cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PUPUK BAYFOLAN DAN PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF SELADA HIJAU Handari, Linda Wahyu; Sutoyo, Sutoyo; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the vegetables of high economic value, one an increase in production with fertilizer applications bayfolan. Research conducted in the villages Lowokwaru (+ 450 m asl) Lowokwaru District Malang using a completely randomized design with a dosage of bayfolan consists of 3 levels of dosage and one control treatment (p0 = control, p1 = 0.5 ml, p2 = 1.0 ml and p3 = 1.5 ml), where each treatment was replicated four times and green lettuce grown hydroponically. Results showed bayfolan fertilizer dosing 1.5 ml deliver increased growth of plant height and leaf area better than without fertilizer bayfolan although not significantly different from the other dose treatment. While the dose of fertilizer bayfolan not significant effect on the number of leaves. Penelitian ini dilaksanakan didesa Kabupaten Malang Jawa Timur dengan ketinggian + 450 meter dpl. Waktu penelitian ini dilakukan selama 32 hari yaitu dimulai tanggal 4 September ? 4 Oktober 2015 dengan tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pertumbuhan vegetatif ( tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun ) terhadap tanaman Selada (Lactuca sativa L) dengan pemberian pupuk cair Bayfolan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Adapun perlakuannya sebagai berikut : P0= Kontrol, P1 = Pupuk 0,5 ml , P2 = Pupuk 1 ml dan P3 = Pupuk 1,5 ml. Variabel ? variabel yang diamati pada penelitian ini sebagai berikut : Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Luas Daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ( uji F ) dengan taraf nyata 5%. Jika pada anlisis ragam terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan yang dicoba. Pemberian berbagai dosis pupuk bayfolan pada tanaman selada Lettuce (Lactuca sativa L.) cenderung mempercepat semua variabel pengamatan. Namun tidak berbeda nyata secara uji statistik Uji Anova taraf 5%.
PEMANFAATAN ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA VERTIKULTUR VERTIKAL DAN PUPUK PETROGANIK PADA PERTUMBUHAN SELADA KRITING HIJAU (Lactuca sativa var. crispa) Ebu, Liberti; Astutik, Astutik; Agastya, I Made Indra
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the benefits of charcoal chaff in agriculture as a soil enhancer. Charcoal aiming to know the effect of charcoal charcoal media mix and the dosage of petroganic fertilizer to growth and yield of green curly lettuce (Lactuca sativa var.crispa). The research was conducted in the yard of Tlogomas Street Kec. Lowokwaru, Malang City. The study lasted for 4 months starting from December 2016 until March 2017. The study used Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 4 replications. The treatment factor in this research consisted of two (2) factors, namely: Factor I was charcoal husk (A) consisted of: A0 (0 kg), A1 (4 kg) and A2 (8 kg). Factor II is a dose of petroganic fertilizer (P) consisting of: P1 (1 g per plant) and P2 (2 g per plant). The variables observed were: plant height, leaf number, leaf area, total fresh weight of plant and total dry weight of plant. The parameters observed were analyzed using Analysis of variance (Anova), if there was real influence then continued with BNT test (Beda Real Smallest) 5% level. The results showed that there was interaction between rice husk charcoal and petroganic dose on the growth of leaf area (cm2) at the age of 1 week, while separately charcoal husk effect on plant height (cm), number of leaf (strands), leaf area (cm2), fresh weight and total dry weight of plant (g). The best green curling lettuce is obtained by giving 4 kg/paralon leaf area (9,50 cm2) husk total fresh weight of plant (39,34 g/plant). Salah satu manfaat dari arang sekam dalam pertanian sebagai bahan pembenah tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran media arang sekam dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau (Lactuca sativa var.crispa). Penelitian dilaksanakan di pekarangan di Jalan Tlogomas Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian bulan Desember 2016 sampai dengan Maret 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 4 ulangan. Faktor perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor, yaitu : Faktor I adalaharang sekam (A) terdiri dari : A0 (0 kg/paralon), A1 (4 kg/paralon) dan A2(8 kg/paralon). Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1 (1 g/tanaman) dan P2(2/tanaman). Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Parameter yang diamati diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat interaksi antara arang sekam dengan dosis petroganik terhadap pertumbuhan luas daun (cm2) pada umur 1 minggu, sedangkan secara terpisah arang sekam berpengaruh terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 2 sampai 5 minggu, jumlah daun (helai) umur 1, 4 dan 5 minggu, luas daun (cm2) umur 2, 3 dan 4 minggu, serta berat segar dan berat kering total tanaman (g), sedangkan dosis petroganik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada kriting. Pertumbuhan dan hasil selada kriting hijau terbaik pada penambahan arang sekam 4 kg/paralon luas daun (9,50 cm2) pada umur 4 minggu, hasil berat total tanaman (39,34 g/tanaman).
