenis adsorben lainnya. Berdasarkan analisa GC-MS pada seluruh sampel diketahui bahwa semua asap cair yang dihasilkan memiliki kandungan senyawa asam, karbonil, dan fenol.
PENGARUH PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI Neri, Fhilipus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of the use of farming production facilities that allegedly affect the income of farming in Jatirejoyoso Village, Kepanjen Subdistrict. Data collected in the study were analyzed using regression model. The results of this study indicate that the variables of land area, urea fertilizer, and NPK fertilizer have an effect on rice farming income, while the variable of labor, seed, TSP fertilizer, and pesticide have no significant effect. The area of land used for rice farming is 1.10 Ha; seeds used with the amount of 34 Kg / Ha; manpower with the number of 5 people / Ha; and the fertilizer used are: Urea 138 Kg / Ha, TSP 92 Kg / Ha, NPK 143 Kg / Ha; the drugs used are: herbicide 2 L / Ha, insecticide 2 L / Ha. The net income of rice farming in Jatirejoyoso village is Rp.35.483.948 / Ha. with production of 8,333 Kg / Ha, revenue of Rp.37.650.000 / Ha, and production cost of Rp.2.166.052 / Ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sarana produksi usahatani yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dianalisis menggunakan model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, pupuk urea, dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan variabel tenaga kerja, benih, pupuk TSP, dan pestisida tidak mempunyai pengaruh signifikan. Luas lahan yang digunakan untuk usahatani padi rata-rata 1,10 Ha; benih yang digunakan dengan jumlah 34 Kg/Ha; tenaga kerja dengan jumlah 5 orang/Ha; serta pupuk yang digunakan adalah: Urea 138 Kg/Ha, TSP 92 Kg/Ha, NPK 143 Kg/Ha; obat-obatan yang digunakan adalah: herbisida 2 L/Ha, insektisida 2 L/Ha. Pendapatan bersih usahatani padi sawah di Desa Jatirejoyoso yaitu sebesar Rp.35.483.948 /Ha. dengan produksi sebesar 8.333 Kg/Ha, penerimaan sebesar Rp.37.650.000/Ha, dan biaya produksi sebesar Rp.2.166.052/Ha.