cover
Contact Name
Fiametta Ayu Purwandari
Contact Email
fiametta@ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 1,392 Documents
Pengaruh Minyak Atsiri Jahe Merah dan Lengkuas Merah pada Edible Coating Terhadap Kualitas Fillet Ikan Patin Rohula Utami; Kawiji Kawiji; Edhi Nurhartadi; Muslika Kurniasih; Dedy Indianto
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.255 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9535

Abstract

The effects of edible coating enriched with red ginger and red galangal essential oil on the quality of patin fillets during refrigerated storage of 8 days were examined. fish quality determined was based on microbiological (Total Plate Count /TPc) and physicochemical (Total Volatile Bases/TVB, Thiobarbituricacid/TBa, pH, and color) quality. Treatment variation of patin fillets were essential oil concentration enriched in edible coating (0 %, 0.1%, 1%). The results indicated that both red ginger and red galangal essential oil could affect patin fish fillets quality. Essential oilenrichment edible coating will retain the patin fillets quality. In terms of microbial quality and TVB value, 1% essential oil of red ginger and red galangal enrichment in edible coating could extend shelf life of patin fillets for 2-4 days.ABSTRAKPenentuan pengaruh penambahan minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah dalam edible coating terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin dilakukan pada periode waktu 8 hari. Parameter kualitas ikan yang dianalisis adalah kualitas mikrobiologis (Total Plate Count/TPc), dan kualitas fisikokimia (Total Volatile Bases/TVB, Thiobarbituricacid/TBa, pH, dan warna). Variasi perlakuan fillet ikan patin yaitu konsentrasi minyak atsiri (0 %; 0,1%; 1%) yang ditambahkan dalam edible coating. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penambahan minyak atsiri baik jahe merah maupun lengkuas merah berpengaruh terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin. Penambahan minyak atsiri dalam edible coating mampu mempertahankan kualitas fillet ikan patin lebih baik dibandingkan perlakuan edible coating tanpa minyak atsiri. Berdasarkan kualitas mikrobiologis dan nilai TVB, perlakuan minyak atsiri jahe merah 1% dan minyak atsiri lengkuas merah 1% mampu meningkatkan umur simpan fillet ikan patin selama 2-4 hari.
Khelasi Plumbum (Pb) dan Cadmium (Cd) Menggunakan Asam Sitrat Pada Biji Kedela Sapto Priyadi; Purnama Darmadji; Umar Santoso; Pudji Hastuti
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.818 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9536

