cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
KERUSAKAN PANTAI (STUDI KASUS PANTAI LAMPU SATU MERAUKE) Pamuttu, Dina Limbong; Paresa, Jeni; Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1498

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan kawasan terluar dari Indonesia Bagian Timur dengan luasan total sekitar 4.677.938,47 hektar dan memiliki wilayah pesisir yang cukup Panjang dengan garis pantai ± 1.050 km. Pantai Lampu Satu adalah salah satu daerah wisata yang terletak di Kabupaten Merauke. Pantai ini terletak di daerah yang telah berkembang dan padat penduduk dan kondisinya semakin hari menjadi rusak oleh karena faktor alam dan juga adanya faktor manusia. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kerusakannya serta berapa besar bobotprioritas dari kerusakannya sehingga dapat diperoleh solusi tentang bagaimana cara meminimalisir kerusakan Pantai Lampu Satu tersebut. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu metode penelitian yang mengkombinasikan antara metodekuantitatif dan kualitatif agar diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable, dan obyektif. Dalam penelitian ini juga dilihat perilaku atau aktivitas dari masyarakat pesisir di Pantai Lampu Satu yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan pantai. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kerusakan Pantai Lampu Satu antara lain adalah karena adanya faktor alam (gelombang, pasang surut air laut) dan faktor manusia (pengambilan pasir, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan). Pembobotan prioritas Pantai Lampu Satu berada pada urutan bobot prioritas C (diutamakan). Pada daerah tersebut terjadi kemunduran garis pantai sehingga berpotensi membahayakan daerah pemukiman warga pesisir. Kata kunci: Kerusakan Pantai, Pantai Lampu Satu
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MOBILE LEARNING (M-LEARNING) GEOMETRY AND BULDING FLAT (GBF) Letsoin, Sri Murniani Angelina
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1500

Abstract

Mobile Learning merupakan model kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat digunakan untuk mendukung aktifitas hybrid learning. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMPN Buti Kabupaten Merauke diperoleh 85,45% siswa menjawab sedikit sulit, 7,27% siswa menjawab sulit dan 7,27% siswa menjawab sangat sulit dalam mempelajari bidang Matematika mengenai geometri dan bangun datar, serta diperoleh rata-rata penggunaan smartphone untuk chating, internet dan hiburan. Hal ini dapat menjadi peluang untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis m-learning khususnya pada platform android untuk mendukung pembelajaran geometri dan bangun ruang. Metode penelitian yang digunakan pada tahapan pengumpulan data adalah studi literatur, observasi, kuisioner dan wawancara. Metode Prototype digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Perancangan sistem menggunakan Bahasa pemodelan UML dan flowchart. Tahap implementasi menggunakan bahasa Java dengan berbantukan IDE Eclipse. Pengujian sistem menggunakan 3 metode yaitu: Black Box, Kuisioner dan Uji T. Luaran penelitian ini berupa aplikasi Geometry and Building Flat (GBF) yang dapat digunakan sebagai media pendukung belajar matematika tentang bangun ruang dan bangun datar. Kata Kunci: M-learning, Geometri, Waterfall, Black box, Uji T
STUDI KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN PASIR LOKAL MERAUKE DAN BAHAN TAMBAH ADMIXTURE BETON MIX Suyadi, Suyadi; Doloksaribu, Budi; Massy, Miranda
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1501

Abstract

Ketersedian material beton di Merauke cukup sulit sehingga harus didatangkan dari luar Merauke yang mengakibatkan harganya menjadi mahal. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan material lokal yang dicampurkan dengan bahan tambah admixture beton mix berguna untuk meningkatkan kekuatan beton dan untuk workability. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mortar dan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan kekuatan kuat tekan mortar normal dengan mortar yang menggunakan bahan tambah beton mix. Pengujian mortar normal dan mortar dengan presentasi bahan tambah kimia beton mix menggunakan presentasi 1%; 1,5%; 2% dengan metode eksperimental yang dilakukan menggunakan perbandingan campuran mortar 1 semen : 1,5 pasir. Agregat halus (pasir) lokal yang digunakan berasal dari kampung Kumaaf Distrik Ulilin. Berdasarkan analisa perhitungan hasil pengujian kuat tekan mortar normal pada umur 28 hari sebesar fc‘= 13,21 MPa. Hasil uji kuat tekan mortar (fc‘) penggunaan bahan tambah Admixture beton mix pada umur 28 hari dengan presentasi 1%; 1,5%; 2% diperoleh nilai masing-masing sebesar 22,27 MPa, 26,04 MPa, 26,80 MPa dengan peningkatan kuat tekan masing-masing sebesar 40,69%; 14,48% dan 2,84%. Kenaikan signifikan terjadi pada penambahan bahan tambah beton mix 1% dimana pada umur mortar dengan penambahan beton mix 14 hari melebihi kuat tekan mortar normal dengan umur 28 hari. Kata kunci: Admixture Beton Mix, Mortar, Kuat Tekan.
ANALISIS TINGKAT POTENSI PRIORITAS KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH DI MERAUKE Hematang, Yashinta Irma Pratami; Wayangkau, Izak Habel
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1732

