cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2024)" : 5 Documents clear
Evaluasi tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada pada ilmu penyakit mulut dan radiologi kedokteran gigi Herwita, Alifah Nasywa Nur; Yanuaryska, Ryna Dwi; Naritasari, Fimma
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.100571

Abstract

Dokter gigi memerlukan pengetahuan yang memadai untuk merawat pasien. Pendidikan jenjang sarjana merupakan bagian dari proses belajar yang tidak terpisahkan bagi dokter gigi. Ilmu Penyakit Mulut (IPM) dan Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) merupakan dua bidang ilmu yang membutuhkan pengetahuan mendalam dan berperan penting dalam hal diagnosis dan manajemen penyakit pada pasien. Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia,terdapat kompetensi minimal yang harus dicapai oleh mahasiswa. Terdapat lima jenis kompetensi pada bidang IPM dan dua jenis kompetensi pada bidang RKG. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan perbandingannya antar jenis kompetensi pada masing-masing bidang ilmu, yaitu IPM dan RKG. Penelitian dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 program studi S1 Kedokteran Gigi FKG UGM. Terdapat 142responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Enam pertanyaan IPM dan sepuluh pertanyaan RKG yang memenuhi syarat valid dan reliabel digunakan untuk mengukur pengetahuan responden terhadap dua kompetensi IPM yaitu ‘anamnesis’ dan ‘Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)’, serta dua kompetensi RKG yaitu ‘kemampuan interpretasi’ dan ‘keterampilan prosedural’. Hasil uji Mann-Whitney U pada bidang IPM dan RKG menunjukkannilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat variasi tingkat pengetahuan mahasiswa pada bidang IPM dan RKG. Selain itu, juga terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antar jenis kompetensi pada bidang ilmu yang sama. Pada bidang IPM, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kompetensi ‘anamnesis’ dengan ‘KIE’. Pada bidang RKG, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara ‘kemampuan interpretasi’ dengan ‘keterampilan prosedural’.
Herpes labialis yang dipicu kondisi psikologis pada wanita umur 23 tahun Aflakhassifa, Himma; Argadianti, Ayu Fresno
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101552

Abstract

Infeksi herpes simpleks labialis rekuren merupakan bentuk sekunder atau rekuren dari infeksi herpes simpleks primer. Pada manusia, virus herpes simpleks bersifat laten dan dapat mengalami reaktivasi. Rekurensi akibat reaktivasi virus tinggi, paparan sinar ultraviolet, trauma jaringan mukosa rongga mulut atau jaringan saraf, kondisi imunosupresi, dan gangguan hormon. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan dan membahas tatalaksana dari infeksi herpes simpleks labialis rekuren pada seorang perempuan berusia 23 tahun yang datangke RSGM UGM Prof. Soedomo Yogyakarta dengan keluhan rasa nyeri dan panas akibat sariawan di lidah disertai rasa menebal pada bibir atas yang didahului demam selama empat hari. Kondisi serupa telah beberapa kali terjadi sebelumnya dan diobati dengan krim asiklovir, namun kali ini ditambahkan penggunaan penguat imun. Hasil pengisian kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) oleh pasien menunjukkan nilai stres ringan, dan kecemasan serta stres sedang. Pasien diterapi dengan asiklovir sistemik sebagai terapi kausatif. Pasien sembuh sepenuhnya 14 hari setelah kunjungan pertama. Disimpulkan bahwa kasus ini didiagnosis klinis sebagai infeksi herpes simpleks labialis rekuren. Terapi kausatif dengan pemberian asiklovir sistemik menunjukkan respon yang sangat baik. Penting untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan masalah mental guna mencegah kekambuhan dalam waktu singkat.ne boosters were used. The patient completed the DASS questionnaire, which revealed mild stress, anxiety, and moderate stress values. The patient was treated with 400 mg of oral acyclovir, taken five times daily, accompanied by instructions to manage her mental stress. The patient recovered completely within 14 days after the initial visit. The diagnosis was confirmed through clinical examination, characteristic of herpes labialis. Causative therapy with oral acyclovir had excellent results. It is important to give education on the management of mental issues to prevent recurrences in a short period.
Static guide endodontik untuk manajemen obliterasi saluran akar Joseph, Joseph; Ongki Iskandar, Bernard; Dwisaptarini, Ade Prijanti; Melaniwati, Melaniwati
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101661