RESIDU PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PERIODE TANAM KEDUA Marian, piter; Widowati, Widowati; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant Mustard (Brassica juncea l.) is a type of vegetable that is favored by all classes of society.The purpose of this research was to study the influence of organic fertilizer residue against pertumbuan and the results of the second planting period of mustard greens.This research was carried out in Dusung Onions, Tunggulwulung, Malang, East Java province.at 450 m above sea level (a.s.l.) with an average temperature of 280C.Time this research began in May-July 2017. organic fertilizer residue Treatment design of Random groups (RACK).consists of: P0 = control, P1 = urea fertilizer (1.25 g/polybag), P2 = kascing fertilizers (125 g/polybag), P3 = cow manure (125 g/polybag), P4 = bokasi fertilizers (125 g/polybag), P5 = organic fertilizer granule (125 g/polybag) and P6 = compost (125 g/polybag).The results showed that the residues of organic fertilizer effect very real against the length of the plant to 5 MST, number of leaves at 5 PM MST, wet weight of plant, wet weight to dry weight, root crops and the dry weights of roots.Organic fertilizer Residue treatment Granule obtain the longest leaves of (38.20 cm/plant) and the number of leaves at 5 PM MST, most (15 Pieces).Treatment of the organic fertilizer residues kascing which produces a fresh crop of weights (240.95 g) and dry weight of the plants best (13.09 g/plant), not unlike the bokasi residues and cow manure production results with average 207.90 g/plant. Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh residu pupuk organik terhadap pertumbuan dan hasil sawi periode tanam kedua. Penelitian ini dilaksanakan di Dusung Bawang, Kecamatan Tunggulwulung, Malang, Provinsi Jawa Timur. pada 450 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata 280C. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan Mei-Juli 2017. Perlakuan residu pupuk organik Rancangan Acak Kelompok (RAK). terdiri dari : P0 = Kontrol, P1 = pupuk urea (1,25 g/polybag), P2 = pupuk kascing (125 g/polybag), P3 = pupuk kandang sapi (125 g/polybag), P4 = pupuk bokasi (125 g/polybag), P5 = pupuk organik granul (125 g/polybag) dan P6 = pupuk kompos (125 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman sampai umur 5 MST, jumlah daun pada umur 5 MST, bobot basah tanaman, bobot basah akar, bobot kering tanaman serta bobot kering akar. Perlakuan Residu pupuk organik Granul memperoleh daun terpanjang sebesar (38,20 cm/tanaman) dan jumlah daun pada umur 5 MST, terbanyak (15 Helai). Perlakuan residu pupuk organik kascing yang menghasilkan bobot segar tanaman (240,95 g) dan bobot kering tanaman terbaik (13,09 g/tanaman), tidak berbeda dengan residu bokasi dan pupuk kandang sapi dengan hasil produksi rata-rata 207,90 g/tanaman
Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Ikan Punti Serta Analisa Kelayakan Usahanya. Riyadi, Slamet; Wirawan, Wirawan; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of solution concentration chalk Some Characteristics Of Fish Leather Rambak Punti and analysis efforts . This research conducted in the laboratory of Process Engineering and Production Systems Tribhuana Tunggadewi University of Malang in February to March , 2016. This is an experimental Research using plan trial . The experimental