cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
PKM KOMISI PEMUDA DAN KOMISI REMAJA UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI JEMAAT GMIM EL’ELYON MALALAYANG KOTA MANADO ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat pada komisi pemuda dan komisi remaja GMIM El’Elyon Malalayang adalah merupakan Program Kemitraan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dewasa ini makin banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya para remaja yang memberi dampak buruk bagi kehidupan remaja itu sendiri. Permasalahan remaja tersebut berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.(IDAI) Hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut seperti pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV. Perilaku reproduksi yang tidak sehat akan memunculkan permasalahan, salah satunya yaitu penyakit menular seksual (PMS). Ruang lingkup pelayanan kesehatan repoduksi menurut International Conference Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo terdiri dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi, pencegahan dan penanganan infertilitas, kesehatan reproduksi usia lanjut, deteksi dini kanker saluran reproduksi serta kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, sunat perempuan dan sebagainya. Cakupan materi penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu (1) Memahami definisi kesehatan reproduksi dengan benar, (2) Memahami organ serta fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, (3) Memahami tentang menstruasi, pubertas, masa subur, dorongan seksual, kehamilan, dan resiko reproduksi, (4) Memahami macam-macam penyakit menular seksual dan kelainan yang terkait dengan reproduksi, (5) Memahami tentang kebersihan dan kesehatan reproduksi. Ini diharapkan akan menambah pengetahuan kelompok Mitra tentang pentingnya kesehatan reproduksi.____________________________________________________________________Kata kunci: kesehatan reproduksi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN PADA AYAM KAMPUNG PASAWUNGEN DI DESA PAHALETEN KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Nangoy, Fredy J.; Karisoh, Linda C. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak ayam kampung merupakan salah satu alternatif usaha yang tidak membutuhkan modal banyak serta lahan besar. Berdasarkan survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masaalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendampingan dari perguruan tinggi adalah sebagai berikut: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan Nugget dan Bakso daging ayam kampung kepada anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknolgi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak yang ada dikelompok tersebut sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Ayam Kampung tidak lagi asing bagi masyarakat desa Pahaleten karena dari tahun ke tahun mereka sudah memeliharanya dan ternak ini merupakan sumber pengahsilan bagi masyarakat desa selain sumber protein hewani bagi keluarga. Ternak ayam kampung merupkan plasma nutfah yang potensial dan secara genetik mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa ayam kampung memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan peternakan di Indonesia, sekaligus sebagai basis ekonomi petani pedesaan untuk kebutuhan daging (ayam kampung) bagi masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang ada maka akan dilakukan pemberdayaan dengan penerapan ipteks bagi masyarakat peternak ayam kampung. Masyarakat sasaran yang dibentuk dalam kelompok, tani/ternak “ Pasawungen ”. Target luaran yang ingin dicapai pembuatan Nugget dan Bakso Daging Ayam Kampung, target luaran lainnya publikasi jurnal penelitian sains dan teknologi LPPM Unsrat Manado. Pemberdayaan bagi kelompok sasaran adalah untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penyuluhan dan pelatihan.Kata Kunci : Ayam Kampung, Nugget, Bakso
SISTEM PEMASARAN OPTIMAL MEUBEL KAYU KELAPA BERDASARKAN SEGMENTASI PASAR, SEGMENTASI SPASIAL, DAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN LOKAL DALAM USAHA MANUFAKTUR BERSKALA MENENGAH Talumingan, Celcius; Ruauw, Eyverson; Tangkere, Ellen Grace; Maweikere, Audrey Julia Maria
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meubel kayu kelapa merupakan produk olahan penting pertanian Sulawesi Utara, sebab kapasitas produksi kelapa tinggi dan potensi pasar mencapai mancanegara. Namun sistem pemasarannya belum banyak dipelajari sehingga pengembangan usaha manufaktur yang ada terbatas. Selain itu, pemberdayaan pengrajin lokal dalam upaya pemasaran hampir tidak pernah diinvestigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem pemasaran kayu kelapa berdasarkan segmentasi pasar, segmentasi spasial, dan pemberdayaan pengrajin lokal dalam suatu usaha manufaktur meubel kayu kelapa berskala menengah. Pelaksanaannya bertempat di Balai Latihan Pendidikan Teknik GMIM Kaaten, Tomohon. Variabel yang diteliti mencakup angka penjualan selang Januari 2016 – Juni 2018 sebagai outcome; kategori pembeli (perorangan vs institusi/kantor), jenis meubel (meja, kursi, lemari, atau lainnya), dan cara pengiriman (dikirim vs ambil sendiri) sebagai variabel-variabel segmentasi pasar; wilayah geografi (Tomohon, Manado, Minahasa, atau lainnya) dan jarak alamat pengiriman selaku variabel-variabel segmentasi spasial; dan, jumlah pekerja lokal serta rasionya terhadap lama hari pengerjaan merepresentasikan pemberdayaan pengrajin lokal. Dari perspekstif sistem, variabel-variabel ini dianggap mewakili unsur input, proses, dan output. Analisis multivariat dari determinan angka penjualan dilakukan dengan regresi Poisson generalized linear model. Optimasi model menggunakan pendekatan iteratif berbasis maximum likelihood estimation. Hasil analisis terhadap 285 transaksi penjualan selang periode acuan menunjukkan bahwa jenis meubel meja (vs lainnya), pemasaran via pengiriman (vs ambil sendiri) dan peningkatan jumlah pengrajin lokal cenderung meningkatkan angka penjualan. Sebaliknya, kenaikan rasio pekerja terhadap lama hari dan pemasaran produk pada wilayah geografi tertentu (Tomohon vs daerah lain) kelihatannya justru menurunkan angka penjualan meubel kayu kelapa. Rekomendasi langkah selanjutnya didiskusikan dalam laporan ini. Kata Kunci: meubel kayu kelapa, sistem pemasaran, Sulawesi Utara, regresi Poisson GLM
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENGOLAHAN BAKSO DI DESA PICUAN SATU KECAMATAN MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN 1 Rumondor, Delly; Tamasoleng, Moureen; Lontaan, Nova; Rotinsulu, Merri; Ponto, Wisye
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengetahuan dari kelompok tani tentang pengolahan bakso daging ayam pada kelompok tani Reidap dan Suka Maju di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Analisis peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan bakso pada kelompok tani di Desa Picuan Satu dilakukan dengan metode deskriptif. Dari hasil penyuluhan didapatkan data pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah melalui angket yang dijawab oleh responden. Data yang diperoleh ini kemudian di analisa dengan uji T berpasangan (paired sampel t test ), Data tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dianalisa dengan menggunakan statistik analitik dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu group menggunakan paired t-test (uji-t berpasangan). Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Services version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani Suka Maju dan Reidap di desa Picuan satu Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan, maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani untuk menerapkan Iptek mengenai pengolahan industri produk peternakan. Sebab pembuatan bakso daging ayam berpeluang untuk meningkatkan industri rumah tangga yang berdampak posistif terhadap pendapatan keluarga, namun belum ada yang mengerti tentang cara pembuatan bakso. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak. Hal ini akan dilakukan dengan pelatihan wirausaha. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Bakso, kelompok tani,pengolahan
SOSIALISASI PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS DI DESA POOPO TENGAH DAN POOPO UTARA Pelealu, Johanis J.; Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan tanah yang dilakukan petani dalam kegiatan pertanian sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia. Cara ini memang pada awalnya memberikan jumlah produksi tanaman yang banyak namun selanjutnya diketahui menjadi penyebab kerusakan kondisi tanah. Tanah menjadi miskin unsur hara karena bahan-bahan anorganik pada pupuk kimia tidak dapat terurai di tanah. Kondisi tanah yang tidak baik menyebabkan produksi pertanian tidak optimal dan tanaman rentan terserang penyakit. Kompos telah lama dikenal sebagai pupuk organik. Namun penggunaannya tidak dilakukan secara maksimal. Kompos sebagai bahan organik merupakan pupuk yang baik karena memiliki sumber unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang. Trichoderma sp yang efektif menghambat perkembangan patogen tular tanah sehingga tanaman terhindar dari penyakit. Perpaduan keduanya dikenal sebagai Trichokompos. Mitra sasaran program ini adalah petani desa Poopo Tengah dan Poopo Utara. Tujuan program ini yaitu petani memahami cara pembuatan Trichokompos dan mengaplikasikannya pada saat kegiatan awal pertanian yakni pengolahan tanah. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi.______________________________________________________________________________Kata kunci : pupuk kimia, pupuk organik, kompos, Trichodema sp, Trichokompos.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK BABI TERHADAP PENYAKIT HOG CHOLERA DI KELURAHAN KALASEY SATU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Podung, Albert J.; Adiani, Sri
