cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ecogreen
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24079049     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ecogreen diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Isi jurnal terbuka untuk berbagai tulisan dari hasil penelitian dan catatan penelitian dari berbagai aspek yang terkait dengan bidang manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan dan ilmu lingkungan. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah para pemerhati dibidang kehutanan dan lingkungan, agar dapat diketahui, didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
SPORULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA LOKAL ASAL RIZOSFER KAYU KUKU [Pericopsis mooniana (Thw.) Thw] YANG DIPENGARUHI TAKARAN HYPONEX MERAH Husna Husna; Faisal Danu Tuheteru; Asrianti Arif; Abdal Fausi Renggaala
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.52 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran terbaik hyponex merah terhadap sporulasi FMA lokal asal rizosfer kayu kuku. Penelitian dilakukan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara dan Laboratotium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO selama bulan Mei-September dengan menggunakan Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor pertama  jenis FMA diantaranya Glomus sp. dan Acaulospora sp. dan faktor kedua yaitu hyponex merah diantaranya kontrol, 1 g/L, 2 g/L dan 3 g/L. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kolonisasi dan sporulasi FMA Glomus sp. pada perlakuan tanpa pemberian hyponex seiring dengan waktu pengamatan. Jenis FMA Glomus sp. mampu meningkatkan nodulasi, jumlah daun dan berat kering tanaman seiring dengan meningkatnya takaran hyponex merah. Perlakuan tanpa pemberian hiponex merah cocok untuk perbanyakan Glomus sp. Kata Kunci:, Glomus sp.,Hyponex Merah, sporulasi
KONTRIBUSI PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Arniawati Arniawati; Satya Agustina L.
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.902 KB)

Abstract

ABSTRAKProgram Hutan Kemasyarakatan (HKm) yaitu program pemerintah dalam memberi ruang terhadap masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pengelolaan hutan. Program ini juga  merupakan perwujudan dari salah satu tujuan pemerintah di dalam mensejahterakan masyarakat di dalam dan sekitar hutan  Penelitian kontribusi program  Hutan Kemasyarakatan (HKm) terhadap peningkatan pendapatan masyarakat merupakan salah satu kajian untuk mengetahui sejauh mana peran program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HKm terhadap pendapatan masyarakat di Desa Ambololi.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara pada 32 responden yang dipilih secara acak  pada 6 kelompok tani serta studi pustaka untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif.  Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ambololi dilakukan dengan pola kombinasi beberapa jenis tanaman kehutanan dan sistem agrisilvikutur telah  berkontribusi rata-rata sebesar 19,07% terhadap pendapatan masyarakat.Kata Kunci : Desa Ambololi, Hutan Kemasyarakatan, kontribusi, masyarakat, pendapatan.
KERAGAMAN DAN POTENSI BIOMASSA TUMBUHAN BAWAH PADA HUTAN TANAMAN JATI (Tectona grandis L.f.) DI DESA LAMBAKARA KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN Basrudin Basrudin; Sri Wahyuni
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.63 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the composition and diversity of understorey vegetation in Teak plantation at the Lambakara village, Laeya district, South Konawe and predict bigger biomassa and bottom botanical carbon trove on Teak plantation. This research was conducted at the Lambakara village, Laeya district, South Konawe, since September until November 2012. This study used a survey. Method a line transect by 0,01% intensity sampling was used in this research.  there were 30 plots (2 m x 2 m) for analyzing vegetations.  The results ofthe identification of plant species under the stands of teak found 24 species n 12 families. From the results of the study also note that from 24 plant species identified below there are 21 types of the non-legume plants and there are only 3 types of understorey legumes. The kind that has a density, frequency and importance value index of the highest type of Rumput Signal (Brachiaria decumbens) of the family Poaceae.  Mastery level of plant species under the stands of Teak is low. Total value of diversity index(H’) under the stands of Teak plants are 1.036 (rich medium). Total carbon storage by plants under 0,0575 tonnesHa-1. Teak with 2 years have the highest carbon storage 0,008 tonnesHa-1. Keywords: Teak, understorey, diversity, Biomassa
KESIAPSIAGAAN RUMAH TANGGA DALAM MENGANTISIPASI BENCANA BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) WANGGU Ibnu Murbawan; Amar Ma'ruf; Abdul Manan
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.77 KB)

Abstract

ABSTRAKTindakan kesiapsiagaan yang dilakukan oleh rumah tangga dipengaruhi oleh latar belakang rumah tangga dan pengalaman rumah tangga terhadap bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan rumah tangga dalam mengantisipasi bencana banjir di Kelurahan Lepo-Lepo Kota Kendari.Penelitian ini dilaksanakan mulai April hingga Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perwakilanrumah tanggayang dalam banyak kesempatan diwakili oleh kepala keluarga yang berada di daerah rawan banjir. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sementara itu teknik pengambilan datanya adalah dengan pengisian kuesioner, wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teori yang digunakan mengacu pada kesiapsiagaan dari LIPI-UNESCO(2006) yang terdiri dari empat parameter yakni pengetahuan dan sikap, sistem peringatan bencana, rencana tanggap darurat dan mobilisasi sumber daya. Berdasarkan hasil analisis data, secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapsiagaan rumah tangga di Kelurahan Lepo-Lepo Kota Kendari dalam mengantisipasi bencana banjir sudah baik. Indeks gabungan dari empat parameter mencapai angka 69,43 yang dalam klasifikasi indeks kesiapsiagaan bencana termasuk kategori siap. Kata kunci : Bencana Banjir, Kesiapsiagaan Rumah Tangga, Lepo-Lepo  ABSTRACTThe household backgrounds and experiences against disasters have been influencing the household preparednes measures. This research aims to recognize the levelof household preparednes in anticipating flood disaster in Lepo-Lepo sub-district of Kendari. This study was conducted from April to July 2017. The population of this study is representatives of all households that are in flood-prone areas (in most cases the household head). Simple random sampling technique was applied as the sampling technique, whereas filling questionnaires, interview, and observation were selected as the data collection methods. This research uses quantitative and qualitative descriptive approaches. The used theories refer to the preparednes level developed by LIPI-UNESCO (2006) consisting of four parameters namely knowledge and attitude, disaster warning system, emergency response plan and resource mobilization. Based on the data analysis, it can be concluded that the level of household preparedness in the study area in anticipating flood disaster was generally good. The composite index of four parameters scored 69,43 which in the preparednes index classification is categorized as a ready state. Keywords : Floods, Household Preparedness, Lepo-Lepo
KARAKTERISTIK MORFOMETRI MENENTUKAN KONDISI HIDROLOGI DAS RORAYA Kahirun Kahirun; La Baco S.; Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.173 KB)

Abstract

ABSTRAKKarakteristik morfometri DAS digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan baik pencegahan  maupun  penanggulangan banjir.  Namun selama ini dalam penanganan banjir puncak tidak pernah memperhatikan morfometri DAS sebagai karakteristik dasar alami yang mempengaruhi perilaku air (hidrologi) sungai dalam suatu  DAS.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometri  menentukan perilaku hidrologi sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya air di DAS Roraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Roraya  berdasarkan deliniasi peta administrasi skalaa 1:250.00, memiliki luas DAS Roraya adalah 1.455,97 km2, terbagi atas 5 Sub DAS. Karakteristik morfometri menunjukkan bahwa DAS Roraya berbentuk memanjang. Kerapatan drainase DAS Roraya tergolong kelas sedang dan indeks percabangan sungai berkisar antara 3-5 tergolong dalam kelas sedang.  Sehingga DAS Roraya tidak rawan banjir, namun apabila terjadi kondisi iklim yang ekstrim  maka menyebabkan DAS Roraya mengalami banjir besar, sehingga terjadi penggenangan air dalam waktu yang relatif lama. Upaya pengelolaan DAS Roraya berbasis karakteristik morfometri dengan memperhatikan beberapa Sub DAS dengan mempertahankan ketersediaan dan keberlanjutan air sepanjang tahun tetap ada, kebutuhan sumber daya air dapat dipenuhi. Secara fisik pada wilayah tengah  DAS/sub  DAS  Roraya dapat  dibangun dam pengendali (cekdam), embung dan/atau bendungan air yang dilengkapi pintu air yang dapat mengatur kontinuitas aliran sungai. Kata kunci: DAS, parameter morfometri, karakteristik hidrologi  ABSTRACTThe morphometry characteristics of watershed is used as the basis for flood management and mitigation. However, during peak flood handling, it has never considered watershed morphometry as a natural basic characteristic that affects river water (hydrological) behavior in a watershed. The objective of this research is to know the characteristic of morphometry to determine the hydrological behavior as the basis for the management of water resources in the Roraya watershed. The results showed that Roraya watershed based on delineation of administration map scale 1: 250.00, has wide Roraya watershed is 1.455,97 km2, divided into 5 sub-basins. Characteristics of morphometry show that  the shape of the Roraya watershed is elongated. Roraya watershed drainage density is medium class and river branch index (bifurcation ratio) ranges from 3 to 5 belonging to medium class. So that Roraya watershed is not prone to flooding, but if there is extreme climatic conditions then cause the Roraya watershed to flood large, resulting in waterlogging in a relatively long time. Efforts to manage Roraya watershed based on morphometric characteristics with respect to several sub watersheds by maintaining water availability and sustainability throughout the year, the need for water resources can be met. Physically in the middle area of the Roraya watershed/ sub watershed can be constructed dam (control), embung and / or water dam equipped with sluice gate that can regulate the continuity of river flow. Keywords: watershed, morphometric parameters, hydrological characteristics
ANALISIS DAERAH RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LATOMA PROVINSI SULAWESI TENGGARA La Baco S.; Kahirun Kahirun; Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.96 KB)