Abstract

A study on the chelation of plumbum and cadmium by citric acid in soybean seeds, it was aimed to identify the effect of chelation treatment (chelating ratio, time contact and seeds condition) on plumbum reduction and cadmium in soybean seeds. A factors of research covering 1st) chelating ratio (citric acid/”C”) consisting of three (1, 2 and 3 grams of citric acid); 2nd) the time contact (“D”) consisting of three (90, 120 and 180 minutes) and the 3rd factors is condition of the seeds (“E”) consisting of three standard (whole qualify e.i. passing sieve of 0.3 inch and restrained at 0.2 inch), ruptured e.i. restrained for sieve at 10 mesh, and flour qualify for pass for sieves 50 mesh. The result showed that the combination of three factors were able to reduce Cd maximaly (non detected/detect limit 0.01 ppm). Reduction Pb maximaly (non detected /detect limit 0.09 ppm) occured in treatment C1D1E1, C1D1E2, C1D2E1, C1D2E2, C1D2E2, C2D1E1, C2D1E2, C2D2E1, C2D3E1, C2D3E2, C3D1E1 and C3D2E1. A combination of citric acid chelation (C) with the time contact (D) showing significant difference and both showed interactions, the reduction of the highest was C1D1 treatment. A combination of citric acid chelation (C) with the condition of the nut (E) showed significant difference and both no interaction, the reduction of the highest was C2E1 treatment. The combination between the time of contact (D) with the condition of the seed (E) showed significant difference and both no interaction, the reduction of the highest were D1E1 and D2E1 treatments.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang khelasi plumbum (pb) dan cadmium (cd) menggunakan asam sitrat pada biji kedelai, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh faktor perlakuan khelasi (ratio pengkhelat, waktu kontak dan kondisi biji) dalam mereduksi Pb dan Cd pada biji kedelai. Faktor penelitian meliputi 1) rasio pengkhelat (asam sitrat/C) yang terdiri dari tiga taraf (1, 2 dan 3 gram asam sitrat); 2) waktu kontak (D) yang terdiri dari tiga taraf (90, 120 dan 180 menit) serta faktor ke-3) kondisi biji (E) yang terdiri dari tiga taraf (utuh yaitu lolos pada saringan 0.3 inch dan tertahan pada 0.2 inch, pecah yaitu tertahan pada saringan 10 mesh dan tepung yaitu lolos pada saringan 50 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ketiga faktor, mampu mereduksi Cd secara maksimal (tidak terdeteksi/batas deteksi 0,01 ppm). Reduksi Pb tertinggi adalah maksimal (tidak terdeteksi/batas deteksi 0,09 ppm) terjadi pada perlakuan C1D1E1, C1D1E2, C1D2E1 dan C1D2E2; C2D1E1, C2D1E2, C2D2E1, C2D3E1 dan C2D3E2; C3D1E1 dan C3D2E1. Kombinasi antara pengkhelat ”asam sitrat” (C) dengan waktu kontak (D) menunjukkan berbeda nyata dan keduanya menunjukkan interaksi, reduksi tertinggi dicapai perlakuan C1D1. Kombinasi antara pengkhelat ”asam sitrat” (C) dengan kondisi biji (E) menunjukkan berbeda nyata dan keduanya tidak ada interaksi, reduksi tertinggi dicapai perlakuan C2E1. Kombinasi antara waktu kontak (D) dengan kondisi biji (E) menunjukkan berbeda nyata dan tidak ada interaksi, reduksi tertinggi dicapai perlakuan D1E1 dan D2E1.
Optimasi Ekstraksi Gelombang Ultrasonik untuk Produksi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Sri Hartuti; Muhammad Dani Supardan
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.04 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9537

Abstract

The research aims to optimize extraction process of ginger oleoresin using ultrasonic wave. The variables observed include ratio of ginger to ethanol solvent (X1), extraction temperature (X2), and extraction time (X3). The response surface method with central composite design (CCD) was used to obtain a mathematical model in order to define correlation between yield and refractive index of ginger oleoresin to any effected variables. The optimum conditions of ginger oleoresin using ultrasonic wave was obtained at composition ratio of ginger powder to ethanol X1 at 1:3.70 g g-1, X2 at 46 oC, and X3 for 129 minutes generating 8.884% yield, and refractive index value at 1.487. A GC-MS analysis result shows that ginger oleoresin components in the best state consist of 41.65% volatile oil component and 26.2% carriers of spicy flavor. The ginger oleoresin produced in the research meets the Eoa standard No. 243.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan melakukan optimasi proses ekstraksi oleoresin jahe menggunakan gelombang ultrasonik.  Variabel-variabel yang dipelajari adalah: rasio jahe terhadap pelarut etanol (X1), temperatur ekstraksi (X2), dan waktu ekstraksi (X3). Metode permukaan respons dengan rancangan Central Composite Design (CCD) digunakan untuk memperoleh model matematis yang menggambarkan hubungan antara rendemen dan indeks bias oleoresin jahe terhadap variabel-variabel yang mempengaruhinya. Kondisi optimum ekstraksi oleoresin jahe menggunakan gelombang ultrasonik diperoleh pada komposisi perbandingan bubuk jahe terhadap X1 sebesar 1:3,70 g g-1, X2 sebesar 46 oC, dan X3 selama 129 menit dengan rendemen sebesar 8,884%, dan nilai indeks bias sebesar 1,487. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen oleoresin jahe pada kondisi terbaik, terdiri atas 41,65% komponen minyak yang mudah menguap dan 26,2% pembawa rasa pedas. oleoresin jahe yang dihasilkan pada penelitian ini telah memenuhi standar Eoa No. 243.
Pengaruh Foaming pada Pengeringan Inulin Umbi Gembili (Dioscorea esculenta) Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia dan Aktivitas Prebiotik Sri Winarti; Eni Harmayani; Yustinus Marsono; Yudi Pranoto
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.938 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9538

