cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
KOMPETISI BUAH APEL IMPOR TERHADAP PRILAKU PRODUKSI APEL LOKAL KOTA BATU Alduni, Alponsius; Arvianti, Eri Yusnita; Sinaga, Aldon Marungkap HP
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Products imported apples in Indonesia increased because of weak logistics systemas a result of free trade. Production local apples still low, resulting in demand for apples in Indonesia still unmet. so as to meet the demand of apples government to increased imports apples from neighboring countries. The purpose of this studyto analyze the effect of competition local apples 1.) to area local apples, 2.) the amount of production local apples 3.) the amount of investment local apples. Research conducteda quantitative study. Data research using Data apple imports in Indonesia, Data land area (ha) of local apples, the number of production local apples, investment amount of local apples year 2003 to 2015 at the Department of Tradein the city Batu Indonesia. Data collection techniques usedby researchersis a data summary. Data analysis method used Simple Linear Regressionusing SPSS. The research proves that 1.) Competition apples local positiveeffect on the amount of land area (Ha) apple local, 2.) Competition local apples positive affects the amount of production (tons) apple local, 3.) Competition local apples negative affect the investment products of local apple industry. Produk buah apel impor di Indonesia meningkat di karenakan lemahnya sistem logistik akibat perdagangan bebas. Produksi buah apel lokal yang masih rendah mengakibatkan permintaan apel di Indonesia masih belum terpenuhi sehingga untuk mencukupi kebutuhan permintaan buah apel pemerintah meningkatkan impor buah apel dari negara-negara tetangga.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompetisi apel lokal terhadap luas lahan, jumlah produksi jumlah produksi dan jumlah investasi produk industri apel lokal Kota Batu. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif. Data penelitian menggunakan data buah apel impor di Indonesia, data luas lahan (Ha) perkebunan apel Kota Batu, jumlah produksi dan jumlah investasi apel lokal Kota Batu tahun 2003 sampai 2015 di Dinas Perdagangan Batu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah rekapitulasi data. Metode analisa data yang di gunakan adalah Regresi Linier Sederhana dengan mengunakan program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa1).kompetisi apel lokal berpengaruh positif terhadap jumlah luas lahan (Ha) perkebunan apel lokalBatu, 2).kompetisi apel lokal berpengaruh positif terhadap jumlah produksi (ton) buah apel lokal Batu, 3). Dan kompetisi apel lokal berpengaruh negatif terhadap investasi produk industri apel lokal Batu.
PENGARUH PENAMBAHAN CMC TERHADAP SIFAT FISIKA KIMIA YOGHURT DARI LABU KUNING De Jesus, Julio Rodrigues; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt adalah salah satu minuman fermentasi yang menggunakan bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap sifat fisika kimia yoghurt darilabu kuning. Dalam penelitian ini digunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Lengkap (RA) yang diulang 4 kali.Perlakuan yang dicoba terdiri atas 1 faktor, factornya adalah konsentrasi CMC yang terdiriatas 5 taraf perlakuanya itu C1=0%, C2=0,5%, C3=1%, C4=1,5% dan C5=2% .Parameter yang diamati adalah : Kadar Lemak, Total Asam, Viskositas, pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi CMC 2%. Dengan Kadar Lemak 1,04%, Total Asam 3,36%, Viskositas 89 cps, PH 4,26.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN BROWNIES DENGAN PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN BUBUK TERUNG UNGU Anindita, Cipta Ayu; Tantalu, Lorine; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brownies is a type of cake containing carbohydrates and fat. To reduce excess fat in food, required fiber is indigestible food ingredients that have a positive nutritional properties. This study was conducted to analyze their feasibility in the brownies make use of flour and powdered purple eggplant. The total cost of production required within 1 year is Rp. 31.43 million, - with a production capacity of over 1 year amounting to 31,200 packs / 50 gr. Total cost depreciation amounted to Rp. 1.316 million, - it can be obtained by HPP of Rp. 1049.55 / 50 gr. The selling price of the packaging is Rp. 1206.98 / 50 gr to determine a gain of 15%. The net gain per day was obtained