cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH KONSENTRASI BAKTERI ASAM LAKTAT DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KELADI (Xanthosoma sagittifolium) TERMODIFIKASI Ana Hida, Yeni Danga; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to determine the best combination of Lactic acid bacteria concentration and fermentation time in order to Taro flour processing completed with the feasibility study. This research was conducted by Randomized Block Design Factorial with 2 replications. The first factor was the concentration of lactic acid bacteria 1%, 2%, 3%, 4% and the second factor was the long of fermentation 1, 2, and 3 days. The result showed the best combination was the 1% concentration lactic acid bacteria and long fermentation 3 days with Rated Results (RR) of 0.81 is the best treatment and the value of the parameter the water content of 11.38%, ash content of 2.37%, white intensity of 91.30%, Aromatic 3.32 (neutral), color 3,67 (neutral). The analysisfeasibility of known cost of goods sold(CGS) Rp. 8075.43 / kg. BEP obtained is Rp. 72,413,793, -, PP = 8.13 and RCR = 1.23, which means the modified taro flour business is profitable and worth the effort since the RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi terbaik antara konsentrasi bakteri asam laktat dan lama fermentasi pada pembuatan tepung keladi termodifikasi serta mengetahui kelayakan usaha. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi bakteri asam laktat 1%, 2%, 3%, 4% dan faktor kedua adalah dengan lama fermentasi 1, 2, dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri asam laktat 1% dan lama fermentasi 3 hari dengan Nilai Hasil (NH) sebesar 0,81 adalah perlakuan terbaik dan nilai parameter kadar air 11,38%, kadar abu 2,37%, derajat putih 91,30%, Aroma 3,32 (netral), warna 3,67 (netral). Analisa kelayakan usaha didapat Revenue Cost Ratio sebesar 1,23 yang artinya usaha tepung keladi termodifikasi ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT ( Lycopersicum Esculentum Mill ) TERHADAP MACAM PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR Nurhayati, Siti; Hamzah, Amir; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi hortikultura semakin meningkat, seiring kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan akan gizi. Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) adalah salah satu jenis sayuran yang mempunyai gizi tinggi, salah satunya adalah vitamin C. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh pupuk organik cair dari urine sapi dan kambing, terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dimulai pada bulan Maret sampai September 2015, dengan ketinggian tempat ± 450 dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas : Pupuk Organik Cair A0 : Kontrol (Tanpa Pupuk Cair)A1 :Pupuk Organik Cair urine sapi (100 cc/ 1 liter)A2 : Pupuk Organik Cair urine kambing (100 cc / 1 liter ) A3 : Pupuk Organik Cair sapi + urine (50 cc + 50cc /1 liter ). Parameter yang diamati adalah tinggi Tanaman, Jumlah Daun, jumlah Cabang, Jumlah Bunga, Bobot Buah Pertanaman dan Jumlah Buah Pertanaman Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan nyata antara jenis pupuk organik cair terhadap jumlah cabang, jumlah cabang terbaik diperoleh pada pemupukan pupuk organik cair urine sapi sedangkan perlakuan tidak berpengaruh pada semua parameter lain yang diamati.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI CABAI MERAH(Capsicum annum L.) DI DESA SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Daniel, Jefri; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepanjen District is one of the chili production centers in Malang Regency. The important thing in yaiut red chili farming in every year the production of red chili has a good change in red chili production, the prospect in this red chili business also has potential that can be developed because it is estimated that each year the number of red chili needs will change in line with the increasing number population. Analysis of the feasibility of red chili farming in Sengguruh Village, Kepanjen Subdistrict, Malang Regency by determining the sampling usingtechniques probability sampling using proportional simple random sampling. Of the population known there are 95 farmers and the precision set between 0.15 or 15% with a confidence level of 85%, the size of the sample in this study was 30 respondents. By determining the fixed cost = Rp. 1,566,170.04, variable cost = Rp. 11,328,403.69, total cost = Rp. 12,894,573.73, revenue / season = Rp. 35,020,000, income = Rp. 22,125,426.27, Revenue Cost Ratio. Based on the results of the business feasibility analysis, shows the feasibility analysis of red chili farming in the village of Sengguruh, Kepanjen sub-district, Malang district is feasible to be managed with a R / C value of 2.71. Kecamatan Kepanjen merupakan salah satu sentra produksi cabai yang ada di Kabupaten Malang. Hal penting dalam usaha tani cabai merah yaiut di setiap tahun produksi jumlah cabai merah mengalami perubahan baiknya produksi cabai merah, prospek dalam usaha cabai merah ini juga mempunyai potensi yang bisa di kembangkan karena diperkirakan setiap tahun jumlah kebutuhan cabai merah akan berubah sejalan dengan bertambah nya jumlah penduduk.Analisa kelayakan usaha tani cabai merah di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malangdengan menentukan pengambilan sampel dengan teknik probabilitysampling dengan menggunakan proportional simple random sampling.Dari populasi yang diketahui ada95 petani dan presisi yang ditetapkan antara 0,15 atau 15% dengan tingkat kepercayaan 85%, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah 30 responden.Dengan menentukan biaya tetap =Rp. 1,566,170.04, biaya variabel = Rp. 11,328,403.69, biaya total = Rp. 12,894,573.73, penerimaan/musim = Rp 35.020.000, pendapatan = Rp 22,125,426.27, Revenue Cost Rasio. Berdasarkan hasil dari hitungan analisa kelayakan usaha, menunjukkan analisis kelayakan usaha tani cabai merah di desa sengguruh kecamatan kepanjen kabupaten malang layak diusahakan dengan nilai R/C yaitu 2,71.
PENAMPILAN REPRODUKSI PEJANTAN BOER DIDASARKAN PADA BOBOT LAHIR, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN PRASAPIH DAN BOBOT SAPIH CEMPE YANG DIHASILKAN Lamik, Ferdinand Kalambar; Supartini, Nonok; Suharto, Kresno
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boer Goat is one of the leading types of goat meat producers. The genetic advantages of Boer goats are fast growth, adaptability to various environmental conditions, have good meat quality in accordance with body conformation and have good reproductive traits. This study aimed 1) To determine the reproduction performance of male Boer goat based on birth weight, weight gain of body pre-weaning and weight of weaning calf produced. This research was done in CV. Burja Goat Farms located at Giripurno Kec. Bumiaji, Stone Town. Starting on May 16 to June 16, 2016.The method used in this study is a case study and direct observation in the field. Male Boer goats that were observed amounted 10 goats with a range of age between 2-4 years with ± 100-120 kg of. The observed variables were the reproduction performance of male Boer which can be seen from: 1) calf birth weight was measured using digital scale. 2) Weigh gain pre-weaning was measured weekly using digital scale until the calf weaned. 3) Weaning weight of calf was measured using hanging scales at the age of ± 77 days. The data obtained were then analyzed using descriptive by observing the population growth index and productivity of male Boer goats. The results of this study, it can be concluded that there are 3 best male categories viewed from the average birth weight of calf, they are P4 and P8 with average birth weight of calf of 4.0 kg, in terms of the average weight gain pre-weaning and calf weaning weight is P9 with the average weight gain pre weaning and average weaning weights of 28.9 kg and 20.5 kg respectively. Kambing Boer adalah salah satu jenis kambing unggul penghasil daging. Keunggulan genetik yang dimiliki kambing Boer adalah pertumbuhan cepat, mudah beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, mempunyai kualitas daging yang bagus sesuai dengan konformasi tubuhnya serta mempunyai sifat reproduksi yang baik. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui penampilan reproduksi pejantan Boer yang didasarkan pada bobot lahir, pertambahan bobot badan prasapih dan bobot sapih cempe yang dihasilkan. Penelitian ini di laksanakan di CV. Peternakan Kambing Burja yang beralamat di Giripurno Kec. Bumiaji, Kota Batu. Mulai pada tanggal 16 Mei s/d 16 Juni 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan pengamatan langsung di lapang. Kambing Pejantan Boer yang diamati berjumlah 10 ekor dengan kisaran umur ternak antara 2 - 4 tahun dengan berat badan ± 100-120 Kg.Variabel penelitian yang di amati yaitu penampilan reproduksi pejantan boer yang di lihat dari: 1) Bobot lahir cempe dilakukan dengan cara diukur dengan menggunakan timbangan digital. 2) Pertambahan bobot badan prasapih dilakukan dengan cara diukur setiap minggunya dengan menggunakan timbangan digital sampai cempe disapih. 3) Bobot sapih cempe diukur dengan menggunakan timbangan gantung pada saat berumur ± 77 hari. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif dengan mengamati indeks perkembangan populasi dan produktivitas ternak kambing pejantan boer. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 kategori pejantan terbaik ditinjau dari rataan bobot lahir cempe adalah P4 dan P8 dengan rataan bobot lahir cempe sebesar 4,0 kg, ditinjau dari rataan PBB cempe pra sapih dan bobot sapih cempe adalah P9 dengan rataan PBB cempe pra sapih dan rataan bobot sapih berurutan sebesar 28,9 kg dan 20,5 kg.
PENGENDALIAN PENCEMARAN TANAH PERTANIAN DENGAN TANAMAN REMEDIATOR Watu, Aris N Pidu; Hamzah, Amir; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Salah satu bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa tanaman remediator yang digunakan sebagai agen fitoremediasi dan untuk mengetahui kemampuan tanaman remediator dalam menyerap logam berat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua seri, yaitu seri pertama meliputi : (1) pengambilan sampel dan analisis logam berat, sedangkan seri kedua (2) identifikasi tanaman liar dan percobaan pot. Penelitian ini dilaksanakan selama kurun waktu empat bulan yang terdiri dari pengambilan sampel dan analisis tanah serta penanaman tanaman remediator. Penelitian ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Penelitian Hibah Bersaing (PHB) tahun 2015. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, Jumlah anakan, Berat brangkasan, Panjang akar, serapan logam berat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun meningkat seiring bertambahnya umur tanaman dari umur 1 minggu setelah tanam sampe minggu ke 7 dan yang tertinggi terdapat pada tanaman lulangan. Hasil penelitian menunjukan dari 5 perlakuan tanaman remediator memberikan pengaruh terhadap berat brangkasan. Tanaman lulangan (Eleusine indica L) dan Akar wangi(Vetiveria zizanioides) mempunyai berat brangkasan tertinggi. Hal ini disebabkan karena jumlah dan ukuran tajuk akan mempengaruhi berat brangkasan. Semakin banyak jumlah daun dan semakin tinggi tanaman, maka berat segar brangkasan akan semakin besar. Panjang akar tanaman tertinggi terdapat pada tanaman lulangan, kirinyuh dan akar wangi. Serapan logam berat tertinngi terdapat pada tanaman tumbaran sebesar 1,9 mg kg?¹.
ANALISIS JARINGAN PEMASARAN SAYURAN KUBIS DI PASAR SAYUR KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Wesli, Wesli; Masduki, Said; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karangploso market is an area several vegetables that play a role in meeting the needs of consumers in the cabbage. Cabbage marketing network from farmers to consumers will determine the price of farmers, intermediaries and consumers. This study aims to examine the structure and behavior of the market, knowing cabbage marketing margins, and efficient marketing of cabbage in the vegetable market Karangploso. Data were obtained by direct interview and questionnaire with respondents ie farmers, collecting traders, retailers and consumers of cabbage. The method of analysis used in this research is descriptive quantitative. Quantitative methods use marketing margin and marketing efficiency analysis economically by calculating farmer's share. The results show that, there are three marketing networks, marketing margin shows that the longer the marketing network the higher the operational costs incurred. Pasar Karangploso merupakan pasar yang menjual beberapa jenis sayuran yang berperan dalam memenuhi kebutuhan konsumen di antaranya kubis. Jaringan pemasaran kubis dari petani hingga konsumen akan menentukan besarnya harga di tingkat petani, pedagang perantara dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan perilaku pasar, mengetahui marjin pemasaran kubis, dan efisien pemasaran kubis yang ada di pasar sayur Karangploso. Data diperoleh dengan wawancara langsung dan kuesioner dengan responden yaitu petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen kubis. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitaif. Metode kuantitaf menggunakan analisis marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran secara ekonomis dengan menghitung farmer?s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat tiga jaringan pemasaran, marjin pemasaran menunjukan bahwa semakin panjang jaringan pemasaran maka semakin tinggi biaya opersional yang dikeluarkan.
EFEKTIFITAS DOSIS PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill.) Oenunu, Marselus; Hapsari, Ricky Indri; Lestari, Sri Umi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to increase the productivity of soybean, is to aplical, fertilizers efficiently. The research objective was to evaluate the performance of the three varieties of soybean and compost, as well as determine the effectiveness of a dose of compost manure to the growth and production of variety of soybeans. The method used was a Randomized Block Design (RAK) factorial of two factors. The first factor is : variety Anjasmoro, Grobogan and Gema. Factor II : The dose of compost 0 tons/ha, 5 tons/ha, 7.5 tons/ha and 10 tons/ha, so there are 12 combinations of treatments with three replications. With planting one plant/polybag. Variable observations in plant height (cm), number of leaves (leaf), number of branches, number of pods, weight of pods (g), 100-seed weight (g), the weight of the seed yield (g), the estimated results (tons/ha) and number nodule (root). Was using Analysis of variance (ANOVA), when there is a real effect then continued with LSD (Least Significant Difference) at 5% level. The results, concluded that : Performance of varieties Anjasmoro, Grobogan and Gema, different parameters plant height, number of leaves, pods, weight of pod, weight of 100 seeds, as well as estimates of the (tons/ha), but not no difference in the number of branches and the number of root nodules owned. Compost can affect weight of 100 seeds (g) and in the number of nodules (nodule) at a dose of 5 tons/ha which is equivalent to 7.5 tons/ha and 10 tons/ha. The effectiveness of compost use dose 5 tons/ha were able to increase the seed yield soybeans dig 8% of the estimated results (tons/ha) which is equivalent to a dose of 7.5 tons/ha and 10 tons/ha. Usaha meningkatkan produktifitas kedelai ialah dengan penggunaan pupuk secara efisien, serta penggunaan varietas unggul yang mempunyai adaptasi luas dan potensi tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengevaluasi keragaan ketiga varietas kedelai dan pemberian dosis pupuk kompos, serta mengetahui efektifitas dosis pupuk kompos kotoran sapi yang optimal terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah (RAK) faktorial. Faktor I yaitu : varietas Anjasmoro, Grobogan dan Gema. Faktor II yaitu : Dosis pupuk kompos 0 ton/ha, 5 ton/ha, 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 polybag, setiap polybag ditanami satu tanaman. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah cabang, jumlah polong, bobot polong (g), bobot 100 biji (g), bobot hasil biji (g), estimasi hasil (ton/ha) dan jumlah bintil akar (akar). Analisis data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5 %. Hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : Keragaan ketiga varietas yang diuji yaitu varietas Anjasmoro, Grobogan dan Gema relatif berbeda pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot polong, bobot 100 biji, maupun estimasi hasil (ton/ha), namun tidak ada perbedaan pada jumlah cabang dan jumlah bintil akar yang dimiliki. Pemberian pupuk kompos dapat mempengaruhi bobot 100 biji (g) serta mampu mendorong pertumbuhan jumlah bintil akar (bintil) pada dosis 5 ton/ha yang setara dengan 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha, dan Efektivitas pemberian kompos dengan dosis 5 ton/ha mampu meningkatkan hasil biji kedelai sebesar 8% terhadap estimasi hasil (ton/ha) yang setara dengan pemberian dosis kompos 7,5 ton/ha dan 10 ton/ha.