Abstract

Lesser yam (Dioscorea esculenta) is one type of Dioscorea spp. with high inulin content. There are many factors can affect on the physicochemical characteristics and prebiotic activity of inulin, one of this factor is drying method. The purpose of the study was to evaluate the effect of foaming (foam mat) on drying procces of lesser yam inulin on the physicochemical characteristics and prebiotic activity. Lesser yam inulin was dried with cabinet drying and foam mat drying, which was compared with the commercial inulin that was dried by spray drying method. Inulin properties evaluated were solubility, water absorbtion, gel strength, water content, viscosity, purity, crystallinity and prebiotic activity. The results showed that the drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can improve the solubility of 79.09% to 89.97%, water absorption from 12.39% to 34.39%, and prebiotic activity score from 1,071 to 1,113 on Bifidobacteria breve BRL-131 and from 0.658 to 0.820 on Bifidobacterium bifidum BRL-130. Drying of Lesser yam inulin with foam mat drying method can reduce the gel strength of 0.1295 N to 0.0929 N, water content from 10,55% to 9,29%, the viscosity of 14.47 mPa to 6.7 mPa at 90 °c, purity of 73.58% to 66.34% and lower crystallinity. Lesser yam inulin had prebiotic activity score higher than commercial inulin from chicory root.ABSTRAKGembili (Dioscorea esculenta) merupakan salah satu jenis Dioscorea spp. yang mengandung inulin cukup tinggi. Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik inulin, salah satunya adalah cara pengeringan.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh foaming (pembentukan foam) pada proses pengeringan inulin umbi gembili terhadap karakteristik fisiko-kimia dan aktivitas prebiotik. Inulin umbi gembili dikeringkan dengan metode foam mat drying dibandingkan dengan cabinet drying serta dibandingkan dengan inulin komersial dari umbi chicory yang dikeringkan dengan spray drying. Karakteristik fisiko-kimia inulin yang dievaluasi meliputi kelarutan, daya serap air, kekuatan gel, kadar air, viskositas, kemurnian, kristalinitas, dan nilai aktivitas prebiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foaming pada pengeringan inulin umbi gembili dengan metode foam mat drying dapat meningkatkan kelarutan dari 79,09% menjadi 89,97%, daya serap air dari 12,39% menjadi 34,39%, dan nilai aktivitas prebiotik pada Bifidobacteria breve BRL-131 yaitu dari 1,071 menjadi 1,113 dan pada Bifidobacterium bifidum BRL-130 dari 0,658 menjadi 0,820. Pengeringan inulin umbi gembili dengan metode foam mat drying dapat menurunkan kekuatan gel dari 0,1295 N menjadi 0,0929 N, kadar air dari 10,55% menjadi 9,29%, viskositas dari 14,47 mPa menjadi 6,7 mPa pada suhu 90°c, kemurnian dari 73,58% menjadi 66,34% dan menurunkan kristalinitas. Inulin umbi gembili memiliki nilai aktivitas prebiotik lebih tinggi dibandingkan dengan inulin komersial dari umbi chicory.
Peningkatan Produktivitas Proses Budidaya Karet Alam dengan Pendekatan Green Productivity: Studi Kasus Di PT. XYZ Marimin Marimin; Muhammad Arif Darmawan; Machfud Machfud; Muhammad Panji Islam Fajar Putra
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.065 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9539