Abstract

ABSTRAKBanjir dan tanah longsor merupakan fenomena alam yang banyak terjadi bukan saja di Indonesia bahkan juga di luar negeri.  Banjir dan tanah longsor disebabkan oleh banyak faktor yang secara garis besar dibedakan atas faktor alam dan faktor manusia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis daerah rawan banjir dan daerah rawan longsor di Daerah Aliran Sungai Latoma. Penelitian ini dilakukan di DAS Latoma dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir dengan kategori sedang mencapai luas  40.645,62 ha atau sekitar 80,28 %, tidak rawan banjir mencapai 6.054,91 ha atau sekitar 11,96 % dan rawan banjir mencapai 3.931,55 ha atau sekitar 7,76 % dari total luas DAS Latoma. Daerah rawan longsor di DAS Latoma mencapai luas 43.768,52 ha atau 86,44 %, tidak rawan longsor di seluas 3.968,28 ha atau 7,84 %, dan tingkat kerawanan sedang adalah 2.895,29 ha atau sekitar 5,72 % dari total luas DAS Latoma. Kata Kunci: banjir, tanah longsor, daerah rawan banjir, daerah rawan longsor, DAS Latoma  ABSTRACTFlood and landslide is a natural phenomenon that many occur not only in Indonesia and even abroad. Floods and landslides are caused by many factors that are broadly distinguished over natural factors and human factors. The purpose of this research is to analyze flood susceptible areas and landslide susceptible areas in the Latoma watershed. This research was conducted in Latoma watershed using survey method. The results showed that flood vulnerability with moderate category reaches 40,645.62 hectares or about 80.28%, not flood susceptible reaches 6,054,91 hectares or about 11,96% and susceptible to flood reach 3,931,55 ha or about 7,76 % of the total area of Latoma watershed. The landslide susceptible areas in the Latoma watershed reached 43,768.52 ha or 86.44%, were not vulnerable to landslides of 3,968.28 ha or 7.84%, and moderate vulnerability was 2,895.29 ha or about 5.72% of the total extensive Latoma watershed. Keywords: flood, landslide, flood susceptible areas, landslide susceptible areas, Latoma watershed
SIFAT FISIKA ROTAN TOHITI (Calamus inops Becc.) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG PAPALIA DESA MATA WOLASI KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Marniati Marniati
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.457 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisika Rotan Tohiti (Calamus inops Becc.).  Rotan Tohiti yang diamati berasal dari Mata Wolasi Kecamatan Wolasi.  Sifat fisika rotan yang diamati terdiri dari kadar air dan berat jenis. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dan di uji lanjut dengan BNJ.  Jumlah contoh uji yang digunakan untuk pengujian sifat fisika rotan dengan contoh uji yang telah ditetapkan yaitu 3 pohon x 3 bagian (P, T, U) x 3 (Ulangan) = 27 contoh uji. Pengujian sifat fisika rotan dilaksanakan mengikuti Japan Industrial Standart JIS Z 2101 dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Rotan Tohiti (Calamus inops Becc.) mengandung kadar air basah rata-rata 38 %, kadar air kering udara rata-rata  11 %, berat jenis basah rata-rata 0.5, berat jenis kering udara rata-rata 0.6, dan berat kering tanur rata-rata 0.7. Kata Kunci : Rotan Tohiti, Sifat Fisika, kadar air, berat jenis.  ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the physical properties Tohiti Rattan (Calamus inops Becc.).  Rattan Tohiti observed coming from the District Desa Mata Wolasi Kecamatan Wolasi.  Rattan observed physical properties consist of water content and density. This research was conducted using analytical models using RAL followed by a further test HSD if significant., each treatment was repeated 3 times. Amount of test sample used for testing the physical properties of rattan with a predetermined test sample tree is 3 x 3 (P, T, U)  x 3 (Dt) = 27 sample. Tests carried out according to the physical properties of rattan Japan Industrial Standard JIS Z 2101 with a size of 2 cm x 2 cm x 2 cm.  The results showed that Rattan Tohiti (Calamus inops Becc.) contain a moisture content of wet average of 38 %, the water content of air dry average of 11 %, by weight wet type average 0.5, dry density of water on average 0.6 and weight the average dry kiln 0.7. Key Word : Rattan Tohiti, hysical properties, moisture content, specific gravity.

Page 1 of 1 | Total Record : 7