Rp. 15 743, -. BEP obtained is equal Rp.12.530.120,5, - and RCR = 1.053. Brownies merupakan jenis kue yang mengandung karbohidrat dan lemak. Untuk mengurangi kelebihan lemak pada bahan pangan, diperlukan serat yang merupakan bahan pangan tidak tercerna yang mempunyai sifat positif bagi gizi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisa kelayakan usaha pada brownies dengan memanfaatkan tepung terigu dan bubuk terung ungu. Total biaya produksi yang dibutuhkan dalam waktu 1 tahun yaitu sebesar Rp. 31.430.000,- dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 31.200 bungkus/50 gr. Total biyaya penyusutan adalah sebesar Rp. 1.316.000,- maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 1.049,55/50 gr. Harga jual kemasan adalah Rp. 1.206,98/50 gr dengan menentukan keuntungan sebesar 15%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp. 15.743,-. BEP yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.530.120,5,- dan RCR = 1,053
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI DESA GADING KULON KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Gempa, Aloysius Rabha; Arvianti, Eri Yusnita; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the cost, income, income, feasibility (R/C) and BEP (Break Even Point) tomato farming in Gading Kulon Village, Dau District, Malang Regency. Methods of research conducted include sampling using random sampling method, collecting data taken from primary data and secondary data, data analysis using the formula of feasibility analysis of farming is R/C=TR/TC, to know the feasibility of tomato farming. Based on the results of research in Gading Kulon Village, Dau District, Malang Regency, the average of tomato farming area is 1.00 Ha, with average cost is Rp 47.554.667/MT/Ha, mean production amounted to 16,954 Kg/MT/Ha, with the selling price of Rp 4,885, so the average revenue is Rp 82,822,833/MT/Ha, while the average income is Rp 35.268.167/MT/Ha. Then the R/C obtained is 1.74 and the BEP is Rp 23,653,749, while the BEP of production is 4,848 Kg and BEP price is Rp 4,885 / Kg, it is concluded that tomato farming is feasible to cultivate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan (R/C) dan BEP (Break Even Point) usahatani tomat yang ada di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak random sampling, pengumpulan data diambil dari data primer dan data sekunder, analisis data menggunakan rumus analisis kelayakan usahatani yaitu R/C=TR/TC, untuk mengetahui kelayakan usahatani tomat. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, rata-rata luas lahan usahatani tomat adalah sebesar 1,00 Ha, dengan rata-rata biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 47.554.667/MT/Ha, sedangkan rata-rata produksi adalah sebesar 16.954 Kg/MT/Ha, dengan harga jualnya adalah sebesar Rp 4.885, sehingga rata-rata penerimaan adalah sebesar Rp 82.822.833/MT/Ha, sedangkan rata-rata pendapatan adalah sebesar Rp 35.268.167/MT/Ha. Maka R/C yang diperoleh adalah sebesar 1,74 dan BEP penerimaan adalah sebesar Rp 23.653.749, sedangkan BEP produksi adalah sebesar 4.848 Kg dan BEP harga adalah sebesar Rp 4.885/Kg, maka disimpulkan bahwa usahatani tomat layak untuk diusahakan.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH KOPI DAN KONSENTRASI RAGI SACHAROMYCES CEREVISIAE PADA FERMENTASI UNTUK PENGOLAHAN KOPI BUBUK Lemos, Jose; Ahmadi, Kgs; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendapatkan perlakuan terbaik kopi bubuk dengan perlakuan tingkat kematangan buah kopi dan konsentrasi ragi Sacharomyces cerevisiae Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu konsentrasi ragi Sacharomyces Cerevisiae yang terdiri dari 4 level yaitu K1 = 1%, K2 = 2%, K3 = 3%, K4 = 4%, dan Faktor II yaitu tingkat kematangan yang terdiri dari 3 level yaitu W1 = Hijau, W2 = Kuning, W3 = Merah. Penelitian menunjukkan perlakuan yang terbaik adalah W3K3 (warna merah dengan konsentrasi ragi saccharomyces cerevisiae 3% dengan kopi bubuk 0,49. Hasil dari parameter kopi yaitu kadar air 0.18% kadar abu 12.42% daya larut 6.36% kesukaan rasa W3K3 4,3 kesukaan aroma W3K1 5 kesukaan warna W2K2 4,05