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target utama dalam pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kejadian penyakit Hog Cholera pada ternak babi yaitu meningkatkan pengetahuan peternak babi sebagai acuan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Hog Cholera. Selanjutnya tujuan pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat ini, diharapkan peternak dapat memahami tentang penyakit Hog Cholera, pencegahan dan tindakan berhubungan dengan kejadian penyakit tersebut di Kelurahan Kalasey Satu Kecamatan Mandolang, di mana peternakan babi yang ada di wilayah ini sangat berdekatan dengan pemukiman. Peternak babi bisa memperoleh 3 hal antara lain: (1) memahami tentang gejala klinis penyakit Hog Cholera; (2) Peternak mengetahui tentang pencegahan penyakit tersebut; dan (3) Peternak dapat mengetahui tindakan yang dapat dilakukan jika kasus penyakit tersebut menyerang ternaknya. Dengan demikian, faktor kesehatan ternak dan kontrol penyakit dalam manajemen pemeliharaan ternak babi dapat dilakukan yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi.___________________________________________________________________________Kata kunci: Babi, Hog Cholera, pengetahuan
PKM PARTISIPASI KELOMPOK TERNAK LEBAH MADU Apis cerana DESA KUMELEMBUAI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN Rompas, Joice J.I.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendamping dari perguruan tinggi adalah sbb: Meningkatkan kemampuan anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknologi tepat guna untuk pengembangan lebah madu sesuai standar kebutuhan sehingga produktivitasnya meningkat. Mengadopsi teknologi untuk menurunkan tingkat mortalitas dengan menggunakan pakan buatan. Metode queen rearing untuk menghasilkan lebah madu yang produktivitasnya tinggi serta dapat melakukan teknologi pasca panen apabila produk yang dihasilkan cukup banyak. Solusi yang ditawarkan adalah mengadakan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan terhadap anggota kelompok yaitu kelompok tani ternak ―Paesaan‖ dan ―Imanuel‖ dengan tujuan untuk mengubah perilaku sumberdaya anggota kelompok kearah yang lebih baik. Penyuluhan pada dasarnya adalah proses pendidikan untuk orang dewasa yang bersifat non formal. Materi penyuluhan menyangkut: bagaimana mengembangkan teknik tatalaksana yang tepat, murah dan mudah serta mengembangkan lebah madu Apis cerana, masalah inilah yang akan diinformasikan kepada peternak lebah madu di desa kumelembuai. Upaya peningkatan reproduksi dan produktivitas lebah, aplikasi teknologi alternatif mencakup seleksi bibit unggul serta penggunaan /pengoperasian mesin ekstraktor dalam upaya peningkatan produktivitas lebah dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama, bagaimana memformulasi pakan ternak lebah madu yang murah, mudah didapat dan tersedia di desa tersebut sesuai kebutuhan ternak. Setelah dilakukan penyuluhan selanjutnya dilakukan pelatihan terhadap kedua kelompok tersebut dengan memanfaatkan beberapa orang mahasiswa S1 seperti Pembuatan kotak koloni dengan tiang penyangganya sehingga terhindar dari hama dan penyakit lebah madu Apis cerana.___________________________________________________________________________Kata kunci: Lebah Apis cerana, Kesejahteraan Masyarakat Desa Kumelembuai
POPULASI DAN PEJEBARAN CENDAWAN Beauveria bassiana PADA HAMA PADI Leptocorisa acuta DI KABUPATEN BOLAAN MONGONDOW Tairas, Robert William; Rimbing, Jimmy; Assa, Berty