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS MUTU MIE BASAH SEBAGAI BAHAN PRODUK CUIMIE MALANG Sutinata, Tri; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine 1) the right type of packing to keep the quality of the poor cuimie, 2) long time saving to keep the quality of the poor cuimie. This study used nesting design calculation consisting of 2 factors: packaging type consist of 0.03 mm polypropylene packaging, poplipropylene 0,08 mm, polypropylene 0,10 mm, and alumunium foil packaging. The results showed that the best packaging used to pack the wet noodles as a cuimie product is the type of aluminum foil packaging. Long save best to maintain the quality of wet noodles as cuimie product that is 3 days. Penelitian ini bertujuan untuk 1) jenis kemasan yang tepat untuk menjaga kualitas cuimie malang, 2) lama simpan yang tepat untuk menjaga kualitas cuimie malang. Penelitian ini mengunakan perhitungan rancangan tersarang yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis kemasan terdiri dari kemasan polipropilen 0,03 mm, poplipropilen 0,08 mm, polipropilen 0,10 mm, dan kemasan alumunium foil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang paling baik digunakan untuk mengemas mie basah sebagai bahan produk cuimie adalah jenis kemasan alumunium foil. Lama simpan paling baik untuk menjaga kualitas mie basah sebagai produk cuimie yaitu 3 hari.
PENGARUH TINGKAT PROTEIN RANSUM TERHADAP AMEn (APPARENT METABOLIZABLE ENERGY N CORRECTION) PADA ITIK MOJOSARI JANTAN DAN BETINA Widodo, Ricky Maula; Fitasari, Eka; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the percentage of use of the best protein level in feed ration against AME and N correction on mojosari duck male and female grower phase due to the use of feed formulation with 3 different Protein content. Ducks used were male mojosari ducks and females grower phase (age ?4 weeks) with an average body weight of 1485 g ± 41.55. Field research using Completely Randomized Design of Native Patterns. The Factor 1: Sex (male and female) Factor 2: The protein level of each unit consists of 1 duck so that the total duck needed is 24 tail consisting of 12 male mojosari ducks and 12 female mojosari ducks. The results showed that the treatment of dietary protein level in feed formulation that the treatments had significantly different effect (P
MODEL DESAIN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERMUKIMAN LAHAN TERBATAS DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG DA COSTA, OSVALDO ANTONIO; Djoko, Riyanto; Setyabudi, Irawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokaru berada di kawasan pendidikan yang memiliki potensi secara ekonomi membuka usaha sewa tempat tinggal, kos (shared-house) dan warung untuk mahasiswa. Area ini dipadati dengan bangunan rumah penduduk, kost mahasiswa, toko dan bangunan komersial lainnya. Mayoritas permukiman di Kelurahan Tlogomas adalah berkembang dari ?perumahan yang tumbuh? artinya hunian yang sudah diatur secara grid dengan luasan hampir sama, namun perubahan ruang dipengaruhi kebutuhan yang bertambah sehingga akhirnya sekarang hanya memiliki lahan sisa yang sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ruang terbuka hijau (RTH) pada Permukiman lahan terbatas di KelurahanTlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualiatatif. Peroleh kesimpulan bahwa desain taman ruang terbuka hijau pada permukiman lahan terbatas menjadi sebuah taman minimalis, taman lahan terbatas, taman merambat, taman dalam pot, dan taman gantung. Konsep ruang yang direncanakan terdiri dari 5 konsep yaitu : konsep pengembangan taman kontekstual dengan langgam rumah, konsep pengembangan taman lahan terbatas, konsep pengambangan taman dalam pot, dan konsep pengembangan taman gantung. Konsep tata hijau pada tapak tersebut diharapkan dapat menberi kenyamanan, keindahan, dan estetika, bagi masyarakat Kelurahan Tlogomas Kota Malang.