cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
UJI KIMIA TELUR AYAM KEDU MERAH TERHADAP PERSENTASI TEPUNG KECAMBAH DALAM RANSUM CAMPURAN PAKAN BASAL DAN LIMBAH PASAR Tebai, Natan; Handayani, Sri; Astuti, Farida Kusuma
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know the effect of sprout waste in feed ration on protein content and total yolk fat of chicken kedu. The study design was a randomized block design with 4 treatments and 4 repetitions included: P0: (basalt feed + market waste powder) 100% feed formulation. P1: [(basalt feed + market waste powder) 95% + sprouts 5%] 100% feed Formulation. P2: [(basalt feed + market waste powder) 90% + 10% sprout] 100% feed formulation. P3: [(basalt feed + market waste powder) 85% + sprouts 15%] 100% feed formulation. The results of the experiments were assumed below the Protein values of each treatment, P0 of 26.3 ± 0.99. P1 of 25.6 ± 1.21. P2 of 27.6 ± 0.64. P3 of 29.1 ± 2.11. and total fat respectively treatment. P0 of 41.2 ± 2.17. P1 of 44.4 ± 2.49. P2 of 46.2 ± 3.42. P3 of 46.7 ± 2.60. The best treatment in this study was on the treatment of P3 [(basal feed + market waste powder) + sprout 15%] with protein value of 29.1% and total fat of 46.7%. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah kecambah dalam ransum terhadap kadar protein dan total lemak kuning telur ayam kedu. Rancangan penelitian adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan di ulang 4 kali meliputi: P0 : (pakan basal + tepung limbah pasar) 100% pakan formulasi. P1 : [( pakan basal+ tepung limbah pasar) 95 % + kecambah 5%] 100% Pakan formulasi. P2 : [( pakan basal + tepung limbah pasar) 90% + kecambah 10%] 100% pakan formulasi. P3 : [( pakan basal + tepung limbah pasar) 85% + kecambah 15%] 100% pakan formulasi. Hasil penelitian menungjukan bawah nilai Protein masing masing perlakuan berturut-turut, P0 sebesar 26,3±0,99. P1 sebesar 25,6±1,21. P2 sebesar 27,6±0,64. P3 sebesar 29,1±2,11 dan total lemak masing-masing perlakuan berturut-turut. P0 sebesar 41,2±2,17. P1 sebesar 44,4±2,49. P2 sebesar 46,2±3,42. P3 sebesar 46,7±2,60. Perlakuan terbaik adalah pada perlakuan P3 [(pakan basal + tepung limbah pasar) + kecambah 15%] dengan nilai protein sebesar 29,1% dan total lemak sebesar 46,7%.
IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANNYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING Seni, Rafael; Susanti, Sri; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015 di Kecamatan Ampelgading dan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis daun tanaman, komposisi nutrien dan proporsi pemanfaatannya untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Objek penelitian adalah daun tanaman yang sering diberikan oleh responden. Responden penelitian adalah 50 orang peternak kambing yang tinggal di Dusun Argosuko Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading dan 30 orang peternak kambing di Dusun Rekesan Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pakan hijauan yang sering diberikan oleh peternak lebih didominasi oleh hijauan jenis leguminosa dengan kadar protein cukup tinggi berkisar 19,23-27,85%. Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala), Gamal (Gliricidia sepium) dan Kaliandra (Calliandra calothyrsus), paling banyak digunakan peternak dengan proporsi penggunaan berkisar 73,3-100%, sedangkan daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Sengon (Paraserianthes falcataria) digunakan responden dengan proporsi 56,7-65,3%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis daun tanaman yang sering diberikan oleh peternak didominasi jenis leguminosa pohon.