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptocorisa acuta.merupakan hama utama pada tanaman padi sawah di Sulawesi Utara. Kerusakan L. acuta menghisap isi malai/gabah menyebabkan gabah menjadi kosong atau hampa. Untuk menekan populasi L. acuta petani masih tergantung pada insektisida, karena belum ada cara lain yang mampu menurunkan populasi hama L. acuta secara nyata.. Tujuan penelitian adalah mempelajari padat populasi hama dan penyebaran cendawan Beauveri bassiana pada hama padi L. acuta di Kabupaten Bolaang Mongondow. Lokasi pengambilan contoh pada tanaman padi hama L. acuta dilakukan di Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Manfaat dari Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai padat populasi serta penyebaran cendawan Beauveria bassiana. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa padat populasi hama walang sangit L. acuta telah menyebar pada pertanaman padi di tiga Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Populasi tertinggi ditemukan pada Kecamatan Poigar yaitu 33 ekor/ 10 kali ayunan kemudian diikuti oleh Kecamatan Dumoga 30.67 ekor/ 10 kali ayunan dan Kecamatan Lolayan 13.67 ekor/ 10 kali ayunan. Untuk penyebaran Cendawan Beauveria bassiana ditemukan pada tiga Kecamatan yaitu Poigar, Lolayan dan Dumoga. _____________________________________________________________________________Kata kunci: Tanaman Padi, Leptocorisa acuta, Beauveria bassiana
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN BITUNG Bartingtonia assiatica SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN HAMA TANAMAN PADI DI DESA POOPO UTARA DAN POOPO BARAT Baideng, Eva L.; Pelealu, Johanis J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman pangan penting yang ditanam mayoritas petani di Desa Poopo Utara dan Poopo Barat. Dalam pengendalian hama, petani masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis. Kegiatan yang rutin dilakukan ini dapat membawa dampak negatif karena residu yang ditimbulkan dapat mencemari lingkungan air, tanah, udara dan dapat menghilangkan musuh alami hama. Produk akhir tanaman juga mengandung bahan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Petani juga dihadapkan dengan kondisi semakin naiknya harga pestisida sintetik yang berakibat naiknya biaya produksi. Tujuan program ini memberikan edukasi akan pentingnya pengendalian hama yang ramah lingkungan dengan menggunakan pestisida berbahan alami dan bahannya mudah ditemukan di alam. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi pembuatan pestisida. Transfer  ipteks yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1) Pembuatan bioinsektisida ekstrak Tanaman biji bitung (Barringtonia assiatica). 2) kegiatan monitoring pengendalian hama, dimana pemberian bioinsektisida berdasarkan monitoring populasi hama._____________________________________________________________________________Kata kunci: tanaman padi, hama, pestisida alami, tanaman bitung, penyuluhan, demontrasi
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANURE HASIL DEGRADASI (MHD) LARVA Hermetia illucens L SEBAGAI PAKAN AYAM BURAS PETELUR PADA KELOMPOK TANI PETERNAK DI DESA RUMOONG ATAS DUA KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Manangkot, Heidy J.; Rotinsulu, Merri; Kawatu, Martha; Tumewu, Judy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dari kelompok tani peternak tentang pengolahan manure hasil degradasi (MHD) larva lalat hitam sebagai pakan ayam buras petelur pada kelompok tani peternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Kajian penerapan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penyuluhan dan penerapan yang didapatkan pada masyarakat sebelum dan sesudah melalui kosioner yang dijawab oleh masyarakat sebagai responden. Hasil yang diperoleh kemudian di analisa dengan uji T berpasangan biasa disebut paired sampel t test, hasil tanya jawab pada masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan telah dilakukan analisa dengan menggunakan smetode analisa dengan uji perbandingan rata-rata dua variabel dalam satu kelompok yang menggunakan paired t-test/uji-t berpasangan. Analisa menggunakan Statistical Products and Solution Servics version SPSS versi 24. Berdasarkan permasalahan yang ada di kelompok tani petternak Cemara dan Wulan di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan maka diperlukan pendampingan kepada anggota kelompok tani peternak untuk menerapkan teknologi pengolahan industri produk peternakan. Pengolahan manure hasil degradasi larva lalat hitam merupakan bahan pakan alternatif sebagai pakan ayam buras petelur dapat meningkatkan sumber daya manusia dan berdampak posistif bagi pendapatan keluarga dan usaha peternakan sebagai usaha mikro maupun makro untuk dijadikan salah satu wirausaha. Pengetahuan tentang wirausaha untuk memasarkan produk hasil ternak, hal ini harus dilakukan dengan pelatihan untuk menuju salah satu wirausaha. Kesimpulan dari kajian penerapan teknologi ini bahwa tingkat pengetahuan dari kelompok tani di Desa Rumoong Atas Dua Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan meningkat sebesar 60.40%. wirausaha, ayam buras petelur, MHD____________________________________________________________________________________Kata Kunci: wirausaha, ayam buras petelur, MHD

Page 8 of 14 | Total Record : 140