Abstract

Untuk melakukan kegiatan konservasi, dilakukan tahapan yaitu: penelitian, kajian perumusan kebijakan, program dan perencanaan, dan terakhir pembiayaan & pelaksanaan. Tahap penelitian salah satunya tahap penentuan peringkat/prioritas konservasi (Bappeda,1988: II-14). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dan membuat kategorisasi tingkat potensi pelestarian bangunan bersejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluatif dengan kriteria yang digunakan adalah kriteria umum menurut Utomo (2005:75). Sampel penelitian yaitu data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke (2014) yaitu tempat bersejarah di Merauke yang berjumlah 27 sampel. Hasil penelitian yaitu analisa tingkat potensi prioritas pelestarian bangunan bersejarah di Merauke dengan hasil tingkat potensi pelestaian yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Potensi tinggi yaitu: Pastoran, Kodim, Gereja Protestan, Gereja Katedral Lama, Lepro(Orang Sakit Lepas), dan Kuburan Belanda. Potensi sedang: SD Negeri 01, Gudang Barang Pastor, KORES/POLRES Lama, Sumur Bor, Galangan Kapal, Pintu Air, RSUD, Rumah Pelayanan PLN, Lampu Satu(Mersusuar), Pal Putih(Mersusuar), Semua Bangunan Di Belakang Hotel Asmat, Asrama Theresia (SKKP), Susteran PBHK (Kompleks Keuskupan Agung Merauke), Susteran PBHK Kelapa Lima, Seminari (Pankat) Kelapa Lima. Sedangkan potensi rendah: SD Aperis I (SD Fransiskus Xaverius 01 DAN 02), MILLO (SMA Jhon 23 Merauke), Rumah Kantor Distrik (Rumah Bistir), Gudang Beras (Irian Bakti) CBL, Lembaga Pemsyarakatan Kelas II MERAUKE, SGA, SGB, SPG (SMA Yos Sudarso) Kelapa Lima Merauke. Kata kunci : Arsitektur, Bangunan bersejarah, Konservasi, Merauke
3D PRINTING UNTUK USAHA MIKRO DALAM PERSPEKTIF 5M Widiatmoko, Julian Anindito
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5211

Abstract

Usaha mikro saat ini menghadapi tantangan untuk berinovasi dalam Era Revolusi Industri 4.0 yang menciptakan persaingan yang semakin dinamis. Salah satu peluang inovasi ini datang dari teknologi 3D printing yang telah terpenetrasi ke banyak area aplikasi. Namun, teknologi yang awalnya berbiaya mahal ini berhadapan dengan terbatasnya modal pelaku usaha mikro. Dalam artikel ini dilakukan kajian kemungkinan penggunaan teknologi 3D printing dalam konteks usaha mikro. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari artikel ilmiah, buku, website, dan e-commerse yang disajikan dalam perspektif 5M (method, material, machine, man, money). Ditemukan terdapat tiga area aplikasi 3D printing yang dapat dimasuki oleh usaha mikro, yaitu makanan, cinderamata, dan fashion. Hal ini dimungkinkan karena telah banyaknya pilihan mesin dan material untuk aplikasi 3D printing yang terjangkau pelaku usaha mikro. Untuk pengembangan selanjutnya, pelaku usaha mikro perlu meningkatkan kemampuan desain dan pemasaran serta berkolaborasi dengan lembaga riset atau perguruan tinggi.
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUDUT DAN RADIUS PUNCH PADA PROSES BENDING PELAT STAINLESS STEEL Dahlan, Masbin; Jamaludin, Ridwan; Amaludin, Muh Nurul Haq
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5103

Abstract

Proses bending adalah proses deformasi secara plastik dari logam terhadap sumbu linier dengan hanya sedikit atau hampir tidak mengalami perubahan luas permukaan dengan pembentukan pelat lembaran melalui tekanan punch dan die pembentuk. Pada proses bending, pembuatan punch dan die yang baik bertujuan untuk menghindari springback yang terlalu basar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi punch dan die pada proses bending pelat stainless steel tebal 1 mm . Teknik pengumpulan data menggunakan alat press tool laboratorium. Variasi sudut punch yang digunakan adalah 80°, 85°, dan 90° dengan sudut target bending adalah 90°. Variasi radius punch yang digunakan adalah 2 mm, 4 mm, dan 6 mm. Sedangkan sudut die yang digunakan tetap yaitu 90°. Spesimen stainless steel memiliki dimensi 100 x 50 mm dengan ketebalan 1 mm.. Spesimen stainless steel memiliki dimensi 100 x 50 mm dengan ketebalan 1 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar sudut punch maka semakin besar pula sudut springback yang dihasilkan pada ketebalan pelat stainless steel 1 mm. Semakin besar radius punch maka semakin besar pula springback yang dihasilkan.
PENGARUH KECEPATAN PEMAKANAN MESIN CNC-LATHE TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROSES PRODUKSI PENINGGI SHOCK BREAKER H.S., M. Fendy Kussuma
MUSTEK ANIM HA Vol 11 No 2 (2022): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v11i2.5356

Abstract

Peningkatan proses produksi suatu produk harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, tak terkecuali pada proses produksi menggunakan mesin CNC (Computer Numerical Control). Biaya yang terjadi saat proses produksi suatu produk merupakan akumulasi dari biaya produksi. Biaya produksi dipengaruhi biaya material, proses produksi, dan biaya tak langsung lainnya yang terjadi saat proses produksi. Dengan mengetahui harga jual produk atau harga penawaran kontrak pembuatan sejumlah produk (subcontract parts) dapat direncanakan untuk menentukan keuntungan yang akan diperoleh. Salah satu part yang sedang digandrungi penggunaannya saat ini di dunia otomotif diantaranya adalah peninggi shock breaker (peredam kejut). Peninggi shock breaker digunakan untuk menambah panjang shock breaker yang terpasang pada motor juga bertujuan untuk membantu proses peredaman getaran yang terjadi ketika motor melewati jalanan tidak rata. Penelitian ini menggunakan material aluminium 6061 dengan proses produksi pada mesin CNC Lathe jenis TU-2A. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan memvariasikan kecepatan pemakanan terhadap waktu dan biaya proses produksi peninggi shock breaker depan motor. Dari hasil penelitian ini didapatkan: (1) Pengaruh variasi kecepatan pemakanan, yaitu pada 85, 170, 225, 340, dan 425 mm/menit dihasilkan waktu produksi secara berturut-turut adalah 21,14 ; 19,45 ; 18,92 ; 18,63 ; 18,47 menit per-produk. (2) Pengaruh variasi kecepatan pemakanan 85, 170, 225, 340, dan 425 mm/menit dibutuhkan biaya produksi berturut-turut adalah Rp. 229.157,-; Rp. 228.750,-; Rp. 228.596.,- Rp. 228.523,- Rp. 228.483,- per-produk. (3) Variasi kecepatan pemakanan yang menghasilkan waktu dan biaya produksi paling rendah adalah 425 mm/menit, yaitu waktu selama 18,47 menit/produk dan biaya sebanyak Rp. 228.483,- per-produk.
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT BUAH KOPI KERING Sulfiana, Enni
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5060

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia sangat pesat, tapi sebagian daerah di Indonesia masih menggunakan cara manual dalam mengerjakan proses industri kopi seperti pengupasan yang masih menggunakan cara menumbuk dengan bambu sebagai sumber pengupasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan hasil pengupasan dengan 3 mata pisau pengupas pada silinder pengupas. Bentuk susunan mata pisau pada silinder pengupas horizontal dengan ketebalan 15 mm. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan 3 kecepatan untuk proses pengupasan pada kulit buah kopi kering dengan kecepatan 480 rpm, 750 rpm dan 960 rpm dengan menggunakan daya penggerak motor bensin 5,5 PK. Percobaan dilakukan dengan 500 gram pada buah kopi arabika dan robusta dengan 1 kali percobaan penuangan. Metode pada proses pengupasan kulit buah kopi ini dengan cara dimasukkan kedalam mesin melalui corong atas kemudian masuk proses penggilingan dan keluar melalui corong bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 mata pisau pada alat pengupas kulit buah kopi kering menghasilkan hasil pengupasan maksimal dalam memakai 3 kecepatan yang berbeda
ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI SUARA (DROP CALL) JARINGAN SELULER WCDMA-UMTS Corputty, Roberto; Kaikatui, Rapha Nikita; Kolyaan, Yulianan
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5227

Abstract

Drop call merupakan kegagalan komunikasi suara (voice) yang disebabkan oleh buruknya kondisi jaringan pada perangkat pelanggan maupun penyedia jaringan yang berdampak pada kehilangan sinyal komunikasi saat sedang bergerak berpindah dari BTS ke BTS hal ini dapat terjadi kapan saja dimana kualitas jaringan pada riil time melintasi sangat menentukan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis terjadinya drop call pada saluran jaringan seluler 3G dan 4G WCDMA-UMTS BTS. Metode Analisis data sekunder, pengukuran, dan analisa kejadian drop call pada saluran jaringan seluler 3G dan 4G WCDMA-UMTS BTS DMT ternate-seringgu dan BTS DMT ternate-seringgu2. Hasil menyatakan Pada BTS DMT ternate-seringgu2 dimana nilai presentase rata-rata DCR (Drop Call Rate), nilai rata-rata CSSR (Call Setup Success Rate), nilai CCSR (Call Completion Success Rate) serta nilai rata-rata ISHO (Inter System Handover) dan nilai presentase rata-rata DCR (Drop Call Rate) pada waktu tertentu mengalami kenaikan dan penurunan presentasenya sehingga dapat disimpulkan telah terjadi dropp call dan kegagalan Handover pada kedua BTS di waktu-waktu tertentu.
TINJAUAN DESAIN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG BERSINYAL Akbar, Muh; Nababan, Dewi Sriastuti; Riwu, David Wadu Doko; Pasalli, Daud Andang
MUSTEK ANIM HA Vol 12 No 01 (2023): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v12i01.5328

Abstract

Pertumbuhan sepeda motor yang terus meningkat setiap tahunnya dapat menyebabkan kenaikan jumlah penumpukan kendaraan pada jalur pendekat persimpangan. Hal tersebut dapat berpengaruh pada penurunan kinerja persimpangan yaitu berkurangnya volume kendaraan yang melintas pada fase hijau lampu pengatur lalu lintas, sehingga perlu adanya perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah jalan pada lokasi penelitian memenuhi syarat dalam perencanaan RHK dengan meninjau banyaknya penumpukan sepeda motor selama fase merah dan merencanakan desain RHK untuk sepeda motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode experimental sesuai dengan MKJI 1997 dan Pedoman Perencanaan Teknis RHK pada kawasan perkotaan di Kota Merauke. Hasil penelitian menujukan bahwa RHK di simpang empat bersinyal di kawasan perkotaan di Kota Merauke tidak dapat diterapkan pada tahun 2022 karena belum memenuhi syarat jumlah penumpukan sepeda motor, sehingga dilakukan peramalan 15 tahun ke depan yaitu pada tahun 2037. Dari perhitungan terlihat bahwa jumlah penumpukan telah sesuai dengan syarat dan dari keempat lengan persimpangan bersinyal, hanya 3 pendekat yang dapat menerapkan fasilitas RHK yakni pendekat Jalan Brawijaya, pendekat Jalan TMP, dan pendekat Jalan Parakomando. Sedangkan pendekat Jalan Angkasa tidak dapat diterapkan RHK karena hanya terdapat 1 lajur dari 1 arah sehingga tidak memenuhi syarat dalam pedoman perencanaan RHK. Adapun desain RHK pada pendekat Jalan Brawijaya menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 60 m2; pada pendekat Jalan TMP menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 60 m2; pada pendekat Jalan Parakomando menggunakan RHK tipe kotak 2 lajur dengan luas 56 m2.