INDENTIFIKASI KADAR GULA DAN KADAR NIKOTIN TEMBAKAU TALI SUMBA BARAT DAYA BERDASARKAN POSISI DAUN PADA BATANG Dendo, Lusia; Tirtosastro, Samsuri; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nicotine and sugar levels of have an important role in tobacco products. Nicotine affects the heaviness of cigarette smoke taste. A higher nicotine content will make the smoking taste heavier, in the contrary, a lower the nicotine content, will make the smoking taste lighter. Meanwhile, sugar has a role of alleviating the taste of cigarette smoke, but if it is too high it causes heat and irritation in the esophagus. This research aimed to identify the sugar and nicotine levels content of rope tobacco leaves based on the position of the leaves on the stem using factorial randomized block design (RBD). The first factor consisted of 3 levels of identification of three leaf positions, namely the upper leaf, middle leaf, and lower leaf, and the second factor consisted of 2 levels namely location one and location two and it repeated 3 times. The material studied was rope tobacco from two locations from Southwest Sumba Regency. Location I and Location II have different levels of nicotine and sugar levels. The location I had the highest nicotine content in the middle leaf position was 4.23% and the highest sugar content in the position of middle leaf was 5.12%. In location II the highest nicotine content in the upper leaf position was 6.39% and the sugar content in the upper leaf position was 3.18%. The high level of nicotine was influenced by the position of the leaves. A higher position of the leaves on the stem makes a higher nicotine level. The high level of sugar in tobacco leaves is caused by the way of cultivation which is influenced by the number of leaves left on the stem. Kadar nikotin dan kadar gula mempunyai peran yang penting dalam produk tembakau. Nikotin berpengaruh terhadap beratnya rasa isap asap rokok. Makin tinggi kadar nikotin rasa isapnya makin berat, sebaliknya tembakau yang berkadar nikotin rendah rasa isapnya makin ringan. Sedangkan gula mempunyai peran meringankan rasa asap rokok, tetapi bila terlalu tinggi menyebabkan panas dan iritasi di kerongkongan. Penelitian tentang identifikasi kadar gula dan kadar nikotin daun tembakau tali berdasarkan posisi daun pada batang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam faktorial. Faktor pertama teridiri dari 3 taraf identifikasi tiga posisi daun, yaitu daun atas, daun tengah, dan daun bawah, dan faktor kedua terdiri dari 2 taraf yaitu lokasi satu dan lokasi dua dan diulang sebanyak 3 kali. Bahan yang diteliti yaitu tembakau tali dari dua lokasi asal Kabupaten Sumba Barat Daya. Lokasi I dan Lokasi II memiliki tingkat kadar nikotin dan gula yang berbeda. Lokasi I kadar nikotin tertinggi pada posisi daun tengah yaitu 4,23% dan kadar gula tertinggi pada posisi daun tengan sebesar 5,12%. Lokasi II kadar nikotin tertinggi pada posisi daun atas yaitu 6,39% dan kadar gula pada posisi daun atas yaitu 3,18%. Tingginya kadar nikotin dipengaruhi oleh posisi daun semakin ke atas posisi daun pada batang maka kadar nikotin semakin tinggi. Tingginya kadar gula pada daun tembakau disebabkan oleh cara budidaya yang dipengaruhi oleh banyak dan sedikitnya jumlah daun yang disisakan pada batang.
ANALISIS SWOT PEMASARAN KERIPIK PADA UMKM (Studi Kasus Pada UMKM Putri Alin Jaya Dan UMKM SAS Di Kota Batu) Winardo, Selpinus; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Government encourages the development of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM), Marketing strategy is very important for the company or UMKM. where marketing strategy is a way to achieve the goals of a company or UMKM. The study began on 1 April 2017 up to 1 July 2017, at UMKM Putri Alin Jaya and UMKM SAS, Batu city. This research is a qualitative descriptive research using SWOT. Result of this research, UMKM Putri Alin Jaya and UMKM SAS in the area where both must maintain and maintain (hold and maintain). Strategies that need to be used are market penetration (market penetration) and product development (product development). From the results of the seller known that both UMKM get profit, UMKM Putri Alin Jaya is Rp. 3.500.000 Per 1x production with profit of Rp. 818.500 and R / C 1.3 While UMKM SAS has income of Rp.3.110.000 Per 1x production. With a profit of Rp. 1.086.700 and R / C 1.5 Pemerintah mendorong perkembangan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Strategi pemasaran adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan atau UMK M. di mana strategi pemasaran merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan dari sebuah perusahaan atau UMKM. Penelitian ini dimulai pada 1 April 2017 sampai dengan 1 Juli 2017, di UMKM Putri Alin Jaya dan UMKM SAS, Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan Menggunakan SWOT. Hasil dari penelitian ini, UMKM Putri Alin Jaya dan UMKM SAS pada daerah dimana keduanya harus mempertahankan dan menjaga (hold and maintain). Strategi yang perlu dipakai yaitu penetrasi pasar (market penetration) dan pengembangan produk (product development). Dari hasil penjualanya diketahui kedua UMKM mendapatkan keuntungan, UMKM Putri Alin jaya sebesar Rp. 3.500.000 Per 1x produksi dengan keuntungan sebesar Rp. 818.500 dan R/C 1.3 Sedangkan UMKM SAS memiliki pendapantan sebesar Rp.3.110.000 Per 1x produksi. Dengan keuntungan sebesar Rp. 1.086.700 dan R/C 1.5.