Abstract

Obliterasi saluran akar adalah kondisi yang ditandai dengan deposisi jaringan keras dalam ruang saluran akar yang sering kali disebabkan oleh trauma dan dapat menyebabkan tantangan besar dalam diagnosis maupun perawatan. Seorang wanita berusia 27 tahun dengan keluhan diskolorasi kuning pada gigi insisivus sentral atas (gigi 11) akibat trauma 10 tahun sebelumnya. Pemeriksaan klinis dan radiografis menggunakan CBCT menunjukkan obliterasi saluran akar tanpa disertai kondisi patologis periapikal. Uji sensitivitas pulpa menunjukkan tidak ada respons, namun tidak dapat disimpulkan sebagai nekrosis. Untuk manajemen, static guide endodontik berbasis data CBCT digunakan untuk membantu penetrasi akurat ke saluran akar yang terkalsifikasi. Perawatan melibatkan preparasi biomekanik dengan teknik crown down menggunakan instrumen rotary, irigasi larutan natrium hipoklorit, dan medikasi intrakanaldengan kalsium hidroksida. Saluran akar kemudian diobturasi menggunakan teknik single cone dengan bioceramic sealer. Untuk memulihkan estetika, dilakukan perawatan intracoronal bleaching dengan hidrogen peroksida 35% yang dilanjutkan dengan restorasi komposit. Prosedur ini berhasil mengembalikan warna gigi dari warna A3 menjadi A2 tanpa komplikasi teknis seperti perforasi atau patahnya instrumen. Evaluasi menunjukkan jaringan periapikal dalam batas normal tanpa gejala klinis. Laporan ini menunjukkan bahwa penggunaan static guide endodontik meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengelolaan kasus obliterasi saluran akar, terutama pada gigi anterior dengan diskolorasi yang menuntut estetika. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai solusi yang efektif untuk kasus serupa, mengatasiketerbatasan teknik konvensional dan meningkatkan keberhasilan jangka panjang.
Pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Terakreditasi dan bersertifikat ISO di Kota Banda Aceh Suryadi, Suryadi; Rachmiana, Aida
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.103521

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berperan sebagai layanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima dimensi mutu pelayanan, yaitu “bukti fisik” (tangibles), “keandalan” (reliability), “daya tanggap” (responsiveness), “jaminan” (assurance), dan “empati” (empathy) terhadap kepuasan pasien di tiga Puskesmas terakreditasi dan bersertifikat ISO di Kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 150 responden terpilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, analisis regresi linier berganda, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi mutu pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (nilai CR > 1,96 dan p < 0,05). Secara khusus, dimensi “bukti fisik” dan “empati” memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya standar mutu pelayanan sesuai akreditasi dan sertifikasi ISO dalam meningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas diharapkan terus menjaga kualitas layanan dengan memperhatikan dimensi-dimensi tersebut.
Penatalaksanaan diskolorasi gigi ekstrinsik dengan perawatan minimal invasif Natsir, Nurhayaty; Yamin, Irfan Fauzy; Nugroho, Juni Jekti; Dwiandhany, Wahyuni Suci; Hikmah, Noor; Trilaksana, Aries Chandra
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.103867

Abstract

Diskolorasi gigi merupakan masalah estetik yang dapat disebabkan oleh faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, atau kombinasi keduanya. Salah satu perawatan pada kasus diskolorisasi gigi adalah bleaching eksternal dengan keunikan perawatan pendekatan minimal invasif untuk mendapatkan hasil estetik yang baik pada diskolorasi gigi ekstrinsik. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menyampaikan penatalaksanaan diskolorasi gigi ekstrinsik pada pasien dengan perawatan minimal invasif. Laki-laki berusia 22 tahun datang dengan keluhan gigi depan rahang atas dan rahang bawah bawah tampak berwarna kuning dan pasien ingin memutihkan giginya. Pada gigi pasiendilakukan perawatan minimal invasif dengan prosedur bleaching eksternal teknik in-office bleaching menggunakan bahan hidrogen peroksida (H2O2) konsentrasi 40%. Penatalaksanaan pada gigi yang mengalami diskolorasi gigi ekstrinsik adalah perawatan bleaching eksternal dengan teknik in-office bleaching karena merupakan perawatan minimal invasif yang dapat memberikan hasil perubahan warna dengan prosedur yang lebih cepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5