cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KAWASAN KAKI GUNUNG DUA SUDARA Rachmah, Zazilatur; Rengkung, Michael M; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara, memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Permasalahan pengembangan dan pertambahan penduduk yang semakin pesat tiap tahunnya memberikan dampak pada peningkatan kebutuhan lahan untuk sarana permukiman. Keterbatasan lahan akan permukiman yang mengakibatkan banyak pembangunan tempat tinggal di dirikan di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukan yang ada, seperti kawasan rawan bencan longsor karena membangun permukiman di daerah berbukit dibawah kaki gunung yang merupakan salah satu lokasi yang tidak sesuai untuk permukiman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah apakah lahan permukiman eksisting di lokasi penelitian sudah sesuai dengan kemampuan lahan. Lokasi penelitian yang diambil hanya berada di Kecamatan Madidir Kota Bitung. Tujuan Penelitian ini adalah Mengidentifikasi kondisi eksisting penggunaan lahan permukiman di kawasan kaki gunung Duasudara kecamatan Madidir dan Menganalis kesesuaian lahan permukiman yang ada di kawasan kaki gunung Duasudara kecamatan Madidir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis SIG (Sistem Informasi Geografi) dan analisis skoring. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; Perluasan perubahan Lahan permukiman yang di lihat dari tahun 2006-2016 tersebut mengalami peningkatan seluas 278.33ha atau 14.78%, sedangkan untuk hasil analisis overlay kesesuaian lahan permukiman eksisting di dapat dua kategori lahan yaitu lahan sesuai dan lahan sesuai bersyarat. Untuk lahan sesuai seluas 327.36ha atau 80.13% dari luas wilayah lahan sesuai dan untuk lahan sesuai bersyarat seluas 262.94ha atau 64.36% dari luas wilayah lahan sesuai bersyarat. Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Permukiman, Sistem Informasi Geografi.
PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PASAR PINASUNGKULAN KAROMBASAN MANADO Jikwa, Natalia Rossalia; Tilaar, Sonny; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Pinasungkulan Karombasan merupakan salah satu pasar besar yang berada di kota manado berdasarkan peraturan daerah no. 14 tahun 2000 tanggal 3 januari 2000 dinas pasar dialihkan status menjadi perusahan daerah kota Manado sehingga saat ini dikelolah secara langsung oleh PD Pasar kota Manado. Di pasar pinasungkulan karombasan ini terdapat penjual-penjual mulai dari pedagang kaki lima hingga took-toko besar yang di bangun didalamnya. Pasar Pinasungkulan Karombasan ini telah menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat sekitar yang sering dibanjiri pedagang maupun pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi dan menganalisis pemanfaatan ruang kawasan pasar pinasungkulan karombasan Manado. Penelitian yang dilakukan untuk penulisan ini menggunakan data-data yang diambil secara langsung di lapangan (data primer) yaitu: tinjau langsung (data opservasi), wawancara, foto-foto dokumentasi. Data dari instansi terkait (data sekunder) diantaranya adalah data PD pasar, peta lokasi pasar, jumlah pedagang dan profil pasar kota manado. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan SNI 1852: 2015 tentang pasar rakyat berdasarkan persyaratan teknis dan pengelolahan pasar. Dari hasil analisis kemudian diolah menggunakan bantuan Microsoft exel yang akan menghasilkan grafik Optimal (termanfaatkan) dan tidak optimal (tidak temanfaatkan) serta standar pemanfaatan ruang. Berdasarkan hasil analisis untuk pemanfaatan ruang kawasan pasar Pinasungkulan Karombasan Manado, bahwa ruang yang termanfaatkan adalah 50% dan ruang yang tidak termanfaatkan adalah 50% sedangkan berdasarkan standar SNI 1852:2015 bahwa pasar Pinasungkulan Karombasan Manado mencapai 47.73% memenuhi standar dan 52.72% tidak memenuhi standar.   Kata kunci :Pasar, Pemanfaatan Ruang.