PENGARUH LEVEL ENZIM (0,1 dan 0,2%) TERHADAP APPARENT METEBOLIZABLE ENERGI (AME) TEPUNG BULU AYAM (BGA DAN BAG) PADA TIKTOK Gobay, Melianus; Achmanu, Achmanu; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimulai tanggal 2 April sampai 6 Juni 2012 di Laboratorium Lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Analisa daya cerna asam amino threonin dilakukan di Laboratorium Sarawanti Genetech Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok. Materi yang digunakan adalah 20 ekor tiktok hasil persilangan entok jantan dan itik betina berjenis kelamin jantan dengan bobot badan rata-rata 2089,10 ± 0,22 g. Penelitian menggunaka 5 perlakuan P0 (pakan kontrol), P1 (enzim alizyme fd 0,1% tambah 5% tepung bulu ayam yang autoklaf lalu giling), P2 (enzim alizyme fd 0,2% tambah 5% tepung bulu ayam yang autoklaf lalu giling), P3 (enzim alizyme fd 0,1% ditambah 5% tepung bulu ayam yang giling lalu autoklaf),dan P4 (enzim alizyme fd 0,2% ditambah 5% tepung bulu ayam yang digiling lalu autoklaf) dan ulangi 4 kali. Variabel yang diamati adalah kecernaan Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Apabila terjadi perbedaan yang nyata antara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim alizyme fd dan tepung bulu ayam pada ransum perlakuan terhadap Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok memberikan perbedaa pengaruh yang sangat nyata (P
HUBUNGAN PERIODE LAKTASI DENGAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH PERANAKAN FRIES HOLLAND (PFH) DI BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN BATU Marsalis, Yohanes; Marhaeniyanto, Eko; Suharto, Kresno
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between lactation period and milk dairy cattle production with the material used is Fries Holland (PFH) dairy cows as many as 20 heads which are lactation both 12 heads, third lactation 3 heads, and fourth lactation 5 heads. The research method is field survey with the data obtained is to follow and record the amount of milk in milking process every lactation period. With the observed variables is the amount of milk production each lactation period, age, environment, feeding and disease prevention, then the existing data were analyzed using simple linear regression analysis with SPSS program statistic version 17.0. Results of this study the average production of milk dairy cows is highest in the second lactation and decreased in the third and fourth lactation sequentially ie 11.26 liters/head/day, 10.00 liters/head/day and 8.88 liters/head/day. The lactation period (lactation 2-4) had significant effect (P
PERENCANAAN LANSKAP JALAN RADEN INTAN SEBAGAI WELCOMEAREA KOTA MALANG Tewu, Restiana; Djoko, Riyanto; Muakhor, Emy Junatan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan terkait lanskap Jalan Raden Intan Kota Malang, serta merencanakan lanskap jalan yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan kerja, yaitu Planning Design Process meliputi beberapa tahap, diantaranya: commision, research, analysis, synthesis, construction dan operation. Menurut hasil penelitian, penataan sirkulasi kendaraan pada Jalan Raden Intan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi jalan sesuai kriteria tapak. Salah satu upaya penataan tersebut melalui pengalokasian ruang daerah milik jalan (damija) untuk aktifitas lalu lintas jalan (pembagian lajur jalan kendaraan pribadi dan umum), aktifitas pejalan kaki, serta penataan fasiitas jalan. Penataan jalur hijau pada ruas Jalan Raden Intan dilakukan melalui pemilihan vegetasi untuk mengurangi polusi udara, pohon untuk tepi jalan atau pohon untuk pelindung, semak, dan perdu di median jalan, konfigurasi penanaman serta pengaturan bentuk taman. Penataan Jalan Raden Intan sebagai Welcome Area menggunakan jenis tanaman yang berbunga yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional, sehingga dapat menciri khaskan Kota Malang sebagai Kota Bunga.
Evaluasi Dan Kelayakan Usaha Campuran Tepung Umbi Gadung (Dioscorea hisspida Dennst) Dengan Jagung Pulut (Zea mays ceratina L.Var Kulesh) Pada Pembuatan Mie Instan Janggakadu, Arnold Hina; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to determine the best proportion of the Gadung flour mixed with waxy corn flour for instant noodle production and it feasibility study. This study were conducted by Complete Randomized Design (CRD) with one factor which was the proportion of Gadung flour and waxy corn flour. It divided in five levels which were 90%:10%; 80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; and 50%:50% with five replication. The result shown that the proportion of 70% Gadung flour and 30% waxy corn flour has the best result with 0,90% moisture content, 0,60% ash content, texture 2,26%, flavors preferences value of 3.03 (neutral), Aromatic preferences value 3.02 (neutral), color preferences value 3.21 (neutral). Value of cost of goods sold Rp. 2,273.49, -, Break event point Rp. 24,827,586,21, - The selling price of Rp. 2,614,51, - profitabel per days Rp.20.461,20, - and RCR equal to 1,15 which mean that the instant noodle from gadung and waxy corn flour were feasible to produce. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi terbaik antara tepung gadung dengan jagung pulut pada pembuatan mie instan serta mengetahui kelayakan usahanya. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, faktornya yaitu proporsi antara tepung gadung dengan jagung pulut. Adapun proporsinya sebagai berikut : 90% : 10%, 80% : 20%, 70% : 30%, 60% : 40, 50% : 50%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh proporsi tepung umbi gadung 70% dan jagung pulut 30% merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik tersebut memiliki kadar air sebesar 0,90%, kadar Abu 0,60%, daya patah 2,26%, kesukaan rasa 3,03 (netral), Aroma 3,02 (netral), Warna 3,21 (netral). Nilai Harga Pokok Penjualan Rp. 2.273,49,-, Break Event Point Rp. 24.827.586,21,-Harga jual perkemasan Rp. 2.614,51,- keuntungan perhari Rp. 20.461,20,- dan RCR sebesar 1,15.
