cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 279 Documents
Teknik Skarifikasi Benih Kayu Kuku (Pericopsis Mooniana Thw) Untuk Mematahkan Dormansi Melalui Kultur Jaringan NURSYAMSI A
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.2626

Abstract

Kayu kuku termasuk salah satu jenis kayu yang mewah dan mahal harganya sehingga banyak dieksplotasi dan tidak diikuti dengan penanaman kembali jenis tersebut. Salah satu alternatif memperbanyak kayu kuku adalah melalui kultur jaringan. Perbanyakan tanaman kayu kuku dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Kendala yang dihadapi pada perbanyakan kayu kuku secara generatif adalah dormansi benih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik skarifikasi yang tepat sehingga benih kayu kuku dapat cepat berkecambah.  Teknik skarifikasi yang digunakan yaitu tidak diskarifikasi (K0), diskarifikasi dengan cara dikupas seluruh kulitnya (K1), dikupas kurang lebih 0,5 cm pada sisi keluarnya hipokotil (K2) dan dikupas pada sisi lainnya (K3). Hasil penelitian menunjukkan dormansi benih kayu kuku dapat dipatahkan dengan cara skarifikasi yang dilakukan setelah sterilisasi dengan klorox 3%. Perlakuan K3 yaitu skarifikasi dengan cara  pengupasan kulit benih kurang lebih 0,5 cm pada sisi lainnya (bukan tempat keluarnya hipokotil) menghasilkan persentase benih yang berkecambah 100%, daya kecambah 90% dengan waktu berkecambah 8,9 hari. Kata Kunci: Benih kayu kuku, dormansi, skarifikasi
Pemberian Berbagai Jenis Pakan Organik Terhadap Kandungan β-Karoten Dalam Telur Puyuh Jepang (Coturnix japonica) TYAS RINI SARASWATI; SILVANA TANA; SRI ISDADIYANTO
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk optimalisasi kualitas telur puyuh yang kaya β-karoten. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan yang digunakan untuk produksi telur adalah 60 puyuh jepang (Coturnix japonica) betina dikelompokkan dalam 4 kelompok percobaan, yaitu P0: Kontrol (puyuh diberi pakan komersial), P1: Puyuh diberi perlakuan dengan pakan organik standar, P2: Puyuh yang diberi perlakuan pakan organik yang mengandung ikan kembung, daun singkong + serbuk kunyit P3: Puyuh yang diberi perlakuan pakan organic yang mengandung   rumput laut, daun singkong + serbuk kunyit. Masing-masing perlakuan terdiri dari 15 kali ulangan percobaan. Data dianalisis dengan Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan  (α=0.05.)  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pakan organik pada puyuh menyebabkan bobot telur puyuh menjadi lebih kecil dibandingkan yang tidak diberi perlakuan akan organik. Tidak terdapat perbedaan nyata terhadap konsumsi pakan dan bobot kuning telur, namun terdapat peningkatan rasio bobot kuning telur : bobot telur, peningkatan kadar β-karoten pada telur puyuh organik, baik pada P1, P2, dan P3.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan organik dapat meningkatkan kandungan β-karoten dalam telur puyuh.Kata kunci :β-karoten, pakan organik, puyuh jepang, telur puyuh.
Akumulasi Logam Berat Besi (Fe) Pada Kiapu Pistia stratiotes L. dari Air Sumur Sekitar Workshop Unhas NURLINA NURLINA; SRI SUHADIYAH; MUH RUSLAN UMAR
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3329

Abstract

Penelitian mengenai akumulasi logam berat besi (Fe)pada KiapuPistia stratiotes L. menggunakan media air sumur di sekitar Workshop Unhas, Makassar dilakukan dengan tujuan mengetahui konsentrasi logam besi (Fe) yang terakumulasi pada tumbuhan KiapuP. stratiotes L. dan dampak fisiologis terhadap tumbuhan.Metode pengujian menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry) dengan waktu pengujian selama 14 hari.Akumulasitotal logam besi (Fe) pada tumbuhan yaitu sebesar 1747.065 mg/kg bobot keringnya dengan waktu maksimum 7 hari. Penurunan laju absorpsi pada hari ke-14 menunjukkan terjadinya kejenuhan tumbuhan dalam menyerap logam besi (Fe) yang menimbulkan gejala klorosis pada daun dan ujung akar berwarna cokelat. Kata Kunci: Fitoremediasi, KiapuPistia stratiotes L., Logam berat besi (Fe)
Sorgum untuk Indonesia Swasembada Pangan (Sebuah Review) Syahrul Gunawan; St Aisyah S; Hafsan Hafsan
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4807

Abstract

Masalah utama penggunaan biji sorgum sebagai bahan pangan maupun pakan adalah kandungan tanin yang cukup tinggi, yakni mencapai 2,7-10,2%. Kandungan tanin yang tinggi, selain mempengaruhi rasa, juga bersifat antigizi. Oleh karena itu untuk meningkatkan citarasa dan nilai gizi sorgum, perlu diupayakan menurunkan kandungan tanin serendah mungkin. Penelitian untuk menurunkan kadar tanin dapat dilakukan dengan cara perendaman air, larutan asam, larutan basa dan germinasi, penyosohan, perendaman dengan larutan Na2CO3 0,3% selama 8 jam. Masalah selanjutnya adalah pengembangan sorgum yang nilai keunggulan komparatif dan kompetitif sorgum masih rendah, penanganan pascapanen yang masih sulit, dan usaha tani sorgum di tingkat petani belum intensif. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pengelolaan sistem produksi sorgum secara menyeluruh (holistik) yang mencakup empat dimensi, yaitu: 1) wilayah, (areal tanam), 2) ekonomi (nilai keunggulan komparatif dan kompetitif sorgum terhadap komoditas lain), 3) sosial (sikap dan persepsi produsen terhadap sorgum sebagai bagian dari usaha tani), dan 4) industri (nilai manfaat sorgum sebagai bahan baku industri makanan dan pakan).
Evaluasi Keberadaan Gen catP terhadap Resistensi Kloramfenikol Pada Penderita Demam Tifoid Jamilah Jamilah
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2131

Abstract

Demam tifoid atau typhus abdominalis merupakan salah satu penyakit infeksi yang dilaporkan tinggi angka kejadiannya. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi, bakteri gram negatif yang menimbulkan  infeksi  akut  pada  usus  kecil.  Patogenesis  penyakit  ini  tergantung  pada  inokulum, kemampuan  virulensi,  respon  sistem  imun  inang  dan  faktor  protektif  lokal.  Terapi  antibiotik merupakan  langkah  penting  dilakukan  ketika dugaan  klinik  telah  kuat.  Kloramfenikol  merupakan antibiotik  yang  memiliki  mekanisme  kerja  menghambat  enzim  peptidil  transferase  yang  berperan dalam  pembentukan  ikatan-ikatan  peptida  dalam  proses  sintesis  protein  bakteri.  Adanya  resistensi terhadap kloramfenikol mempengaruhi efektifitas jenis antibiotik ini digunakan dalam terapi demam tifoid. S.  typhi yang  resisten  terhadap  kloramfenikol  memiliki  gen  catP  yang  mengkode  asetil transferase  membentuk  asetoksikloramfenikol  sehingga  kloramfenikol  menjadi  inaktif.  Untuk mendeteksi  resistensi  ini,  dilakukan  uji disc  diffusion dan  uji  PCR.    Sampel  darah  dari  penderita demam tifoid dari tiga rumah sakit di Makassar dan Gowa dan satu puskesmas. Berdasarkan hasil uji, ditemukan resistensi terhadap kloramfenikol sebesar 37.7%  dari uji disc diffusion dan 43,4% dari uji PCR.  Kesesuaian  hasil  Uji  untuk  menemukan  resistensi  adalah  87.0%  dan  untuk  sensitif  terhadap kloramfenikol adalah 90.9%.
Respon Pertumbuhan Propagul Pisang Barangan (Musa acuminata Colla) Dengan Ekstrak Kecambah Kacang Hijau Secara In Vitro A. ILHAM LATUNRA; BAHARUDDIN BAHARUDDIN; MUSTIKA TUWO
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan propagul pisang barangan Musa acuminata Colla. pada beberapa konsentrasi optimal kecambah kacang hijau. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi yaitu 0 ppm (kontrol), 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan medium yang diberi 4 ppm BAP + 2 ppm IAA sebagai pembanding. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik pada uji F dan diuji lanjut menggunakan uji Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah dan berat basah propagul pisang barangan Musa acuminata Colla. Ekstrak kecambah kacang hijau konsentrasi 8 ppm merupakan konsentrasi optimal yang memberikan respon terbaik dengan jumlah propagul dan berat basah propagul tertinggi masing – masing yaitu 12,88 dan 0,926 gram pada minggu ke-8 setelah tanam. Kata kunci: propagul, pisang barangan, ekstrak kecambah kacang hijau, in vitro
Potensi Bakteri Endofit Dari Zea mays L. Sebagai Penghasil Fitase Hafsan Hafsan; Nurhikmah Nurhikmah; Yuniar Harviyanti; Eka Sukmawaty; Isna Rasdianah Aziz; Cut Muthiadin; Laily Agustina; Asmuddin Natsir; Ahyar Ahmad
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4676

Abstract

Asam fitat (C6H18O24P6) merupakan senyawa kimia yang terdiri atas inositol dan asam fosfat, asam fitat merupakan senyawa yang selalu terdapat pada bahan pakan yang berasal dari tanaman serealia dan merupakan senyawa yang tidak dapat didigesti oleh ternak monogastrik, sehingga dibutuhkannya enzim fitase yang dapat menghidrolisis asam fitat. Fitase (myo-inositol heksakisfosfat fosfohidrolase) adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatan fosfoester pada asam fitat, menghasilkan fosfat anorganik dan ester fosfat. Enzim fitase dapat dihasilkan oleh mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri endofit. Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman tersebut, pada penelitian ini bakteri endofit telah diisolasi dari tanaman jagung (Zea mays) yang digunakan sebagai sampel penelitian. Isolasi dilakukan dari masing-masing organ tanaman jagung (Zea mays) dan diseleksi menggunakan media selektif PSM (Phytase Screening Media). Empat isolat yang terpilih dari masing-masing organ berdasarkan IF (Indeks Fitatik) tertinggi kemudian diidentifikasi molekuler dan memperoleh hasilisolat akar 10-7 HF.7 (IF=1,365 cm) merupakan bakteri Burkholderia lata, batang 10-7 HF.2 (IF=1,095 cm) merupakan bakteri Pantoea stewarti subsp. indologens, daun 10-6 HF.3 (IF=1,36 cm) merupakan bakteri Enterobacter ludwigi dan biji 10-8 HF.1 (IF=0,98 cm) merupakan bakteri Enterobacter cloaceae.
Preparasi Kulit Ekstrak Kulit Buah Manggis Untuk Penangkal Diabetes Darmawansyih Darmawansyih
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2113

Abstract

Buah manggis yang merupakan buah tropis mengandung antioksidan yang tinggi terutama pada kulitnya.    Antioksidan  dapat  bereaksi  dengan radikal  bebas  dan  mencegah  kapasitas  radikal  bebas menimbulkan  kerusakan  pada  sel,  jaringan  dan  atau  organ.  Hasil  penelitian  menunjukkan  ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana) memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa darah mencit  (Mus  musculus L.) diabetik  yang  diinduksi  aloksan  dengan  menurunkan  secara  signifikan kadar  glukosa  darah  yakni  dengan  nilai  statistik  0,005  dengan  p  <  0,05.  Perlu  pengujian  lanjutan secara histologi untuk melihat perbaikan sel β pankreas secara mikroskopik pada penggunaan ekstrak etanol  kulit  buah  manggis (Garcinia  mangostana) pada  mencit (Mus  musculus L.) diabetik  yang diinduksi aloksan. Perlu pengujian lanjutan berupa uji klinik dengan memberikan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana) pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 di klinik.
Toksisitas Kronis Polisakarida Krestin dari Ekstrak Coriolus Versicolor pada Histologi Ginjal dan Kadar Kreatinin Serum Mus Musculus L. SRI PUJI ASTUTI WAHYUNINGSIH; ISTUNING MA’UNAH; DWI WINARNI
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.2631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian polisakarida krestin ekstrak Coriolus veriscolor pada toksisitas kronis terhadap histologi ginjal dan kadar kreatinin serum Mus musculus. Dua puluh lima mencit betina, umur 8-10 minggu, berat 25-30 g dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol (K) yang diberi akuades 0,2 mL selama 4 bulan,  perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) diberi polisakarida krestin dari ekstrak jamur C. veriscolor dengan dosis yang berbeda yaitu: 0,5; 1; 2; dan 4 mg/kg BB selama 4 bulan.  Akhir dari perlakuan, ginjal diambil untuk dilihat histologinya dan isolasi serum darah untuk diukur kadar kreatinin. Data sel ginjal normal, sel yang bengkak, dan kadar kreatinin dianalisis dengan Anova  dan Duncan. Data nekrosis dianalisis dengan Brown-Forsythe dan Games Howell. Polisakarida krestin diberikan secara oral. Histologi ginjal (degenerasi dan nekrosis tubuli ginjal) diidentifikasi pada slide ukuran 4 µm.  Kadar kreatinin diukur dengan metode Jaffe reaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 sudah tampak adanya pembengkakan 32,80%  dan nekrosis sel 8,88%. Perlakuan P2 mempunyai jumlah pembengkakan sel 38,28% dan nekrosis sel 12,08%. Perlakuan P3 dengan jumlah pembengkakan sel 62,24% dan nekrosis sel 13,08%. Perlakuan P4 mempunyai jumlah pembengkakan sel 53,28% dan nekrosis sel 21,40%. Jumlah sel ginjal yang normal semakin turun seiring dengan kenaikan dosis PSK. Kadar kreatinin pada K, P1, P2, P3 dan P4 menunjukkan kadar kreatinin yang normal pada masing-masing perlakuan, yaitu 0,40; 0,64; 0,72; 0,80 dan 0,80 mg/dL. Pemberian polisakarida krestin (PSK) dari ekstrak C. veriscolor pada toksisitas kronis menyebabkan pembengkakan, nekrosis sel, tetapi tidak meningkatkan kadar kreatinin serum mencit secara signifikan. Kata Kunci:    polisakarida krestin, Coriolus veriscolor, toksisitas kronis, histologi ginjal, kadar kreatinin 
Uji In Vitro Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica L.) Terhadap Viabilitas Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) RAMADHAN SUMARMIN
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3374

Abstract

Poison Vine used as poisonous substances to clean up the ponds from pestfishes or to help the farmers to harvest the fish. Poison Vine is Climbing Leguminosae that have rotenone as bioactive. Rotenone have couple days halflife and it coul impact to the water quality including the fish. Based on this condition, the research aimed to describe the influence of Poison Vine (Derris elliptica L.) Extract to Viability of Carpfish Egg Hatchibility (Cyprinus carpio L.). The research held in Zoology Laboratory, Biology Department of Faculty of Math and Science, Universitas Negeri Padang. The research used Completely Randomized Design with 5 treatments and 6 replication. The treatments are 0% (control /P1); 0.002% (P2); 0.003% (P3); 0.004% (P4) and 0.005%(P5). The data of hatced eggs collected after 4 days incubation. Egg hatchibility and  abnormal larvae data analized with ANOVA at p≤ 0,05 and continued by LSD test. The result showed that the avarage of egg viability at P1 92.50%;  P2 80.83%;  P3 77.50%;  P4 74.17%; and P5 72.50%. The highest hatchibility at P1 Significantly higher (p<0,05) comparison to P2, P3, P4 and P5. The avarage of normal larvae at P1 99.12%; P2 98.49%; P3 97.92%; P4 96.22%; and  P5 95.30% were not significantly (p<0,05) and so to the abnormal larvae P1 0.88%; P2 1.51%; P3 2.08%; P4 3.78%; and P5 4.71%. It can conclude that Poison Vine extract decreased the viability and hatchability of Carpfish Eggs. Keyword: Poison Vine, Viability, Hatchability, Egg Carpfish 

Page 10 of 28 | Total Record : 279