Abstract

Indonesia is the second largest natural rubber producer in the world with 28% of the total world production in 2010. In line with the growth of the world’s automotive industry, the needs of natural rubber as a complementary synthetic rubber products will also increase. The main objective of this research was to find the best alternative strategy to increase the productivity of the natural rubber plantations through the green productivity (GP) approach. The case study was conducted at PT. XYZ, a private company which runs the plantation and processing of natural rubber businesses. The material flow analysis was performed to identify the seven green wastes. The best alternative strategy was determined by using the  analytical Hierarchy Process (AHP) model developed into several improvement scenarios. The measurement of  the alternative strategy performance was rated as the future Green Productivity Index (GPI) and compared with the value of current GPI, which had been calculated in the PT. XYZ, as the case study. The results of this research was  able to provide the best productivity improvement strategy, the level of company’s productivity which has been achieved, and the productivity levels of the implementation of the strategy chosen.ABSTRAKIndonesia merupakan negara kedua penghasil karet alam terbesar di dunia dengan produksi sebesar 28% dari total produksi dunia di tahun 2010. Sejalan dengan bertumbuhnya industri otomotif dunia, kebutuhan karet alam sebagai produk komplementer karet sintetik akan turut mengalami peningkatan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif strategi terbaik pada peningkatan produktivitas proses budidaya karet alam melalui pendekatan konsep Green Productivity (GP). Studi kasus dilakukan di PT. XYZ, perusahaan swasta yang bergerak dibidang usaha perkebunan dan pengolahan karet alam. analisis aliran material dilakukan dengan menggunakan peta aliran material hijau untuk menganalisa tujuh jenis sumber pembangkit limbah hijau (seven green wastes).  Alternatif strategi terbaik ditentukan dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (aHP) yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa rancangan skenario perbaikan. Pengukuran kinerja alternatif strategi ini selanjutnya dinilai sebagai indeks produktivitas hijau (GPI) perbaikan (future) dan dibandingkan dengan nilai indeks GPI saat ini (current), yang telah dihitung pada studi kasus yang dilakukan. Hasil penelitian ini  mampu memberikan informasi strategi peningkatan produktivitas terbaik, tingkat produktivitas yang telah dicapai perusahaan, dan tingkat produktivitas hasil penerapan strategi terpilih.
Rancangbangun dan Pengujian Tungku Berbahan Bakar Gas untuk Industri Tahu Tradisional Berbasis Produksi Bersih Andi Taufan; Novrinaldi Novrinaldi; Umi Hanifah
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.244 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9540

Abstract

A model of gas stove for traditional tofu industry was designed and tested. one of the focuses of cleaner production is energy efficiency, so the stove was designed to have good thermal efficiency and low energy consumption. The stove was constructed with two kettles where the first kettle was used to cook soybean porridge from 5-8 kg soybean and the other to warm water. The test consist of water boiling test and soybean cooking test. Water Boiling Test (WBT) was used to assessed stove performance by boiling the water. It takes 29,0 minutes to boil 20 lites of water in cold start condition and 18,7 minutes in hot start condition, moreover average specific fuel consumption is 0,041 kg/liter in cold start condition and 0,030 kg/liter in hot start condition. Gas consumption in cold start is 0,028 kg/min and in hot start is 0,032 kg/min, and the average thermal efficiency are 34,80% in cold start condition and 38,63% in hot start condition. Statistical test with 95% level of confidence, indicated a significant difference in the boiling time between cold start and hot start. The test showed that to cook soybean porridge from 5 kg/batch in cold start condition consumed 1,78 kg of fuel in 60 minutes.ABSTRAKTelah dilakukan rancangbangun dan pengujian tungku berbahan bakar gas untuk industri tahu tradisional. Berdasarkan salah satu fokus penerapan produksi bersih yaitu efisiensi energi, maka tungku dirancang sedemikian rupa agar memiliki efisiensi termal dan konsumsi energi yang baik. Tungku yang dikonstruksi memiliki dua buah ketel, ketel pemasakan bubur kedelai dari 5-8 kg bahan baku kedelai dan ketel untuk menghangatkan air. Pengujian tungku terdiri dari pengujian untuk pemasakan air dan pengujian untuk pemasakan bubur tahu. Pengujian untuk pemasakan air menggunakan metoda Water Boiling Test (WBT). Dari pengujian ini dapat diketahui waktu untuk mendidihkan 20 liter adalah 29,0 menit dan 18,7 menit, berturut-turut untuk kondisi cold start dan hot start; konsumsi bahan bakar spesifik rata-rata sebesar 0,041 kg/liter untuk kondisi cold start dan 0,030 kg/liter pada kondisi hot start. Konsumsi gas pada kondisi cold dan hot start masing-masing sebesar 0,028 kg/menit dan 0,032 kg/menit, serta efisiensi termal rata-rata sebesar 34,80% pada kondisi cold start dan 38,63% pada kondisi hot start. Berdasarkan uji statistik dengan derajat kepercayaan 95%, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan waktu didih pada kondisi cold start dengan hot start. Hasil pengujian untuk pemasakan bubur tahu (kondisi cold start) dengan bahan baku 5 kg kedelai/batch, pemasakan selesai dalam waktu 60 menit dengan konsumsi bahan bakar 1,78 kg.
Prediksi Masa Kedaluwarsa Wafer dengan Artificial Neural Network (ANN) Berdasarkan Parameter Nilai Kapasitansi Erna Rusliana Muhamad Saleh; Erliza Noor; Taufik Djatna; Irzaman Irzaman
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.948 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9541