EVALUASI PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR BANTARAN DAS DAYANAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT Paputungan, Nining G.; Warouw, Fela; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kotamobagu barat merupakan pusat kotanya Kota Kotamobagu sehingga itu pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kotamobagu Barat lebih tinggi dari pada wilayah kecamatan lain yang ada di Kotamobagu. Kondisi ini memicu perkembangan penggunaan lahan terutama pada kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan yang terdapat pada Kecamatan Kotamobagu Barat ,Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penggunaan lahan eksisiting di kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dan mengevaluasi kondisi perkembangan penggunaan lahan pada kawasan sekitar Bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dari tahun 2006,2010 dan 2015. Metode  penelitian  kualitatif Analisis deskriptif dan overlay peta untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan  lahan dan perkembangan perubahanlahan. Hasil studi yang menunjukan bahwa kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dari kondisi eksisting terdiri dari penggunaan lahan  permukiman, perkebunan, ladang/tegalan, sawah dan tanah kosong  dan  hasil evaluasi perkembangan penggunaan lahan tahun 2006, 2010 dan 2015 pekembangan penggunaan lahan pada lokasi penelitian hampir setiap tahunnya mengalami perubahan fungsi lahan dimana seperti sebelumnya lahan tersebut dijadikan sebagai  kawasan lindung karena memiliki alasan faktor tertentu seperti lahan tersebut merupaka bantaran sungai tapi kini berubah menjadi kawasan budidaya.Kata Kunci: Evaluasi, Perkembangan, Penggunaan Lahan, Bantaran DAS Dayanan
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DALAM MENUNJANG KEGIATAN WISATA DI KAMPUNG JAWA TONDANO Putri, Rifka Awalia; Supardjo, Suryadi; Sembel, Amanda S
SPASIAL Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Jawa Tondano adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki budaya tersendiri diantara suku Minahasa. Budaya tersebut hasil asimilasi antara suku Minahasa dan Jawa yang dipertahankan hingga kini sejak kedatangan Kiay Modjo dan rombongan yang diasingkan oleh kolonial Belanda. Peninggalan budaya dan makam Kiay Modjo adalah daya tarik para wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung di kampung Jawa sebagai tujuan wisata.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi eksisting infrastruktur pariwisata dan strategi pengembangan infrastruktur di Kampung Jawa Tondano. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi eksisting menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisa berdasarkan masalah-masalah atau fenomena yang bersifat aktual. Sedangkan pengembangan infrastruktur pariwisata menggunakan analisis SWOT berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal kondisi aktual.Hasil penelitian menggambarkan bahwa kondisi infrastruktur pariwisata di Kampung Jawa masih diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan terutama sarana/prasarana jalan, lampu penerangan, air bersih, tempat sampah/sanitasi, pusat informasi dan petunjuk jalan. Sedangkan strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata adalah strategi mempertahankan peran secara selektif (selective maintenance strategy) dengan kegiatan dan program utama yang dilakukan adalah melakukan konsilidasi pada kondisi internal dengan cara memperbaiki kelemahan-kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada.Kata Kunci : Infrastruktur Pariwisata, Kampung Jawa Tondano, Kiay Modjo
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN TOMOHON TIMUR Tompodung, Andrew S; Poluan, R. J.; Rate, J Van
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pariwisata merupakan kegiatan yang strategis untuk dikembangkan di Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon, dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu potensi pariwisata yang di miliki Kota Tomohon adalah agrowisata di Kecamatan Tomohon Timur, kawasan agrowisata ini dikelola oleh penduduk setempat secara tradisional. Dengan adanya potensi dan permasalahan yang ada, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengkaji “Pengembangan Kawasan Agrowisata Di Kecamatan Tomohon Timur”. Tujuan penelitian ini adalah megidentifikasi karakteristik kawasan agrowisata dan untuk menetapkan strategi pengembangan kawasan agrowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yang bersifat deskriptif kualitatif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggambarkan atau menguraikan secara jelas apa yang ada dilapangan, dan analisis SWOT merupakan suatu alat yang efektif dalam membantu menstrukturkan masalah, terutama dengan melakukan analisis alas lingkungan strategis, yang lazim disebut sebagai lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Secara internal sejumlah Kekuatan (strengths) atau sumberdaya,dan kelemahan-kelemahan (weaknesses) atau keterbatasan/kekurangan, dan secara ekstemal akan berhadapan dengan berbagai Peluang (opportunities) atau situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan berasal dari luar, dan ancaman - ancaman (threats) situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan berasal dari luar. Berdasarkan hasil studi, didapat bahwa; karakteristik wilayah kawasan agrowisata untuk mendukung pengembangan kawasan agrowisata, yaitu prasarana di kawasan agrowisata sudah tersedia, kemiringan lereng yang beraneka ragam, namun aksesbilitasnya belum cukup baik, tersedia juga lahan yang sesuai dan produktif dan juga masyarakatnya sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani. Rekomendasi strategi yang digunakan adalah membuat master plan kawasan Agrowisata, memanfaatkan investasi guna pengadaan sarana dan prasarana, dan peningkatan pemberdayaan masyarakat.   Kata Kunci : Pengembangan, Kawasan, dan Agrowisata.