design used was completely randomized design ( CRD) with a single factor that is propesi Concentration Solution chalk and skin of the fish Punti. The results of this research indicate that the fish skin rinds punti one form of diversification of food is to take advantage punti fish skin to create new types of crackers of good quality because it has a high nutrient content . Rinds fish skin punti have had the best results with different levels of addition of proportion to the parameter organoleptic test and proximate is this treatment has a concentration of 6 % with the content of the water content of 13.96 % , ash content of 16.60 % , A scent of 4.65 % , favorite flavor 4.417 % , A 4.138 texture . The business of making fish skin rinds punti with soaking treatment in a solution of lime worth the try with BEP = those obtained by 19.28 units, amounting to 175.27 RCR = 1.10 The business unit means rinds punti fish skin is feasible because the RCR > 1 and HPP per unit of Rp . 594.83 . Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Beberapa Konsentrasi Larutan Kapur Terhadap Karakteristik Rambak Kulit Ikan Punti serta analisa Usahanya. Penilitian ini dilakukan di laboratorium Rekayasa Proses dan Sistem Produksi Universitas Tribhuana tunggadewi Malang pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini merupakan penilitian eksperimental dengan menggunakan rancangan percobaan. Rancangan percobaan yang di gunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan factor tunggal yaitu propesi Konsentrasi Larutan Kapur dan Kulit ikan Punti. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa kerupuk rambak kulit ikan punti salah satu bentuk penganekaragaman pangan yaitu dengan manfaatkan kulit ikan punti untuk menciptakan jenis kerupuk baru yang bermutu baik karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kerupuk rambak kulit ikan punti ini memiliki hasil terbaik dengan berbagai tingkatan penambahan proporsi bagi parameter organoleptic dan uji proksimat adalah perlakuan ini memiliki konsentrasi 6% dengan kandungan kadar air 13,96%, kadar abu 16,60%, kesukaan aroma 4,65%, kesukaan rasa 4,41%, kesukaan tekstur 4,13. Usaha pembuatan kerupuk rambak kulit ikan punti dengan perlakuan perendaman dalam larutan kapur layak di usahakan dengan BEP= yang di peroleh sebesar 19,28 unit atau sebesar 175,27 RCR= 1.10 Unit artinya usaha kerupuk rambak kulit ikan punti ini layak dilaksanakan karena RCR > 1 dan HPP per unit sebesar Rp. 594,83.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI DAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BROKOLI (BrassicA oleraceae L.) Maulana, Eko; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli merupakan tanaman sayur yang memiliki gizi dan nilai ekonomis tinggi sedangkan produktivitas brokoli Indonesia belum maksimal. Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik cair pada produktivitas brokoli. Penelitian dilaksanakan di lahan SMP Arjuno di desa Wonorejo kec. Bumiaji, kota Batu, bulan September - November 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor 1 : Jenis pupuk organik cair, yaitu : P1 Pupuk organik cair urine kelinci, P2 Pupuk organik cair urine sapi, Faktor 2 adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 5 level yang sebagai berikut: D0 = 0 ml/l air, D1 = 75 ml/l air, D2 = 150 ml/l air, D3 = 225 ml/l air, D4 =300 ml/l air. Sehingga kedua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan, yang diulang sebanyak 3 kali masing-masing terdiri 3 unit percobaan sehingga keseluruhan percobaan ada 90 polybag. parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, saat muncul bunga, waktu panen, berat buah, diameter buah dan berat buah per ha. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik cair terhadap tinggi tanaman umur 28, 35 dan 42 hari, Jumlah daun pada umur 28, 35, 42 hari, Luas daun pada umur 42 hari, Diameter batang pada umur 28, 42 hari, secara terpisah jenis pupuk organik cair berpengaruh pada diameter buah. Pertumbuhan (luas daun) umur 42 hst pada perlakuan urine kelinci dengan dosis 75 ml/liter air yaitu 202.78 cm2 namun tidak berbeda dengan Urine kelinci (kontrol). Produktivitas brokoli pada pupuk organik cair urine sapi 225 ml/l air menghasilkan 253.33 g/tanaman atau 14.88 t/ha namun tidak berbeda dengan perlakuan lain dan hasil terendah perlakuan urine sapi (kontrol)
PENGARUH KOMBINASI LIMBAH KOTORAN SAPI DENGAN LIMBAH PERTANIAN TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG Ngongo, Marianus; Susanti, Sri; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to study influence the animal waste and crop residues combination on briquette quality. The research was conducted by experimental method, arranged in Complete Randomizet Design with five treatments and repeated five times. The treatments applied were P1 (40% animal waste) + (10% corncob) + (50% rice husk), P2 (40% animal waste) + (20% corncob) + (40% rice husk), P3 (40% animal waste) + (30% corncob) + (30% rice husk), P4 (40% animal waste) + (40% corncob) + 20% rice husk), P5 (40% animal waste) + (50% corncob) + (10% rice husk). The measured variables were water and ash content, and calorivific value. Based on the variables measured, the various combinations tested have not been able to produce briquette with quality according to SNI standards. The highest calorific value was obtained at treatment P4 (40% animal waste) + (40% corncob) + 20% rice husk) that was 3,332 kcal/gram. The low calorivific value was possible due to the high proportion of rice huks usage. Therefore, further research is needed to obtain the correct proportion when using rice huks. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi limbah kotoran sapi dengan limbah pertanian terhadap kualitas brilet arang. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diujikan sebagai berikut: P1 (40% Arang Kotoran Sapi) + (10% Arang Tongkol Jagung) + (50% Arang Sekam Padi), P2 (40% Arang Kotoran Sapi) + (20% Arang Tongkol Jagung) + (40% Arang Sekam Padi), P3 (40% Arang Kotoran Sapi) + (30% Arang Tongkol Jagung) + (30% Arang Sekam Padi), P4 (40% Arang Kotoran Sapi) + (40% Arang Tongkol Jagung) + (20% Arang Sekam Padi), P5 (40% Arang Kotoran Sapi) + (50% Arang Tongkol Jagung) + (10% Arang Sekam Padi). Variabel yang diukur adalah kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Hasil penelitian ternyata berbagai kombinasi yang diteliti belum mampu menghasilkan briket dengan kualitas sebagaimana standar yang ditetapkan yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI). Nilai kalor tertinggi dihasilkan dari perlakuan 4 (40% Arang Kotoran Sapi) + (40% Arang Tongkol Jagung) + (20% Arang Sekam Padi) yaitu 3.332 kkal/gram. rendahnya nilai kalor dimungkinkan tingginya proporsi penggunaan sekam padi.
ANALISIS KARAKTERISTIK WILLINGNESS TO PAY PADA PERMINTAAN BUAH JERUK LOKAL DAN IMPOR DI KABUPATEN MALANG Hariantoko, Muhamad Hanafi; Arvianti, Eri Yusnita; HPS, Aldon Marungkap
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Wilingness To Pay permintaan buah jeruk lokal dan impor serta menghitung tingkat elastisitas permintaan buah jeruk lokal dan impor di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan menggunakan metode data primer yang di peroleh dengan mengajukan pertanyaan yang tersusun dalam kuisioner. Responden penelitian adalah masyarakat di Kabupaten Malang di lima kecamatan yaitu : Dampit, Turen, Kepanjen, Singosari, Pakis, dengan menggunakan teknik Quota Sampling di mana setiap kecamatan di ambil 40 sampel total sampel 200 sampel. Untuk pengukuran variabel buah jeruk lokal dan impor menggunakan produk, harga, persepsi, tempat, demografi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa buah jeruk impor lebih menguasai pasar domestik dibandingkan buah jeruk lokal. Dengan asumsi jumlah konsumen dan jumlah permintaan yang lebih besar dibandingkan buah jeruk lokal. Dari penghitungan elastisitas permintaan diperoleh hasil bahwa buah jeruk lokal dan impor termasuk dalam jenis permintaan yang elastis karena jika buah jeruk tidak ada di pasaran ataupun harganya mahal yang tidak mampu terbeli oleh konsumen maka masih ada produk subtitusi yang mampu menggantikan posisi dari buah jeruk tersebut.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN PUPUK KALIUM PADA TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI INCEPTISOL Ilastika, Friska; Widowati, Widowati; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the combination of biochar dosage and potassium fertilizer on growth and yield of purple eggplant on inceptisol. The study used Randomized Block Design (RAK) with 12 combinations of re-treated treatment 3 times arranged factorials using two factors : biochar dose: B0 = 0 ton/ha-1 (control), B1 = 15 ton/ha-1(250 g.tan-1), B2 = 30 ton/ha-1 (500 g.tan-1) and potassium dose: K0 = 0 kg/ha-1 (control), K1 = 50 kg /ha-1 (0.8 g.tan-1), K2 = 100 kg/ha-1 (1.6 g.tan-1), K3 = 150 kg/ha-1 (2.4 g.tan-1). The results showed a very significant interaction of plant height, number of leaves, number of branches, wet weight of stalks and on the amount of purple eggplant fruit. The use of biochar can increase the amount of fruit, whether given or without potassium. Biochar 15 to/ha (250 g.tan-1 ) and potassium 50 kg/ha (0.8 g.tan-1) is the best dose in increasing the best amount of fruit. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kombinasi dosis biochar dan pupuk Kalium terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada inceptisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan di ulang sebanyak 3 kali disusun secara faktorial dengan menggunakan dua faktor yaitu dosis biochar : B0= 0 ton/ha-1(kontrol), B1= 15 ton/ha-1 (250 g.tan-1 ), B2= 30 ton/ha-1 (500 g.tan-1) dan dosis kalium : K0= 0 kg/ha-1 (kontrol), K1= 50 kg/ha-1 (0,8 g.tan-1), K2= 100 kg/ha-1 (1,6 g.tan-1), K3= 150 kg/ha-1 (2,4 g.tan-1 ). Hasil penelitian menunjukan Terdapat intereaksi yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah brangkasan serta pada jumlah buah terung ungu. Penggunaan biochar dapat meningkatkan jumlah buah, baik diberi maupun tanpa diberi kalium. Biochar 15 ton/ha ( 250 g.tan-1 ) dan kalium 50 kg/ha (0,8 g.tan-1 ) merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah buah terbaik.
PENGGUNAAN BIOCHAR DAN PUPUK SUSULAN N, K PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Jimi, Nobertus; Lestari, Sri Umi; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to evaluate the effectof the use of biochar to increase productivity of maize, and efficiency of supplementary nitrogen fertilizer needs and potassium. The research was conducted in the village of Bawang village Tunggulwulung, Malang was implemented for 5 months from January to May 2015. The research method using a randomized block design (RAK) factorial design, consisting of two factors: Factor 1 Is a type of biochar BS : biochar rice husk 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, BT : biochar young coconut shell 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, wood biochar BK 15 ton / ha, equivalent to 150 g / plant. Factor 2 is the addition of supplementary fertilizer N and K, supplementary fertilizer given after 4 weeks old plants after planting (MST) that NK : Urea 100 kg / ha (2 g / plant) + KCl 67 kg / ha (1.3 g / plant ), N: Urea 300 kg / ha (4 g / plant), K: KCL 200 kg / ha (2,7g / plant). All treatments were given basic fertilizer urea and potassium as much as 100 kg urea / ha and 33 kg KCl / ha (1/3 dose of fertilizer recommendation for maize) for a total of fertilization as follows: NK: Urea 200 kg / ha and 100 kg KCl / ha, N: Urea 400 kg / ha and KCL 33 kg / ha, K: Urea 100 kg / ha and 233 kg KCl / ha. Of the two factors obtained 9 combined treatment, and each treatment was repeated 3 times to obtain 27 units of treatment and each treatment unit there are 8 samples of plants. The results showed that biochar affeced on plant height (32,78 cm) began 4 week after transplanting, and did not affected on component of corn yields. The maximum of corn yields were found in the treatment of N-fertilizer suplemen on dry seed weight of corn, amount 237,08 g / plant. Use of biochar rice husks, coconut shells and wood, decreases for potassium fertilizer but increases the need for nitrogen fertilizer. Penelitian betujuan untuk mengevaluasi penggunaan biochar terhadap peningkatan produktivitas tanaman jagung, serta efesiensi kebutuhan pupuk susulan nitrogen dan kalium.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bawang Kelurahan Tunggulwulung, Kabupaten Malang selama 5 bulan terhitung dari Januari - Mei 2015.Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor 1 Adalah Jenis biochar, BS : biochar sekam padi 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BT : biochar tempurung kelapa muda 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BK biochar kayu 15 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman. Faktor 2 adalah penambahan pupuk susulan N dan K, pupuk susulan diberikan setelah tanaman berumur 4 minggu setelah tanam (MST) yaitu NK :Urea 100 kg/ha (2 g/tanaman) + KCl 67 kg/ha (1,3 g/tanaman), N : Urea 300 kg/ha (4 g/tanaman), K : KCL 200 kg/ha (2,7g/tanaman). Semua perlakuan diberi pupuk dasar Urea dan Kalium sebanyak 100 kg Urea/ha dan 33 kg KCL/ha (1/3 dosis rekomendasi pemupukan pada tanaman jagung) dengan total keseluruhan pemupukan sebagai berikut : NK : Urea 200 kg/ha dan KCL 100 kg/ha, N : Urea 400 kg/ha dan KCL 33 kg/ha, K : Urea 100 kg/ha dan KCL 233 kg/ha.Dari kedua faktor diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit perlakuan dan tiap unit perlakuan terdapat 8 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan biochar berpengaruh pada minggu ke 4 terlihat pada pertumbuhan tanaman jagung dengan tinggi tanaman 32,78 cm dan penggunaan jenis biochar tidak berpengaruh terhadap komponen hasil tanaman jagung. Hasil jagung terbaik terdapat pada perlakuan yang hanya menggunakan pupuk susulanN dengan berat kering pipilan jagung yaitu 237,08 g/tanaman.Peggunaan biochar sekam padi, tempurung kelapa dan kayu, menurunkan kebutuhan penggunaan pupuk kalium tetapi meningkatkan kebutuhan pupuk nitrogen.
NILAI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK Samia cynthia ricini INSTAR 5 YANG DIBERI PAKAN DAUN KETELA POHON Gobai, Orgens; Iskandar, Ahmad; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of cassava leaves of different varieties will affect the growth of silk worm instar 5, cocoon quality, and quality of the resulting fiber. To increase the production of coconut so cassava leaves required superior can be used as silkworm feed. The purpose of the study was to determine the amount of digestibility and consumption of different varieties of cassava leaves, on the growth of silkworms. The method used in this research is the Randomized Complete Random Design (RAL) method, followed by BNT test in the direction of 3 treatment pattern, the treatment (P1) cassava leaves of varieties faroka, the treatments (P2) cassava leaves shrimp varieties and P3 leaves of cassava varieties rubber. The results of the study showed that the consumption and digestibility of dry matter and organic matter was very significant (P