Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publikasi), dengan nomor p-ISSN: 0852-9213, e-ISSN: 2477-4693, adalah jurnal multidisiplin berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu administrasi publik. Secara khusus JKAP menaruh perhatian pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu kebijakan dan administrasi publik, administrasi pembangunan, otonomi daerah, birokrasi dan aparatur negara, desentralisasi, ilmu ekonomi dan studi pembangunan, manajemen publik, kebijakan dan pemerintahan, serta ilmu sosial lain mencakup ilmu kesehatan masyarakat, politik fiskal, dan perencanaan wilayah.
Articles
566 Documents
Analisis Motivasi Berprestasi Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Provinsi Nusa Tenggara Timur
Karel Muskanan
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 19, No 2 (2015): November
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.724 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.7608
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik terhadap motivasi berprestasi atlit. Penelitian ini dilakukan melalui metode sensus dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan gabungan menggunakan teknik dan analisis data korelatif kuantitatif untuk skala interval dan analisis korelatif kuantitatif untuk skala ordinal menggunakan Spearman Rank. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 36 atlet, dengan variabel penelitian terdiri dari enam variabel bebas yang tergolong dalam faktor intrinsik (kompetensi atlet, pemenuhan kebutuhan, status dan tanggung jawab) dan faktor ekstrinsik (lingkungan, teknik supervisi, dan jaminan karir). Hasil yang diperoleh melalui uji statistik korelatif kuantitatif menunjukkan bahwa masing-masing parameter (kompetensi atlet, pemenuhan kebutuhan, status dan tanggung jawab, lingkungan, teknik supervisi, dan jaminan karir) mempunyai hubungan yang signifikan dan relevan dengan teori serta berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap motivasi berprestasi atlet. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa sumbangan atau kontribusi dari aspek-aspek pada variabel internal dan eksternal terhadap motivasi berprestasi atlet mempunyai kontribusi yang signifikan pada motivasi berprestasi atlet PPLP NTT.
Governance of Street Vendors in A Perspective of State-Society Relation in Solo
Sudarmo Sudarmo
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 13, No 1 (2009): May
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (10028.411 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8180
Kegiatan ekonomi sektor informal yang dijlankan oleh pedagang jalanan (street vendors) di Kota Solo secara signifikan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Namun, keberadaan pedagang jalanan yang sebagian besar berasal dari pendatang luar daerah, ditanggapi secara negatif oleh pemkot Solo. Implikasi dari hal tersebut adalah kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh para pedgang jalanan dikontrol oleh pemerintah daerah dan elit berkuasa lainnya. Semenjak adanya pembatasan akses partisipasi pedgang jalanan terhadap proses pengambilan kebijakan maka tata kepemerintahan Kota Solo mulai memberdayakan pedagang jalanana untuk membangun jejaring kerja. Membangun jejaring kerja merupakan hal yang sangat vital bagi kemampuan bertahan pedagang jalanan. Semakin banyak jejaring kerja yang dimiliki maka semakin tinggi pula kemampuan para pedagang jalanan untuk bertahan. Namun, para pedagang jalanan yang tidak memiliki atau sedikit memiliki jejaring kerja merupakan pihak-pihak yang cenderung rapuh dalam menghadapi persaingan dunia usaha.
Modal Sosial dalam Kemandirian Masyarakat di Bidang Kesehatan
Kurniawan Arianto;
Eliza Nur Fitriana
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 17, No 2 (2013): November
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.306 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.6853
Tulisan ini mendiskusikan mengenai peran sektor swasta (private sector) dan masyarakat sipil (civil society) untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya dan modal sosial yang mereka miliki sebagaiperwujudan dari segitiga good governance. Dewasa ini, yang berperan dalam pembangunan tidak hanya pemerintah sebagai aktor utama saja, tapi harus didukung oleh sektor swasta dan masyarakat sipil. Berangkat dari latar belakang tersebut, tulisan ini mengarah pada pemanfaatan modal sosial untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan. Studi dilakukan dengan menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman penduduk tidak menghalangi tercapainya derajat kesehatan yang lebih baik, karena masyarakat mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan bersama yang dihadapi oleh masyarakat dengan memanfaatkan modal sosial. Dengan kemampuan masyarakat membangun jaringan (networks), kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya (trust), saling peduli, saling menolong, kepatuhan terhadap nilai (values), norma (norms) yang berlaku dan disepakati bersama, serta tindakan pro aktif (pro active act) yang diwujudkan dalam aksi bersama (collective action) untuk pemenuhan kebutuhan bersama dalam memecahkan berbagai macam persoalan kesehatan yang terjadi. Peran tokoh masyarakat, perangkat desa dan aktor pelaksana di lapangan seperti anggota masyarakat juga berkontribusi terhadap keberadaan modal sosial masyarakat. Berbagai kelompok sosial yag terbentuk untuk mengatasi permasalahan kesehatan merupakan perwujudan nyata dari modal sosial dan bentuk partisipasi masyarakat sebagai salah satu pilar utama dalam perwujudan good governance.
Kebijakan Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kota Malang
Praptining Sukowati
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 16, No 2 (2012): November
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4608.384 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8057
The firs purpose of the research is to analyze the sustainable development policies and public participation to the Green Open Space's shifting function in Malang. The second is to analysis the factors that binder the policy implementation process. This paper shows that public participation in the sustainable development policies is less than optimal. Some factors that impede the policy implementation are 1) inadequate provision of GOS both in quantity and quality; 2) many weakness in the institution who manage the GOS; 3) the weak role of the stakeholders; 4) the use of open land for GOS function is not optimal yet. Some of the recommendation of this research include the need to revise UU No.24/1992; to develop guidelines for the implementation of GOS's management; to improve the campaign about the importance of GOS through "green cities movement"; to develop incentive and disincentive mechanism for increase private participation in the GOS management; and to develop GOS's pilot projects in the Malang City.
Pengembangan Model Otonomi Neara dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Berdasarkan Sistem Sosiobudaya Lokal di Sumaterabarat dan Bali
Asrinaldi A;
Yoserizal Yoserizal
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 13, No 2 (2009): November
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6102.937 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8171
This is paper aims to describe the completion of local autonomy based on local culture system in West Sumatera and Bali Province. Beside that, this paper also tries to find out the role of state which depicts state autonomy in implementation of government functions at lowest level, such as nagari in West Sumatera and Desa Pakraman in Bali. Although the local culture system could be applied in local autonomy, yet the modern government system which is introduced by state has affected local culture system at the lowest level. In this context, state autonomy has been involved in fusing local culture system into modern government system so that performing of local democracy declines.
Pengukuran Kinerja Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Desa Wisata Brayut
Nisa Agistiani Rahman
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 18, No 2 (2014): November
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.556 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.7519
Tulisan ini membahas pengukuran kinerja implementasi kebijakan publik. Penulis mengambil studi kasus implementasi kebi- jakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata di Desa Wisata Brayut Kabupaten Sleman. PNPM Mandiri Pariwisata diimplementasikan di desa ini pada tahun 2009, 2010, dan 2011. Untuk mengukur kinerja im- plementasi PNPM Mandiri Pariwisata di Desa Wisata Brayut, penulis menggunakan dua indikator. Pertama, indikator policy output yang terdiri dari indikator cakupan, bias, akses, dan kesesuaian program dengan kebutuhan. Kedua, indikator policy outcomes yang terdiri dari initial outcome, intermediate outcome, dan long-term outcome. Berdasarkan pengukuran, didapat hasil bahwa kinerja implementasi PNPM Mandiri Pariwisata di Desa Wisata Brayut terbilang rendah. PNPM Mandiri Pari- wisata gagal dalam mencapai long-term outcome yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di desa wisata. Hal ini terjadi karena setidaknya dua faktor, yaitu disposisi implementor dan format kebijakan. Berdasarkan kedua faktor tersebut, penulis memberikan rekomendasi kebijakan agar kebijakan PNPM Mandiri Pariwisata menjadi lebih baik di masa yang akan datang, yaitu dengan: (1) memodifikasi kebijakan; (2) memodifikasi wujud kebijakan/program; (3) merinci metode monitoring dan evaluasi; dan (4) merinci poin pemberian sanksi dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO).
What Role Shold Knowledge Management Play in The Development Management of Regional Governments and Advanced Educational Institutions: an Exploratory Perspective
Muyanja Ssenyonga
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 14, No 1 (2010): May
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4880.284 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8127
Artikel ini mengetengahkan kenyataan di dunia kita perihal meningkatnya manfaat dari penerapan/ implementasi program KM/ pengelolaan pengetahuan secara sistematis dan terpadu baik disektor swasta/ bisnis maupun pemerintah. Penjabaran inti dari KM itu sendiri, komponen-komponen dalam proses KM, serta unsur yang penting dalam penerapan program KM, dilakukan secara seksama. Faktor pendorong penerapan program KM yang bersifat eksternal, internal, dan ongoing, juga disajikan guna melihat kemudahan-kemudahan serta kesulitan yang ditimbulkan proses tersebut. Namun, inti dari artikel ini adalah melihat prospek penggunaan KM di bidang pendidikan (knowledge centers), pemerintah daerah (regional government), dan dalam proses penggalian dan pemanfaatan kearifan lokal (indigenous knowledge) oleh pemerintah regional dan pusat untuk memacu tumbuhkembangnya pembangunan yang berkelanjutan. Penerapan untuk memantau kualitas dan menganekaragamkan produk dan jasa yang dihasilkan pusat pengetahuan dan pemerintah regional, serta pemanfaatan kearifan lkal untuk tujuan yang sama dibahas secara serius tetapi jauh dari membosankan. Untuk menempatkan penerapan KM di usaha swasta, maupun pemerintah dalam konteks sosial/ kultur/ ekonomis, permasalahan yang dihadapi dalam implementasi program KM disajikan sehingga menjadi pertmbangan bagi individu, organisasi, maupun pemerintah yang berkeinginan memulai membangun program KM.
Kebijakan Kriminal Penanggulangan Tindak Pidana Pemerkosan di Transportasi Umum
Dwi Haryadi
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 16, No 1 (2012): May
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3273.395 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8035
Criminal acts involving the perpetration of rape in public transportation vehicles which have become common these day, have caused a lot concern an anxiety in the general public. The root cause of such heinous acts can be traced t the disorientation of some section of society that is attributable to social disorganization, which in turn has undermined social control, individualism and materialism, rampant pornography, booze and porno-action, poor government oversight of public transport, among other factors. Resolving the problem calls for several measure, which among others should include, strengthening the penal code to empower stringent legal action against the perpetrators, and taking effective preventive measures to deal with multifaceted cause of social disorganization.
Aksesibilitas Masyarakat Terhadap Pelayanan Pendidikan pada Sekolah RSBI/SBI
Tatik Ekowati
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 18, No 1 (2014): May
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (895.538 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.6867
Keberadaan RSBI dinilai melanggar hak konstitusi warga negara untuk mendapatkan pendidikan karena akses masyarakat kurang mampu menjadi terbatas. Di sisi lain, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dengan memperluas daya tampung SMK, dengan sumsi bahwa lulusan SMK memiliki keterampilan untuk bekerja. Pada faktanya jika dibandingkan siswa SMA, siswa yang memilih SMK lebih banyak berasal dari masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini mengambil studi kasus pada SMKN 2 Salatiga. Perspektif teoritis dalam melihat persoalan ini adalah tinjauan terhadap kebijakan RSBI dan implementasinya. Akses dapat dijadikan kerangka konseptual untuk mengevaluasi kebijakan distributif pemerintah yaitu kebijakan yang dimaksudkan untuk membantu kelompok masyarakat kurang beruntung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang didukung kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang berupaya mengeksplorasi, mendeskripsikan, dan akhirnya memahami bagaimana aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan pada SMK RSBI. Penelitian aksesibilitas masyarakat pada SMKN 2 Salatiga yang ditetapkan sebagai sekolah RSBI pada tahun 2007 mengidentifikasi dua fokus utama. Pertama, kebijakan program RSBI dalam implementasinya gagal memberikan akses kepada semua kelompok masyarakat. Kedua, masyarakat bisa mengakses SMKN 2 Salatiga dilihat dari aksesibilitas fisik, aksesibilitas ekonomi, karakteristik sistem pelayanan yang memberikan kemudahan prosedur dan kesamaan perlakuan, serta pemerataan kesempatan menikmati pendidikan dalam masyarakat. Motivasi untuk memperbaiki kesejahteraan hidup merupakan faktor pendorong masyarakat kurang mampu mengakses pendidikan di sekolah RSBI apapun kondisinya. Pemerintah dan sekolah tidak bisa menutup mata membiarkan masyarakat khususnya siswa miskin berjuang sendiri. Banyak peraturan yang memberikan kesempatan kepada semua masyarakat namun pada implementasinya sulit diwujudkan karena kurangnya komitmen dan pengawasan dari pihak-pihak terkait.
Studi Formulasi Kebijakan Perlindungan dan Pengembangan Pasar Tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta
Awan Santoso;
Puthut Indroyono
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 15, No 1 (2011): May
Publisher : Magister Administrasi Publik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4962.894 KB)
|
DOI: 10.22146/jkap.8068
This study attempts to identify the various of the traditional market, which have suffered from marginalization caused by rapid expansion and penetration of modern supermarkets and other large retailers. As a way out, this recommends various protection strategies, which are based on provisions of the constitution and legislation and/or enacting new ones. Providing legal protection to sources of livelihood is common practice in many developed nations, where weak players are shielded from foreign player, and is also evident in other sectors and institutional aspects of the broader economy. The study recommends certain models of traditional markets development, which makes it a source of reference for various parties, market manager, government, local universities, and others.