PENGEMBANGAN POTENSI KAWASAN WISATA AIR PANAS DI LANGOWAN Pesik, Febryani Ribka; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Langowan memiliki berbagai potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi salah satu daerah destinasi wisata di Kabupaten Minahasa. Potensi sumber air panas yang mengandung mineral seperti belerang banyak ditemukan pada kawasan permukiman dan pertanian di kecamatan Langowan Utara. Sumber mata air panas yang ada di kecamatan Langowan Utara berasal dari pertemuan antara air tanah dengan magma yang berada di dapur magma di jalur vulkanik dari salah satu gunung berapi yang aktif di daerah Sulawesi Utara yaitu Gunung Soputan. Sumber-sumber air panas tersebut ada yang sudah dimanfaatkan menjadi tempat pemandian air panas dan ada juga yang belum dikembangkan menjadi tempat pemandian air panas. Infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih dan persampahan sudah terlayani dengan baik sebaliknya untuk fasilitas penunjang obyek wisata belum tersedia sesuai dengan ketentuan yang ada. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa tempat pemandian air panas sehingga selanjutnya wilayah kecamatan Langowan Utara dapat menjadi kawasan wisata pemandian air panas yang ada di Langowan. Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kawasan wisata air panas yang ada di Langowan dan menentukan pengembangan kawasan wisata air panas dengan konsep 3A. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan cara observasi lapangan, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini yaitu membuat zonasi untuk pengembangan atraksi wisata alami yang ada di kecamatan Langowan Utara, zonasi untuk atraksi alami dan buatan yang ada di Langowan,  zonasi untuk aksesibilitas antar obyek wisata penunjang yang ada di Langowan dan zonasi amenities (fasilitas) yang dapat dikembangkan dalam rangka menunjang tercapainya suatu kawasan wisata air panas di Langowan.Kata Kunci : Pengembangan, Pariwisata, Air Panas, Langowan.