RESIDU PUPUK N,P,K DAN BIOCHAR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MUSIM TANAM KEDUA Nababan, Candro Borsak; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a continuation of research of maize plant in the first planting season. This study determined the residual effects of biochar on growth and yield of corn crops of the second growing season. Research using Factorial Random Block Design (RAK Factorial) which consists of two factors, namely factor 1: biochar consisting of rice husks, coconut shell, and wood (sono). Factor 2: the biochar dose consisted of four levels: 0 t ha-1, 15 t ha-1, 30 t ha-1, 45 t ha-1. There are 8 combinations of treatments, each repeated 3 times so that there are 24 plots. While in the second planting season there are 12 treatment combinations, each repeated 3 times so that there are 36 plots. The results showed that, biochar residue of 15 tons ha-1 showed better results than control and residues of rice husk biochar, coconut shell, wood, did not affect the growth and yield of corn crops. The result of this research can be concluded that biochar residue 15 ton ha-1 showed better result than control and residue of biochar husk rice, coconut shell, wood, no effect to growth and yield of corn crop. Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian tanaman jagung pada musim tanam pertama. Penelitian ini menentukan efek residu biochar pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung musim tanam kedua. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK Faktorial) yang terdiri dari dua faktor yaitu, faktor 1: biochar yang terdiri dari sekam padi, tempurung kelapa muda, dan kayu(sono). Faktor 2 : dosis biochar terdiri atas empat level yaitu, 0 t ha-1, 15 t ha-1, 30 t ha-1, 45 t ha-1. Terdapat 8 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 petak. Sedangkan pada musim tanam kedua terdapat 12 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 petak. hasil penelitian menunjukan bahwa, residu biochar 15 ton ha-1 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan control dan residu jenis biochar sekam padi, tempurung kelapa, kayu, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, residu biochar 15 ton ha-1 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan control dan residu jenis biochar sekam padi, tempurung kelapa, kayu, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG JAGUNG PULUT DENGAN PENAMBAHAN BAKING POWDER PADA PEMBUATAN BISKUIT Lera, Herkulanus; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biscuits is one of favorit snack of Indonesian people. It produce from wheat flour which is imported from abroad. Therefore, by this biscuit production pulut corn flour originally from Indonesia can subtitute the wheat flour. The aim of this research is to determined the best composition in partial subtitution of wheat flour and pulut corn flour with addition of baking powder in biscuit production and it feasibility study. This research was conducted in Complete Randomize Block Design factorial with two factors. The first factor is the composition of partial subtitution of wheat flour and pulut corn flour in 4 levels . Second factors is the percentage of baking powder composition (1, 2, and 3%). All factors combinations was run in duplicate with 32 samples obtained. The result of the research was shown thath the best treatment were obtained from substitution 70 % of pulut corn flour and 30% of wheat flour with addition 1% of baking powder. That result shown that the biscuit have 5,87 % of moisture content; 2,07 % of ash; 17,92% of protein, 13,85N of brittleness. Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Biskuit dibuat dengan bahan baku utama tepung terigu yang ketersediaanya masih dicukupi melalui impor. Oleh karena itu melalui pembuatan cookies jagung pulut ini dapat menjadi proses subtitusi tepung terigu dengan tepung jagung pulut asli dari Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi terbaik pada substitusi parsial tepung terigu dengan tepung jagung pulut dan penambahan baking powder dalam pembuatan biskuit serta analisa kelayakan usahanya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok ( RAK ) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu substitusi parsial tepung terigu dengan tepung jagung pulut, terdiri dari 4 taraf perlakuan. Faktor kedua yaitu komposisi baking powder (1, 2, dan 3%). Seluruh kombinasi diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada substitusi tepung terigu 70% dengan tepung jagung pulut 30% dan penambahan baking powder 1% dengan parameter kadar air 5,87%, kadar abu 2,07%, protein 17,92%, daya patah 13,85 N.