cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
ISOLASI BAKTERI SIMBION DENGAN SPONS DARI PERAIRAN TONGKEINA, SULAWESI UTARA Wantania, Letha L.; Ginting, Elvy L.; Wullur, Stenly
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis denganspons dan menentukan karakteristik morfologi serta sifat Gram dari isolat bakteri tersebut. Sampel spons diambil dari perairan Tongkeina, Sulawesi Utara. Spons digerus dan dilarutkan dalam air laut steril dan dilakukan pengenceran. Bakteri simbions spons dalam setiap pengenceran ditumbuhkan pada media Nutrient Broth. Bakteri yang tumbuh ditumbuhkan kembali pada media Nutrient Agar dengan metode cawan gores. Isolat bakteri yang tumbuh kemudian diuji sifat Gramnya. Penelitian ini memperoleh sepuluh isolat bakteri yang bersimbiosis dengan dua jenis spons dengan karaktersitik morfologi yang bervariasi. Dua dari kesepuluh isolat bakteri tergolong dalam Gram positif dengan bentuk coccus dan delapan tergolong dalam Gram negatif dengan bentuk basil (batang pendek).
KARAKTERISTIK FOTOSINTETIK RUMPUT GAJAH DWARF (PENNISETUMPURPUREUM CV. MOTT) PADA PERBEDAAN TINGKAT NAUNGAN DAN VARIASI PEMUPUKAN NITROGEN Lasamadi, Rahman D.; Anis, S. D.; Kaunang, Ch. L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan hijauan pakan merupakan salah satu faktor esensial dalam pengembangan usaha peternakan khususnya ternak ruminansia. Dalam hal ini dibutuhkan jumlah dan kualitas hijauan pakan tersedia cukup dan berla njut. Salah satu jenis hijauan pakan yang potensial adalah rumput gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott). Salah satu masalah yang dihadapi dalam memperoduksi hijauan pakan adalah keterbatasan lahan. Namun demikian masih juga tersedia lahan perkebunan kelapa yang dapat digunakan namun dibutuhkan jenis hijauan yang toleran terhadap naungan dan produktif. Rumput gajah dwarf termasuk jenis dengan jalur metabolism C4 yang secara umum sensitive terhadap daungan. Namun demikian pemberian unsure makro nitrogen diharapkan dapat berinteraksi baik untuk menunjang produktifitas jenis rumput ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi level naungan dan level pupuk nitrogen terhadap karakteristik fotosintetik rumput uji ini. Perlakuan yang diuji adalah factor A level naungan : a1 = 0% naungan; a2 = 70% naungan. Level pupuk nitrogen sebagai factor B: b1 = 0% N; b2 = 92 N/Ha; b3 = 184 N/ha; b4 = 368 N/ha. Perlakuan diatur berfaktor dalam pola petak terpisah (split plot design). Data diolah menggunakan analisis keragaman dengan dituntun Program Minitab. Perbedaan antara perlakuan dilakukan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan 70% berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diuji. Demikian juga level pemupukan nitrogen terutama berpengaruh nyata pada parameter kandungan klorofil b dan terhadap panjang daun, lebar daun, kandungan nitrogen dan protein. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kendatipun dibawah pengaruh naungan tetapi karakter fotosintetik rumput gajah Dwarft (Pennisetum purpureum cv. Mott) dapat diperbaiki dengan penambahan unsur hara makro nitrogen.
REKOMENDASI TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA SECARA TERPADU (PHT) HAMA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa) DI DESA MAKALONSOW KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Manueke, Jusuf; Assa, Berty H.; Pelealu, Aldegonga E.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan IbM adalah menyusun rekomendasi pengendalian hama tanaman padi sawah dsecara terpadu yaitu teknologi PHT yang bertumpuh pada cara cultural, fisik/mekanis, biologi/hayati dan pemanfaatan insektisida botanis yang ramah lingkungan. Kegiatan IbM ini merupakan gabungan dari kajian percobaan lapang dan studi pustaka. Penelitian menggunakan metode penyuluhan dalam bentuk ceramah, diskusi dan aplikasi lapang.Kegiatan IbM di desa Makalonsow menghasilkan rekomendasi Pengendalian Hama Secara Terpadu (PHT) terhadap hama tanaman padi sawah sebagai berikut : 1. PHT Terhadap Hama Tryporyza innotata , Chilo suppressalis, Sesamia inferens, Nymphula depunctalis yaitu Pengendalian Kultural dan Pengendalian Kimia Ramah Lingkungan. 2. PHT Terhadap Hama Nephotettix virescens, Nilaparvata lugens, Leptocorisa acuta, Pareaucosmetus sp. Yaitu Pengendalian Kultural, Pengendalian Biologi/Hayati,dan Pengendalian Kimia Ramah Lingkungan. 3. PHT Terhadap Hama Keong Emas (Pomacea caniculata) yaitu Pengendalian Kultural, Pengendalian Fisik dan Mekanis, Pengendalian Hayati, dan Pengendalian Kimia Ramah Lingkungan. 4. PHT Terhadap Hama Tikus (Ratus argentiventer) yaitu Pengendalian Kultural, Pengendalian Fisik dan Mekanis, Pengendalian Biologi/Hayati, dan Pengendalian Kimia Ramah Lingkungan. 5. PHT Terhadap Hama Burung yaitu Pengendalian Fisik dan Mekanis dan Pengendalian Kimia Terbatas dan Pengendalian Kultural.