Abstract

Wafer is type of biscuit frequently found on expired condition in market, therefore prediction method should be implemented to avoid this condition. apart from the prediction of shelf-life of wafer done by laboratory test, which were time-consuming, expensive, required trained panelists, complex equipment and suitable ambience, artificial neural network (ANN) based dielectric parameters was proposed in nthis study. The aim of study was to develop model to predict shelf-life employing aNN based capacitance parameter. Back propagation algorithm with trial and error was applied in variations of nodes per hidden layer, number of hidden layers, activation functions, the function of learnings and epochs. The result of study was the model was able to predict wafer shelf-life. The accuracy level was shown by low MSE value (0.01) and high coefficient correlation value (89.25%).ABSTRAKWafer adalah jenis makanan kering yang sering ditemukan kedaluwarsa. Penentuan masa kedaluwarsa dengan observasi laboratorium memiliki beberapa kelemahan, diantaranya memakan waktu, panelis terlatih, suasana yang tepat, biaya dan alat uji yang kompleks. alternatif solusinya adalah penggunaan artificial Neural Network (ANN) berbasiskan parameter kapasitansi. Tujuan kerja ilmiah ini adalah untuk memprediksi masa kedaluwarsa wafer menggunakan aNN berbasiskan parameter kapasitansi. algoritma pembelajaran yang digunakan adalah Backpropagation dengan trial and error variasi jumlah node per hidden layer, jumlah hidden layer, fungsi aktivasi, fungsi pembelajaran dan epoch. Hasil prediksi menunjukkan bahwa aNN hasil pelatihan yang dikombinasikan dengan parameter kapasitansi mampu memprediksi masa kedaluwarsa wafer dengan MSE terendah 0,01 dan R tertinggi 89,25%.
Penyusunan Sistem Pendukung Keputusan untuk Penetapan Indeks Ketahanan Pangan di Tingkat Rumah Tangga dan Wilayah 458 (Studi Kasus di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta) Erniati Erniati; Lilik Sutiarso; Putu Sudira
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.735 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9542