PERENCANAAN WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Purwanto, Nusa Indra; Poluan, R. J.; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sanana yang terletak di pesisir pulau Sulabesi dengan potensi bencana tsunami dan 75% masyarakat bermukim di daerah pesisir tanpa adanya sarana, prasarana dan upaya untuk mitigasi bencana, untuk itu dibutuhkan perencanaan wilayah pesisir berbasis mitigasi bencana di Kecamatan Sanana. Melihat itu semua, maka pemerintah daerah dan para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana, 2. Merencanakan wilayah pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif dan analisis spasial dengan teknik tumpang susun (Overlay) dengan berdasarkan indikator ketinggian (Elevation) dan indikator dari jarak garis pantai (Coastal Proximity) dengan menggunakan software sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian dapat mengetahui daerah yang terkena dampak bencana tsunami di pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan indikator yang digunakan dimana 45% permukiman di pesisir kecamatan terkena dampak bencana tsunami. Oleh karena itu dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti rencana reklamasi pantai untuk pembuatan zona penyangga untuk meminimalisir dampak bencana tsunami dan tidak menimbulkan korban jiwa.Kata kunci : Perencanaan Wilayah, Pesisir, Mitigasi, Bencana Tsunami
PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI PERMUKIMAN TERENCANA DI KAWASAN PERI URBAN KOTA MANAADO Sigar, Brenda -; Kumurur, Veronika -; Supardjo, Suryadi -
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah domestik merupakan salah satu masalah yang ada di permukiman terencana di kawasan peri urban Kota Manado. Pada kawasan ini sampah domestik yang ada belum ditangani dengan baik karena pengelolaan sampah hanya terpusat di wilayah pusat kota saja sehingga penanganan sampah domestik di wilayah peri urban sering terabaikan penanganannya. Penelitian ini dilakukan pada 17 perumahan yang berada di kawasan peri urban Kota Manado, dengan tujuan untuk mengetahui pola penanganan sampah domestik pada setiap perumahan yang ada di kawasan peri urban Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan pola penanganan sampah domestik yang berlangsung pada setiap perumahan mulai dari tahap pemilahan/pewadahan, pengumpulan serta pengangkutan sampah domestik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil studi dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 pola penanganan sampah domestik pada 17 perumahan yang ada. Pola pertama terdapat di perumahan CHT, Wenwin, Bintang Mas, Trimitra Matuariwaya, Palem Highland Village, BTN, Puri Alfa, Griya 3 Mapanget, Griya 4 Mapanget, Puri Kelapa Gading dan Panamas, yaitu penanganan sampah yang berlangsung hanya sampai tahap pewadahan. Pola kedua terdapat di perumahan Graha Pineleng, CBA dan Korpri, penanganannya terlaksana  mulai dari pewadahan, pengumpulan dan langsung menuju pembuangan akhir. Pola ketiga terdapat di perumahan Citraland Kota Manado, penanganannya terlaksana dari tahap pewadahan, kemudian langsung pada tahap pengangkutan dan menuju TPA tanpa melalui pengumpulan. Dan pola keempat terdapat di perumahan Citraland Minahasa, Villa Mutiara dan Permata Klabat yang penanganannya terlaksana mulai dari tahap pewadahan, pengumpulan sampah di TPS dan pengangkutan sampah domestik menuju TPA. Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Domestik, Permukiman Terencana, Peri Urban
STRATEGI PENANGANAN BANJIR BERBASIS MITIGASI BENCANA PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Eato, Sri Dian Kristi Handayani; Rengkung, Michael M; Rate, Johannes Van
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Bolangitang Barat adalah salah satu kecamatan yang sering menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Sesuai dengan rencana pola ruang pada RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun 2011 – 2031 kecamatan ini memiliki kawasan rawan bencana banjir yang dialiri oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Bolangitang dan membentang melewati Desa Paku hingga Desa Bolangitang Induk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kajian risiko bencana banjir di kawasan rawan bencana banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan merumuskan strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana pada kawasan rawan banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan analisis overley/superimpose untuk menganalisa tingkat kerentanan, tingkat bahaya dan tingkat risiko dari bencana banjir. Berdasarkan analisa tersebut dihasilkan kajian bahwa seluruh kawasan rawan banjir di Kecamatan Bolangitang Barat berpotensi terdampak banjir dengan risiko tinggi berada di Desa Jambusarang, Ollot II dan Paku. Strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana di kawasan rawan banjir Kecamatan Bolangitang Barat terbagi menjadi dua, yaitu : (1). Mitigasi struktural berupa penjelasan mengenai pembuatan bangunan pengendali banjir seperti pembuatan tanggul, pembuatan struktur jaringan drainase, dan pembuatan drop structure;  (2) Mitigasi non struktural berupa pelatihan dan simulasi mitigasi bencana, serta pengevaluasian kebijakan pengurangan risiko dampak bencana banjir pada kawasan rawan bencana banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kata Kunci : Mitigasi Bencana, Banjir, Kawasan Rawan Banjir, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongndow Utara
PERENCANAAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SLTA DI KABUPATEN MERAUKE Tahiya, Tanila; Franklin, Papia J.; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kehidupan masyarakat serta berperan untuk meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan sangat penting karena merupakan dasar untuk pengembangan pola berpikir konstruktif dan kreatif. Kondisi geografis Kabupaten Merauke sebagian besar wilayahnya didominasi oleh wilayah datar dan aktivitas perekonomian terkonsentrasi di pusat kota Kabupaten Merauke, kondisi jalan yang kurang baik dan beberapa lokasi belum tersedianya akses jalan, lokasi sekolah yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan serta kurangnya sarana transportasi umum ke lokasi sekolah sehingga menyebabkan akses menuju beberapa lokasi pelayanan fasilitas umum belum memadai. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi tingkat pelayanan fasilitas pendidikan tingkatSLTA berdasarkan standar yang berlaku dan Menganalisis dan merencanakan keterjangkauan pelayanan fasilitas pendidikan tingkatSLTA dan tingkat kebutuhan di Kabupaten Merauke sampai pada tahun 2036. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini data yang diperlukan yaitu lokasi sekolah, jumlah ruang kelas tiap-tiap sekolah di Kabupaten Merauke serta jarak jangkauan pelayanan tiap unit sekolah yang merupakan kualitas persebaran lokasi sekolah. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah ketersediaan fasilitas pendidikan tingkat atas (SLTA) eksisting terbanyak yaitu Distrik Merauke dengan jumlah 24 unit SLTA Sederajat (SMA, SMK, MA). Berdasarkan penilaian daya tampung fasilitas pendidikan tingkat SLTA di Kab. Merauke ada 3 Distrik yang persentase tingkat kapasitas daya tampung (efisien) yaitu Distrik Muting (83%), Distrik Sota (97%) dan Distrik Jagebob (94%). Distrik yang persentase kapasitas daya tampung melebihi kapasitas daya tampung yaitu Distrik Naukenjerai (175%), Distrik Merauke (139%), Distrik Okaba (125%). Sedangkan distrik yang persentase kapasitas daya tampung dinilai kurang (tidak efisien) yaitu Distrik Eligobel (72%), Distrik Tanah Miring (50%), Distrik Semangga (19%), Distrik Malind (42%), Distrik Kurik (64%), dan Distrik Kimaam (65%). Distrik yang memiliki penilaian baik dari segi pemenuhan kebutuhan penduduk usia sekolah, tingkat keterisian dan kondisi jalan baik adalah Distrik Muting, Distrik Sota dan Distrik Merauke, Distrik yang memiliki penilaian cukup (>100 %) yaitu Distrik Kimam, DistrikEligobel, Distrik Jagebob,Distrik Kurik, Distrik Malind, Distrik Naukenjerai, dan Distrik Okaba sedangkan Distrik yang memiliki penilaian kurang (<80 %) yaitu Distrik Ilyawab, Kaptel, Ngguti, Semangga, Tabonji, Tanah Miring, Tubang, Ulilin, dan Waan. Dari segi perencanaan, sekolah yang tidak terdapat di distrik Kabupaten Merauke yaitu : Distrik Ulilin, Distrik Animha, Distrik Ngguti, Distrik Kaptel, Distrik Tubang, Distrik Ilyawab, Distrik Tabonji dan Distrik Waan sehingga perlu adanya perencaan pembangunan fasilitas pendidikan tingkat SLTA baru di 8 lokasi tersebut. Sedangkan dari hasil evaluasi tingkat pelayanan fasilitas pendidikan eksisting di Kabupaten Merauke Tahun 2016, beberapa lokasi sekolah di beberapa distrik yang tingkat pelayanannya (kurang) perlu di adakan penyediaan fasilias pendidikan baru di lokasi tersebut.   Kata Kunci : Fasilitas Pendidikan, Kabupaten Merauke