PENINGKATAN PERAN SISWA TERHADAP PENCEGAHAN SINDROMA METABOLIK Manampiring, Aaltje E.; Wilar, Rocky
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini obesitas sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyebab obesitas sebagai komponen sindrom metabolik, sangatlah kompleks dan multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Obesitas umumnya disebabkan karena masukan energi melebihi penggunaan energi oleh tubuh untuk kepentingan metabolisme basal, aktivitas fisik, pembuangan sisa makanan dan untuk pertumbuhan. Prevalensi obesitas semakin meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 26,6%. Sulawesi Utara menempati urutan pertama untuk prevalensi obesitas pada usia dewasa yaitu 37,1% (Riskesdas, 2013). Hasil penelitian di Minahasa Tahun 2012 menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada remaja sebesar 21,3% (Manampiring, 2014). Di Minahasa obesitas pada usia remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk itu perlu dilakukan skrining untuk melihat faktor-faktor risiko sindrom metabolik lainnya pada siswa SMA dan sederajat. Program ini merupakan pemberdayaan siswa SMA dan SMK untuk dapat mengatasi dan mencegah masalah kesehatan khususnya sindrom metabolik pada usia remaja dengan cara melakukan skrining, penyuluhan, pembentukan kelompok skrining sindrom metabolik dan pelatihan.Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah : tersedianya data prevalensi sindrom metabolik pada siswa SMA dan SMK, para siswa dapat mengetahui gejala dan tanda penyakit sindrom metabolik melalui pengukuran antropometri maupun hasil pemeriksaan laboratorium, para siswa dapat mengetahui cara pencegahan terhadap sindroma metabolik, para siswa dapat memberikan penjelasan kepada teman dan masyarakat sekitar tentang pencegahan sindrom metabolik, terlaksananya pelatihan cara mendiagnosa dini sindrom metabolik pada siswa SMA dan SMK,artikel untuk publikasi jurnal Nasional.
KANDUNGAN KIMIA DARI SISIK BEBERAPA JENIS IKAN LAUT Talumepa, Anggun C. N.; Suptijah, Pipih; Wullur, Stenly; Rumengan, Inneke F. M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi ikan laut sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Berlimpahnya restoran seafood yang menyediakan ikan laut sebagai menu utamanya dan penjualan ikan laut di pasar turut meningkatkan produk samping dari ikan seperti sisik yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan nilai guna dari sisik ikan laut sebagai suatu produk sampingan perikanan, maka perlu adanya riset untuk mengetahui komposisi kimia yang terkandung dalam sisik ikan laut sebagai upaya menyelidiki potensi sisik untuk dapat dijadikan sumber biomaterial yang dapat berguna bagi manusia. Penelitian ini menggunakan sisik ikan yang berasal dari perairan laut yaitu ikan kakatua, kakap merah, napoleon, salem, dan sahamia. Sejumlah 50 gram sisik dari setiap jenis ikan laut yang dikumpul dianalisis proksimat untuk mengetahui kadar-kadar kimia di dalamnya seperti air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Kandungan sisik ikan laut yang sudah dikeringkan secara umum adalah air 11%, abu 39%, lemak 5%, protein 30%, dan karbohidrat 15%.
PENANGKAPAN IKAN UMPAN HIDUP UNTUK PERIKANAN POLE AND LINE DIKELURAHAN MAWALI KECAMATAN BITUNG SELATAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI, PEMASARAN DAN KEUANGAN Manoppo, Lefrand; Sompie, Meta S.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran program ini diarahkan pada usaha penangkapan ikan pelagis kecil di Kota Bitung. Sebagai mitra dari usulan ini yaitu kelompok nelayan Usaha Baru yang memiliki alat soma dampar dan bagan perahu di Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan program ini yaitu pengembangan lapangan usaha baru  untuk meningkatkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan dengan diversifikasi produk olahan. Target khusus kegiatan ini meningkatkan produksi ikan umpan dalam rangka menunnjang perikanan pole and line dalam jumlah yang memadai dan berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan mitra yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan mitra yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukungan ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan
PENGARUH PEMUPUKAN UNSUR HARA MAKRO N, P, K TERHADAP POTENSI PRODUKSI NDF, ADF, KAPASITAS TAMPUNG RUMPUT Brachiaria humidicola cv. Tully dan Pennisetum purpureum cv. Mott Sumolang, Constantyn I. J.; Anis, Selvi D.; Telleng, Malcky M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap Potensi Produksi Fraksi Serat NDF, ADF, Kapasitas Tampung Rumput Brachiaria .humidicola cv. Tully dan Penisetum purpureum cv. Mott. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model experimental dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan pola Faktorial. Faktor A jenis rumput : a1 = Rumput B. humidicola cv. Trully ; a2 = Rumput P. purpureum cv. Mott. Faktor jenis pupuk b1 = Pupuk tunggal N (Urea) ; b2 = Pupuk kombinasi NP (Urea + TSP) ; b3 = pupuk kombinasi NPK (Urea + TSP + KCl). Dosis pupuk yang digunakan Urea=150 kg/ha, TSP = 75 kg/ha, KCl = 75 kg/ha, sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 24 satuan percobaan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Pandu, yang terletak di desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara.Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis rumput, jenis pupuk dan interaksi jenis rumput dan jenis pupuk memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi NDF, ADF dan Kapasitas Tampung. Produksi NDF, ADF, Kapasitas Tampung rumput P. purpureum, cv. Mott sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari rumput B. humidicola cv. Tully. Produksi NDF, ADF, Kapasitas Tampung rumput yang diberikan pupuk NPK sangat nyata lebih tinggi (P<0.01) dari rumput yang diberikan pupuk NP dan N secara tunggal. Pemberian pupuk NPK menghasilkan poten produksi NDF, potensi produksi ADF dan kapsitas tampung masing-masing 57,79%, 349,43%, dan 40,42% lebih tinggi dibandingkan pembeerian pupuk N secara tunggal. Rumput P. purpureum cv. Mott yang diberikan pupuk NPK menghasilkan produksi NDF, produksi ADF dan kapasitas tampung yang paling tinggi.
STUDI TEKNIK PENANGANAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO-L) HIDUP DALAM WADAH TANPA AIR Pade, Satria Wati; Suwetja, I Ketut; Mentang, Feny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu sumber protein hewani yang digemari oleh masyarakat.Berbagai upaya telah dilakukan pada usaha budidaya ikan mas untuk peningkatan produktivitasnya, diantaranya adalah pemasaran ikan. Pemasaran ikan biasanya dilakukan dalam keadaan ikan hidup. Pemasaran atau pengangkutan ikan dalam keadaan hidup merupakan salah satu mata rantai dalam usaha perikanan. Pada dasarnya, ada dua metode transportasi ikan hidup, yaitu sistem basah atau dengan menggunakan air sebagai media dan sistem kering atau menggunakan media tanpa air. Sistem basah dianggap tidak praktis dan tidak efisien karena memiliki banyak kelemahan baik dalam volume maupun biaya sehingga diperlukan cara yang lebih praktis dan efisien yaitu penanganan sistem kering. Pada transportasi ikan hidup dengan sistem kering perlu dilakukan proses penanganan atau pemingsanan terlebih dahulu. Metode pemingsanan ikan dapat dilakukan dengan cara menggunakan zat anestesi atau dapat juga menggunakan penurunan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat mortalitas terendah dengan metode pemingsanan, penyimpanan dan penyadaran kembali yang standar.Metodologi yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan yaitu perlakuan metode pemingsanan yang terdiri atas 2 taraf (pemingsanan dengan suhu ±8°C, pemingsanan dengan suhu  ±8°C + minyak cengkeh konsentrasi 0,02%) dan perlakuan lama penyimpanan yang terdiri atas 5 taraf (0, 2, 4, 6, 8 jam) dengan menganalisis keragamannya menggunakan perhitungan annova dan teknik laboratorium. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel yang diamati meliputi waktu kecepatan pingsan, kondisi fisiologis saat proses pemingsanan, waktu penyadaran kembali dan tingkat mortalitas ikan.Hasil penelitian menunjukkan waktu dan suhu pemingsanan yang optimum dengan penyimpanan terlama 6 jam didapat waktu 11,03 menit dengan suhu 8°C dengan media penyimpanan yang tepat digunakan adalah media sekam padi. Waktu penyadaran yang optimal dengan penyimpanan terlama 6 jam didapat waktu 11,27 menit pada suhu 8°C. Berdasarkan metode pemingsanan, penyimpanan dan penyadaran kembali, tingkat mortalitas terendah yaitu 45,85% didapat dengan menggunakan metode pemingsanan menggunakan suhu 8°C dengan penyimpanan terlama 6 jam._____________________________________________________________________________
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA TUMBUHAN ALAM BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG SAHEDARUMAN (Identification and Analysis of Natural Product Fitokimia Content the Drugs Use of the Community Around the Forest Protected Area Sahendaruman) Rumouw, Djemrie
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan alam berkhasiat obat telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman. Penggunaan tumbuhan obat masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman merupakan kearifan tradisonal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi sebanyak 12 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Ditemukan sebanyak 2 jenis berhabitus pohon, 3 berhabitus perdu, 6 berhabitus liana, 1 jenis tergolong tumbuhan merambat. Kedua belas tumbuhan tersebut adalah tapak ;liman (Arterocephalus chochiinnensis),ganda rusa (Justicia gandarusa), paku simpai (Cibotium barometz) benalu (Loranthus globulus), nanamuha (Bridellia monoica) boroco (Celocia argentea) nantu (Palaquium dasiphilum) sukun (Artocarphus altilis),otan tikus (Flagellaria indica ),sirih hutan (Piper aduncum), ubi hutan (Homalomena propinqua) dan takokak(Solanum toruvumS.) Tumbuhan obat dimafaatkan masyarakan sekitar Kawsana Hutan lindung untuk berbagai macam penyakit seperti penyakit hipertensi, ginjal, diabetes , jantung, kanker, kista dan gatal-gatal. Hasil uji kandungan fitokimia 12 sampel tumbuhan obat mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan tannin. Sedang untuk senyawa flavonoid tidak terdapat pada tumbuhan ganda rusa (Justicia gandarusa), senyawa saponin tidak terdapat pada tumbuhan nanamuha(Bridellia monoica) dan takokak(Solanum torvumS.)serta senyawa fenolik tidak terdapat pada tumbuhan nantu (Palaquium dasiphylum)dan ubi hutan (Homalomena propnqua S.)
DESAIN PERKUATAN TANAH PADA LERENG RUAS JALAN MANADO-TOMOHON STA7-250 Riogilang, Herawaty
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah ruas jalan Manado Tomohon adalah area yang rawan terjadinya longsor baik lereng yang berada dipinggir atas jalan maupun lereng yang berada disamping bawah jalan. Pada ruas jalan Manado Tomohon Sta 7-250 pernah terjadi amblasan tanah dan jalan dengan memakan korban mobil dan penumpangnya yang terperosok karena jalannya longsor pada tahun 2014. Dan sekarang tahun 2017 terjadi runtuhan bongkah batu besar dilereng sisi atas jalan. Untuk mencegah terjadinya lagi longsoran atau runtuhan tanah atau bongkah batu maka dilakukan investigasi penyelidikan tanah yang selanjutnya dicarikan pemecahan masalahnya dengan menerapkan inovasi penggunaan modifikasi bahan diantaranya berupa geotekstil dan angkur. Parameter tanah yang didapat dari hasil uji laboratorium digunakan untuk membuat disain perkuatan tanah. Usulan disain atau rancangan beserta data tanah di simulasikan dengan menggunakan Program Plaxis 2 dimensi versi 8.2 untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pemilihan metode dan bahan perkuatan mempertimbangkan kebutuhan, efisiensi dan biaya. Rancangan disain perkuatan tanah yang dihasilkan diharapkan mampu menahan tanah untuk tidak terjadi longsor lagi ke tika terjadi hujan yang cukup besar. Rancangan/desain ini diharapkan dapat direkomendasikan untuk diaplikasikan ke daerah rawan longsor ruas jalan Manado-Tomohon Sta 7-250 dan sebagai pilot project percontohan untuk konstruksi perkuatan tanah yang diplikasikan pada semua daerah rawan bencana longsor di Sulawesi Utara.

Page 6 of 14 | Total Record : 140