Abstract

Food security in Indonesia at national level, is considered as adequate, when seen from the side of availibility but the level of poverty is still high. It means that even the national food availability is abundant, but it can not be accessed by all residents at household level. Therefore, food security situation should be constantly monitored. one method to identify and provide food security situation data / information is establishment of food security index. This research has an objective to design instrument (a software) Decision Support System (DSS) to define food security index in household and region level. DSS for defining food security index needs to be done, so that there is a computer-based information system program that can be used to process and present data better, as a reference for policy makers on food security issues. The program is designed using a desktop-based software. It integrated the dialog subsystem, models subsystem, database subsystems and knowledge components subsystem. The data was collected at Srimartani village, Piyungan district, Bantul Regency, D.I. Yogyakarta Province, applying survey and interview methods in designing database. The dynamically designed program indicated that DSS program for food security index in household and region level can be used as an instrument to identify and give food security situation on a regular basis information. The information can be shown in the form of indexes and categories, as well as maps. according to the food security index result analysis for the household level of Sample Village, there were 1 sub-village in food insecurity,  6 sub-village in food vulnerable; and 10 sub-village in food security status. according to food insecurity index of the region level, food security level of Srimartani Village can be categorized as good enough, which was shown by index value 0,48. It means that all subvillage in Srimartani Village was categorized as secure enough, secure, and very secure. Based on this result analysis, according to the knowledge base of food security owned by the author, it was suggested to the local and provincial government to monitor region situation/condition regularly, especially for sub-village with food vulnerability category. The DSS program recommended the local and provincial government to give direct aid which will help the community to solve the food insecurity problem. ABSTRAKKetahanan pangan di Indonesia secara nasional tergolong cukup apabila dilihat dari sisi ketersediaan, namun tingkat kemiskinan masih cukup tinggi. Itu artinya meskipun ketersediaan secara nasional melimpah, namun pangan tersebut tidak bisa diakses oleh semua warga sampai ke tingkat rumah tangga. oleh karena itu, ketahanan pangan merupakan salah satu hal yang perlu terus menerus diawasi keadaannya dari waktu ke waktu. Salah satu metode untuk mengidentifikasi dan memberikan data/informasi tentang situasi ketahanan pangan adalah dengan penetapan indeks ketahanan pangan. Penelitian ini ditujukan untuk membangun instrument (seperangkat software) Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menetapkan indeks ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan wilayah. SPK (Decission Support System/DSS) untuk penetapan indeks ketahanan pangan perlu dilakukan supaya tedapat suatu program yang dapat digunakan sebagai sistem informasi berbasis komputer untuk mengolah dan menyajikan data dengan lebih baik sebagai bahan acuan bagi para pengambil kebijakan terkait masalah ketahanan pangan. Program dirancang dengan pemrograman berbasis desktop sebagai software bantu dalam menggabungkan subsistem dialog, subsistem model, subsistem basis data dan subsistem komponen pengetahuan. Pengumpulan data dilakukan di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, D.I.Yogyakarta dengan metode survey dan wawancara untuk diolah sebagai basis data. Hasil perancangan program menunjukkan bahwa program SPK untuk indeks ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan wilayah yang dirancang secara dinamis dapat digunakan sebagai instrument untuk melakukan identifikasi serta memberikan data/informasi situasi ketahanan pangan secara berkala yang ditampilkan dalam bentuk laporan berupa indeks dan kategori serta peta. Berdasarkan hasil analisis terhadap indeks ketahanan pangan di tingkat rumah tangga di desa sampel menunjukkan adanya 1 dusun rawan pangan; 6 dusun rentan pangan; 10 dusun tahan pangan. Berdasarkan indeks ketahanan pangan di tingkat wilayah, situasi ketahanan pangan Desa Srimartani cukup baik, ditunjukkan dengan indeks kurang dari 0,48 artinya semua dusun di Desa Srimartani masuk kategori cukup tahan, tahan dan sangat tahan. Berdasarkan hasil analisis, sesuai dengan knowledge base tentang ketahanan pangan yang dimiliki penulis, disarankan agar aparat desa dan pemeritah dapat melakukan monitoring situasi/kondisi wilayah secara berkala. Untuk dusun yang masuk kategori rawan pangan, program SPK memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dan aparat desa agar memberikan bantuan langsung/bantuan tunai agar dapat membantu kondisi rawan pangan yang sedang terjadi.
Karakteristik Fisik dan Kurva Durasi Aliran Pada 15 DAS di Jawa Timur Indarto Indarto; Suhardjo Widodo; Agung Priyo Subakti
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.319 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9543