PENGARUH KONSENTRASI EM4 PADA FERMENTASI BATANG PISANG TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR, LEMAK KASAR, DAN KADAR pH Watu, Oktavianus; Fitasari, Eka; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine changes in the content of crude fiber, crude fat, and pH levels of fermented bananas by using EM4 at different concentrations. The material used in this research is banana stem, EM4 solution, and rice bran. This study used a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 5 replications with details P0 = Banana stalk + Rice Bran, P1 = Banana stalk + Rice Bran + EM4 0.1%, P2 = Banana stalk + Rice Bran + EM4 0 , 2%, P3 = Banana stalk + Rice Bran + EM4 0.3%, P4 = Banana stalk + Rice Bran + EM4 0.4%. The variables observed were Rough Fiber Concentration, Crude Fat, and pH Level. The results showed that the average of Crude Fiber content of each treatment was P0 = 35.02%, P1 = 36.81%, P2 = 28.02%, P3 = 26.88%, P4 = 26.87%. The average fat content of each treatment was P0 = 4.54%, P1 = 4.35%, P2 = 3.53%, P3 = 3.50%, P4 = 4.06%. Average pH levels of each treatment were P0 = 4.16, P1 = 4.24, P2 = 3.88, P3 = 4.38, P4 = 4.06. The conclusion of this research is the addition of EM4 concentration on fermented feed made from banana stems decrease the content of Rough Fiber, Crude Fat, and pH Level. The best treatment in this study was P4 with a higher level of EM4 addition of 0.4% because it yielded 26,87% Crude Fiber, Crude Fat 3.16% and pH level of 4.06. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kandungan serat kasar, lemak kasar, dan kadar pH batang pisang yang difermentasi dengan menggunakan EM4 pada konsentrasi yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang pisang, larutan EM4, dan dedak padi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan rincian P0 = Batang Pisang + Dedak Padi, P1 = Batang Pisang + Dedak Padi + EM4 0,1 %, P2 = Batang Pisang + Dedak Padi + EM4 0,2 %, P3 = Batang Pisang + Dedak Padi + EM4 0,3 %, P4 = Batang Pisang + Dedak Padi + EM4 0,4 %. Variabel yang diamati meliputi Kandungan Serat Kasar, Lemak Kasar, dan Kadar pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan Serat Kasar setiap perlakuan adalah P0 = 35,02 %, P1 = 36,81%, P2 = 28,02%, P3 = 26,88%, P4= 26,87%. Kandungan Lemak Kasar setiap perlakuan adalah P0 = 4,54%, P1 = 4,35%, P2 = 3,53%, P3 = 3,50%, P4= 4,06%. Kadar pH setiap perlakuan adalah P0 = 4,16, P1 = 4,24, P2 = 3,88, P3 = 4,38, P4= 4,06. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi EM4 pada pakan fermentasi berbahan dasar batang pisang menurunkan kandungan Serat Kasar, Lemak Kasar, dan Kadar pH pada lama fermentasi selama 21 hari. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P4 dengan level penambahan EM4 yang lebih tinggi yaitu 0,4 % karena menghasilkan Serat Kasar 26,87 %, Lemak Kasar 3,16 % dan kadar pH sebesar 4,06.
EVALUASI KEINDAHAN LANSKAP PANTAI BALEKAMBANG DI DESA SRIGONCO KABUPATEN MALANG Putra, Anshori Andy; Djoko, Riyanto; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coast landscape is one of the region that have resources being diverse and the potential that beautiful .One of several shores visual having a beautiful coast is Balekembang which is located in the Village Srigonco , Districts Bantur , Malang district. Research aims to 1 ) determine and assess the quality of visual landscape tourism area based on the coast of Balekembang prediction beauty. 2 ) determine landscape zone the beauty of the coastal zone Balekembang perceptions of respondents . 3 ) make recommendations model landscape design the arrangement coast tourist Balekambang prediction based on the quality of visual. The research was done in the coastal Balekembang, Village Srigonco, Districts Bantur , Malang district , East Java. The time of this study was conducted for 6 months namely months November-may 2016. The quality of visual prediction carried out through a method of SBE? = (Z?? ? Z?o)X100. From the results of questionnaire done inputing data in the form of scoring tabulation respondents. Using distribution of the value of 1-10 rating. Intervals the values been divided into three class beauty ( high , being , and low ). Analysis undertaken , known that the total amount of SBE is highest in landscape 1 , 37 , 12 , 50 , 36 , 44 , 34 , 51 , 52 , 47 , 8 , 43 , 33 , 41 , 53 , 6 , 35 , and 54 the average value of between 97-64 .The category of visual being is found in a landscape 17 , 56 , 40 , 49 , 5 , 13 , 39 , 55 , 45 , 32 , 46 , 48 , 21 , 9 , 27 , 28 , and 25 63-32 with a value of .The category of visual low landscape is found in 29 , 42 , 19 , 11 , 38 , 31 , 16 , 3 , 26 , 18 , 14 , 10 , 20 , 4 , 22 , 15 7 , 23 , 2 , 30 , and 24 with a value of 31-0 . Lanskap pantai merupakan salah satu kawasan yang memiliki sumber daya yang beragam dan potensi yang indah. Salah satu pantai yang memiliki visual yang indah adalah Pantai Balekambang yang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan dan menilai kualitas visual lanskap kawasan wisata Pantai Balekambang berdasarkan pendugaan keindahan. 2) Menentukan zona keindahan lanskap kawasan Pantai Balekambang berdasarkan persepsi responden. 3) Membuat rekomendasi model desain penataan lanskap wisata pantai Belekambang berdasarkan pendugaan kualitas visual. Penelitian dilakukan di kawasan Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan yaitu bulan November-bulan Mei 2016. Pendugaan kualitas visual dilakukan melalui metode SBE? = (Z?? ? Z?o)X100. Dari hasil kuesioner dilakukan inputing data dalam bentuk tabulasi scoring responden menggunakan sebaran nilai rating 1-10. Interval nilai tersebut dibagi menjadi 3 kelas keindahan (tinggi, sedang, dan rendah). Analisis yang dilakukan, diketahui bahwa nilai SBE tertinggi terdapat pada lanskap 1, 37, 12 , 50, 36, 44, 34, 51, 52, 47, 8, 43, 33, 41, 53, 6, 35, dan 54 dengan nilai rata-rata antara 97-64. Kategori kualitas visual sedang terdapat pada lanskap 17, 56, 40, 49, 5, 13, 39, 55, 45, 32, 46, 48, 21, 9, 27, 28, dan 25 dengan nilai 63-32. Kategori kualitas visual rendah terdapat pada lanskap 29, 42, 19, 11, 38, 31, 16, 3, 26, 18, 14, 10, 20, 4, 22, 15 7, 23, 2, 30, dan 24 dengan nilai 31-0.
Kajian Tentang Inovasi Komunikasi Penyuluhan Pertanian dalam Upaya Peningkatan Produksi Ubi Kayu Wonlele, Jimmy Tristar Stevenson; Muljawan, Rikawanto Eko; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agriculture is a very important sector in the national economy. Economic development will remain based on agriculture widely. Innovation is an idea, practice or object that is realized and accepted as something new to adopted by a person or group. Extension is the involvement of a person to knowingly communicate information with the aim of helping the target to give an opinion so as to make the correct decision. Cassava plantas cultivated on dry land with a variety of soils, especially Ultisol, Alfisol, and Inceptisol. Cassava can grow well in soil with a pH of 6.1 ultisol. This research was conducted in UPT BP Pakis, Pakis subdisctrict Malang regency, and in BKPP, District Rulal Mnelalete Amanuban West Timor Tengah Selatan regency. Center for Food Security and Education (BKPP) District of West Amanuban a government agency, under the auspices of the minister of agriculture and agricultural extension and education programs play an important role in the Timor Tengah Selatan regency. Research time is one month, starting from 18 July ? 18 August 2016. In the sampling, the samples taken were members of farmers of cassava as many as 25 people, and the extension of 7 people in UPT BP Pakis. Sampling was done intentionally (purposive sampling). Then the data analysis tecnique used is descriptive and quantitative continuum along a line that aims to measure the model extension in increased production of cassava. Pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pembangunan ekonomi masih akan tetap berbasis pertanian secara luas. Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi (Stephen Robbins: 1994). Penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sasarannya memberikan pendapat sehingga dapat membuat keputusan yang benar. Tanaman ubi kayu banyak diusahakan di lahan kering dengan berbagai jenis tanah terutama Ultisol, Alfisol dan Inceptisol. Ubi kayu dapat tumbuh dengan baik pada tanah ultisol dengan pH 6,1. Penelitian ini dilaksanakan di UPT BP Pakis, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, dan di BKPP, Kecamatan Amanuban Barat Desa Mnelalete Kabupaten Timor Tengah Selatan. Balai Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kecamatan Amanuban Barat merupakan instansi pemerintah, dibawah naungan menteri pertanian dan penyuluhan pertanian dan berperan penting dalam program penyuluhan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Waktu penelitian adalah 1 bulan, dimulai dari 18 Juli ? 18 Agustus 2016. Dalam pengambilan sampel, sampel yang diambil adalah anggota kelompok tani ubi kayu sebanyak 25 orang, dan penyuluh sebanyak 7 orang di UPT BP Pakis. Pengambilan sampel dilakukan dengan sengaja (purposive sampling). Maka teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif beserta garis kontinum yang bertujuan untuk mengukur model penyuluhan dalam peningkatan produksi ubi kayu.
PROPORSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KELADI(Colocasia Esculenta) DALAM PEMBUATAN FOODBARS SERTA ANALISA USAHANYA Boli Samun, Thomas Aquino; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foodbars is rodent and solid emergency food sufficient calories, protein, fat, and other nutrients that are widely preferred by children to adults. The study aimed to determine the best proportion of wheat and taro flour in the foodbars production, continued to analyze the feasibility study. This study was conducted by Complete Randomized Design by one factor of propotion between wheat and taro flour with 5 levels which were 90:10; 80:20; 70:30; 60:40; and 50:50, respectively. All treatment was replicated 5 times. The physico-chemical properties of the product such as water content, ash content, protein content, and texture were observed, continued by organoleptic analysis by hedonic method. The best result was shown by foodbars made with proportion wheat and taro flour of 80:20. This product was feasible to produce since the BEP were obtained in Rp. 2.621,97 and RCR = 1,5. Foodbars merupakan pangan darurat berbentuk batang dan padat yang memiliki kecukupan kalori, protein, lemak, dan nutrisi lain yang banyak disukai oleh berbagai kosumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung terigu dan tepung keladi yang terbaik dalam pembuatan foodbars serta melakukan analisa kelayakan usaha industri ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor sebagai faktornya yaitu proporsi antara tepung terigu dan tepung keladi (90% Tepung Terigu + 10% Tepung Keladi, 80% Tepung Terigu + 20% Tepung Keladi, 70% Tepung Terigu + 30% Tepung Keladi, 60% Tepung Terigu + 40% Tepung Keladi dan 50% Tepung Terigu + 50% Tepung Keladi). Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali sehingga di peroleh 25 sampel. Parameter yang diamati meliputi sifat kimia dan fisika yang terdiri dari: kadar air, kadar abu, kadar protein, tekstur (N). Sedangkan uji organoleptik mengunakan metode hedonik yang terdiri dari kesukaan rasa, kesukaan aroma, kesukaan warna dan kesukaan tekstur.Hasil penelitan diperoleh perlakuan terbaik adalah foodbars dengan proporsi 80% tepung terigu dan 20% tepung keladi.Usaha pembuatan foodbars layak diusahakan dengan BEP yang diperoleh sebesar Rp. 2.621,97,-, dan RCR = 1,5.
NILAI SERVIC PER CONCEPTION DITINJAU DARI BOBOT BADAN PANJANG DAN LINGKAR SKROTUM KAMBING PEJANTAN BOER ( Studi Kasus Di CV Peternakan Kambing Burja Kota Batu) Vendy, Hendrikus; Supartini, Nonok; Suharto, K
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di CV. Peternakan Kambing Burja di Pandan Rejo Kota Batu, mulai awal bulan 16 Februari?16 April 2015 Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak kambing boer pejantan yang diamati 12 ekor dengan kisaran umur ternak antara 1-4 tahun dan staf kariawan peternakan kambing burja sebagai sumber informasi. Data-data yang dikumpul berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara CV Peternakan burja yang meliputi service per conception, jumlah kemampuan dalam reproduksi ternak betina selama dua siklus birahi. sedangkan data skunder diperoleh dari kantor Desa Panden Rejo sebagai sekunder, data pengunaan lahan. Dari segi teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dengan wawancara ( Interview), secara sistematis sehingga dapat dilaksanakan pengamatan (observasi) yang benar ?benar valid,dan reliable. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata bobot pada kambing pejantan boer pada siklus pertama 21 hari 104,88 kg. dan siklus kedua pada 42 hari 108,28 kg. rata-rata panjang skrotum 20 cm dan lingkar skrotum 30 cm. Reproduksi yang baik di pengaruh hormone testosteron. Produktivitas ternak merupakan cerminan dari efisiensi reproduksi. Rata?rata nilai S/C siklus pertama pada 21 hari adalah : 1,23 dan Rata ?rata nilai S/C siklus kedua pada 42 hari selama penelitian adalah : 1,16. Dari hasil penelitian di CV Peternakan Kambing Burja disimpulkan bahwa nilai service per conception dari rata-rata siklus pertama pada 21 hari 1,19 dan siklus kedua 42 har 1,16. Semakin besar bobot badan dan semakin besar pula ukuran skrotum. Jumlah ejakulasi pada kambing boer tidak berpengaruh terhadap bobot badan kambing pejantan boer.