Abstract

This research explores the flow Duration curve (FDC) to describe hydrological properties of the watershed and search the possible relationships between hydrological and physical properties of some watersheds. fifteen (15) watersheds in East Java are selected for this study.  Data input for the analysis includes: physical, rainfall and discharge data. Geographical data of the watershed, that comprise of: topography, river network, land use, and soil type are extracted from existing GIS layers. Then, physical properties of each watershed are derived from those layers.  Daily rainfall data are collected from existing measurement stations in the region. Daily discharge data are obtained from the outlet of each watershed. areal rainfall for each watershed is determined using simple arithmetic method. Daily discharges data are processed using excel to draw FDC for each watershed. furthermore, classified FDC are compared to physical and meteorological properties of the watersheds. The result then presented in graphic and tables.  Research shows that each watershed has different physical and hydrological characteristics. Hydrological properties of each watershed are described by the form of FDCs. Some watersheds have similar form of FDCs. This shows the similarity of hydrological properties amongst watersheds even though their physical characteristics were differences. The research also found that similarity in hydrological properties between watersheds has strong relations with similarity in rainfall properties betweens watersheds.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi Kurva Durasi aliran (KDA) untuk menggambarkan karakteristik hidrologi suatu Daerah aliran Sungai (DAS) dan mencari pola hubungan antara karakteristik hidrologi dan karakteristik fisik DAS. Lima belas (15) DAS di wilayah Jawa Timur digunakan sebagai sampel. Input data terdiri dari: data geografis, data hujan dan data debit. Data geografis DAS, berupa layer: topografi, jaringan sungai, peruntukan lahan, dan jenis lapisan tanah diolah dan diturunkan dari layer GIS.  Karakteristik fisik masing-masing DAS diturunkan dari data geografis tersebut.  Data hujan harian diperoleh dari semua stasiun yang ada di dalam wilayah studi. Data debit harian diperoleh dari stasiun pengukuran yang terdapat pada outlet masing-masing DAS. Hujan rerata DAS dihitung untuk tiap DAS menggunakan rerata aritmatik. Data debit harian diolah menggunakan excel dan dijadikan  dasar untuk membuat KDA. Karakteristik hidrologi masing-masing DAS diwakili oleh bentuk dan karakteristik KDA. Selanjutnya, tabel karakteristik fisik DAS digunakan untuk menampilkan keterkaitan antara karakteristik fisik dan hidrologi pada ke lima belas DAS tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa tiap DaS memiliki karakteristik fisik dan hidrologi yang spesifik.  Karakteristik hidrologi tiap DAS dapat ditunjukkan oleh bentuk KDA-nya. Beberapa DAS memiliki bentuk KDA yang identik. Hal ini menunjukkan adanya kemiripan karakteristik hidrologi DAS-DAS tersebut, meskipun karakteristik fisik DAS-DAS tersebut relatif berbeda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemiripan (silimarity) karakteristik hidrologi pada beberapa DAS, berhubungan kuat dengan kemiripan karakteristik hujan yang jatuh pada DAS-DAS tersebut.
Modifikasi dan Perbaikan Kinerja Alat Pengiris Mayang Kelapa untuk Menyadap Nira Tamrin Tamrin; Ta'lin Ta'lin
agriTECH Vol 33, No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.841 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9544

Abstract

Most of coconut palm is found in tropic and subtropic. The palm sap that is taken from coconut palm was still traditional.  The operator climb coconut tree, slice the young spadix, then  collect palm sap in bamboo tube. It is high risk of accident to climb the coconut palm everyday. This research aimed to modification, assembl and test coconut spadix of slicer that  operated it from bottom of coconut tree. The assembling coconut spadix slicer used conceptual design, realization, fabrication and tested in out door. The result of this research were  the force sliced spadix was 12-20 kg force. The result of test showed that palm sap produced 0.71-1.41 litre, while the traditional method produced palm sap 0,97 - 2,35 litre.  It tapped palm sap was done in 21 day.  The sharp knife,  knife angle 0, and lever system were three condition to decrease force when slice spadix coconut palm.ABSTRAKTanaman kelapa banyak ditemukan didaerah tropis dan subtropis.  Penyadapan nira tanaman kelapa masih dilakukan secara tradisional. Tukang sadap memanjat pohon kelapa, mengiris mayang muda, dan menampung nira dengan wadah dari bambu. Memanjat pohon kelapa tiap hari beresiko akan jatuh dari atas pohon. Penelitian ini bertujuan memodifikasi membuat dan menguji alat mengiris mayang kelapa yang dapat dioperasikan dari bawah pohon kelapa.  Pembuatan alat pengiris mayang kelapa melalui proses rancangan konseptual, rancangan perwujudan, pabrikasi and pengujian alat di lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban tarik untuk mengiris mayang sebesar adalah 12-20 kg gaya. nira yang dihasilkan dengan cara mengiris mayang dengan alat adalah 0,73 -1,41 liter.  sementara penyadapan nira yang dihasilkan dengan tradisional sebesar 0,97-2,34 liter. Penyadapan dilakukan selama 21 hari. Pisau yang tajam, sudut pisau nol derajat, dan sistem pengungkit merupakan tiga kondisi untuk mengurangi beban tarik saat pengiris mayang kelapa.

Page 17 of 140 | Total Record : 1392


Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 1 (2026) Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue